Claim Missing Document
Check
Articles

Found 56 Documents
Search
Journal : CJPP

HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN STUDENT ENGAGEMENT PADA SISWA SMP X KELAS VIII SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Devi Pramisjayanti; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44709

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan student engagement pada siswa SMP X kelas VIII selama masa pandemi covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 224 siswa dengan 30 siswa digunakan untuk tryot dan 144 siswa untuk pengambilan data. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala student engagement yang disusun berdasarkan aspek milik Fredricks dkk., (2004) dan skala self-efficacy yang diadaptasi dari penelitian milik Zahidah (2020). Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji asumsi dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS for windows 25.0. Untuk uji asumsi dilakukan uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov Test dan uji linearitas dengan menggunakan uji anova, sedangkan uji hipotesis menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara self-efficacy dengan student engagement dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0.806. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi self-efficacy pada siswa maka semakin tinggi pula student engagement yang dimiliki. Begitupun sebaliknya, semakin rendah self-efficacy pada siswa maka semakin rendah pula student engagement yang dimiliki. Kata kunci: Self-efficacy, student engagement, pandemi covid-19 Abstract This research aims to find out how the relationship between self-efficacy and student engagement in SMP X class VIII during the covid-19 pandemic. The research method uses the quantitative method with correlation approach. The population in this study was 224 students with 30 students used for tryout and 144 student used for data collection. The sampling technique used is simple random sampling. The reseach instrument that is used is the student engagement scale which based on Fredricks (2004) aspect and the self-efficacy scale adopted from Zahidah's research (2020). Data analysis was performed using SPSS 25.0 for windows statistics program assistance. The results of the analysis using the correlation produst moment technique showed that there is correlation between self-efficacy and student engagement with a significance value of 0.000 (p<0.05) and a correlation coefficient of 0.806. Based on this explanation, it can be concluded that the higher the self-efficacy of students, the higher the student engagement they have. Keyword: Self-efficacy, student engagement, covid-19 pandemic
HUBUNGAN ANTARA STRES AKADEMIK DENGAN PROKRASTINASI PADA MAHASISWA JURUSAN X YANG PERNAH MENJALANI PEMBELAJARAN ONLINE DI MASA PANDEMI COVID-19 Gelora Wahyu Wiratama Pradhana; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44715

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan prokrastinasi pada mahasiswa jurusan X yang pernah menjalani pembelajaran online selama masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 180 mahasiswa dengan sampel penelitian sebanyak 147 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik probability sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala stres akademik dan skala prokrastinasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji asumsi dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS 25.0. Untuk uji asumsi dilakukan uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov Test dan uji linearitas dengan menggunakan uji ANOVA, sedangkan uji hipotesis menggunakan teknik korelasi product moment. Kata Kunci : Stres Akademik, Prokrastinasi, Mahasiswa, Pembelajaran Online Abstract This study aims to determine the relationship between academic stress and procrastination in X major students who have undergone online learning during the Covid-19 pandemic. The method used in this study is a quantitative method with a correlational approach. The population in this study were 180 students with a sample of 147 students. The sampling technique used is probability sampling technique. The instruments used in this research are academic stress scale and procrastination scale. The data analysis technique used is assumption testing and hypothesis testing with the help of SPSS 25.0. For the assumption test, normality test was performed using the Kolmogorov-Smirnov test and linearity test using the ANOVA test, while the hypothesis test used the product moment correlation technique. Keywords: Academic Stress, Procrastination, Students, Online Learning
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN AKADEMIK SISWA DI SMA X PADA MASA PANDEMI COVID-19 Diah Arum Sari; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44857

Abstract

Abstrak Permasalahan Covid-19 menjadi salah satu problematika yang berdampak langsung bagi masayarakat, khususnya bagi para siswa SMA yang mengikuti pembelajaran daring dari rumah. Adanya peraturan-peraturan mengenai aktivitas akademik dapat membuat para siswa mengalami kecemasan bahkan merasa khawatir dan takut dengan suatu hal yang berhubungan dengan aktivitas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan akademik pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini melibatkan 238 siswa yang didapatkan menggunakan teknik purposive sampling dengan teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan peneliti. Sejumlah 30 siswa digunakan untuk tryout, dan sisanya 130 siswa aktif yang terdiri dari 38 siswa laki-laki dan 92 siswa perempuan dengan rentang usia antara 15-18 tahun, bersedia mengisi kuesioner untuk kebutuhan penelitian. Instrumen yang digunakan adalah skala efikasi diri yang disusun berdasarkan pengembangan teori milik Bandura (1997) dan skala kecemasan akademik berdasarkan pengembangan teori milik Calhoun & Acocella (1995). Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan uji korelasi product moment dengan bantuan software SPSS 25.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara efikasi diri dengan kecemasan akademik, dengan nilai pearson correlation sebesar -724. Makna dari hasil penelitian tersebut yaitu semakin tinggi tingkat efikasi diri maka akan semakin rendah kecemasan akademik. Sebaliknya, jika tingkat efikasi diri rendah maka akan semakin tinggi kecemasan akademik yang dimiliki. Hasil penelitian ini didapatkan karena mereka memiliki tugas akademik yang sama dan saling berinteraksi satu sama lain. Kata kunci: Efikasi Diri, kecemasan akademik, siswa, pandemi Covid-19 Abstract The Covid-19 problem is one of the problems that has a direct impact on the community, especially for high school students who take online learning from home. The existence of regulations regarding academic activities can make students experience anxiety and even feel worried and afraid of something related to academic activities. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and academic anxiety in high school (SMA) students during the Covid-19 pandemic. The method used in this research is a quantitative approach method. The population in this study involved 238 students who were obtained using a purposive sampling technique with a sampling technique based on the researcher's considerations. A total of 30 students were used for the tryout, and the remaining 130 active students consisting of 38 male students and 92 female students with an age range of 15-18 years, were willing to fill out a questionnaire for research needs. The instrument used was a self-efficacy scale based on Bandura's (1997) theory development and an academic anxiety scale based on Calhoun & Acocella's (1995) theory development. The data analysis technique used is the product moment correlation test with the help of SPSS 25.0 software for windows. The results showed that there was a negative relationship between self-efficacy and academic anxiety, with a Pearson correlation value of -724. The meaning of the results of this study is that the higher the level of self-efficacy, the lower the academic anxiety. On the other hand, if the level of self-efficacy is low, the academic anxiety will be higher. The results of this study were obtained because they had the same academic task and interacted with each other. Keyword: Self-efficacy, academic anxiety, students, Covid-19 pandemic
RESILIENSI PADA INDIVIDU PENYINTAS COVID-19 DI USIA LANJUT Nyoman Dharma Mahendra; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45978

Abstract

Abstrak Lansia sangat rentan terhadap virus Covid-19 hal ini disebabkan karena daya tahan tubuh mereka yang sudah melemah dan tidak hanya itu individu yang terpapar virus Covid-19 juga sering mengalami stigma negatif dari lingkungan sekitar, hal ini juga dirasakan oleh lansia. Kondisi lansia akan diperparah dengan dampak long covid yang mereka rasakan setelah sembuh, sehingga untuk menghadapi semua hal tersebut lansia perlu memiliki resiliensi yang baik agar mampu sembuh dari virus ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi pada lansia penyintas Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus dengan partisipan yang berjumlah dua orang dan juga significant others yang berjumlah dua orang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dan juga observasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu Thematic analysis. Uji keabsahan data pada penelitian ini yaitu member checking. Hasil dari penelitian ini yaitu kedua partisipan mampu tetap resilien karena lima aspek resiliensi diantaranya yaitu kompetensi personal, percaya kepada diri sendiri, penerimaan positif, pengendalian diri dan pengaruh spiritualitas. Faktor I Have, I Am dan I Can juga membantu kedua partisipan untuk resilien. Kata Kunci: Resiliensi, Lansia, Covid-19 Abstract The elderly are very vulnerable to the Covid-19 virus, this is due to their weakened immune system and not only that, individuals exposed to the Covid-19 virus often experience negative stigma from the surrounding environment, this is also felt by the elderly. The condition of the elderly will be exacerbated by the impact of long covid that they feel after recovering, so to deal with all these things the elderly need to have good resilience in order to be able to recover from this virus. This study aims to determine the resilience of the elderly Covid-19 survivors. This research is a qualitative research and uses a case study approach with two participants and two significant others. Data collection techniques using semi- structured interviews and observation. The data analysis technique in this research is thematic analysis. Test the validity of the data in this study, namely member checking. The results of this study are that both participants are able to remain resilient because of five aspects of resilience including personal competence, self-confidence, positive acceptance, self-control and the influence of spirituality. Factors I Have, I Am and I Can also helped both participants to be resilient. Keywords: Resilience, Elderly, Covid-19
HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN AKADEMIK DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA BARU YANG AKAN MELAKSANAKAN PERKULIAHAN TATAP MUKA Azzahras Shandy; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.46148

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan akademik dengan penyesuaian diri pada mahasiswa baru yang akan melaksanakan perkuliahan tatap muka. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik korelasional yaitu untuk mengetahui sejauh mana variabel bebas berhubungan dengan variabel terikat. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu semua populasi dijadikan subjek yakni sejumlah 197 mahasiswa jurusan psikologi yang sesuai dengan kriteria subjek penelitian dengan 37 mahasiswa digunakan untuk tryout dan 160 mahasiswa digunakan untuk pengambilan data. Penelitian ini dilakukan menggunakan skala kecemasan akademik dan skala penyesuaian diri yang akan dianalisis dengan bantuan aplikasi IBM SPSS 25.0 for windows. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pearson Product Moment Correlations dengan hasil signifikansi 0,003 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar -0,74 sehingga menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan akademik dengan penyesuaian diri. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecemasan akademik yang tinggi mengakibatkan mahasiswa kurang dapat melakukan penyesuaian dengan lingkungan barunya, sebaliknya mahasiswa yang memiliki kecemasan akademik yang rendah maka mahasiswa tersebut dapat melakukan penyesuaian dengan lingkungan barunya. Kata Kunci: mahasiswa, kecemasan akademik, penyesuaian diri. Abstract This study aims to determine the relationship between academic anxiety and adjustment in new students who will carry out face-to-face lectures. The method used is a quantitative research method with correlational techniques, namely to determine the extent to which the independent variable is related to the dependent variable. The sampling technique in this study was a saturated sample, that is, all of the population was used as a subject, namely 197 students majoring in psychology according to the criteria of the research subject with 37 students used for the tryout and 160 students used for data collection. This research was conducted using an academic anxiety scale and a self-adjustment scale which will be analyzed with the help of the IBM SPSS 25.0 for windows application. Analysis of the data used in this study is Pearson Product Moment Correlations with a significance result of 0.003 (p <0.05) and a correlation coefficient of -0.74, indicating that there is a significant negative relationship between academic anxiety and self-adjustment. These results indicate that high academic anxiety causes students to be less able to make adjustments to their new environment, on the contrary, students who have low academic anxiety can make adjustments to their new environment. Keywords: students, academic anxiety, self adjustment.
GAMBARAN REGULASI EMOSI PADA IBU DENGAN ANAK DISLEKSIA Zahrotin Nisail Islamiyah; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47023

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji proses dan faktor regulasi emosi seorang ibu yang memiliki seorang anak disleksia. Ketertarikan untuk meninjau persoalan ini didasari pada seorang ibu dengan anak disleksia yang mengalami gangguan kesehatan mental akibat kesulitan untuk melakukan regulasi emosinya. Seorang ibu memiliki peranan yang sangat penting dalam mengasuh, mendidik, dan merawat anak. Hal ini tidak mudah ditambah kondisi anak yang memiliki kebutuhan khusus salah satunya disleksia. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai referensi cara regulasi emosi pada ibu yang memiliki anak disleksia. Penelitian ini berupa penelitian kualitatif bermetodekan studi kasus dengan tiga partisipan. Studi kasus dipilih untuk dapat mendalami peneliti memilih pendekatan studi kasus dikarenakan memiliki potensi untuk membantu memberikan pemahaman secara mendalam mengenai gambaran regulasi emosi pada ibu dengan anak disleksia serta faktor yang mempengaruhinya. Berdasarkan latar belakang, wawancara, dan observasi maka diperoleh hasil analisis bahwasanya regulasi emosi ibu dengan anak disleksia melalui proses yang tidak mudah. Ketiga partisipan melewati tiga proses regulasi emosi yaitu emotion monitoring, emotion evaluating, dan emotion modification. Regulasi emosi ibu dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu waktu dan usia, attachment ibu dengan anak, dan hubungan interpersonal ibu dengan keluarga inti atau orang lain. Kata Kunci: regulasi emosi, ibu, anak disleksia Abstract This study aims to examine the process and factors of emotional regulation of a mother who has a dyslexic child. Interest in reviewing this issue is based on a mother with a dyslexic child who has a mental health disorder due to difficulty in regulating her emotions. A mother has a very important role in nurturing, educating, and caring for children. This is not easy plus the condition of children who have special needs, one of which is dyslexia. This research is expected to be useful as a reference for how to regulate emotions in mothers who have dyslexic children. This research is in the form of qualitative research coded case studies with three participants. Case studies are chosen to be able to explore researchers choosing a case study approach because it has the potential to help provide an in- depth understanding of the picture of emotion regulation in mothers with dyslexic children and the factors that influence it. Based on the background, interviews, and obeservation the results of the analysis obtained that the regulation of the emotions of mothers with dyslexic children through a process that is not easy. The three participants went through three emotional regulation processes, namely emotion monitoring, emotion evaluating, and emotion modification. Maternal emotion regulation is influenced by several factors, namely time and age, maternal attachment to the child, and the mother's interpersonal relationship with the nuclear family or others. Keywords: emotion regulation, mother, dyslexic child
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG MENJALANI PERKULIAHAN HYBRID SAAT PANDEMI COVID-19 Elisa Noviana; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47327

Abstract

AbstrakMenurunnya kasus Covid-19 di Indonesia, membuah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia membuat kebijakan baru tentang pendidikan di Indonesia yaitu adanya hybrid learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dan stres akademik pada mahasiswa yang menjalani perkuliahan hybrid saat pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa jurusan psikologi yang menjalanakan perkuliahan hybrid sejumlah 365 mahasiswa, dimana 61 mahasiswa digunakan untuk tryout dan 304 mahasiswa digunakan untuk pengambilan data penelitian. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spearman rho dengan bantuan SPSS 26.0 for windows. Penelitian ini menunjukkan hasil korelasi sebesar -0.313. Hasil ini menunjukkan korelasi negatif yang berarti bahwa semakin rendah self efficacy maka semakin tinggi stres akademik mahasiswa. Hasil korelasi tersebut juga menunjukkan bahwa variabel self efficacy dan variabel stres akademik memiliki korelasi yang rendah.Kata Kunci : self efficacy, stres akademi, hybrid.AbstractThe decline in Covid-19 cases in Indonesia has prompted the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia to formulate a new policy regarding education in Indonesia, namely the existence of hybrid learning. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and academic stres in students undergoing hybrid lectures during the Covid-19 pandemi. This research was conducted on 365 students majoring in psychology who ran hybrid lectures, of which 61 students were used for tryouts and 304 students were used for research data collection. The analytical technique used in this research is spearman rho analysis with the help of SPSS 26.0 for Windows. This study shows a correlation of -0.313. This result shows a negative correlation, which means that the lower the self-efficacy, the higher the student's academic stres. The correlation results also show that the self-efficacy variable and the academic stres variable have a low correlation.Keywords : self-efficacy, academic stres, hybrid
RESILIENSI PADA REMAJA KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA Talenta Adiyanti Putri; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47436

Abstract

AbstrakPerceraian orang tua memberikan dampak terhadap perkembangan kemampuan resiliensi anak. Kemampuan resiliensi penting dimiliki oleh remaja agar remaja yang mengalami keterpurukan dapat bangkit dan melakukan upaya yang positif dalam penyelesaian masalahnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan faktor yang mempengaruhi kemampuan resiliensi pada remaja korban perceraian orang tua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek terdiri dari dua orang yang memiliki usia 20-21 yang telah menjadi korban perceraian. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan hasil bahwa kedua subjek memiliki kemampuan resiliensi yang berbeda. Subjek Budi memiliki kemampuan resiliensi yang lebih baik dikarenakan masih adanya dukungan dari orang terdekat sehingga dapat membantu mengembangkan kemampuan resiliensi yang ada pada dirinya, yaitu subjek menjadi lebih mandiri dan menerima keadaan. Sedangkan subjek Cantik memiliki kemampuan resiliensi yang kurang baik karena subjek masih merasa pesimis, ragu akan masa depan, dan trauma terhadap pernikahan yang menyebabkan dirinya ragu akan keberhasilan suatu pernikahan.Kata Kunci: perceraian orang tua, resiliensi, remajaAbstractParental divorce has an impact on the development of children's resilience abilities. It is important for adolescents to have resilience abilities so that adolescents who experience adversity can rise up and make positive efforts in solving problems. The purpose of this study was to determine the description and factors that influence the ability of resilience in adolescent victims of parental divorce. The method used in this research is qualitative with a case study approach. The subjects are 20-21 years old who had become victims of divorce. Data were collected using interview techniques. Based on the research that has been done, it was found that the two subjects had different resilience abilities. Budi subjects have better resilience abilities because there is still support from the closest people so that they can help develop the resilience abilities that exist in themselves, namely the subject becomes more independent and accepts the situation. While Cantik has poor resilience because the subject still feels pessimistic, doubts about the future, and is traumatized by marriage which causes him to doubt the success of a marriage.Keywords: Parental divorce, resilience, adolescene.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DALAM BELAJAR DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA Nisyarulita Mujirohmawati; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47488

Abstract

Abstrak Siswa merupakan pelaksana dari proses pendidikan namun saat ini Indonesia sedang dilanda oleh pandemic Covid-19 yang sangat berpengaruh terhadap sektor pendidikan, kondisi ini menuntut siswa untuk dapat belajar lebih mandiri dikarenakan pembelajaran dilaksanakan secara hybrid. Kurangnya pemantauan secara langsung oleh guru serta banyaknya tuntutan tugas menyebabkan siswa melakukan penundaan dalam belajar atau disebut prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anatara regulasi diri dalam belajar dengan prokrastinasi akademik pada siswa pada kondisi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS di SMA X sejumlah 119 siswa. Dengan 38 siswa mengerjakan try out dan 81 siswa menjadi subjek penelitian. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala regulasi diri dalam belajar dan skala prokrastinasi akademik yang telah disusun berdasarkan teori yang sesuai dengan variabel yang telah dianalisis dengan program pengolah data SPSS 26.0 for windows Teknik analisis data menggunakan pearson product moment untuk uji korelasi. Dari analisa data dihasilkan nilai signifikansi 0,000<0,05 dan nilai peason correlation sebesar -0,540. Sehingga hasil penelitian ini menyatakan terdapat hubungan negative yang signifikan antara regulasi diri dalam belajar dengan prokrastinasi akademik pada siswa. Kata Kunci: regulasi diri dalam belajar, prokrastinasi akademik, siswa Abstract Students are implementers of the education process but currently Indonesia is being hit by the Covid-19 pandemic which is very influential on the education sector, this condition requires students to be able to learn more independently because learning is carried out in a hybrid way. The lack of direct monitoring by the teacher and the large number of task demands cause students to delay learning or what is called academic procrastination. This study aims to determine the relationship between self-regulation in learning and academic procrastination in students in the Covid-19 condition. This research uses correlational quantitative method. The population in this study were students of class X IPS in SMA X totaling 119 students. With 38 students doing a try out and 81 students being the subject of research. The instrument used in this research is the self-regulation scale in learning and the academic procrastination scale which has been compiled based on the theory in accordance with the variables that have been analyzed by the SPSS 26.0 data processing program for windows. The data analysis technique uses the Pearson product moment to test the correlation. From the data analysis, a significance value of 0.000 <0.05 was obtained and a peason correlation value of -0.540. So the results of this study stated that there was a significant negative relationship between self-regulation in learning and academic procrastination in students. Keywords: self-regulated learning, academic procrastination, student
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU KECENDERUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE SELAMA PANDEMI COVID-19 PADA REMAJA DI KOTA SURABAYA Azzahra Yulia Pinasti; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47489

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecenderungan kecanduan game online selama pandemi covid-19 pada pada remaja di Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik korelasional yaitu untuk mengetahui sejauh mana variabel bebas berhubungan dengan variabel terikat sehingga dapat menjawab hipotesis yang telah dirumuskan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu semua populasi dijadikan subjek yakni sejumlah 215 remaja yang sesuai dengan kriteria subjek penelitian dengan 35 remaja digunakan untuk tryout dan 180 mahasiswa digunakan untuk pengambilan data. Penelitian ini dilakukan menggunakan skala kontrol diri dan kecanduan game online yang akan dianalisis dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS 17.0 for windows. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Product Moment Pearson Correlation dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar - 0,266. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kontrol diri dan kecenderungan kecanduan game online memiliki hubungan positif yang signifikan dengan tingkat hubungan yang lemah. Kata Kunci: Kontrol Diri, Kecenderungan Kecanduan Game Online, Remaja Abstract This study aims to determine the relationship between self-control and the tendency to become addicted to online games during the covid-19 pandemic in adolescents in the city of Surabaya. The method used is a quantitative research method with correlation, namely to determine the extent to which the independent variable is related to the variable so that it can answer the hypothesis that has been formulated. The sampling technique in this study was a saturated sample, namely all the population used as subjects, namely 215 adolescents who were in accordance with the research criteria with 35 adolescents used for testing and 180 people used for data collection. This research was conducted using a self-control scale and online game addiction which will be analyzed using the SPSS 17.0 for windows application. Analysis of the data used in this study is the Pearson Product Moment Correlation with a significance value of 0.000 (p<0.05) and a correlation coefficient of -0.266. These results indicate that self-control and online game addiction tendencies have a significant positive relationship with the level of a weak relationship. Keywords: Self-Control, Online Game Addiction Tendencies, Adolescent
Co-Authors . Budhiningthiyas A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aat Ruchiat Nugraha Aditya Rahman Ahmad Zain Sarnoto Aldha Dhamarani Alfira Tara Rachmaningtyas Amilina, Hasna Nabila Andi Ledy Permata Putri Anggi Raylian Arum Annashirah, Riva Amalia Nailah Aprilia Nanda Nabilah ATIEN PURWANA PUTRI, NOVI Aulia Qurrotu Ayuni Aulia Rahmah AYNUR ROCHILLAH AYU KHOIRIYATUL AMALIYAH Ayudamayanti, Jasmine Dinda Azzahra Yulia Pinasti Azzahras Shandy Boonroungrut, Chinun Camelia Wahida Syauqi Cicilya Deristarini Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi, Damajanti Kusuma Deristarini, Cicilya Desi Nurwidawati DESI NURWIDAWATI Devi Pramisjayanti Devi Ulfa Sari Dewanto Dewanto Dewi Arum Diah Arum Sari Diah Fatma Sjoraida Dwi Melinda Wulandari Elisa Noviana Fadia Aulia Sandi Fadila, Noerma Ayu Fauzi, Rizal Ula Ananta Felisca Novitria Fitri Hilmiyati FITRI INAYAH Gelora Wahyu Wiratama Pradhana Hadiatus Sholiha Hafidzah Rahmah Adi Setia Putri Hamidah Anzalna Rahmah HARUM KEMBANG MUSTIKA JAGAD Hermien Laksmiwati Hetti Rahmawati Hilmiyati, Fitri HILYATUL MASLAHAH Humaida, Venna Arzika Inayah, Fitri Ira Darmawanti IRA DARMAWANTI Ira Darmawanti Ira Darmawanti Ivania Ardiningrum Jatayu, Salsa Tri Jihan Falabisa Rahma KEMBANG MUSTIKA JAGAD, HARUM KHOIRIYATUL AMALIYAH, AYU Krisna Aji Triovano Laila Nur Syafitri Lailatul Mufidah Lailatus Sholihah MASLAHAH, HILYATUL Meita Santi Budiani Melani Rahmawati MIFTAKHUL JANNAH Miftakhul Jannah Mila, Najwa Athiyatul Mochamad Nursalim Mochammad Nursalim, Mochammad Mohammad Edy Nurtamam, Mohammad Edy MUFIDA MAHFUD, SITI Muhammad Aufa Al Farisi Ann Haba Sauda Muhammad Sapril Siregar MUHAMMAD SYAFIQ Nabila Rachman Nabilla Desmasari Kustanto Nafila Ikrima Navylia Tirta Kencana Ningsih, Vina Oktafiana Nisyarulita Mujirohmawati NOVI ATIEN PURWANA PUTRI Novita, Alya Nur Eka Maulidyah Nur Eva Nur Hasan Nurchayati Nurchayati Nurdianti, Radita Nyoman Dharma Mahendra Olievia Prabandini Mulyana, Olievia Prabandini Pinkan Pinardi Putri, Ellyana Ilsan Eka Qorina, Mayzuhra Nikma Rachman Widohardhono Rangga Febriano Wahyu Setiawan Raviika Widyasari Wowor Reza Asep Adi Purnomo Riya Ulfa Juniatin ROCHILLAH, AYNUR Sabrina Dwi Novanti Safitri, Adisti Dian Salsa Tri Jatayu Salsabila, Nisrina Sonna Santosa, Tomi Apra Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satwika, Yohana Wuri Satwika, Yohana Wuri Seftilia, Tresella Frisca Sindy Elbahani Syahputri Sinta Erika Maya Sinta Khusnullia Siregar, Muhammad Sapril Siti Ina Savira Siti Ina Savira, Siti Ina Siti Jaro'ah SITI MUFIDA MAHFUD Suryokusumo, Aini Nadhiba Cinta Talenta Adiyanti Putri Tomi Apra Santosa Tongam E Panggabean Tongam E Panggabean Vina Oktafiana Ningsih Virga Prameswari Wahidah, Anfiyah Zahrotul Winda Hamidah Wulan Cahya, Rachmah Dwi Wulandari, Rahmawati Wulandari, Wahyu Nur Isna Yohana Wuri Satwika Yohana Wuri Satwika Yohana Wuri Satwika Zahrotin Nisail Islamiyah ’Alimah, Chabibatul