Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KECERNAAN RANSUM PADA KELINCI BETINA LOKAL YANG DIBERI RANSUM MENGGUNAKAN AMPAS TAHU TERFERMENTASI DENGAN ARAS BERBEDA Nuriyasa I M.; A. W. Puger
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 2 (2019): Vol. 22 No.2 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.966 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i02.p07

Abstract

This study aims to determine the digestibility of local female rabbit fed diet containing different levels offermented tofu waste. The study used a randomized block design (RBD), with five treatments and five blocks.The treatment was rabbits fed rations without using tofu waste or control fed (R0), rabbit fed rations containing10% tofu waste (R1), rabbit fed containing 15% tofu waste (R2), rabbit fed rations containing 10% fermented tofuwaste (R3) and rabbit fed rations containing 15% fermented tofu waste (R4). Variables observed were dry matterdigestibility, protein digestibility and efficiency of changes GE to DE. The results showed that rabbits fed ration R3and R4 caused dry matter digestibility, protein digestibility and efficiency of changes GE to DE were higher thantreatments R2, R1 and R0. It can be concluded that diets containing 10% up to 15% fermented tofu waste in rabbitrations can increase the digestibility of rations for local female rabbits.
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE Sriyani N. L. P; M. A. Rasna; I N. T. Ariana; A. W. Puger
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 20 No 1 (2017): Vol 20, N0 1 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.887 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2017.v20.i01.p03

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan profil lemak hewani dari dua jenis daging babi daribangsa (breed) yang berbeda yaitu babi bali asli (babi lokal) dan babi landrace (babi ras). Penelitian ini dilaksanakandengan mengambil beberapa sampel daging babi bali dan babi Landrace. Daging yang diambil bersumber daridaging yang dijual di Rumah Potong Hewan Tradisional yang berlokasi di Banjar Pegending, Desa Dalung KutaUtara. Selanjutnya sampel daging dianalisis profil asam lemaknya dengan metode Gas Cromatografi di LaboratoriumTerpadu IPB Bogor. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa profil asam lemak penyusun daging babi bali aslimaupun daging babi landrace terdiri dari 10 asam lemak jenuh (Saturated Fatty Acids/SFA) yaitu asam caprik,asam laurat, asam miristat, asam pentadecanoat, asam palmitat, asam heptadecanoat, asam stearat, asam arachidat,asam behenik, asam caprilic, empat jenis asam lemak tidak jenuh tunggal (Mono Unsatured Fatty Acids/MUFA)yaitu asam palmitoleat, asam oleat, asam erucic, asam eiucosenoic dan 2 jenis asam lemak tak jenuh ganda (PollyAnsatured Fatty Acids/PUFA) yaitu asam linoleat, asam eicosedienoic. Kata kunci: profil asam lemak, daging babi bali, dan babi landrace
EVALUASI BIJI TANAMAN GAMAL PROVENAN RETALHULEU PADA LAHAN KERING DI BUKIT BADUNG BALI A.W. Puger; I.W. Suberata; I.G.E. Putra; I.M. Suarn; I.M. Nitis
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 1 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.464 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2011.v01.i01.p04

Abstract

Gliricidia (Gliricidia sepium) provenance Retalhuleu seed garden has been established in 1992 in dry land farming at Bukit Pecatu Village, Bukit Badung Peninsula, South Bali, at 100m sea level, on red-brown mediteran calcareous-base soil, with 1552 mm rainfall, distributed during 4 months wet season and 8 months dry season. The Completely Randomized Block Design Arrangement consisted of 60 famili(F) as treatments, 6 blocks as replications and 10 plants per treatment were used in this experiment. The first harvest was carried out in November 1995 and the subsequent harvest was carried out in October-November each year. Results of 11nd harvests (16 year plant age) on seed production and quality showed that famili F12, F17 and F51 (ranking order) could be registered (priority rights) as planting.
PERAN PEPOHONAN DALAM PENINGKATAN PRODUKSI TERNAK RUMINANSIA: PENDEKATAN ILMIAH I.M Mastika; A.W. Puger; I.K.M. Budiasa; M. Nuriyasa
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 2 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.714 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2013.v02.i02.p08

Abstract

Trees and shrubs plantation are very potential and important in producing sustainable green biomass, and have high protein content and high digestibility.  Some of them are legume which are important in catching nitrogen from the air to enriched the soil nitrogen. Trees are also catching more sun energy radiation which is latter converted into animal feeds. Other roles of this plant is part of them such as leaves, fruits, barks and roots containing saponin/sapogenin or tannin which are useful as defaunating agent. It was well documented that rumen protozoa reduced ruminant productivity. From the reports available either in vitro or in vivo it was proved that saponin could to some extent reduced or depressed protozoa rumen population. Indonesia needs some  experts effort to identify and recording those plants that could play roles as natural defaunating agent, as well as provide green biomass for ruminant. The overall conditions above will provide an ample opportunities for research for students or experties.
The Performance of Balinese Gilt Reared Intensively and Supplemented With Probiotic K. Budaarsa; A. W. Puger; T. I. Putri; I D.G.A. Udayana
Journal of Veterinary and Animal Sciences Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Institute for Research and Community Service, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JVAS.2017.v01.i01.p06

Abstract

Study to improve the performance of Balinese gilt reared by intensive management including good quality rationssupplemented with yeast culture as a source of probiotics has been conducted. Randomized Block Design (RBD) were used in this study. Sixteen post weaning (two months old) gilts weight 10-12kg were divided into 4 groups: (i)ration control, R1 (ration containing 18% concentrate, 40% corn and 41% rice bran and 1% mineral); (ii) R2 (R1+ 0.20% probiotics; (iii) R3 (R1+ 0.25% probiotics and R4 (R1 + 0.30% probiotics) with 4 replications. Parameters measured including: feed intake, body weight gain, feed conversion ratio (FCR) and digestibility of the ration. Results showed that feed intake, daily weight gain and feed digestibility increased significantly (P <0.05) in the gilt receiving probiotic treatment, on the other hand the value of FCR decreased significantly compared to the control group. It is concluded that the addition of probiotics in rations significantly improve the performance of Balinese gilt.
KECERNAAN PAKAN KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis) YANG DIBERI PAKAN MULTI NUTRIENT BLOCK BERBASIS RUMPUT LAPANGAN Puger, A. W.; Nuriyasa, I. M.; Puspani, E.; Mastika, I. M.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 19 No 3 (2016): Vol 19, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.633 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2016.v19.i03.p07

Abstract

Peningkatan produktivitas ternak kelinci dapat diukur dari kecernaan pakan yang diberikan dan dapat dilakukandengan memberikan suplementasi Mineral Nutrient Block (MNB). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakanRangcangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah R0: pakan kontrol(rumput lapangan) dengan kandungan energi termetabolis 1830 kkal/kg dan CP:9,1%, R1: ransum kontrol yangdisuplementasi MNB 5 g/ekor/hari, R2: ransum kontrol yang disuplementasi MNB 10 g/ekor/hari, R3: ransumkontrol yang disuplementasi MNB 15 g/ekor/hari. Rumput lapangan diberikan secara ad libitum dalam bentuksegar dan dipotong-potong dengan panjang 5 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai cerna bahan kering,nilai cerna energi dan nilai cerna protein tertinggi pada R3 yaitu masing-masing 59,22%, 68,88% dan 43,72%.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Multi Nutrient Block sebanyak 15% memberikankecernaan tertinggi pada kecernaan bahan kering, energi dan protein pakan.
PENGARUH PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN AMPAS TAHU TERHADAP KOMPONEN ORGAN DALAM BABI RAS Puger, A. W.; Suasta, I. M.; Astawa, P. A.; Budaarsa, K.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 2 (2015): Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.881 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i02.p04

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh penggantian ransum komersial dengan ampas tahu pada tingkat tertentu terhadap komponen organ dalam babi ras telah dilaksanakan di Banjar Sekarmukti Desa Pangsan, Kecamatan Petang. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan dua ulangan dan masing ulangan terdiri dari dua ekor babi ras. Perlakuan terdiri dari P0: ransum komersial tanpa ampas tahu (kontrol), P1: ransum komersial 5% diganti dengan ampas tahu, P2: ransum komersial 7,5% diganti dengan ampas tahu dan P3: ransum komersial 10% diganti dengan ampas tahu. Variabel yang diamati adalah organ dalam babi ras yang terdiri dari berat hati, paru-paru, jantung, ginjal, pankreas, kantong empedu, limfe, lambung kosong, panjang dan berat usus halus, usus besar, sekum dan berat lemak ligament. Data dianalisis ragam, apabila terdapat hasil berbeda nyata (P<0,05) dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat hati, jantung, usus halus cenderung nyata lebih tinggi pada perlakuan P1 sedangkan variabel lainnya tidakdipengaruhi oleh perlakuan (P>0,05). Dapat disimpulkan bahwa beberapa bagian organ dalam dipengaruhi oleh penggantian ransum komersial dengan ampas tahu.
ANALISIS EKONOMI USAHA TERNAK BABI DENGAN PEMBERIAN SEKAM PADI DALAM RANSUM YANG MENGANDUNG LIMBAH HOTEL I N. T., Ariana; A. W., Puger; A. A., Oka; N. L. P., Sriyani
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.442 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i02.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sekam padi sebagai sumber serat dalam ransum yang mengandung limbah hotel terhadap analisis ekonomi usaha ternak babi. Dua puluh empat ekor babi persilangan Landrace x Yorkshire jantan kastrasi, dengan umur 2 bulan dan berat badan 26,15±0,73 kg dibagi dalam empat perlakuan ransum, yaitu tanpa sekam padi (R0), 10% sekam padi (R1), 20% sekam padi (R2), dan 30% sekam padi (R3), masing-masing terdiri atas enam ekor ternak babi. Penelitian menggunakan kandang individu berukuran panjang 1,9 m dan lebar 0,5 m. Pakan diberikan secara ad libitum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah. Data yang diperoleh dianalisis dengan one-way ANOVA. Apabila terdapat perbedaan, analisis dilanjutkan dengan menggunakan Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya konsumsi, biaya konsumsi ransum harian, biaya ransum per kilogram kenaikan berat badan dan total biaya produksi ternak babi perlakuan R3 masing-masing adalah 297.021±3.916 rupiah/ekor, 4.243±55 rupiah/ekor/hari, 5.132±314 rupiah/kg dan 627.021±3.916 rupiah/ekor, dan ini lebih rendah (P<0,05) daripada perlakuan R0 dan R1 yang masing-masing adalah 406.908±14.529 dan 400.480±17.819 rupiah/ekor untuk total biaya konsumsi, 5.812±207 dan 5.721±254 rupiah/ekor/hari untuk biaya konsumsi ransum harian, 6.314±433 dan 5.822±119 rupiah/kg untuk biaya ransum per kilogram kenaikan berat badan serta 736.908±14.529 dan 730.480±17.819 rupiah/ekor untuk total biaya produksi. Total pendapatan pada perlakuan R1yaitu 963.666±54.701 rupiah/ekor, lebih tinggi (P<0,05) daripada perlakuan R2 dan R3 yang masing-masing hanya 837.666±79.894 dan 813.166±59.465 rupiah/ekor. Keuntungan usaha, income over feed cost dan B/C rasio usaha ternak babi diantara keempat perlakuan berbeda tidak nyata. Disimpulkan bahwa penggunaan sekam padi pada level 10% dalam ransum yang mengandunglimbah hotel lebih menguntungkan.
PENGARUH SUPLEMENTASI STARBIO DALAM PAKAN DENGAN 40% DEDAK PADI TERHADAP PENAMPILAN BABI LANDRACE I. K., Sumadi; I. M., Gede Wijaya; A. W., Puger
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 1 (2015): Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.829 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i01.p07

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui penampilan babi landrace yang diberi pakan mengandung 40% dedak padi dengan suplementasi Starbio. Penelitian ini menggunakan babi landrace sebanyak 12 ekor dengan berat badan antara 20-30 kg. Pakan terdiri dari konsentrat Guyofeed, dedak padi dan jagung kuning. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK); 4 kelompok berat badan yang diberi 3 macam pakan perlakuan. Pakan yang diberi dengan 40% dedak padi tanpa suplementasi Starbio sebagai kontrol (perlakuan A); pakan dengan 40% dedak padi dan disuplementasi 0,2% Starbio (perlakuan B); dan pakan dengan 40% dedak padi dan disuplementasi 0,4% Starbio (perlakuan C) selama 6 minggu. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam dan bila terdapat perbedaan yang nyata diantara perlakuan (P<0,05) dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (Steel dan Torrie, 1989). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi Starbio dalam pakan dengan 40% dedak padi mampu memperbaiki penampilan (konsumsi pakan, pertambahan berat badan, energi tercerna, dan profil kotoran) babi landrace.
KARAKTERISTIK GELATIN DARI KULIT KAKI TERNAK DAN POTENSINYA SEBAGAI EDIBLE FILM Miwada, I. N. S.; Simpen, I. N.; Hartawan, M.; Puger, A. W.; Sriyani, N. L. P.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 3 (2015): Vol 18, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.268 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i03.p06

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan potensi protein kolagen yang terdapat pada kulit kaki ternak(kulit kaki ayam broiler/kka, kulit kaki kambing/kkk dan kulit kaki sapi/kks) menjadi produk gelatin dan mengkajipotensinya sebagai edible film. Ekstraksi protein pada kka, kks, dan kkk dalam water bath yang sebelumnyadicuring dengan asam asetat (1,5%) selama 3 hari. Dilanjutkan produksi edible film dalam 100 ml aquades denganperlakuan formulasi gelatin dan gliserol (1:0); (5:1); (10:1); (15:1) dan (20:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwagelatin kks paling tinggi (P<0,05) kandungan proteinnya (85,17%) diikuti gelatin kkk (80,38%) dan kka (79,43%).Namun secara viskositas gelatin kkk (5,70 poise) paling tinggi (P<0,05) diikuti oleh kks (5,27 poise) dan kka (4,93poise). Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa gelatin jenis kks, kkk, dan kka terbukti sebagai gelatin melaluikarakterisasi serapan gugus fungsi. Karakterisasi tersebut terbagi dalam 4 bagian puncak serapan khas gelatinyaitu serapan amida A, amida I, amida II dan amida III. Kajian penggunaan jenis gelatin-gliserol dengan rasioberbeda menghasilkan viskositas edible film yang cenderung meningkat (P<0,05) dengan rentang rata-rata 1,89-3,77 poise. Sementara kandungan proteinnya nyata berbeda dengan nilai tertinggi pada rasio 10:1. Kandunganprotein edible dari gelatin kkk tertinggi (P<0,05) diikuti kka dan kks dengan nilai berturut-turut (0,38%; 0,27%dan 0,25%). Kesimpulan penelitian bahwa gelatin kks nilainya lebih tinggi diikuti kkk dan kka. Penggunaan ketigajenis gelatin ini sebagai edible film menghasilkan formula terbaik pada rasio 10:1 yaitu 10 g gelatin dan 1 ml gliseroldalam 100 ml aquades.
Co-Authors A. A. A. S. TRISNADEWI A. T. Umiarti, A. T. Anak Agung Putu Putra Wibawa Antara I M. D. Asmara i Gd. O.J. Astawa P. A., Astawa Bairosi B. D. A. WARMADEWI Dean Billawa DESAK PUTU MAS ARI CANDRAWATI Diarsa I W. E. PUSPANI Eny Puspani Gede Wijaya I. M., Gede Wijaya Gulita S. S. Hartona T.A I D. G. A. UDAYANA I D.G.A. Udayana I G. L. Oka I G.L.O. CAKRA I Gede Mahardika I Gusti Nyoman Gde Bidura I Ketut Mangku Budiasa I Ketut Sumadi I Komang Budaarsa I M. Mudita I M. NURIYASA I M. Suasta I Made Nuriyasa I N. T. ARIANA I Nyoman Sumerta Miwada I P. A. Astawa I Putu Ari Astawa I W. SUDIASTRA I W. WIRAWAN I Wayan Suarna I WAYAN SUBERATA I. K. Sukada I. K. SUKADA I. M. Mastika I. M. Mastika I. M. SUASTA I. N. Simpen, I. N. I.G.E. Putra I.M. Nitis I.M. Suarn IGL Oka Intan W.Y.K. N. M Karisma E. D. M. A. Rasna M. E. D. PERTIWI M. HARTAWAN, M. M. Suasta M.S., Munir Marwansyah A. J. N. L. P. Sriyani N. L. P. Sriyani, N. L. P. N. Nym. C. Kusumawati Ni Luh Gde Sumardani Ni Luh Putu Sriyani Ni Nyoman Suryani NI PUTU MARIANI Ni Wayan Siti Noviyanti K.R. Nugraha G. A. Oka A. A. Oktaviantoro D P. A. ASTAWA Parayana I G. S. Pertiwi I G. N. S. D. Pratita N. P. R. Prayoga I M. Y. Purnawan I K. A. Puspani E. Resla M. S. Risnayanti N. K. Roni N. G. K. Saputra IP.A.A Simamora C. Siti N. W. Stradivari G.E Suasta I. M., Suasta Suasta IM. Sudarmawan T Sugiarta I M. P. Sumadi I. K., Sumadi Suranjaya I .Gd Suryana IK.A T. I. Putri Tirta Ariana N., Tirta Ariana Tjokorda Istri Putri V. O., Silaban W. Suarna Wahyuningsi S. Wayan Sayang Yupardhi Wiguna I G. D. A. Wirawan I W.