Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Sosio Ekonomi yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Pujiyanto, Pujiyanto
Kesmas Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang banyak diderita penduduk dengan kecenderungan meningkat seiring bertambahnya umur. Dengan bertambahnya umur harapan hidup maka dimasa depan hipertensi akan menjadi masalah kesehatan yang serius. Salah satu upaya mengatasi hipertensi adalah dengan minum obat antihipertensi. Keteraturan meminum obat ditentukan oleh kepatuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi pengaruh faktor sosio-ekonomi terhadap kepatuhan minum obat. Jenis penelitian adalah studi kualitatif dengan teknik wawancara mendalam. Informan adalah penderita hipertensi yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Beji Kota Depok, berjumlah 8 orang meliputi kategori lansia/non lansia dan laki-laki/perempuan. Wawancara dilakukan di rumah informan pada minggu pertama dan kedua Juni 2007. Rekaman wawancara dibuat transkrip dan dianalisis dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap patuh dan tidak patuh dalam berobat bisa muncul saling bergantian. Seluruh informan, selain mengkonsumsi obat modern, ternyata juga minum obat tradisional dari beragam tumbuhan obat dengan beragam cara membuatnya. Faktor motivasi berperan penting dalam kepatuhan minum obat. Motivasi positif memiliki efek terhadap kepatuhan minum obat yang lebih kuat dibandingkan dengan motivasi negatif. Sikap caring anggota keluarga juga berperan penting dalam kepatuhan minum obat. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar tenaga medis dan paramedis memotivasi anggota keluarga penderita hipertensi sebagai motivator minum obat, melakukan studi khasiat obat tradisional yang mencakup kandungan zat aktif obat dan cara pembuatan yang tepat serta efek interaksi pemakaian secara bersama-sama obat antihipertensi modern dan tradisional, dan melanjutkan program Askeskin/Jamkesmas untuk mencegah terjadinya unmet need obat antihipertensi pada orang miskin. Hypertension is a degenerative disease suffered by many people and the trends was raised as the increased of people age. In the future this disease will be a serious health problem due to the increase of life expectancy. There is an effective method to cope the hypertension by taking anti-hypertensive medicine but the regularity of its consumption depends on the compliance. The study objective was to elaborate the influence of socio-economic and cultural factors toward compliance. The research design was qualitative study and the data was gathered by indepth interview. Informen were hypertensive persons who reside in the working area of Beji Health Center, the City of Depok, consist of 8 persons including aged/non aged and male/female. The interview was conducted at the informant house on the first and second of June 2007. Then the transcript of the interview analyzed used the content analysis. Study result showed that the compliance (i.e. complied or not complied) was substitutable. All informen consumed the modern and traditional medicine simultaneously. The traditional one was made from various plants and the way he/she produced it was vary too. We discover the importance of motivation to the compliance. Positive motivation have stronger effect to the compliance as compared to the negative one. Also, family member caring was crucial to the compliance. Depends on the analyses there are some recommendation i.e. any medical and paramedical should suggest the family member of hypertensive patient to be a motivator, conducted a research to comprehend the benefit of traditional medicine including the active substance and the method of produced it effectively and the interaction effects of the use of modern and traditional antihypertensive medicine simultaneously, and to avoid the unmet need to the modern antihypertensive medicine of the poor the government should continued the health insurance program for the poor (Askeskin/Jamkesmas).
The Demands for Outpatient Care in Private Hospitals Pujiyanto, Pujiyanto
Kesmas Vol. 7, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pendapatan per kapita menaikkan permintaan rawat jalan dan harapan mutu pelayanan rumah sakit. Masyarakat memiliki persepsi pelayanan rumah sakit swasta lebih bermutu daripada rumah sakit pemerintah, sehingga terdapat asumsi pelanggan rumah sakit swasta mempunyai karakteristik khusus. Tujuan studi ini adalah menginvestigasi berbagai faktor yang berhubungan dengan utilisasi rawat jalan dan kelompok yang mendapat manfaat. Studi ini menggunakan 42.540 responden rumah sakit swasta IFLS-4 tahun 2007. Semakin tinggi pendapatan semakin tinggi pula permintaan, kelompok jaminan/asuransi mempunyai permintaan yang lebih tinggi daripada non-jaminan. Kenaikan tarif rawat jalan rumah sakit swasta yang dipersepsi masyarakat sebagai barang mewah meningkatkan permintaan. Namun, kenaikan tarif rawat jalan rumah sakit pemerintah tidak memengaruhi permintaan rawat jalan rumah sakit swasta. Hal tersebut mengindikasikan karakteristik pasien rumah sakit swasta yang berbeda dari rumah sakit pemerintah. Kelompok kaya mendapatkan manfaat rawat jalan rumah sakit swasta lebih besar daripada kelompok miskin. Untuk mengoreksi keadaan ini pemerintah perlu menegakkan peraturan menteri kesehatan tentang fungsi sosial rumah sakit. Improvement of per capita income will boost the demand for outpatient care and lead enhanced expectation of service quality of hospital. People perceived that private hospital has better services than public hospital. Based on these, we assumed that private hospital users have particular characteristics. This study aimed to investigate factors associated with utilization of private hospitals for outpatient care and who get the benefits, the rich or the poor. This study used data of 42,540 respondents from IFLS-4 collected in 2007. Analyses showed the higher the income the higher the demand. Insured’s groups have higher demand than uninsured. Demand analyses revealed that increased price of private hospital caused higher demand. This evidence indicated that outpatient care of private hospital was perceived as luxuries goods. However increased price of public hospital did not influence the demand of private hospital. It is indicate that private hospital has different type with patients of public hospital. It means that the two types of hospital comprise different segment of patients. The rich benefited more outpatient care in private hospital than the poor. It implies that the government should enforced Ministry of Health’s regulation on hospital social function.
The Effect of Health Insurance on Institutional Delivery in Indonesia Mukhlisa, Mazda Novi; Pujiyanto, Pujiyanto
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan berdampak pada menurunnya angka kematian ibu (AKI). Di Indonesia, persalinan di fasilitas kesehatan mengalami peningkatan setiap tahunnya, tetapi masih terdapat sekitar 30% ibu yang bersalin di rumah. Sayangnya, peningkatan pemanfaatan pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan tersebut tidak diimbangi dengan penurunan AKI, sehingga Indonesia tidak berhasil mencapai target MDGs. Untuk mencapai Universal Health Coverage, Indonesia mengimplementasikan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mengintegrasikan empat jaminan kesehatan, yaitu Askes/ASABRI, Jamsostek, Jamkesmas, dan Jamkesda. Jaminan kesehatan dapat mengatasi kendala biaya pada persalinan di fasilitas kesehatan. Dengan menggunakan data Riset Kesehatan Dasar 2013 dan data Potensi Desa 2011 sebagai sumber data, penelitian ini bertujuan menganalisis bahwa kepemilikan jaminan kesehatan meningkatkan pemanfaatan pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan di Indonesia. Sampel penelitian berjumlah 39.942 perempuan berusia 15-49 tahun yang melahirkan anak terakhir dalam periode waktu 2010-2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekonometri dengan model estimasi probit dan bivariat probit untuk mengestimasi efek jaminan kesehatan dengan mempertimbangkan isu endogenitas pada jaminan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan jaminan kesehatan meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan sebesar 39,52%. Sebagai kesimpulan, ibu yang memiliki jaminan kesehatan akan lebih memanfaatkan fasilitas kesehatan saat persalinan dibandingkan dengan ibu yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Institutional delivery has an impact on the decline in maternal mortality rate. In Indonesia, institutional delivery increases every year, but there are still 30%-37% mothers who deliver at home. Unfortunately, the increase is not in line with maternal mortality reduction, so that Indonesia does not achieve the fifth MDGs goal. To achieve Universal Health Coverage, Indonesia implements National Health Insurance (NHI). NHI integrates four types of health insurance, namely Askes/ASABRI, Jamsostek, Jamkesmas and Jamkesda. One of its benefits is maternal health services. Health insurance can address financial barriers on delivery in health facility. By using secondary data of National Basic Health Research 2013 and Village Potential 2011 data, this study aimed to analyze effect of health insurance on institutional delivery in Indonesia. Samples were 39,942 women aged 15-49 years old who gave birth to their last child during 2010-2013. The study used econometric approach by applying probit and bivariate probit as estimation model to estimate the effect with consideration to endogeneity issue of health insurance. The results found that health insurance was likely to increase institutional delivery by 39.52%. In conclusion, women who have health insurance prefer to deliver birth at health facility compared to those who do not have health insurance.
The Effect of Health Insurance on Institutional Delivery in Indonesia Mukhlisa, Mazda Novi; Pujiyanto, Pujiyanto
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan berdampak pada menurunnya angka kematian ibu (AKI). Di Indonesia, persalinan di fasilitas kesehatan mengalami peningkatan setiap tahunnya, tetapi masih terdapat sekitar 30% ibu yang bersalin di rumah. Sayangnya, peningkatan pemanfaatan pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan tersebut tidak diimbangi dengan penurunan AKI, sehingga Indonesia tidak berhasil mencapai target MDGs. Untuk mencapai Universal Health Coverage, Indonesia mengimplementasikan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mengintegrasikan empat jaminan kesehatan, yaitu Askes/ASABRI, Jamsostek, Jamkesmas, dan Jamkesda. Jaminan kesehatan dapat mengatasi kendala biaya pada persalinan di fasilitas kesehatan. Dengan menggunakan data Riset Kesehatan Dasar 2013 dan data Potensi Desa 2011 sebagai sumber data, penelitian ini bertujuan menganalisis bahwa kepemilikan jaminan kesehatan meningkatkan pemanfaatan pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan di Indonesia. Sampel penelitian berjumlah 39.942 perempuan berusia 15-49 tahun yang melahirkan anak terakhir dalam periode waktu 2010-2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekonometri dengan model estimasi probit dan bivariat probit untuk mengestimasi efek jaminan kesehatan dengan mempertimbangkan isu endogenitas pada jaminan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan jaminan kesehatan meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan sebesar 39,52%. Sebagai kesimpulan, ibu yang memiliki jaminan kesehatan akan lebih memanfaatkan fasilitas kesehatan saat persalinan dibandingkan dengan ibu yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Institutional delivery has an impact on the decline in maternal mortality rate. In Indonesia, institutional delivery increases every year, but there are still 30%-37% mothers who deliver at home. Unfortunately, the increase is not in line with maternal mortality reduction, so that Indonesia does not achieve the fifth MDGs goal. To achieve Universal Health Coverage, Indonesia implements National Health Insurance (NHI). NHI integrates four types of health insurance, namely Askes/ASABRI, Jamsostek, Jamkesmas and Jamkesda. One of its benefits is maternal health services. Health insurance can address financial barriers on delivery in health facility. By using secondary data of National Basic Health Research 2013 and Village Potential 2011 data, this study aimed to analyze effect of health insurance on institutional delivery in Indonesia. Samples were 39,942 women aged 15-49 years old who gave birth to their last child during 2010-2013. The study used econometric approach by applying probit and bivariate probit as estimation model to estimate the effect with consideration to endogeneity issue of health insurance. The results found that health insurance was likely to increase institutional delivery by 39.52%. In conclusion, women who have health insurance prefer to deliver birth at health facility compared to those who do not have health insurance.
Patient Satisfaction The Seger Waras Pratama Clinic in Polokarto Sukoharjo Pujiyanto, Pujiyanto; Istiatin, Istiatin; Sudarwati, Sudarwati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10552

Abstract

This research aims to determine the influence simultaneously (simultaneously) and partially of variablestherapeutic communication, service quality, brand image and trust in patient satisfaction at the Pratama Seger Waras Clinic in Polokarto Sukoharjo. This research method uses a quantitative research design. The population in this study were 863 patients at the Pratama Seger Waras Clinic in Polokarto Sukoharjo. The sampling technique used in this research was a purposive sampling technique with a sample size of 86 respondents. Data collection using questionnaires. The data analysis techniques used for statistical analysis are multiple linear regression test, F test, t test, and coefficient of determination. The research results show that therapeutic communication, service quality, brand image and trust simultaneously and significantly influence patient satisfaction at the Pratama Seger Waras Clinic in Polokarto Sukoharjo. Suggestions from this research, Pratama Seger Waras Clinic in Polokarto Sukoharjo continues to improve therapeutic communication, service quality, brand image and existing trust, so that patient satisfaction will increase and be better than before.
PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI RSIA HARAPAN BUNDA, KABUPATEN KUDUS Hulma, Metha Arsilita; Pujiyanto, Pujiyanto
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Sumber daya manusia adalah aspek yang penting dalam pelayanan kesehatan. Kinerja dari karyawan sebagai sumber daya manusia sangat berpengaruh pada berbagai keluaran layanan kesehatan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja selain karakteristik individu yakni terdapat kepuasan kerja yang turut berperan dalam kinerja karyawan. RSIA Harapan Bunda sebagai salah rumah sakit ibu anak tipe C khusus memiliki persentase turnover karyawan rata-rata 6,03% dalam 5 tahun terakhir dengan angka tertinggi di tahun 2023 yakni sebesar 15,31%. Salah satu faktor yang memengaruhi turnover adalah kepuasan kerja. Data tentang kepuasan kerja karyawan belum pernah diteliti di rumah sakit ini. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai hubungan antara karakteristik individu dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan rancangan studi cross sectional. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada karyawan RSIA Harapan Bunda pada bulan November 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 53 orang. Hasil: Tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik individu seperti usia, lama bekerja, status karyawan, jenis kelamin, dan pendidikan terhadap kinerja. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja dengan kinerja karyawan (p=0,001). Kesimpulan: Kepuasan kerja memiliki kontribusi terhadap kinerja karyawan sehingga menjadi langkah praktis yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam temuan penelitian.
Efektivitas Penggunaan Media Sosial dalam Pemasaran Rumah Sakit: Systematic Review SA, Muhammad Fahriza; Pujiyanto, Pujiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i2.149

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Pada awal tahun 2020, jumlah pengguna media sosial di seluruh dunia telah melampaui angka 3,8 miliar. Banyak organisasi layanan kesehatan menggunakan media sosial. Pada tahun 2014, 94% rumah sakit menggunakan media sosial. Saat ini, jumlah rumah sakit yang menggunakan media sosial untuk komunikasi dan pemasaran semakin meningkat. Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji penggunaan media sosial dalam bidang pemasaran di rumah sakit. Metode: Kajian sistematis ini menggunakan metode PRISMA, mengkaji artikel yang dipublikasi tahun 2016 - 2020. Sumber artikel penelitian mengenai penggunaan media sosial dalam bidang pemasaran di rumah sakit didapatkan dengan pencarian menggunakan kata kunci “social media” dikombinasikan dengan kata kunci “hospital” dan “marketing" atau “hospital marketing” dan melalui database pencarian Google Scholar dan PubMed. Mendeley digunakan untuk menyusun dan mengevaluasi judul beserta abstrak, mengidentifikasi dan menghapus artikel yang ganda. Hasil: Sebanyak 13 artikel dipilih untuk kajian sistematis. Hasilnya diklasifikasikan dan dilaporkan berdasarkan dua kategori, yaitu jenis platform dan efektivitasnya berupa manfaat dari penggunaannya. Jenis platform yang paling sering digunakan adalah Facebook kemudiaan diikuti dengan Twitter dan Instagram. Sedangkan manfaat terpenting adalah pengembangan strategi pemasaran (marketing) yang optimal. Kesimpulan: Platform media sosial telah menjadi keharusan bagi suatu rumah sakit untuk pemasaran dan promosi saat ini serta mampu menciptakan brand image secara global terkait efektivitas penggunaannya yang dapat mempengaruhi reputasi rumah sakit. Effectiveness of Use of Social Media Inmarketing Hospital: Systematic Review Abstract Background: At the beginning of 2020, the number of social media users worldwide has surpassed the 3.8 billion mark. Many health care organizations use social media. In 2014, 94% of hospitals used social media. Currently, the number of hospitals using social media for communication and marketing is increasing. The purpose of this study is to examine the use of social media in marketing in hospitals. Methods: This systematic study uses the PRISMA method, reviewing articles published in 2016 - 2020. Sources of research articles on the use of social media in the field of marketing in hospitals are obtained by searching using the keyword “social media” combined with the keywords “hospital” and “marketing” or “hospital marketing. "And through the Google Scholar and PubMed search databases. Mendeley was used to compile and evaluate titles and abstracts, to identify and remove duplicate articles. Results: A total of 13 articles were selected for a systematic review. The results are classified and reported based on two categories, namely the type of platform and its effectiveness in the form of benefits from its use. The type of platform most often used is Facebook followed by Twitter and Instagram. Meanwhile, the most important benefit is the development of an optimal marketing strategy. Conclusion: Social media platforms have become a must for hospitals for marketing and promotion today and can create a global brand image regarding their effectiveness in use which can affect the hospital's reputation.
Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Nifas Lengkap di Indonesia: Analisis Lanjut Data Riskesdas 2018 Situmorang, Marlina Hendryka; Pujiyanto, Pujiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i2.179

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Perawatan nifas dibutuhkan pada periode setelah persalinan untuk mendeteksi dini masalah atau mengobati penyakit pascapersalinan. Lebih dari 65% kematian ibu terjadi selama 42 hari pertama pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan nifas lengkap di Indonesia. Metode: Penelitian menggunakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Unit analisis penelitian ini adalah ibu yang melahirkan anak terakhir dalam kurun 2013 sampai wawancara Riskesdas 2018. Hasil: Berdasarkan hasil regresi logistik, faktor predisposisi yang memiliki peluang untuk mempengaruhi kunjungan nifas lengkap adalah umur ibu 20-35 tahun (OR 0,885), pendidikan tinggi (OR 1,167), paritas ≤ 2(OR 1,090), persalinan secara sesar/vacuum/forceps, dll (OR 1,491), persalinan di fasilitas kesehatan (OR 1,489), pemeriksaan kehamilan lengkap (OR 1,613), dan regional Sumatera (OR 0,510). Faktor pemungkin yang memiliki peluang untuk mempengaruhi kunjungan nifas lengkap adalah status tidak bekerja (OR 0,954) dan memiliki jaminan kesehatan (OR 1,141). Faktor kebutuhan yang memiliki peluang untuk mempengaruhi kunjungan nifas lengkap adalah memiliki riwayat komplikasi kehamilan (OR 0,948). Kesimpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan nifas lengkap adalah umur ibu, pendidikan, paritas, metode persalinan, tempat persalinan, pemeriksaan kehamilan, regional tempat tinggal, status pekerjaan, kepemilikan jaminan kesehatan, dan riwayat komplikasi kehamilan. The Determinants of Fully Postpartum Visit in Indonesia: Further Analysis of Riskesdas 2018 Abstract Background: Post-natal care is needed during postpartum for early detection or to cure disease or any problem of postpartum. More than 60% of maternal mortality happens during 42 days of postpartum. This research is intended to analyse the determinant factors of fully postpartum visit in Indonesia. Method: This research uses the data from Riskesdas 2018. The unit of analytic research is mothers having last birth happened from 2013 until Riskesdas interview on 2018. Result: Based on the result of logistic regression, predisposition factors that have chance to affect the fully postpartum visit are mothers on age 20-35 years old (OR 0,885), advance education (OR 1,167), parity ≤2 (OR 1,090), laboring through caesar, vacuum, forceps et all (OR 1,491), labor using medical facility (OR 1,489), fully pregnancy checkup (OR 1,613) and region Sumatera (OR 0,510). Enabling factors that have chance to affect the fully postpartum visit are unemployment (OR 0,954) and owning health insurance (OR 1,141). Need factor that has chance to affect fully postpartum visit is having history of pregnancy complications (OR 0,948). Conclusion: The factors affecting fully postpartum visit are age, education, parity, labor method, place of labor, pregnancy checkup and region of province, job status, health insurance ownership and history of pregnancy complication.
Buku Ajar Sebagai Salah Satu Alternatif Percepatan Studi Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Pujiyanto, Pujiyanto
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 1 No. 01 (2015): February 2015
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v1i01.953

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sebenarnya yang terjadi pada Program Studi Desain Komunikasi Visual, yaitu mahasiswa lulus S1 dilakukan tercepat 10 semester, paling lama hingga perpanjangan studi mencapai 18 semester. Lamanya mahasiswa dalam studi tersebut salah satunya disebabkan oleh pemrograman matakuliah wajib yang sifatnya persyarat, yaitu Desain Komunikasi Visual I s.d V. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan kajian dilakukan secara kualitatif dengan subjek sample penelitian adalah dokumen, dosen, dan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Univeritas Negeri Malang, Universitas Sebelas Maret Surakarta, dan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Data penelitiannya berupa hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian kualitatif ini peran peneliti dalam melakukan penelitian adalah sebagai pengamat bersifat partisipatif untuk menjaring data-data yang bersifat verbal. Adapun analisis data, menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik triagulasi. Data diperoleh di tiga perguruan tinggi hampir sama yaitu mahasiswa kurang adanya motivasi, kurang lancar, dan tidak tepat waktu dalam studi di Program Studi Desain Komunikasi Visual. Agar perkuliahan tersebut berjalan dengan lancar dan tepat waktu maka diperlukan media pembelajaran berupa buku ajar pada matakuliah Desain Komunikasi Visual I hingga Desain Komunikasi Visual V.Kata kunci: buku ajar, percepatan studi, desain komunikasi visual
Analisis Pelaksanaan Telehealth di Rumah sakit selama pandemi covid-19 di Indonesia : Literature review Elawati, Dian; Pujiyanto, Pujiyanto
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 3 No. 05 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v3i05.584

Abstract

Telehealth is the provision of a variety of clinical and non-clinical services, and technology to people in remote locations using information telecommunication technology (ICT). Utilization of telehealth services can reduce the likelihood of transmission of severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Health care professionals can take on more clinical and nonclinical tasks from home. Therefore, telehealth protects the health of patients and healthcare professionals 15. Telehealth also provides low-risk critical medical care to patients with non-COVID-19 conditions, and recognizes those who may require further clinical assessment and consultation. This review aims to analyze the implementation of telehealth in hospitals during the covid-19 pandemic in Indonesia. In the initial search stage, 22 articles were found, and 4 articles were found that matched. From the 4 articles, it was concluded that Telemedicine is much interested in and contributes positively to the world of health, can minimize the risk of transmission of COVID-19 so that it is a solution to prevent all forms of direct physical contact, provide continuous care to the community, and ultimately reduce morbidity and mortality from COVID-19 outbreak. However, the government's role is very large in the sustainability of digital telehealth in the world of health Dengue infection is the fastest-spreading viral infectious disease in the world. In recent years, there has been an increase in reported neurological findings associated with dengue infection. In dengue endemic areas, the most common neurological complication is dengue encephalopathy.
Co-Authors A, Allfa Andranica Devya Absor, Sholihul Agus Suherman Agus Sutisna, Agus Aini Nurul Alfiyah, Alfiyah Amalia, Annisa Ayu Andhika Putra Herwanto Andreas Syah Pahlevi Anngita, D Ariani, Devi Senja Aryana Satrya As’ad, Sholihin Asmilia, Nur Ayu Kusuma Wardhani Ayu Tyas Purnamasari Bambang Sunarto Budi Hidayat Chandra, Erfan Darwati Darwati Dhara Alim Cendekia Elawati, Dian Eryani, Yesti Mulia Fanany, I A Firdauz, Grace Constella Anastasya Halilintar, Via Dolorosa Hanah, Siti Harto Nuroso Hartono, Risky Kusuma Hasbullah Thabrany Hasiymy, Muhammad Affaf Hasyimy, Muhammad Afaf Ika Ratnawati, Ika Ike Ratnawati Indrastuty, Dini Iriaji Istiatin, Istiatin Joni Agung Sudarmanto Lonah, Lonah M Yasin Makarim, Iqbal Andri Martaliza, Rira Wahdani Metha Arsilita Hulma Mukhlisa, Mazda Novi Muslich, Yusep Muslich, Yusep Na’imah, Syahidatun Nugraha, Erfan Chandra Nurwahyuni, Atik Pamungkas, Gesang Bayu Permanasari, Vetty Yulianty Prasiska, Tomy Oeky Pratiwi, Rahma Indah Prisma Megantoro Rabiulyati, May Rahmatillah, Akif Ramadana, Alvian Renny Nurhasana Retna Apsari Robby Hidajat SA, Muhammad Fahriza Safitri, Yunita Restu Samian Sarip Hidayat, Sarip Setyawati, Devi Shaari, Nazlina Shabrine, Anggrian Riska Amelia Sholihin As’ad Siti Khodijah Parinduri Situmorang, Marlina Hendryka Sony Harbintoro, Sony Sri Endah Nurhidayati Sudarwati Sudarwati Sugiyarti, Listya Sumarno . Supadi Supadi Sutandijo, Sutandijo Sutarya, Abdul Majid Swastika Dhesti Anggriani Taqwim, Ahmad Ahsan Teguh Dartanto Triana, Rosselini Yoga Uta Nugraha