Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : e-sospol

Sanksi Ekonomi China kepada Korea Selatan sebagai Respon Kerja Sama Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) Thawi, Syah Than; Purwanto, Agung
Electronical Journal of Social and Political Sciences (E-SOSPOL) Vol 8 No 3 (2021): Social and Politic
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes China's economic sanctions to South Korea as a response to the cooperation of the Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). This study uses qualitative research methods based on data obtained through literature studies sourced from descriptive books, journals and online media. This scientific article uses Decision Making Process Theory and the concept of economic sanctions in analyzing China's economic sanctions to South Korea as a response to the Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) cooperation. China applies economic sanctions based on internal and external factors. The geographical location of China in one East Asian region and side by side made China oppose the existence of THAAD because its radar system could penetrate into its territory so that it could disturb national interests and destroy regional security stability. Community support for the government is one of the reasons China has given economic sanctions to South Korea. The dependence of South Korea's economy on China which is its biggest trading partner makes economic sanctions very impacting on South Korea. China imposed economic sanctions to reject South Korea's policies regarding the cooperation of THAAD. China wants to reduce the capabilities of the South Korean military because it does not want the placement of THAAD to endanger the security of its country.
Framing Media Pemerintah Tiongkok terhadap East Turkestan Islamic Movement Qurrota A'yun, Aulia Arie; Purwanto, Agung; Prabhawati, Adhiningasih
Electronical Journal of Social and Political Sciences (E-SOSPOL) Vol 11 No 1 (2024): International Policy and Social Prosperity
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/e-sospol.v11i1.46107

Abstract

Adanya perbedaan kebudayaan dan nilai–nilai agama antara Etnis Uighur di Xinjiang dengan mayoritas penduduk Tiongkok menimbulkan diskriminasi yang terjadi pada Etnis Uighur di Xinjiang. Oleh karena itu, kelompok Etnis Uighur di Xinjiang melakukan perlawanan terhadap Pemerintah Tiongkok. Perlawanan yang dilakukan oleh Etnis Uighur di Xinjiang diantaranya terdapat perlawanan yang dilakukan oleh East Turkestan Islamic Movement (ETIM). Pada perlawanan yang dilakukan oleh ETIM menimbulkan pemberitaan pada media Pemerintah Tiongkok yaitu CCTV dan CGTN. Oleh karena itu, jurnal ini menjelaskan framing media Pemerintah Tiongkok terhadap East Turkestan Islamic Movement. Hasil dari riset ini adalah East Turkestan Islamic Movement sebagai bagian dari Etnis Uighur di Xinjiang dalam penelitian ini dikonstruksikan dan dibingkai oleh media Pemerintah Tiongkok sebagai teroris. Pemberitaan mengenai ETIM pada media CCTV dan CGTN yang merupakan media yang berada di bawah pengawasan Pemerintah Tiongkok membingkai peristiwa perlawanan yang dilakukan oleh Etnis Uighur di Xinjiang melalui ETIM sebagai tindakan teroris yang terjadi di Negara Tiongkok
Co-Authors AB, Suryo Abda Abda Abdul Aziz Abid, Muhammad Adeng Hudaya Ahmad Ali Aini, Ririn Nur Aisah Jumiati Ali Djamhuri Angelia, Dita Arif Rahman Arsyaf, Fahira Askardiya Mirza Gayatri Astri Rahayu Asyanti, Shinta Dwi Bagus Sumargo, Bagus Budiaman, Budiaman Chomaini, Mochamad Ali Clarista Dilla Eka Rahmasari Deden Ibnu Aqil, Deden Ibnu Depi Rusda Dewi Prihatini Dewi, Aryani Kadarwati Dian Rahmawati Diana Vivanti Sigit Djoko Susilo Djumat, Nurani Dwi Asyanti, Shinta Eriyanti, Linda Dwi Faddillah, Arim Nur Fahira Arsyaf Farhanida, Farhanida Fauziah Soeroso, Edna Febri Restu Widianto Fiqi Kamala, Mayya Fitria Dewi, Delyana Giry Marhento Haerani, Rani Hafid Abbas, Hafid Handayani Handayani Handayani, Mardiana Hendayana, Taufik Henita Rahmayanti Herlambang, Yoga Herlina Hermawati, Farah Muthi Ika Lestari, Ika Ilmi Zajuli Ichsan Irwandani Ismail, Andy Jailani, Rahman Kaurie, Fazriyanor Leni Handayani Limet, Octo Bian Marhaely, Shofiyyah Minarni Minarni Mohamad Syarif Sumantri Molasy, Honest Dody Neneng Widya Sopa Marwa Nirwana, Niedia Candra Nugroho, Yoga Dwi Nurahman, Nurahman Nurellah, Andea Nurjannah Nurjannah Pakpahan, Sartika Pardini, Anggun Pesong Natai, Rika Sumanti Prabhawati, Adhiningasih Pradnya Paramita Purbonuswanto, Welius Qurrota A'yun, Aulia Arie Rahayu, Effyanti Rahman, Md. Mehadi Renata, Deva Dyah Renata Resna Sari, Sylvia Rijal, Saiful Robert Kurniawan, Robert Sabaraha, Rina Sahronih, Siti Salim, Faisal Sarjan, Wulandari Setia Budi Siswoyo Hari Santosa, Siswoyo Hari Siti Helmyati Sitorus, Agnes Vera Yanti Sri Yuniati Susilo Susilo Suyani Indriastuti Syafrianto, M Khalid Syahriani Syahriani, Syahriani Syaifudin Syaifudin, Syaifudin Thawi, Syah Than Tian Abdul Aziz Tony Dwi Susanto Wahid Hasim Wahyuni, Krismanti Tri Wantira, Ayu Widyasti, Ariesta Wihardjo, R. Sihadi Darmo Wirdianti, Nina Yunita, Selviana Zarina Akbar Zuhro, Seftina