Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : KEMBARA

PEMBENTUKAN CITRA DIRI DALAM PUISI KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA KARYA KH. A. MUSTOFA BISRI Wahyuni, Lilik
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.67 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v2i2.4003

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pembentukan citra diri dalam puisi Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana karya KH. A. Mustofa Bisri. Penelitian ini menggunakan ancangan teori impression manajemen Goffman. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan interaksionisme simbolik. Sumber data penelitian ini adalah yang berjudul Kamu Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana Karya KH. Mustofa Bisri dengan data berupa ujaran yang disikapi sebagai simbol-simbol yang mengkonstruksi citra diri penutur. Hasil penelitian ini adalah pertama, bentuk linguistik digunakan penutur untuk mengkonstruk citra diri yang santun, toleran, mau diatur, dan tanggung jawab untuk menghindari konflik dengan pemerintah. Kedua, pendefinisian situasi digunakan penutur untuk menciptakan citra diri yang diterima masyarakat sebagai upaya untuk mendelegitimasi kekuatan pemerintah secara harmonis. Ketiga, pengubahan skrip dilakukan penutur untuk membentuk citra diri yang realistik dengan bertutur menggunakan skrip sastrawan.
PEMBENTUKAN CITRA DIRI DALAM PUISI KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA KARYA KH. A. MUSTOFA BISRI Lilik Wahyuni
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v2i2.4003

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pembentukan citra diri dalam puisi Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana karya KH. A. Mustofa Bisri. Penelitian ini menggunakan ancangan teori impression manajemen Goffman. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan interaksionisme simbolik. Sumber data penelitian ini adalah yang berjudul Kamu Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana Karya KH. Mustofa Bisri dengan data berupa ujaran yang disikapi sebagai simbol-simbol yang mengkonstruksi citra diri penutur. Hasil penelitian ini adalah pertama, bentuk linguistik digunakan penutur untuk mengkonstruk citra diri yang santun, toleran, mau diatur, dan tanggung jawab untuk menghindari konflik dengan pemerintah. Kedua, pendefinisian situasi digunakan penutur untuk menciptakan citra diri yang diterima masyarakat sebagai upaya untuk mendelegitimasi kekuatan pemerintah secara harmonis. Ketiga, pengubahan skrip dilakukan penutur untuk membentuk citra diri yang realistik dengan bertutur menggunakan skrip sastrawan.
The role of literature in shaping cultural identity and social consciousness in contemporary education Wahyuni, Lilik; Jia, Cao; Wahyuni, Sri; Mujianto, Gigit; Vinahari, Dessy Kusuma; Melati, Inka Krisma
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 10 No. 2 (2024): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v10i2.37110

Abstract

Literature significantly influences cultural identity and social consciousness within contemporary education, particularly regarding Indonesian literary traditions. Globalisation has profoundly impacted education, often resulting in the marginalisation of cultural heritage. This study analyses how literature can preserve cultural values while promoting global awareness and social understanding. The research employs James Paul Gee’s discourse analysis framework to examine texts by notable Indonesian authors, such as Eka Kurniawan, Chairil Anwar, and Seno Gumira Ajidarma, focusing on themes of identity, tradition, and modernity. Data was collected through textual analysis, supplemented by interviews and focus group discussions with educators, literary scholars, and learners. Thematic analysis was utilised to identify key cultural identities and themes related to social issues. The findings reveal that Indonesian literature illustrates significant tensions between tradition and modernity and highlights individual freedom versus societal expectations. Additionally, it offers critical perspectives on the impact of globalisation on cultural identity. The research concludes that integrating literature into educational curricula can enhance learners' appreciation of their cultural heritage, foster critical thinking, and promote multicultural awareness. This approach contributes to a more culturally responsive education system, better equipping learners to navigate the complexities of a globalised world.