Claim Missing Document
Check
Articles

Mengungkap Makna Leksikal dan Konseptual Penamaan Kampung di Desa Peniwen melalui Pendekatan Digital USAS: Sebuah Studi Antropolinguisitik Glorin, Grace; Wahyuni, Lilik
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1774

Abstract

The naming of villages in Peniwen Village represents a linguistic practice embedded with cultural meanings, collective memory, and socio-ecological relations of the local community. This study addresses the limited integration of anthropolinguistic approaches with systematic digital semantic analysis in toponymic research. The aim of this study is to uncover the cultural meanings of village names in Peniwen Village through semantic domain mapping using the UCREL Semantic Analysis System (USAS). This research adopts a qualitative approach with a narrative study design. Data were collected through narrative exploration, in-depth interviews, and document analysis, and analyzed using content analysis combined with USAS semantic tagging. The results of the study show that the naming of villages in Peniwen Village is not arbitrary, but rather structured in several dominant semantic domains, namely the meaning of space and spatial orientation (M6, M7), nature and environment (W1, L2, L3), as well as collective thoughts, beliefs, and ideologies (S1.2.1, X2.1, X2.6). These results demonstrate that toponymy functions as a medium for transmitting cultural values, belief systems, and ecological knowledge across generations, while highlighting the contribution of digital semantic approaches in advancing anthropolinguistic studies and sustainable cultural heritage preservation.AbstrakPenamaan kampung di Desa Peniwen merepresentasikan praktik kebahasaan yang memuat makna budaya, memori kolektif, dan relasi sosial-ekologis masyarakat setempat. Penelitian ini berangkat dari persoalan masih terbatasnya kajian toponimi yang mengintegrasikan pendekatan antropolinguistik dengan analisis semantik digital secara sistematis. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap makna budaya penamaan kampung di Desa Peniwen melalui pemetaan domain semantik menggunakan UCREL Semantic Analysis System (USAS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi naratif. Data dikumpulkan melalui eksplorasi naratif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan penandaan semantik USAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan kampung di Desa Peniwen tidak bersifat arbitrer, melainkan terstruktur dalam beberapa domain semantik dominan, yaitu makna ruang dan orientasi spasial (M6, M7), alam dan lingkungan (W1, L2, L3), serta pemikiran, kepercayaan, dan ideologi kolektif (S1.2.1, X2.1, X2.6). Temuan ini menegaskan bahwa toponimi berfungsi sebagai medium pewarisan nilai budaya, sistem kepercayaan, dan pengetahuan ekologis masyarakat secara lintas generasi, sekaligus menunjukkan potensi pendekatan semantik digital dalam memperkaya kajian antropolinguistik dan pelestarian warisan budaya berkelanjutan.
Bourdieu’s Habitus and Field: Implications on the Practice Aisyiyah Cadre Candidacy of Legislative Elections 2024 Fitriyah, Ikhrotul; Wahyuni, Lilik; Utaminingsih, Alifiulahtin
Journal of Local Government Issues Vol. 8 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/logos.v8i1.35574

Abstract

This article discuss Pierre Bourdieu's concepts of habitus and field about the candidacy practices of Aisyiyah cadres running for legislative positions in East Java in the 2024 elections. Concerning the discourse of habitus formed from the socio-religious habitus formed through the experience in the Aisyiyah organization, it transformed when they entered a political structure that was patriarchal, competitive, and transactional, and not gender-neutral. The method used in this study is qualitative with a phenomenological approach, the data source used is primary data, collected through semi-structured interviews with related sources. The results of this study show that the disposition of Aisyiyah cadres in the political parties PAN, UMMAT and PDIP is based on inherent values in themselves and life journeys. In running their candidacy, they must adapt and build a strategy to navigate the contest arena by maximizing their modalities. The way is to approach party elites, local political figures, and organizational networks, take advantage of party assistance for campaigns, pengajian, and socialization with the transfer of their expertise.
Guided Digital Empowerment: Strategies to Address the Digital Divide for Rural Youth in Rural Area Wahyuni, Lilik; Sukmawan, Sony; Putri, Rekyan Regasari Mardi; Pinandita, Eggi Pur; Nirmalasari, Intan; Praminsya, Agam; Rosyidah, Dinda Inayatur
HABITAT Vol. 37 No. 1 (2026): April
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2026.037.1.4

Abstract

Purpose: Rural youth face their most significant challenge when they try to access digital technology for their productive economic work because the digital divide continues to exist. The internet infrastructure in many rural areas has improved but people still lack digital skills and they fail to use online platforms for business purposes. This research study investigates how rural youth learn digital skills and assesses how structured digital training programs help them start online businesses and develop their rural-based businesses. Design/Methodology/Approach: The researchers conducted their study using a mixed-methods approach which included surveys and interviews and observations and document analysis that studied rural youth in Malang Regency Indonesia. The researchers used quantitative data to assess digital literacy and internet usage patterns while the qualitative data examined the obstacles and assistance systems that digital entrepreneurs face in their work. Findings: The research results demonstrate that people in the study area have sufficient internet access but they still use the internet for business activities at a low level. Digital platforms serve as content consumption tools for rural youth who do not use them to create content or market their products online. The main obstacles to progress include insufficient digital abilities combined with expensive internet access and missing mentorship and training resources.  The combination of training and mentoring together with infrastructure development helps people to build their digital skills which leads to increased e-commerce entrepreneurship activities. Originality/Value/Novelty: The implementation of a complete empowerment framework needs cooperation between government authorities, internet service providers, village enterprises (BUMDES), and local citizens to achieve inclusive and sustainable digital advancements in rural areas.
Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Sabun Ramah Lingkungan: Pemberdayaan Perempuan Dan Nilai Ekonomi Koentjoro, Maharani Pertiwi; Riniwati, Harsuko; Wike, Wike; Setiawati, Eti; Wahyuni, Lilik; Ningtyas, Anyndia Putri Dwi Candra; Liana, Afifah; Ashari, Fadhil Muhamad; Lestari, Alfi Muflikhah; Hidayat, Taufiq; Beatriex, Cendy Kartika
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v11i1.7778

Abstract

Minyak jelantah menjadi masalah lingkungan dan kesehatan yang serius di kalangan rumah tangga Indonesia, dimana hanya 30% yang didaur ulang secara tepat. Perempuan sebagai pengelola domestik paling rentan terhadap dampak kesehatan dari penggunaan minyak berulang, sementara potensi ekonomi dari limbah ini belum termanfaatkan secara optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan melalui pelatihan daur ulang minyak jelantah menjadi sabun bernilai ekonomi, sekaligus meningkatkan kesadaran gender tentang peran perempuan dalam ekonomi berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan praktik langsung, serta post-test untuk evaluasi pemahaman peserta. Kegiatan dilaksanakan pada 29 September 2025 dengan partisipasi 14 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 23,7% pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran ekologis peserta. Pemahaman terhadap bahaya minyak jelantah meningkat dari rata-rata 2,10 menjadi 4,00, sedangkan keterampilan teknis pembuatan sabun meningkat dari 3,10 menjadi 3,64. Pasca pelatihan, 50% peserta memanfaatkan keterampilan untuk kebutuhan rumah tangga, 35,7% berencana memproduksi untuk dijual, dan 14,3% akan mengajarkan kepada orang lain. Program ini berhasil mencapai target 100% dan selaras dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan Gender), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab). Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan limbah rumah tangga dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.
The Role of Critical Thinking in The Preparation of High-Level Indonesian Questions by Pre-Service Teachers Sri Wahyuni; Frida Siswiyanti; Itznaniyah Umie Murniatie; Prayitno Tri Laksano; Lilik Wahyuni; Ifit Novita Sari
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4888.454-463

Abstract

This study aims to (1) describe the role of pre-service teachers’ critical thinking skills in their ability to formulate higher-order Indonesian language questions, and (2) identify which aspects of critical thinking have the most significant influence on this ability. A quantitative correlational approach was employed, with data collected from 71 pre-service teachers through a critical thinking skills test and an analysis of the higher-order questions they created. The data were analyzed using correlation tests, one-way ANOVA, and Post Hoc LSD analysis to examine relationships and differences in performance based on levels of critical thinking. The findings show a significant positive relationship between critical thinking and the ability to design analytical, evaluative, and creative questions. Pre-service teachers with higher levels of critical thinking demonstrated better performance in constructing cognitively complex questions. The ANOVA results (F = 55.632; p < 0.05) confirmed significant differences among the low-, medium-, and high-critical-thinking groups. These findings affirm that critical thinking is a key foundation for developing higher-order questioning skills. Therefore, teacher education programs should integrate inquiry-based learning, metacognitive reflection, and technology-based supports such as AI-assisted scaffolding to strengthen pre-service teachers’ critical and reflective thinking abilities. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peran keterampilan berpikir kritis guru prajabatan dalam kemampuan mereka menyusun pertanyaan Bahasa Indonesia tingkat tinggi, serta (2) mengidentifikasi aspek berpikir kritis yang paling berpengaruh terhadap kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan dari 71 guru prajabatan melalui tes berpikir kritis dan analisis terhadap pertanyaan tingkat tinggi yang mereka buat. Data dianalisis menggunakan uji korelasi, ANOVA satu arah, dan uji Post Hoc LSD untuk melihat hubungan dan perbedaan kemampuan berdasarkan tingkat berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara keterampilan berpikir kritis dan kemampuan menyusun pertanyaan analitis, evaluatif, serta kreatif. Guru prajabatan dengan kemampuan berpikir kritis tinggi menunjukkan hasil yang lebih baik dalam menyusun pertanyaan kompleks secara kognitif. Hasil ANOVA (F = 55,632; p < 0,05) juga menegaskan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok berpikir kritis rendah, sedang, dan tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa berpikir kritis merupakan dasar penting dalam mengembangkan kemampuan bertanya tingkat tinggi. Oleh karena itu, program pendidikan guru perlu mengintegrasikan pembelajaran berbasis inkuiri, refleksi metakognitif, serta dukungan teknologi seperti AI-assisted scaffolding untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dan reflektif calon guru.
ANALISIS KEBUTUHAN GURU DALAM PENGIMPLEMENTASIAN KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR Nurcholis Sunuyeko; Ahmad Lani; Lilik Wahyuni
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 25 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v25i12016p18-26

Abstract

Abstract: The study aims at mapping Malang’s primary school teachers need in implementing 2013 Curriculum. The study was a survey and need assessment study. The data were obtained through observation, questionnaire, in-depth interview, and focusing group discussion (FDG). The data, later, were analysed in the qualitative and quantitative analysis. The result of the study showed that Malang’s primary school teachers’ needs are: 1) standard materials to socialize 2013 Curriculum, 2) guidelines in the form of document, 3) in-depth training, 4) detailed explanation of 2013 Curriculum, 5) socialization or training for all primary school teachers, 6) re-explanation for teacher better understanding, and 7) special training on evaluation. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendapatkan peta kebutuhan guru SD Kota Malang dalam pengimplementasian Kurikulum 2013. Penelitian menggunakan rancangan survey dan need assesment. Teknik pengumpulan data observasi, angket, wawancara mendalam, dan focusing group discussion (FDG). Analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan guru SD kota Malang adalah (1) bahan sosialisasi kurikulum 2013 yang baku, (2) panduan dalam bentuk dokumen, (3) pelatihan yang mendalam, (4) penjelasan yang lebih rinci tentang kurikulum 2013, (5) pembinaan atau sosialisasi kepada semua guru, (6) penjelasan ulang agar guru bisa memahami dengan lebih baik, dan (7) pelatihan khusus tentang cara mengevaluasi.
MODEL PENGIMPLEMENTASIAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS GENDER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD Lilik Wahyuni
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 24 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v24i12015p69-81

Abstract

Abstract: the aim of this study was to obtain implementation model of gender based character building in Indonesian lesson in elementary schools. The current study utilized developmental and experimental research design. The data was collected by using questionnaire and in-depth interview by analyzing the qualitative and quantitative data. The results of the study were the gender based policies of the schools of character, the policies of implementing the gender based character building, the blueprint of gender based character building implementation in Indonesian, and the implementation of the gender based character building. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan model pengimplementasian pendidikan karakter berbasis gender dalam pembelajaran bahasa Indonesia SD. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dan eksperimental. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan wawancara mendalam dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah kebijakan sekolah berkarakter berbasis gender, kebijakan pelaksanaan pendidikan karakter berbasis gender, kisi-kisi pengimpelementasian pendidikan karakter berbasis gender dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, dan pengimplementasian pendidikan karakter berbasis gender.
Co-Authors Abdul Syukur Ibrahim Ahmad Faizi Ahmad Lani Ahmad Lani Ajizah, Lutfia Wirdatul Alfi Muflikhah Lestari Alifiulahtin Utaminingsih Almira, Nabila Sella Amami, Della Yunia Arifin, Aprilina Arifin, Nur Hikmah Arthania, Nesia Neo Ashari, Fadhil Muhamad Beatriex, Cendy Kartika Cao Jia Dany Ardhian Dhia Al Uyun, Dhia Endang Sholihatin Endang Sumarti Eti Setiawati, Eti Fitriyah, Ikhrotul Frida Siswiyanti Galisong, Ridwan Danuarta Gigit Mujianto Glorin, Grace Harsuko Riniwati Hipi, Tiara Wahyuni Rahmawati Ifit Novita Sari Igoy Aryo Bimo Ina Irawati, Ina INTAN NIRMALASARI Irfansyah, Mohamad Lutfi Ishak, Mega Maulidia Islahuddin Islahuddin Islahuddin, Islahuddin Isna, Fariha Nurul Itznaniyah Umie Murniatie Jamila Wijayanti Jhauharotul Muchlisyiyah, Jhauharotul Keppi Sukesi Khalid Rahman KIKI FIBRIANTO Liana, Afifah Lisa Aulia, Lisa M. A. Haris Firismanda Maharani Pertiwi Koentjoro Maulfi Syaiful Rizal Meisya Novitasari Meisya Novitasari Melati, Inka Krisma Millatuz Zakiyah, Millatuz Muhammad Hambali Muhammad Hambali, Muhammad Mumtaz, Tsabitah Zain Ndoen, Daisy Pangalila Ningtyas, Anyndia Putri Dwi Candra Novitasari, Meisya Nurcholis Sunuyeko Nurcholis Sunuyeko Nurizkya, Azhara Pinandita, Eggi Pur Praminsya, Agam Prasetyaningrum, Dian Islami Prayitno Tri Laksano Purnama, Putri Dewi Intan Putri, Zhelyta Aulia Andriani Qomariyatus Sholihah Rahmastya Putri, Wanda Ramadhan, Dede Rekyan Regasari Mardi Putri, Rekyan Regasari Mardi Retty Ratnawati Rokhyanto Rokhyanto Rosyidah, Dinda Inayatur Setyawati, Eti Setyiawati, Eti SITI KHOLIFAH Sohnui, Suhailee Sri Minarti Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Suhailee Sohnui Sukmawan, Sony - Taufiq Hidayat Uyun, Dhia Al Uyun, Dhia Al- Vinahari, Dessy Kusuma Wandayani Goeyardi Warsiman Wike, Wike