Claim Missing Document
Check
Articles

Kompetensi Komunikasi Guru SLB Mengenai Pendidikan Seks Usia Dini pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunarungu Monica Hayunindya Patria Paramesthi; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 9, No 3: Juli 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers are the intermediary for deaf children at SLB Negeri Ungaran to get sex education. Therefore, teacher’s communication competence regarding sex education for deaf children at SLB Negeri Ungaran becomes necessary. So, sex education can be conveyed and understood by deaf children properly. This study aimed to describe teacher’s communication competence regarding sex education for deaf children in SLB Negeri Ungaran. This study using qualitative research methods with an interpretive paradigm and a phenomenological approach. The research subjects are four teachers of SLB Negeri Ungaran who taught sex education. The theories used are Communication Competence Theory, Compliance Gaining Theory, and Effective Communication Theory. The result indicates that all teachers have the motivation in providing sex education for deaf children. The motivation arises because the teacher was concerned about their students and their bad experience in the past regarding sexual harassment and pregnancy before marriage that happened to deaf children. Teachers also have the knowledge of sex education for deaf children. However, the knowledge that one and other teachers have is not the same, because it’s not in the curriculum. The teacher’s knowledge comes from their references and personal experience in dealing directly with cases of sexual harassment and pregnancy before marriage. Not all teachers have skills in providing sex education for deaf children. All teachers have compliance gaining strategies. Teacher’s compliance gaining strategies are focused on verbal using sign language than nonverbal strategies. The approach taken in this strategy is a kind and subtle approach. There are several obstacles between teachers and their students in providing sex education, namely, different-sex-education materials, taboo assumptions about sex education, gadgets, and the internet. Not all teachers can effectively communicate to their students in providing sex education, because not all their students can understand. It happens because of the lack of skills that teachers have in providing sex education for deaf children likewise some obstacles between teachers and their students.
Sikap Media Terhadap Isu Kenaikan Harga BBM Bersubsidi (Analisis Framing Pemberitaan Koran Tempo dan Harian Sindo) Arlinda Nurul Nugraharini; Taufik Suprihatini; Turnomo Rahardjo; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.847 KB)

Abstract

Kenaikan Harga BBM bersubsidi merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang menggunakan bahan bakar bersubsidi sebagai bahan bakar utama. Tentu saja hal tersebut menarik perhatian para awak media untuk menjadikan isu tersebut sebagai bahan pemberitaannya. Pemberitaan yang disajikan dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda pada masing – masing media.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sikap Koran Tempo dan Harian Sindo Jateng dalam menanggapi isu kenaikan harga BBM bersubsidi yang dianalisis melalui pemberitaan – pemberitaannya. Analisis yang digunakan adalah model analisis framing Robert N. Entman, yang terdiri dari empat perangkat yaitu Define Problems ( pendefinisian masalah ), Diagnose Cause ( memperkirakan penyebab masalah ), Make Moral Judgement ( membuat keputusan moral ), dan Treatment Recommendation ( Menekankan penyelesaian ). Sementara teori yang dipakai adalah teori konstruksi reaitas sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pemberitaan dari Koran Tempo didominasi oleh pemberitaan yang lebih mendukung pihak pemerintah. Sangat jarang Tempo mengeluarkan pemberitaan yang tidak senada dengan pemerintah, seperti pemberitaan tentang aksi penolakan dari masyarakat yang keberatan atas kebijakan kenaikan BBM bersubsidi. Tempo lebih bermain aman dalam memberitakan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Sedangkan pada Harian Sindo Jateng, sebagian besar pemberitaannya yang terkesan menyudutkan pemerintah sebagai pihak yang salah dalam membuat kebijakan tersebut. Terlihat dari beberapa pemberitaan tentang aksi penolakan kebijakan pemerintah dalam menaikkan BBM bersubsidi, mendapat porsi lebih banyak dibanding pemberitaan yang menyuguhkan informasi terkait tujuan dari kenaikan harga BBM bersubsidi.
PERILAKU HUMBLEBRAG SEBAGAI PENYAJIAN DIRI DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (STUDI SEMIOTIKA PADA AKUN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM) Ajeng Gendari Sayang; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.548 KB)

Abstract

Instagram adalah media sosial yang memungkinkan para penggunanya untuk saling berinteraksi dan berbagi informasi termasuk juga menyediakan kesempatan baru untuk penyajian diri. Humblebrag merupakan strategi yang dilakukan seseorang untuk menyajikan dirinya di media sosial. Gaya online performance tersebut mendorong munculnya micro-celebrity di media sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana humblebrag dilakukan oleh micro-celebrity pada akun media sosial Instagram dalam pemilihan, pengombinasian, penggunaan tandatanda tertentu, sehingga mempunyai makna dan menggambarkan citra diri. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika dan teori yang digunakan adalah Perencanaan. Hasil dari pemaknaan menunjukkan terdapat beberapa bentuk humblebrag yang dilakukan sebagai strategi penyajian diri lewat konten foto dan teks yang diunggah oleh akun media sosial Instagram micro-celebrity.
MEDIASI PENYELESAIAN KONFLIK PENDIRIAN RUMAH IBADAH (STUDI KASUS PENOLAKAN PENDIRIAN GEREJA BAPTIS INDONESIA DI KELURAHAN TLOGOSARI KULON SEMARANG) Dizafia Zafira Mayyasya; Turnomo Rahardjo; Triyono Lukmantoro
Interaksi Online Vol 10, No 2: April 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country where there is a lot of diversity that has the principle of Bhineka Tunggal Ika, but Indonesia cannot be separated from conflicts related to diversity. Semarang as one of the cities in Indonesia is a city with a multicultural society due to the diversity of tribes, races, nations and religions and backgrounds. In Semarang, the most common diversity conflicts are conflicts based on religion, one of which is the case of the establishment of the Indonesian Baptist Church (GBI) Tlogosari Kulon Semarang. On this basis, the author is interested in analyzing and describing the picture of the conflict and the negotiation process in resolving the conflict to establish a house of worship for the Indonesian Baptist Church (GBI) Tlogosari Kulon Semarang. This study aims to explain the description of the conflict and the negotiation process for the construction of GBI Tlogosari Kulon Semarang. This research was conducted with a descriptive method through a qualitative approach with a single case study. The research sample was selected by purposive sampling method, including the Sematang City Spatial Planning Service, Tlogosari Kulon Village Office, Pendurungan District Office, GBI Tlogosari Kulon, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Of Semarang City, and the surrounding community. The research data will be analyzed using Conflict Management Theory, Conflict Resolution Theory, Face Negotiation Theory, Conflict Theory, and Ethnocentrism Concepts that are used to explain the description of the occurrence of conflict and the mediation process for the development of GBI Tlogosari Kulon Semarang. The results showed that the conflict occurred because the signature letter given to the residents with the reason for the residents' thanksgiving event was in fact used as a church construction permit, an expired IMB, and there are no Malangsari residents who participate in using the place of worship. There was never any negotiation that took place between the two parties and this final settlement used the mediation process. It is recorded that 6 times mediation has been carried out. The mediators involved were the FKUB Of Semarang City and KOMNAS HAM. Conflict management that occurred in the case of the construction of the Indonesian Baptist Church (GBI) is constructive conflict management
Efektifitas Terpaan Iklan Aplikasi Instant Messenger Line di Televisi dan Faktor Demografis terhadap Minat Mengunduh Aprilla Agung Yunarto; Wiwid Noor Rakhmad; Turnomo Rahardjo; Sri Widowati Herieningsih
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.335 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi berdampak secara tidak langsung terhadap industri aplikasi instant messenger di Indonesia. Para pengembang / developer berusaha melakukan kegiatan pemasaran dengan tujuan produknya dapat diterima oleh konsumen. Line sebagai aplikasi instant messenger pendatang baru di Indonesia juga berusaha menarik perhatian konsumen salah satunya melalui cara iklan di media televisi. Namun, minat mengunduh masyarakat terhdap Line nampaknya masih kalah dengan para kompetitornya yang lebih dulu terjun di industri ini. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar efektifitas terpaan iklan aplikasi instant messenger Line di televisi dan faktor demografis terhadap minat mengunduh aplikasi instant messenger Line. Model Pemrosesan Informasi, Teori Kategori Sosial dan Model Sosial Budaya digunakan untuk menjelaskan efektifitas terpaan iklan aplikasi instant messenger Line di televisi dan faktor demografis terhadap minat mengunduh aplikasi instant messenger Line. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mempunyai smartphone dan mengunduh Line yang terterpa iklan aplikasi instant messenger Line di televisi yang diambil sebanyak 50 orang, dengan teknik purposive sampling.Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk melakukan uji hipotesis. Uji hipotesis menunjukkan nilai t variabel terpaan iklan aplikasi instant messenger Line di televisi adalah 3,644 atau lebih besar dari t tabel (2,012), sehingga terpaan iklan aplikasi instant messenger Line di televisi mempengaruhi minat mengunduh aplikasi instant messenger Line. Sedangkan, nilai t variabel faktor demografis adalah 2,197 atau lebih besar dari t tabel (2,012), sehingga faktor demografis mempengaruhi minat mengunduh aplikasi instant messenger Line. Untuk mengetahui pengaruh antara semua variabel bebas terhadap variabel terikat dilakukan uji F dimana nilai F hitung sebesar 11,732 atau lebih besar dari F tabel (3,195), sehingga variabel terpaan iklan aplikasi instant messenger Line di televisi dan faktor demografis bersama-sama mempengaruhi minat mengunduh aplikasi instant messenger Line.Variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen adalah sebesar 33,3%, dimana sumbangan efektif dari variabel terpaan iklan aplikasi instant messenger Line di televisi sebesar 25,93% dan variabel faktor demografis menyumbang sebesar 7,39%.
Memahami Pengalaman Komunikasi Konselor dan Perempuan Korban KDRT Pada Proses Pendampingan di PPT Seruni Kota Semarang Sefti Diona Sari; Turnomo Rahardjo; Taufik Suprihartini; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.34 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kekerasan dalam rumah tangga yangbanyak dialami oleh para perempuan namun masih dianggap oleh masyarakat sebagaipermasalahan domestik yang tidak layak untuk diketahui oleh umum. Anggapan bahwa haltersebut sangat tabu dibicarakan karena berkaitan dengan urusan privat antara suami dan istriyang pada akhirnya membuat permasalahan KDRT ini jauh dari penyelesaian dan semakinberlarut dengan peningkatan jumlah kasus maupun korbannya. Kasus KDRT layaknyafenomena gunung es yang mana jumlah kasus yang sebenarnya terjadi jauh lebih banyakdibanding yang dilaporkan dan terungkap karena kurangnya pemahaman para perempuanbahwa kasus KDRT merupakan kasus publik yang hendaknya dilaporkan kepada pihak yangberwajib maupun pada lembaga-lembaga perlindungan perempuan dan anak. Pusat PelayananTerpadu (PPT) Seruni sebagai lembaga perlindungan perempuan dan anak merupakanlembaga yang memberikan layanan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak diKota Semarang. PPT Seruni memberikan pendampingan baik pendampingan hukum, medis,psikologis agar terpenuhinya hak-hak perempuan dan anak atas layanan pemulihan danpenguatan serta mendapat solusi yang tepat yang memungkinkan perempuan dan anak hiduplayak.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman komunikasi antarakonselor dan perempuan korban KDRT pada proses pendampingan di PPT Seruni KotaSemarang. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi antarpribadi, teori self disclosure,teori diri oleh Carl Rogers, teori hubungan Aku-Engkau dari Martin Buber, teori dialogisMikhail Bakhtin. Untuk mendeskripsikan secara detail pengalaman komunikasi antarakonselor dengan perempuan korban KDRT penelitian ini menggunakan metodologi kualitatifdengan pendekatan fenomenologi. Subyek dalam penelitian ini adalah konselor (pendamping)dari PPT Seruni dan perempuan korban KDRT yang menjalani pendampingan di PPT Seruni.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan dimaksudkan untukmemberikan penguatan secara psikologis dan fisik kepada korban agar korban merasa amandan mendapat perlindungan. Terdapat perbedaan cara berkomunikasi yang dilakukan olehkonselor saat melakukan pendampingan dengan korban KDRT. Dalam menghadapi korbanyang tertutup, konselor berusaha untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pendampinganberkaitan dengan tingkat sensitifitasnya yang lebih tinggi. Sedangkan dengan korban yangterbuka, konselor dapat lebih mudah dalam melakukan pendampingan. Proses dialog antarakonselor dengan korban KDRT efektif dijalankan dengan adanya keterbukaan kedua belahpihak dalam menjalankan proses komunikasi. Keterbukaan diri para korban saat menjalanipendampingan sangat diperlukan oleh konselor berkaitan dengan langkah strategi yang harusdijalankan untuk membantu korban menyelesaikan masalahnya. Menyesuaikan diri denganlatar belakang dan kondisi korban dilakukan oleh para konselor dengan penggunaan bahasayang mudah atau dapat dimengerti oleh korban yang sesuai dengan bahasa sehari-hari korbandapat membuat korban merasa nyaman saat proses pendampingan berlangsung.Kata Kunci : Komunikasi, Pendampingan, KDRT
Isu Identitas Etnis dan Agama Dalam Kontes Politik (Kasus Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018) Sri Devi Valentina Simamora Devi Valentina Simamora; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.948 KB)

Abstract

In the election of the Governor and Deputy Governor of North Sumatra in 2018, there was a campaign using identity politics. Identity issues are increasingly being used after a riot in the election of the Governor of DKI Jakarta in the previous year, where the Deputy Governor of DKI Jakarta who was nominating at that time was Djarot Syaiful Hidayat to re-run in North Sumatra. The issue of identity is widely discussed by the people of North Sumatra both directly and through social media. The purpose of this research is to find out the experience of the community involved in campaign activities and receive information from mass media and social media, know the experience of the community when conducting political discussions, and know the meaning of the community regarding issues of ethnic identity, religion, to black campaigns. In order to obtain data for this study, researchers used a type of qualitative research with an interpretive paradigm and a phenomenological approach using in-depth interviews or in-depth interviews. The subjects in this study were North Sumatra native voters aged 17 years and over or married who took part in the 2018 election for governor of North Sumatra. The results of this study indicate that informants who are the campaign teams or volunteers from both pairs of candidates are directly involved in the campaign of each pair of candidates who are promoted, and other informants who do not participate in the campaign, actively seeking information about the election of governors from the mass media, online media, and social media. During the campaign period, there was information that contained ethnic issues such as the "native son" issue, religious issues such as " invitation to choose the candidates for the governor of the faith", and black campaigns on online media, Instagram social media, and Whatsapp instant messaging. When accessing the media, there is information that can foster confidence and that does not foster confidence. Political discussions conducted by the community occur face to face or through social media Instagram and Whatsapp. In the process of political discussion there is an invitation to choose a candidate pair on the grounds of one tribe or one religion. When conducting a political discussion, there is information and invitations that can influence and which do not influence informants to choose a pair of candidate. The meaning of the informants carried out on campaigns that use ethnic issues, religion, and black campaigns, differ from one another based on previous experience, different educational backgrounds, ethnicities, and religions.
Hubungan Intensitas Penggunaan Game Online, Pengawasan Orang Tua terhadap Anak, dengan Prestasi Belajar Anak Devi Pranasningtias Indriani; Turnomo Rahardjo; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.86 KB)

Abstract

Hubungan Intensitas Penggunaan Game Online,Pengawasan Orang Tua terhadap Anak,dengan Prestasi Belajar AnakABSTRAKSIHubungan Intensitas Penggunaan Game Online,Pengawasan Orang tua terhadap Anak, dengan Prestasi Belajar AnakLatar belakang penelitian ini didasari oleh banyaknya kasus anak pecandu game online di Indonesia, salah satunya seorang gadis usia 12 tahun kabur dari rumahnya selama 2 minggu, untuk tinggal di warnet untuk bermain game online. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa minat remaja terhadap game online cukup besar. Hal-hal seperti ini kurang diperhatikan orang tua, orang tua terkadang memberi kebebasan pada anaknya dalam bersosialisasi melalui dunia maya atau internet. Kurangnya pengawasan dan kepekaaan dari orangtua menjadi salah satu faktor penyebab perilaku anak di dunia maya tidak terbendung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan game online, pengawasan orang tua terhadap anak, dengan prestasi belajar anak. Teori yang digunakan untuk penelitian ini, antara lain flow theory, roles theory, dan parental mediation. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia sekolah dasar dan menegah yang bermain game online di game center atau warnet yang berada di kecamatan Banyumanik, Semarang. Sample dalam penelitian ini sampel 150 orang, di ambil masing-masing 10 orang dari lima belas warnet yang rata-rata jumlah pemain game online-nya 20-50 per hari. Untuk pengujian hipotesis digunakan perhitungan statistik Koefisien Korelasi Pearson sebagai alat untuk menguji atau menghitung tingkat koefisien korelasi antar variabel.Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hasil penelitian intensitas penggunaan game online (X1) berada dalam kategori tinggi. Hal ini disebabkan sebagian besar anak bermain game online dengan frekuensi 7 hari dengan lama waktu bermain selama 5 jam. Sedangkan untuk variabel pengawasan orang tua terhadap anak (X2) menyatakan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh orang tua dalam kategori tinggi, hal ini disebabkan karena sebagian responden menyatakan bahwa orang tua mereka menetapkan aturan, memberikan larangan, mengetahui teman dan tempat bermain mereka, serta mengingatkan kembali apabila terdapat aturan yang tidak dipatuhi. Hasil penelitian mengenai prestasi belajar (Y) menyatakan bahwa prestasi belajar yang diperoleh oleh responden dalam kategori rendah. Hal ini disebabkan sebagian besar anak yang bermain game online mempunyai nilai rata-rata (gabungan semester satu dan dua) sebesar 6. Berdasarkan perhitungan statistik, variabel intensitas penggunaan game online (X1) dengan prestasi belajar anak (Y) memiliki koefisien korelasi sebesar - 0,561 dengan nilai signifikansi 0,000. Pada hubungan variabel pengawasan orang tua terhadap anak (X2) dengan kepuasan prestasi belajar anak (Y) diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar 0,594 dengan nilai signifikansi 0,000. Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antar variabel tersebut dan hubungannya juga sangat signifikan. Dengan demikian bisa ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara intensitas penggunaan game online dengan prestasi belajar anak dan juga terdapat hubungan positif dan signifikan antara pengawasan orang tua terhadap anak dengan prestasi belajar anak. Saran penelitian ini adalah orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap anak tidak hanya controling roles tapi juga nurturing roles, selain itu orang tua perlu memperluas kemampuan literasi media, supaya bisa mengimbangi perkembangan teknologi dan membatasi anak dalam penggunaannya.Kata Kunci: intensitas penggunaan game online; pengawasan orang tua; prestasi belajar.ABSTRACRelation of Intensity of Using Online gaming, Parental Supervision of Child,and Child’s Academic AchievementThe background of this research is based on the number of cases of children who addicted to online games in Indonesia, one of them is a 12-year- old girl who ran away from home for 2 weeks to stay in the internet cafe to play online games. From these data it can be seen that there is big interest for online gaming especially for teenager. Things like this have less attention from parents, parents sometimes give their children the freedom to socialize through cyberspace or the internet. Lack of parental supervision and sensitivity is one of the factors causing the child's behavior in cyberspace is not unstoppable. This study aims to determine the relationship between the intensity of the using online games, parental supervision of the child , and the child's academic achievement . Theory used for this study, among other things flow theory, roles theory, and parental mediation. The population in this study were children who in age of elementary and middle school who play online games in the game center or internet cafe at Banyumanik, Semarang. Sample in this study is 150 people, each taken 10 people from fifteen internet cafe that have the average number of online game players the 20-50 per day . For statistical hypothesis testing used Pearson correlation coefficient calculation as a tool to test or measure the level of the correlation coefficient between variables .Results of this study declare that the research intensity of using online games ( X1 ) are in the high category. This is due to the majority of children play games online with a frequency of 7 days with long time playing games online for 5 hour. As for parental supervision (X2) states that supervision is done by the parents in the high category, and this is because the majority of respondents stated that their parents set rules, give prohibition, knowing their friends and play area, and reasserts if there is a rule that was not followed. Results of research on child‟s academic achievement (Y) states that the achievement obtained by the respondents in the low category. This is due to most of the kids who play online games have an average value (combined from semesters one and two) at 6 . Based on statistical calculations, the variable intensity of using online games (X1) with the academic achievement of children (Y) has a correlation coefficient of - .561 with a significance value of 0.000 . Parental supervision to child (X2) to the satisfaction of academic achievement of children (Y) obtained by the correlation coefficient is 0.594 with a significance value of 0.000 . From the results of these calculations, it can be concluded that there is a strong relationship between these variables and the relationship is also very significant. It can thus be concluded that there is a significant negative correlation between the intensity of using online games with academic achievement of children and there is also a positive and significant relationship between parental supervision for children with academic achievement of children. Suggestions of this study are the parents need to increase oversight of child not only control roles, but also nurturing roles, besides that, the parents need to expand the capabilities of media literacy , in order to balance the development of technology and limit the child in its use .Keywords : intensity of using online gaming ; parental supervision ; academic achievement .BAB IPENDAHULUANLatar belakang penelitian ini didasari oleh banyaknya kasus anak pecandu game online di Indonesia, salah satunya seorang gadis usia 12 tahun kabur dari rumahnya selama 2 minggu, untuk tinggal di warnet untuk bermain game online. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa minat remaja terhadap game online cukup besar. Hal-hal seperti ini kurang diperhatikan orang tua, orang tua terkadang memberi kebebasan pada anaknya dalam bersosialisasi melalui dunia maya atau internet. Kurangnya pengawasan dan kepekaaan dari orangtua menjadi salah satu faktor penyebab perilaku anak di dunia maya tidak terbendung.Berdasarkan data dalam Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2011: The Hidden Crisis, Armed Conflict and Education yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang diluncurkan di New York, Senin (1/3/2011), indeks pembangunan pendidikan atau education development index (EDI) berdasarkan data tahun 2008 adalah 0,934. Nilai itu menempatkan Indonesia di posisi ke-69 dari 127 negara di dunia (http://www.iaincirebon.ac.id/blog/2013/03/09/393.htm. diakses 21 September 2013 pukul 08.53).Penurunan education development index (EDI) Indonesia yang cukup tinggi terjadi terutama pada kategori penilaian angka hingga kelas V SD. Muhibbin Syah (2006: 144) menyatakan bahwa prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh setidaknya tiga faktor yakni faktor internal (faktor dari dalam siswa), yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani siswa; faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa; faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.Maraknya perkembangan dunia internet, membawa banyak pengaruh (faktor eksternal) bagi siswa. Salah satunya dengan kehadiran game online. Anaksekolah merupakan salah satu kelompok yang mudah terpengaruh oleh dampak game online. Waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat atau bermain, namun anak cenderung memanfaatkannya untuk duduk di depan komputer dan asik dalam permainan game online tersebut.Untuk mencegah seorang anak bermain game online tentu bukan pekerjaan mudah bagi orang tua. Peran orang tua untuk mendampingi dan mengawasi penggunaan internet pada anak sangat dibutuhkan. Komunikasi yang secara intens antara orang tua dan anak dapat mengarahkan anak untuk mengatur waktu untuk belajar dan bermain internet.Fasilitas internet yang banyak tersedia di mana-mana, salah satunya warung internet, menjadikan anak bisa mengakses internet dari mana saja. Tidak selalu harus bermain di rumah, anak bisa mencuri waktu sepulang sekolah dengan mengunjungi arena game online atau warung internet yang ada di sekitar sekolah mereka. Hal ini mengakibatkan meningkatnya intensitas anak bermain game online. Jika hal ini diiringi dengan rendahnya komunikasi orang tua dan anak berpengaruh terhadap kedisiplinan anak dalam belajar. Dengan demikian apakah intensitas anak dalam bermain game online dan komunikasinya dengan orang tua dapat mengubah perilaku belajar sehingga dapat memengaruhi prestasi belajar anak?Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan game online dengan prestasi belajar anak dan untuk mengetahui hubungan antara pengawasan orang tua terhadap anak dengan prestasi belajar anak .Teori yang digunakan untuk penelitian ini, antara lain flow theory, roles theory, dan parental mediation. Flow theory dari Csikszentmihalyi menyatakan bahwa kesenangan/enjoyment,diwujudkan dalam kondisi aliran (flow state), dimana terdapat pengalaman "autotelic" atau motivasi diri yang ditandai dengan konsentrasi yang mendalam dan fokus pada apa yang kita lakukan pada saat ini, menggabungkan tindakan dan kesadaran, dan hilangnya cerminan kesadaran diri (misalnya, kehilangan kesadaran bahwa manusia adalah makhluk sosial). Enjoyment merupakan suatu perasaan yang dapat mengkontrol tindakan seseorangyang juga ditandai oleh adanya penyimpangan pengalaman secara temporal (biasanya, perasaan bahwa waktu telah berlalu lebih cepat dari normal), dan pengalaman yang menyenangkan tersebut memuaskan seseorang secara instrinsik (Nakamura and Csikszentmihalyi, 2002: 90). Dalam penelitian ini, ketika anak bermain game online terdapat kesenangan dan kepuasan tersendiri yang membuat mereka hilang kesadaran dan lupa waktu untuk bersosialisasi, istirahat, dan mengerjakan tugas dari sekolah.Roles Theory dapat memprediksi perilaku pemegang peran melalui peran yang dimiliki seseorang. Peran keluarga penting sejauh mereka dapat mengatur perilaku dan berkomunikasi sesuai dengan peran-peran dalam keluarga. Keluarga merupakan sebuah situasi dengan kesulitan yang tinggi, hal ini disebabkan karena banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan secara kelompok, sehingga berfungsi sebagai keluarga. Peran atau role dalam keluarga membantu kita mengkoordinasikan penyelesaian tugas dan juga membantu dalam pengaturan siapa melakukan apa dalam keluarga. Terdapat dua peran utama dalam roles theory, yaitu nurturing roles dan controlling roles (Le Poire, 2006: 58-66).„Parental mediation‟ didefinisikan sebagai interaksi orang tua dan anak saat menggunakan media. Livingstone dan Helsper menunjukkan bahwa teori tentang parental mediation harus diperluas agar mencakup mediasi penggunaan Internet. Livingstone dan Helsper menemukan empat jenis parental mediation di Internet adalah active co-use, interaction restrictions, technical restrictions, dan monitoring (Nikken, 2011: 4-5).Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia sekolah dasar dan menegah yang bermain game online di game center atau warnet yang berada di kecamatan Banyumanik, Semarang. Teknik pengambilan sampling dalam penelitian ini menggunakan nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Menurut Sugiyono (2008:85), teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sample dalam penelitian ini sampel 150 orang, di ambil masing-masing 10 orang dari lima belas warnet yang rata-rata jumlah pemain game online-nya 20-50 per hari. Untuk pengujian hipotesisdigunakan perhitungan statistik Koefisien Korelasi Pearson sebagai alat untuk menguji atau menghitung tingkat koefisien korelasi antar variabel.BAB IIINTENSITAS PENGGUNAAN GAME ONLINE, PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP ANAK, DAN PRESTASI BELAJAR ANAKHasil penelitian mengenai intensitas penggunaan game online berada dalam kategori sangat tinggi. Hal ini disebabkan sebagian besar anak bermain game online dengan frekuensi 7 hari dengan lama waktu bermain game selama 5 jam. Rata-rata responden yang memiliki intensitas yang tinggi menyatakan bahwa orang tua mereka tidak mengetahui jika mereka bermain game online, selain karena orang tua mereka yang bekerja, mereka juga memberikan alasan mengerjakan tugas dirumah teman atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.Hasil penelitian dari pengawasan orang tua terhadap anak menyatakan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh orang tua dalam kategori tinggi.Hal ini terlihat pada persentase pengawasan orangtua pada kategori tinggi yang lebih besar dibandingkan kategori yang lainnya. Meskipun orang tua tidak memberikan hukuman dan hanya kadang-kadang membantu anak dalam mengerjakan tugas dan mempelajari materi atau bab baru dipelajari di sekolah. Hasil pengawasan orang tua pada kategori tinggi disebabkan karena sebagian responden menyatakan bahwa orang tua mereka menetapkan aturan, memberikan larangan, mengetahui teman dan tempat bermain mereka, serta mengingatkan kembali apabila terdapat aturan yang tidak dipatuhi.Hasil penelitian mengenai prestasi belajar menyatakan bahwa prestasi belajar yang diperoleh oleh responden dalam kategori rendah. Hal ini disebabkan sebagian besar anak yang bermain game online mempunyai nilai rata-rata (gabungan semester satu dan dua) sebesar 6.BAB IIIHUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GAME ONLINE,PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP ANAKDENGAN PRESTASI BELAJAR ANAKBab ini menguraikan hasil analisis uji hipotesis mengenai ketiga variabel dalam penelitian ini, yaitu intensitas penggunaan game online, pengawasan orang tua terhadap anak dan prestasi belajar anak. Analisis korelasi sederhana (Bivariate Correlation) digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah hubungan yang terjadi, salah satunya adalah Pearson Correlation. Korelasi Pearson atau sering disebut Korelasi Product Moment merupakan alat uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif (uji hubungan) dua variabel bila datanya berskala interval atau rasio.Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment dengan menggunakan bantuan SPSS Statistics 17.00 for windowsdi atas, untuk korelasi variabel intensitas penggunaan game online (X1) dengan prestasi belajar anak (Y)diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,561 pada taraf signifikansi 0,00. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara Intensitas Penggunaan Game Online dengan Prestasi Belajar Anak. Sedangkan untuk korelasi variabel pengawasan orang tua terhadap anak (X2) dengan prestasi belajar anak (Y) diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,594 pada taraf signifikansi 0,00, hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Pengawasan Orang Tua terhadap Anak dengan Prestasi Belajar Anak.Hasil temuan penelitian ini menyatakan bahwa sebagian besar anak bermain game online dengan frekuensi 7 hari dengan lama waktu bermain game online selama 5 jam. Umumnya, pengguna yang ketergantungan cenderung menggunakan Internet selama 20-80 jam per minggu, dengan sesi tunggal yang bisa bertahan hingga lima belas jam. Kurangnya waktu tidur tersebut menyebabkan kelelahan yang berlebihan seringkali membuat fungsi akademisatau pekerjaan terganggu dan penurunan sistem kekebalan tubuh seseorang.Young juga menambahkan, “Students had difficulty completing homework assignments, studying for exams, or getting enough sleep to be alert for class the next morning due to such Internet misuse. Often times, they were unable to control their Internet use which eventually resulted in poor grades, academic probation, and even expulsion from the university.”Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang positif, hal ini berarti semakin tinggi pengawasan orang tua maka semakin tinggi pula prestasi belajarnya. Menurut Kusuma (1973: 27-28) untuk mencapai tujuan pendidikan dalam keluarga, orang tua harus melakukan perannya dalam melakukan pengawasan dalam kaitannya dengan aktivitas anak dalam masyarakat. Dalam roles theory, peran atau role dalam keluarga membantu mengkoordinasikan penyelesaian tugas dan juga membantu dalam pengaturan siapa melakukan apa dalam keluarga. Peran orang tua sebagai behavior control dapat menerapkan aturan tertentu mengenai proses belajar. Selain peran sebagai behavior control, orang tua juga harus berperan sebagai family boundary maintenance, yang memberikan batasan kepada anak mengenai apa yang terbaik bagi mereka (Bab I, hal 30).Pengawasan orang tua adalah sikap dari orang tua dalam mengamati dan mengontrol apa yang dilakukan anaknya.Dengan adanya pengawasan orang tua, maka diharapkan anak mempunyai tingkah laku dan kebiasaan yang baik.Pengawasan orangtua merupakan merupakan faktor eksternal yang menunjang keberhasilan (prestasi) belajar siswa.Pengawasan yang dilakukan orang tua dapat memberikan semangat dan motivasi kepada anak untuk dapat belajar dengan baik, sehingga seorang anak akan mempunyai kemauan dan kemampuan untuk belajar lebih giat lagi yang berakibat prestasinya dapat meningkat (Bab I, hal 31).BAB IVPENUTUPKesimpulan penelitian ini adalah intensitas penggunaan game online mempunyai hubungan dengan prestasi belajar anak, anak yang bermain game online secara intens mempunyai prestasi belajar yang rendah. Variabel pengawasan orang tua terhadap anak juga mempunyai hubungan dengan prestasi belajar anak. Pengawasan orang tua secara ketat atau tinggi dengan membuat aturan atau larangan, mampu membuat anak tidak melupakan kewajibannya untuk belajar. Dengan proses pembelajaran yang dipantau oleh orang tua secara ketat, akan meningkatkan prestasi belajar anak.Selama ini orang tua hanya menggunakan controling roles (membuat aturan, melarang anak, memperingatkan) saja, orang tua perlu mengimbangi dengan perannya dalam nurturing yaitu dengan berkomunikasi dengan anak. Nurturing roles dapat diwujudkan dengan membangun kedekatan dengan anak seperti meluangkan waktu bermain/belajar bersama anak supaya anak merasa lebih nyaman dan terbuka kepada orang tuanya. Selain itu, orang tua perlu memperluas kemampuan literasi media, supaya bisa mengimbangi perkembangan teknologi dan membatasi anak dalam penggunaannya. Orang tua dapat melakukan beberapa jenis parental mediation, yaitu active co-use (orang tua bersikap aktif, dengan menjelaskan, membatasi, dan bermain game bersama anak), interaction restrictions (larangan kegiatan dimana anak-anak berhubungan dengan orang secara online), dan technical restrictions (melakukan instalasi berbagai program filter dan pemantauan perangkat lunak pada komputer). Untuk penelitian yang akan datang disarankan tidak hanya terbatas pada hubungan akan tetapi meneliti pula mengenai pengaruh intensitas bermain game online serta pengawasan orang tua terhadap prestasi belajar untuk mengetahui seberapa besar pengaruh game online dan pengawasan orang tua terhadap prestasi belajar. Peneliti selanjutnya juga bisa menambahkan variabel lain misalnya intensitas komunikasi anak dengan peer group-nya, karena hal ini dimungkinkan bisa mempengaruhi prestasi belajar anak.DAFTAR PUSTAKAChen, Milton. 1996. Anak-anak dan Televisi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Daradjat. Zakiah. 1992. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta. Bumi Aksara.Dradjat, Zakiah. 1995. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta : Bumi Aksara dan Depag.Deloitte Acces Economic. 2011. Nusantara Terhubung: Peran Internet dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Australia: Deloitte Touche Tohmatsu.Iriantara, Yosal. 2009. Literasi media: apa, mengapa, bagaimana. Bandung: Simbiosa Rekatama MediaKecamatan Banyumanik dalam Angka 2011Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada GroupKusuma, Indra. 1973. Pengantar Ilmu Pendidikan, Surabaya : Usaha NasionalLe Poire, Beth A. 2006. Family Communication Nurturing an Control in a Changing World. London: Sage Publications.McQuail, Dennis. 2000. Mass Communication Theory. London: SAGE publicationPotter, W. James. 2001. Media Literacy Second Edition. New Delhi: Sage PublicationPoerwanto, Ngalim. 1986. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Remaja Karya. BandungSingarimbun, Masri dan Effendi . 1995. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES.Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.Sudjana, Nana. 2008. Penilaian hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja.RosdakaryaSugiyono, 2008. Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta.Syah, Muhibbin. 2006. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Tim Indikator TIK Indonesia, Kominfo. 2011. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia. Jakarta: Puslitbang Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan InformatikaWinarso, Heru Puji. 2005. Sosiologi Komunikasi Massa. Jakarta: Prestasi Pustaka.Winkel, W.S. 1996. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Grasindo.World Bank 2012JurnalAstuti, Rulik Yuni. 2002. Pengawasan Orang Tua dan Kebiasaan Menonton Televisi. Malang: Universitas Negeri MalangCsikszentmihalyi, M. 1993. The Envolving Self: a Psychology for the third millenium. New York: Harper Perrenial.Nabi, Robin L dan Marina Kremar. 2004. Conceptualizing Media Enjoyment as Attitude: Implications for Mass Media Effects ResearchNakamura, J., dan Csikszentmihalyi, M. 2002. The Concept of Flow. In Handbook of positive psychology.Nikken, Peter. 2011. Parental Mediation Of Young Children‟s Internet Use. Netherlands: Erasmus University RotterdamSherry, John L. 2004. Flow and Media Enjoyment.Vorderer, Peter, dkk. 2004. Enjoyment: At Heart of Media Entertainment.Young, K. S. 1996. Internet Addiction: The emergence of a new clinical disorder. Paper presented at 104th annual meeting of the American Psychological Association, Toronto, Canada, August 10, 1996.Internethttp://www.iaincirebon.ac.id/blog/2013/03/09/393.htmhttp://edukasi.kompasiana.com/2012/04/13/makalah-kualitas-pendidikan-di-indonesia-saat-ini-454680.htmlhttp://www.mediaindonesia.com/ data/pdf/pagi/2008-12/2008-12-24_17.pdfhttp://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/dampak-dari-game-online-bagi-para-pelajar/http://www.hidayatullah.com/read/25878/16/11/2012/kejahatan-online-dan pentingnya-orantua-melek-internet.htmlhttp://www.jurnalmedan.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=72870:game-online-bisa-ganggu-prestasi-pelajarcatid=56:akademia&Itemid=63
HUBUNGAN TERPAAN PEMBERITAAN DI MEDIA MASSA MENGENAI KASUS TERORISME YANG TERJADI DI KOTA SURAKARTA DENGAN CITRA WALIKOTA SURAKARTA JOKO WIDODO MUCHAMAD MACHBUB LUTFI; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTEXPOSURE RELATIONS OF MASS MEDIA NEWS ABOUT TERRORISM CASES THAT OCCURRED IN THE CITY SURAKARTA WITH THE IMAGE OF MAYOR SURAKARTA JOKO WIDODOExposure of mass media news about a case that is being discussed has a strong effect to the people who consume mass media. News exposure has being provided to the public on a continuous basis can lead to a certain effect. According to Steven M.Chaffe effects of mass media can be seen from the changes that happen to the mass communication as public are affected. The effect is divided into three, they are: cognitive effect, affective effects and behavioral effects.The case has being discussed is the case of terrorism that occurred in the city of Surakarta where the first took place on August 17, 2012 in the early days, there has been a shooting and throwing grenade towards a police post in charge of securing passengers by unknown persons. Terrorist incidents that occurred in the city of Surakarta as reported in the mass media has been able to form a picture of the community about the image of the government that led by Joko Widodo. Because the mass media proclaim these events simultaneously causing people interested to follow and monitor the progress of the case.This study aimed to investigate the association between exposure of mass media news about terrorism cases that occurred in the city of Surakarta with the image of Surakarta Mayor Joko Widodo. Researchers used explanative type of research which research that explains the causal relations between the variables through hypothesis testing using correlational method.Results obtained after conducting the study did not find an association between exposure of mass media news about terrorism cases that occurred in the city of Surakarta with the image of Surakarta Mayor Joko Widodo.Keywords: News exposure, media effects, and Joko Widodo image.PENDAHULUAN Informasi adalah salah satu kebutuhan masyarakat yang paling dasar, dengan informasi masyarakat dapat membangun pengetahuan dan pandangan tentang suatu kejadian atau peristiwa. Kebutuhan akan informasi menuntut masyarakat untuk mengkonsumsi media massa, hal ini disebabkan media massa adalah alat-alat dalam komunikasi yang dapat menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada masyarakat yang luas dan heterogen. Kelebihan media massa dibanding dengan jenis komunikasi lain yaitu media massa dapat mengatasi hambatan ruang dan waktu. Bahkan media massa mampu menyebarkan pesan hampir seketika pada waktu yang tak terbatas (Nurudin, 2007: 9).Kehadiran media massa dalam kehidupan masyarakat membuat informasi dari berbagai tempat didunia dapat dikonsumsi tanpa ada hambatan ruang dan waktu. Karena pentingnya media massa sebagai sebuah alat untuk menyampaikan informasi dalam kehidupan masyarakat membuat media massa menjadi kebutuhan masyarakat yang tidak dapat terpisahkan. Seiring dengan berjalannya waktu perkembangan teknologi membuat berbagai macam bentuk dan jenis media massa yang dapat dipilih oleh masyarakat mulai dari media massa cetak, elektronik dan digital.Informasi yang disampaikan oleh media massa yang menjelaskan tentang suatu kejadian atau peristiwa disebut dengan berita. Berita dalam konteks komunikasi massa yang berkembang saat ini akan selalu muncul dalam benak dan pikiran masyarakat, namun berita yang disusun dalam benak dan pikiran masyarakat bukan merupakan peristiwa yang sebenarnya. Berita merupakan usaha rekonstruksi kerangka peristiwa yang terjadi. Berita dalam konteks komunikasi massa, lebih merupakan inti yang disesuaikan dengan kerangkaacuan yang dipertimbangkan agar peristiwa itu memiliki makna bagi para pembacanya. Berita dalam kapasitanya sebagai pembentuk dan dinamisator pengolahan interpretasi atas peristiwa manusia, menjadi hal yang sangat penting dalam proses pembentukan konstruksi sosial. Berita pada titik tertentu sangat mempengaruhi masyarakat dalam merumuskan pandangannya tentang sesuatu kejadian.Salah satu informasi atau berita yang tetap masih ditayangkan dan masih menarik minat masyarakat untuk mengikutinya adalah kasus terorisme yang terjadi di Kota Surakarta yang pertama kali terjadi pada tanggal 17 agustus 2012 pada dini hari dimana telah terjadi penembakan kearah pos polisi yang bertugas mengamankan arus mudik oleh orang tak dikenal dan melukai dua orang anggota polisi di bagian kaki dan pinggang. Kejadian bermula saat dua orang bersepeda motor yang berboncengan dari arah selatan menuju jalan Yos Sudarso mendekati Pos Pengamanan Idul Fitri di daerah Gemblegan, kemudian mereka menembak sekitar lima kali ke arah Pos yang baru dibangun tersebut. Pelaku yang ada di belakang menggunakan senjata api jenis FN Kaliber 9 milimeter dan sambil mengendarai sepeda motornya, pelaku melepaskan serentetan tembakan ke arah Pospam dan melukai pinggang sebelah kiri anggota jaga di Pospam, Bripka Endro Margiyanto dan Brigadir Kukuh Budiyanto terkena ibu jari kaki kiri. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kustati Surakarta.Dua hari setelah kasus penembakan oleh orang tak dikenal yang terjadi pada pospam Gemblegan Surakarta telah terjadi kasus lain di Pos Pengaman Lebaran dikawasan Gladak Kota Surakarta pada dini hari terjadi pelemparan granat oleh orang tak dikenal, namun tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.Peristiwa terorisme yang terjadi di Kota Surakarta tersebut langsung ramai diberitakan oleh media cetak, elektronik maupun digital. Padahal sebelumnya Kota Surakarta disorot oleh media karena keberhasilan Joko Widodo sebagai Walikota Surakarta yang masuk nominasi25 Wali Kota Terbaik Dunia versi City Mayors Foundation. Oleh media dalam pemberitaannya, peristiwa terorisme yang terjadi di Kota Surakarta yang semakin berani dalam memilih korban membuat masyarakat semakin resah dan media menghubungkan peristiwa terorisme yang terjadi dengan kemampuan Joko Widodo sebagai Walikota Surakarta untuk menjaga keamanan daerah yang dipimpinnya. Pemberitaan tersebut dapat membuat masyarakat yang menerima informasi dari media massa mulai memunculkan pandangan negatif terhadap citra Joko Widodo sebagai Walikota Surakarta.Melalui pemberitaan peristiwa terorisme yang terjadi di Surakarta yang gencar diberitakan oleh media, maka penting untuk dilihat adakah hubungan antara terpaan pemberitaan di media massa mengenai kasus terorisme yang terjadi di Kota Surakarta dengan citra Walikota Surakarta Joko Widodo?.II. PEMBAHASANPemberitaan mengenai kasus terorisme yang terjadi di Kota Surakarta telah menyebar ke masyarakat luas melalui pemberitaan yang dilakukan oleh media massa. Informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat mengenai peristiwa tersebut telah disajikan secara lengkap oleh media massa. Pemberitaan yang dilakukan oleh media massa mengenai kasus terosime yang terjadi di Kota Surakarta telah mempersuasi masyarakat mengenai realitas yang terjadi berdasarkan sudut pandang media tersebut.Adanya pemberitaan yang terdapat dalam media massa akan memunculkan suatu kondisi yang disebut dengan disebut dengan terpaan media. Menurut Rosengren ( Rakhmat, 2007:66 ) terpaan media diartikan sebagai penggunaan media terdiri dari jumlah waktu yang digunakan dalam berbagai media, jenis isi media, media yang dikonsumsi atau dengan media secara keseluruhan. Dalam hal ini, terpaan merupakan suatu kondisi dimana masyarakatditerpa oleh edisi media dan bagaimana isi media menerpa masyarakat. Karena media massa melaporkan pemberitaan tentang dunia nyata secara selektif, maka sudah tentu media massa mempunyai pengaruh yang berbeda – beda terhadap masyarakat.Menurut Steven M. Chaffee (Rakhmat, 2007: 219) efek media massa dapat dilihat dari perubahan yang terjadi pada diri masyarakat komunikasi massa. Adapun efek-efek tersebut dibagi menjadi tiga yaitu:1. Efek KognitifTerjadi apabila terdapat perubahan pada apa yang diketahui, difahami, atau dipersepsi masyarakat. Efek ini berkaitan dengan transmisi pengetahuan, ketrampilan, kepercayaan, atau informasi.2. Efek AfektifTimbul apabila terdapat perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi, atau dibenci masyarakat. Perubahan pada segi afektif ditunjukkan dengan perubahan perasaan, emosi, sikap ataupun nilai.3. Efek BehavioralMerujuk pada perilaku nyata yang dapat diamati; yang meliputi pola-pola tindakan, kegiatan, atau kebiasaan berperilaku.Terpaan pemberitaan yang dilakukan oleh media massa kepada masyarakat akan memberikan gambaran atau informasi kasus terorisme yang terjadi di Kota Surakarta terhadap citra Walikota Surakarta Joko Widodo dalam menjaga keamanan daerah yang dipimpinnya . Setiap perkembangan yang terjadi dalam upaya pengusutan kasus tersebut akan dapat diawasi oleh masyarakat karena media massa akan memberikan informasi tersebutdengan mudah. Karena masyarakat menerima informasi yang diberikan oleh media massa maka masyarakat akan menerima efek dari media massa berupa efek kognitif yaitu bertambahnya pengetahuan mengenai perkembangan kasus tersebut. Semakin bertambahnya pengetahuan masyarakat terhadap kasus terorisme yang terjadi di Kota Surakarta membuat masyarakat memiliki penilaian mengenai citra Joko Widodo sebagai Walikota Surakarta dalam menjaga keamanan daerahnya, yang selanjutnya akan mempengaruhi citra Joko Widodo sebagai Walikota Surakarta yang sebelumnya telah terbentuk.Citra (image) diyakini sebagai realitas yang tampak sebagai gambaran yang mempunyai makna. Menurut Roberts (Rakhmat. 2007: 224) citra menunjukkan keseluruhan informasi tentang dunia ini yang telah diolah, diorganisasikan, dan disimpan oleh individu. Citra terbentuk berdasarkan informasi yang kita terima. Media massa bekerja untuk menyampaikan informasi, bagi masyarakat informasi tersebut dapat membentuk, mempertahankan, atau mendefinisikan citra. Media massa datang untuk menyampaikan informasi tentang lingkungan sosial dan politik.Cumulative Effects Theory dari Elisabeth Noelle-Neuman menyimpulkan bahwa media tidak punya efek langsung yang kuat tetapi efek itu akan terus menguat seiring dengan berjalannya waktu. Cumulative Effects Theory menyatakan bahwa tidak ada yang bisa menghindari media karena sudah menyebar kemana-mana. Pesan yang berlebihan ini terus dibawa sampai ke rumah. Tidak ada iklan yang muncul hanya sekali. Bahkan dalam berita pun ada redundansi dimana semua media mengarahkan perhatiannya kepada kejadian yang sama. (Vivian. 2008 : 472)Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe eksplanatif (penjelasan), yaitu suatu tipe penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan metode korelasional (Singarimbun, 1992 : 5). Tipe penelitian ini digunakan untuk menguji hipotesis danmenjelaskan hubungan antar variable, yaitu terpaan pemberitaan di media massa mengenai kasus terorisme yang terjadi di Kota Surakarta (variable X) dengan citra Walikota Surakarta Joko Widodo (variable Y)Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Surakarta dengan jumlah penduduk 536.498 jiwa (Surakarta Dalam Angka 2010) yang tersebar dalam 5 Kecamatan dan 51 Kelurahan. Alasan pemilihan populasi penelitian ini didasarkan pada tempat kejadian tindakan terorisme yang terjadi di Kota Surakarta. Populasi sasaran penelitian adalah individu yang terterpa pemberitaan di media massa, khususnya pemberitaan mengenai kasus terorisme yang terjadi di Kota Surakarta. Karena peneliti tidak memiliki kerangka sampling (sampling frame), dalam menentukan populasi sampling digunakan multistage random sampling untuk menentukan wilayah sampling terlebih dahulu. Setelah mendapatkan wilayah sampling yaitu berada di Kelurahan Karangasem dengan jumlah penduduk sebanyak 2.081 rumah tangga, setelah itu barulah menggunakan teknik pengambilan sampel dengan random sampling didapatkan sample sebanyak 92 orang dari 2081 rumah tangga.Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang dia ketahui. (Arikunto, 2006 : 151)Hasil yang didapatkan setelah melakukan penelitian dengan menggunakan teori, instrumen dan tekhnik yang telah disebutkan diatas adalah bahwa tidak ada kecenderungan hubungan antara terpaan pemberitaan kasus terorisme yang terjadi di Kota Surakarta dengan citra Walikota Surakarta Joko Widodo. Sebab, mayoritas responden yang terkena terpaan rendah, cukup dan tinggi memberi penilaian yang sama, yaitu baik untuk citra Walikota Surakarta Joko Widodo. Hal ini menunjukkan citra Walikota Surakarta Joko Widodo tidak dipengaruhi oleh pemberitaan kasus terorisme yang terjadi di Kota Surakarta. Dengandemikian, hipotesis hubungan yang sebelumnya dibentuk tidak terbukti dan hampir tidak ada hubungan antara kedua variabel penelitian ini.III. PENUTUPInformasi merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di seluruh dunia dan media massa adalah sumber informasi yang menjadi rujukan ketika masyarakat ingin mengetahui berbagai kejadian dan peristiwa yang sedang terjadi di seluruh dunia, kebutuhan dasar masyarakat akan informasi membuat peran media massa sebagai sumber informasi menjadi sesuatu yang tidak dapat tergantikan. Ketergantungan masyarakat akan media massa membuat pengaruh media massa terhadap cara merumuskan pandangan akan suatu kejadian serta proses pencitraan terhadap lembaga atau seseorang menjadi sangat kuat.Pemberitaan adalah salah satu bentuk informasi yang menjelaskan suatu peritiwa atau kejadian yang disampaikan oleh media massa. Salah satu pemberitaan yang menjadi isu utama dan menjadi perhatian di masyarakat adalah kejadian terorisme yang terjadi di daerah Surakarta, dimana media massa secara serempak memberitakan kejadian tersebut dan dalam berita yang disampaikan cenderung berisi pemberitaan yang negatif. Isi pemberitaan yang disampaikan media massa mengenai kasus terorisme yang terjadi di daerah Surakarta disangkut pautkan dengan kinerja Walikota Surakarta saat itu yaitu Joko Widodo.Terpaan pemberitaan yang bersifat negatif dari media massa mengenai kasus terorisme yang terjadi di Kota Surakarta memaksa masyarakat untuk merubah penilaiannya terhadap citra Joko Widodo sebagai Walikota Surakarta. Namun hasil dari penelitian tidak menemukan adanya hubungan antara terpaan pemberitaan kasus terorisme yang terjadi di Kota Surakarta dengan citra Walikota Surakarta Joko Widodo.DAFTAR PUSTAKABUKU :Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.Littlejohn, Stephen W. dan Fros, Karen A. 2009. Teori Komunikasi, Edisi9. Jakarta: Salemba Humanika.McQuail, Dennis. 1996. Teori Komunikasi Massa suatu pengantar. Jakarta : Penerbit Erlangga.Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.Rakhmat, Jalaluddin. 2007. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Rakhmat, Jalaluddin. 2007. Metode Penelitian Komunikasi: Dilengkapi Contoh Analisis Statistik. Bandung: PT Remaja rosdakarya.Singarimbun, M. dan Sofian Effendi. 1992. Metode Penelitian Survai. Jakarta : Pustaka LP3ES.Vivian, John. 2008. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Kencana.SURAT KABAR :“Penyerangan Pos Polisi Diselidiki”. Suara Merdeka. No.186, 21 Agustus 2012, hal 1.INTERNET :http://sosialbudaya.tvonenews.tv/berita/view/60407/2012/08/19/jokowi_imbau_warga_solo_tetap_berlebaran_dengan_tenang.tvOne diakses pada tanggal 12 September 2012 pukul 22.13http://hukum.tvonenews.tv/berita/view/60346/2012/08/17/dua_orang_anggota_polisi_menjadi_korban_penembakan_orang_tak_dikenal.tvOne diakses pada tanggal 12 September 2012 pukul 22.57http://regional.kompas.com/read/2012/08/31/15484985/Penembakan.Polisi.di.Solo.Teror.Terorganisasi diakses pada tanggal 27 November 2102 pukul 11.12http://biografi.rumus.web.id/biografi-jokowi-joko-widodo/ diakses pada tanggal 21 November 2012 pukul 13.43
REPRESENTASI NILAI-NILAI METROSEKSUAL DI DALAM MAJALAH MEN’S GUIDE Ricki Apriliono; Adi Nugroho; Dr Sunarto; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.889 KB)

Abstract

Meningkatnya jumlah pria metroseksual merupakan angin besar bagi industri fashion dan sekitarnya, khususnya yang memproduksi item khusus pria. Zaman dahulu, produk pria hanya terbatas pada pakaian, tetapi lihat sekarang, dengan semakin boomingnya fenomena metroseksual maka tersedia pusat kecantikan bagi pria, produk-produk perawatan untuk pria, make up untuk pria, serta majalah-majalah khusus pria. Majalah Men’s Guide merupakan salah satu diantara banyaknya majalah khusus pria di Indonesia yang menawarkan life style baru yang berlawanan dengan sosok pria dalam budaya patriarki yang melihat sosok pria seharusnya kuat, rasional, kasar, ceroboh serta pria yang terpola menghadapi pekerjaan yang memerlukan tenaga dan tidak mementingkan penampilan luarnya.Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika dari tokoh Charles Sanders Peirce. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Majalah Men’s Guide merepresentasikan nilai-nilai metroseksual yang digambarkan oleh sosok figure dalam artikel Profile Guide.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai metroseksual yang direpresentasikan oleh Majalah Men’s Guide digambarkan dari sosok pria yang menjadi bahasan dalam artikel Profile Guide sebagai pria yang menjaga penampilan dirinya, berkarakter sensitif dan lembut yaitu terlihat dari peduli terhadap permasalahan sosial dan ramah terhadap semua orang, memiliki kecakapan komunikasi dan interpersonal yang baik terhadap semua orang baik pria maupun wanita, terlihat dari mereka dinobatkan sebagai pemenang dalam ajang male pageant yang diselengggarakan dan membawa visi misi untuk menginspirasi masyarakat luas agar bergaya hidup sehat. Majalah Men’s Guide melalui artikel Profile Guide menekanan pria untuk memperhatikan penampilan dirinya dengan memiliki tubuh atletis ideal yang didapatkan dari gemarnya olahraga gym di pusat kebugaran (fitness center),  serta memperhatikan gaya busana yang dikenakan agar terlihat fashionable. Kata Kunci : Representasi, Majalah, Pria Metroseksual, Semiotika
Co-Authors ., Muchibuddin Abdul Malik, Aminullah Adhi Wiryawan, Yudho Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Saputro, Topo Adinda, Sarah ADITYA FAHMI NURWAHID Adiyatma, Irfandhika Afri Setya, Rega Agus Naryoso Aisyah Monicaningsih Aisyah Nadhilah Arsyi Malik Aisyah Nur Iswahyudi, Farah Ajeng Gendari Sayang Aji Kurniawan Ade Purwanto Alif Hibatullah Alifati Hanifah Almanda Prinarenti, Aurelia Amelia Monica Amida Yusriana Andrio, Bimo Anindhita Puspasari Anjar Mukti Yuni Pamungkas, Anjar Mukti Annie Renata Siagian Annisa Widya Paramitha Annisa Zetta Afiatni Aprilla Agung Yunarto Arif Andhika, Wisnu Arlinda Nurul Nugraharini Asri Rachmah Mentari Asteria Agustin Asyhab Arno Wijaya Aurisa Hangesti Putri Avianto Aryo Wicaksono Ayu Lestari, Mega Ayu Permata Sari Ayudia Putri, Rakhma Azif, Zahra Bayu Hastinoto Prawirodigdo Bayu Widagdo, Muhammad Bening Shabilla Utami Bonaventura Paskaris Kusuma Aji Brillian Barro Vither Conny Brilliant Dwikananda, Kartika Dalil, Firas Dea Dwidinda Lutfi Desastri Ahda Ramadhan, Pimpi Destika Fajarsylva Anggraini Devi Pranasningtias Indriani DEWI IRAWATI Dhyah Shanti Nur Kartika Dimas Obwid Robertus Belarmino Malau Dinaharilala Olivia, Randrianarison Dini Tiara I Dipa Wirayatama Diva Sinar Rembulan Dizafia Zafira Mayyasya Djoko Setyabudi DONNA RADITA MERITSEBA DR Sunarto Dr. Sunarto Dra Taufik Spurihartini Dwi Amanda, Visca Dyah Woro Anggraeni Elbert Adinugraha Christianto, Anthony Elvina Ghozali Erva Maulita Eva Ratna Hari Putri Fariz Dewanto Fatia Maharani Fauzi, Aldi Febrian Aditya Putra Fitria Mahdiyyani, Anisah Fitria Purnama Sari Fransiska Indria Widiasari Gatikasari Mujiastuti Geta Ariesta Herdini Gilang Maher Pradana Gusti Purbo Darpitojati Handono Priambodo, Handono Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hasibuan, Anra Muliasih Sah Bakti Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Himawan, Hilmi Ika Adelia Iswari Ilham Prasetyo Indra Bagus Kurniawan Irfan Zuldi Isabela Laras Anindyo Isti Murfia Jenny Putri Avianti Jonathan Dio Sadewo Joyo NS Gono Joyo Nur Suryanto Gono Kania Azzahra Wibowo Kania Salsabila Putri Rachmadi Karina Puspadiati Kevin Purba Khurrosidah, Sela Kusuma, Ivana Lintang Ratri Rahmiaji Lintang Ratri Rahmiaji Lucia Eka Pravitasari M Bayu Widagdo Maharani Easter Makarim, Nabil Marlia Rahma Diani Marshya Camillia Ariej Martha Caesarin Putri Yulinta Martina Aurelia Carissa Maulana Khalidin . Maulana Ocky Adhicondro Meidiza Firda Mapikawanti Miftakhul Noor Alfiana Mirtsa Zahara Hadi Monica Hayunindya Patria Paramesthi Much Yulianto Much. Yulianto MUCHAMAD MACHBUB LUTFI Muh. Medriansyah Putra Kartika Muhammad Bayu Widagdo Muhammad Reza Mardiansyah Muhammad Syamsul Hidayat Mujahidah Amirotun Nisa Nadhila Prisca Anjani M Nadif Rizqulloh, Muhammad Nadila Opi Prathita Sari Naga Mulia, Wim Naomi Uli Quanti Siahaan Narayani Aberdeen, Avi Nastiti Laksmita Adi Nikolas Prima Ginting NIKOLAUS AGENG PRATHAMA NOVI ADI PUSPITANINGRUM Nur Rahmi, Faurina Nur Suryanto Gono, Joyo Nurist Surayya Ulfa Nuriyatul Lailiyah Nurrist Surayya Ulfa Nurul Athira Yahya Nurul Hasfi Nurul Hikmah Octaviani, Averina Olina Hartani Muliani Gultom Osa Patra Rikastana Pandu Hidayat Paskah M Pakpahan Pratiwi, Silvi Primada Qurrota Ayun Puspita Dea Chantika Qonita Andini, Annisa Qury Aini R. Milwanda Nadika S. Restu Ayu Mumpuni, Restu Ayu Rezeki Amalia, Annisa Ricki Apriliono Rifki Nur Pratiwi Rindiana Kiswari Rizki Fajar Bagaskoro, Sektianto Rizki Kurnia Yuniasti ROBBIANTO ROBBIANTO Rosa Humaira, Almira Rossa Oktaviyani S Rouli Manalu Sabda Nugraha, Detrina Sahfitri, Dwina Salsabila Putri Wasesa, Meidyana Salshabila Putri Persada Sarah Indah Putri Sasaningtawang, Bening Saviera Maharani Doniyar Sefti Diona Sari Sessy Refi Sanina Shafa Amanda, Karina Shafira Inas Nurina Silas Hamenyimana Sony Kusuma Anugerah Sri Budi Lestari Sri Budi Lestari Sri Devi Valentina Simamora Devi Valentina Simamora Sri Nofidiyahwati Sri Widowati Herieningsih Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Suryanto Gono, Joyo Nur Tandiyo Pradekso Tansha Nastiti, Talitha Taufik Suprihartini Taufik Suprihartini . Taufik Suprihatini Taufik Suprihatini Theresia Karo Karo Tiara Astra Parahita Tiara Ayu Raharjo Tri Yoga Adibtya Tama Trinata Anggarwati, Bunga Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro . Viviana Ardine Mutiara K F Wahyu Satria Utama, Wahyu Satria Widya Nur Hidayati Wiwid Noor Rakhmad Wuriani, Wuriani Yanuar Luqman Yenny Puspasari Yenny Puspitasari Yobelta Kristi Ayuningtyas Yoga Yuniadi Yolanda Audrey Yuanita Putri Melati Yuliana Harianja Yusriana, Amida