Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Kenakalan Remaja pada Siswa SMK Negeri 1 Manado Aulia A Mamonto; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kenakalan remaja pada siswa di SMK Negeri 1 Manado beserta faktor-faktor penyebabnya, serta menganalisis peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi kenakalan remaja tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru BK, siswa yang terlibat kenakalan remaja, kepala sekolah, dan wali kelas. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di SMK Negeri 1 Manado menunjukkan bahwa perilaku menyimpang pada remaja dapat dikelompokkan menjadi dua bentuk, yaitu kenakalan ringan dan kenakalan berat. Bentuk kenakalan ringan meliputi tindakan tidak masuk sekolah tanpa izin, ketidakpatuhan terhadap penggunaan atribut sekolah, serta pelanggaran aturan mengenai penampilan siswa. Di sisi lain, kenakalan berat mencakup perilaku pergaulan bebas dan keterlibatan dalam tawuran. Munculnya kenakalan remaja dipengaruhi oleh faktor dari dalam maupun luar diri remaja. Faktor internal berkaitan dengan kondisi keluarga yang kurang harmonis atau broken home, sedangkan faktor eksternal berasal dari pengaruh lingkungan sosial, teman sebaya, serta penggunaan media sosial. Guru BK menjalankan perannya melalui berbagai pendekatan, yaitu preventif (bimbingan klasikal, kegiatan penyuluhan, seminar mengenai bahaya narkoba, serta pelatihan motivasi; sedangkan upaya kuratif dilakukan melalui bimbingan pribadi, konseling kelompok, pemanggilan orang tua, kontrak perilaku), serta represif dan rehabilitatif (home visit, alih tangan kasus, kerja sama dengan pihak terkait).. Hambatan yang dihadapi guru BK meliputi stigma negatif terhadap ruang BK, keterbatasan rasio guru BK dengan jumlah siswa, serta kurangnya kerja sama sebagian orang tua. Secara keseluruhan, peran guru BK dinilai efektif dalam mengurangi kenakalan remaja di SMK Negeri 1 Manado.
Pelaksanaan Layanan Bimbingan Belajar untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Justina Bernadetta; Rinna Y. Kasenda; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan layanan bimbingan belajar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon. Motivasi belajar merupakan usaha yang dilakukan untuk membangkitkan dorongan dalam diri seseorang atau sekelompok individu agar mereka bertindak atau melakukan sesuatu. Motivasi berperan sebagai faktor utama yang mendorong seseorang untuk mengambil tindakan dan mencapai tujuan yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan desain model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah empat orang siswa yang memiliki permasalahan motivasi bekajar. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar dan observasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi siswa berada pada kategori rendah.Setelah melaksanakan Siklus I dan berbaikan tindakan pada Siklus II,Terjadi peningkatan motivasi siswa sehingga berada pada kategori tinggi. Dengan demikian ,penerapan layanan bimbingan belajar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.
Penerapan Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Mereduksi Kenakalan pada Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Celsi Kobandaha; Rinna Y. Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract dalam mereduksi kenakalan pada siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon. Bentuk kenakalan yang menjadi fokus penelitian meliputi membolos, merokok di lingkungan sekolah, tidak menghormati guru, serta terlibat dalam perselisihan antarsiswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah empat siswa yang teridentifikasi menunjukkan perilaku kenakalan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengisian instrumen perilaku siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract mampu mereduksi kenakalan siswa secara signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata skor siswa dari 18,25 pada Siklus I dengan kategori cukup baik menjadi 32,25 pada Siklus II dengan kategori baik. Seluruh siswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih positif, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kesadaran atasa bahanya merokok kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta berkurangnya perilaku negatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok dengan teknik behavior contract efektif digunakan untuk mereduksi kenakalan siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.
Layanan Konseling Realitas dalam Peningkatan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik SMP Advent Pioneer Tondano Rivaldo Karundeng; Rinna Y. Kasenda; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.345

Abstract

Kedisiplinan belajar merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran dan pembentukan tanggung jawab peserta didik. Namun, pada kenyataannya masih ditemukan peserta didik yang menunjukkan perilaku belajar kurang disiplin, seperti terlambat masuk kelas, menunda penyelesaian tugas, serta kurang mematuhi jadwal belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling realitas dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di SMP Advent Pioneer Tondano. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen melalui model one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 10 siswa yang memiliki tingkat kedisiplinan belajar rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kedisiplinan belajar dan observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan belajar siswa setelah diberikan layanan konseling realitas. Perbedaan skor pretest dan posttest menunjukkan bahwa layanan konseling realitas efektif dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, khususnya dalam aspek ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan belajar, dan tanggung jawab akademik. Dengan demikian, layanan konseling realitas dapat digunakan sebagai salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa disekolah.
Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Cognitive Behavior Therapy Dalam Mengatasi Bullying di Sekolah SMA Katolik Karitas Tomohon Cristin Natalia Pasaribu; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.347

Abstract

Penelitian ini membahas tentang layanan konseling kelompok dengan teknik Cognitive Behavior Therapy dalam mengatasi bullying di sekolah SMA Katolik Karitas Tomohon. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki seberapa baik efektivitas layanan konseling kelompok yang memanfaatkan pendekatan Terapi Perilaku Kognitif dalam mengatasi masalah bullying di SMA Katolik Karitas Tomohon. Latar belakang studi ini muncul dari adanya tindakan bullying yang masih terjadi di lingkungan sekolah, baik dalam bentuk verbal, fisik, maupun sosial, yang berdampak buruk bagi kondisi emosional, percaya diri, dan hubungan sosial para siswa. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan untuk Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa yang terlibat dalam fenomena bullying dan siswa kelas X-B di SMA Katolik Karitas Tomohon. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner tentang perilaku bullying. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa layanan konseling kelompok dengan metode Cognitive Behavior Therapy terbukti efektif dalam mengurangi tindakan bullying di kalangan siswa. Pada tahap pra-tindakan, skor perilaku bullying para pelaku masuk dalam kategori tinggi dengan rentang skor 53–55. Setelah pelaksanaan siklus I, skor menurun ke kategori sedang dengan rentang 43–52. Kemudian pada siklus II, skor kembali menurun menjadi kategori rendah dengan rentang 29–31. Teknik Cognitive Behavior Therapy membantu siswa dalam mengenali pikiran negatif, mengubah pola pikir yang tidak rasional menjadi lebih logis, serta melatih perilaku sosial yang lebih positif melalui kegiatan diskusi, peran bermain, dan penguatan.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik Cognitive Behavior Therapy efektif digunakan dalam mengatasi perilaku bullying di SMA Katolik Karitas Tomohon serta dapat menjadi alternatif layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Layanan Konseling Individu Menggunakan Teknik Rational Emotive Behavior Therapy untuk Meningkatkan Self Efficacy Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Tesalonika br Ginting; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.359

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya siswa yang memiliki tingkat self-efficacy rendah, seperti kurang percaya diri, mudah menyerah saat menghadapi tugas, takut gagal, serta ragu terhadap kemampuan dirinya sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan self-efficacy siswa melalui pemberian layanan konseling individu yang menerapkan teknik Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) di SMA Katolik Karitas Tomohon. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri atas proses perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.. Pelaksanaan penelitian berlangsung dalam dua siklus. Adapun subjek penelitian merupakan seorang siswa yang menunjukkan tingkat self-efficacy yang rendah self-efficacy, observasi dan wawancara. Teknik REBT diterapkan melalui tahapan mengidentifikasi peristiwa pemicu masalah, mengenali keyakinan irasional, memahami dampak emosional dan perilaku, melakukan disputing terhadap pikiran irasional, serta membangun keyakinan baru yang lebih rasional. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan tindakan pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan self-efficacy siswa, walaupun hasil yang diperoleh belum mencapai tingkat yang diharapkan karena masih terdapat siswa yang kurang yakin terhadap kemampuannya. Pada siklus II, peningkatan self-efficacy terlihat lebih optimal yang ditandai dengan tumbuhnya rasa percaya diri, keberanian dalam menghadapi berbagai tugas, serta kemampuan berpikir yang lebih rasional dalam menyikapi masalah. Oleh karena itu, layanan konseling individu dengan teknik Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) terbukti efektif sebagai upaya meningkatkan self-efficacy siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.
Layanan Konseling Individu dengan Teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam Mengatasi Perilaku Maladaptif Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Kezia Br Gurusinga; Meisie Lenny Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.360

Abstract

Penelitian ini membahas tentang layanan konseling individu dengan teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam mengatasi perilaku maladaptif siswa berupa kebiasaan meninggalkan kelas saat proses pembelajaran berlangsung di SMA Katolik Karitas Tomohon. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan layanan konseling individu dalam menangani perilaku maladaptif siswa melalui pendekatan CBT. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang akan dilaksanakan dalam dua siklus dengan merujuk pada model Kemmis dan McTaggart. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, serta self-monitoring untuk memantau perubahan perilaku siswa selama proses tindakan berlangsung. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan direfleksikan agar mengetahui perkembangan perilaku siswa setelah diberikan layanan konseling. Hasil penelitian memperlihatkan adanya perubahan perilaku setelah siswa mengikuti layanan konseling individu dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT). Melalui proses konseling yang dilakukan, siswa mulai memahami keterkaitan antara pikiran, perasaan, dan perilaku yang ditunjukkan dalam kehidupan sheari-hari. Pemahaman tersebut membantu siswa mengenali pola pikir negatif yang selama ini muncul dan secara bertahap menggantinya dengan cara berpikir yang lebih rasional. Perubahan pada aspek kognitif tersebut kemudian berdampak pada berkurangnya kebiasaan meninggalkan kelas serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Strategi Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Perilaku Merokok pada Siswa di SMP Negeri 1 Tomohon Yoda Shine Sion; Rinna Yuanita Kasenda; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.385

Abstract

Perilaku merokok pada siswa merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, proses belajar, serta perkembangan sosial siswa. Perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengaruh teman sebaya, lingkungan keluarga, dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dari guru bimbingan dan konseling dalam membantu mengatasi perilaku merokok siswa di sekolah. Strategi guru bimbingan konseling merupakan usaha atau langkah langkah yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling dalam memberikan layanan bantuan kepada siswa agar siswa mampu berkembang secara mandiri dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku merokok siswa serta mengetahui penerapan kontrak perilaku dalam membantu mengurangi perilaku merokok pada siswa di SMP Negeri 1 Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, sedangkan sumber data sekunder yaitu wali kelas, siswa dan teman siswa.Teknik untuk pengumpulan data dilaksanakan melalui metode observasi, wawancara, pengumpulan dokumen, dan studi literatur. Analisis informasi dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi yang diterapkan oleh guru bimbingan dan konseling dalam menangani perilaku merokok meliputi pembuatan slogan kawasan bebas asap rokok, pengawasan rutin oleh guru piket, sosialisasi bahaya merokok, serta konseling individu. Penerapan teknik kontrak perilaku yang dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu terbukti cukup efektif dalam membantu siswa mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok karena mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, komitmen, dan kesadaran siswa untuk mengubah perilakunya menjadi lebih baik. Dengan demikian, strategi guru bimbingan konseling melalui penerapan kontrak perilaku dapat menjadi salah satu upaya yang efektif dalam mengatasi perilaku merokok pada siswa di sekolah.
Penerapan Konseling Individu dengan Teknik Behavior Contract dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik di SMP Frater Don Bosco Tomohon Bintang Mario Situmorang; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.275

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih adanya peserta didik yang memiliki tingkat kedisiplinan rendah, seperti datang terlambat ke sekolah, tidak menggunakan atribut sekolah secara lengkap, serta tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik melalui penerapan konseling individu dengan teknik behavior contract di SMP Frater Don Bosco Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan desain model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik yang memiliki permasalahan kedisiplinan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kedisiplinan, observasi, dan wawancara. Teknik behavior contract diterapkan melalui kesepakatan tertulis antara konselor dan peserta didik mengenai perilaku disiplin yang harus dilakukan disertai pemberian penguatan (reward) dan konsekuensi. Kontrak perilaku dilaksanakan selama dua siklus dan dievaluasi secara bertahap pada setiap pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I skor angket kedisiplinan memperoleh nilai 42 dengan kategori sedang dan hasil observasi memperoleh skor 20 dengan kategori sedang. Pada siklus II terjadi peningkatan, yaitu skor angket menjadi 55 dengan kategori tinggi dan hasil observasi menjadi 31 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, penerapan konseling individu dengan teknik behavior contract efektif dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMP Frater Don Bosco Tomohon.
Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Kenakalan Remaja pada Siswa SMK Negeri 1 Manado Aulia A Mamonto; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kenakalan remaja pada siswa di SMK Negeri 1 Manado beserta faktor-faktor penyebabnya, serta menganalisis peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi kenakalan remaja tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru BK, siswa yang terlibat kenakalan remaja, kepala sekolah, dan wali kelas. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di SMK Negeri 1 Manado menunjukkan bahwa perilaku menyimpang pada remaja dapat dikelompokkan menjadi dua bentuk, yaitu kenakalan ringan dan kenakalan berat. Bentuk kenakalan ringan meliputi tindakan tidak masuk sekolah tanpa izin, ketidakpatuhan terhadap penggunaan atribut sekolah, serta pelanggaran aturan mengenai penampilan siswa. Di sisi lain, kenakalan berat mencakup perilaku pergaulan bebas dan keterlibatan dalam tawuran. Munculnya kenakalan remaja dipengaruhi oleh faktor dari dalam maupun luar diri remaja. Faktor internal berkaitan dengan kondisi keluarga yang kurang harmonis atau broken home, sedangkan faktor eksternal berasal dari pengaruh lingkungan sosial, teman sebaya, serta penggunaan media sosial. Guru BK menjalankan perannya melalui berbagai pendekatan, yaitu preventif (bimbingan klasikal, kegiatan penyuluhan, seminar mengenai bahaya narkoba, serta pelatihan motivasi; sedangkan upaya kuratif dilakukan melalui bimbingan pribadi, konseling kelompok, pemanggilan orang tua, kontrak perilaku), serta represif dan rehabilitatif (home visit, alih tangan kasus, kerja sama dengan pihak terkait).. Hambatan yang dihadapi guru BK meliputi stigma negatif terhadap ruang BK, keterbatasan rasio guru BK dengan jumlah siswa, serta kurangnya kerja sama sebagian orang tua. Secara keseluruhan, peran guru BK dinilai efektif dalam mengurangi kenakalan remaja di SMK Negeri 1 Manado.
Co-Authors Abram Sanggel Adilang, Angriani Aldinata Amalia Nahwar Dolongseda Anatacia Michelle Tasiam Andrea Angelita Kusen Andro Tatemba Angel Sindar Angela Kojoh Angelica Aquila Pinangkaan Angelista Tamuntuan Angelista Tamuntuan Angelita Martono Anggrian, Riki Anggun Mandias Angkouw, Phillya Caitlin Aprillia Sriwangi Kansil Argita Argita Argita, Argita Ariantje J. A. Sundah Armadi , Andi A. O. Arnesia Indah Batara Aruperes, Vamela Arya Matadjang Asare, Serinalin Aulia A Mamonto Ayu Ekaristi Br Ginting Balgis Sakina Bintang Mario Situmorang Bolung, Miracle Samuel Br. Barus, Anja Falentina Br. Berutu, Heriana Forida Briggta Rantung Bumulo, Vila Aptiara Carla Claudia Waleleng Caroline Stiassa, Angelia Celsi Kobandaha Chotimah, Kencana Khusnul Chrispin Injillia Direno Christo Waas Chrychanta Anatasya Kaunang Chrystilia Rengkuan Cika Faradila Umalekhoa Cindy Natalia Mantako Cisilia Masambe Clara Sinta Ginting Conni Agnesti Tom Cristin Natalia Pasaribu Cristin Natalia Pasaribu Dandi Mustafa Syam Hamid Daniel, Tandaju Christian Deetje Josephine Solang Deetje Josephine Solang Deklay Nainggolan Dheandro Dheandro Dinda Mamonto Dinsiana Momongan Dominicus Tinus Dongkilat, Meyvi E. Y. Makaambahe, Deria Elvira Rentandu Erick W. R Iman Ericka Runtunuwu Eunike S Tulenan Eva Desanta Claudya Thomas Feronika Posumah Frauli Tatilu Gagola, Preysi Galuh Aransiti Khan Galuh Aransiti Khan Ginting, Clara Gustina Pandiangan Hansang, Cinta Bellatrix Hartati, Meike E. Herlambang, Netania Heydemans, Paul Hiola, Taufik R. Huntua, Meilysa Injilia Liba Pontoh Irnawati Mine’ Jasin Taher Jeremia O. Tenda Jeremy Tinggogoy Jessica K Singal Jofie Hilda Mandang Jonathan Ray Melo Jonathan Tindas Joshua Maliatja Joshua Ngantung Joulanda A. M. Rawis Joulanda A. M. Rawis Julianus Gesuri Daud Junawal, Muhammad Iksan Junio A. M. Manantung Justina Bernadetta Kamal, Luluk Syahrul Kapahang, Gloridei Lingkanbene Kaparang, Christia G Karamoy, Pingkan Kawuwung, Juan Gregorius Kesek, Marcella Kezia Br Gurusinga Khoirul A. R. Yoyatan Kichiro P. P. Kosegeran Kindangen, Kasih Injilia Kojoh, Angela Kubika, Okriani Labosang, Sulistiawati Lande, Ananda Laurens, Delfiawati Lempoy, Amelia Marshanda Lihart Lumapow Lini, Sintike Liu, Arnold C Lumapow, Harol R Lumuhu, Chalsa Maryam Lumuhu, Chelsy Fatimah Lundeto, Vadila Putri Maarial, Amriani Malonda, Tesalonika Malvino C Pantas Mambu, Melky mamonto, Mutiara Havita Mandagi, Nisia Mandang, Jofie Hilda Manengkey, Julieta Mutiara J Mangantes , Meisie L Maramis, Marcelina Wijayanti Marchelyn Brigitha Ribka Supit Mariam Kerenhapukh Kere Mario Erick Wantah Maya Elvianti Tikat Meike Endang Hartati Meike Endang Hartati Meisie L. Mangantes Melani, Risva Melati S.A Sjarifuddin Meta, Joan Milala, Enta Olivia BR S. Mint Husen Raya Mint Husen Raya Aditama Modeong, Dia Puspita Sari Mokoagow , Tata P. Mokoagow, Tata Mozes Markus Wullur Mutiara Megalestari Undap N.Mogigir, Elizabet Nabila Wahyuni Midu Nadia Oktaria Tipa Natalia Artha Malau Natasya Refincha Avriel Kairupan Nazarina Lalu Nelsa Tonapa Nevalia Mokoagow Ntahu, Aldina Oktaveri armadi, Andi Arga Pandey, Ecachristi Melisa Pangalila, Dominika Pantow, Anssy Syahfitiri Paparang, Kenny Pauang, Andy Canrika Paul M. Heydemans Pigome, Maria Pinangkaan, Angelica Aquila Pontoh, Injilia Posumah, Margareth Pramesti, Kintan Radiva Putra, Lusius Andre Sutikno Putri Fauzia Russu Putri Keren Thio Rachelia Kimbal Rahayu Dwi Lestari Rahmatia A. Imam Raikokimmi V. R. Mamangkey Ramita Pongrangga Rantung, Brigita Rantung, Firna Tresya Raya, Mint Husen Renita Hanaya Br Tarigan Revalina Korompot Revalina Korompot Rivaldo Karenting Rivaldo Karundeng Rompis, Anissa Runtuwene, Nathazia Sahabat, Eugenia Salindeho, Aprilia Cecilia Christania Saragih , Angel P. F. Saragih, Angel Patricia Fandela Sasuwu, Chrispian Sasuwu, Chrispian Brainerd Senduk, Iren Shallomitha Zefanya Aror Sharron Aurelia Mende Silaen, Widia Manisa Silitonga, Mora Sillaen , Widia M. Silvia Appulembang Simangunsong, Anggi Innocensia Siti Mahrani M Rusli Sitti Saena Putri Julia Soreh , Frengky G. Soreh, Frengky Stevania Tambuwun Steven Johny Runtuwene Suehartono Syam Suehartono Syam Sumangkut, Jonathan Geraldi Sundalangi, Derol Josua Supit, Elshaday Suryani Suryani Suryani Suryani Takapipi, Costanli Tangkelangngan, Irma Tania R. A. Gultom Tarente , Orva Tarente, Orva Tarigan, Widianta Br Tarigan, Yusmiar Br Tellma M. Tiwa Tellma Monna Tiwa Temponbuka, Krisnover Tendean, Candy Tesalonika br Ginting Timban, Meily Christilia Miranda Tinentang, Novelia Christine Tonapa, Nelsa Tulungen, Chrisna Tumandung, Ketilina Turang, Mayglory Oinori Evrata Umangsangadji, Ferawati Vamela Aruperes Wahyu Rumerung Warawarin, Klaudia Wawo, Vannessa Virginia Wowor, Restika Wuner, Nasrani Wurangian, Blessing Putri Y.P Tiwa, Marcellino Yoas Sotomo Telaumbanua Yoda Shine Sion Yonatan Tampi Zakirah J.S Moekari ⁠Yerikho pratasik