Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Negeri Manado Pengguna Artificial Intelligence (ChatGPT) Berdasarkan Jenis Kelamin Tania R. A. Gultom; Meisie L. Mangantes; Rinna Y. Kasenda
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.572

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan motivasi belajar antara mahasiswa laki-laki dan perempuan yang menggunakan Artificial Intelligence (ChatGPT) di Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-korelasional dengan rancangan ex post facto. Dari total populasi 188 mahasiswa aktif angkatan 2023-2025, diambil sampel sebanyak 128 responden (26 laki-laki dan 102 perempuan) melalui teknik disproportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang terdiri dari 14 butir pernyataan. Selain statistik deskriptif, analisis data juga dilakukan melalui uji normalitas (Shapiro-Wilk dan Kolmogorov-Smirnov), uji homogenitas Levene, serta uji t (Independent Sample T-Test) untuk menguji hipotesis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar antara kedua kelompok tersebut sangat mirip, yaitu 51,62 (SD = 7,047) untuk mahasiswa laki-laki dan 51,82 (SD = 6,361) untuk mahasiswi perempuan. Perbedaan yang sangat kecil, yaitu hanya 0,16 poin ini, menghasilkan nilai signifikansi 2-tailed sebesar 0,929 (p > 0,05), sehingga H0 diterima. Dengan demikian, data ini membuktikan bahwa faktor gender tidak memberikan perbedaan yang nyata secara statistik terhadap motivasi belajar mahasiswa pengguna ChatGPT. Temuan ini menunjukkan bahwa dorongan dan semangat belajar mahasiswa sebenarnya tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin, melainkan lebih ditentukan oleh faktor lain seperti karakteristik pribadi, kebutuhan tugas kuliah, serta tingkat literasi digital mereka. Abstract This study aims to examine whether there are differences in learning motivation between male and female students who use Artificial Intelligence (ChatGPT) in the Guidance and Counseling Program at Manado State University. This study employed a descriptive-correlational quantitative approach with an ex post facto design. From a total population of 188 active students in the 2023-2025 cohort, a sample of 128 respondents (26 male and 102 female) was selected using disproportionate stratified random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire consisting of 14 statements. In addition to descriptive statistics, data analysis was conducted using normality tests (Shapiro-Wilk and Kolmogorov-Smirnov), Levene’s test for homogeneity of variances, and an independent samples t-test to test the main hypothesis. The results showed that the mean learning motivation scores between the two groups were very similar: 51.62 (SD = 7.047) for male students and 51.82 (SD = 6.361) for female students. This very small difference-only 0.16 points-resulted in a two-tailed significance value of 0.929 (p > 0.05), so H0 was accepted. Thus, these data demonstrate that gender does not have a statistically significant effect on the learning motivation of students who use ChatGPT. These findings suggest that students’ motivation and enthusiasm for learning are not actually influenced by gender, but are instead determined by other factors such as personal characteristics, academic assignment requirements, and their level of digital literacy.
Layanan Konseling Individual dengan Teknik Rational Emotif Behavior Therapy untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa Korban Bullying Verbal di SMP Negeri 3 Tomohon Galuh Aransiti Khan; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa korban bullying verbal melalui penerapan layanan konseling individual dengan teknik Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) di SMP Negeri 3 Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seorang peserta didik yang memiliki rasa percaya diri rendah akibat menjadi korban bullying verbal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rasa percaya diri pada subjek penelitian. Skor observasi siswa pada siklus I sebesar 29 dan skor angket sebesar 42. Pada siklus II, skor observasi meningkat menjadi 45 dan skor angket meningkat menjadi 54, yang menunjukkan peningkatan yang lebih efektif. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa teknik Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) efektif dalam membantu siswa mengidentifikasi dan mengatasi pikiran-pikiran irasional yang menghambat rasa percaya diri akibat bullying verbal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa layanan konseling individual dengan teknik Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) Dapat meningkatkan Rasa Percaya diri siswa korban bullying verbal.
Layanan Bimbingan Kelompok dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa di SMP PGRI Pinaras Angelista Tamuntuan; Tellma M. Tiwa; Rinna Yuanita Kasenda
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa di SMP PGRI PINARAS melalui program Bimbingan Kelompok dengan pendekatan Terapi Perilaku Kognitif. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan melalui pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Subjek yang terlibat adalah empat siswa kelas VII di SMP PGRI Pinaras yang mengalami kendala dalam hal percaya diri. Instrumen penelitian meliputi Observasi, Dokumentasi, dan Angket percaya diri yang terdiri dari 15 pernyataan dengan menggunakan skala likert 4. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang sederhana. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada rata-rata skor percaya diri dari 22,5 dengan kategori rendah di pra-siklus, meningkat menjadi 38,25 dalam kategori sedang pada siklus I, dan lebih tinggi lagi menjadi 50,25 yang masuk kategori tinggi pada siklus II. Oleh karena itu, Layanan Bimbingan Kelompok dengan Pendekatan Terapi Perilaku Kognitif terbukti efektif dalam meningkatkan percaya diri para siswa yang berpartisipasi di SMP PGRI Pinaras.
Penerapan Layanan Konseling Individu dengan Pendekatan Client Centered Therapy untuk Meningkatkan Penyesuaian Sosial Siswa di SMP Negeri 3 Tomohon Nazarina Lalu; Tellma M. Tiwa; Rinna Kasenda
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.146

Abstract

Penelitian ini tujuannya untuk meningkatkan adaptasi sosial siswa melalui penerapan layanan konseling individu dengan pendekatan Client Centered Therapy untuk meningkatkan penyesuaian social siswa di SMP Negeri 3 Tomohon. Latar belakang permasalahan penelitian ini terkait dengan beberapa siswa yang menunjukan perilaku mengasingkan diri dalam interaksi sosial dan mengalami kesulitan berkomunikasi dengan rekan sebaya. Dalam penelitian ini diterapkan metode  PTBK, untuk subjek penelitian yang terpilih adalah seorang siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial yang rendah. Data dikumpulkan melalui teknik pengamatan observasi, wawancara, angket dan pengumpulan dokumen. Instrumen angket untuk penyesuaian sosial terdiri dari 16 butir dengan skala likert. Analisis data dibuat dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang sederhana melalui perhitungan persentase skor. Temuan penelitian menunjukan peningkatan yang signifikan dalam adaptasi sosial siswa. Pada tahap pra-siklus, skor yang diperoleh 32 (50%) yang masuk kategori rendah. Setelah pelaksanaan siklusI, skor tersebut naik menjadi 47 (73,43%) pada kategori sedang. Pada siklusII, skor kembali meningkat menjadi 61 (95,31%) dengan kategori Tinggi. Berdasarkan kajian ini, layanan konseling individu dengan pendekatan client centred therapy terbukti efektif meningkatkan penyesuaian sosial siswa di SMP Negeri 3 Tomohon.
Perbedaan Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Negeri Manado Pengguna Artificial Intelligence (ChatGPT) Berdasarkan Jenis Kelamin Tania R. A. Gultom; Meisie L. Mangantes; Rinna Y. Kasenda
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.572

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan motivasi belajar antara mahasiswa laki-laki dan perempuan yang menggunakan Artificial Intelligence (ChatGPT) di Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-korelasional dengan rancangan ex post facto. Dari total populasi 188 mahasiswa aktif angkatan 2023-2025, diambil sampel sebanyak 128 responden (26 laki-laki dan 102 perempuan) melalui teknik disproportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang terdiri dari 14 butir pernyataan. Selain statistik deskriptif, analisis data juga dilakukan melalui uji normalitas (Shapiro-Wilk dan Kolmogorov-Smirnov), uji homogenitas Levene, serta uji t (Independent Sample T-Test) untuk menguji hipotesis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar antara kedua kelompok tersebut sangat mirip, yaitu 51,62 (SD = 7,047) untuk mahasiswa laki-laki dan 51,82 (SD = 6,361) untuk mahasiswi perempuan. Perbedaan yang sangat kecil, yaitu hanya 0,16 poin ini, menghasilkan nilai signifikansi 2-tailed sebesar 0,929 (p > 0,05), sehingga H0 diterima. Dengan demikian, data ini membuktikan bahwa faktor gender tidak memberikan perbedaan yang nyata secara statistik terhadap motivasi belajar mahasiswa pengguna ChatGPT. Temuan ini menunjukkan bahwa dorongan dan semangat belajar mahasiswa sebenarnya tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin, melainkan lebih ditentukan oleh faktor lain seperti karakteristik pribadi, kebutuhan tugas kuliah, serta tingkat literasi digital mereka. Abstract This study aims to examine whether there are differences in learning motivation between male and female students who use Artificial Intelligence (ChatGPT) in the Guidance and Counseling Program at Manado State University. This study employed a descriptive-correlational quantitative approach with an ex post facto design. From a total population of 188 active students in the 2023-2025 cohort, a sample of 128 respondents (26 male and 102 female) was selected using disproportionate stratified random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire consisting of 14 statements. In addition to descriptive statistics, data analysis was conducted using normality tests (Shapiro-Wilk and Kolmogorov-Smirnov), Levene’s test for homogeneity of variances, and an independent samples t-test to test the main hypothesis. The results showed that the mean learning motivation scores between the two groups were very similar: 51.62 (SD = 7.047) for male students and 51.82 (SD = 6.361) for female students. This very small difference-only 0.16 points-resulted in a two-tailed significance value of 0.929 (p > 0.05), so H0 was accepted. Thus, these data demonstrate that gender does not have a statistically significant effect on the learning motivation of students who use ChatGPT. These findings suggest that students’ motivation and enthusiasm for learning are not actually influenced by gender, but are instead determined by other factors such as personal characteristics, academic assignment requirements, and their level of digital literacy.
Layanan Konseling Individual dengan Teknik Rational Emotif Behavior Therapy untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa Korban Bullying Verbal di SMP Negeri 3 Tomohon Galuh Aransiti Khan; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa korban bullying verbal melalui penerapan layanan konseling individual dengan teknik Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) di SMP Negeri 3 Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seorang peserta didik yang memiliki rasa percaya diri rendah akibat menjadi korban bullying verbal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rasa percaya diri pada subjek penelitian. Skor observasi siswa pada siklus I sebesar 29 dan skor angket sebesar 42. Pada siklus II, skor observasi meningkat menjadi 45 dan skor angket meningkat menjadi 54, yang menunjukkan peningkatan yang lebih efektif. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa teknik Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) efektif dalam membantu siswa mengidentifikasi dan mengatasi pikiran-pikiran irasional yang menghambat rasa percaya diri akibat bullying verbal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa layanan konseling individual dengan teknik Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) Dapat meningkatkan Rasa Percaya diri siswa korban bullying verbal.
Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Behavior Contract dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMTK Berea Tondano: Penelitian Conni Agnesti Tom; Rinna Y. Kasenda; Deklay Nainggolan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6034

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan siswa melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik behavior contract di SMTK Berea Tondano. Masalah awal menunjukkan disiplin siswa masih rendah, ditandai keterlambatan, pelanggaran aturan, dan kurangnya tanggung jawab terhadap tugas. Penelitian melaksanakan pendekatan PTBK dalam dua siklus dengan enam siswa sebagai subjek yang dipilih karena tingkat disiplin yang rendah. Data diperoleh melalui angket dan observasi, lalu dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pra-tindakan, siklus I, dan siklus II. Hasil menunjukkan peningkatan bertahap dari kategori rendah pada pra-tindakan, menjadi sedang pada siklus I, hingga tinggi pada siklus II, sehingga teknik behavior contract terbukti efektif meningkatkan kedisiplinan siswa.
Strategi Guru BK dalam Mengatasi Perilaku Membolos pada Siswa Broken Home di SMKN 1 Kotamobagu Revalina Korompot; Rinna Yuanita Kasenda; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi perilaku membolos pada siswa broken home di SMK Negeri 1 Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas guru BK dan siswa yang mengalami perilaku membolos.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru BK dalam mengatasi perilaku membolos pada siswa broken homedilakukan melalui identifikasi kondisi siswa, pendataan absensi, pemanggilan siswa, pelaksanaan konseling individu, pemberian layanan bimbingan klasikal, pendekatan persuasif, pemberian motivasi, kerja sama dengan orang tua atau wali, serta tindak lanjut secara berkelanjutan. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan siswa broken home melakukan perilaku membolos meliputi kondisi keluarga yang kurang harmonis, pertengkaran orang tua, kurangnya perhatian dari keluarga, rendahnya motivasi belajar, masalah emosional, serta pengaruh lingkungan pergaulan. Hambatan yang dihadapi guru BK dalam pelaksanaan strategi tersebut antara lain kurangnya keterbukaan siswa, minimnya dukungan dari keluarga, dan kondisi emosional siswa yang belum stabil. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi guru BK perlu dilaksanakan secara empatik, intensif, dan kolaboratif agar perilaku membolos pada siswa dapat diminimalkan.
Strategi Guru BK dalam Mengatasi Perilaku Membolos pada Siswa Broken Home di SMKN 1 Kotamobagu Revalina Korompot; Rinna Yuanita Kasenda; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi perilaku membolos pada siswa broken home di SMK Negeri 1 Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas guru BK dan siswa yang mengalami perilaku membolos.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru BK dalam mengatasi perilaku membolos pada siswa broken homedilakukan melalui identifikasi kondisi siswa, pendataan absensi, pemanggilan siswa, pelaksanaan konseling individu, pemberian layanan bimbingan klasikal, pendekatan persuasif, pemberian motivasi, kerja sama dengan orang tua atau wali, serta tindak lanjut secara berkelanjutan. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan siswa broken home melakukan perilaku membolos meliputi kondisi keluarga yang kurang harmonis, pertengkaran orang tua, kurangnya perhatian dari keluarga, rendahnya motivasi belajar, masalah emosional, serta pengaruh lingkungan pergaulan. Hambatan yang dihadapi guru BK dalam pelaksanaan strategi tersebut antara lain kurangnya keterbukaan siswa, minimnya dukungan dari keluarga, dan kondisi emosional siswa yang belum stabil. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi guru BK perlu dilaksanakan secara empatik, intensif, dan kolaboratif agar perilaku membolos pada siswa dapat diminimalkan.
The Effect of Principal Leadership on Student Bullying Behavior in Public Senior High Schools in Manado City Rinna Y. Kasenda; Joulanda A. M. Rawis; Harol R. Lumapow; Tellma M. Tiwa
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 9 No 2 (2026): International Journal of Education, information technology   and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying in senior high school settings constitutes a serious issue in educational management, as it directly affects students’ sense of safety, psychological well-being, and the overall quality of the learning process. Principals are normatively positioned as strategic actors in fostering a safe, violence-free school culture. However, the assumption that principal leadership automatically exerts a direct impact on students’ bullying behavior has rarely been examined empirically, particularly within the context of public schools. This study aims to critically analyze the influence of principal leadership on bullying behavior among students in public senior high schools in Manado City. This study employed a quantitative approach using an explanatory survey design. The research population consisted of all students enrolled in public senior high schools in Manado City, with a sample of 385 students determined using the Lemeshow formula. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring principal leadership and students’ bullying behavior. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS software, including validity testing, reliability testing, model fit evaluation, and structural relationship analysis. The results indicate that principal leadership does not have a direct and significant effect on student’s bullying behavior. This finding suggests that principal leadership operates indirectly and primarily functions at the structural and policy levels, whereas bullying behavior is shaped through students’ everyday social dynamics. Therefore, bullying prevention cannot rely solely on formal leadership, but requires the strengthening of school systems, a supportive school climate, and consistent educational practices. This study contributes theoretically by affirming that the relationship between principal leadership and bullying behavior is non-linear. Practically, the findings recommend that principals should not focus exclusively on administrative aspects, but also enhance the implementation mechanisms of anti-bullying policies to effectively reach students’ actual behavior within the school environment.
Co-Authors Abram Sanggel Adilang, Angriani Aldinata Amalia Nahwar Dolongseda Anatacia Michelle Tasiam Andrea Angelita Kusen Andro Tatemba Angel Sindar Angela Kojoh Angelica Aquila Pinangkaan Angelista Tamuntuan Angelista Tamuntuan Angelita Martono Anggrian, Riki Anggun Mandias Angkouw, Phillya Caitlin Aprillia Sriwangi Kansil Argita Argita Argita, Argita Ariantje J. A. Sundah Armadi , Andi A. O. Arnesia Indah Batara Aruperes, Vamela Arya Matadjang Asare, Serinalin Aulia A Mamonto Ayu Ekaristi Br Ginting Balgis Sakina Bintang Mario Situmorang Bolung, Miracle Samuel Br. Barus, Anja Falentina Br. Berutu, Heriana Forida Briggta Rantung Bumulo, Vila Aptiara Carla Claudia Waleleng Caroline Stiassa, Angelia Celsi Kobandaha Chotimah, Kencana Khusnul Chrispin Injillia Direno Christo Waas Chrychanta Anatasya Kaunang Chrystilia Rengkuan Cika Faradila Umalekhoa Cindy Natalia Mantako Cisilia Masambe Clara Sinta Ginting Conni Agnesti Tom Cristin Natalia Pasaribu Cristin Natalia Pasaribu Dandi Mustafa Syam Hamid Daniel, Tandaju Christian Deetje Josephine Solang Deetje Josephine Solang Deklay Nainggolan Dheandro Dheandro Dinda Mamonto Dinsiana Momongan Dominicus Tinus Dongkilat, Meyvi E. Y. Makaambahe, Deria Elvira Rentandu Erick W. R Iman Ericka Runtunuwu Eunike S Tulenan Eva Desanta Claudya Thomas Feronika Posumah Frauli Tatilu Gagola, Preysi Galuh Aransiti Khan Galuh Aransiti Khan Ginting, Clara Gustina Pandiangan Hansang, Cinta Bellatrix Hartati, Meike E. Herlambang, Netania Heydemans, Paul Hiola, Taufik R. Huntua, Meilysa Injilia Liba Pontoh Irnawati Mine’ Jasin Taher Jeremia O. Tenda Jeremy Tinggogoy Jessica K Singal Jofie Hilda Mandang Jonathan Ray Melo Jonathan Tindas Joshua Maliatja Joshua Ngantung Joulanda A. M. Rawis Joulanda A. M. Rawis Julianus Gesuri Daud Junawal, Muhammad Iksan Junio A. M. Manantung Justina Bernadetta Kamal, Luluk Syahrul Kapahang, Gloridei Lingkanbene Kaparang, Christia G Karamoy, Pingkan Kawuwung, Juan Gregorius Kesek, Marcella Kezia Br Gurusinga Khoirul A. R. Yoyatan Kichiro P. P. Kosegeran Kindangen, Kasih Injilia Kojoh, Angela Kubika, Okriani Labosang, Sulistiawati Lande, Ananda Laurens, Delfiawati Lempoy, Amelia Marshanda Lihart Lumapow Lini, Sintike Liu, Arnold C Lumapow, Harol R Lumuhu, Chalsa Maryam Lumuhu, Chelsy Fatimah Lundeto, Vadila Putri Maarial, Amriani Malonda, Tesalonika Malvino C Pantas Mambu, Melky mamonto, Mutiara Havita Mandagi, Nisia Mandang, Jofie Hilda Manengkey, Julieta Mutiara J Mangantes , Meisie L Maramis, Marcelina Wijayanti Marchelyn Brigitha Ribka Supit Mariam Kerenhapukh Kere Mario Erick Wantah Maya Elvianti Tikat Meike Endang Hartati Meike Endang Hartati Meisie L. Mangantes Melani, Risva Melati S.A Sjarifuddin Meta, Joan Milala, Enta Olivia BR S. Mint Husen Raya Mint Husen Raya Aditama Modeong, Dia Puspita Sari Mokoagow , Tata P. Mokoagow, Tata Mozes Markus Wullur Mutiara Megalestari Undap N.Mogigir, Elizabet Nabila Wahyuni Midu Nadia Oktaria Tipa Natalia Artha Malau Natasya Refincha Avriel Kairupan Nazarina Lalu Nelsa Tonapa Nevalia Mokoagow Ntahu, Aldina Oktaveri armadi, Andi Arga Pandey, Ecachristi Melisa Pangalila, Dominika Pantow, Anssy Syahfitiri Paparang, Kenny Pauang, Andy Canrika Paul M. Heydemans Pigome, Maria Pinangkaan, Angelica Aquila Pontoh, Injilia Posumah, Margareth Pramesti, Kintan Radiva Putra, Lusius Andre Sutikno Putri Fauzia Russu Putri Keren Thio Rachelia Kimbal Rahayu Dwi Lestari Rahmatia A. Imam Raikokimmi V. R. Mamangkey Ramita Pongrangga Rantung, Brigita Rantung, Firna Tresya Raya, Mint Husen Renita Hanaya Br Tarigan Revalina Korompot Revalina Korompot Rivaldo Karenting Rivaldo Karundeng Rompis, Anissa Runtuwene, Nathazia Sahabat, Eugenia Salindeho, Aprilia Cecilia Christania Saragih , Angel P. F. Saragih, Angel Patricia Fandela Sasuwu, Chrispian Sasuwu, Chrispian Brainerd Senduk, Iren Shallomitha Zefanya Aror Sharron Aurelia Mende Silaen, Widia Manisa Silitonga, Mora Sillaen , Widia M. Silvia Appulembang Simangunsong, Anggi Innocensia Siti Mahrani M Rusli Sitti Saena Putri Julia Soreh , Frengky G. Soreh, Frengky Stevania Tambuwun Steven Johny Runtuwene Suehartono Syam Suehartono Syam Sumangkut, Jonathan Geraldi Sundalangi, Derol Josua Supit, Elshaday Suryani Suryani Suryani Suryani Takapipi, Costanli Tangkelangngan, Irma Tania R. A. Gultom Tarente , Orva Tarente, Orva Tarigan, Widianta Br Tarigan, Yusmiar Br Tellma M. Tiwa Tellma Monna Tiwa Temponbuka, Krisnover Tendean, Candy Tesalonika br Ginting Timban, Meily Christilia Miranda Tinentang, Novelia Christine Tonapa, Nelsa Tulungen, Chrisna Tumandung, Ketilina Turang, Mayglory Oinori Evrata Umangsangadji, Ferawati Vamela Aruperes Wahyu Rumerung Warawarin, Klaudia Wawo, Vannessa Virginia Wowor, Restika Wuner, Nasrani Wurangian, Blessing Putri Y.P Tiwa, Marcellino Yoas Sotomo Telaumbanua Yoda Shine Sion Yonatan Tampi Zakirah J.S Moekari ⁠Yerikho pratasik