Claim Missing Document
Check
Articles

Found 57 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

KARAKTERISTIK TAWAS DARI KALENG MINUMAN BEKAS DENGAN KATALIS KOH DAN NaOH UNTUK PENJERNIH AIR Mulyatun Mulyatun; Masrullita Masrullita; Zainuddin Ginting; Azhari Azhari; Eddy Kurniawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6165

Abstract

Persediaan air bersih di Indonesia ini semakin terbatas, mengingat sumber air untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia saat ini Sebagian besar sudah tercemar karena kegiatan manusia itu sendiri. Akibatnya perlu pengolahan lebih lanjut agar dapat menghasilkan air bersih. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan kadar kemurnian tawas dari kaleng bekas, mengetahui karakteristik tawas dari kaleng minuman bekas, dan menentukan berapa derajat keasaman dari tawas kaleng bekas. Pada penelitian ini dipakai kaleng pocari sweat sebanyak 5 g dengan katalis KOH dan NaOH dibersihkan zat warnanya terlebih dahulu, kemudian dipotong kecil-kecil kemudian ditambahkan katalis KOH dan NaOH kemudian disaring dan ditambahkan larutan H2SO4. Pada penelitian ini digunakan konsentrasi KOH 25 g, 50 g, 75 g dan NaOH 25 g, 50 g, dan 75 g dengan H2SO4 9M dan berat sampel 5 gram dimana jumlah tawas yang paling banyak didapatkan pada konsentrasi KOH 75 g dengan berat tawas 34,27 g dan rendemennya sebanyak 40,50 %. Dan pada konsentrasi NaOH jumlah tawas yang paling banyak didapatkan pada konsentraasi NaOH 75 g dengan berat tawas sebanyak 31,60 g dan rendemen 37,35 %. Pada pengujian pH awal air yang di uji adalah 6,9 pada waktu penjernihan air 1 jam dengan menggunakan massa tawas pada waktu penjernihan air 1 jam dengan massa tawas 0,5 gr pH air kolam yang diperoleh 3.9, massa tawas 1 gr pH air 3.4, massa tawas 1.5 gr pH air 2.6, massa tawas 2 gr pH air 2.4 dan massa tawas 2.5 pH air 2.3. Tawas yang terbuat dari kaleng minuman pocari sweat dengan katalis KOH dan NaOH dapat menjernihkan air. Hasil penjernihan air yang terbaik dengan tingkat turbidity (kekeruhan) air pada dosis tawas 2,5 g dengan waktu penjernihan 3 jam yaitu 2,85 NTU dengan  awal 26,6 NTU dari tawas yang terbuat dari NaOH.
Pembuatan Sabun Mandi Padat Menggunakan Bahan Baku Minyak Jarak (Castor Oil) dengan Penambahan Minyak Serai Devia Ayu Setyowati; Muhammad Muhammad; Jalaluddin Jalaluddin; Zainuddin Ginting; Eddy Kurniawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.7951

Abstract

Sabun merupakan garam logam alkali dari asam lemak yang dihasilkan dari reaksi saponifikasi asam lemak dengan alkali basa. Pembuatan sabun mandi padat ini menggunakan bahan baku minyak jarak dengan penambahan minyak serai sebagai pewangi alami. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari karakteristik sabun yang dibuat dari minyak jarak dengan penambahan minyak serai dan membandingkannya dengan SNI sabun padat (SNI 06-3521-1994). Metode yang digunakan dalam pembuatan sabun mandi padat pada penelitian ini yaitu menggunakan metode panas. Hasil yang didapatkan pada penelitian pembuatan sabun mandi padat yang baik yaitu pada konsentrasi NaOH 30% dan 35% dengan volume minyak serai 2,5 mL dengan parameter kadar alkali bebas 0,08%, kadar air 14,2%, pH 10,5 sedangkan parameter densitas memiliki nilai 0,961 gr/cm3 yang masih belum memenuhi SNI. Uji organoleptik yang paling disukai oleh panelis adalah sabun yang terbuat dari konsentrasi NaOH 40% dengan volume minyak serai 5 mL dan 7,5 mL. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini ialah berdasarkan uji karakteristik yang telah dilakukan maka dapat dikatakan bahwa sabun mandi yang dihasilkan masih banyak yang belum memenuhi standar uji SNI.
Pembuatan Permen Jeli Dari Sari Kulit Semangka Dengan Penambahan Kadar Gula Nadira Diandra; Zainuddin Ginting; Eddy Kurniawan; Muhammad Muhammad; Syamsul Bahri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.6605

Abstract

Penelitian pembuatan permen jeli dari sari kulit semangka dengan penambahan kadar gula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar gula terhadap kualitas permen jeli dari sari kulit semangka secara fisik, kimia, dan perkapangan serta untuk mengetahui konsentrasi gula dan CMC yang tepat. Pada peneltian adapun bahan yang digunakan meliputi sari kulit semangka, CMC, gula pasir, asam sitrat dan air. Berdasarkan hasil analisa menunjukkan bahwa penambahan kadar gula terhadap pembuatan permen jeli kulit semangka berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu dan kapang. Penambahan kadar gula dengan 400, 450, dan 500 gram dan variasi penambahan CMC 4,6 dan 8 gram memperoleh kadar air yang bagus terdapat pada 500 gram gula dan 8 gram CMC dengan kadar air 20% dan kadar abu 1,92% telah memenuhi standar SNI permen jeli , kapang yang terjadi pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dilihat penampakan kapang secara makrokopis dan mikrokopis dapat dibandingkan dengan petunjuk bahwa kapang yang tumbuh Aspergillus Niger
Pengaruh waktu fermentasi terhadap mutu kopi menggunakan bakteri asam laktat dari yakult Hijratul Izzati; Jalaluddin Jalaluddin; Zainuddin Ginting; Eddy Kurniawan; Sulhatun Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6596

Abstract

ABSTRAKFermentasi merupakan proses perombakan senyawa organik oleh mikroorganisme yang melibatkan enzim yang dihasilkan sebagai biokatalis dalam lingkungan yang dikendalikan. Komponen kimia didalam kopi seperti kafein, asam klorogenat, trigonelin, karbohidrat, lemak, asam amino, asam organik, aroma volatil dan mineral dapat menghasilkan efek yang menguntungkan dan membahayakan kesehatan. Bakteri asam laktat adalah bakteri yang mampu memfermentasikan gula atau karbohidrat untuk memproduksi asam laktat dalam jumlah besar. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan bakteri asam laktat pada yakult sebagai media fermentasi biji kopi untuk menghasilkan bubuk kopi dengan mutu yang lebih baik. Proses fermentasi melibatkan bakteri Lactobacillus caseipada yakult sebagai media fermentasi dengan variasi waktu fermentasi dan jenis kopi. Kadar kopi paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi 60 jam untuk kopi robusta dan arabika yaitu 5% dan 4%, kadar sari paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi 12 jam untuk kopi robusta dan arabika yaitu 35% dan 27 %, kadar kopi paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi 48 jam untuk kopi robusta yaitu 1,075 % dan 36 jam untuk kopi arabika yaitu 0,985 %, kopi dengan rasa paling nikmat diperoleh pada waktu fermentasi 36 jam untuk robusta dan arabika dengan skor masing-masing 5, warna paling enak pada waktu fermentasi 60 jam untuk robusta dan arabika dengan skor masing-masing 5,dan aroma paling enak adalah pada waktu fermentasi 12 jam untuk robusta dan arabika dengan skor masing-masing serta kadar abu tertinggi diperoleh pada waktu fermentasi 12 jam yaitu 4,6 % untuk robusta dan 4,585% untuk arabika. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa kopi yang difermentasi oleh bakteri Lactobacillus casei masih berada pada syarat mutu bubuk kopi berdasarkan SNI 01-3542-2004. 
BIOFOAM BERBAHAN PATI SAGU DENGAN PENGUAT SELULOSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI KEMASAN MAKANAN DENGAN METODE THERMOPRESSING Nur rizqi Fattah Lubis; Rozanna Dewi; Sulhatun sulhatun; Zainuddin Ginting; Muhammad Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6419

Abstract

Penggunaan styrofoam sebagai kemasan makanan sangat banyak digunakan. Hal ini dikarenakan karekteristik styrofoam sangat ringan, mudah dibawa, tahan air, tahan panas maupun dingin, dan sangat murah.  Penggunaan styrofoam sebagai kemasan makanan secara terus menerus dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitar. Untuk mengatasi dampak tersebut diperlukan kemasan makanan alternatif yang ramah lingkungan dan dapat menggantikan penggunaan styrofoam. Biofoam merupakan kemasan makanan alternatif pengganti styrofoam berbahan pati dan serat. Serat tandan kosong kelapa sawit memiliki selulosa sebanyak 33,25%. Dengan kandungan selulosa yang cukup tinggi ini maka serat tandan kosong kelapa sawit dapat dijadikan sebagai pilihan alternatif dalam pembuatan biofoam. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi NaOH serta penambahan serat tandan kosong kelapa sawit terhadap kualitas biofoam. Biofoam ini dibuat dengan teknik thermopressing dan waktu pencetakan 60 menit, temperatur pencetakan 170°C, konsentrasi NaOH sebesar 3%, 4%, 5% dan 6%, serta berat serat tandan kosong kelapa sawit adalah 15 gram, 30 gram, 45 gram dan 60 gram lalu ditambah magnesium stearat sebanyak 3 gram. Karakteristik biofoam ditandai dengan adanya uji kuat tarik, kuat tekan, daya serap air, densitas, dan biodegradabilitas. Hasil karakteristik biofoam terbaik adalah konsentrasi NaOH 5% serta berat serat tandan kosong kelapa sawit 30 gram dengan  kuat tekan sebesar 2,31 N/mm2, kuat tarik sebesar 2,23 N/mm2, densitas 0,183 gr/cm3, daya serap air 11,37% dan biodegradabilitas sebesar 21,01%.
KINETIKA HIDROLISA KULIT PISANG AWAK (MUSA PARADISIACA VAR. AWAK) MENJADI GLUKOSA MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT Putri Sara Fhariza; Azhari Azhari; Zainuddin Ginting; Lukman Hakim; Meriatna Meriatna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.9535

Abstract

Kulit pisang awak merupakan limbah bahan buangan yang cukup banyak jumlahnya. Salah satu kandungan dalam kulit pisang awak adalah pati yang mengandung karbohidrat yang dapat dikonversi menjadi glukosa dengan proses hidrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan glukosa dari kulit pisang awak dan menganalisa pengaruh suhu dan waktu hidrolisa serta menghitung kinetika reaksi hidrolisa tersebut. Proses hidrolisis kulit pisang awak menggunakan katalis H2SO4 dilakukan dalam labu hidrolisis dengan variasi suhu 70, 80, dan 90 14℃">  dan waktu 10, 15, 20, 25, 40, dan 50 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa paling tinggi diperoleh 40% dengan jumlah 9,176 gr, yield paling tinggi sebesar 91,76%, konversi glukosa yang paling tinggi sebesar 82,58%, hasil ini diperoleh pada waktu hidrolisa 50 menit dan suhu 90 14℃"> . Kinetika reaksi hidrolisis kulit pisang awak menggunakan katalis H2SO4 mengikuti  reaksi orde satu,  pengaruh suhu terhadap konstanta kecepatan reaksi mengikuti persamaan Arhenius dengan nilai konstanta kecepatan reaksi untuk masing-masing temperatur 70, 80 dan 90 14℃">  berturut-turut adalah 0,0141, 0,0286 dan 0,0372 menit-1 dengan energi aktivasi sebesar 50.416,096 kJ/mol.
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Glukosa Menggunakan Katalis Asam Sulfat Zulfida Najla Azni; Jalaluddin Jalaluddin; Eddy Kurniawan; Zainuddin Ginting; Masrullita Masrullita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.8648

Abstract

Pisang adalah salah satu bahan makanan yang sangat potensial dijadikan produksi berbagai makanan. Hasil panennya melimpah di Indonesia, begitu pula dengan limbah kulit pisang yang dihasilkan. Limbah kulit pisang merupakan salah satu bahan yang tinggi karbohidrat sehingga berpotensi tinggi untuk diolah menjadi berbagai produk, salah satunya glukosa melalui proses hidrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan glukosa dari limbah kulit pisang raja dan mempelajari pengaruh konsentrasi katalis asam sulfat pada reaksi hidrolisis kulit pisang terhadap hasil glukosa yang diperoleh. Selanjutnya kulit pisang raja di hidrolisis menggunakan larutan H2SO4 dengan konsentrasi 0.5 M dan 1 M. Waktu yang digunakan yaitu 45 menit,60 menit, 75 menit dan 90 menit dalam berbagai suhu operasi yaitu 80oC, 90oC dan 100oC. Setelah dianalisis kandungan glukosanya menggunakan refraktrometer didapatkan glukosa tertinggi yaitu sebesar 30.4% pada suhu 100oC, waktu 90 menit dengan konsentrasi asam sulfat sebesar 1 M. Dengan yield tertinggi sebesar 78% dan konversi sebesar 76% pada suhu, waktu dan konsentrasi yang tebesar dari penelitian ini. Sehingga diketahui bahwa semakin tinggi suhu, semakin lama waktu hidrolisis dan semakin besar konsentrasi katalis yang digunakan maka semakin besar kadar glukosa, persentase yield dan konversi yang dihasilkan.
PENGARUH SUHU DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP KUALITAS PEKTIN DARI LIMBAH KULIT PEPAYA Eva Diana; Agam Muarif; Ishak Ibrahim; Meriatna Meriatna; Zainudding Ginting
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i3.9716

Abstract

Pektin adalah senyawa polisakarida kompleks yang terdapat dalam dinding sel tumbuhan dan dapat ditemukan dalam berbagai jenis tanaman pangan. Pektin banyak digunakan dalam industri makanan, farmasi dan kosmetik sebagai bahan perekat, pengental dan penstabil agar tidak terbentuk endapan. Salah satu tanaman yang memiliki kandungan pektin adalah buah pepaya, pektin terkandung dalam seluruh bagian tanaman pepaya, oleh karena itu peneliti memanfaatkan limbah kulit pepaya yang sudah tidak dimanfaatkan lagi sebagai bahan baku pembuatan pektin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh suhu dan waktu ekstraksi terhadap pektin yang dihasilkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya tetapi dengan menggunakan variasi konsentrasi pelarut asam sitrat. Sedangkan pada penelitian ini menggunakan pelarut asam klorida dengan variasi suhu dan waktu ekstraksi.  Variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini yaitu suhu 70◦C, 80◦C dan 90◦C dengan waktu 60 menit, 75 menit, 90 menit, 105 menit dan 120 menit. Sedangkan variabel terikat yang digunakan yaitu rendemen, uji kadar air, berat ekivalen, kadar metoksil dan pembuatan permen jeli. Hasil penelitian didapatkan rendemen pektin tertinggi 14,17%, kadar air terendah 4,48%, berat ekivalen terendah 510,20 mg dan kadar metoksil tertinggi 6,63% pada suhu 90oC dengan waktu 120 menit. Pektin yang dihasilkan pada penelitian ini sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia berdasarkan nilai kadar air dan kadar metoksil.
PEMBUATAN BRIKET BIOARANG DARI LIMBAH PADAT HASIL PENYULINGAN MINYAK NILAM TERHADAP BERAT BAHAN BAKU DAN TEMPERATUR PIROLISIS DENGAN METODE PIROLISIS Sri Santika; Zainuddin Ginting; Sulhatun sulhatun; Rizka Nurlaila; Masrullita Masrullita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i5.9909

Abstract

Limbah dari hasil penyulingan minyak nilam jumlahnya berkisar 98-98,5%  dari bahan baku. Limbah padat hasil penyulingan  minyak nilam memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bahan baku untuk memperoleh bahan bakar alternatif melalui proses pirolisis dan proses pengempaan seperti briket. Briket merupakan material mudah terbakar yang terbentuk dari proses pengempaan atau pemampatan material menjadi bentuk padatan dan digunakan sebagai bahan bakar, dimana briket yang dihasilkan harus memiliki sifat kuat dan saling merekat satu sama lain sehingga briket tidak mudah hancur. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan yaitu pembuatan briket bioarang dengan menggunakan  limbah padat hasil penyulingan minyak nilam terhadap berat bahan baku dan temperatur pirolisis menggunakan metode pirolisis. Pada penelitian ini, diamati pengaruh berat bahan baku dan suhu pirolisis pada pembuatan briket bioarang dari limbah padat hasil penyulingan minyak nilam. Proses pirolisis dilakukan pada berat bahan baku 600 gr, 1200 gr dan 1800 gr serta pada  suhu pirolisis  300 ºC, 350 ºC dan 400 ºC dengan waktu pirolisis 90 menit. Analisa yang dilakukan adalah analisis proksimat dan nilai kalor. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan kadar air briket bioarang yang terbaik terletak pada berat bahan baku 1800 dan suhu 400oC yaitu  5,0%, kadar abu briket bioarang yaitu  3,5%, kadar zat terbang yaitu  8,3% dan kadar karbon terikat yaitu  83,19%, dan nilai kalor sebesar 5.291 kal/g. 
KAJIAN PROSES OZONASI LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT TERHADAP PENURUNAN KADAR TOTAL SUSPENDED SOLID Lailatul Munouwarah; Lukman Hakim; Ishak Ishak; Jalaluddin Jalaluddin; Zainuddin Ginting
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i3.9281

Abstract

Limbah PKS merupakan sumber pencemaaran yang potensial bagi manusia dan lingkungan, sehingga limbah ini perlu diolah agar nantinya aman apabila di buang ke lingkungan. Sejauh ini sudah digunakan beberapa metode untuk pengolahan limbah cair PKS dengan menggunakan metode proses kombinasi anaerobik dan aerobik, teknologi pemisahan membran. Berdasarkan hasil-hasil penelitian tentang pengolahan limbah cair secara ozonasi yang telah dilakukan, ozon terbukti berhasil menurunkan beban organik dalam limbah dengan waktu yang relatif singkat. Teknologi ozonasi ini berkemungkinan dapat menguraikan bahan-bahan pencemar dalam limbah cair pabrik kelapa sawit. Untuk itu perlu dilakukan penelitian kajian proses ozonasi limbah cair pabrik kelapa sawit terhadap penurunan kadar total suspended solid. Tujuan penelitian Untuk mengkaji kemampuan penggunaan proses ozonasi dalam menurunkan kadar TSS terhadap pengaruh waktu ozonasi dan kadar ozon dengan pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit. Proses ozonasi dilakukan selama 20 menit dengan konsistensi ozon 20, 30 dan 40 %. Kemudian diulangi proses ozonasi dengan memvariasikan waktu 30, 40, 50 dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan kadar ozon tertinggi dihasilkan pada waktu 20 menit dengan konsistensi ozon 40% dengan kadar ozon yang dihasilkan sebesar 0,590 gr/jam, penurunan kadar TSS terbesar didapat pada waktu 60 menit dengan konsistensi ozon 40 % dimana kadar TSS yang didapat yaitu sebesar 267,4 mg/L, Kenaikkan nilai pH tetinggi terdapat pada konsistensi ozon 30% dengan waktu ke 30 dan 40 menit dimana nilai pH yang di peroleh 9,3. Sedangakan untuk nilai pH terendah terdapat pada konsistensi ozon 20% dan 40% dengan waktu 20, 30 dan 40 menit dimana nilai pH yang di peroleh 8,4.Limbah PKS merupakan sumber pencemaaran yang potensial bagi manusia dan lingkungan, sehingga limbah ini perlu diolah agar nantinya aman apabila di buang ke lingkungan. Sejauh ini sudah digunakan beberapa metode untuk pengolahan limbah cair PKS dengan menggunakan metode proses kombinasi anaerobik dan aerobik, teknologi pemisahan membran. Berdasarkan hasil-hasil penelitian tentang pengolahan limbah cair secara ozonasi yang telah dilakukan, ozon terbukti berhasil menurunkan beban organik dalam limbah dengan waktu yang relatif singkat. Teknologi ozonasi ini berkemungkinan dapat menguraikan bahan-bahan pencemar dalam limbah cair pabrik kelapa sawit. Untuk itu perlu dilakukan penelitian kajian proses ozonasi limbah cair pabrik kelapa sawit terhadap penurunan kadar total suspended solid. Tujuan penelitian Untuk mengkaji kemampuan penggunaan proses ozonasi dalam menurunkan kadar TSS terhadap pengaruh waktu ozonasi dan kadar ozon dengan pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit. Proses ozonasi dilakukan selama 20 menit dengan konsistensi ozon 20, 30 dan 40 %. Kemudian diulangi proses ozonasi dengan memvariasikan waktu 30, 40, 50 dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan kadar ozon tertinggi dihasilkan pada waktu 20 menit dengan konsistensi ozon 40% dengan kadar ozon yang dihasilkan sebesar 0,590 gr/jam, penurunan kadar TSS terbesar didapat pada waktu 60 menit dengan konsistensi ozon 40 % dimana kadar TSS yang didapat yaitu sebesar 267,4 mg/L, Kenaikkan nilai pH tetinggi terdapat pada konsistensi ozon 30% dengan waktu ke 30 dan 40 menit dimana nilai pH yang di peroleh 9,3. Sedangakan untuk nilai pH terendah terdapat pada konsistensi ozon 20% dan 40% dengan waktu 20, 30 dan 40 menit dimana nilai pH yang di peroleh 8,4. Kata Kunci:Limbah Cair PKS, Proses Ozonasi, Total Suspendd Solid, Konsistensi Ozon, pH
Co-Authors -, Sulhatun - -, Suryati - A M Syam abdullah, humaira Absa, Munzir Adi Setiawan Adrin, Prista Agam Muarif Agus Salim Ahmad Fikri Amiratul Husna Angga Tri Agusna PA Armadani, Wika Arnawan Hasibuan Asnadia Asnadia Asran Asran Aulia, Muhammad Rifki Aulia, Sekar Aurora, Tassa Azhari Azhari Budhi Santri Kusuma Budhi Santri Kusuma Chairina Chairina Chalisna Wildani Dahliana Abdullah Dede Ibrahim Muthawali Desi Sri Pasca Sari Sembiring, Desi Sri Pasca Sari Devia Ayu Setyowati Dinda Robiatul Al Qory Eddy Kurniawan Effendi, Mulia Efri Marnelisa Eva Diana Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Fatiha Lubis, Rabitha Canny fatimah Fatimah Fazira, Zetta Feni Lestari Berutu Ferri Safriwardy Fibarzi, Wiza Ulfa Fioza Ozly Erian Fitra Rahmatika Fuji Maharani Furqan, Muhammad Alif Gultom, Togu Sahat Martua Gusti Indah Sari Hanie, Nawardah Harahap, Handoyo Harahap, Nurul Aulia Hermawan, Yuda Hesni, Yuli Hijjrah, Nur Hijratul Izzati Hukaimah, Hashifah humairah, syarifah siti Husnul Chatimah, Husnul I Ibrahim Ibrahim Muthawali, Dede Ibrahim, Ishak Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak, I Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jasmani Jasmani Kamar, Iqbal Kartika Kartika Khairul Anshar Kuniawan, Eddy Kurniawan, Eddi Lailatul Munouwarah Laksono Trisnantoro Leni Maulinda, Leni Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Luthfi Mughni Anisa Haryono M Muhammad Mahaziva Putri Maghfirah Tambunan Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Meriatna Meriatna Misbahul Jannah Muhammad Muhammad Abrar Muhammad Fadlan Siregar Muhammad Ilyas Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad, Muhammad Mulyatun Mulyatun Mulyawan, Rizka Mutawali, Dede Ibrahim Muthawali, Dede Ibrahim Muthmainnah Muthmainnah Mutiara Pujana Pujana Nabila Hamnasia Nadira Diandra Nasrul ZA Novi Sylvia Nur rizqi Fattah Lubis Nuraini Hutagaol, Intan Nurdiah, Ika Nurhabiah Nurhabiah Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Oktaviani oktaviani Pane, Yunita panjaitan, Ira wardani Prasatia, Ridha Purwoko, Agus Putri Nurjannah Putri Sara Fhariza Rahma Yanti Ramadhan, Cindia Rauzatul Jannah Z Retwan, M.Alif Alzahy Ridha Gebrina Rizki Rika Santi S. Tumangger Rini Meiyanti Riskina, Shafira Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizky, Audry Azilla Rizkya Faradaiza Rozanna Dewi S Maliki Salimuddin Salimuddin Santri Kusuma, Budhi Saragih, Tamara Habibi Sarah Sarah Seriani Annisa Setiawaty, Sri Shella Vanesa Shintia Clarita Shrestha, Ashish Sitanggang, Evi Dahliani Siti Nurjannah Sri Santika Sry Wahyuni Damanik Sulhatun Sulhatun Suryadi Suryadi Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syahfitri, Ajeng Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Tampubolon, Heriansyah Tata Tirani Tri Agusna PA, Angga Ulfa, Raudhatul Vania, Sherryl Wiyani, Sri Wulandari, Melianda Putri Yani, Firda Tirta yanti, eva Yuda Hermawan Zetta Fazira Zulfida Najla Azni Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z