p-Index From 2021 - 2026
7.828
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MediaTor: Jurnal Komunikasi Mediator Syiar Hukum: Jurnal Ilmu Hukum JURNAL LITIGASI (e-Journal) Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Dinamika Hukum Jurnal IUS (Kajian Hukum dan Keadilan) Jurnal Daulat Hukum Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Substantive Justice International Journal of Law Bina Hukum Lingkungan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI YUSTISI Awang Long Law Review Unes Law Review Journal of Humanities and Social Studies Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-undangan, Ekonomi Islam Era Hukum: Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum AL-Ishlah : Jurnal Ilmiah Hukum Jurnal Hukum Adigama JURNAL USM LAW REVIEW Academia Open Al-Ittizaan : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Yustisi: Jurnal Hukum dan Hukum Islam JIAL (Journal of Indonesian Adat Law) Jurnal Sosial dan Teknologi Journal of English Language and Education Law Development Journal USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam BHIRAWA LAW JOURNAL Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) Indonesia Law Review (ILREV) Law Doctoral Community Service Journal Journal of Law, Poliitic and Humanities Bina Hukum Lingkungan Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Journal of Scientific Research, Education, and Technology Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Jurnal Hukum dan Pembangunan Journal of Law and Legal Reform The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education
Claim Missing Document
Check
Articles

The State Responsibility for Identity Errors in the Issuance of Land Ownership Certificates in Judicial Proceedings Kurniawan, Stanley; Rahayu, Mella Ismelina Farma
Jurnal Daulat Hukum Vol 8, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Magister of Law, Faculty of Law, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jdh.v8i3.48551

Abstract

This study examines the state’s responsibility for identity errors in the issuance of land ownership certificates and their implications in judicial proof. The ideal framework of Indonesian land law, as stipulated in the 1960 Basic Agrarian Law (UUPA) and Government Regulation No. 24 of 1997, promises legal certainty through land certificates as strong evidence of ownership. In practice, however, administrative identity errors such as incorrect names, boundaries, or measurement data often weaken the evidentiary value of certificates in court. Using a normative juridical method based on doctrinal analysis, regulations, and court decisions, this study finds that defective certificates may be annulled even when held by good-faith owners. This highlights a research gap: the lack of systematic analysis on the state’s responsibility for administrative errors in certificates. The study concludes that the state must be accountable through preventive responsibility (error prevention), curative responsibility (administrative correction and compensation), and repressive responsibility (provision of damages). The study recommends integrating land registration with civil registry data, improving identity verification mechanisms, and strengthening legal protection to ensure land certificates effectively function as instruments of legal certainty.
The Implications of a Ruling that is Insufficiently Motivated in Assesing Land Ownership by Communities on HGU Land Sutjiadi, Andreas; Rahayu, Mella Ismelina Farma
Jurnal Daulat Hukum Vol 8, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Magister of Law, Faculty of Law, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jdh.v8i3.48588

Abstract

This study is motivated by the gap between the judicial ideal, which obliges judges to provide adequate legal reasoning (motiveringsplicht), and the reality in appellate courts that often produce onvoldoende gemotiveerd (insufficiently reasoned) decisions. Weak judicial reasoning not only increases the risk of annulment by the Supreme Court but also worsens the legal standing of local communities in land disputes over Hak Guna Usaha (HGU). The research gap lies in the lack of studies linking appellate court decisions to the legal status of community landholders on HGU plots. This research employs a normative juridical approach with doctrinal analysis supported by secondary data from court rulings and agrarian law literature. The findings reveal that onvoldoende gemotiveerd decisions undermine the legitimacy of district courts, prolong agrarian disputes, and intensify the dualism between formal law and social reality. This study highlights the urgency of reforming judicial reasoning so that the layered court system can deliver substantive justice while ensuring legal certainty for affected communities.
Green Ecology Questionnaire (GEQ) Based on Understanding of Cosmic Religious Environmental Law Rahayu, Mella Ismelina Farma; Susanto, Anthon Freddy; Sudiro, Amad
Journal of Law and Legal Reform Vol. 6 No. 4 (2025): October, 2025
Publisher : Faculty of Law, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jllr.v6i4.29380

Abstract

The current environment has been exploited without consideration or regard for sustainability and ecological balance. Forests have been plundered and burned, natural resources have been depleted without any effort to replenish them, and development in many cities has ignored spatial planning. All of these actions have ultimately resulted in severe environmental degradation. The decline in the carrying capacity and capacity of the environment, pollution and destruction of the environment, climate change, deforestation, and damage to terrestrial and marine ecosystems have become serious threats to the survival of humans and other living creatures. The issue examined in this paper is how to revive public understanding and awareness (participation) of the law in preserving the function of the environment. This paper uses a philosophical and legal hermeneutic approach, which is to look at the fundamental side using the method of text criticism, which refers to how the grand discourse on environmental law is criticized through several main references. Through this approach and method, it is hoped that the Green Ecology Quitionent (GEQ) model concept can be developed based on cosmic religious environmental law. Cosmic religion is a fundamental concept of diverse local wisdom possessed by Indonesian society. This model concept is expected to become a reference or starting point for the development of environmental policy, environmental education, law enforcement, management, and preservation of environmental functions in Indonesia.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK KEPEMILIKAN TANAH ADAT KEI Ayu, Bumi; Rahayu, Mella Ismelina F.
Bina Hukum Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2019): Bina Hukum Lingkungan, Volume 3, Nomor 2, April 2019
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.859 KB)

Abstract

Tanah adat Kei secara keseluruhan dikuasai dan dikelola bersama oleh masyarakat hukum adat dan terbagi menjadi hak kepemilikan perorangan, marga, dan desa. Namun dalam prakteknya tumpang tindih hak kepemilikan tanah adat. Dengan rumusan masalah yaitu bagaimana perlindungan hukum hak kepemilikan tanah adat Kei. Metode penelitian hukum empiris jenis pendekatan deskriptif analisis dengan observasi lapangan dan wawancara. Dengan tujuan memperoleh data dan informasi tentang perlindungan hukum hak kepemilikan tanah adat Kei; akibat hukum hak kepemilikan tanah adat Kei; dan upaya dari fungsionaris adat maupun pemerintah. Hasil penelitian berkaitan dengan perlindungan hukum hak kepemilikan tanah adat Kei masih belum maksimal karena belum adanya peraturan daerah khususnya Kabupaten Maluku Tenggara berkaitan hak kepemilikan tanah adat Kei. Akibat hukum hanya dilakukan dengan sanksi adat oleh tokoh-tokoh adat. Upaya hukum akan maksimal dengan peraturan daerah terkait perlindungan hukum hak kepemilikan tanah adat Kei.
PARADIGMA RELASI MANUSIA DAN LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI MASA PANDEMI COVID-19 Rahayu, Mella Ismelina Farma; Susanto, Anthon F.
Bina Hukum Lingkungan Vol. 5 No. 3 (2021): Bina Hukum Lingkungan, Volume 5, Nomor 3, Juni 2021
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya pandemic Covid-19 tidak terlepas dari persoalan kerusakan lingkungan hidup yang terjadi. Nampak nya ada persoalan paradigma dalam berelasi antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Metode pendekatan yuridis sosiologis digunakan dalam penelitian ini dengan penggunaan data primer yang diperoleh melalui studi lapangan dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara yuridis kualitatif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perubahan paradigm diperlukan ketika manusia berelasi dengan lingkungan hidupnya. Kearifan lokal telah mengajarkan sebuah etika lingkungan hidup, saling menghormati dan selalu menjaga keseimbangan dan keharmonisan lingkungan hidup. Paradigma ini lah yang sebaiknya menjadi dasar dalam berelasi manusia dengan lingkungan hidupnya di masa covid-19 kini.
Pengelolaan dan Pengawasan Kualitas Air oleh Pemerintah Daerah Terhadap Pencemaran Akibat Limbah Industri dalam Perspektif Lingkungan Rizky, Rivaldi; Farma Rahayu, Mella Ismelina
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 4 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i4.4594

Abstract

Pencemaran air di sungai menjadi masalah serius di Indonesia, terutama di Sungai Brantas, Jawa Timur. Pencemaran ini disebabkan oleh limbah industri yang dibuang ke sungai, menyebabkan kematian massal ikan dan mengancam kesehatan masyarakat yang bergantung pada air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengelola dan mengawasi kualitas air sungai, terutama dalam konteks Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 08/Pdt.G/2019/PN Sby. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data primer adalah putusan pengadilan, sedangkan sumber data sekunder meliputi peraturan perundang-undangan, literatur, dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan yang signifikan dalam pengelolaan dan pengawasan kualitas air sungai, namun dalam kasus Sungai Brantas, terdapat kelemahan dalam implementasi kewenangan tersebut. Putusan pengadilan mengkritik respons yang tidak memadai, pemantauan yang lemah, dan kurangnya koordinasi dari pemerintah daerah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, peningkatan kapasitas personel, penegakan hukum yang tegas, pemanfaatan teknologi, pelibatan masyarakat, serta penelitian dan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan pengelolaan kualitas air sungai di Jawa Timur.
Legal Politics as a Component for Improving the Minimum Service Standard for Early Childhood Education Nurhasanah, Nia; Farma Rahayu, Mella Ismelina; Christiawan, Rio; Widyaningrum, Tuti
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 6, No 2 (2023): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ittizaan.v6i2.30279

Abstract

Based on the Preamble to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, the fourth paragraph refers to the ideals to be implemented within a single composition of the Republic of Indonesia. Article 28 C paragraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia mandates that every person has the right to develop himself through meeting his basic needs, has the right to receive education and to benefit from science and technology, arts and culture, to improve for the quality of his life and for the welfare of humanity. This research aims to analyze legal politics in implementing the fulfillment of Minimum Service Standards (SPM) in Early Childhood Education (PAUD) in Indonesia. This research is normative legal research with a normative juridical approach. The research results show that the implementation of SPM in the PAUD sector is very important to ensure that every young child receives quality educational services. Article 11 of Government Regulation Number 2 of 2018 concerning Minimum Service Standards explains that local governments are obliged to implement SPM to fulfill the types of basic services and quality of basic services that every citizen has the right to receive. The implication is that the implementation of Minimum Service Standards (SPM) in Early Childhood Education (PAUD) is very important to ensure that every young child in Indonesia receives quality educational services, which ultimately contributes to improving the quality of life and human welfare.
Peran Negara dalam Perlindungan Anak Terlantar Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak Rahayu, Mella Ismelina Farma; Antari, Ni Putu Dea; Kanaya, Franzeska Ratu; Zahro, Fatimah; Manik, Kezia Ratu Clarissa; Kurniawan, Immanuel Stanly
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelantaran anak merupakan masalah yang disebabkan oleh berbagai faktor, dengan kemiskinan sebagai faktor utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran negara dalam menangani persoalan kemiskinan serta menganalisis kebijakan dan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah melalui program-program yang telah dirancang. Penelitian ini menggunakan metode normatif dan akan membahas beberapa poin penting, seperti hak-hak anak, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penelantaran anak, peran negara dalam menanggulangi masalah ini, serta pelaksanaan program pemerintah yang berlandaskan Undang-Undang Perlindungan Anak dan UUD 1945
Perlindungan Notaris Terhadap Pembatalan Akta PPJB Yang Dibuat Berdasarkan Surat Palsu (Studi Kasus Putusan Nomor: 782/PDT.G/2020/PN JKT.SEL) Oke Sonia, Eztha; Farma Rahayu, Mella Ismelina
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 6 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i6.815

Abstract

Notaris adalah pejabat umum yang diangkat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENKUMHAM) dengan kewengan utama ialah membuat akta autentik. Notaris dalam melaksanakan jabatannya berpedoman pada UU JN dan Kode Etik Notaris, sehingga apabila seorang Notaris terbukti melakukan pelanggaran, maka akibat perbuatannya tersebut dapat dimintakan pertanggungjawaban baik secara pidana maupun perdata jika menimbulkan kerugian. Pada perkara dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 782/PDT.G/2020/PN JKT.SEL seorang Notaris di Tangerang terlibat dalam kasus perdata Perbuatan Melawan Hukum (PMH) Akta-Akta Notarial yang dibatalkan oleh putusan pengadilan bukan berarti akibat dari kesalahan dari Notaris saja dalam pembuatan akta, tetapi juga dapat disebabkan karena kesalahan ataupun kelalaian dari para pihak sehingga mengakibatkan adanya gugatan karena Notaris telah membuat akta sesuai dengan peraturan. Setiap anggota Notaris memiliki perlindungan hukum berupa adanya hak ingkar dan persetujuan terhadap panggilan pengadilan, dalam penelitian ini akan dijelaskan mengenai perlindungan hukum yang didapatkan Notaris apabila terlibat dalam suatu perbuatan melawan hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan melakukan analisis terhadap putusan pengadilan sebagai bahan hukum primer dari data sekunder yang digunakan. Dalam penelitian ini, peran Notaris hanyalah menuangkan apa yang disampaikan oleh penghadap dan tidak memiliki kewajiban untuk memeriksakan keaslian dokumen tersebut.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK KEPEMILIKAN TANAH ADAT KEI Ayu, Bumi; Rahayu, Mella Ismelina F.
Bina Hukum Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2019): Bina Hukum Lingkungan, Volume 3, Nomor 2, April 2019
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah adat Kei secara keseluruhan dikuasai dan dikelola bersama oleh masyarakat hukum adat dan terbagi menjadi hak kepemilikan perorangan, marga, dan desa. Namun dalam prakteknya tumpang tindih hak kepemilikan tanah adat. Dengan rumusan masalah yaitu bagaimana perlindungan hukum hak kepemilikan tanah adat Kei. Metode penelitian hukum empiris jenis pendekatan deskriptif analisis dengan observasi lapangan dan wawancara. Dengan tujuan memperoleh data dan informasi tentang perlindungan hukum hak kepemilikan tanah adat Kei; akibat hukum hak kepemilikan tanah adat Kei; dan upaya dari fungsionaris adat maupun pemerintah. Hasil penelitian berkaitan dengan perlindungan hukum hak kepemilikan tanah adat Kei masih belum maksimal karena belum adanya peraturan daerah khususnya Kabupaten Maluku Tenggara berkaitan hak kepemilikan tanah adat Kei. Akibat hukum hanya dilakukan dengan sanksi adat oleh tokoh-tokoh adat. Upaya hukum akan maksimal dengan peraturan daerah terkait perlindungan hukum hak kepemilikan tanah adat Kei.
Co-Authors Afrizal Hadi Permana Aldiansyah Yudha Prawira Amad Sudiro, Amad ammanda michelle sumampow Anak Agung Ngurah Adhi Wibisana Anak Agung Sagung Laksmi Dewi Andriani, Kasmita Angin , Sarwan Perangin Antari, Ni Putu Dea Anthon F. Susanto, Anthon F. Anthon Freddy Susanto Arinto Nurcahyo Asrun, Andi Muhammad Ayu, Bumi Carissa Janice Carrin Finerly Christiawan, Rio Cynthia Phillo Dharma, Ananda Surya Dzakiah, Wanda Putri Edwin, Shane Efridani Lubis Fatimah Zahro febyola berylani sugiarto Finna Maessy Pangestika Firdaus Arifin, Firdaus Florencia Irena, Florencia Gemilang, Wita Anugrah Handoyo Handoyo Hansen Joneri Hartono, Octafani Rheaeda Iriani, Kunto Fitricia Elfisa Jane, Fara Jennyver Willyanto Joko Pramono K, Rachmasari Anna Kanaya, Franzeska Ratu Kenneth Kenneth Khoirunnisa, Balqis Kunto Fitricia Elfisa Iriani Kurniawan, Immanuel Stanly Kurniawan, Stanley Laurel Rahardjo Liya Sukma Muliya Louisa, Natasha M, Nabila Dyahayu Maarif, Ihsanul Manik, Kezia Ratu Clarissa Marlianti, Selly Marsalina Kareth Muhamad l Haris Zulkarnaen Sitompul Munthe, Duma Sinta Uli Murbani, Anastasia Wahyu Mutia Dewi , Rury Nasution, Adellailla Neni Ruhaeni Nico Casey Ningtiyas, ⁠Hanna Ade Nugroho, Aldhy Bintang nur rizki, Raden achmad Nurhasanah, Nia Nurramdani, Husni Oke Sonia, Eztha Pahrazi, Raihan Panggabean, Nicholas Permana, Afrizal Hadi Prabowo, Romi Galih Prawira, Aldiansyah Yudha Prihartati, Julia Putra, Rifky Anantha Putri, Eka Ratna Raden Achmad Nur Rizki Rasji, Rasji ratna sari purba, Theresia Regina Christhalia Reyhan Raesandi Rivaldi Rizky Rizki Hirmanto Rizky, Rivaldi Romi Galih Prabowo RR. ELLA EVRITA H Sambuaga, Jefferson Asprila Saripan, Hartini Sheerleen, Sheerleen Simanungkalit, Rosalina Situmorang, Waldus Stevenson, Jerry Susanto, Anthon F Sutjiadi, Andreas Ujianti, Ni Made Puspasutari Utami, Annisa Nur Wahyudani Oktavia, Ketut Ria Wibisana, Anak Agung Ngurah Adhi Widyaningrum, Tuti Yunita Wahyu Medyawati Zulkarnaen Sitompul, Muhamad l Haris