Claim Missing Document
Check
Articles

EFEK PENYIMPANAN SEDIAAN PULVERES OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) ANAK TERHADAP KADAR RIFAMPISIN DAN ISONIASID Luthvia Novita Sari; Wiranti Sri Rahayu; Ika Yuni Astuti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i2.703

Abstract

ABSTRAK Dalam pengobatan TBC anak, dokter seringkali meresepkan obat anti tuberkulosis (OAT) anak secara kombinasi menjadi sediaan pulveres yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan dan keteraturan minum obat. Tetapi, pengobatan dengan lebih dari satu macam jenis obat yang dikombinasikan menjadi satu bentuk sediaan tertentu dapat memicu terjadinya interaksi yang akan menimbulkan ketidakstabilan obat tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjajaki adanya perubahan stabilitas fisik dan penurunan kadar rifampisin dan isoniasid dalam sediaan pulveres racikan OAT selama penyimpanan pada suhu ruang. Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu jenis eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest postest dan metode analisis data yang digunakan adalah one way anova. Selama penyimpanan 1 bulan stabilitas fisik sediaan pulveres OAT ini tidak mengalami perubahan yaitu serbuk kering, kemerahan dan bau khas . Tetapi, kadar rifampisin dan isoniasid yang merupakan komponen sediaan pulveres OAT mengalami penurunan. Kadar rata-rata penyimpanan rifampisin hari ke-0 sebesar 102,51%, hari ke-7 sebesar 101,88%, hari ke-14 sebesar 97,36%, hari ke-21 sebesar 95,19%, hari ke-28 sebesar 93,04%. Sedangkan, kadar rata-rata penyimpanan isoniasid hari ke-0 sebesar 104,66%, hari ke-7 sebesar 103,35%, hari ke-14 sebesar 94,55%, hari ke-21 sebesar 93,75%, hari ke-28 sebesar 92,69%. Hasil secara statistika menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p
ANALISIS RESIDU PESTISIDA ORGANOKLORIN PADA SIMPLISIA KUNYIT (Curcuma domestica Val.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET VISIBEL Wiranti sri Rahayu; Dwi Hartanti; Riyad Khomsidin
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i2.422

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar organoklorin dalam simplisia kunyit dan validasi metode analisis spektrofotometri UV-Vis untuk identifikasi organoklorin. Metode ini didasarkan pada pembentukan kompleks antara ion (II) tiosianat dan besi (III) dan diamati absorbansinya pada panjang gelombang 455,5 nm. Dari hasil penelitian didapatkan kadar rata-rata organoklorin sebesar 324,879 µg/g. Hasil validasi metode analisis yang dilakukan didapatkan harga standar deviasi (SD), koefisien variasi, dan ketelitian alat pada uji presisi alat masing-masing sebesar 2,4835.10-3 , 0,7780%, dan 99,9922%. Harga persen perolehan kembali (Recovery) rata-rata dan kesalahan sistemik masing-masing sebesar 108,984 % dan 8,984%.. Sedangkan pada uji linearitas didapatkan harga intersep, slope dan r masing-masing sebesar 0,127, 0,00345 and 0,9855. Sehingga diperoleh persamaan regresi linier kurva baku y = 0,00345x + 0,127 . Limit deteksi dan limit kuantitasi diperoleh harga sebesar 21,565 ppm dan 71,884 ppm. Kata kunci : Organoklorin, Simplisia kunyit, Spektrofotometri UV-Vis. ABSTRACT The aim of this research are to know the validity of UV-Vis spectrophotometry methods and to determinate organochlorine detection in turmeric simplisia. This metode is based on the complex formation of iron(III) and thiocyanate ions and the absorption was measured at 455,5 nm. The result of analysis was the mean of organochlorine content in turmeric simplisia is 324,879 µg/g. Result of validation analysis standard deviation (SD), coefficient variation (CV) and correctness of appliance at precesion test appliance are 2,4835.10-3 , 0,7780%, dan 99,9922% respectively. Method accuration test recovery and systematical error are 108,984 % and 8,984% respectively. Linearity test intersep, slope and r are 0,127, 0,00345 and 0,9855 respectively. The equation of standard curve linear regression y = 0,00345x + 0,127. Limit of detection and limit quantitation test are got price equal to 21,565 ppm dan 71,884 ppm respectively. Keyword: Organochlorine, Simplisia Turmeric, Spectrophotometry Uv-Vis.
ANALISIS RESIDU PESTISIDA ORGANOKLORIN PADA RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) SECARA M SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET VISIBEL Wiranti sri Rahayu; Dwi Hartanti; Agus Mulyono
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v6i01.403

Abstract

Abstrak Metode spektrofotometri UV-Vis dapat digunakan untuk menetapkan kadar organoklorin dalam rimpang kunyit. Metode ini dididasarkan pada pembentukan kompleks antara merkuri ion (II) tiosianat dan besi (III) dan diamati absorbansinya pada panjang gelombang 455,5 nm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penetapan kadar organoklorin dalam rimpang kunyit dan validasi metode analisis spektrofotometri UV-Vis. Dari hasil penelitian didapatkan kadar rata-rata organoklorin sebesar 461,3 ppm. Hasil validasi metode analisis yang dilakukan didapatkan harga standar deviasi (SD), koefisien variasi, dan ketelitian alat pada uji presisi alat masing-masing sebesar 2,4835.10-3, 0,778% dan 99,922%. Harga persen perolehan kembali (recovery) rata-rata dan kesalahan sistematik masing-masing sebesar 109,662% dan 9,662%. Sedangkan pada uji linearitas didapatkan persamaan kurva baku y= 0,00345x + 0,127 dengan nilai r adalah 0,9855. Limit deteksi dan kuantitasi diperoleh harga sebesar 21,565 ppm dan 71,884 ppm. Kata kunci: organoklorin, rimpang kunyit, spektrofotometri UV-Vis Abstract Ultraviolet-visible spectrophotometry can be used for determination of organochlorin in turmeric rhizome. This method is based on its complex formation between iron (III) dan thiocyanate ions and the absorption was monitored at 455.5 nm. The aim of this research is to know the validity of UV-Vis spectyrophotometry methods to determinate in turmeric rhizome. The result of analysis was mean organochlorin content in turmeric rhizome is 461.3 ppm. Result of validation analysis standard deviation (SD), coefficient variation (CV) and correctness of appliance at precesion test appliance are 2.4835.10-3, 0.778% and 99.9922% respectively. Method accuration test are recovery and systematically error are 108.984% and 8.984% respectively. For linearity test the equation of standard curve linear regression y=0.00345x + 0.127. Limit detection and limit quantitation are 21.565 ppm and 71.884 ppm respectively. Keywords: organochlorin, turmeric rhizome, spektrophotometry UV-Vis.
Validasi Penetapan Kadar Besi Dalam Sediaan Tablet Multivitamin dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS Wiranti Sri Rahayu; Asmiyenti Djaliasrin Djalil; Fauziah Fauziah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1456.941 KB)

Abstract

Penetapan kadar Fe2+ secara spektrofotometri visibel didasarkan pada reaksi pembentukan komplek dengan 1.10 fenantrolin membentuk kompleks berwarna merah. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh adalah 511 nm, waktu reaksi optimumnya pada menit ke-15. Hasil regresi linear kurva baku adalah y = 0,1526 x + 0,0301 dengan nilai r = 0,9963 dan α sebesar 8,68o. Nilai LOD yang diperoleh 0,4069 ppm nilai recovery 100% dan CV yang dihasilkan 1,70%.
ANALISIS RESIDU PESTISIDA ORGANOKLORIN PADA RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) SECARA METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL Wiranti sri Rahayu; Retno Wahyuningrum; Muslim Sukri
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.646 KB) | DOI: 10.30595/pji.v6i3.432

Abstract

Temulawak merupakan salah satu jenis tanaman obat yang mempunyai prospek cerah untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya residu pestisida organoklorin pada rimpang temulawak. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode destruksi basah. Sampel yang diambil adalah rimpang temulawak yang diambil dari pasar Ajibarang. Sampel kemudian ditambah asam nitrat pekat. Pengujian kadar organoklorin pada rimpang temulawak dilakukan dengan alat Spektofotometer UV-Vis Merk Shimadzu pada panjang gelombang 455,5 nm. Berdasarkan hasil penelitian pada rimpang temulawak terdeteksi adanya pencemaran organoklorin dengan kadar (550 ppm) dan hasil validasi analisis yang dilakukan didapat harga standard deviation (SD), relative standard deviation (RSD), dan ketelitian alat pada uji presisi alat pada sampel sebesar 2,48 x 10-6; 0,2440% dan 99,99%. Nilai persen perolehan kembali (Recovery) rata-rata dan kesalahan sistematik pada uji akurasi sampel sebesar 107,43 % dan 7,43 %. Uji linieritas didapatkan harga koefisien korelasi (r) sebesar 0,9907 dan persamaan regresi linier kurva baku y = 0,0429x + 0,0105 dengan limit deteksi dan limit kuantitasi 21,56 ppm dan 71,88 ppm. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada metode analisis identifikasi residu organoklorin pada simplisia temulawak menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis adalah valid. Kata kunci: Organoklorin, Spektrofotometri, Rimpang Temulawak
PENGARUH PRAPERLAKUAN PEMBERIAN JUS PISANG AMBON TERHADAP PROFIL FARMAKOKINETIK TETRASIKLIN PADA TIKUS PUTIH JANTAN Titik Aisyah; Wiranti Sri Rahayu; Anjar Mahardian Kusuma
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v10i1.787

Abstract

ABSTRAK Obat dapat berinteraksi dengan makanan atau dengan obat lain. Pemakaian tetrasiklin bersama-sama dengan susu atau makanan yang mengandung ion kalsium, magnesium atau ion besi dapat mengurangi absorpsinya karena pembentukan khelat yang tak larut. Pisang termasuk makanan yang mengandung ion seperti kalsium (10 mg), besi (0,9 mg), disamping kandungan lain seperti air (72 g), protein (1,3 g), lemak (0,2 g), dan karbohidrat (26 g) dalam 100 g bagian yang dapat dimakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan profil farmakokinetik tetrasiklin dengan praperlakuan 1 jam dan bersamaan serta tanpa perlakuan pemberian jus pisang ambon pada tikus putih jantan. Jenis penelitian ini adalah eksperimental, dengan rancangan posstest only control group design dan metode analisis data yang digunakan adalah one way anova. Terjadi perubahan parameter farmakokinetika pada kelompok 1 dengan pemberian tetrasiklin 63 mg/kg BB, kelompok 2 dengan pemberian 2 mL jus pisang ambon 1 jam sebelum tetrasiklin 63 mg/kg BB dan kelompok 3 dengan pemberian 2 mL jus pisang ambon secara bersamaan dengan tetrasiklin 63 mg/kg BB. Parameter farmakokinetika tetrasiklin yang berubah yaitu nilai Ka, Cl, t1/2 el, Kel, tmaks, Cpmaks, dan AUC. Namun, berdasarkan hasil analisis varian satu jalan terhadap nilai parameter farmakokinetika tetrasiklin antar kelompok menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p >0,05). Kata kunci: farmakokinetik, jus pisang ambon, tetrasiklin. ABSTRACT Drugs could interact with food or other drugs. The use of tetracycline with milk or food containing calcium, magnesium or iron ions could reduce the absorption due to the formation of insoluble chelate. Banana contains ions such as calcium (10 mg), iron (0.9 mg), as well as water (72 g), protein (1.3 g), fat (0.2 g) and carbohydrates (26 g) in 100 g of edible parts. The aim of this research was to compare the pharmacokinetic profiles of tetracycline with pre-treatment of 1 hour, simultaneously and without administering ambon banana juice on white male rats. The method of this research was experimental, with “Posstest only control group design” and “one way anova” as the method of data analysis. The pharmacokinetic parameters of tetracycline were changed in group 1 by administering tetracycline 63 mg/kg BB, group 2 by administering of 2 mL of ambon banana juice 1 hour before tetracycline 63 mg/kg BB, and group 3 by administering of 2 mL of banana juice simultaneously with tetracycline 63 mg/kg BB. Pharmacokinetic parameter of tetracycline that changed were value of Ka, Cl, t1/2 el, Kel, tmaks, Cpmaks, and AUC. However, based on the results of one way analysis of variance on the value of tetracycline pharmacokinetic parameters between groups showed no significant difference (p>0.05). Key words: pharmakokinetics, ambon banana juice, tetracycline.
Validitas Penetapan Kadar Tembaga dalam Sediaan Tablet Multivitamin dengan Metode Sperktrofotometri UV-VIS Wiranti Sri Rahayu; Asmiyenti Djaliasrin Djalil; Devi Ratnawati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1918.185 KB)

Abstract

Penetapan kadar tembaga dengan metode spektrofotometri ultraviolet-visibel didasarkan pada efek katalitik dari Cu dalam reaksi redoks antara biru metiled dan asam askorbat, dimana absorbasinya dimonitor pada panjang gelombang 666 nm. Kurva kalibrasi dengan rentang konsentrasi antara 0,5-1,3 ppm dengan kondisi optimum mempunyai nilai regresi linear -0,9739, limit deteksi 0,385 ppm dan recovery 100%. Koefisien variasi adalah 1,91 % (<2%).
PENGARUH PRAPERLAKUAN PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI TERHADAP PROFIL FARMAKOKINETIKA TETRASIKLIN PADA TIKUS PUTIH JANTAN Erlin Nurul Azizah; Wiranti Sri Rahayu; Anjar Mahardian Kusuma
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i3.756

Abstract

ABSTRAK Penggunaan makanan atau minuman bersamaan dengan obat sering kali dapat menimbulkan interaksi. Tetrasiklin dapat membentuk kompleks tak-larut dengan sediaan besi, alumunium, magnesium dan kalsium, sehingga resorpsinya dari usus gagal. Jambu biji mengandung kalsium 14,00 mg, besi 1,1 mg, karbohidrat 12,20 gram, protein 0,90 gram, dan lemak 0,30 gram, vitamin C lebih dari 490 setiap 100 gram buah jambu biji. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan profil farmakokinetik tetrasiklin dengan praperlakuan 1 jam dan bersamaan serta tanpa perlakuan pemberian jus jambu biji pada tikus putih jantan. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental sederhana dengan hewan uji tikus jantan galur wistar berbobot 200 g (±10%). Hewan uji dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari lima ekor tikus. Kelompok 1 diberikan tetrasiklin 63 mg/kg BB. Kelompok 2 diberikan praperlakuan 2 ml jus jambu biji 1 jam sebelum pemberian tetrasiklin 63 mg/kg BB peroral. Kelompok 3 diberikan 2 ml jus jambu biji bersamaan dengan pemberian tetrasiklin 63 mg/kg BB. Setelah hewan uji mendapatkan perlakuan, pada waktu-waktu tertentu diambil cuplikan darah guna penetapan kadar tetrasiklin utuh dengan metode KCKT. Harga-harga parameter farmakokinetika tetrasiklin seperti Ka, Kel, Cpmax, tmax, Cl, t1/2, dan AUC dihitung berdasarkan data kadar tetrasiklin utuh lawan waktu. Parameter farmakokinetika tersebut antar perlakuan dibandingkan secara statistika menggunakan uji ANAVA satu jalan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan praperlakuan 1 jam sebelum pemberian tetrasiklin dan bersamaan pemberian 2 ml jus jambu biji tidak mempengaruhi parameter farmakokinetika tetrasiklin dosis 63 mg/kg BB yang diberikan peroral pada tikus jantan (P>0,05). Kata kunci: Farmakokinetika,jus jambu biji, tetrasiklin ABSTRACT Drug interaction can happen when consumption food or drink are given together with drug.Tetracyclinecan form insoluble complexes with iron preparations, aluminum, magnesium and calcium, so absorption of intestinal was failure.Every 100 grams of guava fruit contains 14.00 mg of calcium, iron 1.1 mg, 12.20 grams of carbohydrate, protein 0.90 grams and 0.30 grams of fat, vitamin C is more than 490 mg and vitamin A. This research was aimed to comparing the pharmacokinetic profile of tetracycline with pretreatment 1 hour, treated simultaneously and without giving guava juice in male rats.The study was conducted employing a posttest only control group design, using male Wistar rats weight 200 g (±10%). The animals were divided into three groups (5 rats for each group). Group I was given a single oral tetracycline 63 mg/kg BW. Group II was given a single oral of pretreatment 2 ml guava juice 1 hour before treatment with tetracycline 63 mg/kg BW.Group III was given a single oral 2 ml guava juice do simultaneously with tetracycline 63 mg/kg BW. After all rats were pretreated, serial blood samples were withdrawn and were analyzed using HPLC for unchanged tetracycline. Pharmacokinetic parameters of tetracycline i.e. Ka, Kel, Cmax, tmax, Cl, t1/2 and AUC were determined based onconcentration to time data in the blood. The tetracycline pharmacokinetic parameters were analyzed by one-way analysis of varians (ANOVA) using 95% confidence interval.The results showed that the pharmacokinetic parameters of tetracycline in the animal with pretreatment 1 hour and simultaneously of guava juice did notchange significantly (P > 0.05). Key words : Pharmacokinetics, guava juice, tetracycline
Validitas Penetapan Kadar Kalsium dalam Sediaan Tablet Multivitamin Secara Spektrofotometri Ultraviolet-Visibel Wiranti Sri Rahayu; Pri Iswati Utami; Anis Kurniawati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2116.597 KB)

Abstract

Penetapan kadar Ca secara spektrofotometri ultraviolet-visibel didasarkan pada pembentukan kompleks Ca dengan mureksid [Ca2+ (Mu)2]. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh adalah 515 nm, waktu reaksi optimumnya pada menit ke-1 sampai ke-3. Hasil regresi linear kurva baku y = 0,387 x + 0,2836 dengan nilai r = 0,9833. Nilai LOD yang diperoleh 0,144 ppm, nilai recovery 116,567 % dan koefisien variasi 1,604 %.
Identifikasi Gelatin dari Anjing Berdasarkan Profil Asam Amino dan Kemometrik Wiranti Sri Rahayu; Abdul Rohman; Sudibyo Martono
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.131 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v14i2.2021

Abstract

Gelatin adalah protein yang diperoleh dengan memanaskan kulit, tendon, ligamen, dan tulang dengan air. Gelatin banyak digunakan di beberapa produk makanan dan industri farmasi. Beberapa agama seperti Islam melarang pengikutnya mengkonsumsi produk makanan yang mengandung keturunan babi dan anjing, termasuk gelatin. Deteksi adanya kandungan nonhalal dalam produk pangan telah menjadi studi penting di banyak negara. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan gelatin anjing dari kambing, sapi dan babi berdasarkan profil asam amino yang dikombinasikan dengan kemometrik dari komponen utama analisis (Principal Component Analysis/PCA). Pemisahan dan penentuan asam amino menggunakan liquid chromatography mass spectroscopy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima kandungan asam amino tertinggi dalam gelatin anjing adalah asam glutamat, glisin, alanin, arginin, dan metionin. Parameter persentase tinggi puncak masing-masing asam amino dari masing-masing sampel dianalisis dengan PCA. Berdasarkan PC1 dan PC2, gelatin dari anjing, kambing, sapi, dan babi bisa dibedakan. 
Co-Authors Abdul Rohman Ade Rusman Agung Dimas Jatmiko Agus Mulyono Agus Mulyono Aidatul Mufidah Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Ani Puji Lestari Anis Kurniawati Anjar Mahardian Kusuma Anjar Mahardian Kusuma Anwar Ma’ruf ARI KURNIAWAN Ari Kurniawan Arif Dwi Utomo Arif Dwi Utomo Asih Mahmudah Sanusi Asmiyenti Djaliasrin Djalil Asmiyenti Djaliasrin Djalil Asmiyenti Djaliasrin Djalil Asmiyenti Djaliasrin Djalil Binar Asrining Dhiani Binar Asrining Dhiani Charisma, Shintia Lintang Devi Ratnawati Dewi Indriyani Dewi Indriyani, Dewi Dian Pratiwi Diniatik Dwi Hartanti Dwi Hartanti Dwi Nur Meilaningrum Dwi Nur Meilaningrum, Dwi Nur Eddy Soemardi Erlin Nur Azizah, Erlin Nur Erlin Nurul Azizah Esti Damayanti Fahmi Haryadin Fauziah Fauziah Githa Fungie Galistiani Hamami Alfasani Dewanto Handoyo Handoyo Handoyo Handoyo Hasnita Heri Maryanto, Cahyono Purbomartono, Heri Maryanto, Ika Yuni Astuti Ika Yuni Astuti Indah Puji Lestari Indriyani Irfan Nugraha Juniati Juniati Listiowati Listiowati Luthvia Novita Sari Luthvia Novita Sari, Luthvia Novita Maryati, Siti Melani Setiowati Mulyani, Ayu Muslim Sukri Muslim Sukri, Muslim Nasrun Hidayat Nasrun Hidayat, Nasrun Nervita Noor Izzati Nervita Noor Izzati, Nervita Noor Neti Cahyaningsih, Neti Paryatun Najilah Paryatun Najilah, Paryatun Pri Iswati Utami Pri Iswati Utami Pri Iswati Utami Pri Iswati Utami Pribadi, Teguh Rahmani Prastiwati Regawa Bayu Pamungkas Retno Wahyuingrum Retno Wahyuningrum Retno Wahyuningrum Rini Afini Sobarani Rini Afini Sobarani Riyad Khomsidin Riyad Khomsidin, Riyad Shintia Lintang Charisma Siti kholifatun Juniati Siti Maryati Siti Maryati Sobarani, Rini Afini Sochib Ibnu Fajar Sudibyo Martono Sudibyo Martono Sudjadi Sudjadi Suparman Supriyadi Supriyadi Teti Sunarti Titik Aisyah Titik Aisyah, Titik Titik Sunarti, Titik Tjiptasurasa Tjiptasurasa Tjiptasurasa Tjiptasurasa Tjiptasurasa Tjiptasurasa, Tjiptasurasa Wahyu Utaminingrum Wahyu Utaminingrum Wahyu Utaminingrum Wahyuingrum, Retno Wahyuingrum, Retno