Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : REFEREN

Perbandingan dan Representasi Feminisme Eksistensialis dalam Novel Berlatar Papua Berjudul Namaku Teweraut dan Tanah Tabu Fauzi Rahman
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.59 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9181

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan serta merepresentasikan feminisme eksistensialis dalam novel berjudul Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih dengan novel Tanah Tabu karya Anindhita S. Thayf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra perbandingan. Analisis data atau prosedur analisis penelitian dilakukan dengan cara membaca keseluruhan novel, menandai bagian-bagian yang dianggap sesuai dengan sasaran kajian feminisme eksistensialis, mereduksi bagian yang tidak termasuk kajian feminisme eksistensialis, mengklasifikasikan persamaan dan perbedaan hasil analisis, hingga menarik simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Namaku Teweraut merepresentasikan suku Asmat yang masih menganut sistem poligami, perjodohan, perempuan tidak boleh mengambil keputusan atau memilih jalan hidupnya dan mengabaikan pentingnya pendidikan. Adapun novel Tanah Tabu mengisahkan suku Dani yang mengesampingkan pendidikan dan mengutamakan pernikahan karena perempuan tidak perlu belajar cukup mengurus keluarga dan patuh pada suami. Dalam kedua novel ini dijelaskan bahwa tokoh wanita tidak bisa mengenyam pendidikan secara bebas karena terikat dengan sistem patriarki.
Perbandingan dan Representasi Feminisme Eksistensialis dalam Novel Berlatar Papua Berjudul Namaku Teweraut dan Tanah Tabu Rahman, Fauzi
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9181

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan serta merepresentasikan feminisme eksistensialis dalam novel berjudul Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih dengan novel Tanah Tabu karya Anindhita S. Thayf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra perbandingan. Analisis data atau prosedur analisis penelitian dilakukan dengan cara membaca keseluruhan novel, menandai bagian-bagian yang dianggap sesuai dengan sasaran kajian feminisme eksistensialis, mereduksi bagian yang tidak termasuk kajian feminisme eksistensialis, mengklasifikasikan persamaan dan perbedaan hasil analisis, hingga menarik simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Namaku Teweraut merepresentasikan suku Asmat yang masih menganut sistem poligami, perjodohan, perempuan tidak boleh mengambil keputusan atau memilih jalan hidupnya dan mengabaikan pentingnya pendidikan. Adapun novel Tanah Tabu mengisahkan suku Dani yang mengesampingkan pendidikan dan mengutamakan pernikahan karena perempuan tidak perlu belajar cukup mengurus keluarga dan patuh pada suami. Dalam kedua novel ini dijelaskan bahwa tokoh wanita tidak bisa mengenyam pendidikan secara bebas karena terikat dengan sistem patriarki.