p-Index From 2021 - 2026
7.834
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PEREMPUAN DI IRAN PASCA REVOLUSI 1979 DALAM PERSPEKTIF SHIRIN EBADI Moh Choirul Anam; Fawaizul Umam; Aminullah .
Mozaic: Islamic Studies Journal Vol 1 No 02 (2022)
Publisher : Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mozaic.v1i02.1719

Abstract

This study aims to comprehensively find out the role of women under the Shah Pahlavi regime. In addition, this study aims to determine the social, political, and economic conditions of Iran after the 1979 revolution. Finally, this study aims to determine the position of women in Shirin Ebadi's view. This research includes library research using a gender approach and a human rights approach. In collecting data, the researcher used the original work of Shirin Ebadi as the primary source, while the secondary data was taken from the works and data related to this research. To process the data, the researcher uses content analysis or content analysis. The results of the analysis explain that Shirin Ebadi has made a big contribution to the struggle of women to get equal rights with men. He was one of the founding initiators of the Center for Defending Human Rights in Iran. Not only that, she became the first female judge in Iran. For handling major criminal cases that dragged important Iranian figures, he was imprisoned by the Iranian government. In 2003, the Norwegian Nobel Committee recognized Shirin Ebadi as the winner of the Nobel Peace Prize for her struggle to defend Iranian women for their rights.
Efektivitas Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica) sebagai Antimikroba pada Tahu Putih Dieny, Azkiya; Aminullah; Nur’utami, Dwi Aryanti; Aminah, Siti
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i2.6375

Abstract

Daun beluntas memiliki aktivitas antimikroba yang dapat mengawetkan produk tahu yang memiliki masa simpan yang pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi ekstrak daun beluntas dan lama perendaman terhadap daya hambat mikroba tahu putih. Penelitian terdiri dari tahapan pendahuluan dan utama. Penelitian pendahuluan meliputi tahap pengamatan tahu putih tanpa perlakuan di hari ke-0 (H+0), ke-1(H+1), ke-2 (H+2) dan ke-3 (H+3), serta penyiapan ekstrak daun beluntas menggunakan metode maserasi. Penelitian utama yaitu aplikasi ekstrak beluntas pada rendaman tahu putih dengan berbagai variasi konsentrasi lama perendaman. Pertumbuhan mikroba pada tahu dianalisis dengan uji Total Plate Count (TPC) dan uji visual. Pada H+2, tofu mengandung mikrobia 4,9 x 108 koloni/mL dengan aroma masam, memiliki kenampakan berlendir serta warna putih kekuningan. Hal ini menunjukan bahwa H+2 sebagai hari kritis. Tahu pada H+2 tersebut kemudian diberi perlakuan ekstrak daun beluntas pada penelitian utama. Analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak daun beluntas dan lama perendaman menurunkan secara signifikan jumlah total mikroba pada tahu putih. Secara visual, tahu putih yang direndam dengan ekstrak daun beluntas memiliki permukaan tidak berlendir, dan memiliki aroma ekstrak daun beluntas. 
Analysis of supplier selection criteria using fuzzy analytical hierarchy process by contractors in Yogyakarta Tiblola, Lidya Iriani Thabita; Aminullah, Akhmad; Nugroho, Arief Setiawan Budi
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 30 No. 1 (2024): (May)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jptk.v30i1.68323

Abstract

One of the factors that can support the success of a project to be completed on time and within budget is the selection of the right supplier because the selection of the right supplier can ensure the availability of materials to maintain the production trajectory. Supplier selection is a multi-criteria problem where each criterion has a different importance and needs to be precisely known. It must combine other criteria consistent with company goals to achieve maximum supply chain performance. Therefore, it is necessary to evaluate the supplier performance criteria needed by each company. The purpose of this research is to prioritize factors that contractors can use in selecting suppliers so that construction entrepreneurs can determine which suppliers can perform from the best criteria. One supplier selection method is the Analytic Hierarchy Process (AHP) method. However, this method still has a problem in the form of subjective assessment results, thus requiring a method that can overcome these problems, namely the Fuzzy Analytic Hierarchy Process method. Based on the literature study results, this research identifies 18 factors that influence the selection of material suppliers, which are grouped into six categories: Delivery, quality, price, service, performance, and management. Data collection in this study used questionnaires distributed to 10 respondents and processed using the Fuzzy AHP method. Based on the data processing that has been done, it is obtained that the criteria that prioritize local contractors in Yogyakarta in selecting suppliers are quality criteria with a value of 0,380, followed by cost criteria with a value of 0,283, and delivery criteria with a value of 0,157.
The Model of Legal Contract Between Courier and Expedition Company in Pamekasan Regency Aminullah, Aminullah; Hanafi, Hanafi
TRUNOJOYO LAW REVIEW Vol 6, No 1 (2024): February
Publisher : Faculty of Law Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/tlr.v6i1.22005

Abstract

The status of couriers as expedited employees often raises legal issues, especially regarding fulfilling their rights as workers in the context of labour law protection in Indonesia. These legal issues are then exacerbated by enacting the labour copyright law, which is detrimental to many workers. This study aims to determine the implementation of the work agreement between the expedition company and the courier. This research analyses the work contract model between couriers and expedition companies in Pamekasan Regency. This research uses empirical legal research methods conducted at several expedition companies in Pamekasan. The result of the research is that the expedition company chooses to be financially responsible in implementing the employment contract with the courier, where the model of employment contract applied by the expedition company to the courier is a certain time employment agreement (PKWT), which is renewed every year, so there are several things that the company can avoid including severance pay, employee leave, overtime pay, and health insurance facilities.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN PUJANANTI BARRU Alam, Aminullah
Jurnal Aplikasi Manajemen & Kewirausahaan MASSARO Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Aplikasi Manajemen & Kewirausahaan MASSARO
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat ITB Nobel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37476/massaro.v6i1.4715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh gaya kepemimpinan dan pengembangan karir terhadap kinerja pegawai dalam konteks pembangunan pemerintahan daerah dengan menggunakan kerangka teoretis Human Capital Theory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel penuh yang mencakup 31 responden dari pemerintahan daerah. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur variabel gaya kepemimpinan, pengembangan karir, dan kinerja pegawai. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif dan regresi linier berganda untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan, khususnya kepemimpinan instruksi, konsultasi, partisipasi, dan delegasi, memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengembangan karir juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dengan tahapan pertumbuhan, eksplorasi, pembentukan, penyesuaian, dan kemunduran yang semua memberikan kontribusi penting. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengintegrasian Human Capital Theory untuk menjelaskan bagaimana investasi dalam pengembangan karir dan gaya kepemimpinan dapat dianggap sebagai investasi dalam modal manusia yang memperkuat kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan pegawai.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM INOVASI PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI DESA SENGONAGUNG KECAMATAN PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN Aminullah, Aminullah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i5.4648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana peran kepala desa dalam melakukan inovasi dalam pelayanan publik khususnya administrasi kependudukan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian jenis deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Sengonagung, Purwosari, Pasuruan. Hasil dari peneltian tersebut adalah bahwa peran kepala desa dibagi menjadi 2, yakni peran sebagai Katalisator, artinya kepala desa Sengonagung merefleksikan satu sikap doktrinasi baik kepada bawahannya atau kepada masyarakat desa Sengonagung bahwa kinerja pemerintah desa Sengonagung dalam mewujudkan tata kelola desa yang baik terkhusus di bidang administrasi diperuntukkan sepenuhnya untuk kepentingan bersama, bukan hanya kepentingan sebagian golongan saja. Peran yang selanjutnya adalah sebagai Fasilitator, artinya Kepala Desa dalam menjalankan perannya sebagaifasilitator dalam hal memfasilitasi dan melengkapi kebutuhan yang diperlukan masyarakat, sarana danprasarana yang mendukung proses pemerintahan desa. Dalam upaya mengembangkan inovasi pelayanan di Desa Sengonagung, kepala desa menggunakan pendekatan dengan diskusi atau musyawarah yang bersifat kekeluargaan. Namun, dalam perjalanannya, tentunya terdapat faktor pendukung maupun faktor penghambat. Adapun faktor pendukung tersebut adalah semangat dan antusiasme baik dari perangkat desa maupun dari masyarakat setempat dalam konteks pelayanan publik. Sedangkan faktor penghambatnya adalah berkaitan dengan sumberdaya manusia serta minimnya infrastruktur di Desa Sengonagung. Hasil penelitian dapat memberikan sumbangsih wawasan khususnya dalam kajian peran kepemimpinan sektor publik
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) DI DESA BULUKANDANG KECAMATAN PRIGEN KABUPATEN PASURUAN: (Studi Kasus Desa Bulukandang Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan) Sonya Puspitasari; Aminullah, Aminullah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i12.5915

Abstract

Program BLT yang dilaksanakan di desa Bulukandang merupakan salah satu program pemerintah untuk membantu masyarakat miskin. Pelaksanaan BLT di desa Bulukandang melibatkan beberapa petugas, serta koordinasi antara pemerintah desa. Pada tahun 2023 sebanyak 38 orang mendapatkan BLT, program ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini berfokus pada implementasi kebijakan blt dan juga untuk mengetahui kendala implementasi. Dengan rumusan masalah yang pertama yaitu bagaimana implementasi program blt didesa bulukandang dan yang kedua yaitu apakah yang menjadi kendala dalam implememtasi blt. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi program kebijakan blt dengam menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penatikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori implementasi van meter dan van horn yang terdiri dari 6 indikator yaitu: (1) standart kebijakan dan sasaran program/tujuan (2) sumberdaya (3) komunikasi (4) karakteristik (5) lingkungan social,ekonomi,politik (6) sikap/disposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa indikator berjalan dgn baik, namun beberapa indicator perlu dikaji lebih mendalam yaitu pada indicator standar kebijakan dan sasaran program/tujuan dan juga sumberdaya waktu yang perlu dikembangkan lagi.
KUALITAS PELAYANAN PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) DI KABUPATEN PASURUAN: (STUDI DI DESA REMBANG KECAMATAN REMBANG) Siti Atika; Aminullah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i12.5916

Abstract

Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau yang biasa disebut PTSL merupakan sebuah program yang berhasil dibuat oleh Pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum hak atas tanah yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. PTSL memberikan kesempatan bagi masyarakat yang belum mendaftarkan tanah miliknya yang berada di seluruh Wilayah Republik Indonesia dalam satu Wilayah Desa atau Kelurahan. Penelitian ini mengkaji tentang kualitas pelayanan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan, serta proses pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan program PTSL di Desa Rembang Kecamatan Rembang dengan berdasar pada teori kualitas pelayanan dai Zeithaml (1990): (1) Kualitas pelayanan program PTSL di Desa Rembang telah memenuhi aspek Tangibles. (2) Kualitas pelayanan program PTSL di Desa Rembang belum memenuhi aspek Emphaty. (3) Kualitas pelayanan program PTSL di Desa Rembang belum memenuhi aspek Reliability. (4) Kualitas pelayanan program PTSL di desa Rembang telah memenuhi aspek Responsiveness. (5) Kualitas pelayanan Program PTSL di Desa Rembang belum memenuhi aspek Assurance. Dan untuk proses pelaksanaanya program PTSL di desa Rembang Kecamatan Rembang sudah sesuai dengan Pasal 3 ayat 4 Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
PENERAPAN REFORMASI BIROKRASI DALAM PERSPEKTIF AGILE GOVERNANCE : (Studi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur) Saidah, Chilmiatus; Aminullah, Aminullah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i1.6020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan reformasi birokrasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur dengan fokus pada peningkatan kualitas tenaga kerja dalam perspektif agile governance. Dalam era Revolusi Industri 4.0, kebutuhan akan tenaga kerja yang berkualitas dan adaptif menjadi semakin penting. Oleh karena itu, diperlukan reformasi birokrasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan efisiensi dan efektivitas, tetapi juga responsif terhadap perubahan lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, menganalisis keselarasan 8 area perubahan dalam Grand Design Reformasi Birokrasi (Perpres Nomor 81 Tahun 2010) dengan 6 prinsip agile governance, yaitu good enough governance, business driven, human focused, based on quick wins, systematic and adaptive approach, serta simple design and continuous refinement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar area perubahan dalam reformasi birokrasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur lebih dominan terkait dengan prinsip human focused dan systematic and adaptive approach. Hal ini disebabkan oleh fokus utama peningkatan kualitas tenaga kerja yang berpusat pada pengembangan sumber daya manusia dan kemampuan birokrasi untuk beradaptasi terhadap perubahan dinamika kebutuhan tenaga kerja. Selain itu, penerapan prinsip good enough governance dan simple design and continuous refinement dalam penguatan tata kelola dan peningkatan pelayanan publik juga berperan penting dalam mendukung reformasi birokrasi yang lebih efektif dan efisien. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya peningkatan kapasitas adaptasi dan responsifitas dalam implementasi reformasi birokrasi agar dapat lebih selaras dengan tuntutan era digital dan dinamis saat ini. This study aims to analyze the implementation of bureaucratic reform at Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, focusing on improving workforce quality from an agile governance perspective. In the era of Industry 4.0, the need for a high-quality and adaptive workforce has become increasingly important. Therefore, bureaucratic reform is required, not only oriented towards increasing efficiency and effectiveness but also responsive to environmental changes and community needs. This research uses a qualitative descriptive approach with a case study method, analyzing the alignment of the 8 areas of change in the Grand Design of Bureaucratic Reform (Presidential Regulation No. 81 of 2010) with the 6 principles of agile governance: good enough governance, business driven, human focused, based on quick wins, systematic and adaptive approach, and simple design and continuous refinement. The study results indicate that most areas of change in the bureaucratic reform at the East Java Provincial Manpower and Transmigration Office are more closely aligned with the principles of human focused and systematic and adaptive approach. This is due to the primary focus on improving workforce quality centered on human resource development and the ability of the bureaucracy to adapt to the changing dynamics of workforce needs. Furthermore, the application of good enough governance and simple design and continuous refinement principles in strengthening governance and improving public services also plays a significant role in supporting more effective and efficient bureaucratic reform. The conclusion of this study emphasizes the need to enhance adaptation capacity and responsiveness in implementing bureaucratic reforms to better align with the demands of the current digital and dynamic era.
ANALISIS PELAYANAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF GOOD GOVERNANCE DI DESA SUMBERREJO KECAMATAN PURWOSARI Aminullah, Aminullah; Laila Qurrota A’yunina
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i2.6082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelayanan publik dalam perspektif good governance di desa Sumberrejo Kecamatan Purwosari, alasan pemilihan studi tersebut dikarenakan desa Sumberrejo menghadapi beberapa kendala dalam memberikan pelayanan publik kepada masayarakat, penelitian ini menggunakan metode kualitatif, tehnik pengumpulan data menggunakan studi literatur dimana meta data di ambil dari buku, jurnal online, maupun referensi sekunder lainnya. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori good governance United Nations Development Program (UNDP) dengan menggunakan beberapa prinsip good governance yakni prinsip transparansi, prinsip akuntabilitas dan prinsip Partisipasi.
Co-Authors A. Juli Andi Gani Abuzar Khpalwak Zazai Agustiani, Novi Ahmaludin Ahmaludin Andaista, Rahmatunnisa Any Urwatul Wusko Apriani, Yasri Aprilia, Sapira Aprilia, Tri Aristi, Sindi Nurmaya Aslikha Aulannisa, Fairuza Bambang Santoso Hariyono Baroza, Danu Wisnu Cahyasiam, Riski Delfitriani Dieny, Azkiya Distya Riski Hapsari Dwi Mita Setyasih Erni Ratna Dewi Fahreza, Fadhil Gusta Fani Rahmasari, Fani Fauzi, Muhamad Rizki Fauziyah, Muslimatul Fawaizul Umam Febriyanti, Emilia Firdaus, Muhammad Rizqy Fitri Wulandari Fitrilia, Tiana Fuad Azim Gunawan, Syifa Zahra Hambali Hambali Hanafi Hanafi Hartoni Hartoni Huda, Muhammad Habib Zainul Indradewa, Rhian Irfan Islamy Irwansya, Irwansya Iskandar A. Gani Ismail Roshangar Israyati Rifqoh Jamilatul Uyun Karisma, Nurul Khairul Muluk Khairunnisa, Nyimas Isnaini Khasani, Khiban Khoiriyah, Amanatul Khumaidi KUSUMA, NAILAH AKA Laila Qurrota A’yunina Lailatul Badriyah Lustiani, Marisa Hijjah Mardiah Mega Silpia Moh Choirul Anam Muhammad Rikzul Fikri Munawaroh Ningsih, Nofita Nugroho, Arief Setiawan Budi Nur Laili Nur Rohmad Nuzil Nur Sayidah Nurfahri, Rizky Ardhi Nurlaela, Raden Siti Nur’utami, Dwi Aryanti Pertiwi, Sri Rejeki Retna Puspa, Nurkania Kresna Putri Nabila, Gadis Qodariah, Siti Nurlailatul Rahmaniah, Mustika Ramadhan, Alif Muhammad Riris Setiyo Rini Saidah, Chilmiatus Sefiya, Helmi Silfiah, Rossa Ilma Silpi Riani Silpia, Mega Siti Aminah Siti Aminah Siti Atika Sobarudin, Muhammad Fahmi Sonya Puspitasari Sudrajat, Fathira Sakinah Anugrawati Sukarman Sukarman Suryadi Suryadi Syafiudin, Achmad Tiblola, Lidya Iriani Thabita Titi Rohmayanti Yasri Apriani