Claim Missing Document
Check
Articles

Makna Lirik Lagu “Durasi” oleh Feby Putri dalam Kajian Semiotika Roland Barthes Nirfanda Pratiwi; Nina Queena Hadi Putri
Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris Vol. 3 No. 2 (2025): June: Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/fonologi.v3i2.1584

Abstract

This research uses qualitative research methods with Roland Barthes Semiotics theory with data on the lyrics of the song “Duration” by Feby Putri which dissects signs in two levels: denotation and connotation, as well as the myths contained in the song text. The main data source in this research is the lyrics of the song “Duration” which is accessed by YouTube on the official Feby Putri NC account, while secondary data is obtained from the website article www.RRI.co.id, music reviews and a podcast entitled “Feby Putri surgical song Duration with Indra Aziz |Dalem banget” on the youtube account VokalPlus by Indra Aziz. The data collection technique was done through documentation. The results showed that denotatively, the lyrics of this song describe the feelings of someone who realizes that being together with the person he loves has a time limit, whether due to circumstances, fate, or changing feelings. Connotatively, this song represents Feby's life story as an overseas child feeling lonely overseas when he returned to his hometown he found significant changes in his family, especially his mother who was getting older. Meanwhile, at the mythical level, this song reflects Indonesian cultural values about the importance of returning to one's hometown because family and loved ones are something very valuable, moments together must be utilized as well as possible because time keeps running and will never be repeated. Thus, the lyrics of Durasi are not just a melancholic song, but also a symbol of universal life reflections that are relevant to many individuals.
MANTRA PENGOBATAN DAN IDENTITAS BUDAYA: KAJIAN DI KALANGAN MASYARAKAT SUKU DAYA KABUPATEN PASER Wahdini, Chintya; Putri, Nina Queena Hadi
JURNAL SKRIPTA Vol 11 No 1 (2025): SKRIPTA MEI 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v11i1.7694

Abstract

ABSTRACT Medical mantras are part of the oral tradition of the Dayak people which not only functions as a healing method, but also reflects their cultural identity. This study aims to analyze the role of treatment mantras in the lives of Dayak people as well as reveal the cultural values contained in them. The research method used is a qualitative method with an ethnographic approach, which involves observation and in-depth interviews with practitioners of traditional medicine, such as belian who still use mantras in their daily lives. The results showed that treatment mantras in Dayak society have four main aspects that reflect their cultural identity (1) aspects of spiritual beliefs, where mantras are believed to have magical powers to expel diseases or poisons; (2) relationship with nature, where it is believed that mantras can order diseases to return to the land, sky, water, or their place of origin, and it means that human health depends on the balance of the ecosystem; (3) social system and community solidarity, which indicates that traditional medicine is not only centered on the individual but also involves family support and the role of belian as spiritual leader and healer; (4) language and oral tradition reflected in the repetitive and symbolic structure of mantras, as well as the role of the Dayak language as part of the cultural heritage passed down through generations. Keywords: Medical mantras, cultural identity, Dayak tribe, traditional beliefs, Dayak language, traditional medicine.
MORAL VALUES IN THE LEGEND OF TUNGGANG PARANGAN IN KUTAI LAMA EAST KALIMANTAN Ardelia, Azra Abidah; Putri, Nina Queena Hadi
JURNAL SKRIPTA Vol 11 No 1 (2025): SKRIPTA MEI 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v11i1.7697

Abstract

ABSTRACT The Kutai Lama community has a diversity of regional oral literature that is rich in moral values, one of which is legend. Legends not only tell the origin of a place, but also contain valuable life lessons for the community. One of the legends originating from Kutai Lama is the legend of Tunggang Parangan. This study aims to describe the form of moral values in the legend of Tunggang Parangan in Tepian Batu Hulu Dusun Jaitan Layar, East Kalimantan. The research method used in this study is a qualitative method using an ethnographic approach. This technique was carried out by observing and interviewing informants at Tepian Batu Hulu Jaitan Layar Hamlet, Kutai Lama, East Kalimantan related to the legend of Tunggang Parangan. The data analysis technique in this study was carried out with the Miles and Huberman model which was carried out with four stages of activities, namely data collection, data reduction, data presentation, conclusion drawing. The results showed the form of moral values contained in the legend of Tunggang Parangan, namely: (1) The form of moral values in human relations with oneself includes courage, trustworthiness, and never giving up (2) The form of moral values in human relations with other humans in the social sphere and the natural environment includes working hard and helping. (3) The form of moral values in human relationships with God includes believing in God and worshiping. Keywords: legend, value, moral, Kutai Lama, form of moral value
NILAI RELIGIUS, MORAL DAN BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT SI MARUNI PAHLAWAN BAJAU SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA Azni, Fadhilah; Putri, Nina Queena Hadi
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 9, No 1 (2025): JURNAL LITERASI APRIL 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v9i1.18480

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melestarikan budaya serta mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat Kalimantan Selatan Si Maruni Pahlawan Bajau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa buku cerita rakyat Daerah Kalimantan Selatan karya Brotomoeljon. Analisis data dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu, membaca dan memahami secara menyeluruh cerita rakyat Si Maruni Pahlawan Bajau, menganalisis unsur nilai religius, moral dan budaya dalam cerita rakyat Si Maruni Pahlawan Bajau dan terakhir memaparkan dan menyimpulkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini yaitu ditemukan beberapa nilai religius, moral dan budaya yang sejalan dengan teori yang digunakan. Nilai religius berkaitan dengan ketaatan kepada Tuhan dan bentuk rasa syukur manusia. Nilai moral berkaitan dengan kesantunan, timbal balik dari tolong-menolong, sikap baik hati, rendah diri, pengorbanan, keberanian, baik hati, kejujuran dan tatakrama. Nilai Budaya berkaitan dengan sebutan gelar, bahasa, adat-istiadat, permainan tradisional dan tradisi lisan. Nilai-nilai tersebut dapat digunakan sebagai referensi bahan ajar Bahasa Indonesia di SMP dan SMA dalam pengembangan diri siswa terhadap budaya lokal.
Nasi Bekepor: Jendela Pendidikan Budaya Kutai Kartanegara dalam Kajian Gastronomi Sastra Kamalia, Alfin Luluk; Hadi Putri, Nina Queena
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v9i2.1118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ragam dan simbol kuliner Nasi Bekepor di Kutai Kartanegara melalui ilmu gastronomi sastra dan relevansi ragam dan simbol kuliner Nasi Bekepor di Kutai Kartanegara dikaitkan dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Seni dalam penyajian makanan khas daerah tertentu merupakan harmoni sosial yang mendukung dalam eksistensi suatu suku. Cara memasak, cara menyajikan atau hiasan yang dipakai menjadi suatu muatan lokal yang memiliki nilai filosofis dan berkembang dalam kajian gastronomi sastra. Penelitian ini masuk dalam penelitian deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan gastronomi sastra. Teknik pengumpulan data diperoleh dari analisis data sekunder. Teknik analisis pada penelitian ini adalah wawancara ke warga asli yang bersuku kuatai.
Representasi Citra Perempuan dalam Cerita Rakyat Dayak Kenyah Tilo Enggau Marta, Jogarni Maria; Putri, Nina Queena Hadi
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8281

Abstract

This study aims to reveal the image of women in the Tilo Enggau folktale from the Dayak Kenyah community as a symbolic, spiritual and socio-cultural discourse. This study uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of in-depth interviews with informants from the Dayak Kenyah community and documentation of unpublished folklore texts as objects of study. The data were analyzed using three feminist perspectives: radical feminism, cultural feminism and ecofeminism. The results of the study show that the female characters in the story appear as independent figures who reject the norms of marriage, experience supernatural pregnancies and give birth to descendants from heaven. The female characters in this story not only carry out biological functions, but also represent strong socio-cultural constructions. Women are the center of lineage and have symbolic authority as guardians of social harmony. This representation is emphasized through the sacred ancestral speech "ayen nei kini ni, ameq su yaq alaq tilo enggau labok ni" which means "don't come here because we are the grandchildren of the one who took tilo enggau fell," as a symbol of women's authority over lineage and communal harmony. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap citra perempuan dalam cerita rakyat Tilo Enggau dari masyarakat Dayak Kenyah sebagai wacana simbolik, spiritual dan sosial budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap narasumber dari komunitas Dayak Kenyah serta dokumentasi teks cerita rakyat yang belum pernah dipublikasikan sebagai objek kajian. Data dianalisis menggunakan tiga perspektif feminisme: feminisme radikal, feminisme kultural dan ekofeminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam cerita tampil sebagai figur mandiri yang menolak norma pernikahan, mengalami kehamilan supranatural dan melahirkan keturunan dari kayangan. Tokoh perempuan dalam cerita ini tidak hanya menjalankan fungsi biologis, tetapi juga merepresentasikan konstruksi sosial-budaya yang kuat. Perempuan menjadi pusat garis keturunan dan memiliki otoritas simbolik sebagai penjaga harmoni masyarakat. Representasi ini ditegaskan melalui tuturan sakral leluhur “ayen nei kini ni, ameq su yaq alaq tilo enggau labok ni” yang berarti "jangan datang ke sini karena kami adalah cucu dari yang mengambil tilo enggau jatuh,” sebagai simbol otoritas perempuan atas garis keturunan dan harmoni komunal.
dikriminisasi, sindrom Asperge NARASI DAN SIMBOL DISKIRIMINASI DALAM FILM “AKU JATI, AKU ASPERGER”: KAJIAN SEMIOTIKA: NARASI DAN SIMBOL DISKIRIMINASI DALAM FILM “AKU JATI, AKU ASPERGER”: KAJIAN SEMIOTIKA Yunita; Nina Queena Hadi Putri
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2025): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v15i2.24715

Abstract

This study entitled "Visual and Narrative Elements as a Depiction of Discrimination against Asperger's: A Semiotic Study in the Film 'Aku Jati, Aku Asperger'" aims to examine and identify discrimination experienced by Asperger's people through a semiotic theory approach. The results of the study indicate that the film effectively conveys five depictions of discrimination experienced by the main character, Jati, which are caused by environmental factors, societal views, and the role of parents. Through the analysis of signs, objects, and interpretations, this study found that visual and narrative elements function as tools to increase awareness and empathy for the issues faced by Asperger's people. In addition, this study provides benefits in increasing public understanding of the challenges faced by people with disabilities, as well as encouraging constructive dialogue about social inclusion. This film can also be a source of reference for educators and parents in educating children about diversity. It is hoped that the results of this study can trigger positive changes in public attitudes towards people with disabilities and encourage the creation of a more inclusive environment, so that people with Asperger's can be accepted and appreciated in society. With increased awareness and education, we can work together to build a more equitable world for all individuals.
Representasi Isu Lingkungan dalam Dongeng P5 Mengusir Mesin Raksasa Karya Rama Aji: Kajian Ekokritik Greg Garrard Zahrah Aulia Nabila; Nina Queena Hadi Putri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5572

Abstract

dongeng Mengusir Mesin Raksasa karya Rama Aji menggunakan pendekatan ekokritik Greg Garrard, yang mencakup enam aspek utama: Pencemaran (pollution), Hutan Belantara (wilderness), Bencana (apocalypse), Perumahan/Tempat tinggal (dwelling), Binatang (Animals), dan Bumi (earth). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, yakni membaca dan mencatat bagian-bagian teks yang mencerminkan isu-isu lingkungan. Hasil penelitian menemukan 11 data yang mencerminkan enam aspek ekokritik dalam narasi dan dialog yang mengemukakan dampak eksploitasi lingkungan, seperti pencemaran suara dan udara, kerusakan hutan, serta bencana ekologis berupa kelaparan dan kehilangan habitat. Dongeng ini juga menggambarkan perlawanan hewan-hewan terhadap mesin-mesin raksasa sebagai simbol perlawanan alam terhadap eksploitasi manusia.
Analisis Puisi “Kamu Tidak Istimewa” Karya Natasha Rizky dengan Pendekatan Struktural Nurul Maghfirah; Yusak Hudiyono; Nina Queena Hadi Putri; Widyatmike Gede Mulawarman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur puisi Kamu Tidak Istimewa karya Natasha Rizky dengan menggunakan pendekatan struktural. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, yaitu dengan membaca buku Kamu Tidak Istimewa karya Natasha Rizky dan mencatat bagian-bagian puisi yang mencerminkan struktural yang membentuk keseluruhan karya. Hasil penelitian terhadap puisi Kamu Tidak Istimewa karya Natasha Rizky mengungkap sembilan data yang mencerminkan elemen-elemen struktural dalam puisi ini. Data-data tersebut berasal dari analisis terhadap struktur fisik dan batin puisi yang terdiri dari beberapa aspek penting. Struktur fisik puisi mencakup analisis diksi, pengimajinasian, kata konkret, majas, dan tipografi yang digunakan oleh penyair untuk menyampaikan pesan dan makna. Sementara itu, struktur batin puisi dianalisis melalui tema, perasaan, nada dan suasana, serta amanat yang terkandung di dalamnya. Melalui analisis kedua struktur ini, penelitian ini mampu menggali makna mendalam dan hubungan harmonis antara elemen-elemen dalam puisi sehingga menciptakan kesatuan yang utuh dalam karya, sekaligus menunjukkan bahwa struktur puisi memberikan kontribusi besar dalam menyampaikan pesan dan estetika yang diinginkan oleh penulis.
Representasi Id, Ego, dan Superego dalam Lagu “Satu Hari Lagi” karya Daniel Baskara Putra (Hindia) : Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud Visuddha Kartanegara, Sulthan; Nina Queena Hadi Putri; Marwah Ulwatunnisa
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi struktur kepribadian dalam lirik lagu “Satu Hari Lagi” karya Baskara Putra (Hindia) menggunakan pendekatan psikoanalisis sastra Sigmund Freud. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks terhadap lirik lagu. Sumber data di dalam penelitian ini berupa lirik lagu yang berjudul “Satu Hari Lagi” karya Daniel Baskara Putra, lirik digunakan sebagai objek kajian karena memuat representasi ekspresi psikologis dari sang pencipta lagu. Hasil penelitian ditemukan 9 data bahwa Id tercermin dalam dorongan bawah sadar tokoh untuk melepaskan diri dari beban hidup dan mencari pelarian emosional. Superego hadir dalam bentuk rasa bersalah, tekanan sosial, dan tuntutan moral yang membebani tokoh. Sementara itu, Ego berfungsi sebagai penengah yang mencoba menyelamatkan tokoh dari kehancuran psikis dengan memilih bertahan “satu hari lagi”. Lagu ini merepresentasikan konflik batin yang universal, khususnya bagi generasi muda yang hidup dalam tekanan sosial dan ekspektasi diri. Dengan demikian, lirik lagu ini tidak hanya menjadi media ekspresi personal, tetapi juga refleksi kondisi psikologis masyarakat urban modern.