Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN TAGLINE IKLAN SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA DALAM PEMBELAJARAN SINTAKSIS DI PERGURUAN TINGGI Putri, Nina Queena Hadi; Wahyuni, Ian
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i2.11601

Abstract

Tagline iklan dipilih karena menjadi sebuah ikon bahasa suatu produk yang bersifat unik, mudah diingat, dan menjadi ciri khas jati diri produk yang bersifat persuasif kepada khalayak sebagai konsumen. Iklan dengan audio dan visual menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen, khususnya mahasiswa yang tidak pernah lepas dari media elektronik. Dengan menggunakan media iklan yang familiar dengan kehidupan mahasiswa disertai contoh penerapa sintaksis dengan berbagai pola strukturnya dapat menjadi alternatif media dalam pembelajaran sintaksis di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur klausa pada tagline iklan pada media televisi kan kanal youtube. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data berupa kutipan klausa dan kalimat sederhana (tunggal) pada iklan makanan yang terdapat pada media televisi dan kanal youtube Indonesia. Sumber data yaitu iklan makanan yang terdapat pada media televisi dan kanal youtube Indonesia. Pengumpulan data dengan menggunakan metode simak, catat, dan mentranskripsikan data lisan ke data tulis. Pada tagline iklan ditemukan penggunaan klausa yang terdiri atas klausa bebas (kalausa lengkap), klausa tidak lengkap, dan klausa terikat. Namun, yang paling sering digunakan yaitu klausa bebas. Berdasarkan kategori yang menduduki fungsi predikat terdapat klausa verbal, nominal, dan adjektiva. Sedangkan yang paling sering digunakan yaitu klausa verbal.Kata kunci: tagline iklan, media pembelajaran, pembelajaran sintaksis
Analisis Tindak Tutur Ilokusi pada Tuturan Film Pendek Berjudul Lemantun Sutradara Wregas Bhanuteja Iin Iduljanah; Nia Ramadhani; Fika Yuni Lestari; Arinas Sa’adah; Alifia Shifa Latif; Laela Nabila; Asep Purwo Yudi Utomo; Nina Queena Hadi Putri
Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan  Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/pragmatik.v3i4.2265

Abstract

Language functions as a means of communication used by humans to convey goals, ideas, ideas, emotions, and feelings to others. This research aims to identify and describe the types of illocutionary speech acts contained in the short film “Lemantun”. This research is categorized as descriptive qualitative research. The data source for this research comes from all the speech acts contained in the short film “Lemantun”. The data analyzed includes pieces of speech allegedly containing illocutionary speech acts from the short film “Lemantun”. The data collection method used in this research is the technique of free listening and note taking. The data source utilized is the short film “Lemantun” by utilizing the analysis of speech act types according to Searle, which includes representative, directive, expressive, commissive, and declarative. This article can be useful for students because it provides knowledge about the types of illocutionary speech acts, so it is hoped that students can identify various types of illocutionary speech acts in daily activities.
The Role of Indonesian Literature in the Young Generation Hanifa, Nuha Sekar; Putri, Nina Queena Hadi
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 2 (2025): April, Culture and Identity
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i2.45411

Abstract

Indonesian literature has various types, ranging from poetry, prose, to drama, which reflect the nation's culture and values. As the successor of the nation, the younger generation has an obligation to maintain and develop Indonesian literature. However, due to technological developments and the influence of foreign cultures, the interest of the younger generation in literature is often overlooked. Therefore, it is important to understand how literature affects human life. Literature is an important part of Indonesian culture that reflects the nation's history, values, and identity. In this modern era, literature plays a major role in shaping the character and insight of the younger generation (Scott, 2014). However, with the challenges of digitization and a shift in interest in instant content, literature must change to remain relevant. This study uses a qualitative approach. Therefore, it is very important that the younger generation plays an important role in cultivating Indonesian literature which is very beautiful and has a lot of artistic diversity. The attention of the younger generation to literature is often distracted in the challenging digital era. Therefore, it is very important to develop new ways of delivering literature, such as using digital platforms and holding interesting literacy programs. If the community, teachers, and the government work together, Indonesian literature can remain relevant and interesting for the younger generation. This will allow them to become agents of change that can preserve and develop Indonesia's literary wealth in the future.
Relevansi dan Dinamika Penggunaan Mantra dan Doa Laut Suku Bajau di Pulau Maratua pada Era Modern Taqdiraa, Taqdiraa; Nina Queena Hadi Putri; Widyatmike Gede Mulawarman; Syaiful Arifin; Bahri Arifin; Ahmad Mubarok
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7385

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi dan dinamika penggunaan mantra serta doa laut Suku Bajau di Pulau Maratua di tengah pengaruh modernisasi, islamisasi, dan perkembangan teknologi. Sebagai komunitas maritim, masyarakat Bajau memaknai mantra dan doa laut sebagai media sakral untuk perlindungan, keselamatan, dan hubungan spiritual dengan laut, namun perubahan sosial menyebabkan pergeseran fungsi dan makna tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnolinguistik melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tetua adat, nelayan, tokoh agama, serta generasi muda. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi teknik dan sumber untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mantra dan doa mengalami transformasi dari praktik magis menuju praktik religius serta simbol identitas budaya,  penggunaannya kini lebih banyak dijumpai dalam ritual tertentu seperti sedekah laut dan mandi safar dibanding aktivitas melaut sehari-hari. Generasi tua masih memaknai doa sebagai pelindung sakral, sedangkan generasi muda lebih menempatkannya sebagai bagian dari tradisi dan etika bermaritim. Faktor pelestarian meliputi identitas etnis, ritual kolektif, dan dokumentasi akademik, sementara faktor pergeseran mencakup islamisasi, teknologi navigasi modern, dan globalisasi. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi mantra dan doa laut tidak hilang, melainkan bertransformasi menjadi praktik religius-sosial yang meneguhkan identitas Bajau. Pelestarian tradisi memerlukan dokumentasi berkelanjutan, pewarisan antargenerasi, serta integrasi pengetahuan budaya ke dalam pendidikan dan media digital.