Articles
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KELELAHAN KERJA PADA PENGEMUDI DUMP TRUK DI PT ABC
Pratama, Dimas Abdi;
Zulfikar, Iwan;
Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.331
Kelelahan kerja merupakan hal yang umum pada setiap tenaga kerja di berbagai perusahaan, dari beberapa penelitian, situasi ini dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja dan dapat menurunkan produktivitas kerja, dimana kelelahan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor penyebab kelelahan kerja pada pengemudi dump truk di PT ABC. Penelitian ini merupakan penelitian metode kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional dan rancangan studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18-20 Juli Tahun 2023 dengan populasi dalam penelitian ini adalah pengemudi dump truk di PT ABC yang berjumlah 71 orang dengan menggunakan rumus slovin. Variabel bebas adalah faktor-faktor penyebab kelelahan kerja, sedangkan variabel terikat adalah kelelahan kerja. Instrumen penelitian ini meggunakan kuesioner KAUPK2 (Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja) dan kuesioner faktor-faktor penyebab kelelahan kerja. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian ini didapat ada hubungan waktu kerja dengan kelelahan kerja pada pengemudi dump truk dengan perolehan signifikan = 0,001, dan ada hubungan status kesehatan pekerja dengan kelelahan kerja pada pengemudi dump truk dengan perolehan signifikan = 0,001.
HUBUNGAN BEBAN KERJA TERHADAP STRESS KERJA PADA PERAWAT RUANG IGD RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN
Alpian, Nur;
Zulfikar, Iwan;
Wahyuni, Sri
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.335
Beban kerja perawat meliputi banyak aspek, beberapa aspek yang berhubungan dengan beban kerja tersebut adalah jumlah pasien yang harus dirawatnya, kapasitas kerjanya sesuai dengan pendidikan yang diperoleh, shift yang digunakan untuk bekerja yang sesuai dengan jam kerja yang telah ditentukan setiap hari, serta kelengkapan fasilitas yang dapat membantu perawat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Perawat juga sering kali mengalami stress, stres kerja dapat diartikan sebagai tekanan yang dirasakan karyawan karena tugas-tugas pekerjaan tidak dapat pegawai penuhi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan beban kerja terhadap stress kerja dan untuk mengetahui tingkat beban kerja pada perawat IGD. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian analitik karena bermaksud menganalisa hubungan antara variabel-variabel penelitian, pengumpulan data yang digunakan yaitu secara cross sectional dimana dalam penelitian ini seluruh variabel diamati pada saat yang bersamaan dan pada waktu berlangsungnya penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas perawat di IGD mengalami beban kerja berat yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah perawat, jumlah pasien, dan kompleksitas tugas yang diemban serta sebagian besar perawat di IGD mengalami tingkat stres yang signifikan, menandakan bahwa stres merupakan realitas dalam rutinitas sehari-hari baik di rumah maupun di tempat kerja.
ANALISIS PENANGANAN LIMBAH MEDIS DI KLINIK GRAND MEDICA INDONESIA
Ekaputra, Bimo;
Rusba, Komeyni;
Zulfikar, Iwan
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.352
Sampah Pada Klinik Kesehatan memiliki potensi dampak penting terhadap penurunan kualitas maupun secara langsung memiliki potensi bahaya bagi kesehatan masyarakat seperti infeksi nosokomial, gangguan kesehatan, pencemaran lingkungan, serta gangguan pekerjaan, oleh karena itu perlu adanya pengelolaan limbah medis padat secara benar dan aman. Jenis penelitian yang digunakan dalam analisa penanganan limbah medis ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan pengamatan langsung dan wawancara bagaimana penanganan Limbah Medis ditempat dilakukan. Pemilahan Limbah medis di Klinik Grand Medica Indonesia sudah dilakukan dengan cara memimsahkan antara Limbah Medis dan yang Non – Medis. Semua tahap kerja pemilahan Limbah medis sudah sesuai dengan yang Permenakes no .2 tahun 2023, Berdasarkan dengan penelitian yang dilakukan di Klinik Grand Medica Indonesia semua proses penyimpanan Limbah medis sudah Mengikuti standar Undang – Undang. Meskipun masih Ada beberapa yang Tidak Mengikuti peraturan seperti penempatan Limbah medis dan Non – Medis. Saran Untuk Klinik adalah Pihak klinik Menyediakan kantong sampah yang berbeda sebagai wadah untuk pemilahan didalam Tong sampah dan penggunaan Tong sampah yang sesuai dengan standar. perlu melakukan pengumpulan dan pengangkutan limbah medis menggunakan troli khusus sebelum limbah medis padat dikumpulkan di tempat penyimpanan sementara.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA MENTAL DENGAN KELELAHAN KERJA MENTAL PADA KARYAWAN PERKANTORAN PT. TRAKINDO UTAMA KARIANGAU BALIKPAPAN
Medan, Monica Verena;
Zulfikar, Iwan;
Fuadi, Yan
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.436
Beban Kerja Mental adalah adanya gejala-gejala seperti Perasaan lesu, kantuk, pusing, kurang waspada, tertekan, dan kehilangan semangat dalam melakukan pekerjaan. Kelelahan kerja adalah salah satu permasalahan Kesehatan dan keselamatan kerja yang mempengaruhi factor risiko terjadinya kecelakaan pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja mental dengan kelelahan kerja pada karyawan perkantoran di PT. Trakindo Utama Kota Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh pekerja di perkantoran PT. Trakindo Utama Kariangau Balikpapan yang berjumlah sebanyak 32 orang yang dipilih dengan teknik Cluster Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang diadaptasi dari NASA-TLX dan IFRC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja mental dengan kelelahan kerja. Beban kerja mental yang tinggi akan meningkatkan risiko kelelahan kerja mental pada karyawan. Uji yang digunakan untuk melihat hubungan kedua variabel adalah Chi-Square.Tingkat beban kerja dominan adalah beban kerja kategori tinggi yaitu berjumlah 22 orang (68,8%), dan tingkat kelelahan kerja sedang yaitu berjumlah 21 orang (65,6%). Hasil uji kedua variabel diperoleh p value 0,042 (α : 0,05). Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja mental dengan kelelahan kerja pada karyawan Perkantoran PT. Trakindo Utama.
ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN RISIKO MENGGUNAKAN METODE HIRADC PADA AREA BATCHING PLANT DI PT ERA BANGUN JAYA KOTA SANGATTA
Fuadi, Yan;
Ramadhan, Raynaldi;
Zulfikar, Iwan;
Zainul, L. M.
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.446
Penelitian berjudul “Analisis Potensi Bahaya dan Risiko Menggunakan Metode HIRADC pada Area Batching Plant di PT Era Bangun Jaya Kota Sangatta”. bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi bahaya serta risiko yang ada di area Batching Plant dengan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) sebagai alat untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menentukan langkah-langkah pengendalian yang tepat.Proses penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui observasi langsung, wawancara dengan pekerja. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya yang signifikan, seperti kebisingan, jatuh dari ketinggian, dan paparan bahan kimia. Setiap bahaya yang diidentifikasi kemudian dinilai berdasarkan tingkat risiko yang ditimbulkan, dan langkah-langkah pengendalian yang sesuai diusulkan untuk meminimalkan risiko tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi PT Era Bangun Jaya dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di area Batching Plant. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama untuk menerapkan praktik keselamatan yang lebih baik. Dengan demikian, keselamatan kerja dapat terjaga, dan produktivitas perusahaan dapat meningkat secara berkelanjutan.
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO K3RS DI UNIT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BALIKPAPAN
Zulfikar, Iwan;
Maharani, Alya Ervana;
Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.447
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan penilaian serta pengendalian risiko pada pekerjaan di Unit Rawat Inap. Manfaat peneltian masukan bagi Rumah Sakit identifikasi bahaya penilaian dan pengendalian risiko. Metode penelitian adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data Observasi dan wawancara. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Baeriman Kota Balikpapan khususnya unit Rawat Inap. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa dalam melakukan identifikasi bahaya pada pekerjaan di unit Rawat Inap dengan potensi bahaya sebanyak 21 bahaya. Kategori penilaian risiko pada pekerjaan di unit rawat inap sebelum pengendalian adalah 7% Extreme, 75% High risk, dan 18 % medium setelah dilakukan pengendalian adalah untuk risiko ekstrem telah hilang dan turun menjadi 90% low risk dan 10% medium risk. Selanjutnya didapat pengendalian yang telah dilakukan pada pekerjaan di unit Rawat Inap sesuai dengan hirarki kontrol yang dominan dari susbsitusi hingga dengan alat pelindung diri.
EVALUASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH PADA RSUD PURUK CAHU DI KABUPATEN MURUNG RAYA
Purwanti, Sri;
Hartaku, Berta;
Rusba, Komeyni;
Zulfikar, Iwan
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.454
Rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan merupakan industri yang krusial untuk meningkatkan produksi serta produktivitas nasional. Salah satu manajemen risiko di rumah sakit adalah pada proses pengolahan air limbah rumah sakit. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan sebagai tempat untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah medis maupun cair yang berpotensi menimbulkan peneluran penyakit dan ganguan kesehatan lainnya serta pencemaran lingkungan, sehingga perlu dilakukan pengolahan air limbah. Pengelolaan air limbah di rumah sakit merupakan aspek krusial dalam menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi higiene sanitasi air limbah di sebuah rumah sakit oleh karena itu pengolahan air limbah pada faslitas kesehatan menjadi suatu kewajiban untuk menjaga kesehatan pada manusia dan lingkungan sekitar.
EFEKTIVITAS PENERAPAN PROSEDUR TANGGAP DARURAT MEDIS PADA SMP NEGERI 25 BALIKPAPAN
Rompas, Reinalda Tresia Fadillah;
Zulfikar, Iwan;
Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.466
Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa sekitar 10% dari semua kecelakaan anak-anak terjadi di sekolah (Suryani 2020: 67). Di Indonesia sendiri, laporan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2022 mencatat bahwa terdapat lebih dari 3.000 insiden kecelakaan di sekolah setiap tahunnya yang melibatkan lebih dari 5.000 siswa (Hartono 2023: 112). Ini menunjukkan bahwa sekolah sebagai tempat yang seharusnya aman justru menjadi lokasi yang rentan terhadap berbagai bahaya. Penilaian efektivitas prosedur tanggap darurat medis sangat penting karena berdampak langsung pada kesehatan dan keselamatan siswa. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Yulianto (2022: 85) ditemukan bahwa sekolah-sekolah yang memiliki prosedur tanggap darurat yang efektif mampu mengurangi angka kecelakaan dan insiden medis hingga 50%. Ini menunjukkan bahwa keberadaan prosedur yang efektif tidak hanya penting untuk menangani insiden saat terjadi tetapi juga dapat berperan dalam pencegahan dan mitigasi risiko. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi oleh SMP Negeri 25 Balikpapan dalam penerapan prosedur tanggap darurat medis, penting untuk mengevaluasi efektivitas dari prosedur tersebut. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui tingkat efektivitas penerapan prosedur tanggap darurat medis pada SMP Negeri 25 Balikpapan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan prosedor tanggap darurat medis di SMP Negeri 25 Balikpapan memiliki tingkat keefektifan rata-rata 13% dengan kriteria tidak sesuai, yang berarti belum memenuhi standar yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa hal tersebut masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan standar yang diharapkan untuk penanganan darurat medis yang optimal.
The Effect of Workload on Concentration Disorders With Work Stress in PT Oragon Technology Indonesia
Nawawi, Yusuf;
M Zainul, L.;
Rusba , Komeyni;
Khatami Fahmi Putra, Muhammad;
Zulfikar, Iwan
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 5 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Juli 20
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v6i5.1055
This study examines the impact of workload on concentration disorders, with work stress as a mediating variable at PT Oragon Teknologi Indonesia. High workload is linked to increased work stress, which can impair concentration. The research uses a qualitative approach, collecting data through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Results show a significant relationship between high workload and increased work stress, which directly affects employee concentration. Interviews with 20 employees reveal that time pressure, excessive tasks, and lack of support from superiors are key factors increasing workload and stress. The study suggests that PT Oragon Teknologi Indonesia should implement effective workload management strategies, such as task balancing, enhanced support from superiors, and stress management programs, to reduce concentration disorders. These findings contribute to human resource management literature and industry practices in managing employee workload and stress.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PADA PEKERJAAN UNIT COLT DIESEL DI PT JOYMAR LOGISTIC BALIKPAPAN
Addnan, Zauhari;
Zulfikar, Iwan;
Noeryanto, Noeryanto
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.439
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai risiko, dan menentukan pengendalian risiko pada pekerjaan unit colt diesel di PT JOYMAR LOGISTIC. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan pekerja.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 aktivitas pekerjaan dengan total 45 potensi bahaya. Penilaian risiko menghasilkan 8 risiko medium dan 37 risiko high. Aktivitas dengan risiko tinggi mencakup memarkirkan unit colt diesel, perbaikan cylinder head unit colt diesel, pergantian oli mesin unit colt diesel, pergantian ban unit colt diesel, pergantian rem unit colt diesel, pergantian lampu utama unit colt diesel. Pengendalian risiko yang direkomendasikan meliputi pelaksanaan inspeksi rutin, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tepat. Implementasi pengendalian ini berhasil menurunkan tingkat risiko dari 82% high dan 18% medium menjadi 100% low risk. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya identifikasi bahaya yang komprehensif, penilaian risiko yang akurat, dan penerapan pengendalian risiko yang efektif untuk meningkatkan keselamatan kerja pada pekerjaan unit colt diesel di PT JOYMAR LOGISTIC.