Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Penyimpanan dan Pembuangan Obat Rusak/ Expire date dalam Keluarga Nur Rasdianah; Wiwit Zuriati Uno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 1, No 1 (2022): Vol 1 Edisi 1 2022
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.864 KB) | DOI: 10.3731/phar.soc.v1i1.14086

Abstract

Pengetahuan masyarakat mengenai dunia kesehatan, terutama obat masih sangat terbatas, padahal obat merupakan bahan yang mudah kita temukan di sekitar kita. Obat harus selalu digunakan secara benar agar memberikan manfaat klinik yang optimal. Pada kegiatan ini dilakukanEdukasi dalam bentuk penyuluhan tentang Penyimpanan dan Pembuangan Obat Rusak/ Expire date dalam Keluarga di Desa Buata. Penyimpanan dan pembuangan obat merupakan suatu masalah penting di Indonesia. Dalam skala rumah tangga, penyimpanan obat yang kurang baik dapat menyebabkan permasalahan serius, seperti keracunan obat secara tidak sengaja. Selain itu, pembuangan atau pemusnahan obat yang kurang benar selanjutnya memunculkan potensi terjadinya daur ulang illegal kemasan atau produk obat kadaluarsa. Metode yang dipakai dalam mencapai tujuan tersebut adalah kegiatan sosialisasi atau edukasi yaitu dengan menjelaskan materi kepada masyarakat dan melakukan pembagian leafleat tentang cara penyimpanan obat dan cara membuang obat dengan baik dan benar.  Pada kegiatan Edukasi tentang cara penyimpanan obat yang baik dan benar akan membahas materi tentang obat, jenis jenis obat, Kemudian penjelasan sediaan obat dan cara penggunaannya, perlu perhatian khusus agar tidak salah dalam menggunakannya serta tata cara penyimpanan dan pembuangan obat yang baik dan benar berdasarkan bentuk sediaan obat.
Pemberian Edukasi dengan Leaflet Penggunaan Obat Tetes Telinga Fika Nuzul Ramadhani; Nur Rasdianah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 1, No 1 (2022): Vol 1 Edisi 1 2022
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.506 KB) | DOI: 10.3731/phar.soc.v1i1.13959

Abstract

Pemberian edukasi mengenai cara penggunaan obat sediaan khusus seperti tetes telinga sangat penting karena terdapat titik kritis pada sediaan tetes telinga terutama pada cara penetesan. Pemberian informasi yang kurang lengkap dan jelas mengenai cara penggunaan obat akan mengakibatkan terapi kurang maksimal sehingga obat tidak akan mencapai efek terapi yang dinginkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara penggunaan obat tetes telinga yang benar. Pengabdian ini dilakukan dengan cara memberikan informasi melalui pemberian leaflet dan menjelaskan langsung pada masyarakat. Pemberian edukasi cara pemberian obat sediaan tetes telinga pada masyarakat mendapatkan respon yang baik karena sebagian besar masyarakat kurang mengetahui tentang cara penggunaan yang benar. Pengabdian ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat desa agar mendapatkan efek terapi obat yang maksimal dengan cara penggunaan sediaan yang benar.
Kepatuhan Penggunaan Obat Asma Terhadap Kualitas Hidup Pasien Asma Rawat Jalan Rumah Sakit X Gorontalo Teti Sutriyati Tuloli; Nur Rasdianah; Sitti Nurul Wildan Basrudin
Journal Syifa Sciences and Clinical Research Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Edisi 1 2023
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jsscr.v5i1.7278

Abstract

Asthma, a chronic disease, is characterized by the inflammation in the respiratory tract, followed by coughing, wheezing, and difficulty breathing. This cross-sectional research was intended to explore the effect of medical compliance on the quality of life of outpatients with asthma. It employed a non-experimental analysis. All 30 respondents were outpatients visiting Gorontalo x hospital they were selected purposively. The compliance level was examined using a relevant questionnaire, while the quality of life was examined using Mini-AQLQ questionnaire. The result of the chi-square test, revealing that 95% of confidence interval; ? = 0.05, where p 0.405 (p ?) OR 2.216, suggesting that the medical compliance did not affect the quality of life. One can argue that this notion, thereby, signifies the necessity to view the quality of life of patients with asthma as a complex issue from multiple perspectives
Potensi Interaksi Obat Antidiabetes Melitus Tipe-2 dengan Obat Antihipertensi Widy Susanti Abdulkadir; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Nur Rasdianah; Juliyanty Akuba; Mimi Fauziah Tahir
Journal Syifa Sciences and Clinical Research Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Edisi 2 2023
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jsscr.v5i2.18042

Abstract

The effect caused by the use of antidiabetic and antihypertensive drugs combination needs to be considered. The treatment therapy of the patient has the potential risk of drug interactions that are beneficial or detrimental to the patient. This study aims to determine the potential drug interactions in combinations of antidiabetic and antihypertensive drugs. This research is a descriptive study with a cross-sectional design and retrospective data collection. The sample used is medical records of diabetes mellitus patients with comorbid hypertension from January to December 2021 at Batudaa Public Health Center, Gorontalo Regency. The results showed that there were more female patients than male patients. Based on this study. there were 49 female patients (70%), while the largest age group of 50-59 years included 29 patients (41,43%). Whereas, those with the highest potential for drug interactions were metformin and amlodipine, totaling 54 patients (77%). The mechanism of interaction in this study was the pharmacodynamic phase, and the potential to cause the effect was hypoglycemic through the severity of the interaction was moderate level. 
Edukasi Anemia bagi Remaja Putri sebagai upaya Pencegahan Dini Stunting Nur Rasdianah; Muhammad Nur Syukriani Yusuf; Pascal Adventra Tandiabang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 2 (2023): Vol 2. Edisi 2 , 2023
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3731/phar.soc.v2i2.18841

Abstract

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan timbulnya stunting adalah anemia. Untuk mencegah timbulnya stunting maka peningkatan pengetahuan tentang anemia dan stunting perlu dilakukan. Peningkatan pengetahuan masyarakat dapat dilakukan melalui edukasi tentang anemia dalam rangka pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta peran serta masyarakat dalam program pencegahan dan deteksi dini stunting pada remaja putri calon ibu. Metode yang dilakukan adalah menilai pengetahuan tentang anemia dan stunting pada siswa remaja putri. Pengetahuan diukur dengan menggunakan pre-test sebelum kegiatan edukasi dan post-test setelah diberikan penyuluhan. Berdasarkan hasil pre-test dan post test yang diikuti oleh 48 responden dapat dinyatakan bahwa hasil pengukuran pengetahuan tentang  anemia dan stunting sebelum penyuluhan dilakukan diketahui sebesar 34 responden (70,83%) pada kategori baik dan sebanyak 14 responden (29,17%) pada kategori kurang dan setelah penyuluhan meningkat 48 responden (100%). Edukasi yang diberikan pada peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan diharapkan meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan agar mampu mencegah timbulnya stunting di masyarakat dengan cara mengatasi timbulnya anemia.
PELATIHAN PENGOLAHAN BISKUIT DAUN KELOR SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING PENCEGAHAN STUNTING DI DESA MANANGGU, KABUPATEN BOALEMO, GORONTALO Rasdianah, Nur; Makkulawu, Andi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.50124

Abstract

Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab semua pihak, baik itu pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Salah satu cara untuk pencegahan stunting adalah dengan memberikan makanan tambahan yang mengandung tinggi gizi. Kekurangan  gizi  yang  terjadi  pada  periode  emas  tersebut dapat menyebabkan berbagai masalah. Salah satu upaya dalam pencegahan stunting  adalah  dengan  pemanfaatan  tanaman  lokal  sebagai  bahan  pangan. Tanaman  Kelor  (Moringa oleifera)  merupakan tanaman yang banyak tumbuh dan mudah didapatkan. Selain itu, tanaman ini memiliki  sejuta  manfaat  untuk  kesehatan dan  memiliki  sumber  gizi  tinggi. Tujuan dari kegitan ini adalah melakukan sosialisai tentang stunting termasuk pemberian makan tambahan, pemanfaatan tanaman lokal yaitu daun kelor sebagai sumber gizi, dan memberikan pelatihan kepada masyarakat desa terkait pengolahan biskuit dari bahan daun kelor sebagai makan pendamping untuk pencegahan stunting. Sebanyak 32 peserta yang hadir dalam kegiatan ini yang terdiri dari ibu yang memiliki balita, wanita hamil, dan warga sekitar. Tahapan yang dilakukan pada kegiatan ini adalah terlebih dahulu dilakukan sosialisai atau pemberian materi tentang stunting dan pemanfaatan tanaman lokal. Kemudian berikutnya dilakukan demonstrasi dan pelatihan pembutan biskuit daun kelor sebagai bahan makan tambahan penunjang gizi. Tahap akhir dilakukan evaluasi dimana sekitar 85% warga dapat menjawab dengan baik dan benar pertanyaan yang diberikan oleh tim. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman warga tentang stunting dan pemanfaatan tanaman lokal. Stunting prevention is the responsibility of all parties, including the government, community and family. One way to prevent stunting is to provide additional food that contains high nutrition. Malnutrition that occurs during the golden period can cause various problems. One effort to prevent stunting is by using local plants as food. The Moringa plant (Moringa oleifera) is a plant that grows widely and is easy to obtain. Apart from that, this plant has a million health benefits and is a source of high nutrition. The aim of this activity is to provide outreach about stunting, including providing additional food, cultivating local plants, namely Moringa leaves as a source of nutrition, and providing training to village communities regarding processing biscuits from Moringa leaves as a complementary food to prevent stunting. A total of 32 participants who attended this activity consisted of mothers with toddlers, pregnant women, and local residents. The stages carried out in this activity are first to carry out socialization or provide material about stunting and the use of local plants. Then the next step was intensification and training in making Moringa leaf biscuits as an additional food ingredient to support nutrition. The final stage was an evaluation where around 85% of residents were able to answer the questions given by the team well and correctly. This activity is expected to increase residents' understanding about stunting and the use of local plants.
SENSITIVITY OF BIOFILM-PRODUCING BACTERIA FROM NASOGASTRIC TUBES TO ANTIBIOTICS CEFTRIAXONE & CEFOBACTAM Tolulu, Sri Noviani; Rasdianah, Nur; Pakaya, Mahdalena Sy.; Madania; Uno, Wiwit Zuriati
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2025): Biolink February
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v11i2.12880

Abstract

Nasogastric Tube (NGT) is a common practice in medical care, especially for the administration of nutrients or drugs directly into the digestive tract. The surface of the NGT is in direct contact with the respiratory tract and digestive tract providing ideal conditions for bacteria to form biofilms. Biofilms have the ability to provide a high level of resistance to antimicrobial action and body defenses. Biofilms provide a microenvironment that protects bacteria from direct exposure to antimicrobial agents, such as antibiotics. This study aims to determine the sensitivity of biofilm-producing bacteria from NGT to antibiotics. This study used an experimental method conducted in the Pharmaceutical Microbiology Laboratory using purposive sampling techniques, biofilm detection using the Congo Red Agar and tube methods, Ceftriaxone and Cefobactam antibiotic sensitivity tests using the disc diffusion method. The results obtained that the positive Nasogastric Tube device can produce biofilm bacteria and can affect bacteria to become more resistant to antibiotics for long-term use of the Nasogastric Tube device. It can be seen that the measurement of the inhibition zone shows that the Ceftriaxone antibiotic has an average inhibition zone of 2.32 mm and Cefobactam 7.42 mm.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PROLANIS HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOTA UTARA Kujiman, Kerin Vivian; Tuloli, Teti Sutriyati; Madania; Rasdianah, Nur; Abdulkadir, Widy Susanti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i1.11312

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas batas normal yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan juga angka kematian (mortalitas). Tekanan darah fase sistolik 140 mmHg menunjukkan fase darah yang sedang di pompa oleh jantung dan fase diastolik 90 mmHg menunjukkan fase darah yang kembali ke jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien prolanis hipertensi di Puskesmas Kota Utara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data sekunder pada rekam medik pasien hipertensi yang diberikan obat antihipertensi pada periode Januari hingga Juni 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 42 pasien di Puskesmas Kota Utara Kota Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien prolanis hipertensi dominan diderita oleh pasien perempuan (62%) dan lebih banyak di rentang usia 55-69 tahun (50%). Penggunaan obat antihipertensi tunggal yang paling banyak yaitu amlodipin (82%) dan kombinasi yang paling banyak digunakan yaitu bisoprolol dan candesartan (20%). Ketepatan penggunaan obat pada pasien prolanis hipertensi yang sesuai dengan pedoman Kemenkes 2021 berdasarkan ketepatan obat sebesar 100% tepat obat, berdasarkan ketepatan dosis sebesar 86% tepat dosis, berdasarkan ketepatan aturan pakai sebesar 98% tepat aturan pakai.
KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TBC DI PUSKESMAS KOTA BARAT DAN KOTA TENGAH KOTA GORONTALO Rasdianah, Nur; hiola, faramita; Katili, Ayub H.
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2024): Volume 1, Edisi 3, 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v1i3.152

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi tuberkulosis adalah kepatuhan minum obat. Kepatuhan minum obat adalah perilaku pasien untuk minum obat sesuai jenis, dosis, cara minum, waktu minum dan jumlah hari minum obat sesuai dengan anjuran apoteker atau dokter di puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan minum obat tuberkulosis (OAT) pada pasien di Puskesmas Kota Barat dan Kota Tengah. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan rancangan desain deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 32 penderita tuberkulosis dengan tehnik pengambilan data menggunakan purposive sampling. Data dianalisis dengan analisa Univariat uji distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan kepatuhan minum obat pasien tuberculosis dipuskesmas kota barat dan kota tengah berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 23 Penderita Tuberkulosis (71,9%) dan kepatuhan sedang yaitu sebanyak 9 Penderita Tuberkulosis (28,1%).
PERMEN COUGH BERBAHAN REMPAH DAPUR Rasdianah, Nur; Ramadhani, Fika Nuzul; Uno, Wiwit Zuriati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i1.39280

Abstract

Batuk merupakan salah satu cara untuk membersihkan saluran pernapasan dari lendir atau bahan dan benda asing yang masuk dan juga merupakan gejala dari suatu penyakit. Banyaknya jenis obat batuk yang dijual bebas mendorong masyarakat untuk melakukan pengobatan sendiri. Selain obat batuk yang dijual bebas beberapa rempah dapur dapat digunakan untuk mengatasi gejala batuk. Rimpang jahe dan sereh merupakan rempah dapur yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh karena memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi sebagai peningkat sistem imun dan juga dapat mengatasi gejala batuk. Manfaat yang sama antara rimpang jahe, sereh dan madu dalam mengatasi gejala batuk membuat ketiganya dapat dikombinasikan dalam mengatasi gejala batuk. Tujuan dari kegiatan pengabdian iniadalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keaktifan ibu rumah tangga dalam mengolah rempah dapur agar bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan serta mengatasi gejala batuk agar dapat meminimalkan penggunaan obat-obatan kimia. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Ombulo, Limboto Barat serta dihadiri oleh Kepala Desa Ombulo, serta ibu-ibu PKK Desa Ombulo sebanyak 31 orang. Kegiatan berlangsung melalui penyuluhan, dan demonstrasi melalui video mengenai cara pengolahanrimpang jahe, sereh dan madu menjadi permen cough. Kegiatan berjalan lancar dengan hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat lebih meningkat dilihat dari antusiasme peserta dalam dalam mengikuti tanya jawab. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keaktifan ibu rumah tangga dalam mengolah rempah dapur berupa rimpang jahe dan sereh yang dikombinasikan dengan madu agar bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan serta mengurangi gejala batuk agar meminimalkan penggunaan obat sintetis.
Co-Authors A Muthi Andi Suryadi A Mu’thi Andy Suryadi Andayani, Tri M. Andi Makkulawu Andi Makkulawu Andy Suryadi, A. Mu’thi Anggai, Rifka Anggraini Ari Nurwijayanto Ariani H. Hutuba Ariani H. Hutuba asmini, tati Asriana Basrudin Datu, Novanza L.M.N Datu, Yunita Devie Ariany Daud Djuarno, Endah Nurrohwintah Djuwarno, Endah Nurrohwintah Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si Endah Nurrohwinta Djuwarno Erika Nandini Faramita Hiola Fika Nuzul Ramadhani Gani, Athira Sri Wahyuni Gubali, Derina Dwifrila Ridhani Hamzah, Hasyrul Hasan, Muadz Hidayat Ahmad Hiola, Faramita Hutuba, Ariani Indah Pramesty Gobel Indriyani Julianty Akuba Katili, Ayub H. Kujiman, Kerin Vivian Lasimpala, Natasya Indaputri Latif, Multiani S. Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Madania Madania . Madania, Madania Madania, Madania Mahdalena Sy Pakaya Maimun Datau Makkulawu, Andi Mangulu, Anindia Manno, Mohamad Reski Martodiharjo, Suwaldi Martodiharjo, Suwaldi MAYANG, NURUL HANDAYANTI Meilan Pakaya Meli Cahayani Dalu Mimi Fauziah Tahir molote, kasibee molote Muh Nur Syukriani Yusuf Muhammad Taupik Nur Ain Thomas Panu, Karmila Papeo, Dizky Ramadani Putri Paputungan, Jihan Utari Paputunngan, Mitha Pascal Adventra Tandiabang Puce, Faradilla Puluhulawa, Lisa Efriani R. Moko, Delviyanti Selvi Marcellia Siti Alfanda Makmur Sri Nur'ain E. Ahmad Suleman, Windy Riani Suryadi, A. Mut’thi Andi Suwaldi . Suwaldi Martodiharjo Teti Surriyati Tuloli Teti Sutriati Tuloli Teti Sutriyati Tuloli Teti Sutriyati Tuloli Tety Sutriyati Tuloli Tolulu, Sri Noviani Tri Bella Angraini Suwandi Tri M. Andayani Tri Murti Andayani Tri Murti Andayani Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widysusanti Abdulkadir Wiwit Zuriati Uno Yusuf, Wahyuni Adrian