Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN POLA ASUH AUTHORITATIVE DENGAN KOMPETENSI SOSIAL PADA ANAK USIA 5 – 6 TAHUN Fadhila Nuritasari; Upik Elok Endang Rasmani; Jumiatmoko .Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 9, No 4 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i4.47982

Abstract

Kompetensi sosial perlu dimiliki anak sejak usia dini untuk berinteraksi secara baik terhadap lingkunganya dan supaya anak tidak berperilaku negatif serta menjadi antisosial. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kompetensi sosial adalah pola asuh. Pola asuh yang banyak diterapkan oleh orang tua adalah pola asuh authoritative karena selalu melibatkan anak dalam kegiatan keluarga dan memberikan kebebasan anak tetapi tetap memberikan batasan pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara pola asuh authoritative dengan kompetensi sosial pada anak usia 5-6 tahun di TK Se-Kelurahan Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo. Pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2020 menggunakan sampel 56 anak. Pengambilan data penelitian ini menggunakan kuisioner dan diisi oleh orang tua. Hasil hipotesis dilaksanakan dengan uji Spearman Rho. Hasil menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,042 < 0.05 yang bermakna ada hubungan antara pola asuh authoritative dengan kompetensi sosial pada anak usia 5-6 tahun. Koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,273. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin baik pola asuh authoritative maka semakin baik kompetensi sosial anak pada anak usia 5 – 6 tahun di TK Se-Kelurahan Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo.
PROFIL PERKEMBANGAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI GUGUS MELATI JATEN Choiruddin Yasir; Upik Elok Endang Rasmani; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 9, No 2 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i2.49294

Abstract

Membaca permulaan bagi anak merupakan tahap awal anak belajar mengenal huruf dan simbol bunyi dan melafalkannya, sebagai dasar dalam tahapan membaca berikutnya. Tahapan membaca permulaan lebih ditekankan pada beberapa kegiatan seperti mengenal huruf dan kata-kata, menghubungkannya dengan bunyi atau menyuarakan huruf, suku kata, dan kata yang dibentuk dalam tulisan ke dalam bentuk lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca permulaan pada anak usia 5-6 tahun. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah adalah anak usia 5-6 tahun. Penelitian yang dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Teknik pengumpulan data yaitu kuisioner. Teknik uji validitas data dilakukan melalui dua tahap yaitu validitas konstruk dan validitas kriteria. Validasi konstruk pada penelitian ini menggunakan pendapat ahli (expert judgement) untuk menilai kesesuaian antara instrumen dengan aspek yang diukur. Setelah dilakukan pengujian validitas konstruk, dari 16 item yang dikonsultasikan, ada 12 item yang lolos dari pengujian ini, kemudian dilakukan uji validitas kriteria. Penelitian ini menggunakan uji validitas kriteria menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 23 for windows. Teknik analisis data menggunakan model analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil perkembangan kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun di Gugus Melati Kecamatan Jaten secara garis besar termasuk dalam kategori baik.. Indikator yang termasuk dalam kategori baik, antara lain : 1) membaca/menarasikan buku cerita; 2) mengidentifikasi huruf konsonan (b,c,d,g,h); 3) mengidentifikasi huruf konsonan (j,k,l,m,n); 4) mengidentifikasi huruf konsonan (p,r,s,t,y); 5) melafalkan huruf konsonan (b,c,d,g,h); 6) melafalkan huruf konsonan (j,k,l,m,n); 7) melafalkan huruf konsonan (p,r,s,t,y); 8) membaca suku kata terbuka; dan 9) membaca kata. Sedangkan indikator membaca cetak/gambar, mengidentifikasi huruf vokal dan melafalkan huruf vokal masuk dalam kategori sangat baik.
Efek Metode STEAM pada Kreatifitas Anak Usia 5-6 Tahun Siti Wahyuningsih; Adriani Rahma Pudyaningtyas; Ruli Hafidah; Muhammad Munif Syamsuddin; Novita Eka Nurjanah; Upik Elok Endang Rasmani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v4i1.305

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk menguji efek metode STEAM terhadap kreatifitas anak usia 5-6 tahun. Desain eksperimen menggunakan pretest dan post test dengan jumlah responden 25 anak. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kreativitas dari sebelum dan sesudah perlakuan. Metode STEAM dapat meningkatkan kreatifitas anak. Kreativitas yang tinggi ditandai dengan Keterampilan berpikir lancar, Keterampilan berpikir fleksibel, Keterampilan berpikir orisinal dan Keterampilan berpikir merinci/elaborasi
Indikator Perencanaan pada Manajemen Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Unggulan Upik Elok Endang Rasmani; Warananinngtyas Palupi; Jumiatmoko Jumiatmoko; Nurul Shofiatin Zuhro; Anjar Fitrianingtyas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v5i1.611

Abstract

Penelitian ini fokus pada penggalian data perencanaan manajemen PAUD Unggulan di Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif Data diperoleh dengan observasi dan wawancara menggunakan Google Form dengan narasumber terdiri dari kepala sekolah , guru kelas kelompok bermain, guru kelas kelompok A, guru kelas kelompok B, guru ekstrakurikuler tari, guru bahasa Inggris, dan guru ekstrakurikuler gambar. Penelitian ini mengungkap bahwa perencanaan manajemen kurikulum yang terdiri dari 7 (tujuh) indikator utama, merupakan komponen yang paling awal ditetapkan oleh lembaga PAUD Unggulan. Penetapan indikator perencanaan manajemen kurikulum ini berimplikasi pada perencanaan manajemen sumber daya manusia, sarana prasarana, pembiayaan, dan kerjasama.
Improving Early Childhood Education Management through Problem Identification of Institutions Upik Elok Endang Rasmani; Warananinngtyas Palupi; Jumiatmoko Jumiatmoko; Nurul Shofiatin Zuhro; Anjar Fitrianingtyas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i1.888

Abstract

The success of managing early childhood education institutions is determined by management aspects such as curriculum, infrastructure, marketing, students, supervision and educators. One of the most important management is management that regulates education personnel because this management determines how educators provide facilities to develop children's abilities so that they can achieve the expected educational goals. This study aims to improve PAUD (Early Childhood Education) Management by identifying institutional problems. This study used a qualitative descriptive research model. The research sample was teachers in Kindergarten AULIA Surakarta. The results showed that the observation, attention, communication, personality of the teacher and the child was good and the teacher always conducted consultations on children's problems. It showed that the average AULIA Surakarta kindergarten teacher had done their job well.
Early Childhood Education Teachers Consistency of E-Learning Programs Yuanita Kristiani Wahyu Widiastuti; Upik Elok Endang Rasmani; Siti Wahyuningsih
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v5i2.1010

Abstract

The e-learning program is a new program implemented at the early childhood education level. The teacher of the main character in the application of e-learning has a dilemma in running this program. The focus of the study identified the consistency of early childhood education teachers in implementing e-learning programs during the Covid-19 pandemic. Using quantitative methods with purposive sampling technique. Data obtained through interviews (G-Form) with respondents 50 ECE teachers in the city of Surakarta. Field facts are that there is no teacher consistency in implementing e-learning programs such as the absence of daily or weekly learning plans in implementing e-learning, uncertain teaching schedules, and unsupported learning media. This shows that 80% of ECE teachers implement e-learning and 20% implement mixed learning. Teacher consistency can be improved through training provided by the government, provision of educational facilities by schools, learning innovations according to health protocols and initial motivation to teach
Mengkaji Penerapan E-Learning pada Anak Usia Dini Yuanita Kristiani Wahyu Widiastuti; Upik Elok Endang Rasmani; Siti Wahyuningsih
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v5i2.752

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi e-learning pada jenjang pendidikan anak usia dini. Metode penelitian dengan pengumpulan data melalui wawancara dan pengisian G-Form, melibatkan responden terdiri guru dan orang tua peserta didik di sebuah lembaga PAUD di Kota Surakarta. Hasil dari penelitian ini awalnya didapati beberapa kendala antara lain kemampuan paedagogi guru, penguasaan teknologi, serta kemampuan ekonomi. Namun karena saat ini banyak penawaran tutorial maupun belajar instan di berbagai media, bisa dilakukan secara gratis dan berbayar maka Implementasi e-learning pada anak usia dini sudah memberikan pencapaian awal yang baik dimana meskipun dalam kondisi pandemic Covid-19, siswa tetap dapat belajar bersama antara lain melalui virtual classroom yang tentu saja masih diperlukan pendampingan dengan orang tua. Kesimpulannya Guru perlu belajar lebih banyak lagi melalui pelatihan mengajar efektif, efisien dan menyenangkan melalui elektronik seperti webinar yang banyak disediakan oleh pemerintah maupun lembaga pendidikan swasta lainnya.
STEAM Learning in Early Childhood Education: A Literature Review Siti Wahyuningsih; Novita Eka Nurjanah; Upik Elok Endang Rasmani; Ruli Hafidah; Adriani Rahma Pudyaningtyas; Muhammad Munif Syamsuddin
International Journal of Pedagogy and Teacher Education Vol 4, No 1 (2020): International Journal of Pedagogy and Teacher Education
Publisher : The Faculty of Teacher Training and Education (FKIP), Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.142 KB) | DOI: 10.20961/ijpte.v4i1.39855

Abstract

This literature review covers articles and books about STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) in early childhood education. STEAM learning is considered to be an appropriate approach to answering the challenges of the 21st century as it integrates the hard and soft skills needed by children. It is exciting to note that in most articles, STEAM is a popular pedagogical method to improve creativity, problem-solving skills, scientific inquiry and critical thinking, and to provide other cognitive benefits. It is taught in integrated learning in early childhood education and is conducted through children’s daily observation. The literature also discusses that the impact of STEAM learning makes children more active and able to take initiatives in their own knowledge. Teachers who are influenced by the integrated professional development of STEAM positively influence children through their professional learning. Another finding from this review is that experience of STEAM can increase children’s self-confidence. In addition, STEAM learning is considered to be able to integrate the skills needed by children. STEAM encourages children to build knowledge about the world around them by observing, investigating and asking questions. This review aims to consider advanced learning in early childhood education through STEAM.
PROFIL KEMAMPUAN COMPUTATIONAL THINKING ANAK USIA 5-6 TAHUN Rosyida Ani Dwi Kumala; Upik Elok Endang Rasmani; Nurul Kusuma Dewi
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1601.9

Abstract

Kemampuan computational thinking sudah dipertimbangkan untuk diberikan kepada anak sejak usia dini. Namun belum banyak gambaran terkait kemampuan ini. Penelitian ini bertujuan melaporkan profil kemampuan computational thinking anak usia 5-6 tahun di sebuah PAUD di Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara pada kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, observasi pembelajaran sebanyak 36 kali, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui proses penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian melaporkan bahwa ada delapan kemampuan computational thinking yang paling terlihat. Kemampuan tersebut adalah: 1) anak terbiasa dengan kegiatan berinstruksi; 2). anak terlatih untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi; 3) anak terbiasa mengungkapkan ide berupa gagasan, pendapat, atau karya; 4) anak mampu membagi tugas secara mandiri maupun dengan diskusi teman sebaya; 5) anak terbiasa dengan ice breaking dengan menerjemahan kode; 6) anak sudah terbiasa mengoperasikan komputer secara individu, 7) anak mengetahui fungsi dari fitur colour dan shape yang terdapat pada aplikasi power point dan paint; dan 8) anak mampu menerapkan solusi kedalam permasalahan yang sama pada kegiatan yang memiliki kemiripan dalam penyelesaian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan computational thinking anak berkembang secara beragam sesuai dengan tingkat intensitas pemberian stimulus. Computational thinking skills are important for children from an early age. However, there are not many information related to this ability. This study aims to report the profile of the computational thinking ability of children aged 5-6 years in an early childhood education center in Surakarta City. This research is a qualitative approach with interviews to the headmaster and teacher, observation, and documentation as data collection methods. The data were analyzed through display, reduction, and concluding. The results of the study report that there are eight most visible computational thinking abilities. These children's abilities are 1) accustomed to instructional activities; 2). find solutions when facing some problems; 3) accustomed to expressing ideas in the form of opinions or works; 4) divide tasks independently or peer discussion; 5) familiar with ice breaking by translating codes; 6) accustomed to operating computers individually, 7) know the function of the color and shape features found in Powerpoint and paint applications; and 8) apply solutions to the same problem in activities that have similarities in completion. This study concludes that children's computational thinking abilities develop in various ways according to the intensity level of the stimulus.
THE EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA BALOK CUISENAIRE TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP LAMBANG BILANGAN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Ditha Sandyprihati; Upik Elok Endang Rasmani; Ruli Hafidah
Jurnal Ilmiah Visi Vol 16 No 1 (2021): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1601.7

Abstract

Pengenalan konsep lambang bilangan pada anak usia 4-5 tahun atau anak TK kelompok A harus diiringi dengan benda konkrit atau nyata agar potensi yang mereka miliki dapat berkembang secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan Balok Cuisenaire terhadap kemampuan mengenal konsep lambang bilangan terhadap anak usia 4-5 tahun dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang berbentuk nonequivalent control grup design. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan dengan 6 kali pertemuan pada setiap kelompok. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel bertujuan. Penelitian dilaksanakan di sebuah taman kanak-kanak di Kota Surakarta. Partisipan penelitian ini adalah kelompok eksperimen berjumlah 21 anak dan kelompok kontrol berjumlah 21 anak. Analisis data terdiri dari uji prasyarat dan uji hipotesis. Hasil uji prasyarat menggunakan Shapiro Wilk dan Levene Test for Equality of Variance yang menunjukkan bahwa data bersifat normal dan homogen. Sedangkan pada uji hipotesis menggunakan paired sample t-test untuk uji pre-post dalam kelompok yang sama dan independent sample t-test untuk uji beda antar kelompok dengan membandingkan skor kelompok kontrol dengan eksperimen pada signifikasi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pretest kelompok eksperimen dan kontrol adalah 16,05 dan 15,90 dengan nilai signifikansi 0,758. Sedangkan rata-rata posttest kelompok eksperimen dan kontrol adalah 22,29 dan 16,33 dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai signifikansi posttest kelompok eksperimen dan kontrol 0,000 ≤ 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat efektivitas penggunaan media balok Cuisenaire terhadap perkembangan mengenal konsep lambang bilangan pada anak usia 4-5 tahun. The introduction of the concept of number symbols in children aged 4-5 years or kindergarten children group A must be accompanied by concrete or tangible objects so that their potential can develop optimally. The purpose of this study is to find out the effectiveness of the application of Cuisenaire Blocks to the ability to recognize the concept of number symbols to children aged 4-5 years in learning activities. This research is a quasi-experimental study in the form of a nonequivalent control group design. In this research, each group conducts six meetings each month. The sampling technique used is purposive sampling. Participants in this study were an experimental and control group, both consists of 21 children. Data analysis consists of prerequisite and hypothesis tests. The prerequisite test results using Shapiro Wilk and the Levene Test for Equality of Variance showed that the data was usual and homogeneous. While in the hypothesis test using paired sample t-test for pre-post test in the same group and independent sample t-test for different tests between groups by comparing the score of the control and experiment groups on signification p < 0.05. The results showed that the average pretest of the experiment and control group was 16.05 and 15.90, with a significance score of 0.758. Meanwhile, the average posttest of the experiment and control group was 22.29 and 16.33, with a significance score of 0.000. Based on the experiment and control group significance score of 0.000 ≤ 0.05, this research concluded that Cuisenaire block media usage develops the concept of number symbols recognition ability in children aged 4-5.
Co-Authors Adriani Rahma Pudyaningtyas Adriani Rahma Pudyaningtyas Adriani Rahma Pudyaningtyas Aminatun, Khontri Anayanti Rahmawati Anayanti Rahmawati Anayanti Rahmawati Anjar Fitrianingtyas Anjar Fitrianingtyas Anjar Fitrianingtyas Anjar Fitrianingtyas Anjar Fitrianingtyas Ariel Karunia Cantika Bambang Winarji Bambang Winarji Bambang Winarji Bambang Winarji Choiruddin Yasir Dian Sih Miyati Ditha Sandyprihati Djoko Widodo Fadhila Nuritasari Fitrianingtyas, Anjar Jumiatmoko Jumiatmoko .Jumiatmoko Jumiatmoko Jumiatmoko Jumiatmoko Jumiatmoko Jumiatmoko Jumiatmoko Jumiatmoko Jumiatmoko jumiatmoko jumiatmoko Kurniawati, Nimas Marantika Selviana Damayanti Milla Diah Putri Nazidah Milla Diah Putri Nazidah Muhammad Ixseas Vridge Muhammad Munif Syamsuddin Muhammad Munif Syamsuddin Muhammad Munif Syamsuddin Muhammad Munif Syamsuddin Mujiyati, Siti mungin eddy wibowo, mungin eddy Novita Eka Nurjanah Novita Eka Nurjanah Novita Eka Nurjanah Novita Eka Nurjanah Novita Eka Nurjanah Novita Eka Nurjanah, Novita Eka Noviyani Ratin Suryaningsih Nur Fadillah Nur Hasna Pratiwi Nurul Kusuma Dewi Nurul Kusuma Dewi Nurul Shofiatin Zuhro Nurul Shofiatin Zuhro Nurul Shofiatin Zuhro Nurul Shofiatin Zuhro Nurul Shofiatin Zuhro Nurul Shofiatin Zuhro Pingky Nur Azizah Putri Agustina Putri Agustina Putri Agustina Rosyida Ani Dwi Kumala Ruli Hafidah Ruli Hafidah Ruli Hafidah Santika Setya Rahmawati Siti Khodijah Siti Wahyuningsih Siti Wahyuningsih Siti Wahyuningsih Siti Wahyuningsih Siti Wahyuningsih Siti Wahyuningsih Siti Wahyuningsih Tania Yuli Astari Vera Sholeha Warananingtyas Palupi Warananingtyas Palupi Warananinngtyas Palupi Widiastuti, Yuanita Kristiani Wahyu Winarji, Bambang Wulan Nur Cahyaningrum Yuanita Kristiani Wahyu Widiastuti Yuanita Kristiani Wahyu Widiastuti Yuanita Kristiani Wahyu Widiastuti Yuanita Kristiani Wahyu Widyastuti Yuanita Kritiani Wahyu Widiastuti Zuhro, Nurul Shofiatin