Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN PRAKONSEPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN Gusti Ngurah Prana Jagannatha; Luh Seri Ani; I Wayan Weta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i11.P05

Abstract

Kesehatan prakonsepsi yaitu kesehatan yang mencakup laki-laki maupun perempuan dalam bidang reproduksi selama masa reproduksi yang berguna dalam menyiapkan kehamilan yang mampu meningkatkan peluang memiliki bayi yang sehat dan menghindari berbagai faktor risiko. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengukur pengetahuan yang dimiliki mahasiswa mengenai kesehatan prakonsepsi, serta mengetahui sumber apa yang paling banyak digunakan dalam mencari informasi kesehatan prakonsepsi. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif dengan analisis yang dilakukan hanya satu kali dalam satu waktu. Dalam menentukan sampel, berpedoman pada aturan eksklusi dan inklusi. Analisa dilakukan dengan melakukan pengolahan pada data dengan program SPSS versi 22 untuk mencari tahu karakteristik dari responden, tingkat pengetahuan, serta sumber informasi yang paling sering digunakan. Penelitian ini mendapatkan hasil pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana mayoritas sudah baik (88,5%) dan sebagian besar responden menggunakan internet sebagai sumber informasinya (53,1%). Namun, masih terdapat kurangnya pemahaman mengenai hal yang harus dipersiapkan sebelum hamil yaitu tentang jenis kelamin bayi (68,8%). Penelitian ini memilki kebermanfaatan dikarenakan dapat memberikan informasi mengenai jenjang pengetahuan kesehatan prakonsepsi pada mahasiswa fakultas kedokteran. Perlu dilaksanakan penelitian selanjutnya pada jangkauan yang lebih luas seperti di masyarakat. Kata Kunci: Pengetahuan, prakonsepsi, mahasiswa
GAMBARAN STATUS GIZI SISWA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMBUKU I KABUPATEN BANGLI TAHUN 2015 Ida Ayu Mustika Suri Jayanti; Wayan Weta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.268 KB)

Abstract

Malnutrisi masih menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Pada tahun 2014 terdapat 2-3 juta orang mengalami malnutrisi disetiap negara, walaupun malnutrisi tidak secara langsung menyebabkan kematian pada anak, namun malnutrisi dihubungkan dengan penyebab dari 54% kematian pada anak-anak di Negara berkembang pada tahun 2010. Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross sectional dengan melibatkan 50 subjek penelitian yang merupakan anak SD 1 Tembuku. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Cara pengumpulan data pada penelitian ini dengan melakukan pengukuran langsung dan juga dilakukan wawancara untuk mengetahui asupan nutrisi serta kebiasaan sarapan siswa. Dari 50 sampel yang terdiri dari 23 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan berusia 7-9 tahun didapatkan 60% siswa memiliki status gizi yang baik, 28% gizi kurang, 4% gizi lebih, dan 8% dengan obesitas. Untuk asupan nutrisi sesuai kebutuhan sebagian besar sampel sudah memenuhi ?70% AKG dengan status gizi terbanyak yaitu status gizi baik sebesar 69%. Untuk  sampel dengan AKG <70% terbanyak pada kelompok status gizi kurang sebesar 52,4%. Tidak terdapat perbedaan proporsi antara siswa dengan gizi baik, gizi kurang maupun gizi lebih antara siswa yang biasa dan tidak biasa melakukan sarapan. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA KELOMPOK LANJUT USIA DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS PETANG I KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016 Muhammad Hafiz Bin Mohd Arifin; I Wayan Weta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.767 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan manifestasi gangguan keseimbangan hemodinamik sistem kardiovaskular yang mana patofisiologinya tidak bisa diterangkan dengan hanya satu mekanisme tunggal. Semua definisi hipertensi adalah angka kesepakatan berdasarkan bukti klinis (evidence based) atau berdasarkan konsensus atau berdasar epidemiologi studi meta analisis. Bila tekanan darah diatas batas normal, maka dikatakan sebagai hipertensi. Hipertensi dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya, yakni hipertensi primer/essensial dan hipertensi sekunder, dan berdasarkan derajat penyakitnya. Angka insiden hipertensi sangat tinggi terutama pada populasi lanjut usia, usia di atas 60 tahun, dengan prevalensi mencapai 60% sampai 80% dari populasi lansia. Di Indonesia, pada usia 25-44 tahun prevalensi hipertensi sebesar 29%, pada usia 45-64 tahun sebesar 51% dan pada usia >65 tahun sebesar 65%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada lansia di wilayah kerja UPT Puskesmas Petang I, Kabupaten Badung tahun 2016. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross-sectional study dan menggunakan pendekatan retrospektif. Sampel yang digunakan berjumlah 112 orang yang diambil secara konsekutif pada posyandu lansia yang di tujuh banjar di desa Petang, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung Hasil Penelitian dengan uji chi-square dan Fisher Exact Test menyatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara genetik (p = 0,019; RP = 1,417; IK 95% 1,069 sampai 1,877), olah raga (p = 0,017; RP = 1,424; IK 95% 1,069 sampai 1,895), dan tingkat stress (p < 0,0001; RP = 2,043; IK 95% 1,184 sampai 2,141) dengan kejadian hipertensi. Sedangkan jenis kelamin, obesitas, merokok, dan konsumsi alkohol tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan kejadian hipertensi.Prevalensi hipertensi pada kelompok lansia cukup tinggi yakni 69% dan terdapat hubungan yang bermakna antara genetik, olah raga, dan tingkat stress dengan kejadian ISPA pada lansia. Rekomendasi dalam upaya penurunan angka kejadian hipertensi berupa peningkatan sikap dan pengetahuan masyarakat tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya suatu penyakit khususnya hipertensi dengan cara penyuluhan kesehatan.
ASUPAN ZAT GIZI DAN STATUS GIZI ANAK VEGETARIAN DAN NON VEGETARIAN KELAS 3-6 SEKOLAH DASAR DI BHAKTIVEDANTA DHARMA SCHOOL Kadek Ayu Purwaningsih; I Wayan Weta; Putu Aryani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.958 KB)

Abstract

Anak merupakan kelompok usia yang sedang mengalami proses tumbuh dan kembang yang sangat ditentukan oleh asupan zat gizi. Tidak sesuainya asupan zat gizi dengan kebutuhan akan menyebabkan terganggunya proses tumbuh kembang anak. Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan hal ini adalah rendahnya variasi sumber bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan zat gizi dan status gizi antara anak vegetarian dengan non vegetarian. Jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 30 anak vegetarian dan 41 non vegetarian di Bhaktivedanta Dharma School. Data asupan zat gizi dikumpulkan dengan menggunakan semikuantitatif food frequency questionnaire, data status gizi dikumpulkan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Hasil penelitian menunjukan rerata asupan energi, protein, lemak dan serat pada anak vegetarian dan non vegetarian berbeda bermakna dengan nilai P berturut-turut (0,021; <0,001; 0,009; <0,001). Data status gizi menunjukan tidak terdapat perbedaan status gizi antara anak vegetarian dengan non vegetarian. Kata Kunci: Anak, vegetarian, asupan zat gizi, status gizi, gizi seimbang
POLA ASUPAN GIZI DAN PENAMBAHAN BERAT BADAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS DENPASAR SELATAN Florensa Krismawati; I Wayan Weta; Dyah Pradnyaparamita Duarsa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i11.P03

Abstract

Kebutuhan gizi tercukupi diperlukan selama kehamilan agar pertumbuhan janin tidak mengalami gangguan dan melahirkan dengan normal. Pemantauan penambahan berat badan ibu dari sebelum kehamilan menjadi penting bagi kesehatan ibu dan bayi. Berat badan ibu hamil menjadi indikator terpenuhinya asupan gizi ibu hamil. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran pola asupan gizi dan penambahan berat badan ibu hamil. Jenis rancangan penelitian adalah cross-sectional menggunakan data sekunder buku KIA dan wawancara 100 ibu hamil di Puskesmas Denpasar Selatan. Total sampling penelitian mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 17. Hasil penelitian menunjukkan asupan energi cukup, asupan karbohidrat cukup ditrimester 2 dan 3, sedangkan asupan karbohidrat kurang ditrimester 1, asupan protein cukup ditrimester 1, asupan protein cukup ditrimester 2 dan 3 pada kelompok usia 30-49 tahun, sedangkan asupan protein kurang ditrimester 2 dan 3 pada kelompok usia 19-29 tahun, asupan lemak kurang. Penambahan berat badan yang kurang pada ibu hamil (100%) status gizi kurang, (50%) status gizi normal, (9,5%) status gizi lebih dan (25%) status gizi obesitas. Asupan gizi ibu hamil cukup pada asupan energi, asupan karbohidrat ditrimester 2 dan 3, asupan protein ditrimester 1 dan ditrimester 2, 3 pada kelompok usia 30-49 tahun, sedangkan asupan gizi ibu hamil kurang pada asupan karbohidrat ditrimester 1, asupan protein ditrimester 2 dan 3 pada kelompok usia 19-29 tahun, asupan lemak. Penambahan berat badan kurang paling banyak terjadi di Puskesmas Denpasar Selatan. Dengan demikian diharapkan memberi edukasi terkait asupan gizi, sehingga penambahan berat badan ibu hamil sesuai. Kata Kunci: Asupan gizi, Penambahan berat badan , Ibu hamil
Status gizi lansia berdasarkan pengetahuan dan aktivitas fisik, di wilayah kerja Puskesmas Sukawati 1, Gianyar, Bali Marselli Widya Lestari; I Wayan Weta
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan Umur Harapan Hidup dan  jumlah populasi lansia dapat mengakibatkan terjadinya transisi epidemiologi dalam bidang kesehatan akibat meningkatnya jumlah angka kesakitan karena penyakit degeneratif. Berbagai penelitian yang telah dilakukan memperlihatkan hasil bahwa masih banyak angka kejadian malnutrisi pada lansia. Namun, hingga saat ini belum ada dilakukan pendataan mengenai status gizi pada lansia di Puskesmas Sukawati I. Peneliti ingin mengkaji status gizi lansia yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sukawati I untuk mengetahui keadaan gizi lansia di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Total sampel yang didapatkan berjumlah 72 orang dan dalam pelaksanaannya pada semua sampel telah dilakukan wawancara serta pengukuran antropometri. Dilihat dari perhitungan RLPP, 77,8%  mengalami obesitas sentral, dengan rata-rata RLPP pada sampel yang diteliti sebesar 0,95 untuk laki-laki  yang tergolong resiko obesitas rendah dan 0,92 untuk perempuan yang tergolong resiko obesitas tinggi. Berdasarkan tingkat pengetahuan tentang gizi, persebaran sampel yang memiliki pengetahuan yang kurang terbanyak pada status gizi lebih sebesar 71,4%, begitu pula dengan kelompok yang memiliki tingkat pengetahuan baik juga menunjukkan proporsi terbanyak pada status gizi lebih yaitu 86,7%. Jika dilihat dari aktivitas fisik, persebaran sampel yang memiliki aktivitas ringan terbanyak pada status gizi berlebih (92,7%). Puskesmas disarankan untuk melakukan pengukuran antropometri dan pencatatan status kesehatan lansia secara komprehensif pada Kartu Menuju Sehat untuk lansia serta konseling dengan pakar gizi mengenai kesehatan lansia untuk mengatasi masalah tersebut.
Studi eksplorasi ketidakhadiran siswa rujukan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah ke Puskesmas II Denpasar Utara Exploratory study of the absence of School Dental Health Initiatives (UKGS) referral students to North Denpasar II Community Health Centre (Puskesmas) Ni Putu Idaryati; I Wayan Weta; Dyah Pradnyaparamita Duarsa
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 33, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v33i3.34811

Abstract

Pendahuluan: Hasil laporan UKGS Tahun 2019 di Puskesmas II Denpasar Utara sebanyak 10% dari total 660 siswa SD dirujuk untuk mendapatkan perawatan. Namun siswa SD yang memerlukan perawatan gigi tidak datang ke Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan ketidakhadiran siswa SD rujukan UKGS ke Puskesmas II Denpasar Utara berdasarkan persepsi Ibu dan guru. Metode: Penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi eksplorasi pada SD di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Utara. Sebanyak 7 informan dipilih dengan metode purposive sampling terdiri dari ibu siswa rujukan UKGS, guru penanggung jawab serta petugas Puskesmas pemegang program UKGS. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode tematik. Hasil: Persepsi ibu terhadap kegiatan UKGS dirasa sangat bermanfaat dalam mencegah kerusakan gigi anak. Kesehatan gigi dan mulut belum menjadi prioritas sehingga ibu tidak rutin melakukan kontrol periodik. Ibu lebih memilih datang ke praktek swasta dengan menggunakan asuransi karena di Puskesmas cenderung menunggu lama. Persepsi guru menganggap kegiatan UKGS memberikan manfaat walau dalam pelaksanaan rujukan UKGS tidak ada formulir khusus, petugas kesehatan hanya melakukan pencatatan yang berisi identitas siswa serta keterangan gigi berlubang atau persistensi. Simpulan: Penyakit gigi dan mulut belum menjadi prioritas orang tua dibandingkan penyakit lain. Orang tua lebih memilih datang ke praktek swasta dengan menggunakan asuransi karena di Puskesmas cenderung menunggu lama dan akses sulit. Guru menganggap kegiatan UKGS memberikan manfaat walau dalam pelaksanaannya tidak ada formulir khusus mengenai hasil rujukan UKGS. Hasil rujukan diberitahu secara langsung maupun melalui media komunikasi online kepada orang tua.Kata kunci: karies gigi; rujukan UKGS; ketidakhadiran siswa; PuskesmasABSTRACTIntroduction: The results of the 2019 School Dental Health Initiatives (UKGS) report at the North Denpasar II Community Health Centre (Puskesmas) were 10% of the total 660 elementary school students referred for treatment. However, elementary school students who need dental treatment do not follow the instruction. This study aimed to determine the reasons for the absence of UKGS referral elementary school students to Puskesmas II Denpasar Utara based on the perceptions of mothers and teachers. Methods: Qualitative research using an exploratory study approach in elementary schools in the working area of North Denpasar II Community Health Centre. A total of 7 informants were selected by purposive sampling method consisting of mothers of School Dental Health Initiatives referral students, teachers in charge and Community Health Centre officers holding School Dental Health Initiatives programs. Data were collected by in-depth interviews and analyzed using thematic methods. Result: Mother’s perception of School Dental Health Initiatives activities is considered helpful in preventing tooth decay in children. Oral health has not become a priority so that mothers do not routinely do periodic check-ups. Mothers prefer to come to private practice using insurance because of a long queuing period in the Community Health Centre. The teacher’s perception is that School Dental Health Initiatives activities provide benefits even though there is no particular form in the implementation of School Dental Health Initiatives referrals; health workers only make records by writing down student identities and information about cavities or persistence. Conclusions: Dental and oral diseases have not become a priority for parents compared to other diseases. Parents prefer to come to private practice using insurance because of a long queuing period in the Community Health Centre and difficult accessibility. Teachers consider School Dental Health Initiatives activities beneficial even though there is no special form regarding UKGS referral results in practice. Referral results are notified directly or through online media to parents.Keywords: dental caries; School Dental Health Initiatives; referral; student absence; Community Health Centre
Pengaruh Penambahan Bawang Putih dan Lama Fermentasi Terhadap Mutu Mikrobiologis dan Organoleptik Bebontot Nyoman Semadi Antara; I Wayan Sweta Partama; Luh Putu Wrasiati
Media Ilmiah Teknologi Pangan (Scientific Journal of Food Technology) Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Master Program of Food Science and Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bebontot is one of fermented meat product produced in Bali island, Indonesia. Chopped porkand fat are mixed with spices and salt. The mixer are wrapped in spatha of areca tree (Arecacatechu L.) and fermented for several days to produce bebontot. The research was conductedto find out the effects of garlic in bebontot formulation and fermentation time on thebebontot quality. The result showed that the addition of garlic could suppressed significantlythe growth of Enterobacteriaceae and Staphylococcus aureus, but not for lactic acid bacteria(LAB) and micrococci bacteria. During fermentation all investigated bacteria were changewhere LAB increased and Enterobacteriacea and Staph. aureus decreased during process offermentation. The organoleptic characteristicts of bebontot were influenced significantly bycombination of both treatments.
Moringa (Moringa oleifera) leaves extract gel improved wound healing by increasing fibroblasts, neovascularization and in male Wistar rats Citra Anissa Ayu; I Wayan Weta; I Gusti Made Aman
IJAAM (Indonesian Journal of Anti-Aging Medicine) Vol 4 No 1 (2020): Indonesian Journal of Anti-Aging Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36675/ijaam.v4i1.51

Abstract

Background: Wound healing can be accelerated by the supplementation of naturalcompound especially flavonoids and tannins. These compounds is known to be abundant in several plant species such as moringa (Moringa oleifera). Therefore, the aim of this study was to assess the effect of moringa leaves extract gel toward wound healing rate in in male Wistar rats (Rattus norvegicus). Methods: This research was a true experimental study using randomized post-test only control group design. Subjects were 28 rats (Rattus norvegicus), males, 5-6 months old, weighing 200-250 gram, which were divided into four groups (n= 7 rats) randomly. The first group was treated with placebo for 4 days (P0(4)), the second group was treated with moringa leaves extract gel for 4 days (P1(4)), the third group was treated with placebo for 11 days (P0(11)), and the fourth group was treated with moringa leaves extract gel for 11 days (P1(11)), and the last of intervention carried out measurements of fibroblast cell , neovascularization and epithelialization. Results: Administration of moringa leaves extract gel significantly increased the fibroblast density, neovascularization, and epithelial thickness. However, despite increased density of fibroblast and neovascularization at day 4, they significantly dropped at the second measurement (day 11). On the other hand, epithelial thickness was consistently improved overtime compared to control. Conclusion: The Moringa oleifera leaves extract gel improved wound healing by speeding healing process and epithelialization in male wistar rats (Rattus norvegicus).
The moderate physical exercise in reducing post-prandial blood glucose and increasing glut-4 protein serum on diabetic male wistar rat (Rattus norvegicus) Dian Damayanti; Alex Pangkahila; I Wayan Weta
IJAAM (Indonesian Journal of Anti-Aging Medicine) Vol 5 No 2 (2021): Indonesian Journal of Anti-Aging Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36675/ijaam.v5i2.80

Abstract

Introduction: A moderate-intensity diet and exercise regimen is highly recommended as a non-pharmacological therapy, which can be used in type 2 diabetes mellitus. It can increase the GLUT-4 protein serum activity in the receptor of the muscle cell membrane. This research aimed to prove that moderate physical exercise was able to reduce post-prandial blood glucose and increase GLUT-4 protein serum on diabetic male Wistar rat (Rattus norvegicus). Methods: This research employed an experimental pre-test post-test control group design by using 26 diabetic male Wistar rats that were randomly selected. The first group without moderate exercise, the second group with moderate exercise. The measurement of post-prandial blood glucose and GLUT-4 protein serum was performed after 14 days of treatment. Results: The median of post-prandial blood glucose levels for the control group (P0) in pre-test was 177.00 mg/dl and in post-test was 168.00 mg/dl, moreover for the treatment group (P1) in pre-test was 158.00 mg/dl and in post-test was 157.00 mg/dl. Moreover, the median of GLUT-4 for the control group (P0) in pre-test was 8.97 ng/dl and in post-test was 9.34 ng/dl, and for the treatment group (P1) in pre-test was 8.44 ng/dl and in post-test was 9.38 ng/dl. The results of the analysis in both groups showed that there was no significant difference between the control group and the treatment group. Conclusion: It can be concluded that moderate physical training did not significantly reduce post-prandial blood glucose, and did not significantly increase GLUT-4 serum on diabetic male Wistar rat.
Co-Authors ., Ni Putu Ayu Laksmini A. A. D. Dalem Dwi Putra AAG Budhiarta Aagp Wiraguna Adhi, I Gusti Ayu Mirah Aditia Martanti Aditya Johan Romadhon Agung Nova Mahendra Agung Wiwiek Indrayani Agus Eka Darwinata Ali Imron Ana Yulia Anak Agung Gde Putra Wiraguna Anak Agung Gede Budhiarta Anggreini ** Aprilany Stella peng Astrid Amanda Pangalela Awan, Syuma Adhy Bagus Komang Satriyasa Christine Icasia Citra Anissa Ayu Cok Gde Prema Kurnia Baswara Desak Ketut Ernawati Desak Made Wihandani Dhumaranang, Hyangayu Dedari Dian Damayanti Dinda Anggita Meiwita Sari Donal Syafrianto Duarsa, iDyah Pradnyaparamita Dwi Halim Kevin Gautama Dyah Pradnyaparmita Duarsa Faradilla N Fendy Nugroho Fenni Liem Fibriany Chandra Florensa Krismawati Gde Ngurah Idraguna Pinatih Gusti Made Agung Mega Utama Gusti Ngurah Prana Jagannatha Harimawan, Agustinus I Wayan Heidy Dwi Nadia I A Md Dwi Purwitasari I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Gde Ardika Nuaba I Gede Marantika Yogananda Sutela I Gusti Made Aman I Ketut Suastika I Made Ady Wirawan I Made Dwi Ariyuda I Made Jawi I MADE MULIARTA . I Nengah Sandi I Nyoman Adi Putra I Nyoman Mangku Karmaya I Putu Adiartha Griadhi I Putu Agus Budi Sudarsana I Putu Eka Jaya I Putu Gede Adiatmika I.A.A. Widhiartini Ida Ayu Mustika Suri Jayanti Ida Bagus Ngurah IN. Adiputra Indra Lesmana Indraguna Pinatih, Gde Ngurah Intan Lestari Putri Istiana Marfianti J. A. Pangkahila K Tangking Widarsa K. G. Budhi Riyanta Kadek Ayu Purwaningsih Kadek Tresna Adhi Ketut Adi Jaya Sutana Ketut Tirtayasa Komang Ayu Kartika Sari LMI. Sri Handari Adiputra Luh Putu Ayu Vitalistyawati Luh Putu Iin Indrayani Maker Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Wrasiati Luh Seri Ani Luh Wayan Ayu Rahaswanti Made Oka Negara Marfianti, Istiana Maria C Hindom Maria Marissa Maharani Marselli Widya Lestari Masrum Syam MB. Redy Utama Milhanah Milhanah Moh. Ali Imron, Moh. Muh. Ali Imron Muh. Ali Imron Muh. Ali Imron Muh. Irfan Muhammad Hafiz Bin Mohd Arifin Muhammad Irfan Munawwarah, Muthiah Muthiah Munawaroh Myranti Puspitaningtsya Junaedi Nadia Anastasia Ni Kadek Parswa Diah Pradnyandari Ni Luh Partiwi Wirasamadi Ni Luh Putu Suariyani Ni Made Sri Nopiyani Ni Made Suasti Wulanyani Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Putu Idaryati NL Partiwi Wirasamadi, NL Partiwi Nurpratiwi, Resti NW. Tianing NYOMAN SEMADI ANTARA Pande Putu Yoga Kamayana Phebe Indriani Prabandari, A A S Mirah Pradnyaparamita, Dyah Pramartha, I Made Dwi Adi Putu Aryani Putu Ayu Sita Saraswati Putu Cintya Denny Yuliyatni Rizky Wulandari S. Indra Lesmana S. Indra Lesmana S. Indra Lesmana Sari, Komang Ayu Kartika Sawitri, Anak Agung Sagung Sintia Sugiarta Rahmasari Sirait, Josephine Claudia Stefani Marietta Sugijanto - Sugijanto - Susy Purnawati Sutana, Ketut Adi Jaya Sutanto, Grace Abigail Syahmirza Indra Lesmana Teja, Anjaya Artha Tince Sarlin Nalle Wahyuddin - Wahyuddin, Wahyuddin Wayan Citra Wulan Sucipta Putri Wibawa, Anak Agung Ngurah Alit Dwi Nanda Wijanadi, M. Candra Wimpie I Pangkahila Wirasamadi, Ni Luh Partiwi