Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Lompat Kodok: Modifikasi Lompat Kangkang Berbasis Permainan untuk Anak Sekolah Dasar Emayanti Anggraeni; Mukharrar Fadjri; Faida Musa’ad; La Robi
INTEGRATIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): INTEGRATIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/integratif.v3i2.335

Abstract

To determine the effect of gender variables (male vs. female) and participation in team sports (individual sports vs. other sports (team sports)). Statistical analysis of data was performed using one-way ANOVA. Data normality was evaluated using KS and QQ plots. Levene's test was used to evaluate variance homogeneity. Missing data in the dependent variable was taken into account, so surveys with missing values were excluded. All data were analyzed using SPSS version 22. Results are reported as mean ± standard deviation and a significance level of 0.05.
The Influence of Sit-Up Exercise on Backstroke Swimming Skills in Physical Education Students Muhammad Farhan; Muh. Mawardi; La Robi
Journal Of Sport Education (JOPE) Vol. 7 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/czhqsz34

Abstract

Backstroke swimming is a sport that requires body coordination, core muscle strength, and efficient breathing and movement techniques. Abdominal muscle strength plays a crucial role in maintaining body stability on the water surface and improving movement efficiency. Sit-ups, a form of abdominal muscle strengthening, are thought to positively impact backstroke performance. This literature review aims to analyze previous research on the relationship between sit-up training and improved backstroke performance. The literature reviewed was sourced from national and international journals in the fields of sports and physiology. The results indicate that programmed sit-ups can increase abdominal muscle strength, improve posture, and enhance arm and leg propulsion efficiency. Integrating sit-ups with core exercises such as planks, leg raises, and dynamic movements yields optimal benefits. However, further experimental research is needed to measure the direct impact on speed, energy efficiency, and body stability in the water. This review provides a theoretical basis for coaches to design more effective backstroke training programmed.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN RENANG TRADISIONAL DAN KOREKSI GERAK START JONGKOK MELALUI MEDIA VIDEO SLOW MOTION Isti Qomah Rachman; Abu Bakar; Sanjung Sederhana; Metusala Aprilando Weanglia; La Robi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12581

Abstract

Learning the crouch start technique in physical education requires movement precision and strong visual understanding. However, traditional swimming instruction, which is dominated by direct demonstrations and verbal explanations, often fails to provide optimal movement feedback. This study aims to examine the effect of using slow-motion video media in traditional swimming instruction on students’ learning motivation in the crouch start technique material. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a nonequivalent control group design. The subjects of the study consisted of 33 students from the Physical Education Study Program at Universitas Muhammadiyah Sorong. The research instrument was a learning motivation questionnaire that had been tested for validity and reliability. The data were analyzed using descriptive statistics, correlation analysis, and paired sample t-test with a significance level of 0.05. The results showed an increase in the average score of students’ learning motivation from 61.12 in the pretest to 77.18 in the posttest. The paired sample t-test results indicated a significant difference between the pretest and posttest (Sig. 0.000 < 0.05). Therefore, it can be concluded that the use of slow-motion video-based learning media has a significant effect on improving students’ learning motivation in the crouch start technique material. Slow-motion video media are effective as a visual tool to support the learning of complex movement techniques in a more engaging, systematic, and meaningful way.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PJOK BERBASIS DEEP LEARNING TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN GERAK SISWA SD KELAS BAWAH Muhammad Sahrun; Abu Bakar; Agus Kurniadi; Muh Mawardi; La Robi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.22249

Abstract

Pembelajaran PJOK memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan motorik dan pemahaman konsep gerak pada siswa sekolah dasar, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran berbasis teknologi seperti deep learning untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran PJOK berbasis deep learning dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan gerak siswa SD kelas bawah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group, melibatkan 60 siswa kelas bawah yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian terdiri atas tes pemahaman konsep dan lembar observasi keterampilan gerak yang dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji t, dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada pemahaman konsep dan keterampilan gerak dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi deep learning memberikan dukungan kuat dalam menyediakan umpan balik otomatis, analisis gerak akurat, dan pengalaman belajar yang lebih adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis deep learning efektif diterapkan dalam pembelajaran PJOK dan berpotensi menjadi strategi inovatif dalam peningkatan kualitas pembelajaran motorik di sekolah dasar.
Peningkatan Motorik Halus Anak Berisiko Kesulitan Belajar melalui CTL dan Demonstrasi Meronce Berbahan Alam Ruth Litak Ruppe Pasolon; Ishartiwi; La Robi
Jurnal Kesmas Asclepius Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/v9vajs73

Abstract

This study aimed to describe the implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL) combined with demonstration and the improvement of fine motor skills through nature-based beading activities. The study used a two-cycle classroom action research design, with three meetings in each cycle and the stages of planning, action, observation, and reflection. Four children aged 5-6 years were selected from 14 children in Class B2 at Wana Kencana State Kindergarten based on an initial pedagogical identification. Data were collected through observations of six fine motor indicators and documentation and were analyzed descriptively and comparatively. The findings showed that classical mastery increased from 0% at baseline to 50% in Cycle I and 75% in Cycle II. By Cycle II, all indicators had reached 75% mastery. Slower and more systematic demonstrations, materials with larger holes and softer textures, simple pattern practice, and individualized scaffolding helped the children work more accurately, flexibly, persistently, and independently. The study concludes that integrating CTL, demonstration, adapted natural materials, and individualized assistance can improve fine motor learning in the investigated classroom context. Keywords: Children at Risk of Learning Difficulties, Contextual Teaching and Learning, Demonstration Method, Fine Motor Skills, Nature-Based Beading.
Peningkatan Motorik Halus melalui Visual Schedule pada Anak Terindikasi Autism Spectrum Disorder di Taman Kanak-kanak Negeri Pratama Halimah Halimah; Nurtanio Agus Purwanto; La Robi La Robi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak terindikasi Autism Spectrum Disorder (ASD) melalui penggunaan visual schedule di TK Negeri Pratama. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah tiga anak terindikasi ASD. Kemampuan motorik halus diamati melalui empat indikator, yaitu stabilisasi genggaman, koordinasi mata-tangan, ketepatan kontrol jari dan ketepatan visual-manipulatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan persentase capaian kemampuan motorik halus secara klasikal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus dari 24,75% pada tahap prasiklus menjadi 49,75% pada siklus I dan meningkat menjadi 79,00% pada siklus II. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator yang diamati, dengan peningkatan terbesar pada aspek ketepatan kontrol jari, yaitu dari 16% pada prasiklus menjadi 75% pada siklus II. Penggunaan visual schedule dalam bentuk makro dan mikro membantu anak memahami urutan kegiatan dan langkah konkret dalam menyelesaikan aktivitas motorik halus secara lebih terstruktur. Dengan capaian 79,00%, kriteria keberhasilan penelitian sebesar 75% telah tercapai. Dengan demikian, penggunaan visual schedule dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang mendukung peningkatan kemampuan motorik halus anak terindikasi ASD melalui penyajian aktivitas yang sistematis, bertahap dan mudah dipahami.