Claim Missing Document
Check
Articles

EXPLORATION OF PRINGGASELA WOVEN FABRIC AESTHETICS AS AN INSPIRATION FOR NEW CREATION DANCE FLOOR PATTERNS Nahdlatuzzainiyah, Nahdlatuzzainiyah; Febriana, Widia; Sumadewa, I Nyoman Yoga; Hasbullah, Hasbullah; Sidik, Muhammad Alfian; Buana, Daffa Satya Jaya
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 4 (2024): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/bbwp.v4i1.593

Abstract

This study explores the aesthetic elements of Pringgasela woven fabric, a traditional textile from Lombok, Indonesia, as a source of inspiration for innovative dance floor pattern designs. Pringgasela weaving is celebrated for its intricate motifs, harmonious color schemes, and rich cultural symbolism. By analyzing its visual and symbolic characteristics, this research aims to reinterpret traditional textile patterns into dynamic and functional spatial designs suitable for modern performance spaces. The study involves an aesthetic analysis of the fabric's patterns, the extraction of key design elements, and their adaptation into modular dance floor layouts. It emphasizes the importance of preserving cultural heritage through contemporary applications, fostering a dialogue between traditional arts and modern creative industries. The results offer a framework for integrating cultural aesthetics into innovative design, contributing to both cultural preservation and artistic innovation.
Cultural Promotion Through Digital Media: Showcasing Sasak Women Sumadewa, I Nyoman Yoga; Artayasa, I Nyoman; Remawa, Anak Agung Gede Rai; Swandi, I Wayan
International Journal of Economic, Finance and Business Statistics Vol. 2 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijefbs.v2i3.2085

Abstract

The role of women in the Sasak Tribe, apart from being a housewife, also has an important role in their social life. The role of Sasak women starts from childhood, becoming a skilled girl. This is a provision, because Sasak women are required to not only be good at taking care of the household and family, but also contribute to the family economy. Packaging Sasak women in the form of digital works so that the values contained are easy to accept among the current generation with an approach to the community or research target is carried out in various ways. The digital character is designed with full of values, in which it also includes forms of local wisdom from the point of view of life and local cultural wisdom in the form of daily habits and behavior in social interactions. The creation of this work uses the design thinking method of empathize, define, ideate, prototype, and test that is a process of realization of the phenomena that occur in society today, especially Sasak women, aesthetic elements that appear in this work such as the use of several accessories that add aesthetics and must be worn by Sasak women when attending events.
Lelampaq Lendong Kaoq: Comic Design to Strengthen Local Literacy Lukman, Lukman; Hasbullah, Hasbullah; I Nyoman Yoga Sumadewa; Sasih Gunalan
Meraki: Journal of Creative Industries Vol. 2 No. 02 (2025): Contextualizing Design: Bridging Tradition and Technology, Translating Trends
Publisher : Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/meraki.v2i02.6964

Abstract

A high level of reading literacy is very important for the nation's progress, however the reading literacy of students in Indonesia is still below the international average. To overcome this, the government instructed every school, including junior high schools, to allocate special time for literacy activities. One effective way is to provide interesting reading books, such as comics, which students prefer. At Mataram City Middle School, students tend to be less familiar with local folklore, so it is necessary to introduce stories such as "Lelampaq Lendong Kao," which contains a good moral message. Therefore, the designer plans to make the comic "Lelampaq Lendong Kao" using the design thinking method to design the right work. Apart from comics, supporting media such as t-shirts, posters and mugs will also be created to support the attraction. With this design, it is hoped that students will be more interested in reading, both during literacy hours and in their free time.
Pengembangan Kemasan dan Identitas Visual Makanan Siap Saji Sayapku melalui Pendekatan Kualitatif Rimbawan, Ari; Primanda, I Gede Diego; Sumadewa, I Nyoman Yoga
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2025): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v7i2.5451

Abstract

Tren gaya hidup modern yang menuntut efisiensi dan kecepatan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Makanan cepat saji merupakan salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat, terutama di kota-kota yang berkembang seperti di Kota Karawang, Jawa Barat. Desain kemasan Sayapku menjadi perhatian khusus di dalam program Bedakan 2024 untuk meningkatkan penjualan serta meningkatkan daya saing produk pada usaha sejenis melalui kebaruan pada desain komunikasi visual kemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang desain kemasan makanan siap saji Sayapku dengan identitas visual baru yang lebih sesuai, menarik secara visual, memperhatikan fungsional dan sesuai dengan kebutuhan serta preferensi target konsumen Sayapku di Karawang. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan melalui pengambilan data dengan wawancara penuh secara daring bersama pemilik merek untuk mengenal serta mengeksplorasi citra merek Sayapku yang diinginkan, dilanjutkan dengan studi kepustakaan dengan mengumpulkan dokumentasi terkait subjek pada penelitian. Hasil penelitian berupa terciptanya perwujudan kemasan lunch box berukuran medium Sayapku dan kemasan Sleeve Wingsbox. Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk menentukan keberhasilan suatu merek dalam persaingan industri yang ketat tidak hanya menekankan kualitas produk, namun juga tampilan kemasan pada produk tersebut untuk menciptakan nilai yang lebih baik dan unik di pikiran konsumen. Implikasi penelitian ini memberikan panduan berharga bagi para perancang dan industri kuliner dalam mengembangkan strategi desain kemasan yang inovatif dan efektif untuk mengintegrasikan elemen kearifan lokal dan memperkuat citra merek. 
Strategi Brand Campaign Kopi Leong Berbasis Visual Multimedia Storytelling Sumadewa, I Nyoman Yoga; Hasbullah, Hasbullah; Rosanensi, Melati; Febriana, Widia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4544

Abstract

Kopi Leong merupakan salah satu brand kopi lokal Lombok yang memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar regional, namun masih menghadapi tantangan dalam membangun identitas merek dan kedekatan emosional dengan konsumen muda. Persaingan industri kopi yang semakin ketat menuntut strategi brand campaign yang tidak hanya menonjolkan kualitas produk, tetapi juga mampu menyampaikan nilai budaya, proses produksi, dan pengalaman konsumsi secara komunikatif dan persuasif. Penelitian ini bertujuan merancang strategi brand campaign Kopi Leong berbasis visual multimedia storytelling melalui pembuatan video iklan sinematik yang mengangkat pesan “Setiap Cangkir Punya Cerita.” Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan kerangka Design Thinking yang meliputi tahap empathize, define, ideate, prototype, dan test. Data diperoleh melalui observasi perilaku visual konsumen usia 18–40 tahun, wawancara dengan pengelola Kopi Leong, serta studi literatur terkait brand campaign, storytelling visual, dan pemasaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen menginginkan narasi visual yang autentik, estetis, dan merepresentasikan identitas lokal Lombok. Video kampanye yang dihasilkan menampilkan alur perjalanan kopi mulai dari lanskap Gunung Rinjani, proses pemetikan oleh petani, tahapan roasting, hingga pengalaman sosial konsumen menikmati kopi. Uji coba prototipe kepada responden menunjukkan bahwa pendekatan visual multimedia storytelling mampu meningkatkan pemahaman pesan merek, daya tarik visual, serta potensi brand recognition. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi metode Design Thinking dan consumer journey efektif dalam menghasilkan kampanye visual yang relevan dan berdampak bagi penguatan positioning Kopi Leong sebagai kopi lokal berkualitas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan strategi brand campaign multimedia bagi UMKM kopi lokal lainnya.
Pengembangan dan Implementasi Model Promosi Augmented Reality Markerless pada Produk Olahan Kacang Mete UMKM Rosanensi, Melati; Cahyadi, Irwan; Sumadewa, I Nyoman Yoga
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4823

Abstract

Produk olahan kacang mete merupakan salah satu komoditas unggulan Desa Sambik Elen, Kabupaten Lombok Utara, yang memiliki potensi ekonomi tinggi namun belum didukung oleh strategi promosi digital yang optimal. Pola pemasaran yang masih bersifat konvensional menyebabkan jangkauan pasar terbatas dan kurang mampu menarik perhatian konsumen modern. Seiring dengan perkembangan teknologi pemasaran interaktif, Augmented Reality (AR) menawarkan peluang baru dalam menghadirkan pengalaman promosi yang lebih menarik dan informatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model promosi produk olahan kacang mete berbasis teknologi Augmented Reality markerless yang dapat diakses langsung melalui media sosial tanpa memerlukan instalasi aplikasi tambahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development dengan metode System Development Life Cycle (SDLC) yang meliputi tahapan perencanaan, analisis, perancangan, pengembangan, pengujian, implementasi, dan pemeliharaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, serta uji pengguna. Model promosi dikembangkan dalam bentuk visualisasi produk tiga dimensi yang terintegrasi dengan media sosial dan dilengkapi informasi produk serta akses pemesanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model promosi AR markerless dapat berfungsi dengan baik pada berbagai perangkat dan mendapatkan respons positif dari pengguna. Uji pengguna menunjukkan peningkatan ketertarikan dan minat beli konsumen setelah berinteraksi dengan visualisasi produk berbasis AR. Selain itu, pelaku UMKM menunjukkan tingkat penerimaan yang baik terhadap teknologi ini setelah diberikan pendampingan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model promosi AR markerless berbasis media sosial yang kontekstual dan mudah diadopsi oleh UMKM desa. Model ini berpotensi meningkatkan efektivitas promosi serta memperluas jangkauan pemasaran produk olahan kacang mete.
Desain Konten Multimedia untuk Media Sosial Kopi Leong: Pengaruh Visual terhadap Engagement dan Persepsi Merek Lokal Rosanensi, Melati; Sumadewa, I Nyoman Yoga; Hasbullah, Hasbullah; Febri, Widia
TRANSFORMASI Vol 21, No 2 (2025): TRANSFORMASI
Publisher : STMIK BINA PATRIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56357/jt.v21i2.452

Abstract

Abstrak: This study aims to analyze the influence of multimedia content design on engagement levels and brand perception on Kopi Leong's social media accounts as a representation of a local brand. In the digital era, content visualization has become a strategic factor in building consumer identity and loyalty, especially for small and medium enterprises. This study uses a quantitative-descriptive approach involving 150 respondents who are followers of Kopi Leong's Instagram account. The research instrument is an online questionnaire that measures visual perception (color composition, typography, and visual style), engagement levels (likes, comments, and shares), and brand image (authenticity, trustworthiness, and local appeal). Data analysis was conducted using multiple linear regression to determine the relationship between visual variables on engagement and brand perception. The results show that visual design that consistent and authentic significantly increases engagement levels (p 0.05 ), and strengthens the brand's perception as a modern yet traditional local product. The warm color scheme and classic-style typography create a strong sense of familiarity and authenticity in the minds of consumers. In conclusion, multimedia content design plays a crucial role in strengthening Kopi Leong's branding strategy through social media, particularly in building audience engagement and strengthening the brand's local identity.
Integrasi Augmented Reality dalam Festival Seni Budaya Berbasis Komunitas sebagai Model Pembelajaran dan Pelestarian Tari Tradisional Berkelanjutan Elyakim Nova Supriyedi Patty; I Nyoman Yoga Sumadewa; Melati Rosanensi
Varied Knowledge Journal Vol. 3 No. 3 (2026): Varied Knowledge Journal, February 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/vkj.v3i3.152

Abstract

This study examined the integration of Augmented Reality in a community-based cultural festival as an innovative learning management model for preserving traditional dance and strengthening the local creative economy. The study was conducted in Sigar Penjalin Village, North Lombok Regency, where traditional art activities faced challenges such as low youth participation, limited promotion, and minimal use of digital technology. A mixed-methods approach with a design-based research framework was employed, involving stages of needs analysis, design, implementation, and evaluation. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The findings indicated that the integration of Augmented Reality improved community participation, enhanced cultural understanding, and increased youth engagement in traditional arts. The program also supported the development of structured community-based learning activities and contributed to strengthening local cultural institutions. In addition, the study produced three Augmented Reality-based digital products as interactive learning and promotional media. This study proposed an integrative model combining technology, community-based learning management, and cultural activities that can be replicated in similar educational contexts.
Integrasi Augmented Reality dalam Festival Seni Budaya sebagai Model Penguatan Administrasi Pendidikan Berbasis Komunitas Patty, Elyakim Nova Supriyedi; I Nyoman Yoga Sumadewa; Melati Rosanensi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Maret 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i2.162

Abstract

This community service program aimed to develop a model of community-based educational administration through the integration of Augmented Reality in a cultural arts festival. The program was conducted in Sigar Penjalin Village, North Lombok Regency, involving a local traditional art group as the main partner. The primary issues included the absence of formal institutional management, limited use of digital technology, and low community participation in cultural preservation. A participatory action research approach combined with community development was applied, involving stages of needs assessment, capacity building, technology development, and festival implementation. The results showed the establishment of a community-based art studio, improved managerial and technological skills among participants, and the development of interactive Augmented Reality media for traditional dance promotion. The cultural festival successfully increased community engagement and served as a practical platform for implementing non-formal education management. This program demonstrated that integrating digital technology with community-based cultural activities could strengthen educational administration and support sustainable cultural preservation.
Pendampingan Digitalisasi Manajemen Rantai Pasok UMKM Berbasis Sistem Informasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Daya Saing Usaha Lokal di Pulau Lombok Widia Febriana; Melati Rosanensi; I Nyoman Yoga Sumadewa; Rina Komala; Arwin Yafi Rahmatullah
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joong-ki.v5i3.16609

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing UMKM di Pulau Lombok melalui pendampingan digitalisasi manajemen rantai pasok berbasis sistem informasi. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha adalah pengelolaan distribusi, pencatatan stok, serta koordinasi pemasok yang masih dilakukan secara manual dan kurang terintegrasi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan penggunaan sistem digital sederhana, serta pendampingan implementasi dalam aktivitas usaha sehari-hari. Sistem yang diperkenalkan dirancang agar mudah digunakan dan sesuai dengan kondisi UMKM lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan dalam ketepatan pencatatan, efisiensi distribusi, serta kemudahan akses informasi yang mendukung pengambilan keputusan usaha. Selain itu, pelaku UMKM mulai memahami pentingnya integrasi teknologi dalam pengelolaan rantai pasok. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendorong transformasi digital UMKM di tingkat lokal secara berkelanjutan