Claim Missing Document
Check
Articles

ADJEKTIVA BAHASA DAYAK BENUAQ DI KAMPUNG LAMBING KECAMATAN MUARA LAWA KABUPATEN KUTAI BARAT Pey, Adeliana Chein; Hanum, Irma Surayya; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.8360

Abstract

. This study aims to (1) describe the adjective form of the Dayak Benuaq language in Lambing Village, Muara Lawa District, West Kutai Regency, (2) describe the function of the Benuaq Dayak language adjective in Lambing Village, Muara Lawa District, West Kutai Regency. This type of research is field research. The data in this study is in the form of speech. Sources of data in this study, namely the utterances spoken by three informants. The data collection technique used was observation technique, refer to conversational engagement, note-taking and tapping techniques. The technique of analyzing qualitative descriptive data is by using the distributional method. The results of this study based on the form found that there are two parts, namely, monomorphemic adjectives and polymorphemic adjectives. Based on the function of the adjective, it was found that there are three parts, namely the attributive function is a delimiter in a noun phrase where the noun can be the subject, object, and complement, the predicative function is a predicate or complementary function in a clause, and the adverbial function or description is not a core element. in a sentence.
RESPONS PEMBACA NOVEL MATA DI TANAH MELUS KARYA OKKY MADASARI KAJIAN RESEPSI SASTRA Liana, Riska Mey; Hanum, Irma Surayya; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i4.6615

Abstract

Novel Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari menarik untuk dijadikan objek penelitian karena novel ini memberikan pengetahuan tambahan dan penggambaran sejarah. Novel tersebut membuat remaja dapat belajar sejarah dan memetik nilai-nilai yang ada. Teori yang digunakan adalah teori resepsi sastra menurut Hans Robert Jauss. Kajian resepsi sastra dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis respons pembaca melalui unsur intrinsik pada novel Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ialah interpretasi responden terhadap novel dan sumber data ialah 18 siswa kelas XII Bahasa SMAN 4 Berau. Teknik pengumpulan data merupakan teknik wawancara, teknik catat, teknik rekam, dan transkripsi data tutur menjadi teks. Teknik analisis data menggunakan metode resepsi sinkronis secara eksperimental. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, respons pembaca terhadap novel Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari menunjukkan adanya tanggapan positif dan negatif. Mulai dari tokoh, latar, alur, tema, sudut pandang, dan nilai moral. Perbedaan tanggapan terhadap unsur intrinsik ini dikarenakan pemahaman setiap pembaca memiliki horizon harapan tersendiri dalam merespons cerita novel tersebut. Kedua,  kategori pembaca siswa kelas XII Bahasa SMAN Berau yang sesuai ialah actual reader, yaitu manusia yang benar-benar melaksanakan tindakan pembacaan. Ketiga, novel Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari layak untuk dibaca oleh anak dan remaja mulai dari usia operasional formal (11 atau 12 tahun ke atas). Responden beranggapan bahwa novel Mata di Tanah Melus merupakan novel yang bagus dan penuh dengan imajinatif sehingga responden dapat menikmati novel tersebut.