Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS NOVEL TANAH SURGA MERAH KARYA ARAFAT NUR: SEBUAH KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI Suhar, Muhamad; Hudiyono, Yusak; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 3, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.399 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v3i4.2368

Abstract

This study aims to describe facts of story, ideological formations, and hegemony found in Arafat Nur's Tanah Surga Merah novel. Operational definitions in this study use three variables, that is the facts of story, the formation of ideology, and hegemony according to Antonio Gramsci. This research is a qualitative research with descriptive method based on the design of literature sociology. The data source in this study is Arafat Nur's Tanah Surga Merah novel. The data collection technique used is the technique of reading and recording. Qualitative analysis techniques that consist of three activities, that is: data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the results of the analysis it can be concluded several things. First, the story facts in the Tanah Surga Merah novel by Arafat Nur consist of plot, character, and background. The plot in this novel is an chronological plot. The characters in this novel have roles as main characters and additional figures. Broadly speaking the background contained in the novel is in Aceh. The time of storytelling that happened was when Murad returned to his homeland, when Murad was wanted by the ruling party in the Aceh region, and when Murad became an escape in his pursuit as a fugitive. While the social setting that occurs in the novel is a society that is obedient and under the full power of the ruling party in its territory. The ideological formation contained in the novel is authoritarianism represented by full power held by the authorities, feudalism represented by the red party apparatus, and socialism represented by opponents of power who care about society. The hegemony that occurs in the realm of political society is illustrated through conflicts between parties and party apparatus against opponents of power and society. In the area of civil society, it is portrayed through the influence that the authorities have invested in the people of Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita, formasi ideologi, dan hegemoni yang terdapat di dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Definisi operasional dalam penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu fakta cerita, formasi ideologi, dan hegemoni menurut Antonio Gramsci. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif berdasarkan rancangan kajian sosiologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis kualitatif yang terdiri dari tiga alur kegiatan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, fakta cerita dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur terdiri atas alur, tokoh-penokohan, dan latar. Alur dalam novel ini adalah alur maju. Tokoh-tokoh dalam novel ini mempunyai peranan sebagai tokoh utama maupun tokoh tambahan. Secara garis besar latar yang terdapat dalam novel berada di Aceh. Waktu penceritaan yang terjadi adalah ketika Murad kembali menuju tanah kelahirannya, ketika Murad buronan partai yang berkuasa di wilayah Aceh, dan saat Murad menjadi pelarian dalam pengejarannya sebagai buronan. Sedangkan latar sosial yang terjadi di dalam novel adalah masyarakat yang patuh dan di bawah kuasa penuh partai yang berkuasa di wilayahnya. Formasi ideologi yang terdapat di dalam novel adalah otoritarianisme yang diwakili oleh kekuasaan penuh yang dipegang oleh penguasa, feodalisme yang diwakili oleh aparatur partai merah, dan sosialisme yang diwakili oleh para penentang kekuasaan yang peduli terhadap masyarakat. Hegemoni yang terjadi dalam wilayah masyarakat politik digambarkan melalui konflik antara partai dan aparatur partai terhadap penentang kekuasaan dan masyarakat. Dalam wilayah masyarakat sipil digambarkan melalui pengaruh yang ditanamkan penguasa terhadap masyarakat Aceh.
PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA PADA SISWA KELAS III SDN 011 SEBULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Hadi, Sofyan; Rijal, Syamsul; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 3, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.762 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v3i3.2014

Abstract

The development of a person’s second language is strongly influenced by the way in which the stages of his acquisition, through formal or informal activities. Based on this, problems are formulated to determine lexicon acquisition, phonology, and factors that influence second language acquisition. This research was included in the field research using a qualitative approach which was described descriptively. The data source in this research is Yudika Adya Tama, Wahyu Almira Dika, Ludfia, Anjani, Moh. Farid, and Ikrima Faiz Hafidz. The data source is based third-grade elementary school students 011 Sebulu as Kutai Kartanegara district which only had two languages. The results of the research indicate that data sources have been able to mention several second language lexicons. However, in terms of the acquisition of phonology, several lexicons (Indonesian language or English language) were found whose pronunciation still received transfers from the first language. As for the factors that influence the second language acquisition of third-grade elementary school students 011 Sebulu are (a) motivational factors, (b) age factors, (c) formal presentation factors, (d) first language factors, and (e) environmental factors. Perkembangan bahasa kedua (B2) seseorang sangat dipengaruhi oleh cara pada tahapan pemerolehannya, baik melalui kegiatan formal maupun informal. Berdasarkan hal tersebut, dirumuskan masalah untuk mengetahui pemerolehan leksikon, fonologi, dan faktor-faktor yang memengaruhi pemerolehan bahasa kedua (B2). Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Yudika Adya Tama, Wahyu Almira Dika, Ludfia, Anjani, Moh. Farid, dan Ikrima Faiz Hafidz. Sumber data berdasarkan siswa kelas III SDN 011 Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara yang hanya memperoleh dua bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber data telah dapat menyebutkan beberapa leksikon bahasa kedua (B2). Namun, dari segi pemerolehan fonologi ditemukan beberapa leksikon (bahasa Indonesia atau pun bahasa Inggris) yang pengucapannya masih mendapatkan transfer dari bahasa pertama (B1). Adapun faktor-faktor yang memengaruhi pemerolehan bahasa kedua pada siswa kelas III SDN 011 Sebulu adalah (a) faktor motivasi, (b) faktor usia, (c) faktor penyajian formal, (d) faktor bahasa pertama, dan (e) faktor lingkungan.
NILAI BUDAYA DALAM LEGENDA LIANG AYAH DI KALIMANTAN TENGAH: KAJIAN FOLKLOR Desy, Winda Oktovina; Mursalim, Mursalim; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 4, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.675 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v4i1.2508

Abstract

Folk stories have cultural values that are used by the community as a picture of actions in everyday life. This study aims to find out the cultural values contained in the legend of the father-in-law so that it can be used as learning in life. This research was included in the field research using qualitative descriptive research. The source of data in this study was an informant named Kasman. The cultural value of human relations with God is manifested in the form of wara and karma ceremonies. The cultural value of human relations with nature is manifested in the form of riverside villages, hunting, and using plants. The cultural value of human relations with society is manifested in the form of joint learning, ceremony invitations, the search for spouses, togetherness in ceremonies. The cultural value of human and other human relationships is manifested in the form of cooperation, affection, friendship, respect, and cultural values of human relations with oneself manifested in the form of intelligence, responsibility, worry, and not thinking.
Makna cinta pada kumpulan lirik lagu dalam album Soekamti.com karya Endank Soekamti: Kajian semiotika Roland Barthes Fitriani, Juwita; Hanum, Irma Surayya; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 10, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v10i1.22356

Abstract

Kajian semiotika merupakan konsep yang menjadikan tanda sebagai sebuah fenomena komunikasi sosial maupun budaya. Endank Soekamti menggunakan tanda-tanda ini untuk menggambarkan fenomena sosial yang ada di masyarakat pada album Soekamti.com. Penelitian ini membahas mengenai makna cinta yang ada di dalam lirik lagu ciptaan Endank Soekamti. Rumusan masalah dalam penelitian ini mengenai makna denotasi, konotasi, dan mitos serta makna cinta yang ada pada kumpulan lirik lagu tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos serta makna cinta yang ada pada lirik lagu dalam album Soekamti.com. Adapun makna cinta dalam penelitian ini diperoleh dari pemaknaan mitos menggunakan teori semiotika Roland Barthes.Jenis penelitian yang dilakukan ialah penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian yang digunakan berupa frasa dan klausa dengan sumber data berupa kumpulan lirik lagu yang terdapat di dalam album Soekamti.com. Lokasi penelitian ini bersifat opsional dalam artian tidak terikat dengan lokasi apapun dan dapat dilakukan di mana saja. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik dokumentasi.Hasil penelitian ini terdapat makna cinta di dalam lagu Audisi, Masih Merdeka, Satria Bergitar, Jurus Jitu, Semoga Kau Dineraka, serta Berkibar Tinggi. Dalam album Soekamti.com cinta tidak hanya dimaknai sebagai romansa yang indah, namun juga emosi yang kompleks. Selain itu, mitos yang ada di masyarakat juga menjadi pendukung akan pemaknaan cinta yang ada pada album ini.Kata kunci: Album Soekamti.com, Lirik Lagu, Makna Cinta, Semiotika
Co-Authors Agustini, Aulia Alamsyah - Alfian Rokhmansyah Anna Wandira Anwar Ibrahim Triyoga Anwar, Miki Asriani, Nur Azzura4, Nazhwa Bachrin, Alifia Herika Bayu Aji Nugroho, Bayu Aji Citra Dewi Marinda D., Dahri Dahri Dahlan Dahri Dahlan, Dahri Desy, Winda Oktovina Eka Yusriansyah Endang Dwi Sulistyowati Enovia Sari Faishal, Muhammad Faris Agus Fatimah Fitra, Husnu Fitriani, Juwita Geleuk, Maria Benga H Hasmawati Hikmah, Radha Ayu Nur Hilal, Hikmatul Fajar Syamsu Hilal, Hikmatul Fajar Syamsul IAN WAHYUNI Ita Rosita Khasri, M. Rodinal Khair Kiftiawati, Kiftiawati Kiftiawati Lahung, Kornelia Fransiska Lainah, Arhani Liana, Riska Mey Lirung, Novita Tia M.Bahri Arifin Marisa Saputri Mawardiani, Ainun Mira Santika Monica Monica, Monica Mubarok, Ahmad Munawaroh, Fatihatul Mursalim Mursalim Mursalim Mursalim Mursalim Mursalim Musthofa, Dwi Muttaqin, Khalifaturrahman Muttaqin, Khalifaturrohman Nita Maya Valiantien Norma Atika Sari Pey, Adeliana Chein Pratama, Dentia Hady PURWANTI PURWANTI Putra, Surya Adinata Rahayu, Famala Eka Sanhadi Rahman, Fadkur Renaldi, Vicky Rizki, Anisa Rosyani Marlina Rosyidah, Yuni Kholifatul Sari, Norma Atika sartika, Mira Sebastian, Awang Gandi Setyoko, Aris Sindy Alicia Gunawan Sofyan Hadi Suhar, Muhamad Surya Sili Susi Susanti Syamsul Rijal Syamsul Rijal Trianingsih, Arsidah Wahid Tawaqal Wahyuni, Eka Sri Wahyuni, Ian Wahyuningsih, Diana Wati, Usnia Widyatmike Gede Mulawarman Wilma Prafitri Wulandari, Frilia Dwi Yayuk Dwi Rahayu, Yayuk Dwi Yusak Hudiyono, Yusak Yusriansyah, Eka Zafirah, Neza