p-Index From 2021 - 2026
4.821
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Cakrawala Pendidikan JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Pandecta Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam Geoplanning : Journal of Geomatics and Planning Jurnal Dinamika Hukum Dinamika Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Komunikasi Hukum Indonesian Journal of Geospatial Jurnal Fisika Unand Forum Geografi Jurnal Pendidikan Agama Islam Tadulako Law Review International Research Based Education Journal Journal of Science and Applicative Technology Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur & Energi Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pelita PAUD Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Jurnal Akta Yudisia Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Geosains dan Remote Sensing (JGRS) Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian FOUNDASIA Pancasila and Law Review Journal of Social Research JIPRO : Journal Of Intellectual Property Smart Society: Community Service and Empowerment Journal International Journal for Disaster and Development Interface Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) AL-UMRON: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Inovasi Konstruksi Journal of Community Empowerment Journal of Infrastructure Policy and Management (JIPM) WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : FOUNDASIA

POTRET KEMEROSOTAN MORAL DALAM DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA: SEBUAH KRITIK DARI ABDURRAHMAN ROHMAN, ARIF
FOUNDASIA Vol. 2 No. 3 (2003)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v2i3.6522

Abstract

The education is convinced to play an important role in solving and providing the way out upon the present social problem. One of the important results of educational implementation is the progress of science and technology proved to be able to assist mankind in solving the problem. Ironically, if the educational implementation practice it self contains the problem, for example degradation of morality in education. Therrfore, it, order to solve such a condition, an effort is needed to reconstruct morality to return the main mission of education fur the manifestation of the Indonesian societal typology which is within morality and just prosperity
MENAKAR POTRET REALITAS DAN IDEALITAS KUALITAS SEKOLAH ROHMAN, ARIF
FOUNDASIA Vol. 2 No. 10 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v2i10.5834

Abstract

Banyak ahli mensinyalir bahwa ada persoalan dengan sekolah. Aneka kesulitan yang dialaminya antara lain menyangkut drug use, early pregnancy, delinquency, dan school failures. Salah satu yang termasuk school failures adalah kesulitan dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar efektif. Proses ini hanya dapat dilakukan oleh sekolah berkualitas. Pandangan awam, sekolah berkualitas adalah sekolah dengan kemegahan gedung, keluesan den keindahan area lingkungan, secara kelengkapan fasilitas serana dan prasarananya. Namun oleh pare ahli, sekolah berkualitas lebih ditentukan pada kualitas proses belajar mengajar yang dapat menghasilkan lulusan berkualitas. Kualitas proses belajar mengajar ditentukan oleh enam faktor dan gabungan dari kesemuanya, yaitu: teacher's behavior, student's behavior and learning impact, learning climate, subject matters mastery, media, dan learning system. Untuk meningkatkan kualitas sekolah, dewasa ini terdapat dua gerakan yaitu School effective Movement oleh Mortimor dan kawan-kawan dan The Quality School Movement oleh William Glasser den kawan-kawan. Masing-masing memiliki pendekatan, cara, dan indikator yang berbeda.  
INISIASI KEBIJAKAN MENUJU PENGUATAN PENDIDIKAN HUMANIS-RELIGIUS Rohman, Arif
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26161

Abstract

Pendidikan diyakini memiliki peran penting dalam memberikan jalan keluar atas problem sosial yang ada. Salah satu hasil terpenting dari penyelenggaraan pendidikan adalah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terbukti dapat membantu manusia dalam memecahkan problem sosialnya. Namun ironisnya, justru praktek penyelenggaraan pendidikan itu sendiri yang mengidap problem, di antaranya adalah demoralitas pendidikan. Oleh karenanya diperlukan inisiasi kebijakan untuk mengatasi hal tersebut melalui rekonstruksi moralitas untuk mengembalikan misi utama pendidikan demi terwujudkannya tipologi pendidikan yang humanis-religius. Lima pilar moralitas pendidikan yang dapat menjaga tegaknya penyelenggaraan pendidikan yang humanis-religious adalah: (1) fardhiyyah morality, (2) usariyyah morality, (3) ijtimaiyyah morality, (4) daulah morality, dan (5) diniyyah morality. Langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembalikan tegaknya moralitas pendidikan adalah melalui pengembalian praktek penyelenggaraan pendidikan kepada khittah-nya yaitu pengembalian kepada misi pendidikan pembebasan. Segala perangkat dan pendukung yang ada seperti guru, kurikulum, manajemen, model pembelajaran, sistem evaluasi, peraturan-peraturan pendukung dan lain-lain keseluruhannya perlu diorientasikan kepada misi utama pengikisan aneka praktek yang mendistorsikan nilai luhur pendidikan, dengan penerapan model humanis-religius di sekolah, yaitu model: (1) Konsiderasi, (2) Pembentukan rasional, (3) Klarifikasi nilai, (4) Pengembangan moral kognitif, dan (5) Nondirektif.Kata kunci: pendidikan, moralitas, dan nilai humanis-religius
PERAN TR.ANSFORMASIONAL LSM BAGI PEMBELAJARAN POLITIK RAKYAT ROHMAN, ARIF
FOUNDASIA Vol. 1 No. 6 (2005)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v1i6.6323

Abstract

Economic policies that spoil only big conglomerates and foreign capitalist and political policies that continously restrict and ignore democratic values and human rights have made lay people and civil power weak Therefore. Non-Government Organizations (NGO) as voluntary organizations, especially in 1990s, tried to enpower the civil people in order to be able to face the government. NGOs made such an attempt to achieve tha aspiratiron of making a civil society into reality, the society is not natural society or political society anymore, but a society in the highest level, namely civil society. It is a society whose members have an independent atlitude, an ability to develop the self, and an ability to restrict the government intervention in the reoliy that they have created as the space of their own activities.
Co-Authors Abdul Aziz Adam Irwansyah Fauzi Adi Sutrisno Aditia Syaprillah, Aditia Ahmad Zein, Yahya ANWAR, DEDY Anwar, Muhammad Saiful Ardani, Nesya Hafiza Ariefa Efianingrum Aris Rinaldi Asri Widowati Atmojo, Aulia Aynaz Lotfata Budiningsih, Chatarina Asri Chalermsin, Panupong Choirul Amin Cipto Budy Handoyo Danardono, Danardono Dewi, Rany Puspita Dikpride Despa Dwi Bayu Prasetya Ebni Sholikhah Efri Roziaty Eka Putri Handayani Eny Nur Aisyah Fajar Hidayat Farida Hanum Fatmawati , Anisa Fauzi, Adam Irwansyah Febriyanti, Novi Ferdian Ramos, Ferdian Fikriyah, Vidya N. Firmansyah Firmansyah Gusniwati , Hamim Zaky Hadibasyir Hardika Hardika, Hardika Harun Harun Hediansah, Disa Henny Dwi Bhakti Husin Ali, Muhammad Hutwan Syarifuddin Ibrahim, Mohd Hairy Irwansyah Fauzi, Adam Jasminarni Joko Sri Sukardi, Joko Sri Jumadi Jumadi Jumadi, J Kemala, Ayu Kuswaji Dwi Priyono Kuswandi, Mar'atussholihah Lotfata, Aynaz LUSILA ANDRIANI PURWASTUTI, LUSILA ANDRIANI Mami Hajaroh Marthin - Masruroh, Heni Maulana, Mahendra Andiek Mayasarokh, Mira MUBARAQ, FAATHUR Muhammad Ulin Nuha MUHAMMAD ULIN NUHA Nainggolan, Ellyas Alga Nawaz, Muhammad Neliyati, Neliyati Nesya Hafiza Ardani Nindya Swastika Nurul Mahruzah Yulia Perdana, Redho Surya Prakosa, Rizky Adha Prasetya, Dwi Bayu Purwastuti, Lusila Andiani Rachmadani, Fadhila Rahmad Nursyahidin, Rahmad Ramadhini, Meraty Redho Surya Perdana Rian Nurtyawan Riana Nurhayati Riyanto, Edi Rizki Farani Ruuhulhaq, Muhammad Saiful Sapriani Sapriani Saputra, Fajar Eka Saputri, Bela Sattar, Farha Shalih, Osmar Sigalingging, Roy Chandra P. Silviana, Arina Sitorus, Hanny Wahyuningtiyas Sunawilalodra, Gaga Surahman, Ence Suttrisno Syafruddin Syafruddin Trisma Jaya Saputra Trisya Septiana Triyani, Retno Ulin Nuha, Muhammad Wahyuni, Ety Wibowo, Yudha Gusti Widijantoro, Noor Yahya Ahmad Zein Yudanegara, Rizky Ahmad Zamzami, Hamza Ait Zumaeroh -