p-Index From 2021 - 2026
4.821
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Cakrawala Pendidikan JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Pandecta Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam Geoplanning : Journal of Geomatics and Planning Jurnal Dinamika Hukum Dinamika Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Komunikasi Hukum Indonesian Journal of Geospatial Jurnal Fisika Unand Forum Geografi Jurnal Pendidikan Agama Islam Tadulako Law Review International Research Based Education Journal Journal of Science and Applicative Technology Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur & Energi Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pelita PAUD Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Jurnal Akta Yudisia Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Geosains dan Remote Sensing (JGRS) Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian FOUNDASIA Pancasila and Law Review Journal of Social Research JIPRO : Journal Of Intellectual Property Smart Society: Community Service and Empowerment Journal International Journal for Disaster and Development Interface Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) AL-UMRON: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Inovasi Konstruksi Journal of Community Empowerment Journal of Infrastructure Policy and Management (JIPM) WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pandecta

Problematika Penetapan Kawasan Hutan di Wilayah Masyarakat Adat dalam Rangka Pembangunan Berkelanjutan di Kota Tarakan Zein, Yahya Ahmad; Rohman, Arif; -, Marthin
Pandecta: Research Law Journal Vol 9, No 1 (2014): Pandecta January 2014
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v9i1.2855

Abstract

Pada dasarnya hukum diciptakan sebagai alat perubahan sosial. Salah satu berkurangnya hutan yang ada di Tarakan disebabkan oleh pertumbuhan penduduk dan mengklaim hutan yang ada sebagai hutan adat sehingga diperlukan kebijakan pemerintah daerah untuk menetapkan kawasan hutan tertentu. Hal ini di samping sebuah perintah UU juga merupakan tugas Pemerintah Daerah. Yang intinya sebagai peran Hukum Administrasi pada intinya, pertama, yang memungkinkan tugas administrasi negara, Kedua, melindungi warga negara terhadap tindakan sikap administrasi negara dan juga melindungi administrasi negara itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini termasuk jenis penelitian empiris. Sedangkan untuk memperoleh data menggunakan study pusktaka, observasi dan wawancara, kemudian data primer, sekunder dan tersier dianalisis untuk memecahkan masalah yang ditimbulkan. Status lahan hutan di Wilayah Adat di kota Tarakan adalah hutan negara, hutan harus dikelola sesuai dengan hak ulayat masyarakat adat. Suatu kawasan hutan tidak dapat dikatakan sebagai kawasan hutan adat begitu saja, tetapi harus melalui beberapa prosedur dan salah satu peran Pemerintah daerah Kota Tarakan adalah mengeluarkan peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Kota 2012-2032 yang di dalamnya memuat tentang hutan. Basically the law was created as a tool for social change. One of the existing forest loss in Tarakan caused by population growth and forest claimed as indigenous forest policy that required local governments to establish a particular forest area. This is in addition to a command law is also the duty of Local Government. Which is essentially the role of Administrative Law in essence, the first, which allows the state administration tasks, Second, to protect citizens against the actions and attitude of the state administration also protects the state administration itself. The method used in this study include the type of empirical research. As for obtaining data using pusktaka study, observation and interview, then the primary data, secondary and tertiary analyzed to solve the problems posed . Status of forest land in the town of Tarakan Indigenous Territory is a state forest, the forest must be managed in accordance with the customary rights of indigenous peoples. A forest can not be regarded as indigenous forests for granted, but must go through one of several procedures and the role of local government is issuing regulations Tarakan City Region No. 4 of 2012 on City Spatial Plan 2012-2032 in which the load on the forest .
Problematika Penetapan Kawasan Hutan di Wilayah Masyarakat Adat dalam Rangka Pembangunan Berkelanjutan di Kota Tarakan -, Marthin; Zein, Yahya Ahmad; Rohman, Arif
Pandecta Research Law Journal Vol 9, No 1 (2014): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v9i1.2855

Abstract

Pada dasarnya hukum diciptakan sebagai alat perubahan sosial. Salah satu berkurangnya hutan yang ada di Tarakan disebabkan oleh pertumbuhan penduduk dan mengklaim hutan yang ada sebagai hutan adat sehingga diperlukan kebijakan pemerintah daerah untuk menetapkan kawasan hutan tertentu. Hal ini di samping sebuah perintah UU juga merupakan tugas Pemerintah Daerah. Yang intinya sebagai peran Hukum Administrasi pada intinya, pertama, yang memungkinkan tugas administrasi negara, Kedua, melindungi warga negara terhadap tindakan sikap administrasi negara dan juga melindungi administrasi negara itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini termasuk jenis penelitian empiris. Sedangkan untuk memperoleh data menggunakan study pusktaka, observasi dan wawancara, kemudian data primer, sekunder dan tersier dianalisis untuk memecahkan masalah yang ditimbulkan. Status lahan hutan di Wilayah Adat di kota Tarakan adalah hutan negara, hutan harus dikelola sesuai dengan hak ulayat masyarakat adat. Suatu kawasan hutan tidak dapat dikatakan sebagai kawasan hutan adat begitu saja, tetapi harus melalui beberapa prosedur dan salah satu peran Pemerintah daerah Kota Tarakan adalah mengeluarkan peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Kota 2012-2032 yang di dalamnya memuat tentang hutan. Basically the law was created as a tool for social change. One of the existing forest loss in Tarakan caused by population growth and forest claimed as indigenous forest policy that required local governments to establish a particular forest area. This is in addition to a command law is also the duty of Local Government. Which is essentially the role of Administrative Law in essence, the first, which allows the state administration tasks, Second, to protect citizens against the actions and attitude of the state administration also protects the state administration itself. The method used in this study include the type of empirical research. As for obtaining data using pusktaka study, observation and interview, then the primary data, secondary and tertiary analyzed to solve the problems posed . Status of forest land in the town of Tarakan Indigenous Territory is a state forest, the forest must be managed in accordance with the customary rights of indigenous peoples. A forest can not be regarded as indigenous forests for granted, but must go through one of several procedures and the role of local government is issuing regulations Tarakan City Region No. 4 of 2012 on City Spatial Plan 2012-2032 in which the load on the forest .
Co-Authors Abdul Aziz Adam Irwansyah Fauzi Adi Sutrisno Aditia Syaprillah, Aditia Ahmad Zein, Yahya ANWAR, DEDY Anwar, Muhammad Saiful Ardani, Nesya Hafiza Ariefa Efianingrum Aris Rinaldi Asri Widowati Atmojo, Aulia Aynaz Lotfata Budiningsih, Chatarina Asri Chalermsin, Panupong Choirul Amin Cipto Budy Handoyo Danardono, Danardono Dewi, Rany Puspita Dikpride Despa Dwi Bayu Prasetya Ebni Sholikhah Efri Roziaty Eka Putri Handayani Eny Nur Aisyah Fajar Hidayat Farida Hanum Fatmawati , Anisa Fauzi, Adam Irwansyah Febriyanti, Novi Ferdian Ramos, Ferdian Fikriyah, Vidya N. Firmansyah Firmansyah Gusniwati , Hamim Zaky Hadibasyir Hardika Hardika, Hardika Harun Harun Hediansah, Disa Henny Dwi Bhakti Husin Ali, Muhammad Hutwan Syarifuddin Ibrahim, Mohd Hairy Irwansyah Fauzi, Adam Jasminarni Joko Sri Sukardi, Joko Sri Jumadi Jumadi Jumadi, J Kemala, Ayu Kuswaji Dwi Priyono Kuswandi, Mar'atussholihah Lotfata, Aynaz LUSILA ANDRIANI PURWASTUTI, LUSILA ANDRIANI Mami Hajaroh Marthin - Masruroh, Heni Maulana, Mahendra Andiek Mayasarokh, Mira MUBARAQ, FAATHUR MUHAMMAD ULIN NUHA Muhammad Ulin Nuha Nainggolan, Ellyas Alga Nawaz, Muhammad Neliyati, Neliyati Nesya Hafiza Ardani Nindya Swastika Nurul Mahruzah Yulia Perdana, Redho Surya Prakosa, Rizky Adha Prasetya, Dwi Bayu Purwastuti, Lusila Andiani Rachmadani, Fadhila Rahmad Nursyahidin, Rahmad Ramadhini, Meraty Redho Surya Perdana Rian Nurtyawan Riana Nurhayati Riyanto, Edi Rizki Farani Ruuhulhaq, Muhammad Saiful Sapriani Sapriani Saputra, Fajar Eka Saputri, Bela Sattar, Farha Shalih, Osmar Sigalingging, Roy Chandra P. Silviana, Arina Sitorus, Hanny Wahyuningtiyas Sunawilalodra, Gaga Surahman, Ence Suttrisno Syafruddin Syafruddin Trisma Jaya Saputra Trisya Septiana Triyani, Retno Ulin Nuha, Muhammad Wahyuni, Ety Wibowo, Yudha Gusti Widijantoro, Noor Yahya Ahmad Zein Yudanegara, Rizky Ahmad Zamzami, Hamza Ait Zumaeroh -