Claim Missing Document
Check
Articles

TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT, NILAI pH, DAN ADHESIVENESS SUSU BIFIDUS BERBAHAN BAKU SUSU DARI PETERNAKAN YANG BERBEDA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH-BUAHAN LOKAL Faradilla Bunga Tiska; Ani Sustiyah; Ahmad Ni’matulah Al-Baarri
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.764 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12800

Abstract

Kualitas susu yang dihasilkan setiap ternak berbeda-beda tergantung faktor fisiologis dan lingkungan. Hal ini akan berpengaruh pada kandungan nutrisi dalam susu yang dapat menentukan kualitas produk olahan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas susu yang difermentasikan dengan Bifidobacterium longum dan ditambah ekstrak buah dilihat dari total bakteri asam laktat, nilai pH, dan daya lekat (adhesiveness) yang berasal dari peternakan berbeda. Analisis yang digunakan yaitu Uji-T dengan sampel bebas. Terdapat dua peternakan yang akan dibandingkan untuk mengetahui kualitas susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu bifidus yang berasal dari peternakan yang berbeda tanpa penambahan ekstrak buah memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap penurunan nilai pH tetapi tidak pada pertumbuhan total Bakteri Asam Laktat (BAL) dan adhesivenes.Jumlah total BAL pada susu bifidus yang berbahan baku susu segar dari peternakan yang berbeda berada pada kisaran normal yaitu 10 7 log CFU/ml. Nilai pH susu bifidus dari kedua peternakan masih diatas 5 dan adhesiveness masih rendah (belum menggumpal). Terjadi peningkatan pertumbuhan total BAL, nilai pH, danadhesiveness setelah diberi ekstrak buah. Penambahan buah berguna untuk menyetarakan kualitas susu bifidus yang berbahan baku susu sedengan kualitas rendah sehingga menjadi lebih baik. Kata kunci: kualitas susu segar, susu bifidus, total BAL, pH, adhesiveness
PERBEDAAN POLA PENGAMBILAN ENZIM LAKTOPEROKSIDASE DENGAN MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI N. Hidayah; A. N. Al-Baarri; C. Budiarti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.744 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12912

Abstract

KARAKTERISTIK CURD BERBAHAN DASAR EKSTRAK KACANG HIJAU (Vigna radiata) dengan WHEY TAHU KEDELAI (Glycine max) SEBAGAI BAHAN PENGGUMPAL Yudhistira Denta Elygio; Anang Mohamad Legowo; Ahmad Ni’matullah Al-Baarri*
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.03 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v9i2.17462

Abstract

This research aims to determine the total rendement, moisture content, protein content, as well as curd texture from green beans by using soy whey as coagulant. The study was conducted using 1% citric acid and the variation of whey soybean with the concentration of 2, 4, 6, 8% (v/v). The use of whey tofu as a coagulant indicates the effect that causes increased total rendement, levels, protein content, and curd texture. The best treatment in this study was on the administration of 2% whey soybeans as coagulant. Treatment with 2% whey soybeans can be regarded as the best treatment because it has the best test results with the highest total yield, low water content, the highest protein content, and the highest texture of hardness. It can be said that making curd using whey tofu soy as a coagulant is a good thing to do.
PERUBAHAN KADAR KEASAMAN, INTENSITAS AROMA, DAN KESUKAAN YOGURT DRINK SETELAH FORTIFIKASI EKSTRAK SALAK Selma Noor Permadi; Anang Mohamad Legowo; Yoyok Budi Pramono; Ahmad Nimatullah Al-Baarri
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.444 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah salak dalam mempertahankanmutu yogurt drink dilihat dari keasaman dan mutu sifat organoleptik. Sifat organoleptik terdiri dari cita rasa buahdan kesukaan. Bahan yang digunakan meliputi, susu skim, buah salak, kultur starter (L. bulgaricus, S.thermophillus, L. acidophillus,dan B. longum ATCC 15707), deMan Rogosa Sharpe (MRS) broth, aquades,galaktosa dan sisteinHCL. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi, metode pembuatan starter kerjayogurt, metode pembuatan starter keja B. longumATCC 15707,metode pembuatan ektrak buah salak, metodepembuatan yogurt drink, dan metode pengujian variabel.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancanganacak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan ekstrak buahsalak dalam yogurt drink (v/v) sebesar: T0 = 0%; T1 = 1%; T2 = 2%; dan T3 =3%.Data penelitian diolah denganmenggunakan sidik ragam untuk mengetahui pengaruh perlakuan.Keasaman yogurt drink yang dihasilkanberkisar antara 0,74-0,98 dan sifat organoleptik yang meliputi cita rasa berpengaruh sedangkan untuk kesukaantidak mempengaruhi yogurt drink yang dihasilkan.
Total Padatan Terlarut pada Model Minyak dalam Air dengan Menggunakan Fucoidan Berdasarkan Perbedaan Suhu Dita Desnasari; Ahmad Ni’matullah Al-Baarri; Anang Mohamad Legowo
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.542 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.19645

Abstract

Fucoidan merupakan polisakarida sulfat yang diekstrak dari dinding sel rumput laut coklat yang dapat berperan sebagai bahan hidrokoloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan fucoidan sebagai emulsifier pada model minyak dalam air (O/W) berdasarkan perbedaan suhu dan melihat tampilan total padatan terlarut. Emulsi O/W dibuat tanpa fucoidan dan menggunakan 0,5% (b/v) fucoidan, kemudian dilakukan pemberian perlakuan suhu 8, 25, 50, dan 75ºC. Total padatan terlarut digunakan sebagai parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penambahan fucoidan dapat meningkatkan total padatan terlarut hingga 477%. Penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai informasi mengenai potensi fucoidan sebagai emulsifier alami yang dipengaruhi oleh suhu yang berbeda.Fucoidan is a sulphate polysaccharide from brown seaweed that has fuction as hydrocolloid materials. This research was done to analyze total dissolved solids. The oil-in-water (O/W) emulsion was prepared without fucoidan and using 0.5% (w/v) fucoidan, then treated at 8, 25, 50, and 75ºC. The results showed that the addition of fucoidan increased total dissolved solids as much as 477%. This research might provide useful information to utilize fucoidan as emulsifier.
Karakteristik Fisikokimia Curd Sari Kedelai dengan Penambahan Renet dan Belimbing Wuluh (Averhoa bilimbii) sebagai Koagulan Olivia Prastiandani; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri; Heni Rizqiati; Yoyok Budi Pramono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2018.22302

Abstract

Keasaman bahan penggumpal merupakan faktor penting dalam proses koagulasi curd kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisikomimiawi curd sari kedelai yang dihasilkan dari koagulan sari belimbing wuluh dengan dan tanpa pengenceran. Sari buah belimbing wuluh sebanyak 7% (v/v) dengan pengenceran (1:1, v/v) dan tanpa pengenceran dan renet (0,01% b/v) ditambahkan pada sari kedelai untuk menghasilkan curd. Curd yang didapat langsung dianalisis jumlah rendemen, nilai pH, kekerasan, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenceran koagulan belimbing wuluh secara signifikan meningkatkan jumlah rendemen, nilai pH, dan tingkat kekuningan namun mengurangi kekerasan tekstur curd. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengenceran koagulan sari belimbing wuluh dapat secara keseluruhan mempengaruhi karakteristik fisikokimiawi curd kedelai.Physicochemical Characteristics of Soy-Cheese Curd with Addition Rennet and Averrhoa bilimbii Juice as CoagulantAbstractThe acidity of coagulant is an important factor in the process of soy curd coagulation. This research aimed at analyze the physicochemical characteristics of soy curd that were coagulated with Averhoa bilimbii juice with and without dilution. Averhoa bilimbii juice as much as 7% (v/v) with dilution (1:1,v/v) and without dilution and rennet (0,01% b/v) added to soybean milk to obtain the curd. Curd obtained directly analyzed the amount of yield, pH value, hardness, and yellowish level. The result showed that dilution coagulant of Averhoa bilimbii significantly increased yield, pH value, and yellowish level but reduced hardness of texture curd. This research can be concluded that dilution coagulant of Averhoa bilimbii overall influence the physicochemical characteristic of soy curd.
Nilai pH dan Kekentalan Cocogurt dengan Penambahan Ekstrak Daun Stevia Zafira Raharjanti; Yoyok Budi Pramono; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.192 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23874

Abstract

Cocogurt (coconut yogurt) merupakan minuman fermentasi dari bakteri asam laktat yang berbahan dasar santan kelapa dan memiliki karakteristik seperti yogurt. Penambahan ekstrak daun stevia dilakukan sebagai pemanis untuk meningkatkan cita rasa cocogurt. Berbeda dari sukrosa, ekstrak daun stevia memiliki kalori yang lebih rendah sehingga baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun stevia terhadap nilai pH dan kekentalan dari cocogurt. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan menggunakan perlakuan variasi penambahan ekstrak daun stevia yaitu T0 0%, T1 0,5%, T2 2% dan T3 3,5%. Penelitian ini menggunkan bahan baku kelapa parut, daun stevia bubuk, susu skim dan starter yogurt. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah penambahan konsentrasi ekstrak daun stevia yang berbeda akan memberikan pengaruh nyata (P < 0,05) terhadap nilai pH dan kekentalan cocogurt. Perlakuan yang paling optimal adalah penambahan ekstrak daun stevia sebanyak 0,5%.
Nilai Perubahan Warna pada Emulsi Kunyit (Curcuma longa l.) dengan Penambahan Iota dan Kappa Karagenan Rr. Clarisa Puspa Ramadhanie Mochtar; Heni Rizqiati; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.144 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.20271

Abstract

AbstrakEmulsi alami dari karagenan jenis iota dan kappa belum banyak diaplikasikan di bidang pangan. Penambahan karagenan pada emulsi kunyit dapat mempengaruhi tampilan warna. Penelitian ini bertujuan untuk membuat emulsi berbahan dasar kunyit dengan penambahan karagenan iota dan kappa serta mendeteksi perubahan pada tampilan warna. Tampilan dan perubahan warna emulsi kunyit diuji dengan digital colorimeter menggunakan metode CIE-L*a*b. Hasil penelitian menunjukkan nilai ΔE pada emulsi kunyit tanpa penambahan karagenan, dengan iota karagenan dan dengan kappa karagenan, yaitu 4,77 ± 0,91; 4,05 ± 0,66; dan 16,95±0,96.AbstractNatural emulsion from iota and kappa carrageenan has not been widely applied in food industry. Addition of carrageenan in turmeric-based emulsion may affect the appearance followed by color changing. The objective of this study was to make turmeric-based emulsion with and without carrageenan to detect changes in color display. Color change was tested by using direct method with CIE-L*a*b application. The results showed that total color change of emulsion without the addition of carrageenan, with iota and kappa carrageenans were 4,77 ± 0,91; 4,05 ± 0,66; dan 16,95±0,96.
Analisis Performa Warna pada Emulsi Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dengan Penambahan Iota dan Kappa Karagenan Herni Nur Sabrina; Heni Rizqiati; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2018.20132

Abstract

AbstrakPerforma warna merupakan suatu indikator utama untuk melihat kualitas emulsi. Kualitas warna emulsi dapat ditentukan dengan penambahan emulsifier untuk mempertahankan warnanya, salah satu contoh emulsifier yaitu karagenan. Karagenan dikenal sebagai hidrokoloid yang dimanfaatkan untuk pembentukan gel, penstabil dan pengental. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu emulsi yang berbahan dasar temulawak dengan penambahan iota dan kappa karagenan sebagai emulsifier serta mendeteksi total perubahan warna. Perubahan warna (ΔE) emulsi diuji dengan menggunakan kolorimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emulsi temulawak tanpa penambahan karagenan, dengan iota karagenan dan dengan kappa karagenan terjadi perubahan warna masing-masing sebesar 7,79±0,65, 7,01±0,58 dan 9,07±1,24.AbstractColor performance is a main indicator of the emulsion quality. The color quality of an emulsion can be determined by the addition of an emulsifier to maintain the color, one of the emulsifier example is carrageenan. Carrageenan has known as hydrocolloid which is used for gel formation, stabilizer and thickener. This study aims to create an emulsion based on temulawak which is given iota and kappa carrageenan as emulsifier and detect the change of color performance. The color change (ΔE) of the emulsion was tested using  colorimeter. The results showed that temulawak emulsion without the addition of carrageenan, with iota carrageenan and with kappa carrageenan color change occurred respectively 7,79±0,65, 7,01±0,58 and 9,07±1,24.
Nilai Total Padatan Terlarut Pada Emulsi Kunyit (Curcuma longa L.) Yang Dipengaruhi Oleh Iota dan Kappa Karagenan Lusida Mulia Arganis; Heni Rizqiati; Ahmad Ni’matullah Al-Baarri
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.11 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.19390

Abstract

Kualitas emulsi seperti total padatan terlarut sangat ditentukan oleh jenis pengemulsi. Karagenan merupakan salah satu pengemulsi dari jenis polisakarida yang berasal dari rumput laut merah (Rhodophyceae) namun belum banyak digunakan dalam minuman tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk membuat emulsi berbahan dasar kunyit dengan penambahan iota dan kappa karagenan serta mendeteksi perubahan pada total padatan terlarut. Total padatan terlarut emulsi diuji dengan menggunakan alat TDZ Ezdo 8200. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emulsi kunyit tanpa penambahan karagenan, dengan iota karagenan dan dengan kappa karagenan mempunyai total padatan terlarut masing-masing sebesar 1,71±0,01;  2,29±0,03 dan 2,17±0,01 ppm.The quality ofemulsion such as total dissolved solids, may be determined by type of emulsifier. Carrageenan is one of the emulsifiers, carrageenan is a type of polysaccharide from red seaweed (Rhodophyceae), however the application of carrageenan has not widely used in traditional beverage. Therefore, the purpose of this research was to determined the effect of iota and kappa carrageenan in turmeric emulsion, along detection changes in total dissolved solids. Distribution of total dissolved solids tested by TDS-meter. As conclusion, turmeric emulsion without carrageenan, added with carrageenan iota, and with kappa carrageenan had total dissolved solids respectively 1,71±0,01; 2,29±0,03 and 2,17±0,01 ppm.
Co-Authors . Widayat A B Kurniawan A Hintono, A A M Legowo A Setyani A. Setiadi Abdik, Hüseyin Acharya, Parag Açıkgöz, Sinem Nur Agus Setiadi Ahdiyatul Fauza Ailsa Afra Mawarid Ajal, El Amine Albertus Carolus Dito Wratsongko Alinovi, Marcello AM Legowo AM Legowo AM Legowo, AM Amanda Liana Aristya Ananda, Azzahra Damia Anang M Legowo Andaç, Serap Angela Nitia Nefasa Ani Sustiyah Antonius Hintono Anugrah Tamam Basroni Ardiyani, Elfitri Sarah Arganis, Lusida Mulia Astrid Agustina Nur Amanah AW Utama Bagus Fitriansyah Bancalari, Elena Bhakti Etza Setiani BUDI HARTOYO, BUDI C. Budiarti Cecilia S Kristin Cleopatra Hendria D C Kusnadi Demir, Ceren Dewi Indah Sari Dian Ari Setianingsih Diana Nur Fitri Dika Intan Ayudiaswati Dita Desnasari Dwi Saputra, Fitran Dyah savitri Dzakiyalizz, Azka Nadiya E. Widiastuti Edy Kurnianto Ennahli, Said Evan Kaka Demasta Faradilla Bunga Tiska Fatmawati, Nabila Lathifah Ferdina Vera Kesuma Marfiyanti Galuh Hayu Kinasih Grace, Delia H. I. Wahyuni Hadipernata, Mulyana Handaruwulan, Azzahra Salsabila Haristi Uswatun Nisa Hendri Hermawan Adinugraha Heni Rizqiati Heni Rizqiati Heni Rizqiati Herni Nur Sabrina I. Isroli Indah Pratiwi Mahardita Santoso Irma Dwi Sartika ITA PUSPITASARI Ita Puspitasari Jatu Megantari Julia Ester Lumbantoruan Kamil, Rafli Zulfa Kardina Enny Dian Kumalasari Kis Djamiatun Kurdianto Kurdianto Kusrahayu Kusrahayu Lady Abigael Antono Laili Izzati Lestari, Fatma Puji Lumbantoruan, Julia Ester Lusida Mulia Arganis Lusida Mulia Arganis Lutfi D Mahfudz M Ogawa M S Anwar M T Fawaid M. Agawa Masykuri masykuri Masykuri Masykuri Maulana Yusuf Mauly Nabia Susanto Mawarid, Ailsa Afra Mehdizadehtapeh, Leila Meiny Suzery Mercan, Nesli Nur Miskiyah & Wisn Agus Supriatna Somantri Miskiyah & Wisnu Broto Agus Supriatna Somantri Mochamad Arief Budihardjo Mochammad Dicky Zulkharisma Mohammad Ihsan Yahya Prayoga Muhammad Thoriqul Fawaid Mulyana Hadipernata Mulyana Hadipernata Mulyana Hadipernata Mulyana Hadipernata N. Hidayah Nashihatul Fuadah Novia Tri Damayanti Nurjannah, Rifa Nurul Yaqin Nurwantoro . Oktavia R Puspitarini Olivia Prastiandani OR Puspitarini, OR Özbil, Mehmet P Bintoro, P Paciulli, Maria Pangestika, Widia Putra Candra Nugraha Putra, Hega Bintang Pratama Putri Cahyanti, Friska Putri Susanti Putri, Jessica Aryani Rachma, Yasmin Aulia Rahim Fajar Pangestu Rahma Nur Hanifah Rani Oktaviani Saraswati Raras Setyaningsih RH Anggraeni Ririn Hidayanti Risa Fazriyati Siregar Risfaheri Risfaheri Rr. Clarisa Puspa Ramadhanie Mochtar Rusmiadi, Zulfa Tiara Salsabila S Hayakawa S Mulyani S. Hayakawa S. Sugiharto Sartono, T. A. Selma Noor Permadi Setya Budi Muhammad Abduh, Setya Budi Muhammad Shaliha, Shabrina Nur Siska Agustina Dwi Haryanti Siti Fatimah-Muis Siti Susanti Siti Susanti, Siti Sogari, Giovanni Sri Mulyani Sri Mulyani Stathers, Tanya Sulardjaka, S Suranto Moch Sayuthi Sutopo Sutopo Sutopo Sutopo Swastika Dewi Sylvia Rahmi Putri T Visalsok Tainsa, Marwa Tekiner, İsmail Hakkı Tri Utami Tri Winarni Agustini Tri Yuliana Turrini Yudiarti Uçak, Sümeyye Ulayya, Ghina V P Bintoro Valentinus Priyo Bintoro Vina Yunar Villa W. Sumekar Widia Pangestika Widia Pangestika Widia Pangetika Widiyatun, Umi Nur Wihardi Wihardi Wildan Alfira Gusrianto Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Wulan Sumekar Yanuar Adi Purbo Waskito Yanuar Adi Waskito Yoga Pratama Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yudhistira Denta Elygio Yulian Dwi Anggraeni Puspa Handoko Zafira Raharjanti