Claim Missing Document
Check
Articles

Pengambilan Enzim Peroksidase dari Daun Tomat dengan Menggunakan Teknik Pertukaran Ion Tri Utami; Ahmad Ni'matullah Al-Baarri; Anang Mohamad Legowo
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.026 KB) | DOI: 10.17728/jatp.220

Abstract

Enzim peroksidase telah banyak digunakan untuk berbagai bidang baik industri, kesehatan, dan pangan. Peroksidase dapat diambil dari berbagai sumber, salah satunya adalah daun tomat. Hingga saat ini, daun tomat tidak banyak dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan proses purifikasi enzim peroksidase dari daun tomat dengan menggunakan teknik pertukaran ion. Larutan daun tomat dalam ammonium sulphate buffer dilewatkan ke dalam kolom yang berisi resin. Fraksi hasil elusi dikumpulkan dengan cara melewatkan NaCl dalam phosphate buffer (PB) ke dalam kolom. Fraksi ini kemudian diukur absorbannya pada spektrometer dengan panjang gelombang 280 nm. Jumlah fraksi yang berhasil didapat dari proses elusi ini adalah 90 fraksi. Berdasarkan pengamatan absorban, maka didapat bahwa fraksi dengan urutan ke-52 merupakan fraksi yang mempunyai nilai absorbansi yang terbesar, yaitu sebesar 0,220 dan mempunyai kandungan protein sebesar 0,144%. Penelitian ini telah berhasil untuk melakukan pengambilan enzim peroksidase. Penelitian ini sangat berguna untuk bahan informasi lanjutan untuk menganalisis enzim peroksidase dari daun tomat dan mempurifikasinya sehingga dapat membuka peluang penggunaan peroksidase dari sumber nabati yang relatif lebih murah harganya.Peroxidase enzyme has been widely used in several fields such as industries, medical, and food. One of the resources of peroxidase is tomato leaf, which was the waste in the agricultural field. This research was done to obtain peroxidase using ion exchange method. Tomato leaf solution in ammonium sulphate buffer was eluted through column containing resin. The NaCl was used to remove the attached enzyme to resin. Total obtained fraction from elution with NaCl was 90 fractions and all fractions were directly detected its absorbance at 280 nm. The result showed that fraction number 52 showed highest peak with the value of 0.220. Based on protein determination, fraction number 52 showed the protein content of 0.144%. This result may provide the information to further process of enzyme purification and take the advantage of waste product of tomato leaf to obtain peroxidase with a very cheap in price.
Pengaruh Tingkat Penambahan Ekstrak Buah Kelengkeng terhadap pH, Viskositas, Citarasa, dan Kesukaan Yoghurt Kelengkeng Ita Puspitasari; Ahmad Ni'matullah Al-Baarri; Yoyok Budi Pramono; Masykuri Masykuri
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.676 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah kelengkeng yoghurt terhadap viskositas, pH, citarasa dan kesukaan. Perlakuan yang diterapkan adalah pengaruh penambahan ekstrak buah kelengkeng sebanyak 0% (T0), 1% (T1), 3% (T2) dan 5% (T3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak buah kelengkeng (0%, 1%, 3%, dan 5%) memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap nilai pH dan viskositas, namun tidak memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap citarasa asam dan kesukaan. Nilai pH berkisar 3,96-4,19; nilai viskositas berkisar 13,83-28,91 cP; nilai citarasa asam berkisar 3,80-4,12; dan nilai kesukaan berkisar 1,44-2,40. Penambahan ekstrak buah kelengkeng dengan konsentrasi 0%, 1%, 3% dan 5% pada yoghurt menunjukkan bahwa penambahan ekstrak buah kelengkeng 3% adalah yang paling baik, karena memiliki nilai viskositas paling rendah dan nilai kesukaan yang paling besar.
Efek Pemanasan Pada Susu Sapi Full Cream Dengan Penambahan Gula Sukrosa, D-Fruktosa dan D-Galaktosa Terhadap Intensitas Warna dan Aroma Dyah savitri; Ahmad Ni'matullah Al-Baarri; Setya Budi Muhammad Abduh
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.235 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas intensitas warna dan aroma dan akibat proses glikasi susu dengan berbagai jenis gula: sukrosa, D-fruktosa dan D-galaktosa. Parameter yang diamati yaitu intensitas warna dan aroma pada susu sapi full cream akibat reaksi glikasi dengan adanya penambahan gula-gula tersebut sebanyak 4% (b/v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses glikasi susu sapi melalui penambahan gula sukrosa, D-Fruktosa dan D-galaktosa memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap intensitas warna dan aroma.
Aktivitas Antioksidan, pH, Viskositas, Viabilitas Bakteri Asam Laktat (bal) pada Yogurt Powder Daun Kopi dengan Jumlah Karagenan yang Berbeda Rahim Fajar Pangestu; Anang Mohamad Legowo; Ahmad Ni'matullah Al-Baarri; Yoyok Budi Pramono
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.097 KB) | DOI: 10.17728/jatp.185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan karagenan pada yogurt powder daun kopi dan yogurt powder tanpa daun kopi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September – Desember 2015 di Laboratorium Kimia dan Gizi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian dan Laboratorium Terpadu, Universitas Diponegoro, Semarang. Yogurt dibuat dengan menggunakan bakteri asam laktat (BAL) Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus dan setelah yogurt diinkubasi selama 4 jam, dilakukan penambahan 1-3% (v/v) karagenan, serta penambahan ekstrak daun kopi sebanyak 5% (v/v). Kemudian dilakukan pengeringan dengan suhu 50°C selama 20 jam dalam keadaan aseptis, masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Parameter yang diamati adalah antioksidan, pH, viskositas, dan viabilitas BAL pada yogurt yang telah mengalami rehidrasi 10% (b/v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak karagenan yang digunakan, menyebabkan semakin  meningkatnya antioksidan dan viskositas yogurt powder yang telah diseduh. Ekstrak daun kopi juga terbukti dapat menyebabkan meningkatknya antioksidan dan viskositas yogurt powder yang telah diseduh.  Penambahan karagenan dan daun kopi tidak mempengaruhi nilai pH, sedangkan pada viabilitas BAL penambahan karagenan dan daun kopi dapat melindungi BAL sekitar 5,78 – 6,29 log CFU/ml.This research was aimed to analyze the effect of the addition of carrageenan on a yogurt powder coffee leaves and yogurt powder without coffee leaves. The research was conducted in September - December 2015 at the Laboratory of Food Chemistry and Nutrition Faculty of Animal Husbandry and Agriculture and Integrated Laboratory, University of Diponegoro, Semarang. Yogurt was made using lactic acid bacteria (LAB) Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophillus with incubation time of 4 hours and the addition of 1-3% (v/v) of carrageenan and 5% (v/v) coffee leaf extract. Yogurt then was dried in 50˚C for 20 h at aseptic condition, each treatment was repeated four times. The parameters observed are antioxidants, pH, viscosity, and the viability of LAB in yogurt that have undergone rehydration 10% (w / v). The results showed that the more carrageenan are used, will cause increasing antioxidants and viscosity yogurt powder that has been brewed. Coffee leaf extract was also shown to cause the rise in antioxidants and viscosity yogurt powder that has been brewed. In addition carrageenan and coffee leaf does not affect the pH value, while the addition of carrageenan viability BAL and BAL coffee leaves can protect about 5.78 - 6.29 log CFU / ml.
Pengaruh Tingkat Penambahan Ekstrak Buah Kelengkeng terhadap pH, Viskositas, Citarasa, dan Kesukaan Yoghurt Kelengkeng Ita Puspitasari; Yoyok Budi Pramono; Masykuri Masykuri; Ahmad Nimatullah Al-Baarri
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.676 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah kelengkeng yoghurtterhadap viskositas, pH, citarasa dan kesukaan. Perlakuan yang diterapkan adalah pengaruh penambahan ekstrak buah kelengkeng sebanyak 0% (T0), 1% (T1), 3% (T2) dan 5% (T3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak buah kelengkeng (0%, 1%, 3%, dan 5%) memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap nilai pH dan viskositas, namun tidak memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap citarasa asam dan kesukaan. Nilai pH berkisar 3,96-4,19; nilai viskositas berkisar 13,83-28,91 cP; nilai citarasa asam berkisar 3,80-4,12; dan nilai kesukaan berkisar 1,44-2,40. Penambahan ekstrak buah kelengkeng dengan konsentrasi 0%, 1%, 3% dan 5% pada yoghurt menunjukkan bahwa penambahan ekstrak buah kelengkeng 3% adalah yang paling baik, karena memiliki nilai viskositas paling rendah dan nilai kesukaan yang paling besar.
PERUBAHAN WARNA DAN AROMA PADA PROSES GLIKASI SUSU KAMBING DENGAN D-GLUKOSA DAN RARE SUGAR A Setyani; AM Legowo; S Mulyani; Ahmad Ni'matullah Al-Baarri
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi intensitas warna dan aroma pada proses glikasi susu kambing dengan D-glukosa dan berbagai jenis rare sugar. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (variasi jenis gula: D-tagatosa, D-psikosa, D-sorbosa dan D-glukosa) dan 5 ulangan. Variabel yang diamati yaitu intensitas warna dan aroma. Data dianalisis menggunakan sidik ragam, jika terdapat pengaruh yang signifikan dilanjutkan dengan Uji Wilayah Duncan untuk variabel intensitas warna dan Uji Beda Nyata Jujur untuk variabel aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan berbagai jenis gula (D-tagatosa, D-psikosa, D-sorbosa dan D-glukosa) memberikan pengaruh nyata (P≤0,05) terhadap intensitas warna dan aroma. Penambahan D-psikosa menunjukkan intensitas warna tertinggi. Penambahan D-tagatosa lebih tinggi dibandingkan dengan D-glukosa dan penambahan D-sorbosa menunjukkan hasil terendah. Penambahan rare sugar dapat mengurangi bahkan menghilangkan aroma goaty pada susu kambing.
LACTOPEROXIDASE IMMOBILIZED ONTO VARIOUS BEADS FOR PRODUCING NATURAL PRESERVATIVES SOLUTION Ahmad Ni'matullah Al-Baarri; M Ogawa; T Visalsok; S Hayakawa
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2012): Februari 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.857 KB) | DOI: 10.17728/jatp.52

Abstract

The natural preservative agent of hypothiocyanite (OSCN–) has been succeded to determine using immobilized LPO onto various types of beads or matrixes: SP Sepharose Fast Flow (SP-FF), SP Sepharose Big Beads (SP-BB), CNBr activated SP Sepharose (SP-CNBR). Lactoperoxidase (LPO) was obtained from bovine milk. The immobilization method was performed using ion exhange method and adsorption. Immobilized LPO onto matrixes has been stored for 7 days at 4˚C and 10˚C. Data of the production of OSCN– were collected before and after immobilized LPO storage. Data shows no remarkable effect of the production of OSCN– using immobilized LPO stored at 4˚C, however, the remarkable reduction has been detected in the production of OSCN– using immobilized LPO that was stored at 10˚C. As a conclusion, the 7 days storage does not change the capability of immobilized LPO for producing OSCN if the immobilized LPO was stored at 4˚C. 
Kadar Antosianin dan Nilai a* pada Tangkai Daun Pepaya setelah Mengalami Pemanasan Oven dan Bleaching Ahmad Ni'matullah Al-Baarri; Raras Setyaningsih; Astrid Agustina Nur Amanah; Antonius Hintono
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.246 KB) | DOI: 10.17728/jatp.221

Abstract

Antosianin merupakan senyawa dengan fungsionalitas tinggi sebagai antioksidan yang secara natural terdapat dalam daun dan batang tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar antosianin dalam tangkai daun pepaya setelah melalui tahap pemanasan dengan suhu 65˚C selama 45 menit dengan menggunakan metode oven dan bleaching. Tangkai daun pepaya segar yang dikumpulkan dari lokasi sekitar penelitian lalu dilakukan maserasi serta dilarutkan ke dalam media etanol yang kemudian diukur kadar antosianinnya dengan menggunakan metode perbedaan nilai pH. Warna larutan (yaitu nilai a*) juga diamati pada larutan tangkai daun pepaya tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanasan dengan metode oven telah memberikan dampak pada penurunan kadar antosianin sebesar 55–69% dari kadar antosianin mula-mula. Perubahan nilai a* juga lebih terlihat pada sampel dengan pemanasan oven yang menandakan bahwa perubahan nilai a* selaras dengan perubahan kadar antosianin pada sampel yang dipanaskan dengan metode oven. Kesimpulannya, pemanasan dapat menyebabkan turunnya kadar antosianin yang cukup tinggi pada tangkai daun pepaya dan dapat mengubah nilai a*. Penelitian ini dapat memberi manfaat sebagai informasi mengenai upaya penanganan tangkai daun pepaya agar lebih terjaga sifat fungsionalitasnya, baik potensinya sebagai makanan maupun sebagai obat.Anthocyanin has been known as high functional compound and naturally exist in leave or petiole of plant. This research was done to analyse the anthocyanin in petiole of papaya after heating treatment using oven and bleaching at 65˚C for 45 minutes. The petiole of papaya was collected from the plantation next to campus. After collection, petiole of papaya was macerated and diluted into ethanol to measure the anthocyanin concentration using pH differential method. The a* value of colour was also analysed. The result showed that heating treatment reduced 55–69% anthocyanin from initial concentration and also shifted the a*value. As conclusion, heating process both oven method and bleaching might reduce the anthocyanin and shifted the a* value. This research may provide the beneficial information to find the better treatment of heating to hinder the reduction in functional compounds.
VOLUME GAS, pH DAN KADAR ALKOHOL PADA PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI ACID WHEY YANG DIFERMENTASI OLEH Saccharomyces cerevisiae M S Anwar; Ahmad Ni'matullah Al-Baarri; A M Legowo
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 4 (2012): November 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.959 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar alkohol, pH dan produksi gas pada whey yang difermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah lama fermentasi yang meliputi: T1 = lama fermentasi 12 jam, T2 = lama fermentasi 24 jam, dan T3 = lama fermentasi 36 jam, T4 = lama fermentasi 48 jam dan T5 = lama fermentasi 60 jam. Variabel yang diuji adalah kadar alkohol, pH dan produksi gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama fermentasi (12, 24, 36, 48 dan 60 jam) pada whey yang difermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar alkohol, pH dan produksi gas. Alkohol yang dihasilkan berturut-turut yaitu: 5,10; 1,37; 1,85; 2,16, 1,02, untuk T1, T2, T3, T4, T5. Nilai pH yang dihasilkan berturut-turut yaitu 3,50; 3,54; 3,67; 3,69; 3,89. Gas yang dihasilkan berturut-turut yaitu 13,75; 13,75; 17,50; 17,50; 35,00. Kadar alkohol dan produksi gas maksimal terjadi pada lama fermentasi 12 jam sedangkan pH terendah dihasilkan pada lama fermentasi 60 jam. Saran dari penelitian ini adalah proses produksi alkohol dengan menggunakan metode ini dapat dilakukan secara cepat sehingga proses produksinya perlu segera diselesaikan pada fermentasi jam ke-12.
Browning Intensity dan Aroma Whey Susu Kambing akibat Proses Glikasi dengan Penambahan D-psicose, D-fructose dan D-tagatose Galuh Hayu Kinasih; Anang Mohammad Legowo; Sri Mulyani; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.707 KB)

Abstract

Rare sugar yang ditambahkan ke dalam whey susu kambing diduga dapat meningkatkan intensitas pencoklatan, menghilangkan aroma prengus susu kambing dan meningkatkan citarasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan fisik yang berupa warna, dan aroma. Rancangan percobaan untuk pengujian intensitas pencoklatan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 7 ulangan, apabila terdapatpengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda duncan. Uji sifat organoleptik menggunakan metode uji organoleptik dengan 25 panelis agak terlatih. Perlakuan yang diterapkan adalah pengaruh penambahan rare sugar sebanyak 4% dengan perlakuan (T1) D-psicose, (T2) D-fructose dan (T3) D-tagatose. Hasil penelitian menunjukkanbahwa penambahan rare sugar (D-psicose, D-tagatose, dan D-tagatose) memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap intensitas pencoklatan, berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap organoleptik (aroma). Browning intensity 0,577-0,639; dan organoleptik (aroma) 4,84-5,61. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan D-psicose, D-fructose dan D-tagatose ke dalam whey susu kambing dapat meningkatkan intensitas warna coklat sehingga dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas mutu suatu produkpangan.
Co-Authors . Widayat A B Kurniawan A Hintono, A A M Legowo A Setyani A. Setiadi Abdik, Hüseyin Acharya, Parag Açıkgöz, Sinem Nur Agus Setiadi Ahdiyatul Fauza Ailsa Afra Mawarid Ajal, El Amine Albertus Carolus Dito Wratsongko Alinovi, Marcello AM Legowo AM Legowo AM Legowo, AM Amanda Liana Aristya Ananda, Azzahra Damia Anang M Legowo Andaç, Serap Angela Nitia Nefasa Ani Sustiyah Antonius Hintono Anugrah Tamam Basroni Ardiyani, Elfitri Sarah Arganis, Lusida Mulia Astrid Agustina Nur Amanah AW Utama Bagus Fitriansyah Bancalari, Elena Bhakti Etza Setiani BUDI HARTOYO, BUDI C. Budiarti Cecilia S Kristin Cleopatra Hendria D C Kusnadi Demir, Ceren Dewi Indah Sari Dian Ari Setianingsih Diana Nur Fitri Dika Intan Ayudiaswati Dita Desnasari Dwi Saputra, Fitran Dyah savitri Dzakiyalizz, Azka Nadiya E. Widiastuti Edy Kurnianto Ennahli, Said Evan Kaka Demasta Faradilla Bunga Tiska Fatmawati, Nabila Lathifah Ferdina Vera Kesuma Marfiyanti Galuh Hayu Kinasih Grace, Delia H. I. Wahyuni Hadipernata, Mulyana Handaruwulan, Azzahra Salsabila Haristi Uswatun Nisa Hendri Hermawan Adinugraha Heni Rizqiati Heni Rizqiati Heni Rizqiati Herni Nur Sabrina I. Isroli Indah Pratiwi Mahardita Santoso Irma Dwi Sartika ITA PUSPITASARI Ita Puspitasari Jatu Megantari Julia Ester Lumbantoruan Kamil, Rafli Zulfa Kardina Enny Dian Kumalasari Kis Djamiatun Kurdianto Kurdianto Kusrahayu Kusrahayu Lady Abigael Antono Laili Izzati Lestari, Fatma Puji Lumbantoruan, Julia Ester Lusida Mulia Arganis Lusida Mulia Arganis Lutfi D Mahfudz M Ogawa M S Anwar M T Fawaid M. Agawa Masykuri Masykuri Masykuri masykuri Maulana Yusuf Mauly Nabia Susanto Mawarid, Ailsa Afra Mehdizadehtapeh, Leila Meiny Suzery Mercan, Nesli Nur Miskiyah & Wisn Agus Supriatna Somantri Miskiyah & Wisnu Broto Agus Supriatna Somantri Mochamad Arief Budihardjo Mochammad Dicky Zulkharisma Mohammad Ihsan Yahya Prayoga Muhammad Thoriqul Fawaid Mulyana Hadipernata Mulyana Hadipernata Mulyana Hadipernata Mulyana Hadipernata N. Hidayah Nashihatul Fuadah Novia Tri Damayanti Nurjannah, Rifa Nurul Yaqin Nurwantoro . Oktavia R Puspitarini Olivia Prastiandani OR Puspitarini, OR Özbil, Mehmet P Bintoro, P Paciulli, Maria Pangestika, Widia Putra Candra Nugraha Putra, Hega Bintang Pratama Putri Cahyanti, Friska Putri Susanti Putri, Jessica Aryani Rachma, Yasmin Aulia Rahim Fajar Pangestu Rahma Nur Hanifah Rani Oktaviani Saraswati Raras Setyaningsih RH Anggraeni Ririn Hidayanti Risa Fazriyati Siregar Risfaheri Risfaheri Rr. Clarisa Puspa Ramadhanie Mochtar Rusmiadi, Zulfa Tiara Salsabila S Hayakawa S Mulyani S. Hayakawa S. Sugiharto Sartono, T. A. Selma Noor Permadi Setya Budi Muhammad Abduh, Setya Budi Muhammad Shaliha, Shabrina Nur Siska Agustina Dwi Haryanti Siti Fatimah-Muis Siti Susanti Siti Susanti, Siti Sogari, Giovanni Sri Mulyani Sri Mulyani Stathers, Tanya Sulardjaka, S Suranto Moch Sayuthi Sutopo Sutopo Sutopo Sutopo Swastika Dewi Sylvia Rahmi Putri T Visalsok Tainsa, Marwa Tekiner, İsmail Hakkı Tri Utami Tri Winarni Agustini Tri Yuliana Turrini Yudiarti Uçak, Sümeyye Ulayya, Ghina V P Bintoro Valentinus Priyo Bintoro Vina Yunar Villa W. Sumekar Widia Pangestika Widia Pangestika Widia Pangetika Widiyatun, Umi Nur Wihardi Wihardi Wildan Alfira Gusrianto Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Wulan Sumekar Yanuar Adi Purbo Waskito Yanuar Adi Waskito Yoga Pratama Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yudhistira Denta Elygio Yulian Dwi Anggraeni Puspa Handoko Zafira Raharjanti