Claim Missing Document
Check
Articles

The Optimization Feeding Rate Towards Saline Tilapia Production in Stagnant Waters, Pekalongan City Fahrurrozi, Ashari; Madusari, Benny Diah; Syakirin, Mohammad Bahrus; Linayati, Linayati; Mardiana, Tri Yusufi; Wijianto, Heri Ariadi; Budianto, Budianto
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 13 No. 1 (2024): JAFH Vol. 13 No. 1 February 2024
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v13i1.49072

Abstract

The flood disaster in the coastal area of Pekalongan City resulted in stagnant water, thus impacting the livelihoods of the community previously. The adaptation that has been made to deal with these conditions is by cultivating saline tilapia. Feed is the most important factor in supporting the growth of saline tilapia production. However, research on feed quality and frequency that has been carried out for tilapia production has not been optimal in obtaining the results obtained. This study aims to determine the effect of different feeding rates on growth performance, feed utilization and survival rate of tilapia reared in stagnant brackish water. The study consisted of feeding rates of 3%, 5%, 7% and 9% with three replications, and parameters were observed every seven days. Based on the research results it is known that the optimal feeding rate in saline tilapia culture ranges from 6.67% - 7% based on growth parameters. Although the other parameters do not show the same feeding rate as the growth parameter, these parameters are still in a good range for saline tilapia culture.
Kelimpahan plankton Prorocentrum sp. pada tambak intensif udang vaname (Litopenaeus vannamei) : Prorocentrum sp. abundance in the intensive aquaculture of vaname shrimp (Litopenaeus vannamei) Ariadi, Heri; Syakirin, M.B.; Mardiana, Tri Yusufi; Soeprapto, Hayati; Linayati, Linayati; Madusari, Benny Diah
AGROMIX Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v14i2.3668

Abstract

Introduction: Prorocentrum sp. is one of the harmful algae genera that often grows in the aquatic ecosystems of vaname shrimp (L. vannamei) ponds. The purpose of this study was to determine the abundance and dynamics of the Prorocentrum sp. during the shrimp culture period of vaname shrimp (L. vannamei) in intensive ponds. Method: This research was conducted on 4 ponds with a size of 3,200 m2 and a stocking density of 120 fish/m2. The research variables observed were water quality parameters and Prorocentrum sp. which is carried out every 7 days during the shrimp cultivation periods. Result: Based on the results of study, the water quality parameters during the shrimp culture period tend to be stable, except for the water pH parameters which have relatively high afternoon pH fluctuations. Prorocentrum sp. genera during the shrimp culture period, the plankton genus was the most dominant compared to other genera of the Dinoflagellate class. The dynamics of the Prorocentrum sp. abundance on the intensive pond, there was a significant correlation between the solubility of TAN (Total Ammonia Nitrogen) content of 74.8% and the water temperature of 83.3%. Conclusion: The abundance dynamics of Prorocentrum sp. genera during aquaculture period of vaname shrimp (L. vannamei) fluctuated dynamically following the solubility trend of TAN (Total Ammonia Nitrogen) levels and water temperature flux in the pond ecosystem
Pelatihan Pembuatan Aquascape pada Siswa PKBM Baiturahman  Desa Api api Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan Mardiana, Tri Yusufi; Linayati, Linayati; Oktaviani, Nila; Madusari, Benny Diah; Yahya, M. Zulham; Wiradana, Bahtiar Hanafi; Asyari, Hasanudin; Pamungkas, Muhammad Aji Bagus
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Multi Disiplin Vol. 1 No. 1 (2024): JUPENGEN - Agustus
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/jupengen.v1i1.8

Abstract

Aquascape merupakan metode pemanfaatan air, udara, dan elemen lain untuk menciptakan akuarium yang estetis. Ada berbagai gaya, seperti gaya belanda, iwagumi, alam, biotope, jerman, dan hutan. Setiap gaya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tujuan utama aquascape adalah menciptakan akuarium yang estetis dengan memadukan karakteristik udara, air, dan elemen lainnya. Gaya yang berbeda dapat memberikan manfaat yang berbeda pula bagi penggunanya. Tujuan utamanya adalah mencapai keseimbangan antara komponen biologis dan abiotik dalam aquascape. Tantangan utama dalam menciptakan aquascape adalah memastikan keseimbangan ekosistem antara udara dan komponen biologis. Hal ini dapat dicapai melalui fotosintesis, yang melibatkan penggunaan energi cahaya untuk menciptakan organisme hidup, karbon dioksida, dan air. Banyak masyarakat yang masih kurang berminat dengan proyek aquascape, dengan berbagai aspek seperti penyediaan udara, penyediaan air, pemeliharaan, dan pembangunan aquascape. Informasi dan pelatihan tentang aquascape sangat penting untuk mempromosikan akuakultur. Program edukasi masyarakat dilakukan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan aquascape kepada pelajar di PKBM Baiturahman Desa Api-api Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Program ini meliputi pemberian informasi dan pelatihan tentang desain dan konstruksi aquascape. Program ini melibatkan 23 siswa Paket B dan Paket C yang ditanyai minat dan kesukaannya. Program ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi siswa untuk berdiskusi dan belajar tentang desain dan konstruksi aquascape. Program ini juga mencakup lokakarya bagi siswa, di mana mereka belajar tentang pentingnya desain dan konstruksi aquascape. Lokakarya ini memberikan wawasan berharga mengenai pentingnya desain dan konstruksi aquascape.
ANALISIS KUANTITATIF CEMARAN LOGAM PADA PRODUK INOVASI SEDIAAN JAMU SERBUK INSTAN KUNYIT ASAM MELALUI PEMBENTUKAN KOMPLEKS LOGAM-DITIZONE Rusmalina, Siska; wati, eni retno; Khasanah, Kharismatul; Madusari, Benny Diah
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 2 No 01 (2023): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v2i01.2383

Abstract

Latar bekalang : Syarat analisis logam dengan menggunakan Spektrofotometri visible  adalah sampel harus berupa larutan, maka sebelum kadar logam dalam sampel dianalisis harus dilakukan dekstruksi, untuk melarutkan atau mengubah sampel menjadi bentuk materi yang dapat diukur sehingga kandungan unsur didalamnya dapat dianalisis.Tujuan : tujuan penelitian ini ialah mengetahui proses dan reaksi yang terbentuk saat destruksi basah tertutup berlangsung.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif. Destruksi dilakukan pada sampel formula jamu serbuk kunyit asam menggunakan metode destruksi tertutup menggunakan refluk dengan bantuan larutan asam nitrat.Hasil : sampel dioksidasi oleh asam nitrat (HNO3) akan menghasilkan CO2 dan NOx, gas ini dapat meningkatkan tekanan pada proses destruksi, kemudian akan terbentuk gas berwarna coklat mengindikasikan adanya gas NO2, adanya gas NO2 mengartikan bahwa bahan organik telah dioksidasi asam nitrat.Kesimpulan : Proses yang terjadi saat destruksi berlangsung yaitu muncul gas berarna kecoklatan gas ini adalah NO2 (hasil samping proses destruksi menggunakan asam nitrat). Gas ini mengindikasikan bahwa sampel telah dioksidasi secara sempurna oleh asam nitrat.
LITERATUR STUDI MENGENAI ADSORBEN LIMBAH CANGKANG HEWAN LAUT DALAM BERBAGAI KEILMUAN Haris, Muhammad Naoval; Astryani, Nilam Lingga; Madusari, Benny Diah; Ramadhani, Farchan Mushaf Al
SEMINAR TEKNOLOGI MAJALENGKA (STIMA) Vol 8 (2024): STIMA 8.0 : Menuju Kesinambungan : Inovasi dan Adaptasi Teknologi untuk Pembangunan Be
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/stima.v8i0.1231

Abstract

The utilization of marine animal waste as a base material for adsorbents has become an increasingly popular research topic across various scientific fields, including chemistry, environmental science, and materials science. Waste from marine animals, such as crab shells, oyster shell, seashell, and shrimp shell, possesses high potential to be processed into adsorbents due to their abundant calcium carbonate, chitosan, and protein content. The use of this waste as adsorbents not only provides a solution to environmental issues related to the accumulation of organic waste but also offers cheaper and eco-friendly alternative for water treatment, air purification, and contaminated soil remediation. Research has shown that marine animal waste-based adsorbents are effective in removing various pollutants, including heavy metals, textile dyes, and hazardous organic compounds. With specific modification techniques, the performance of these adsorbents can be enhanced, making them competitive with commercial adsorbents. Overall, the use of marine animal waste as adsorbents represents an innovative approach that contributes to waste reduction and the enhancement of environmental sustainability.
PROGRAM SEKOLAH LAPANG BUDIDAYA UNTUK PEMBUDIDAYA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI WILAYAH PESISIR KOTA PEKALONGAN Heri Ariadi; Tri Yusufi Mardiana; Linayati Linayati; M.B. Syakirin; Benny Diah Madusari; Hayati Soeprapto; Abdul Wafi
As-Sidanah Vol 5 No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : LP2M Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/assidanah.v5i2.479-490

Abstract

The purpose of this service was to actualization the of milkfish cultivation field school activities implementation in the Pekalongan City coastal. The service method used was counseling activities with a certain thematic coupled with field practice. Then, the activity participants were given a question instrument questionnaire. The results of the analysis of this community service activity showed that the majority respondents (12 people) stated that there was an increase in knowledge related to procedures for cultivating fish after joining the program. Additionally, from participating survey their insights increased and their mastery of technology also became more proficient, and they gained new relationships. In general, this program was very beneficial for them as program recipients, with the impact of increasing their mastery of activity material by 60-99%. The level of mastery of the material was 60-99%, with 6 people responding 60-79%, 5 people responding 80-99%, and 1 person responding >60%. The conclusion of the milkfish cultivation field school activities in the coastal area of Pekalongan City was that, in terms of evaluation, it was very good. Milkfish cultivation field school activities proved to be an effective means of transferring information from researcher or academician to fish farmers in the Pekalongan area.
Optimalisasi Lahan Sekolah Untuk Mewujudkan Sekolah Pangan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Badrudin, Ubad; Pradana, Candra Dwi; Nugraha, Deril Eka Dava; Fauziah, Fifin; Taqwa, Muhammad; Ma’arif, Samsul; Ramadhani, Farchan Mushaf Al Ramadhani; Madusari, Benny Diah; Sajuri, Sajuri; Supriyanto, Eka Adi; Afiatan, Arbina Satria; Arifin, Imam
Rahmah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): Rahmah : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Jaanur ElBarik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65065/wxq6tz44

Abstract

The purpose of this community service activity is to provide information and knowledge about crop cultivation techniques that can produce food and serve as a food source. The activity was carried out from Monday, April 21, 2025, to Tuesday, June 4, 2025, using dissemination and socialization methods about the benefits of food crops and food crop cultivation techniques. The results of the community service showed that all participants were enthusiastic and excited to participate in the entire series of activities, as evidenced by their attentiveness and participation until the end of the event. There was also a significant change in their knowledge of crop cultivation, which was 27% before the dissemination and cultivation practices, but increased to 93% after the dissemination and cultivation practices. These results were obtained from pre-test and post-test assessment forms filled out by the extension participants.  
Assessment of Mangrove Species Composition, Biomass, and Carbon Stock Potential for Climate Change Mitigation in Pekalongan, Indonesia Ariadi, Heri; Wafi, Abdul; Madusari, Benny Diah; Syakirin, M. Bahrus; Linayati, Linayati; Mardiana, Tri Yusufi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.16.1.36

Abstract

Mangrove forests are vital coastal ecosystems that support biodiversity and deliver key ecological services, particularly in tropical regions. In Pekalongan, Central Java, rapid coastal development and land-use change threaten their ecological integrity, particularly their role in carbon sequestration. This study assessed mangrove species richness, biomass, and carbon stock in both conservation and non-conservation areas to evaluate their ecological status and contribution to climate change mitigation. Six sampling sites, comprising protected and unprotected areas, were surveyed using 60 nested square plots to record tree and sapling populations. Biomass estimates, including above and below ground components, were calculated through specific allometric models. Results showed that conservation areas stored higher carbon (248.82 tC ha⁻¹) than non-conservation sites, though Degayu which an unprotected area had the second-highest carbon stock (159.66 tC ha⁻¹). Among species, Sonneratia alba contributed the most carbon, while dense saplings of Rhizophora apiculata and Bruguiera gymnorhiza suggest potential shifts in species dominance. The mean carbon stock (125.02 tC ha⁻¹, equivalent to 495.07 t CO₂e ha⁻¹) indicates substantial emission risks if degradation occurs. These findings underscore the critical role of both conservation and non-conservation mangroves in climate regulation and align with Indonesia’s current policy focus on blue carbon ecosystems, coastal resilience, and community-based conservation.
Edukasi Pemanfaatan Maggot sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Kelurahan Krapyak Kota Pekalongan Ariadi, Heri; Al Ramadhani, Farchan Mushaf; Madusari, Benny Diah; Mardiana, Tri Yusufi; Halim, Abdul; Syamsuddin, M. Dicky; Widianto, M. Yogi Saputra; Fajar, Imam Saefudin; Ikhsan, Maullidin Khoerul
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i2.280

Abstract

Latar Belakang: Sampah organik rumah tangga menjadi permasalahan lingkungan perkotaan, termasuk di Kota Pekalongan, akibat meningkatnya volume sampah dan keterbatasan kapasitas tempat pembuangan akhir. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan mengedukasi dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah organik berbasis maggot serta mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat komunitas. Metode: Pengabdian dilaksanakan pada November–Desember 2025 di Kelurahan Krapyak dengan 20 peserta UF.PI melalui penyuluhan edukatif dan praktik budidaya maggot berbasis sampah rumah tangga. Evaluasi dilakukan menggunakan angket pra dan pasca kegiatan. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 75% serta peningkatan pemahaman fungsi ekologis dan manfaat ekonomi maggot. Kesimpulan: Program ini efektif meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat serta berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.
Co-Authors A Halim Abdul Muqsith Abdul Wafi Abdul Wafi Abdul Wafi, Abdul Abi Ardana Ade Irma Nahdliyyah Adimahsyaf, Nur Fadhilah Akhmad Sakhowi Alfisha, Tisie Hawa Amala Dwi Bastiar Anwar Fauzan Anwar Fauzan Arbina Satria Afiatan Ardhani, Hisdha Ardi Setyo Prabowo Arif Budiarjo Arum Ardianingsih Ashari Fahrurrozi Ashari Fahrurrozi Astryani, Nilam Lingga Asyari, Hasanudin Awaliyah Feni Furoidah Azhari Fahrurrozi B. Sarian, Hazen Mellai Xyza Bagus Kuncoro Aziz Bastiar, Amala Dwi Budianto Budianto Choliq Sabana Christianto, Paminto Agung Danang Satrio Dewi Mardhiyana Dinanti, Fathia Kesuma Dwi Edi Wibowo Edho Pawenang Eka Adi Supriyanto Ekanita Desiani Endang Hilmi eni retno wati Esti Maret Rofiani Fahrurrozi, Ashari Fajar, Dwi Aryo Fajar, Imam Saefudin Fajri Nur Hidayat Farchan Mushaf Al Ramadhani Farhat, Yusna Felia Fatchul Huda Fauziah, Fifin Firman Ardiansyah Hadi Pranggono Hartati, Loso Hayati Soeprapto Heri Ariadi Heri Ariadi Heri Ariadi Heri Ariadi Hernanda, Ary Setya Ida Baroroh Ida Baroroh, Ida Ikhsan, Maullidin Khoerul Ilyas, Tarbudi Imam Arifin Imam Suraji Imam Suraji Juita Sihombing Junaidi, Teuku Kharismatul Khasanah Kharismatul Khasanah Kuat Ismanto Linayati Loso Hartati M. Haris Williansyah M. Zulkham Yahya M.B. Syakirin M.B. Syakirin Maghfiroh * Maharani, Kayla Mahardhika Nur Permatasari Mahardhika Nur Puspitasari Ma’arif, Samsul Ma’ruf Dwi Moh. Bahrus Syakirin Mohammad Bahrus Syakirin Muhammad Naoval Haris Muhammad Taqwa Muhammad Zulkham Yahya Muhammad Zulkham Yahya Munadi Munadi Nanda Riskyana Nauval Rabbani Nila Oktaviani Nisa, Silvianita Khoirun Nugraha, Deril Eka Dava Nugraha, Mada Widi Pamungkas, Muhammad Aji Bagus Pamungkas1, Muhammad Aji Bagus Permana, Rukmi Ayu Pradana, Candra Dwi Praktikwo, Suryo Purnama, Candra Adi Rukmi Ayu Permana Sajuri, Sajuri Sarah Della Rossa Shella Pratama Sihombing, Juita Lusiana Siska Rusmalina Slamet Suharto Slamet Suharto, Slamet Sri Sudarmiati Suryani Suryani Suryani Suryani Suryo Praktikwo Suryo Pratikwo Syafiyya Hanifah Putri Syakirin, M Bahrus Syakirin, M.B. Syakirin, Moh. Bahrus Syam, Dzulfiqar Ammar Syamsuddin, M. Dicky Tarbudi Ilyas Tisie Hawa Alfisha Tri Yusufi Mardiana Ubad Badrudin wati, eni retno Widianto, M. Yogi Saputra Wijianto * Wijianto Wijianto Wijianto, Heri Ariadi Wiradana, Bahtiar Hanafi Yahya, M. Zulham Yahya, Muhammad Zulkham Yuyun Suprapti