Claim Missing Document
Check
Articles

Daya terima sensori sprinkle berbahan dasar ikan gabus, kacang hijau dan labu kuning untuk mencegah stunting pada balita Lusiana, Sanya Anda; Sirait, Rosmaida; Kadiwaru, Since; Rosmiati, Risti
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/argipa.v10i1.14478

Abstract

Stunting remains a significant nutritional challenge in Indonesia, particularly in Papua, where the prevalence reached 24.8% in 2023. Developing nutrient-rich local food products is one approach to combating stunting. This study aimed to evaluate the sensory acceptability of sprinkles made from snakehead fish, mung beans, and pumpkin as a preventive measure against stunting in toddlers. The sprinkle product was formulated using various combinations of snakehead fish flour, mung beans, and pumpkin, and its acceptability was assessed through hedonic testing by semi-trained panelists. The results indicated that the F25 formula (45 g snakehead fish, 30 g mung beans, 10 g pumpkin) received the highest score for taste attributes and was selected as the preferred formula. This formula is expected to be further developed as a functional food product that can contribute to the prevention of stunting in toddlers in Indonesia by increasing protein intake and other essential nutrients.
TINGKAT STRES DAN KUALITAS TIDUR BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA GIZI Haryana, Nila Reswari; Harefa, Yashinta Niat; Juliarti, Juliarti; Rosmiati, Risti; Pratiwi, Caca
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 11, No 2 (2025): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v11i2.1426

Abstract

Nutrition problems remain a major public health concern, particularly among young adults. Common nutritional issues include undernutrition (wasting) and overnutrition (overweight and obesity), which can impact academic performance and overall health. Stress levels and sleep quality are known to influence nutritional status, yet limited studies have explored these factors among university students. This study aims to analyze the relationship between stress levels, sleep quality, and nutritional status among students of the Nutrition Study Program. A cross-sectional study was conducted in August 2024 involving students from the 2021 to 2023 grade students. A total of 72 respondents were selected using a proportional sampling technique. Data collection was carried out using a demographic questionnaire, the Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) to assess stress levels, and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to measure sleep quality. Nutritional status was determined based on Body Mass Index (BMI) calculations. Data analysis was performed using descriptive statistics, chi-square tests, and logistic regression analysis. The chi-square test showed a significant association between stress levels and nutritional status (p = 0.000) and between sleep quality and nutritional status (p = 0.000). Logistic regression analysis further confirmed that stress levels (p = 0.000) and sleep quality (p = 0.004) were significant predictors of nutritional status. These findings highlight the importance of managing stress and improving sleep quality to maintain a healthy nutritional status among students. Future research should explore intervention strategies to mitigate the impact of stress and poor sleep quality on student in nutrition study program. Masalah gizi tetap menjadi perhatian utama dalam kesehatan masyarakat, terutama di kalangan dewasa muda. Permasalahan gizi yang umum terjadi meliputi gizi kurang (wasting) dan gizi lebih (kelebihan berat badan dan obesitas), yang dapat memengaruhi kinerja akademik dan kesehatan secara keseluruhan. Tingkat stres dan kualitas tidur diketahui berperan dalam status gizi, namun masih sedikit penelitian yang mengeksplorasi faktor-faktor ini di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres, kualitas tidur, dan status gizi pada mahasiswa Program Studi Gizi. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional) dan dilaksanakan pada Agustus 2024 dengan melibatkan mahasiswa angkatan 2021 hingga 2023. Sebanyak 72 responden dipilih menggunakan teknik proportional sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner karakteristik demografi, Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres, dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur. Status gizi ditentukan berdasarkan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji chi-square, dan regresi logistik. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan status gizi (p = 0,000) serta antara kualitas tidur dan status gizi (p = 0,000). Analisis regresi logistik mengonfirmasi bahwa tingkat stres (p = 0,000) dan kualitas tidur (p = 0,004) merupakan prediktor signifikan terhadap status gizi. Temuan ini menyoroti pentingnya pengelolaan stres dan peningkatan kualitas tidur untuk menjaga status gizi yang sehat pada mahasiswa. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi strategi intervensi guna mengurangi dampak stres dan kualitas tidur yang buruk pada mahasiswa program studi gizi. 
SUSTAINABILITY SCHOOL-BASED NUTRITION EDUCATION FOR NON-COMMUNICABLE DISEASE PREVENTION IN SMA SWASTA UTAMA MEDAN Rosmiati, Risti; Saufani, Iza Ayu; Firmansyah, Hardi; Sari, Wina Dyah Puspita; Rahmadini, Fathia
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i3.2884

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are a growing public health concern globally and in Indonesia, strongly associated with poor nutrition and unhealthy lifestyles. Schools are effective platforms for health promotion through sustainable nutrition education. The program was conducted at SMA Swasta Utama, Medan (March–July 2025) with 10 teachers and 36 students, involving preparatory coordination, development of educational tools, and delivery of nutrition education through lectures and multimedia discussions. Knowledge improvement was assessed using pretest–posttest with the Wilcoxon paired test, while teachers also received training in anthropometry, blood pressure monitoring, biochemical testing, and the Productivity Risk Self-Assessment Tool (PRISAT), supported by the provision of self-monitoring equipment. Results showed significant knowledge improvements in both groups, with clear shifts from poor to moderate and good categories (p<0.05). Teachers achieved greater gains than students, reflecting their role as facilitators and role models in health education. PRISAT screening revealed most teachers were low risk, though some were categorized as high risk, underscoring the importance of early detection. This program demonstrates the effectiveness of integrating nutrition education and health monitoring to strengthen school-based NCD prevention.
HUBUNGAN PERILAKU MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI REMAJA Sardi, Mahdalena; Mutiara, Erli; Emilia, Esi; Rosmiati, Risti; Harahap, Novita Sari
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.121.04

Abstract

Abstrak Status gizi merupakan hasil keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dan pengeluaran energi melalui aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku makan dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di SMA Negeri 1 Sei Rampah. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sei Rampah pada bulan November 2022 hingga Februari 2023, dengan jumlah sampel sebanyak 71 remaja yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri dan pengisian kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50,7% remaja memiliki perilaku makan yang kurang baik, 90,10% memiliki tingkat aktivitas fisik sedang, dan 43,70% memiliki status gizi kurang. Uji Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku makan dan aktivitas fisik dengan status gizi (p = 0,000). Hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa perilaku makan dan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan status gizi remaja (Y = -1,906 + 0,062 perilaku makan + 0,002 aktivitas fisik; p = 0,000), dengan perilaku makan sebagai faktor yang paling dominan. Dengan demikian, terdapat hubungan antara perilaku makan dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di SMA Negeri 1 Sei Rampah. Hasil ini mengindikasikan bahwa program edukasi gizi dan promosi gaya hidup aktif di lingkungan sekolah dapat menjadi strategi yang efektif untuk mencegah dan mengatasi masalah gizi pada remaja. Intervensi yang berkelanjutan dan berbasis sekolah perlu dikembangkan untuk meningkatkan kualitas perilaku makan dan aktivitas fisik sebagai upaya mendukung perkembangan remaja yang optimal. Abstract Nutritional status is the result of a balance between nutrient intake from food and energy expenditure through physical activity. This study aims to examine the relationship between eating behavior and physical activity with the nutritional status of adolescents at SMA Negeri 1 Sei Rampah. The research employed an observational design with a cross-sectional approach. The study was conducted at SMA Negeri 1 Sei Rampah from November 2022 to February 2023, involving 71 adolescents selected through random sampling. Data collection was carried out through anthropometric measurements and questionnaire completion. Bivariate analysis was performed using the Spearman rank test, while multivariate analysis used multiple linear regression. The results showed that 50.7% of adolescents had poor eating behavior, 90.10% had moderate physical activity levels, and 43.70% had poor nutritional status. The Spearman rank test indicated a significant relationship between eating behavior and physical activity with nutritional status (p = 0.000). The multiple linear regression analysis revealed a significant relationship between eating behavior and physical activity with adolescents’ nutritional status (Y = -1.906 + 0.062 eating behavior + 0.002 physical activity; p = 0.000), with eating behavior being the most dominant factor. Thus, there is a significant relationship between eating behavior and physical activity with the nutritional status of adolescents at SMA Negeri 1 Sei Rampah. These findings suggest that nutrition education programs and the promotion of active lifestyles within the school environment can be effective strategies to prevent and address nutritional problems among adolescents. Sustainable, school-based interventions should be developed to improve the quality of eating behavior and physical activity as part of efforts to support optimal adolescent development.
DARI VIDEO KE TOKO: BUDAYA KONSUMEN MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK SHOP: Pola Konsumsi pada Mahasiswa Milenial Bangka Belitung Rosmiati, Risti
Saskara : Indonesian Journal of Society Studies Vol 2 No 2 (2022): Saskara: Indonesian Journal of Society Studies Vol.02 No.02 2022
Publisher : Sociology Study Program, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Saskara.022.01

Abstract

This study aims to analyze and find out from videos-based social media to virtual stores that create consumerism culture through social media TikTok Shop on Bangka Belitung millennial female students. This research is attractive because the development of features in the Tiktok application, namely Tiktok Shop, can construct consumptive behavior. This study used the descriptive qualitative method. The data collection technique was carried out by unstructured interviews with purposive sampling method. The results of this study (1) indicate that consumption patterns on TikTok Shop social media are in the form of intensity in watching live streaming and short video product reviews from buyers, (2) assume that online shopping is effective and efficient, and (3) become more trusting in the authenticity of goods because promotional media will see goods directly. This consumption pattern creates a consumer culture through the TikTok Shop social media. There are 3 driving factors for the millennial generation to create consumer culture, which are: (1) Lifestyle, (2) Mass Industry, (3) Symbolic significancy of goods. This study hoped that the public will not be trapped in false awareness and not be easily persuaded by advertisements. Capitalists have succeeded in playing a role in confusing between wants and needs and creating consumptive behavior.
ASUPAN PROTEIN BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI SMAN 11 MEDAN: PROTEIN INTAKE IS RELATED TO THE INCIDENT OF ANEMIA IN STUDENTS OF SMAN 11 MEDAN Firmansyah, Hardi; Harahap, Wildah Afani; Rosmiati, Risti
GEMA KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v16i1.444

Abstract

Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan jenis anemia yang paling umum terjadi pada remaja perempuan dibandingkan kelompok umur lainnya. ADB dipengaruhi berbagai faktor seperti sosioekonomi, sosiodemografi, kondisi fisiologis dan patologis, pola makan, serta asupan zat gizi termasuk protein. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara asupan protein dan kejadian anemia pada siswi SMA Negeri 11 Medan dengan mengontrol variabel sosiodemografi. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang pada 68 orang siswi SMA Negeri 11 Medan. Data asupan protein (g/hari) dikumpulkan menggunakan semi-quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan data kejadian anemia diperoleh melalui pengukuran kadar hemoglobin darah kapiler. Data karakteristik sosiodemografi dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Uji beda Mann-Whitney digunakan untuk menganalisis perbedaan karakteristik responden, sedangkan regresi logistik kerangka konsep etiologik digunakan untuk menganalisis hubungan antara asupan protein dan kejadian anemia dengan dan tanpa pengontrolan variabel karakteristik sosiodemografi. Semua analisis dianggap bermakna jika nilai p<0,05. Asupan protein (g/hari) responden yang mengalami anemia signifikan lebih rendah dibandingkan siswa yang tidak mengalami anemia (p<0,05). Karakteristik sosiodemografi tidak berbeda signifikan antara responden yang mengalami anemia dan tidak anemia (p>0,05). Asupan protein berhubungan secara bermakna dengan kejadian anemia sebagai faktor protektif pada siswi kelas XI SMA Negeri 11 Medan, baik sebelum maupun setelah pengontrolan dengan variabel sosiodemografi. Temuan ini menekankan pentingnya mencukupi asupan protein untuk mencegah anemia pada remaja. Kata kunci: Anemia, Asupan Protein, Hemoglobin, Remaja, SQ-FFQ   Iron deficiency anemia (IDA) is the most prevalent type of anemia in adolescent girls compared to other age groups. ADB is influenced by various factors such as socioeconomic, sociodemographic, physiological, and pathological conditions, diet, and nutritional intake, including protein. This study aimed to analyze the relationship between protein intake and the incidence of anemia in female students at SMA Negeri 11 Medan by controlling for sociodemographic variables. This study used a cross-sectional design on 68 SMA Negeri 11 Medan female students. Protein intake (g/day) was collected using a semi-quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ), while the incidence of anemia was obtained by measuring capillary blood hemoglobin levels. Sociodemographic characteristics were collected through interviews using a questionnaire. The Mann-Whitney test was used to analyze differences in respondent characteristics. In contrast, logistic regression within the etiological concept framework was used to explore the relationship between protein intake and the incidence of anemia with and without controlling for sociodemographic characteristics. All analyses were considered significant if the p-value <0.05. Those with anemia consumed considerably less protein (g/day) than those without anemia (p < 0.05). The sociodemographic characteristics of anemic and non-anemic subjects did not significantly differ from one another (p > 0.05). Protein intake was a protective factor against anemia in female class XI students at SMA Negeri 11 Medan before and after considering sociodemographic characteristics. These findings emphasize the importance of adequate protein intake to prevent adolescent anemia. Keywords: Adolescent, Anemia, Hemoglobin, Protein Intake, SQ-FFQ
PKM Edukasi Pemenuhan Gizi dan Skrining Stunting pada Anak Usia Prasekolah di Daycare Khalilah Medan Firmansyah, Hardi; Rosmiati, Risti; Sharfina, Dirayati; Adawiyah, Yuliatil
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i2.1045

Abstract

Khalilah Islamic Daycare merupakan salah satu daycare di Kota Medan dan diawasi oleh seorang psikolog anak. Program kegiatan di khalilah Islamic Daycare meliputi pemberian stimulus sesuai usia tumbuh kembang, pembekalan tauhid, dan adab sehari-hari. Beberapa penelitian menunjukkan risiko yang diakibatkan stunting yaitu penurunan prestasi akademik, meningkatkan risiko obesitas, lebih rentan terhadap penyakit tidak menular, dan peningkatan risiko penyakit degeneratif. Anak-anak yang terhambat pertumbuhannya sebelum berusia dua (2) tahun memiliki hasil yang lebih buruk dalam emosi dan perilakunya pada masa remaja akhir. Oleh karena itu stunting merupakan faktor penurunan kualitas sumber daya manusia yang selanjutnya. Berhubungan dengan anak-anak yang diasuh di Khalilah merupakan anak-anak balita, diperlukan untuk pemberian informasi mengenai asupan gizi dan pengukuruan pertumbuhan pada balita untuk selanjutnya dapat mendeteksi dini dengan pembuatan raport kesehatan anak. PKM ini dilakukan dengan pendekatan sosialisasi dan metode demonstrasi pemeriksaan antropometri. Kegiatan ini direncanakan dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: (1) pemaparan materi tentang stunting pada anak prasekolah, (2) pemeriksaan antropometri pada anak-anak prasekolah (3) pemaparan materi tentang asupan gizi yang baik, (4) pendampingan terhadap tim pengajar dan orang tua dalam penggunaan makanan yang sesuai (5) review terhadap pelatihan yang telah dilaksanakan serta menarik kesimpulan. Kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman melalui kegiatan penyuluhan dan demonstrasi mengenai gizi pada anak usia prasekolah untuk selanjutnya melakukan deteksi dini dengan pembuatan raport kesehatan anak.
Pendampingan Penilaian Status Gizi Balita bagi Kader Posyandu di Wilayah Kerja Poskesdes Desa Bandar Setia Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Rosmiati, Risti; Firmansyah, Hardi; Rukmana, Erni; Sandy, Yatty Destani; Fransiari, Muhammad Edwin; Emilia, Esi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.12462

Abstract

ABSTRAK Proses penilaian status gizi yang dilakukan oleh kader di posyandu dapat menjadi sumber data awal dalam mengidentifikasi masalah gizi pada balita khususnya stunting. Pengukuran panjang atau tinggi badan di posyandu di wilayah kerja Poskesdes Bandar Setia masih menggunakan alat metline yang kurang cocok untuk melakukan pengukuran panjang atau tinggi badan. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader terkait penilaian status gizi balita dan interpretasinya. Tim pengabdian memberikan pendampingan mengenai cara melakukan penilaian status gizi yang tepat beserta interpretasinya terutama untuk mengukur panjang atau tinggi badan dalam menentukan stunting atau tidaknya balita yang diukur. Selain itu, tim pengabdian memberikan alat pengukur tinggi badan dan lingkar kepala untuk melengkapi alat pengukuran status gizi yang sudah tersedia di posyandu. Setelah mengikuti kegiatan pendampingan tersebut, pengetahuan dan keterampilan kader terkait cara penilaian status gizi meningkat. Harapannya setelah dibekali cara penilaian dan pelaporan status gizi balita, para kader dapat membantu mengidentifikasi baduta yang berisiko mengalami stunting di posyandu masing-masing untuk diberikan intervensi pencegahan stunting. Pengetahuan dan keterampilan kader terkait penilaian status gizi balita dan interpretasinya meningkat. Lebih lanjut kegiatan ini diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting di Indonesia, khususnya di Desa Bandar Setia. Kata Kunci: Balita, Kader Posyandu, Stunting  ABSTRACT The nutritional assessment by cadres in Posyandu might provide preliminary information for identifying nutritional problems in under-five children, particularly stunting. Measurement of length or height at the posyandu in the Bandar Setia Poskesdes working area still uses a tape measure which is unsuitable for measuring length or height. Improve the knowledge and skills of cadres related to the nutritional assessment of under-five children and their interpretation. The team provided assistance on how to conduct a proper nutritional assessment and its interpretation, especially for measuring length or height in determining whether or not the measured toddler is stunted. In addition, the team provided height and head circumference measuring devices to complement the nutritional status measurement tools already available at the posyandu. After participating in the mentoring activities, the cadres' knowledge and skills related to nutritional assessment increased. It is anticipated that after learning how to assess and report the nutritional status of toddlers, cadres can help identify under-fives at risk of stunting in their respective posyandu to be given stunting prevention interventions. The cadres' knowledge and skills related to the assessment of the nutritional status of children under five and its interpretation increased. Furthermore, this activity is expected to help government programs in reducing the prevalence of stunting in Indonesia, especially in Bandar Setia Village. Keywords: Children, Posyandu, Stunting
P Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Obesitas pada Pekerja Urban di Indonesia: Dietary Patterns, Physical Activity, and Obesity among Indonesian Urban Workers Rosmiati, Risti; Haryana, Nila Reswari; Firmansyah, Hardi; Purba, Rasita
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.164-170

Abstract

Background: The increasing prevalence of obesity has become a significant public health concern in Indonesia, particularly among urban workers who often lead sedentary lifestyles and adopt unfavorable dietary patterns. Objectives: To analyze the correlation between dietary patterns, physical activity levels, and obesity among urban workers in Indonesia. Methods: Major dietary patterns were derived using principal component analysis from a 17-item food frequency completed by urban workers in the fifth wave of Indonesia Family Life Survey (IFLS). Self-reported physical activity is assessed by the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Height and weight were measured to determine nutritional status based on Body Mass Index (BMI), which is then categorized into obese and non-obese urban workers. The association between dietary patterns, physical activity levels, and obesity was analyzed using logistic regression. Results: A total of 10,381 urban workers participated in the study. Four major dietary patterns were identified: a Western dietary pattern characterized by a high intake of fast food, meat, sugary snacks, dairy, and soft drinks; a prudent dietary characterized by fruit and vegetables; a modern dietary pattern characterized by instant noodles, fried snacks, and eggs consumption; and a traditional Indonesian pattern characterized by rice, vegetables, sambal (chili sauce), and fish consumption. Participants adhering to the Western dietary pattern had higher odds of obesity. In contrast, those adhering to the prudent dietary pattern and active physical activity showed lower odds of obesity. Conclusions: Western dietary patterns are associated with an increased risk of obesity, while prudent dietary patterns and active physical activity are inversely associated with obesity in Indonesian urban workers.
FORMULASI, KANDUNGAN GIZI, DAN DAYA TERIMA KUE-KUE TRADISIONAL MAKASSAR BERBASIS TEPUNG PUPAE–MULBERRY (PURY) SEBAGAI MAKANAN BERGIZI MASA DEPAN Kusharto, Clara Meliyanti; Astuti, Trina; Aisyah, Aisyah; Marliyati, Sri Anna; Rosmiati, Risti
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 3 (2015)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.172 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.3.%p

Abstract

ABSTRACTThe aims of this research was to formulate and improve the nutrient content and define of makassar traditional snack which was enriched with Pupae-mulberry (Pury) powder. Experimental study was conducted and proximate analysis was used to determine nutrient content of the product and acceptance test was used by hedonic test of 25-32 semi-trained panelists. This research produced three kinds of traditional snacks, namely Rampari sponge cake, Deppatori Pury, and Pury sticks. Based on organoleptic test product Deppatori was selected to develop further by mixing basic substances consist of rice flour, glutinous rice flour, brown sugar, sesame and water with pupae-mulberry (pury) powder. The formulas were F1 (pury powder 5%), F2 (pury powder 10%), and F3 (pury powder 15%). The study showed that by hedonic scale, the panel preferred F2 because the addition more than 10% of Pury powder will make texture harder. Hedonic quality scale indicated that F2 had characteristics yellowish brown color, taste and flavor close to neutral. Nutrient content of Deppatori Pury 10% (per 100 g) was water 7.92 g, ash 1.19 g, protein 5.80 g, fat 25.99 g, carbohydrates 67.02 g, energy 484 kcal, calcium 74.14 mg, iron 1.96 mg, phosporus 97.23 mg, respectively and result of microbiology test was 390 cfu/g. Protein contribution of Deppatori-Pury 10% per 100 g serving size to RDA of elderly was 9.4-10.4%. Therefore, two serving size is recommended for Deppatori-Pury as future food to reach 20% RDA protein.Keywords: acceptability, deppatori, makassar’s snack, pury powderABSTRAKTujuan penelitian adalah melakukan formulasi dan meningkatkan kandungan zat gizi serta daya terima kue-kue tradisional Makassar yang diperkaya tepung pupae-mulberry (Pury). Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang melakukan analisis kandungan zat gizi secara proksimat dan uji penerimaan panelis (organoleptik) menggunakan uji hedonik oleh 25-32 orang panelis semi terlatih. Pembuatan kue tradisional menghasilkan tiga jenis produk yaitu bolu-sponge Rampary, Deppatori-Pury, dan Pury-Stick. Berdasarkan hasil uji organoleptik, satu produk perlu dikembangkan lebih lanjut yaitu Deppatori yang memiliki tingkat kesukaan terendah. Formulasi Deppatori-Pury dilakukan dengan mencampurkan bahan dasar yang terdiri atas tepung beras, tepung ketan, tepung pury, gula merah, wijen, dan air. Formula Deppatori-Pury terdiri atas F1 (tepung pury 5%), F2 (tepung pury 10%), dan F3 (tepung pury 15%). Pada uji hedonik, panelis lebih menyukai F2 yakni formula dengan penambahan tepung pury sebesar 10%, karena penambahan tepung pury yang semakin banyak akan membuat tekstur semakin keras. Hasil uji mutu hedonik juga menunjukkan bahwa F2 memiliki karakteristik warna cokelat kekuningan, rasa dan aroma yang netral, serta tekstur yang padat agak keras. Kudapan Deppatori-Pury 10% per 100 g mengandung kadar air 7,92 g, abu 1,19 g, protein 5,80 g, lemak 25,99 g, karbohidrat 67,02 g, energi 484 kkal, kalsium 74,14 mg, besi 1,96 mg, fosfor 97,23 mg. Hasil uji mikrobiologis 390 cfu/g. Kontribusi protein Deppatori-Pury 10% dengan takaran saji 100 g terhadap AKG untuk kelompok lansia sebesar 9,4-10,4%, sehingga untuk mencapai kadar protein 20% dari AKG dianjurkan untuk dikonsumsi sebanyak dua kali takaran saji sebagai makanan masa depan.Kata kunci: daya terima, deppatori-pury, kue makassar, tepung pury
Co-Authors Adawiyah, Yuliatil Adikahriani . Adikahriani Adikahriani Aisyah Aisyah Amelia, Intan Sefira Anggun Sri Mulyani Sagala Anna Fatchiya Ardi Nusri Ardi, Nurul Fadilah Azbi, Cinta Maulida Budi Setiawan Caca Pratiwi Clara Meliyanti Kusharto Damaris Nia Daniati Sormin Dina Ampera DINA AMPERA Dina Febriani Dr. Esi Emilia, M.Si Ekowati Handharyani Emilia, Esi Erli Mutiara Erni Rukmana Esi Emilia Faqilah Fadiyah Fatah Fathia Rahmadini Fatma Tresno Ingtyas Fatma Tresno Ingtyas Fenina Nekita Tambunan Fimansyah, Wira Firmansyah, Hardi Fitria, Laili Fransiari, Muhammad Edwin Ghalda Nabilla Rachsy Harahap, Novita Sari Harahap, Wildah Afani Hardi Firmansyah Hardi Firmansyah Harefa, Yashinta Niat Haryana, Nila Reswari Henisah Pebrianti Ikeu Tanziha Ingtyas, Fatma Tresno Iza Ayu Saufani Izmi Arisa Putri Lubis Juliarti Juliarti, Juliarti Kadiwaru, Since Kanaya Yori Damanik Karina Rahmadia Ekawidyani Katrin Roosita Lelly Fridiarty Marini Damanik Maulida Hasanah Muh Asrul Irawan, Andi Muhamad Rizal Martua Damanik Naifatun Irbah Nila Reswari Haryana Nunung Cipta Dainy Nur Azlina Mohamed Mokmin Onggal Sihite Pratiwi, Caca Prima, Asep Purba, Edy Marjuang Purba, Rasita Putri Ananda Rachmat Mulyana Rahmadini, Fathia Rasita Purba Rina Elvrida Berutu Salsabila, Adhenisa Salsabila, Salsabila Sanya Anda Lusiana Sardi, Mahdalena Sharfina, Dirayati Sirait, Rosmaida Siti Sutanti Sri Anna Marliyati Subuh Ardiansyah Syarifah Ayuni Tia Aulia Surbakti Tiffany Nita Karina Ginting Trina Astuti Tyas Permatasari Utama, Lalu Juntra Wina Dyah Puspita Sari, Wina Dyah Wisnu Prayogo Yatty Destani Sandy Yudia Wulandari Zuhair Abdullah Zulfa Nur Hanifa