Claim Missing Document
Check
Articles

PEMETAAN ZONA POTENSIAL PENANGKAPAN LOBSTER BERBASIS BIO-EKOLOGI DI TELUK PALABUHANRATU Simbolon, Domu; Yusfiandayani, Roza; Sabila, Fathiha Rizki; Limbong, Mario
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1390

Abstract

Produktivitas tangkapan lobster di Teluk Palabuhanratu cenderung menurun. Kondisi ini diduga sebagai akibat keterbatasan informasi zona potensial penangkapan ikan. Pihak pengelola perikanan lobster dan nelayan sebagai pelaku penangkapan membutuhkan informasi yang lengkap dan akurat terkait dengan kriteria zona potensial penangkapan ikan. Indikator penentu zona potensial ini tidak hanya mempertimbangkan aspek produktivitas tetapi juga aspek bio-ekologi karena usaha penangkapan yang hanya berorientasi pada peningkatan produksi semata dapat menyebabkan degradasi sumber daya lobster dan penurunan potensi daerah penangkapan lobster. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik daerah penangkapan lobster berdasarkan aspek bio-ekologi dan memetakan zona potensial penangkapan lobster. Data yang dibutuhkan meliputi produksi lobster, jenis lobster, ukuran berat dan panjang karapas, dan titik lokasi penangkapan lobster. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terhadap responden, dan studi literatur. Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan studi komparatif. Panjang karapas lobster pasir, lobster mutiara dan lobster bambu yang dominan tertangkap masing-masing berkisar 60-85 mm, 60-111 mm, dan 60-111 mm. Persentase jumlah tangkapan lobster antara ukuran layak tangkap dengan layak tangkap untuk lobster pasir, lobster mutiara dan lobster bambu masing-masing 80:20, 60:40, dan 68:32. Daerah penangkapan lobster kategori potensial terdapat sekitar kawasan Cimaja, Samudera Beach Hotel, dan PPN Palabuhanratu, sedangkan kategori tidak potensial terdapat di sekitar Sungai Citepus, Pantai Batu Bintang dan Pantai Loji.
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP RUMPON PORTABLE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI LARANGAN, KABUPATEN TEGAL Yusfiandayani, Roza; Imron, Mohammad; Mawardi, Wazir; Baskoro, Mulyono S.; Simbolon, Domu; Prasetiyo, Shidiq Lanang; Raihan, M. Reza; Rahmad, Adrul; Azis, Ravy Nur; Wahdati, Fajriyah Cahyani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3013.593 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.14.13-24

Abstract

Perairan Karang Jeruk merupakan kawasan konservasi ekosistem terumbu karang yang terletak di Dukuh Larangan (Desa Munjungagung, Kabupaten Tegal, di Provinsi Jawa Tengah) yang memiliki kekayaan sumber daya perikanan yang baik. Alat tangkap yang banyak terdapat di perairan Karang Jeruk adalah payang gemplo dan mini purse seine. Penggunaan teknologi rumpon portable diharapkan dapat menciptakan daerah penangkapan ikan dan mengantisipasi timbulnya degradasi daerah penangkapan ikan. Tujuan dari kegiatan ini adalah menganalisis persepsi nelayan terhadap penggunaan inovasi rumpon portable di perairan Karang Jeruk, Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan experimental fishing. Data persepsi nelayan dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner kepada 50 nelayan payang gemplo dan mini purse seine, dengan penentuan responden secara accidental sampling. Seluruh nilai persepsi nelayan terhadap rumpon portable dikelompokkan menjadi 3 kategori, sebagian besar nelayan memiliki persepsi pada tingkat tinggi sebanyak 38 orang (76%), tingkat sedang sebanyak 11 orang (22%), dan tingkat rendah hanya 1 orang (2%). Penggunaan rumpon portable memiliki keunggulan diantaranya: produktivitas tangkapan yang banyak, jenis tangkapan beragam, dan komposisi ikan kategori layak tangkap yang banyak.
PENGUATAN PENGELOLAAN RUMPON IJUK UNTUK PENGENDALIAN INFLASI KOMODITAS PERIKANAN DI KABUPATEN ACEH BARAT Hafinuddin, Hafinuddin; Rizal, Muhammad; Sulaiman, Ismail; Khairi, Ikhsanul; Mursyidin, Mursyidin; Yusfiandayani, Roza; Iqbal Irfany, Mohammad; Muthohharoh, Marhamah; Fuadi, Afdhal; Bahri, Samsul; Al Misbah, Iyan; Karim, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.768-776

Abstract

Perikanan tangkap menjadi komoditi industri laut yang saat ini masih didominasi di seluruh nusantara. Bahkan, indonesia menjadi salah satu negara eksportir perikanan pelagis dan demersal di dunia. Aceh memiliki potensi perikanan tangkap yang besar yang mampu memproduksi perikanan tangkap mencapai 230 ribu ton per tahunnya. Namun pengelolaan perikanan tangkap di Aceh masih sangat rendah sehingga produksi perikanan tangkap umumnya hanya didominasi oleh beberapa nelayan besar saja. Pelaksanaan kegiatan penguatan pengelolaan rumpon ijuk untuk pengendalian inflasi komoditas perikanan di Kabupaten Aceh Barat dilakukan dengan tujuan: 1) Sosialisasi program kepada multi stakeholders; 2) Menyelaraskan persepsi dan sinkronisasi program terkait dengan multi stakeholders; 3) Kesepakatan berbagai pihak terkait dalam pengelolaan rumpon ijuk; dan 4) Terbentuknya aturan pengelolaan rumpon ijuk berbasis komunal melalui lembaga adat laot di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan dilakukan pada empat lokasi Lhok Panglima Laot yang berbeda meliputi Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi Kegiatan Pra Kick Off, Kegiatan Capacity Building Untuk Nelayan Penerima Program, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Meureubo, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Padang Seurahet, Lhok Bubon, dan Lhok Suak Seumaseh, Pembuatan Draft Qanun Pengelolaan Rumpon Secara Komunal Berbasis Lembaga Adat Laot, FGD Pengelolaan Rumpon Di Kabupaten Aceh Barat, FGD Pengelolaan Rumpon Ijuk Di Kabupaten Aceh Barat: Sinergi Qanun Rumpon Dan Keterlibatan Berbagai Stakeholders Perikanan Tangkap, High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Dan Tim Percepatan Dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Pemasangan Rumpon Ijuk Di Perairan Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan terhadap nelayan. dapat disimpulkan bahwa penguatan dan pengelolaan kelompok nelayan dapat dilakukan secara sistematis.
Degradation of fishing grounds in North Waters of Banten Province, Indonesia Mario Limbong; Domu Simbolon; Ari Purbayanto; Roza Yusfiandayani; Khairul Amri
Depik Vol 12, No 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.3.34934

Abstract

The high level of fishing activity with small fishing vessels has resulted in relatively high utilization of marine space in coastal areas, manifesting changes in fishing grounds. Thus, this research aimed to analyze water quality, fishing intensity and to determine the level of degradation of fishing grounds in the northern waters of Banten Province. This research was conducted from June to August 2023 in the northern waters of Banten Province. Data collection was carried out using survey, remote sensing, and interview methods. Water quality data consisting of sea surface temperature, brightness, salinity, light attenuation coefficient, total suspended solids, and chlorophyll-a were analyzed descriptively. Eco-friendly capture fisheries data were taken directly from 120 fishermen and analyzed based on the CCRF criteria. Degradation status was determined by combining weight of water quality conditions and eco-friendly capture fisheries. Based on the research results, the northern waters of Banten Province is in good condition for biota life. Fishing equipment is dominated by eco-friendly fishing gear. Nevertheless, several parts of northern waters in Banten Province have experienced light degradation of fishing areas (18.28%) and the heavy degradation (7.71%). The use of marine space for capture fisheries in the northern waters of Banten Province is relatively high, around 50 units of fishing gear for 1 hectare of water.Keywords:EnvironmentFishing intensityFishing gearSpatial mappingWater quality
Degradation of fishing grounds in North Waters of Banten Province, Indonesia Mario Limbong; Domu Simbolon; Ari Purbayanto; Roza Yusfiandayani; Khairul Amri
Depik Vol 12, No 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.3.34934

Abstract

The high level of fishing activity with small fishing vessels has resulted in relatively high utilization of marine space in coastal areas, manifesting changes in fishing grounds. Thus, this research aimed to analyze water quality, fishing intensity and to determine the level of degradation of fishing grounds in the northern waters of Banten Province. This research was conducted from June to August 2023 in the northern waters of Banten Province. Data collection was carried out using survey, remote sensing, and interview methods. Water quality data consisting of sea surface temperature, brightness, salinity, light attenuation coefficient, total suspended solids, and chlorophyll-a were analyzed descriptively. Eco-friendly capture fisheries data were taken directly from 120 fishermen and analyzed based on the CCRF criteria. Degradation status was determined by combining weight of water quality conditions and eco-friendly capture fisheries. Based on the research results, the northern waters of Banten Province is in good condition for biota life. Fishing equipment is dominated by eco-friendly fishing gear. Nevertheless, several parts of northern waters in Banten Province have experienced light degradation of fishing areas (18.28%) and the heavy degradation (7.71%). The use of marine space for capture fisheries in the northern waters of Banten Province is relatively high, around 50 units of fishing gear for 1 hectare of water.Keywords:EnvironmentFishing intensityFishing gearSpatial mappingWater quality
Penerapan Inovasi Teknologi dalam Meningkatkan Hasil Tangkapan Ikan bagi Nelayan di KUB Bugel Aris Kusumo Diantoro; Roza Yusfiandayani; Hermanu Triwidodo; Zakiah Wulandari; Zulfatun Ruscitasari; Marosimy Millaty; Irwan Novianto; Fajar Sidik Abdullah Kelana
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.3.353-362

Abstract

Service activities were conducted in the Bugel Peni II and III Joint Business Group (KUB) in Bugel Village, Kulonprogo Regency. Fishermen who join this group often do not get maximum catches because they face various obstacles, such as limited technology and unpredictable weather conditions. This community service aims to provide portable FAD innovations and determine the success of using portable FADs in fishermen's catches. Portable FADs are proposed for this service activity to provide a solution to minimize losses due to these obstacles. Portable FADs are an innovation that stimulates fish behavioral responses using sound waves with a specific frequency on an attractor, developing from the concept of conventional FADs. The implementation method begins with outreach to fishermen in the Bugel Peni II and III Joint Business Group (KUB) regarding the concept and benefits of portable FADs. Practical training was carried out on the installation and use of these tools and education regarding their positive impact on fish catches. In addition, data collection was carried out through direct observations in the field to understand fish responses to portable FADs. The positive impact of this service activity is that the application of portable FADs provides in-depth insight into the urgency of using technology to increase fish catches by fishermen. Apart from that, this service activity also provides important insight regarding the natural factors fishermen face in implementing portable FADs, such as weather uncertainty, increasingly scarce fish resources, and natural conditions, namely high waves, which are the main obstacles in achieving the expected results.
The Effectiveness of Submersible Attractor Lights (SAL) in Enhancing the Economic Productivity of Gillnet Fishermen in the Madura Strait Atmajaya, Onesimus Dhyas Dwi; Yusfiandayani, Roza; Puspito, Gondo; Sondita, Muhammad Fedi Alfiadi; Chandra, Handy
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Vol 12, No 2 (2025): ECSOFiM April 2025
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ecsofim.2025.012.02.09

Abstract

This study investigates the effectiveness of Submersible Attractor Lights (SAL) in improving the economic productivity of gillnet fisheries in the Madura Strait. Using experimental methods over a two-month period, this research compares catch results with and without SAL, focusing on the quantity, weight, and diversity of fish caught. The test results (U = 365.0, p = 0.0000086) indicate a statistically significant difference between gillnet catches with and without SAL. The findings reveal that SAL increases the economic value of the catch by 84.13%, demonstrating significant improvements in both productivity and profitability. Species such as Indian Mackerel (Rastrelliger kanagurta), Bigeye Scad (Selar crumenophthalmus), and Great Barracuda (Sphyraena barracuda) exhibited notable economic contributions when SAL was employed. Additionally, SAL reduced operational inefficiencies by attracting fish closer to the nets, thereby optimizing fuel and time usage. The study also acknowledges the upfront cost of SAL and operational expenses, which are outweighed by the substantial economic benefits. This research emphasizes SAL as a sustainable technological innovation with potential applications in small-scale fisheries to enhance both economic and environmental outcomes.
Co-Authors Abdul Karim Afdhal Fuadi Ahmad Zuhril Hisan Al Misbah, Iyan Alan Frendy Koropitan Alfi Sahri Remi Baruadi Alhusna, Indra Sundara Ali Muqsit Am Azbas Taurusman Am Azbaz Taurusman Ari Purbayanto Arif Baswantara Arif Baswantara Arif Susila Aris Kusumo Diantoro Asadatun Abdullah Asep Ma'mun Astuti, Lussy Atmajaya, Onesimus Dhyas Dwi Azis, Ravy Nur Aziz, Ravy Nur Bahiya Bambang - Riyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Ba’diah Nuraini Benny Jeujanan Budy Wiryawan Chandra, Handy Dandi Rahmad Putra Daniel Monintja Danu Sudrajat Desi Rezki Amelia Diniah Diniah Domu Simbolon Edy Miswar Eko Sri Wiyono Endratno Endratno Erfind Nurdin Erfind Nurdin Erfind Nurdin Erlangga Erlangga Erna Almohdar Erwin Tanjaya Esther Afania Ataupah Fahmi Shidiq Fajar Sidik Abdullah Kelana Febrina Berlianti Febrina Berlianti Fis Purwangka Fitriyana, Mas Fariz Ganang Dwi Prasetyo Gondo Puspito Hafinuddin Hafinuddin Hanifah Husein Hizbullah Heriyanto Syafutra Hermanu Triwidodo Ibrahim Kholilullah Ibrahim Kholilullah Iin Solihin Ikhsanul Khairi Imam Shadiqin Imamshadiqin, Imamshadiqin Imanullah Imanullah Indra Ambalika Syari Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Intan Roihatul Jannah Hasly Intan Roihatul jannah Hasly Iqbal Irfany, Mohammad Irwan Limbong Irwan Novianto Ismail Sulaiman Ismiati, Izza Mahdiana Apriliani Jaliadi - John Haluan Khairul Amri Luh Putu Ratna Sundari M Fedi Sondita M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M.P. Sobari Mahiswara Mahiswara Mala Nurilmala Mario Limbong Mas Fariz Fitriyana Millaty, Marosimy Misbah Sururi Mochammad Riyanto Mohamad Rafi Mohammad Imron Muhamad Fedi Alfandi Sondita Muhamad Fedi Alfiadi Sondita Muhamad Fedi Alfiadi Sondita Muhamad RE Prayitno Muhammad Agam Thahir Muhammad Agam Thahir Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Ihsan Muhammad Irsyad Tawaqal MUHAMMAD RIZAL Muhammad Sulaiman Mulyono S. Baskoro Mursyidin Mursyidin Mustaruddin Muthohharoh, Marhamah Novia Nanda Saputri Nur Lina Maratana Nabiu Nurjanah Nurjanah Nurjanah Prasetiyo, Shidiq Lanang Prihatin Ika Wahyuningrum Rachmad Caesario Rahmad, Adrul Raihan, M. Reza Raihan, Muhamad Reza Rama Agus Mulyadi Resmiati Resmiati Rian Hidayat Ridwan Sala Rizsa Mustika Pertiwi Ronny I. Wahju Rosalinda, RR. Ella Evrita Hestiandari Sabila, Fathiha Rizki Samsul Bahri Sembada, Aditya Jaka Septian Eka Satriawan Shidiq Lanang Prasetiyo Sugeng H. Wisudo Sulaeman Martasuganda Supriono Ahmad Sutia Yuningsih Syamsiar, Syamsiar Tanjov, Yulia Estmirar Tety Mulyati Arofi Tiara Tiara, Tiara Toharo, Kasab Tri Wiji Nurani Vemilia Vicentius Marco Matutina Violitta, Susanti Rahayu Wahdati, Fajriyah Cahyani Wahida Kartika Sari Wazir Mawardi Weni Damayanti Win Kartini Yudho Andika Yusfiandayani, S.Pi., Dr. Roza Zakiah Wulandari Zerli Selvika Zulfatun Ruscitasari Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain