Claim Missing Document
Check
Articles

Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Pelayanan Keperawatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang Andra Novitasari; Muhammad Hidayat; Anada Kaporina
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.742 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan dan sesuai dengan kode etik serta standar pelayanan yang telah ditetapkan. Pelayanan rawat inap merupakan pusat kegiatan yang paling banyak terjadi interaksi antara perawat dengan pasien. Pengukuran kepuasan pelanggan merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif. Peneliti ingin meneliti tentang kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan keperawatan.Metode : Penelitian survei deskriptif yang dianalisis secara univariat terhadap dimensi pelayanan tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty berdasarkan usia, pendidikan, dan pekerjaan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling.Hasil : Hasil analisis dari 70 sampel didapatkan sebagian besar responden merasa puas (77,1%) terhadap keseluruhan dimensi pelayanan. Data tangible menunjukkan sebagian besar responden yang merasa puas berusia 15-55 tahun (74,4%), memiliki tingkat pendidikan lanjutan (66,7%), dan memiliki pekerjaan (82,1%). Data reliability menunjukkan sebagian besar responden yang merasa puas berusia 15-55 tahun (64,3%), memiliki tingkat pendidikan lanjutan (60,7%), danmemiliki pekerjaan (75,0%). Data responsiveness menunjukkan sebagian besar responden yang merasa puas berusia 15-55tahun (77,8%), memiliki tingkat pendidikan lanjutan (61,1%), dan memiliki pekerjaan (88,9%). Data assurancemenunjukkan sebagian besar responden yang merasa puas berusia 15-55 tahun (80,8%), memiliki tingkat pendidikanlanjutan (57,7%), dan memiliki pekerjaan (84,6%). Data emphaty menunjukkan sebagian besar responden yang merasapuas berusia 15-55 tahun (80,4%), memiliki tingkat pendidikan lanjutan (56,9%), dan memiliki pekerjaan (84,3%).Simpulan : Sebagian besar responden merasa puas terhadap keseluruhan dimensi pelayanan di instalasi rawat inap.Kata kunci : kepuasan pasien, pelayanan, rawat inap
Perdarahan Post Partum Akibat Anemia pada Ibu Hamil di RSUD Tugurejo Semarang Diana Handaria; Andra Novitasari; Anada Kaporina
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.074 KB)

Abstract

Latar Belakang : Ibu hamil beresiko mengalami anemia dalam masa kehamilan. Perubahan fisiologis yang t erjadi t ersebut menyebabkan berbagai komplikasi salah sat unya adalah perdarahan postpartum. Perdarahan postpart um masih merupakan penyumbang t erbesar dalamkemat ian ibu. Penelitian ini bert ujuan unt uk mengident ifikasi kejadian perdarahan post part um akibat anemia pada ibu hamil di RSUD Tugurejo Semarang.Metode : Penelitian st udi observasional dengan menggunakan desain cross sect ional dan dianalisis dengan uji st at ist ik dengan t ingkat kemaknaan 90% yang meliput i analisis univariat dan analisis bivariat terhadap variabel kadar hemoglobin t erhadap kejadian perdarahanpost part um. Pengambilan sampel dilakukan dengan t eknik t ot al sampling. Hasi l : Hasil analisis univariat dari 55 sampel meliput i 40 sampel dengan perdarahan post part um dan 15 sampel t idak perdarahanpost partum. Hasil analisis bivariat kadar Hb (p=0,026; OR = 3,955; 90 %) menunjukkan bahwa kadar Hb berhubungan dengan kejadianperdarahan post part um dengan kadar Hb sedangberat lebih beresiko dalam kejadian perdarahan post part um. Si mpulan : Terdapat hubungan antara kadar Hb dengan kejadian perdarahan postpartum dan kadar Hb sedang-berat lebih beresiko dalammengakibat kan perdarahan post part um. Kata kunci : Anemia, Perdarahan Post partum
Tingkat Kontrol Asma Mempengaruhi Kualitas Hidup Anggota Klub Asma di Balai Kesehatan Paru Setyoko -; Andra Novitasari; Anita Mayasari
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 4 (2015): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.971 KB)

Abstract

Latar Belakang : Asma mempunyai tingkat fatalitas yang rendah, namun kasus nya cukup banyak ditemukan pada masyarakat. Asma tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol. tujuan utama penatalaksanaan asma adalah meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidupnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui korelasi tingkat kontrol asma dengan kualitas hidup yang dinilai dengan Tes Kontrol Asma dan Kuesioner Kualitas Hidup Penderita Asma.Cara : Penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Pengambilan sample dilakukan secara total sampling, Data kontrol asma diambil menggunakan Tes Kontrol Asma dan kualitas hidup penderita asma yang diambil menggunakan Kuesioner Kualitas Hidup Pasien Asma. Data yang selanjutnya diolah menggunakan analisis korelasi rank spearman.Hasil : Data didapatkan 40 responden, yang terdiri atas 15 responden dengan tingkat kontrol asma tidak terkontrol, 15 responden terkontrol baik, dan 10 responden terkontrol total. Rata-rata skor Tes Kontrol Asma pada semua responden adalah 21,17 yang berarti keseluruhan responden mempunyai tingkat kontrol asma terkontrol baik. Rata-rata skor kualitas hidup pada responden dengan tingkat kontrol asma tidak terkontrol adalah 4,2, responden terkontrol baik adalah 5,25,dan responden terkontrol total adalah 5,5. Rata skor kualitas hidup pada seluruh responden adalah 4,9.Kesimpulan : ada hubungan yang signifikan antara kontrol asma dengan kualitas hidup. Semakin tinggi tingkat Kontrol Asma, akan semakin tinggi skor kualitas hidup.Kata Kunci : kontrol asma, kualitas hidup
Hiperuresemia Meningkatkan Risiko Hipertensi Andra Novitasari; Setyoko .; Bintang Tatius
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.951 KB)

Abstract

Latar Belakang: Hiperurisemia sering dihubungkan dengan peningkatan prevalensi hipertensi dan penyakit kardiovaskuler lainnya.Hipertensi merupakan penyakit yang memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Namunmekanisme patofisiologis asam urat dalam meningkatkan tekanan darah masih belum jelas dan dalam perdebatan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengkaji apakah hiperuresemia meningkatkan risiko hipertensi.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian inidilaksanakan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Tugurejo Semarang pada periode Agustus-September 2014. Teknik pengambilan sampelpurposive sampling. Responden diberi informed consent kemudian diukur IMT, tekanan darah, dan kadar asam urat. Pengolahan dan analisisdata dilakukan mengunakan program komputer.Hasil Penelitian: Sampel penelitian adalah 65 responden. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara hiperurisemia denganhipertensi (p=0.000, OR=7.875).Simpulan Penelitian: Hiperuresemia meningkatkan risiko hipertensi. Risiko lebih tinggi pada responden perempuan, berusia muda, danmemiliki obesitas.Kata Kunci : asam urat, tekanan darah, hiperurisemia, hipertensi
Profil Lipid sebagai Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Zulfachmi Wahab; Andra Novitasari; Nur Fitria W
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 4 (2015): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.343 KB)

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penderita diabetes mellitus (DM) meningkat setiap tahunnya. Kontrol glikemik yang buruk dapat menimbulkan kerusakan jangka panjang pada organ vital seperti ginjal, saraf, mata dan pembuluh darah. Penderita DM memiliki kecenderungan dislipidemia yang merupakan resiko terjadi penyakit kardiovaskuler. HbA1c merupakan kontrol glikemik jangka panjang DM. HbA1c diharapkan mampu berperan sebagai prediktor profil lipid dan kontrol glikemik pada pasien DM.Metode: Penelitian dengan observasi retrospektif bersifat analitik dengan pendekatan corss sectional. Data sekunder menggunakan data rekam medis. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Populasi adalah penderita DM tipe 2.Hasil : Data dari 63 responden penelitian didapatkan karakteristik mayoritas responden adalah perempuan 41 (65.1%). Sebagian besar responden termasuk kategori lansia akhir 19 (30.2%). Uji Chi square didapatkan p<0.1 pada hubungan HbA1c dengan kolesterol total pada usia lansia awal, lansia akhir dan manula baik perempuan dan laki laki. Hubungan HbA1c dengan Trigliserid pada usia lansia awal, lansia akhir dan manula nilai p<0.1. Hubungan kadar HbA1c dengan LDL pada ketegori usia manula dan dewasa berjenis kelamin laki-laki nilai p<0.1. Hubungan kadar HbA1c dengan HDL pada kategori usia manula berjenis kelamin laki laki dan perempuan nilai p<0.1.Simpulan: HbA1c dapat digunakan sebagai biomarker kontrol glikemik jangka panjang dan memprediksi keadaan profil lipid pada penderita DM tipe II. Kata kunci : DM tipe 2,dislipidemia, HbA1c, profil lipid.
Faktor Prediktor Sindrom Stevens-Johnson dan Nekrolisis Epidermal Toksik Retno Indrastiti; Andra Novitasari; Cyntia Arum
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.851 KB)

Abstract

Latar Belakang: Sindrom Stevens-Johnson (SSJ) dan Nekrolisis Epidermal Toksik (NET) adalah penyakit mukokutaneus yang bersifatakut dan mengancam nyawa dengan karakteristik berupa nekrosis dan pelepasan dari lapisan epidermis yang luas dan mayoritasberhubungan dengan konsumsi obat. Faktor-faktor yang dapat dianggap sebagai penyebab SSJ dan NET antara lain alergi obat, infeksi, danidiopatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor prediktor SSJ dan NET.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan uji korelasi chi square.Hasil : Analisis bivariat dari 27 sampel antara lain 24 pasien SSJ dan 3 pasien NET diperoleh melalui total sampling yang memenuhikriteria inklusi, menunjukkan bahwa tidak ada hubungan usia dengan kejadian SSJ dan NET(p=0.209), tidak ada hubungan riwayat atopidengan kejadian SSJ dan NET(p=1,000), tidak ada hubungan riwayat penggunaan obat dengan kejadian SSJ dan NET(p=0.690). (p>0.05)Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang meliputi usia,riwayat atopi, dan riwayat penggunaan obat tidakmempunyai hubungan yang signifikan terhadap kejadian SSJ dan NET.Kata kunci: Sindrom Stevens-Johnson,Nekrolisis Epidermal Toksik,usia,atopi,obat
Hubungan Karakteristik Ibu terhadap Status Gizi Balita di Kabupaten Kendal Andra Novitasari; Hestu Waluyo; Aditya Yodha Anfasa
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 3, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.575 KB)

Abstract

Latar Belakang: Gangguan gizi pada balita dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik langsung maupun tidak langsung. Beberapa faktormerupakan karakteristik ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik ibu dengan status gizi pada anakbalita di Kabupaten Kendal.Metode Penelitian : Penelitian menggunakan metode analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional, populasi sebanyak 952 orang.Pengambilan sampel menggunakan Proportional Stratified Random Sampling. Metode pengumpulan data dengan menggunakan pengukuranfisik dan kuesioner. Analisis data dengan menggunakan korelasi spearman rank.Hasil Penelitian : Sampel adalah 43 orang. Ada hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi balita (p=0,000). Ada hubungan antaraparitas ibu dengan status gizi balita (p=0,000). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita (p=0,000).Kesimpulan : Ada hubungan antara pendidikan, paritas, dan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita.Kata Kunci : pendidikan, paritas, pengetahuan, status gizi
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Derajat Infeksi Dengue Pada Anak Andra Novitasari; Galuh Ramaningrum; Devi Yanuar P
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 4 (2015): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.16 KB)

Abstract

Latar Belakang : Infeksi virus dengue sering menyerang anak usia dibawah 15 tahun. Penyakit infeksi dengue timbul secara akut dan dalam waktu singkat keadaan pasien dapat memburuk dan sering berakibat fatal akibat terlambat tertangani. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyebab kematian dengan jumlah yang bermakna.Infeksi virus dengue tidak selalu berkembang menjadi DBD. Faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah sistem imun yang dipengaruhi juga oleh status gizi, umur dan jenis kelamin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi derajat infeksi dengue pada anak.Metode : Penelitian observasional analitik secara retrospektif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan metode simple random sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan uji chi square dilanjutkan dengan uji regresi logistik.Hasil : Sampel penelitian adalah sebesar 77 sampel. Analisis bivariat menunjukkan hasil uji chi square pada status gizi (p = 0,013<0,05) dan jenis kelamin (p = 0,026<0,05). Pada analisis regresi logistic pada status gizi diperoleh OR = 9,474 (95% CI : 1,177-76,227).Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara status gizi dan jenis kelamin dengan derajat infeksi dengue. Status gizi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap derajat infeksi dengue. Status gizi buruk/kurang memiliki peluang 9,474 kali menderita DBD. Kata Kunci : status gizi, umur, jenis kelamin, derajat infeksi dengue
HUBUNGAN STATUS GIZI, UMUR, dan JENIS KELAMIN dengan DERAJAT INFEKSI DENGUE pada ANAK Devi Yanuar Permatasari; Galuh Ramaningrum; Andra Novitasari
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2, No 1 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Infeksi virus dengue bermanifestasi klinis dari yang paling ringan (mild undifferential febrile illness), demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD) sampai demam berdarah dengue disertai syok (sindroma syok dengue = SSD). Infeksi virus dengue tidak selalu berkembang menjadi DBD. Faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah sistem imun yang dipengaruhi juga oleh status gizi dan umur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi, umur, dan jenis kelamin dengan derajat infeksi dengue pada anak.Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik korelatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan metode simple random sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis dengan menggunakan uji chi square kemudian uji regresi logistik untuk mencari variabel yang paling berpengaruh.Hasil : Sampel penelitian ini adalah 77 orang. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikanantara status gizi (p=0,013) dan jenis kelamin (p=0,026) dengan derajat infeksi dengue. Pada analisis multivariat didapatkan OR = 9,474 (95% CI : 1,177-76,227) yang menunjukkan responden dengan status gizi buruk/kurang memiliki peluang 9,474 kali lebih besar menderita DBD.Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara status gizi dan jenis kelamin dengan derajat infeksi dengue. Status gizi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap derajat infeksi dengue.Kata Kunci : status gizi, umur, jenis kelamin, derajat infeksi dengue
Karakteristik Hasil Pemeriksaan Ekokardiografi pada Penderita Gagal Jantung yang Dirawat di Rumah Sakit Roemani Periode 1 Januari – 31 Desember 2010 La ode Rinaldi; Kuntio Sri Herlambang; Andra Novitasari
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.598 KB)

Abstract

Latar Belakang : Gagal jantung masih merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat prevalensinya dan bisa terjadi pada semua usia tergantung penyebabnya. Penggunaan ekokardiografi sebagai modalitas pencitraan telah meningkat secara substansial selama beberapa dekade terakhir ini, dan sangat direkomendasikan dalam evaluasi awal pada pasien yang diketahui atau dicurigai gagal jantung. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan karateristik ekokardiografi pada penderita gagal jantung yang dirawat di Rumah Sakit Roemani periode Januari – Desember 2010. Metode : Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif. Populasi penelitian seluruh pasien gagal jantung sebanyak 80 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 57 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif terhadap usia, jenis kelamin, etiologi, fraksi ejeksi, pola geometri ventrikel kiri dan katup jantung. Hasil : Usia terbanyak penderita gagal jantung di Rumah Sakit Roemani adalah usia 51-60 tahun (28,07%) dengan rata-rata umur penderita 59,2 tahun. Jenis kelamin penderita gagal jantung adalah laki-laki sebanyak 32 orang (56,1%), Etiologi gagal jantung yang paling sering adalah penyakit jantung iskemik sebanyak 33 orang (57,9%). Rata-rata fraksi ejeksi keseluruhan adalah 48,64, dari kelompok fraksi ejeksi > 45% (rata-rata 64,41), kelompok fraksi ejeksi < 45% (32,32). Pola geometri ventrikel kiri terbanyak adalah Hipertrofi Eksentrik 26 orang (57,9%). Simpulan : Analisa fungsi diastolik pada gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah dan fraksi ejeksi normal perlu dilakukan agar terapi bisa dilakukan dengan baik.
Co-Authors - Romadhoni Abroroh, Afifah Kholifatun Aditya Yodha Anfasa Agus Saptanto, Agus Aisyah Lahdji, Aisyah Alia Mahda Anada Kaporina Anita Mayasari Annta Kern Nugrohowati Arfiyanti, Mega Pandu Arief Tajally Adhiatma Aryanda Rizky Aryudha Pradana Balqis, Indira Aura Bintang Tatius Buggy Mayon Novaldy Cyntia Arum Deni Andre Atmadinata Devi Yanuar P Devi Yanuar Permatasari Deviana Mutiara Aulirahma Dian Pratama Putra Diana Handaria Djunaidi - Djunaidi Djunaidi Dyah Ayu Wulansari Dyah Mustika Nugraheni Eka Almira, Wahyu Puspita Eko Krisnarto Erika Putri Liandra Eros Bimo Laksmana Erwin Ulinnuha Fahreza Fitria Devi Fitria, Luthfi Irma Galuh Ramaningrum, Galuh Hajar, Nabil Hema Dewi Anggraheny Hestu Waluyo Ichrojuddin Nasution Ika Dyah Kurniati Kamila, Kamila Kanti Ratnaningrum Kanti Ratnaningrum Krisma Susanti Kuntio Sri Herlambang La ode Rinaldi Lida Wati Listianto, Abiyyu Raihan Martono, Wahyu Budi Maswa, Ulfi Khasana Maya Dian Rakhmawatie Mega P. Arfiyanti Mega Pandu A. Mega Pandu Arfiyanti Mega Pandu Arfiyanti Mega Pandu Arfiyanti Mega Pandu Arfiyanti Mega Pandu Arfiyanti Mohammad Fatkhul Mubin, Mohammad Fatkhul Muh. Hidayat Setyawan Muhammad Adzanta Al Afghani Muhammad Hidayat Muhammad Luthfi Muslimah Muslimah Nabil Hajar Nadira, Firda Natasya Elza Ahyani Nur Fitria W Nurfiyan W.U.U. Said Nurkomariah Zulhijjah Pandu Arfiyanti, Mega Pasijan Rachmatullah Pasijan Rahmatullah Primasari, Astin Retno Indrastiti Rifki Alfia Nuriska Rizqiawan, Andika Romadhoni Romadhoni Romadhoni Romadhoni Romadhoni Romadhoni, Romadhoni Sabda, Nisrina Hasyima Sabina, Ardelia Saiful Ridlo Setyoko - Setyoko . Sevilsa Putri Shafania Suprihartini Suprihartini Suprihhartini Suprihhartini Suprihhartini, Suprihhartini Swasty, Swasty Tri Nur Kristina Wahju Ratna Martiningsih Wahju Ratna Martiningsih Yosyana Eka Silvia Pratiwi Yuda Samayta Husna Yulianto, Chiendo Daffa Zulfa J. Adani Zulfachmi Wahab