Claim Missing Document
Check
Articles

Skrining dan Pemeriksaan Mata pada Sivitas Akademika dan Warga di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Semarang Martiningsih, Wahju Ratna; Swasty, Swasty; Novitasari, Andra; Kurniati, Ika Dyah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.291

Abstract

Latar belakang: Gangguan penglihatan merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang sangat penting karena dapat menyebabkan kebutaan. Dua penyebab utama tersebut adalah kelainan refraksi yang tidak terkoreksi dan katarak yang tidak dioperasi. Diagnosis dini dan pengobatan akurat adalah satu-satunya metode untuk mencegah gangguan penglihatan. Tujuan: untuk  melakukan  deteksi  dini  gangguan  penglihatan  dengan pemeriksaan  mata. Metode: Sasaran kegiatan ini adalah sivitas akademika serta warga sekitar kampus UNIMUS. Pemeriksaan tajam penglihatan dengan Snellen chart dilakukan oleh dokter umum dan dokter muda, dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjut dengan slit lamp dan konsultasi gratis dengan dokter spesialis mata. Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien mendapatkan obat maupun rekomendasi sesuai diagnosis. Hasil: Kegiatan ini diikuti oleh 88 peserta. Berdasarkan hasil pemeriksaan sebagian besar peserta berusia 20-29 tahun dan memiliki kelainan mata miopi, presbiopi, dry eyes dan astenopia.  Kesimpulan: Mayoritas kelainan mata yang dikeluhkan salah satu penyebabnya yaitu perilaku penggunaan gadget. Perlu dilakukan edukasi terkait perilaku sehat penggunaan gadget serta senam mata. Kata kunci: deteksi dini, gangguan penglihatan, kebutaan, kelainan refraksi ____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Visual impairment is a very important public health problem because it can cause blindness. The two main causes are uncorrected refractive errors and unoperated cataracts. Early diagnosis and accurate treatment are the only methods to prevent visual impairment. Objective: To carry out early detection of visual impairment by eye examination. Method: The target of this activity is residents around the UNIMUS campus. Visual acuity examination with a Snellen chart is carried out by general practitioners and junior doctors, followed by further examination with a slit lamp and free consultation with an ophthalmologist. After the examination, the patient receives medication and recommendations according to the complaint. Result: This activity was attended by 88 participants. Based on the results of the examination, most of the participants were aged 20-29 years and had myopia, presbyopia, dry eyes, and asthenopia. Conclusion: The majority of eye disorders that are complained of are caused by the behavior of using gadgets. Education needs to be carried out regarding healthy behavior in using gadgets and eye exercises. Keywords: early detection, visual impairment, blindness, refractive errors
Efektivitas Pembelajaran Praktikum Mikrobiologi sebelum dan selama COVID-19 terhadap Hasil Belajar Mahasiswa FK UNIMUS Arfiyanti, Mega Pandu; Rizqiawan, Andika; Kurniati, Ika Dyah; Novitasari, Andra
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.19.1.42-49

Abstract

Mikrobiologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang organisme hidup berukuran mikroskopis. kegiatan praktikum memberikan pengalaman dan keterampilan dasar mikrobiologi klinik bagi mahasiswa. Pandemi Covid 19 menyebabkan pembelajaran menggunakan metode dalam jaringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar praktikum mikrobiologi daring dan luring Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UNIMUS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Sampel penelitian sebanyak 146 mahasiswa UNIMUS angkatan 2018 mengunakan metode daring dan 147 mahasiswa UNIMUS angkatan 2019 menggunakan metode luring. Pengumpulan data menggunakan data sekunder yaitu nilai praktikum mikrobiologi. Analisis data penelitian menggunakan uji univariat dan bivariate dengan uji Mann Whitney Test. Hasil pembelajaran praktikum mikrobiologi selama daring Mahasiswa FK UNIMUS diperoleh rata-rata sebesar 70,01+11,72. Sedangkan hasil pembelajaran praktikum mikrobiologi selama luring Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNIMUS diperoleh rata-rata sebesar 67,59+14,02. Hasil uji Mann Whitney test diperoleh nilai p-value sebesar 0,169. yaitu tidak terdapat terdapat  perbedaan hasil belajar praktikum mikrobiologi daring dan luring Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNIMUS.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 INFORMATIKA Sabina, Ardelia; Martiningsih, Wahju Ratna; Novitasari, Andra
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.03.3

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) didefinisikan sebagai sekumpulan masalah mata dan penglihatan yang berhubungan dengan aktivitas penggunaan komputer. Ditandai adanya gejala visual sebagai hasil dari interaksi dengan tampilan komputer. Gejala okuler utama yang dilaporkan adalah mata tegang, iritasi, sensasi terbakar, mata merah, pandangan buram, penglihatan ganda. Prevalensi kejadian CVS pada mahasiswa teknik dan kedokteran cukup tinggi. Teori sebelumnya menyebutkan bahwa pengetahuan menjadi faktor predisposisi yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian CVS  pada Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Semarang. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan di Program Studi S1 Informatika Universitas Muhammadiyah Semarang pada bulan Maret 2022. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tingkat pengetahuan dari penelitian sebelumnya yang telah dimodifikasi dan Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Jumlah responden yang sesuai kriteria ekslusi dan inklusi sebanyak 73 orang. Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (57,5%), diikuti pengetahuan cukup (21,9%) dan terendah dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak (20,5%). Sebanyak (63%) mengalami CVS dan sisanya yaitu (37 %) tidak mengalami CVS. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian Computer Vision Syndrome p = 0,000 (p < 0,05).
Hubungan Self Assessment Dengan Kompetensi Klinik Mahasiswa Kedokteran Novitasari, Andra; Djunaidi, Djunaidi
MAGNA MEDICA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.784 KB) | DOI: 10.26714/magnamed.1.2.2015.127-134

Abstract

Relationship between Self Assessment and Clinical Competence of Medical StudentsBackground: One area of competence that must be possessed by a doctor is introspection and self-development. Self-assessment is an important component in self-development. Students who have been able to carry out self-assessment on one component of clinical competence well are not necessarily able to carry out self-assessment by integrating all components of clinical competence.Objective: This study aims to analyze the relationship between self-assessment and clinical competence of medical students.Methods: This study is an observational study with a cross sectional design which was analyzed by statistical tests which included univariate analysis and bivariate analysis of the variables between the existence of self-assessment and clinical competence of medical students. The sample in this study was 60 7th semester medical students. Sampling was done by consecutive sampling technique.Results: Bivariate analysis using Chi-Square test showed that there was no significant relationship between self-assessment and clinical competence of medical students (p=0.643).Conclusion: Self-assessment of clinical competence has not been able to provide an overview of the actual clinical competence possessed by students  Latar Belakang: Salah satu area kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang dokter adalah mawas diri dan pengembangan diri. Self assessment merupakan komponen penting dalam pengembangan diri. Mahasiswa yang sudah mampu melakukan self assessment pada satu komponen kompetensi klinik dengan baik, belum tentu mampu melakukan self assessment dengan mengintegrasikan seluruh komponen kompetensi klinik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self assessment dengan kompetensi klinik mahasiswa kedokteran. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional yang dianalisis dengan uji statistik yang meliputi analisis univariat, dan analisis bivariat terhadap variabel antara adanya self assessment dan kompetensi klinik mahasiswa kedokteran. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 mahasiswa kedokteran semester ke-7. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling. Hasil Penelitian: Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara self assessmen dan kompetensi klinik mahasiswa kedokteran (p=0.643). Kesimpulan: Self assessment terhadap kompetensi klinik belum dapat memberikan gambaran kompetensi klinik yang sebenarnya dimiliki oleh mahasiswa 
Bersih-bersih Telinga Anak Sekolah Dalam Rangka Peringatan Hari Pendengaran Dunia 2024 Primasari, Astin; Martono, Wahyu Budi; Ratnaningrum, Kanti; Novitasari, Andra; Kurniati, Ika Dyah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 4 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i4.414

Abstract

Latar belakang: Menurut World Health Organization (WHO) gangguan pendengaran pada anak-anak di negara-negara berkembang, 60% disebabkan oleh kurangnya tindakan pencegahan. Hal tersebut berdampak pada pemahaman bicara, bahasa dan perkembangan sosial, yang akan mempengaruhi pencapaian akademik seperti kesulitan membaca, ejaan yang buruk, dan keterampilan menulis. Serumen impaksi berhubungan dengan kejadian gangguan pendengaran. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan sebagai upaya preventif untuk menurunkan angka gangguan pendengaran pada anak usia sekolah. Metode: Sasaran kegiatan ini adalah siswa SD Muhammadiyah 08 kelas 3, sebanyak 66 siswa. Seluruh peserta dilakukan pemeriksaan THT secara umum untuk menilai kesehatan telinga. Apabila didapatkan adanya kotoran teinga, maka dilanjutkan dengan tindakan mengambil serumen dengan menggunakan aplikator dengan kapas, serumen spoon ataupun serumen hook serta metode irigasi. Hasil: Berdasarkan hasil pemeriksaan sebagian besar peserta adalah laki -laki 37 orang (56%), serta berdasarkan kebersihan telinganya mayoritas terdapat serumen dengan konsistensi lunak maupun keras, sebanyak 46 orang (70%). Kesimpulan: Mayoritas peserta dilakukan tindakan ekstraksi serumen. Masalah yang dijumpai pada kegiatan ini adalah serumen obsturans. Kata kunci: gangguan pendengaran, ketulian, membersihkan telinga, serumen ______________________________________________________________________ Abstract Background: According to the World Health Organization (WHO), 60% of hearing loss in children in developing countries is caused by a lack of preventive measures.It has an impact on speech understanding, language and social development, which will affect academic achievement such as reading difficulties, poor spelling and writing skills.Impacted cerumen is associated with hearing loss. Objective: This activity aims to be a preventive measure to reduce the rate of hearing loss in school-aged children. Method: The target of this activity is SD Muhammadiyah 08 grade 3 students, totaling 66 students. All participants underwent a general ENT examination to assess ear health. If ear discharge is found, then proceed with the action of collecting cerumen using a cotton applicator, cerumen spoon or cerumen hook as well as the irrigation method. Result: Based on the results of the examination, most of the participants were men, 37 people (56%), and based on the cleanliness of their ears, the majority had cerumen with a soft or hard consistency, as many as 46 people (70%). Conclusion: The majority of participants underwent cerumen extraction procedures. The problem encountered in this activity was cerumen obsturans. Keywords: cerumen, deafness, ear cleaning, hearing disorder
Prevalence of Burnout Syndrome Among Medical Students Novitasari, Andra
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 13, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpki.95790

Abstract

Background: The mental health of medical students is a matter of concern due to the heavy study load that begins with the bachelor’s degree program, progresses through the professional phase, and continues into the internship period. Approximately 49% of medical students in the USA and between 28%-61% in Australia experience burnout. Potential factors such as responsibilities for completing assignments, parental expectations, efforts to maintain grades, and academic competition can lead to burnout syndrome. If individuals are unable to adapt to and manage prolonged stress, it can result in maladaptive behavior.Aims: The purpose of this research was to assess the prevalence and severity of burnout syndrome among medical students at the University of Muhammadiyah Semarang.Methods: A descriptive analysis was conducted using primary data collected through the Maslach Burnout Syndrome Inventory. A total sampling technique was used with respondents from the medical professional study program during the 2022-2023 academic year. Those with psychiatric disorders, consuming sedatives, or absent during the study period were excluded.Results: Out of 135 participants, the incidence of burnout syndrome showed that 77.0% experienced low emotional exhaustion, 11.9% moderate, and 11.1% high. Depersonalization cases were 80.7% low, 9.6% moderate, and 9.6% high. Personal accomplishment was reported as 37.0% low, 17.0% moderate, and 45.9% high.Conclusion: The incidence of burnout syndrome among the respondents predominantly featured low in emotional exhaustion and depersonalization, and high personal achievement. Keywords: burnout syndrome, depersonalization, emotional exhaustion, medical student, personal accomplishment 
The Relationship Between Anxiety Levels and Family Support and UKMPPD Results at The Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Semarang Kamila, Kamila; Pandu Arfiyanti, Mega; Novitasari, Andra; Muslimah, Muslimah
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 5 No. 1 (2025): February 2025 (Indonesia - Turkey - Malaysia - Australia - Iran)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v5i1.399

Abstract

The Medical Profession Program Student Competency Test (UKMPPD) is a test and assessment on a national scale for students of the medical profession program, which emphasizes attitudes, knowledge, and skills as a basis for practicing medicine. Based on data from the UKMPPD National Committee and Institutional Feedback, the UKMPPD results at Muhammadiyah University Semarang, the percentage of UKMPPD pass in February 2021 and November 2021 were 75% and 81.25%, respectively. In general, the level of anxiety experienced while undergoing medical education has a negative impact, namely students having difficulty undergoing competency assessment and can reduce their level of confidence when they are about to face exams. In addition to anxiety, it was also identified that influenced the UKMPPD results, including family support. This study aims to analyze the relationship between anxiety levels and family support with UKMPPD outcomes. This study used a quantitative method in the form of analytic observational with a cross sectional approach. This study used the Hamilton Rating Scale for Anxiety questionnaire and the family support questionnaire. The sample in this study were medical professional education students at the Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Semarang who took part in UKMPPD for the November 2022 period. Sampling used a total sampling technique. The results of the univariate analysis with a total of 32 respondents, namely the majority had high family support (71.9%), a mild level of anxiety (50.0%), the majority were female (86.8%), and the majority of respondents graduated UKMPPD (87.5%). The results of the chi square analysis of the anxiety level variable had a value of p = 0.008 (p < 0.05), and the family support variable was p = 0.557 (p > 0.05). There is a significant relationship between the level of anxiety with UKMPPD results. Family support has no significant relationship with UKMPPD results.
STUDI DESKRIPTIF PERFORMA KETERAMPILAN KLINIS MAHASISWA PRODI PROFESI DOKTER Abroroh, Afifah Kholifatun; Romadhoni, Romadhoni; Novitasari, Andra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49193

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis Skor Try out Osce Komprehensif Tahap Profesi Dokter. Desain penelitian ini adalah analitik deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Seluruh mahasiswa prodi profesi dokter Universitas Muhammadiyah Semarang yang mengikuti try out OSCE periode April 2022 sampai dengan Agustus 2023 sesuai kriteria inklusi dengan menggunakan total sampling digunakan sebagai populasi penelitian ini. Instrumen yang digunakan berupa data sekunder yaitu hasil nilai akhir penilaian stase oleh dosen penguji. Hasil dari 99 sampel penelitian data stase dengan nilai tertinggi stase saraf pada anamnesis (2,51+0,774), psikiatri pada anamnesis (2,78+0,418), respirasi pada anamnesis (2,79+0,435), kardiovaskuler tertinggi anamnesis (2,78+0,442), gastro pada anamnesis (2,73+0,511), urologi pada anamnesis (2,68+0,470), reproduksi pada anamnesis (2,29+0,539), endokrin pada anamnesis (2,33+0,639), hematoimun pada pemeriksaan fisik (2,47+0,595), muskuloskeletal pada komunikasi pasien (2,43+0,556), dan integument pada anamnesis (2,64+0,483). Adapun nilai terendah stase saraf pada tatalaksana awal (0,81+0,922), psikiatri pada diagnosis (1,39+0,806), indra pada pemeriksaan fisik (0,37+0,803), respirasi pada tatalaksana (1,66+0,518), kardiovaskuler pada diagnosis (1,77+1,096), gastro pada edukasi (1,80+0,404), urologi pada pemeriksaan fisik (0,25+0,787), reproduksi pada komunikasi (1,67+0,474), endokrin pada tatalaksana (0,23+0,712), hematoimun pada komunikasi (1,85+0,734), muskuloskeletal pada anamnesis (2,02+0,377), dan integument pada komunikasi pasien (1,86+0,378).  
Efektivitas Media Edukasi Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Mengenai ASI Eksklusif di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang Balqis, Indira Aura; Saptanto, Agus; Ramaningrum, Galuh; Novitasari, Andra
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.251

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif adalah pemberian ASI sejak usia 0-6 bulan tanpa makanan minuman tambahan. ASI bermanfaat untuk sistem imun, kesehatan, dan kecerdasan bayi. ASI eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pengetahuan ibu. Penyuluhan dengan media edukasi yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berbasis penelitian intervensi yaitu quasi eksperimen dengan pre and post-test design untuk menilai efektivitas kegiatan. Pengabdian masyarakat dilakukan Juni 2023 di Puskesmas Kedungmundu. Responden adalah ibu dengan bayi berusia 0-6 bulan sejumlah 40 orang. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif yang sudah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas serta lembar soal post-test. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui form daring. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi karakteristik responden, rata-rata nilai pengetahuan. Analisis bivariat dengan uji Wilcoxon guna mengetahui efektivitas intervensi penyuluhan dengan leaflet tentang pemberian ASI dengan membandingkan pre-test dan post-test. Hasil: Responden terbanyak ibu usia 20-29 tahun (47,5%), tingkat pendidikan SMA (52,5%), tidak bekerja (70%), memberikan ASI eksklusif (85%), tingkat pengetahuan pre-test baik (85%). Ada perbedaan signifikan skor pengetahuan pre-test dan post-test (p= 0,001). Peningkatan skor rata-rata sebesar 6,87. Kesimpulan: Pemberian penyuluhan dengan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif.
Family Experience of Managing Emotions in Caring for People with Schizophrenia Yulianto, Chiendo Daffa; Mubin, Mohammad Fatkhul; Novitasari, Andra
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 2 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i2.2761

Abstract

Schizophrenia is a mental disorder that causes a person to lose their mind and disrupt interactions with others. Families caring for people with schizophrenia experience anxiety and confusion in caring for family members with schizophrenia. Families experience pressures such as economic burden, psychology, and negative societal stigma while caring for people with schizophrenia. These conditions will lead to changes in the expression of family emotions that can affect relapse in schizophrenics. Objective: This research aims to describe the family's experience of managing emotions in caring for people with schizophrenia. Method: This research uses a qualitative method with a phenomenological design. This research design was conducted with in-depth interviews. The research informants were family members of outpatient schizophrenia patients at RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang, totaling 7 informants. The data analysis technique was carried out qualitatively based on the Miles & Huberman model. Results: Based on the results of in-depth interviews, 8 themes were obtained, namely feelings of sadness, feelings of disappointment, feelings of fear, worship, activities, social support, family communication, and healing of sufferer.This text outlines four main aspects of emotional expression in a group setting: negative emotional states, coping mechanisms, social environment, and caregiver behavior. Based on this theme, it is concluded that the importance of the social environment and communication in overcoming emotional problems, while overcoming parenting behavior can help reduce negative emotions in the family. Keywords: emotions; family; experiences; people with schizophrenia. Conclusions: The expression of family emotions found was a tendency towards the negative, namely feelings of sadness, feelings of disappointment, feelings of fear. The results of how to overcome family emotions found are social support, and family communication.
Co-Authors - Romadhoni Abroroh, Afifah Kholifatun Aditya Yodha Anfasa Agus Saptanto, Agus Aisyah Lahdji, Aisyah Alia Mahda Anada Kaporina Anita Mayasari Annta Kern Nugrohowati Arfiyanti, Mega Pandu Arief Tajally Adhiatma Aryanda Rizky Aryudha Pradana Balqis, Indira Aura Bintang Tatius Buggy Mayon Novaldy Cyntia Arum Deni Andre Atmadinata Devi Yanuar P Devi Yanuar Permatasari Deviana Mutiara Aulirahma Dian Pratama Putra Diana Handaria Djunaidi - Djunaidi Djunaidi Dyah Ayu Wulansari Dyah Mustika Nugraheni Eka Almira, Wahyu Puspita Eko Krisnarto Erika Putri Liandra Eros Bimo Laksmana Erwin Ulinnuha Fahreza Fitria Devi Fitria, Luthfi Irma Galuh Ramaningrum, Galuh Hajar, Nabil Hema Dewi Anggraheny Hestu Waluyo Ichrojuddin Nasution Ika Dyah Kurniati Kamila, Kamila Kanti Ratnaningrum Kanti Ratnaningrum Krisma Susanti Kuntio Sri Herlambang La ode Rinaldi Lida Wati Listianto, Abiyyu Raihan Martono, Wahyu Budi Maswa, Ulfi Khasana Maya Dian Rakhmawatie Mega P. Arfiyanti Mega Pandu A. Mega Pandu Arfiyanti Mega Pandu Arfiyanti Mega Pandu Arfiyanti Mega Pandu Arfiyanti Mega Pandu Arfiyanti Mohammad Fatkhul Mubin, Mohammad Fatkhul Muh. Hidayat Setyawan Muhammad Adzanta Al Afghani Muhammad Hidayat Muhammad Luthfi Muslimah Muslimah Nabil Hajar Nadira, Firda Natasya Elza Ahyani Noviasari, Nina Anggraeni Nur Fitria W Nurfiyan W.U.U. Said Nurkomariah Zulhijjah Pandu Arfiyanti, Mega Pasijan Rachmatullah Pasijan Rahmatullah Pratama, Susilo Budi Pratiwi, Adelia Primasari, Astin Retno Indrastiti Rifki Alfia Nuriska Rizqiawan, Andika Romadhoni Romadhoni Romadhoni Romadhoni Romadhoni Romadhoni, Romadhoni Sabda, Nisrina Hasyima Sabina, Ardelia Saiful Ridlo Setyoko - Setyoko . Sevilsa Putri Shafania Suprihartini Suprihartini Suprihhartini Suprihhartini Suprihhartini, Suprihhartini Swasty, Swasty Tri Nur Kristina Wahju Ratna Martiningsih Wahju Ratna Martiningsih Widayat, Selyvira Ayarani Yosyana Eka Silvia Pratiwi Yuda Samayta Husna Yulianto, Chiendo Daffa Zulfa J. Adani Zulfachmi Wahab