Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Prediktor Kualitas Hidup Pasien Psoriasis : Studi Cross Sectional Eko Krisnarto; Andra Novitasari; Deviana Mutiara Aulirahma
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.521 KB)

Abstract

Latar belakang: Psoriasis adalah jenis penyakit inflamasi kulit yang bersifat kronis residif. Psoriasis dapat dialami olehberbagai usia. Psoriasis meningkatkan risiko depresi, kecemasan pada penderitanya sehingga dapat mempengaruhi kualitashidup.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien psoriasis.Metode:Penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan crosssectional. Sampel diambil dari penderitapsoriasis di RSUD Semarang. Data terdiri atas data sekunder yang berupa rekam medis pasien psoriasis di RSUD KotaSemarang dan data primer dengan kuesioner PDI (Psoriasis Disability Index). Kriteria inklusi penderita psoriasis usia >12tahun. Kriteria eksklusinya pasien dengan komplikasi penyakit lain. Analisis penelitian menggunakan uji chi square.Hasil: sampel penelitian adalah sebesar 40 sampel. Hasil analisis bivariat didapatkan variabel bentuk klinis memilikihubungan yang signifikan dengan kualitas hidup dengan nilai p = 0,049 (<0,05), sedangkan pada variabel usia, IMT,pendidikan dan pekerjaan tidak ada hubungannya dengan kualitas hidup pasien psoriasis.Kesimpulan: bentuk klinis merupakan faktor prediktor kualitas hidup pasien psoriasis. Bentuk klinis yang membuatkualitas hidup pasien menurun adalah berupa plak eritema disertai skuama.Kata kunci: psoriasis, kualitas hidup
Studi Deskriptif Pemakaian Antibiotik di Rumah Sakit Roemani Periode Januari 2011 Sampai Juni 2011 di Instalasi Penyakit Dalam Bangsal Khodijah Deni Andre Atmadinata; Ichrojuddin Nasution; Andra Novitasari
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.363 KB)

Abstract

Latar belakang : Antibiotik adalah golongan obat yang paling banyak digunakan didunia. Penggunaan antibiotik secara rasional diartikan pemberian resep yang tepat atau sesuai indikasi, penggunaan dosis yang tepat, lama pemberian obat yang tepat, interval pemberian obat yang tepat, aman pada pemberiannya dan terjangkau oleh penderita. Tujuan : Untuk mengetahui pemakaian antibiotik di Instalasi Penyakit Dalam Bangsal Khodijah Rumah Sakit Roemani periode Januari 2011 sampai Juni 2011 Metode : Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif. Objek penelitian adalah seluruh resep yang mengandung antibiotik sebanyak 430 resep. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 202 resep. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan secara desktriptif terhadap golongan antibiotik, harga antibiotik, cara pemberian antibiotik, lama pemberian, merek dagang antibiotik, jumlah antibiotik, dan jumlah obat dalam sebuah resep. Hasil : Golongan antibiotik terbanyak yang diresepkan adalah sefalosporin sebesar 46,8%, harga antibiotik sediaan padat rata-rata Rp17.172,00, harga antibiotik sediaan cair rata-rata Rp60.765,00, cara pemberian antibiotik terbanyak adalah injeksi sebesar 51,7%, lama pemberian antibiotik terbanyak adalah 3 hari sebesar 32,5%, merek dagang antibiotik yang dipakai terbanyak generik sebesar 54,7%, jumlah antibiotik dalam sebuah resep terbanyak adalah 1 buah sebesar 89.61%, dan jumlah obat dalam sebuah resep terbanyak adalah 4 obat sebesar 24,6 % Simpulan: Pedoman pengobatan diperlukan untuk pemakaian antibiotik yang rasional.
HUBUNGAN ANTARA KONTROL ASMA dengan KUALITAS HIDUP ANGGOTA KLUB ASMA di BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT SEMARANG Anita Mayasari; Setyoko -; Andra Novitasari
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 2, No 1 (2013): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Asma tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui korelasi antara kontrol asma dengan kualitas hidup yang dinilai dengan Tes Kontrol Asma dan Kuesioner Kualitas Hidup Penderita Asma.Cara : Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, dan didapatkan 40 responden, yang terdiri atas 15 responden dengan tingkat kontrol asma tidak terkontrol, 15 responden terkontrol baik, dan 10 responden terkontrol total. Analisa data menggunakan uji korelasi rank spearman.Hasil : Rerata skor Tes Kontrol Asma pada semua responden adalah 21,17 yang berarti keseluruhan responden mempunyai tingkat kontrol asma terkontrol baik. Rerata skor kualitas hidup pada responden dengan tingkat kontrol asma tidak terkontrol adalah 4,2, responden terkontrol baik 5,25 dan responden terkontrol total 5,5. Rerata skor kualitas hidup pada seluruh responden adalah 4,9. Ada hubungan yang signifikan antara kontrol asma dengan kualitas hidup (p=0,000).Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara kontrol asma dengan kualitas hidup.Kata kunci : kontrol asma, kualitas hidup
Hubungan Usia, Lama Kerja, dan Kebiasaan Merokok dengan Fungsi Paru pada Juru parker di Jalan Pandanaran Semarang Dian Pratama Putra; Pasijan Rahmatullah; Andra Novitasari
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 1, No 3 (2012): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.181 KB)

Abstract

Latar Belakang : Tahun 2003 terjadi penurunan kualitas udara di Semarang. Penurunan kualitas udara ini akan  mempengaruhi tingkat kesehatan paru. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui dampak polusi terhadap kesehatan juru parkir. Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara usia, lama kerja, dan kebiasaan merokok dengan fungsi paru. Metode : Explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah juru parkir di jalan Pandanaran sejumlah 30 orang. Tekhnik sampel total sampling. Analisa bivariat dengan uji Korelasi pearson untuk data distribusi normal dan Rank Spearman untuk data distribusi tidak normal. Hasil : Berdasarkan usia responden,19 orang (67,9 %) memiliki usia > 35 tahun. Berdasarkan lama kerja paling lama responden telah bekerja 42 tahun dan paling sedikit 2 tahun dengan rata-rata 10,29 tahun. Dari 28 responden, 10 orang ( 35,7%) merupakan perokok berat. Hasil pengukuran nilai kapasitas vital paru didapatkan 10 responden (35,7%) mengalami gangguan retraksi sedang. Sebanyak 8 responden (28,57%) masih memiliki fungsi paru normal, 7 responden (25%) mengalami gangguan retraksi ringan dan 3 responden (10,71%) memiliki gangguan retraksi berat. Hasil uji statistik usia dengan nilai KVP didapatkan p-value = 0,014 dengan  r = -0,457, dapat disimpulkan ada korelasi cukup kuat dengan arah korelasi negatif.  Hasil uji lama kerja dengan nilai KVP didapatkan  p value =0.014 dengan r = -0,506. Hasil tersebut menunjukan ada korelasi cukup kuat antara lama kerja dengan nilai KVP dengan arah korelasi negatif.  Hasil uji statistik kebiasaan merokok didapatkan hasil p-value = 0,259 dan nilai koefisien 0,240 sehingga dapat disimpulkan tidak ada korelasi antara kebiasaan merokok dengan nilai KVP. Kesimpulan : Ada hubungan antara usia dan lama kerja dengan fungsi paru tidak ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan fungsi paru.
C-REACTIVE PROTEIN BERKORELASI TERHADAP KADAR D-DIMER PASIEN COVID-19 Lida Wati; Dyah Mustika Nugraheni; Kanti Ratnaningrum; Andra Novitasari
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol 5, No 1 (2022): ILMU KEDOKTERAN
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v5i1.7166

Abstract

Latar belakang: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang ditimbulkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2).Pada penderita COVID-19 berat sering dijumpai adanya gangguan koagulasi (koagulopati). Salah satu pemeriksaan penunjang untuk menilai keberlangsungan proses koagulasi pada penderita COVID-19 dengan mengadakan pemeriksaan D-dimer. Aktivasi trombosit dan proses inflamasi pada penderita COVID-19 sering dihubungkan dengan gangguan koagulasi. Salah satu pemeriksaan untuk mengetahui aktivasi trombosit dan proses inflamasi adalah jumlah trombosit dan C-reactive protein. Penelitian ini bertujuan membuktikan korelasi antara jumlah trombosit dan C-reactive protein dengan kadar D-dimer pada penderita COVID-19. Metode: Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang pada bulan Januari 2022. Desain penelitian cross sectional dan pengambilan sampel mengaplikasikan teknik consecutive sampling. Sampel merupakan penderita rawat inap terkonfirmasi positif COVID-19 melalui tes RT-PCR berusia 30-45 tahun. Data yang digunakan adalah jumlah trombosit, C-reactive protein, dan kadar D-dimer. Analisis bivariat menggunakan uji normalitas dilanjutkan dengan uji Rank Spearman.Hasil: Dari 56 sampel terdapat korelasi C-reactive protein dengan kadar D-dimer pada penderita COVID-19 (p=0,000; r=0,517) sedangkan tidak terdapat korelasi jumlah trombosit dengan kadar D-dimer pada penderita COVID-19 (p=0,59; r=0,145).Kesimpulan: Terdapat korelasi antara C-reactive Protein dengan kadar D-dimer pada penderita COVID-19 dan tidak terdapat korelasi antara jumlah trombosit dengan kadar D-dimer pada penderita COVID-19
EFEK HEPATOPROTEKTIF EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica Papaya L): STUDI KADAR Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) PADA TIKUS WISTAR YANG DIBERI PARACETAMOL Krisma Susanti; Kanti Ratnaningrum; Andra Novitasari
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol 4, No 2 (2021): ILMU KESEHATAN
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v4i2.5393

Abstract

Penggunaan paracetamol dapat menyebabkan efek toksik berupa gagal hepar akut. Pepaya (Carica Papaya L) merupakan komoditi herbal yang dapat berperan sebagai hepatoprotektif. Pepaya yang mengandung senyawa antioksidan meliputi flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, triterpenoid dan vitamin E. Daun pepaya memiliki aktivitas antioksidan flavonoid dan fenolik tertinggi dibandingkan bagian lain pada tanaman papaya. Penelitian ini bertujuan membuktikan adanya efek hepatoprotektif pemberian ekstrak daun pepaya terhadap kadar SGPT tikus wistar yang diberi paracetamol. Penelitian eksperimental, metode posttest only control group design, dengan teknik simple random sampling. Perlakuan dibagi 4 kelompok. Kriteria inklusi meliputi sehat dengan kriteria aktif, tidak cedera, cacat, ataupun luka, umur 2-3 bulan, berat 150-200 gr, berjenis kelamin jantan. Kriteria eksklusi meliputi tikus sakit/ mati pada masa adaptasi. Perlakuan dilakukan selama 7 hari. Analisis menggunakan uji One Way Anova dan Post Hoc. Rerata kadar SGPT pada kelompok K-, K+, PI, dan PII masing-masing 49,0 ± 4,63 mg/dl; 86,5 ± 8,61 mg/dl; 69,3 ± 5,55 mg/dl; dan 55,6 ± 4,40 mg/dl. Terdapat perbedaan bermakna terhadap kadar SGPT antara kelompok K- dan K+, kelompok K- dan PI, kelompok K+ dan PI, kelompok K+ dan PII, serta kelompok PI dan PII dengan masing-masing p0,05. Terdapat efek hepatoprotektif ekstrak daun pepaya terhadap kadar SGPT pada tikus putih galur wistar yang diberi paracetamol.
ANALISIS DESKRIPTIF KUANTITAS DAN KUALITAS PENILAIAN KLINIK PADA PROGRAM STUDI PROFESI DOKTER Dyah Ayu Wulansari; Andra Novitasari; Mega Pandu Arfiyanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i2.5826

Abstract

Pendidikan profesi dilakukan penilaian pembelajaran melalui student report. Penilaian dilakukan pada stase mayor dan minor. Pada penilaian klinik ditemukan penilaian yang tidak terlaksana sesuai kewajiban. Oleh karena itu, peneliti tertarik mengetahui dan mendeskripsikan kualitas dan kuantitas penilaian klinik pada Program Studi Profesi Dokter di salah satu Fakultas Kedokteran swasta kota Semarang. Metode menggunakan observasional deskriptif menggunakan data sekunder student report. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Total sampel 70. Kuantitas penilaian Mini-CEX paling terpenuhi di Anestesiologi (92,9%), DOPS di Radiologi (100%), CBD di semua stase minor (100%), P-MEX di THT-KL dan Saraf (57,1%), m-OSLER di semua stase (100%). Kualitas penilaian Mini-CEX, DOPS, P-MEX mayoritas kualitas cukup dan kurang. m-OSLER mayoritas kualitas baik di Kulit Kelamin (100%). CBD mayoritas baik di Anestesiologi, Saraf, Kulit Kelamin, THT-KL (100%). Kuantitas penilaian kognitif paling terpenuhi di semua stase minor, psikomotor di Anestesiologi dan Radiologi, afektif di Anestesiologi dan THT-KL, penilaian keseluruhan di semua stase mayor dan minor. Kualitas penilaian kognitif paling baik di Kulit Kelamin dan Saraf. Psikomotor di Kulit Kelamin dan Saraf. Afektif di Radiologi. Penilaian keseluruhan di stase Kulit Kelamin.  Kata Kunci`: Penilaian Klinik, Mahasiswa Kedokteran, Kuantitas, Kualitas
HUBUNGAN EMOTIONAL QUOTIENT DENGAN TINGKAT STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA UKMPPD FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Buggy Mayon Novaldy; Andra Novitasari; Mega Pandu Arfiyanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i2.6168

Abstract

Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) merupakan suatu exit exam bagi mahasiswa yang telah menjalani seluruh proses pembelajaran dan sebelum menjalani sumpah dokter, yang mana dapat menjadikanya cemas. Gangguan cemas, depresi, dan stres merupakan masalah kejiwaan terbanyak yang dihadapi mahasiswa kedokteran. Sebanyak 71,9% mahasiswa kedokteran mengalami stres. Stres pada mahasiswa UKMPPD disebut stres akademik karena bersumber pada tuntutan akademik. Ketika seseorang dihadapkan dengan stres maka diperlukan emotional quotient. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara emotional quotient dengan tingkat stres akademik pada mahasiswa UKMPPD FK Unimus. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, observasional analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan Scale for Assessing Academic Stress (SAAS) dan Emotional Quotient (EQ). Analisis bivariat menggunakan uji korelasi rank spearman karena hasil uji normalitas data tidak berdistribusi normal. Sampel penelitian adalah mahasiswa UKMPPD batch IV FK Unimus baik first taker maupun retaker yang diambil melalui Total sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari 32 responden, 53,13 % mempunyai tingkat emotional quotient sangat tinggi dan 59,37 % mengalami stres akademik sedang. Berdasarkan hasil analisa didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,005 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Terdapat hubungan antara emotional quotient dengan stres akademik pada mahasiswa UKMPPD batch IV FK Unimus.
Durasi Membaca Buku Merupakan Faktor Risiko Terjadinya Miopia Pada Siswa Sekolah Dasar: Studi Perbandingan Rural dan Urban Area Wahju Ratna Martiningsih; Fitria Devi; Andra Novitasari; Kanti Ratnaningrum
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 1, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.108 KB) | DOI: 10.26714/medart.1.1.2019.42-47

Abstract

Latar Belakang: Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab ganggunan penglihatan. Miopia merupakan salah satu kelaian refraksi dan anak-anak merupakan kelompok yang menderita kelainan refraksi berupa miopia. Kebiasaan membaca merupakan salah satu faktor peneybab miopia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan faktor risiko penderita miopia pada anak Sekolah Dasar (SD) yang ada di urban area dan rural areaMetode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan teknik purposive sampling. Sampel merupakan siswa SD Negeri 03 Sidomukti (rural area) dan SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 (urban area)  kelas 4,5, dan 6. Kriteria eksklusi meliputi kelaianan konginetal mata, infeksi, atau pasca operasi intraokuler. Data penelitian menggunakan data primer berupa kuisioner dan pemeriksaan visus. Analisis menggunakan uji chi square.Hasil: Dari 214 sampel terdiri dari 116 sampel rural area dan 98 sampel urban area, hanya faktor durasi membaca buku pada sampel di rural area yang berhubungan dengan terjadinya miopia (p=0,016), sedangkan faktor riwayat keluarga, konsumsi sayur atau buah, jarak baca, intensitas menonton TV, intensitas menggunakan komputer, intensitas menggunakan gadget, aktivitas luar ruangan hari sekolah, dan aktivitas luar ruangan hari libur tidak berhubungan dengan terjadinya miopia pada sampel rural maupun urban area.Kesimpulan: Lama membaca buku berhubungan dengan terjadinya miopia pada rural area.
Self-Directed Learning Readiness (SDLR) pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang Aryanda Rizky Aryudha Pradana; Andra Novitasari; Mega Pandu Arfiyanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i4.6502

Abstract

SDLR (Self Directed Learning Readiness) adalah kematangan/kesigapan pelajar dalam melakukan pembelajaran secara mandiri, terbagi atas personal characteristic (karakteristik personal), skills, attitudes (sikap). Penerapan self directed learning readiness (SDLR) yang tinggi dan memiliki kualitas tinggi untuk dapat mengatasi gagalnya pembelajaran serta masalah psikis pada semua usia. Tujuan dari penelitian ini yaituxuntuk mengetahui perbandingan self-directed learning readiness (SDLR) pada mahasiswa FakultasxKedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang angkatan 2018, 2019, 2020 dan 2021. Metode penelitian kuantitatif, comparative analytic observasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah SDLRS. Analisis bivariat perbandingan SDLR diuji dengan menggunakan uji Kruskal wallis. Sampel penelitian adalah mahasiswa FK UNIMUS angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021 yang diambil melalui teknik proporsional stratified random sampling. Penelitian ini memiliki total sampel 246 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor SDLR pada responden angkatan 2018 dengan rerata 144.85, pada responden angkatan 2019 dengan rerata 141.15, pada responden angkatan 2020 dengan rerata 134.66, dan pada responden angkatan 2021 dengan rerata 131.46. Hasil analisis bivariat perbandingan SDLR diuji dengan menggunakan uji Kruskal wallis test menunjukkan p-value=0,00 yang berarti terdapat perbandingan yang bermakna antar angkatan. 
Co-Authors - Romadhoni Abroroh, Afifah Kholifatun Aditya Yodha Anfasa Agus Saptanto, Agus Aisyah Lahdji, Aisyah Alia Mahda Anada Kaporina Anita Mayasari Annta Kern Nugrohowati Arfiyanti, Mega Pandu Arief Tajally Adhiatma Aryanda Rizky Aryudha Pradana Balqis, Indira Aura Bintang Tatius Buggy Mayon Novaldy Cyntia Arum Deni Andre Atmadinata Devi Yanuar P Devi Yanuar Permatasari Deviana Mutiara Aulirahma Dian Pratama Putra Diana Handaria Djunaidi - Djunaidi Djunaidi Dyah Ayu Wulansari Dyah Mustika Nugraheni Eka Almira, Wahyu Puspita Eko Krisnarto Erika Putri Liandra Eros Bimo Laksmana Erwin Ulinnuha Fahreza Fitria Devi Fitria, Luthfi Irma Galuh Ramaningrum, Galuh Hajar, Nabil Hema Dewi Anggraheny Hestu Waluyo Ichrojuddin Nasution Ika Dyah Kurniati Kamila, Kamila Kanti Ratnaningrum Kanti Ratnaningrum Krisma Susanti Kuntio Sri Herlambang La ode Rinaldi Lida Wati Listianto, Abiyyu Raihan Martono, Wahyu Budi Maswa, Ulfi Khasana Maya Dian Rakhmawatie Mega P. Arfiyanti Mega Pandu A. Mega Pandu Arfiyanti Mega Pandu Arfiyanti Mega Pandu Arfiyanti Mega Pandu Arfiyanti Mega Pandu Arfiyanti Mohammad Fatkhul Mubin, Mohammad Fatkhul Muh. Hidayat Setyawan Muhammad Adzanta Al Afghani Muhammad Hidayat Muhammad Luthfi Muslimah Muslimah Nabil Hajar Nadira, Firda Natasya Elza Ahyani Noviasari, Nina Anggraeni Nur Fitria W Nurfiyan W.U.U. Said Nurkomariah Zulhijjah Pandu Arfiyanti, Mega Pasijan Rachmatullah Pasijan Rahmatullah Pratama, Susilo Budi Pratiwi, Adelia Primasari, Astin Retno Indrastiti Rifki Alfia Nuriska Rizqiawan, Andika Romadhoni Romadhoni Romadhoni Romadhoni Romadhoni Romadhoni, Romadhoni Sabda, Nisrina Hasyima Sabina, Ardelia Saiful Ridlo Setyoko - Setyoko . Sevilsa Putri Shafania Suprihartini Suprihartini Suprihhartini Suprihhartini Suprihhartini, Suprihhartini Swasty, Swasty Tri Nur Kristina Wahju Ratna Martiningsih Wahju Ratna Martiningsih Widayat, Selyvira Ayarani Yosyana Eka Silvia Pratiwi Yuda Samayta Husna Yulianto, Chiendo Daffa Zulfa J. Adani Zulfachmi Wahab