Claim Missing Document
Check
Articles

FENOMENA MUSIK KOMPANG KECAMATAN BENGKALIS DI ERA GLOBALISASI Yeni Ruseli; Rosta Minawati
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 1, No 1 (2013): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.984 KB) | DOI: 10.26887/bcdk.v1i1.31

Abstract

ABSTRAK Musik Kompang merupakan seni pertunjukan yang bernafaskan Islam. Di Bengkalis hampir disetiap desa memiliki group kompang, yang ditampilkan dalam upacara perkawinan, khitanan, muharam, aqiqah dan sebagainya. Musik kompang adalah musik tradisi Melayu berupa nyanyian atau puji-pujian terhadap kebesaran Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW diiringi kompang. Musik Kompang mempedomani dari kitab Berjanzi. Musik Kompang di era globalisasi saat ini masih tetap bertahan ditengah masyarakatnya, walaupun musik-musik modern yang popular cukup berkembang. Namun musik kompang tetap dapat bertahan ditengah-tengah menjamurnya pilihan-pilihan kesenian lainnya. Kata Kunci: Musik kompang, Kebertahanan, Bengkalis, Musik Tradisional.
FREKUENSI FUNDAMENTAL TIMBRE KOMPANG GRUP DELIMA DI DELIK BANTAN KABUPATEN BENGKALIS: KAJIAN MUSIK MULTIMEDIA Benny Andiko; Nursyirwan Nursyirwan; Rosta Minawati
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 4, No 2 (2017): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.506 KB) | DOI: 10.26887/bcdk.v4i2.568

Abstract

ABSTRACT The title of this research is “The Timbre Fundamental Frequency of Delima Group’s Kompang in Delik Bantan, Bengkalis District: The Study of Multimedia Music.” Kompang is the toneless percussion instrument. Kompang utilizes space from wood and leather materials as the sound source. The method of sound production namely by hitting the instrument in its membrane part produces the kind of “pang” and “pung” sounds.            This research aims at revealing timbre fundamental frequency by using the music software of PreSonus Studio One 3. The research method used is the approach of Fourier’s analytical theory. Research results are in the form of music study and technology, involving how to produce sound. “Pang” and “pung” sounds were applied in 13 hit motifs played with the interlocking technique by 13 Kompang players. The Kompang organology and 13 players’ expressions became the factor of timbre fundamental frequency range. The frequency range of Kompang’s “pang” and “pung” sounds was obtained from the analysis conducted by using the recording media, the music software of Steinberg Cubase 5 and the music software of PreSonus Studio One 3. Based on analysis conducted by using NUGEN Audio Visualizer, it’s found a frequency that is the buzzing sound of Kompang. The buzzing sound is the character of Kompang with the parameters of organology, expression, and cultural background. Keywords:   Fundamental Frequency, Timbre, Kompang, The Study of Multimedia Music, Delik Bantan Bengkalis. 
FENOMENA PERTUNJUKAN LUKAH GILO PADA MASYARAKAT SABAK AUH, SIAK Desmiati Desmiati; Rosta Minawati; Suherni Suherni
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 2, No 1 (2014): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.724 KB) | DOI: 10.26887/bcdk.v2i1.38

Abstract

ABSTRAKPertunjukan Lukah Gilo berasal dari permainan Lukah Gilo, merupakan permainan tradisional masyarakat yang telah menjadi sebuah seni pertunjukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bentuk pertunjukan Lukah Gilo yang berasal dari masyarakat pedesaan di Kecamatan Sabak Auh. Adapun metode yang digunakan adalah kualitatif. Teori-teori yang di pergunakan sebagai kerangka dasar dalam berfikir untuk menganalis fenomena ini antara lain: teori estetika dari Darsono, dan teori teori Semiotika dari Charles S. PierceHasil temuan penelitian ini mengungkap bentuk pertunjukan Lukah Gilo dan fenomena pertunjukan Lukah Gilo di masyarakat Sabak Auh, Kabupaten Siak, dan upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk mempertahankan kehidupan pertunjukan Lukah Gilo yang mengalami ketermaginalan akibat dari pengaruh globalisasi dan modernisasi.Kata Kunci : Pertunjukan Lukah Gilo, masyarakat, dan Sabak Auh       ABSTRACTThe show originated from a game fish trap fish trap Gilo Gilo, in the district of Sabak Auh, Siak, a traditional game community, which has become an art show. The purpose of this study is to reveal the form of fish trap Gilo performances from rural communities in the District Sabak Auh. The method used is qualitative. Theories in use as a basic framework in thinking to analyze this phenomenon, among others: the aesthetics of Darsono theory, and the theory Semiotik of Charles S. Pierce.The findings of this study reveal the shape of the show fish trap fish trap Performing Gilo and Gilo phenomenon in society Sabak Auh, Siak, and the efforts made by the people experiencing Performing ketermaginalan fish trap amid Gilo Community Sabak Auh, Siak. Efforts ketermaginalan Performing Gilo fish trap that is due to the efforts because of the creativity of artists in realizing conservation area, then the presence of government and community identity politics in solidifying a traditional art Siak area, as well as of generations in an effort to maintain the artistic traditions of the local culture. Impact ketermaginalan show Gilo fish trap in the community Sabak Auh Siak, in the case of the fading art of dance traditions because there is the influence of globalization and modernization.Key words: Performing fish trap Gilo , community , and Sabak Auh
KOMPANG ATRAKSI PADA MASYARAKAT BENGKALIS RIAU Yosi Ramadona; Rosta Minawati; Nursyirwan Nursyirwan
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 2, No 2 (2014): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.541 KB) | DOI: 10.26887/bcdk.v2i2.54

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini adalah hasil penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan bentuk pertunjukan Kompang yang berbeda dari Kompang yang umum dikenal di tengah masyarakat Bengkalis, pertunjukan Kompang tersebut dikenal dengan sebutan Kompang Atraksi. Di daerah Meskom Kecamatan Bengkalis Kompang telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap perhelatan perkawinan, perayaan keagamaan, sunatan, serta perhelatan lainnya. Kompang tradisi lazim dikenal sebagai permainan alat musik Kompang yang dipukul dengan ritme tertentu, diiringi dengan nyanyian dari kitab berzanji yaitu  puji-pujian terhadap Allah SWT dan Rasulullah SAW. Dengan menggunakan metode kualitatif yang dipadukan dengan teori bentuk seni pertunjukan serta teori fungsi, dapat disimpulkan bahwa pertunjukan Kompang Atraksi memadukan atraksi gerak dengan pertunjukan Kompang tradisional. Bentuk baru ini dapat diterima oleh masyarakat karena tetap mempertahankan hakikat dari pertunjukan Kompang tradisi baik dari aspek bentuk maupun esensi dari pertunjukan, yaitu sebagai bagian dari syiar agama Islam dalam sajian estetis.  Kata kunci : Pertunjukan, Kompang, Atraksi, Bengkalis  ABSTRACT This paper is the result of research that aims to explain the different forms of performances Kompang Kompang commonly known in the community Bengkalis, the show is known as Kompang Kompang Attractions. In areas Meskom District of Bengkalis Kompang has become an integral part in every event of marriage, religious celebrations, circumcision, and other events. Kompang tradition commonly known as a game of musical instrument Kompang struck with a certain rhythm, accompanied by the singing of the Mawlid al-Barzanjī book which praises to Allah and the Prophet Muhammad. Using qualitative methods, combined with a form of performance art theory and the theory of functions, it can be concluded that the performance of motion Kompang Things attractions combine with traditional Kompang performances. The new form can be accepted by society because retaining the essence of the show Kompang good tradition of aspects and forms the essence of the show, which is a part of Islamic religious symbols in aesthetic offerings. Key words: Performance, Kompang, Attractions, Bengkalis
PERANCANGAN BRANDING SONGKET SILUNGKANG Riki Iskandar; Rosta Minawati; Martion Martion
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 3, No 1 (2016): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.766 KB) | DOI: 10.26887/bcdk.v3i1.539

Abstract

ABSTRACT The title of this final project is “Designing the Branding of Songket Silungkang.” The purpose of the designing is to get identity which is always remembered so that it changes the behavior of targeted audience. Even though the city government has managed and organized the weavers, the songket weavers in the outside of Silungkang area also want to create the songket name according to the names of their areas. Therefore in the design of this songket Silungkang branding, it is highlighted through verbal and visual messages which are effective and efficient.The media of its design was the logo along with its description. The application of this media was in the forms of poster, x-banner, banner, flag-change, bumper logo, pin, sticker, key chain, postcard, billboard, brochure and facebook cover. All those media were the part of songket Silungkang branding process. Keywords: Designing, Branding, Songket, Silungkang  
BENTUK DAN FUNGSI RUMAH ADAT RAJA PAMUSUK MANDAILING Anni Kholilah; Rosta Minawati; Zulhelman Zulhelman
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 2, No 1 (2014): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.829 KB) | DOI: 10.26887/bcdk.v2i1.44

Abstract

ABSTRAK Raja Pamusuk Mandailing merupakan sebutan bagi seorang kepala adat (raja), yang pemimpin masyarakat adat di wilayah Mandailing Sumatera Utara. Di samping raja di wilayah ini juga ada jabatan yang disebut dengan Ketua Dewan Negeri dan Ketua Kampung yang khusus dalam bidang pemerintahan saja.  Sementara itu Raja Pamusuk beserta keturunannya sampai sekarang masih tetap diakui masyarakat sebagai pemimpin adat maupun dalam kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan adat istiadat seperti upacara dan sebagainya.  Dalam masyarakat Mandailing, Raja Pamusuk disimbolkan dengan pohon beringin yang memaknakan sebagai pengayom atau melindungi masyarakat di bawahnya. Tulisan ini membahas keberadaan Raja Pamusuk Mandailing dalam hal kehidupan masyarakat Mandailing meliputi rumah adat, dan hubungan kekeluargaan.  Pembahasan lebih bersifat deskriptif yang diharapkan paling tidak dapat memberi gambaran tentang keberadaan Raja Pamusuk Mandailing.  Kata kunci: Raja Pamusuk Mandailing  ABSTRACT As the chief (king) custom, he is the leader of the indigenous peoples in the region. Authority board chairman and chairman of the village's land is specialized in the field of government, while the indigenous affairs retained and carried out by those who are entitled according to the customs of indigenous peoples concerned. That is why to this day remains traditional ceremonies led by the king of custom pamusuk.menurut. Chairman of the country has never been recognized as a king sitting Mandailaing community customs. King and his descendants to this day still recognized as king of indigenous peoples in traditional ceremonies, and they called the king of custom. So the king pamusuk in symbolized as banyan tree beneath always protect the public, because people always take shelter beneath it. Key words: King Pamusuk, Mandailing, Art
INTERAKSI SOSIAL DALAM KESENIAN KOMPANG PADA MASYARAKAT DUSUN DELIK, BENGKALIS Hengki Armez Hidayat; Nursyirwan Nursyirwan; Rosta Minawati
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 4, No 2 (2017): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.551 KB) | DOI: 10.26887/bcdk.v4i2.547

Abstract

Kompang lives together with Malay Bengkalis people that majority of them are Muslims. Kompang as an art is present in the celebration of cultural events and it becomes the part of Malay Bengkalis people’s cultural processions. In this writing, it is discussed the social interaction and Kompang existence in the people of Dusun Delik as the area of Kompang art development. This research step used the qualitative method, with the approaches of anthropology, sociology, and ethnomusicology. The technique of data collection was conducted by doing observation, interview, and documentation. Those data were triangulated and coupled into sentences together with researcher’s observation and interpretation. Research result is the existence of a reciprocal relationship and social interaction in its society. In one side, Kompang has a role in its people condition; on the other side, Kompang lives and develops together with its people’s participation. Kompang in its social form is about humans’ relations in their societal group, while its spiritual form is praises and shalawat and salam sung together with the rhythm of jawab (tamsilam) and hadi (berzanji) lyrics.Keywords: Kompang Art, Social Interaction, Dusun Delik People
ESTETIKA MUSIK KOMPANG DI BENGKALIS, RIAU Kairul Asral; Nursyirwan Nursyirwan; Rosta Minawati
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 2, No 2 (2014): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.199 KB) | DOI: 10.26887/bcdk.v2i2.55

Abstract

ABSTRAKKompang Melayu dipahami sebagai istilah penyebutan terhadap kelompok-kelompok Kompang di masyarakat Melayu. Keberadaan musik Kompang  dapat ditemui pada kegiatan upacara Tepuk Tepung Tawar, upacara Berinai Curi, upacara Rarak Pengantin, upacara Turun Mandi, mengiringi Pencak Silat, mengantar kepergiaan dan menyambut kedatangan jama’ah haji, dan menyambutan  tamu di pemerintahan. Kompang gendang bermuka dua menyerupai Rebana berdiameter 35-40 cm terbuat dari kayu Leban dengan membran dari kulit kambing betina dilengkapi sedak (peregang kulit) dimainkan dalam bentuk pola-pola pukulan rampak  (lokal: maen tangan) dan   pola- pola jalinan (lokal: naek-turun). Vokal berupa nyanyian dalam bahasa Arab yang bersumber dari teks-teks kitab Barzanji yang lazim disebut Adi.  Adi adalah teks lagu berupa frasa kalimat tanya-jawab yang ditulis  dengan huruf Hijaiyah.  Permainan pola pukulan dan vokabuler vokal dipengaruhi oleh makhrijal huruf Makhraj yang berarti ketepatan ucapan.  Kata Kunci: Estetika, Musik Kompang, Masyarakat Melayu, Bengkalis  ABSTRACTMalay Kompang understood as the mention of the term Kompang groups in the Malay community. The existence Kompang music can be found on the ceremonial activities Flour Fresh Tap, Steal Berinai ceremony, ceremony rarak Bride, Down Bathing ceremony, accompanied Pencak Silat, kepergiaan usher and greet pilgrims and guests menyambutan in government. Kompang drum resembling a tambourine duplicity 35-40 cm in diameter made of wood with a membrane of skin Leban goat comes Sedak (leather stretcher) is played in the form of patterns blow rampak (local: maen hand) and braided patterns (local: naek -turun). Vocal form of singing in Arabic that originates from the texts of Barzanji commonly called Adi. Adi is the text of a song in the form of question and answer phrases sentences are written with letters Hijaiyah. Games and vokabuler vocal punch patterns are influenced by letters makhrijal makhraj which means the accuracy of the speech. Key words: Aesthetics, Music Kompang, Malay Society, BengkalisABSTRAKKompang Melayu dipahami sebagai istilah penyebutan terhadap kelompok-kelompok Kompang di masyarakat Melayu. Keberadaan musik Kompang  dapat ditemui pada kegiatan upacara Tepuk Tepung Tawar, upacara Berinai Curi, upacara Rarak Pengantin, upacara Turun Mandi, mengiringi Pencak Silat, mengantar kepergiaan dan menyambut kedatangan jama’ah haji, dan menyambutan  tamu di pemerintahan. Kompang gendang bermuka dua menyerupai Rebana berdiameter 35-40 cm terbuat dari kayu Leban dengan membran dari kulit kambing betina dilengkapi sedak (peregang kulit) dimainkan dalam bentuk pola-pola pukulan rampak  (lokal: maen tangan) dan   pola- pola jalinan (lokal: naek-turun). Vokal berupa nyanyian dalam bahasa Arab yang bersumber dari teks-teks kitab Barzanji yang lazim disebut Adi.  Adi adalah teks lagu berupa frasa kalimat tanya-jawab yang ditulis  dengan huruf Hijaiyah.  Permainan pola pukulan dan vokabuler vokal dipengaruhi oleh makhrijal huruf Makhraj yang berarti ketepatan ucapan.  Kata Kunci: Estetika, Musik Kompang, Masyarakat Melayu, Bengkalis  ABSTRACTMalay Kompang understood as the mention of the term Kompang groups in the Malay community. The existence Kompang music can be found on the ceremonial activities Flour Fresh Tap, Steal Berinai ceremony, ceremony rarak Bride, Down Bathing ceremony, accompanied Pencak Silat, kepergiaan usher and greet pilgrims and guests menyambutan in government. Kompang drum resembling a tambourine duplicity 35-40 cm in diameter made of wood with a membrane of skin Leban goat comes Sedak (leather stretcher) is played in the form of patterns blow rampak (local: maen hand) and braided patterns (local: naek -turun). Vocal form of singing in Arabic that originates from the texts of Barzanji commonly called Adi. Adi is the text of a song in the form of question and answer phrases sentences are written with letters Hijaiyah. Games and vokabuler vocal punch patterns are influenced by letters makhrijal makhraj which means the accuracy of the speech. Key words: Aesthetics, Music Kompang, Malay Society, Bengkalis
MAKNA TARI SIKAMBANG PADA MASYARAKAT KAMBANG KECAMATAN LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Vani Sasri Wahyuni; Nursyirwan Nursyirwan; Rosta Minawati
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 4, No 1 (2017): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.956 KB) | DOI: 10.26887/bcdk.v4i1.563

Abstract

ABSTRACT This writing discusses the meaning of Sikambang dance in Lengayang sub-district, Pesisir Selatan district, and West Sumatera province. Sikambang dance is inspired by the story of king’s family in Kambang region. Sikambang dance functions as entertainment.            Sikambang dance consists of three interconnected acts that narrate about the story of king’s family. Those acts consist of Sikambang act, Maratok act, and Katera act. Sikambang dance also has meaning explained or conveyed through movement, dancer, music, costume plus make-up, floor pattern, property, and performance stage. Keywords: Sikambang dance, Maratok, Katera, Meaning 
STRUKTUR DRAMATIK SERIAL TV SENGSARA MEMBAWA NIKMAT KARYA AGUS WIDJOYONO Yogian Hutagama; Rosta Minawati; Nursyirwan Nursyirwan
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 1, No 1 (2013): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.876 KB) | DOI: 10.26887/bcdk.v1i1.33

Abstract

ABSTRAKTulisan ini bertujuan untuk menguraikan struktur dramatik yang terdapat dalam Serial TV Sengsara Membawa Nikmat, karya Agus Widjoyono. Menggunakan pendekatan struktural dengan metode analisis deskriptif tulisan ini akan membuktikan bahwa serial TV mengandung unsur naratif dalam bentuk rangkaian peristiwa yang saling berhubungan satu sama lain dan terkait oleh logika sebab akibat (kausalitas) yang terjadi dalam ruang dan waktu. Rangkaian peristiwa ini memiliki struktur dramatik dan saling memelihara kesinambungan cerita dari awal hingga akhir. Serial TV Sengsara Membawa Nikmat memiliki struktur dramatik yang menyangkut perkembangan dan kaitan antar konflik dari awal hingga akhir cerita.Pendekatan strukturalisme yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengetahui perkembangan cerita, tokoh/penokohan, klimaks dari permasalahan dan tahap akhir yang merupakan kesimpulan dari isi cerita yang menuturkan plot/alur dramatik.Kata Kunci: Serial TV, Struktur Dramatik, Sengsara Membawa Nikmat. 
Co-Authors Ade Moussadecq Adi Krisna Agung Eko Budi Waspada Agung Eko Budi Waspada Agung Eko BW Ahmad Bahrudin Ahmad Nafis Ajawaila, Gerzon Alfalah Alfalah Andiko, Benny Ary Leo Bermana Asral, Kairul Asril Aulia, Rani Ayu Soraya Benny Andiko Bermana, Ary Leo Choiru Pradhono Citra Emalia Dani Manesah Dela Puspita Riza Desmiati Desmiati Desmiati, Desmiati Edi Satria Ediwar Ediwar EMRI, EMRI Enrico Alamo Enrico Alamo Enrico Alamo Enrico Alamo Fadel Muhammad Fadhilatul Khaira Febri Yulika Febriano, Gilang Gerzon Ajawaila Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi, Hanefi Harisman Harisman Harisman Harisman, Harisman Heldi Heldi Heldi Heldi, Heldi Hery Sasongko Hidayat, Hengki Armez Hidayat, Hengki Armez Ilham, Muhamad Iskandar, Riki Iswandi Kairul Asral Khairi, Ilhamul Khairul Layali Kholilah, Anni Khosy Berlian Putry Koes Yuliadi Layali, Khairul Lidiantari, Aulini Loravianti, Susasrita Mahdi Bahar Mahdi Bahar Martion Martion Martion Martion Mega Kencana Saliman Meria Eliza Miswar Miswar Muhammad Ilham MULYADI Nabilla Khansa Nafis, Ahmad Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati, Nilawati Nilawati Novesar Jamarun Novina Yeni Fatrina Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Olvyanda Ariesta Prakarti, Vicia Dwi Pratama, Wendo Afriyoma Rajab, Junaidi Riki Iskandar Riska Amanda Roza Muliati Sahrul, Sahrul Satria, Edi Sherli Novalinda Sofia Yosse Solehat, Iis Sri Wahyuni SUCI FAJRINA Suherni Suherni Suherni Suherni, Suherni Sulaiman Sulaiman sulaiman sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sumanti, Titik Surya Darma Suryanti Suryanti Suryanto Suryanto Syafriadi, Syafriandi Syafriandi Syafriadi Syafriandi Syafriandi Vani Sasri Wahyuni Vicia Dwi Prakarti Wa'afini Wahyono Wahyono Wahyuni, Vani Sasri Widdiyanti Widdiyanti Yandri Yandri Yeni Ruseli Yeni Ruseli Yogian Hutagama Yogian Hutagama Yosi Ramadona Yosi Ramadona Yosse, Sofia Yusfil Yusfil Yusfil, Yusfil Zulhelman Zulhelman Zulhelman Zulhelman