Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFORMASI CERPEN KMGP KE FILM KMGP “KARYA HELVY TIANA ROSA” Giovani Giovani; Rosta Minawati; Novesar Jamarun
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 3, No 1 (2017): PROPORSI November 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.3.1.2017.01-10

Abstract

Dalam kemajuan pemikiran dan ideologi yang sangat pesat pada saat ini memberikan nuansa baru dalam dunia perfilman indonesia yang mana banyak sekali karya- karya film di Indonesia yang mencoba mengankat film dari cerpen ataupun novel yang best seller yang mana hal itu adalah proses adaptasi dari novel ke bentuk film yang disebut Enest adalah  ekranisasi. Di indonesia , ekranisasi bukan lah hal yang baru. Sudah banyak film yang di angkat dari cerpen maupun novel. Perbedaan yang sering muncul dalam proses ekranisasi selama ini lebih sering di sebabkan oleh perbedaan sistem sastra (dalam hal ini cerpen) dan sistem cerpen. Hal hal teknis seperti media cerpen (berupa kata dan bahasa) sedangkan media utama film adalah audio dan visual (suara dan gambar) memang menjadi hal yang wajar jika keduanya berbeda. Dalam kasus cerpen dan film KMGP. Perbedaan yang muncul bukan hanya sebatas hal teknis, tetapi di sengaja untuk fungsi tertentu,yang mana agar memberikan sebuah penerangan makna atau menambah sebuah keselarasan cerita yang akan di tampilkan.
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT PEDULI SAMPAH Juli Atika; Rosta Minawati; Agung Eko Budi Waspada
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 3, No 2 (2018): PROPORSI Mei 2018
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.3.2.2018.188-197

Abstract

Iklan layanan Masyarakat adalahiklan yang menyajikan pesan-pesan sosial yang bertujuan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah masalah yang harus mereka hadapi, yakni kondisi yang bisa mengancam keselarasan dan kehidupan umum.iklan layanan masyarakatbertema peduli sampah kini telah banyak dibuat dan ditayangkan di televisi atau pada jaringan internet. Iklan Layanan masyarakat ini juga mempunyai alur cerita yang berbeda-beda sesuai dengan tema dan sering yang dibuat dan digunakan, tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Oleh karena itu penulis tertarik untuk membuat Iklan layanan Masyarakat Bertema peduli sampah dengan unsur pembuatan media seperti baliho, poster dan baju, Jadi dimanapun kebersihan tetap terjaga agar lingkungan tetap bersih dan sehat, maka penulis membuat sebuah iklan layanan masyarakat tersebut.
KAJIAN STRUKTUR DRAMATIK PADA FILM MURSALA KARYA VIVA WESTI Sri Wahyuni; Rosta Minawati; Febri Yulika
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 4, No 2 (2019): PROPORSI Mei 2019
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.4.2.2019.126-135

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah mengungkap struktur dramatik pada film Mursala. Film Mursala memuat unsur naratif yang membentuk susunan peristiwa dan saling memiliki  hubungan satu dengan yang lainnya serta adanya keterikatan dalam logika sebab akibat (kausalitas) yang terjadi dalam ruang dan waktu. Untuk mengungkap struktur dramatik film Mursala, maka digunakan pendekatan struktural dengan metode analisis deskriptif.Film Mursala bercerita mengenai larangan pernikahan se-marga pada masyarakat Batak. Batak merupakan salah satu suku bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi adat dan nilai kekeluargaan (kekerabatan). Suku Batak juga memiliki aturan-aturan tertentu yang harus ditaati, termasuk tentang pemilihan pasangan hidup, siapa yang dapat dinikahi dan tidak dapat dinikahi. Pertentangan terhadap adat dalam isi cerita film Mursala menyebabkan adanya konflik dari awal hingga bagian klimaks dari cerita. Maka pendekatan strukturalisme (exposition, complication, climax, reversal dan denoument) digunakan untuk mengetahui kronologi cerita, tokoh/penokohan hingga klimaks yang dituangkan dalam permasalahan serta tahap akhir cerita yang merupakan kesimpulan untuk menjelaskan alur dramatik.
ANALISIS UNSUR INTRINSIK PADA FILM KARMA KARYA BULLAH LUBIS Muhammad Ali Mursid Alfathoni; Rosta Minawati; Edward Zebua
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 3, No 2 (2018): PROPORSI Mei 2018
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.3.2.2018.140-152

Abstract

Karma merupakan sebuah film bergenre drama percintaan musikal yang mengangkat tentang fenomena sosial masyarakat batak Angkola-Mandailing tentang keyakinan akan hukum karma yang sangat diyakini di dalam adat istiadat batak. Dan di dalam film ini menceritakan kisah percintaan Yuli dan Romi yang mengalami konflik ketika Raja menyatakan cinta kepada Yuli. Sebagai sebuah film yang bersifat audio visual tentu ada unsur-unsur yang terkandung di dalamnya yang bisa dianalisis. Di dalam film ini terdapat enam unsur intrinsik yang di analisa, yaitu: 1) tema; 2) alur; 3) tokoh dan penokohan; 4) latar; 5)bahasa; 6) pesan moral. Dan untuk mengetahui keterkaitan antar unsur-unsur intrinsik yang terdapat di dalam film ini menggunakan analisis struktural dan naratif. Dengan analisis struktural dan naratif sebuah karya dapat diketahui secermat mungkin keterkaitan antar unsur dalam pembentukan sebuah karya yang berupa plot, adegan, tokoh serta karakter. Karena sebuah film merupakan sebuah karya imajinasi yang memiliki rangkaian peristiwa, sehingga dengan adanya hal tersebut sebuah karya seni film akan nampak lebih hidup dan menarik untuk dinikmati.
KOMODIFIKASI: MANIPULASI BUDAYA DALAM (AJANG) PARIWISATA Rosta Minawati
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.087 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v15i1.179

Abstract

Manipulasi budaya dalam ajang pariwisata mengangkat realitas lapangan yang empirik berkaitan dengan komodifikasi. Fenomena manifulasi budaya menjadikan budaya sebagai objek yang memiliki nilai tukar atau nilai jual melalui industri budaya dan jasa sebagai komoditas. Secara umum, gejala komodifikasi terperangkap dalam dialektika sakral ke profan, memunculkan atraksi kemunduran aspek ritual, kontestasi dan pertentangan konsep dan ideologi sehingga memunculkan mitos baru (mitos modern). Praktik tersebut memunculkan kriminal baru yang tidak terlepas dari peran kapitalis.
PENCIPTAAN SKENARIO FILM FIKSI SIBILAH LANTAI DENGAN MENERAPKAN STRUKTUR TIGA BABAK DALAM MENINGKATKAN SUSPENSE Lira Rahma Juwita; Rosta Minawati; Yatno Karyadi
Offscreen Vol 1, No 1 (2021): offscreen film and television journal (July-December 2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.14 KB) | DOI: 10.26887/os.v1i1.2184

Abstract

ABSTRAK Skenario berfungsi untuk menuangkan ide cerita, sebagai acuan dalam produksi. Skenario film adalah susunan-susunan adegan yang mengandung unsur naratif disampaikan melalui media film. Struktur tiga babak adalah plot cerita yang disusun melalui tiga tahap yaitu babak I, babak 2 dan babak 3. Dalam skripsi ini pengkarya menciptakan sebuah skenario film fiksi dari tahap menemukan ide sampai menjadikan skenario yang utuh. Pengkarya menciptakan skenario Sibilah Lantai dengan menggunakan pola cerita struktur tiga babak dengan tujuan untuk meningkatkan suspense agar cerita yang disampaikan lebih menanrik dan pembaca dapat menikmati jalan ceritanya. Pengkarya menata suspense dalan setiap babak, sehingga pembaca bisa merasakan ketegangan pada babak 1, 2, dan 3. Skenario film fiksi yang berjudul Sibilah Lnatai ini berkisah tentang seorang pemuda pengangguran dan pemalas yang selalu di hina oleh orang-orang dilingkungannya. Hingga akhirnya pemuda ini mempelajari ilmu pelet sibilah lantai pada seorang dukun terkenal di kampunya, akan tetap setelah ia mempelajari pelet tersebut, pemuda ini justru menyalah gunakan sibilah  lantai untuk memperkosa gadis-gadis di kampungnya. Dengan ide ini pengkarya membangun jalan cerita dengan menciptakan suspense disetiap babak agar ceita yang ingin disampaikan pengkarya lebih menarik dan pembaca dibawa kedalam pikiran dan perasaan tokoh.Kata Kunci : Sibilah Lantai, Skenario, Struktur Tiga Babak, suspense. ABSTRACTScenarios serve to convey story ideas, as a reference in production. Film scenarios are scene arrangements containing narrative elements delivered through film media. The three-act structure is the plot of the story which is arranged in three stages, namely Act I, Act 2 and Act 3. In this thesis the author creates a fictional film scenario from the stage of finding ideas to making a complete scenario. The author creates the Sibilah Floor scenario using a three-act structure story pattern with the aim of increasing suspense so that the story told is more interesting and the reader can enjoy the storyline. The author arranges suspense in each act, so that the reader can feel the tension in acts 1, 2, and 3. This fictional film scenario entitled Sibilah Lnatai tells the story of an unemployed and lazy young man who is always despised by the people in his environment. Until finally this young man learned the science of floor sibilah pellets from a famous shaman in his village, but after he learned the pellets, this young man actually misused the floor sibilah to rape the girls in his village. With this idea, the writer builds the storyline by creating suspense in each chapter so that the story that the author wants to convey is more interesting and the reader is brought into the thoughts and feelings of the characters.Keywords: Floor Plan, Scenario, Three Act Structure, suspense.
Saluang Dendang Sirompak dalam Tradisi Ritual Magis di Payakumbuh: Satuan Kajian Karakteristik Musikal Ediwar Ediwar; Hanefi Hanefi; Rosta Minawati; Febri Yulika
PANGGUNG Vol 30, No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1496.028 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v30i4.1369

Abstract

Saluang dan Dendang Sirompak merupakan bagian tidak terpisahkan dari pertunjukan Sirompak.Pertunjukan difungsikan untuk mempengaruhi orang lain melalui kekuatan magi. Tradisi ba-Sirompak diidentifikasi sebuah komposisi musik bersifat free rhythm. Mantera disajikan melaluikalimat yang disusun untuk mendatangkan kekuatan gaib. Ba-sirompak difungsikan untuk‘mengguna-gunai’ wanita secara ilmu kebatinan (magis). Penelitian ini dilakukan denganmenggunakan metode kualitatif, yaitu data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dandokumentasi. Dalam pengumpulan data digunakan tiga tahap penelitian. yaitu: Pertama,studi kapustakaan untuk mengumpulkan bahan tertulis yang diperlukan sesuai masalah yangditeliti. Kedua, penelitian lapangan untuk mungumpulkan data dengan teknik observasidan wawancara langsung secara mandalam, dengan difokuskan pada rekonstruksi ritual Basirompak.;Ketiga, pengolahan data, dilakukan berupa transkripsi music dalam bentuk notasi,deskripsi, dan analisis data yang siap dijadikan laporan. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui karakteristik musical Saluang Dendang Sirompak dengan mengkaji unsur-unsurmusikal pada pusaran motif, frase, dan periode melodis.Kata Kunci: Ba-sirompak, Karakter musikal, Ritual Magi.
Workshop Foto Produk untuk Pengembangan UKM di Kota Padangpanjang Roza Muliati; Dira Herawati; Rosta Minawati; Cindi Adelia Putri Emas
Jurnal Pengabdian Seni Vol 3, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v3i1.7067

Abstract

Padangpanjang merupakan kota kecil tempat berkembangnya berbagai Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang menjadi salah satu sektor industri unggulan. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM di kota Padangpanjang adalah kurangnya strategi dalam membranding produk ke dalam kemasan visual yang menarik sehingga produk UKM menjadi kurang menarik dan belum dapat menarik dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform online seperti pemanfaatan media sosial. Tulisan ini menjelaskan workshop foto produk  untuk UKM di kota Padangpanjang sebagai solusi dalam mengembangkan pemasaran produk melalui media sosial. Kesadaran akan foto produk yang bagus merupakan upaya untuk mengembangkan daya tarik produk-produk UKM agar bernilai komersil. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Koperindag Kota Padangpanjang dan komunitas seni Ruang Tumbuh Padangpanjang. Workshop dilakukan dengan melibatkan delapan UKM dengan luaran berupa keterampilan pelaku UKM dalam membuat foto produk sendiri, mengedit foto produk menggunakan aplikasi, serta mempublikasikannya di media sosial.
MISE EN SCENE DALAM FILM SURAT KECIL UNTUK TUHAN Fadhilatul Khaira; Novesar Jamarun; Rosta Minawati
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 2 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i2.37425

Abstract

The film Letters to God is a film that tells the story of a teenage girl who was diagnosed with the first Rhabdomyosarcoma cancer in Indonesia. This study aims to identify and analyze the mise en scene of the film Surat Kecil untuk God with the semiotic theory of Rolland Barthes. Rolland Barthes proposed a denotative and connotative meaning system. The method in this study uses descriptive qualitative research. The results of this study are related to settings that include property and location. Through the property of red roses, it is interpreted as Keke's sincerity in loving the people around him. Keke's make-up means that Keke is the one who suffers the most. The lighting in this film is dominantly using tungsten color to give a warm mood. Keke's acting is interpreted as a representation of the original Keke.Keywords: semiotics, mise en scene. AbstrakFilm Surat Kecil Untuk Tuhan adalah film yang mengangkat cerita seorang gadis remaja yang mengidap penyakit kanker Rhabdomyosarcoma pertama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mise en scene film Surat Kecil Untuk Tuhan dengan teori semiotika Rolland Barthes. Rolland Barthes mengemukakan sistem pemaknaan denotasi dan konotasi.  Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini terkait setting yang mencakup properti dan lokasi. Melalui properti mawar merah dimaknai sebagai keikhlasan Keke dalam menyayangi orang-orang disekitarnya. Tata rias yang digunakan Keke dimaknai bahwa Keke adalah orang yang paling menderita. Lighting dalam film ini dominan menggunakan warna tungsten untuk memberikan mood kehangatan, acting tokoh Keke dimaknai sebagai representasi Keke asli. Kata Kunci:semiotika, mise en scene. Authors: Fadhilatul Khaira : Institut Seni Indonesia PadangpanjangNovesar Jamarun : Institut Seni Indonesia PadangpanjangRosta Minawati : Institut Seni Indonesia Padangpanjang References: Ali, M. M., & Ali, M. A. (2018). Karakterisasi Tokoh Dalam Film Salah Bodi. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 7(1), 15-30. https://doi.org/10.24114/gr.v7i1.10848Armantono, A., & Paramita, P. (2017). Penulisan Skenario Panjang. Jakarta: FFTV-IKJ.Bordwell, B., & Thomson, T. (2001). Film Art an Introduction. New York: McGraw.Barthes, R. (2017). Elemen-Elemen Semiologi. Yogyakarta: Basabasi.Darmawan, H., Pramayoza, D., & Yusril, Y. (2020). Makna Budaya Minangkabau Dalam Film Salisiah Adaik. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 9(1),  138-144. https://doi.org/10.24114/gr.v9i1.18359Fiske, John. (2012). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.Hidayah, N., & Yasnidawati, Y. (2019). Penyesuaian Pola Dasar Busana Sistem Indonesia Untuk Wanita Indonesia Dengan Bentuk Badan Gemuk. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 8(1), 222-230. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.13595Hidayat, H. N., Sudardi, B., Widodo, S. T., & Habsari, S. K. (2021). Menggali Minangkabau dalam film dengan mise-en-scene. Jurnal ProTVF, 5(1), 117-143. https://doi.org/10.24198/ptvf.v5i1.29433Leliana, I., Ronda, M., & Lusianawati, H. (2021). Representasi Pesan Moral Dalam Film Tilik (Analisis Semiotik Roland Barthes). Cakrawala - Jurnal Humaniora, 21(2), 142–156. https://doi.org/10.31294/jc.v21i2.11302Martono, B., & Inggriani, S. (2020). Retroperitoneal Pleomorphic Rhabdomyosarcoma in Adult: A Rare Case Report. JBN (Jurnal Bedah Nasional), 4(2), 62-68. https://doi.org/10.24843/jbn.2020.v04.i02.p04Mudjiono, Y. (2011). Kajian Semiotika Dalam Film. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 126-138. https://doi.org/10.15642/jik.2011.1.1.125-138Riwu, A., & Pujiati, T. (2018). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film 3 Dara. Deiksis, 10(03), 212-223. https://doi.org/10.30998/deiksis.v10i03.2809Sathotho, S. F., Wibowo, P. N. H., & Savini, N. A. (2020). Mise En Scène Film Nyai Karya Garin Nugroho. TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater Dan Sinema, 17(2), 89-97. https://doi.org/10.24821/tnl.v17i2.4444Sobur, A. (2009). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Sobur, A. (2006). Semiotika Komunikasi, Analisis Text Media Suatu Pengantar Analisa Wacana, dan Analisa Framing. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kualitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Paningkiran, Halim. (2013). Make Up Televisi dan Film. Jakarta: Kencana.Pratista, H. (2008). Memahami Film. Yogyakarta: Homerian Pustaka. 
Repertoar Musik Gendang Keyboard di Masyarakat Karo, Sumatera Utara Rosta Minawati; Suryanti Suryanti
PANGGUNG Vol 32, No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.899 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i3.2204

Abstract

Repertoar musik gendang keyboard sebagai wacana budaya populer memiliki nilai-nilai dan makna sebagai sistem pengetahuan dalam membangun karakteristik individu, kelompok maupun masyarakatnya. Di masyarakat Karo, Sumatera Utara masuknya keyboard menjadi musik tradisional memberi dampak pada perubahan seni tradisional, baik secara adat istiadat, ritual dan hiburan. Tujuan ingin mengangkat fenomena gendang keyboard sebagai praktik kebudayaan di masyarakat Karo, Sumatera Utara. Metode pengumpulan data dilakukan secara kualitatif melalui obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Sistem perubahan dan perkembangan musik tradisi Karo diprakarsai oleh Djasa Tarigan menjadi budaya populer dan estetika postmodern. Kepopuleran musik gendang keyboard oleh karena dapat menirukan (imitasi) musik tradisional Karo dalam mengiringi setiap acara adat istiadat, ritual maupun hiburan. Gendang keyboard mengiringi tari (landek) pada bagian patam-patam. Patam-patam memiliki gerakan maju, mundur, goyang dengan cepat layaknya seperti musik “rock and roll”. Musik gendang keyboard sebagai budaya populer masuk dalam wacana estetika pastiche, parodi, kitsch, camp, dan skizofrenia.Kata kunci: Musik Gendang Keyboard, Masyarakat Karo, Budaya Populer, Sumatera Utara
Co-Authors Ade Moussadecq Adi Krisna Agung Eko Budi Waspada Agung Eko Budi Waspada Agung Eko Budi Waspada Agung Eko BW Ahmad Bahrudin Ahmad Nafis Ajawaila, Gerzon Alfalah Alfalah Andiko, Benny Ary Leo Bermana Asral, Kairul Asril Aulia, Rani Ayu Soraya Benny Andiko Bermana, Ary Leo Choiru Pradhono Cindi Adelia Putri Emas Citra Emalia Dani Manesah Dela Puspita Riza Desmiati Desmiati Desmiati, Desmiati Dira Herawati Edi Satria Ediwar Ediwar Edward Zebua EMRI, EMRI Enrico Alamo Enrico Alamo Enrico Alamo Enrico Alamo Enrico Alamo Fadel Muhammad Fadhilatul Khaira Febri Yulika Febriano, Gilang FRANSISKUS XAVERIUS YATNO KARYADI Gerzon Ajawaila Giovani Giovani Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi, Hanefi Harisman Harisman Harisman Harisman Heldi Heldi Heldi Heldi, Heldi Hery Sasongko Hidayat, Hengki Armez Hidayat, Hengki Armez Ilham, Muhamad Iswandi Iswandi Juli Atika Kairul Asral Khairi, Ilhamul Khairul Layali Kholilah, Anni Khosy Berlian Putry Koes Yuliadi Krispra Tomi Soeharto Layali, Khairul Lidiantari, Aulini Lira Rahma Juwita Loravianti, Susasrita Mahdi Bahar Mahdi Bahar Martion Martion Martion Martion Mega Kencana Saliman Meria Eliza Miswar Miswar Muhammad Ali Mursid Alfathoni Muhammad Ilham MULYADI Nabilla Khansa Nafis, Ahmad Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati, Nilawati Nilawati Novesar Jamarun Novina Yeni Fatrina Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Olvyanda Ariesta Prakarti, Vicia Dwi Pratama, Wendo Afriyoma Rajab, Junaidi Riki Iskandar Roza Muliati Sahrul Sahrul Sahrul, Sahrul Satria, Edi Sherli Novalinda Sofia Yosse Solehat, Iis Sri Wahyuni SUCI FAJRINA Suci Fajrina Suherni Suherni Suherni Suherni, Suherni Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulaiman sulaiman sulaiman Sulaiman Sulaiman Sumanti, Titik Surya Darma Suryanti Suryanti Suryanto Suryanto Syafriadi, Syafriandi Syafriandi Syafriadi Syafriandi Syafriandi Utami, Yhovy Hendricasri Vani Sasri Wahyuni Vicia Dwi Prakarti Wa'afini Wahyono Wahyono Wahyuni, Vani Sasri Widdiyanti Widdiyanti Yandri Yandri Yeni Ruseli Yeni Ruseli Yogian Hutagama Yogian Hutagama Yosi Ramadona Yosi Ramadona Yosse, Sofia Yusfil Yusfil Yusfil, Yusfil Zulhelman Zulhelman Zulhelman Zulhelman