Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AT-TA`DIB

Ethnomathematics of Damar Kurung: A Local Cultural Contextualization Alternative in Mathematics Learning at Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Kesamben Wetan Gresik Anggita Pasha; Nadi Suprapto; Ari Metalin Ika Puspita
ATTA`DIB Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Mathematics learning in elementary schools is often perceived as abstract and disconnected from students’ real-life experiences. This study introduces the local art of Damar Kurung from Gresik as an ethnomathematical medium to strengthen students’ understanding of plane geometry. This research employed a qualitative case study design conducted at Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Kesamben Wetan Gresik. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that integrating Damar Kurung into mathematics learning enhances student engagement, spatial reasoning, and appreciation of local culture. Teachers became more creative in linking geometric concepts with cultural artifacts, resulting in a more meaningful and enjoyable learning process. Damar Kurung ethnomathematics serves as an effective alternative to connect mathematics with students’ cultural identity and daily life. This model not only improves cognitive understanding but also fosters cultural values, creativity, and pride in local heritage. Keywords: ethnomathematics, Damar Kurung, plane geometry, local culture, contextual learning Abstrak Pembelajaran matematika di sekolah dasar sering dianggap abstrak dan jauh dari kehidupan nyata siswa. Penelitian ini berupaya menghadirkan konteks budaya lokal Gresik melalui seni Damar Kurung sebagai media etnomatematika untuk memperkuat pemahaman konsep bangun datar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Kesamben Wetan Gresik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Damar Kurung dalam pembelajaran matematika meningkatkan keterlibatan siswa, kemampuan berpikir spasial, dan apresiasi terhadap budaya lokal. Guru juga lebih kreatif dalam mengaitkan konsep geometri dengan artefak budaya, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan menyenangkan. Etnomatematika Damar Kurung menjadi alternatif efektif untuk menghubungkan matematika dengan kehidupan dan identitas budaya siswa. Model ini tidak hanya memperkuat pemahaman kognitif, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai budaya, kreativitas, dan rasa memiliki terhadap warisan lokal. Kata Kunci: etnomatematika, Damar Kurung, bangun datar, budaya lokal, pembelajaran kontekstua.
Integrating Nyadran Tirta Wening Cultural Values into IPAS Learning to Develop Elementary Students’ Ecological Intelligence Ella Rahma Nura Aziza; Ari Metalin Ika Puspita; Nadi Suprapto
ATTA`DIB Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze the integration of Nyadran Tirta Wening cultural values into IPAS (Integrated Natural and Social Science) learning to develop elementary students’ ecological intelligence. A qualitative approach with a case study design was employed at SD Negeri 2 Jati from October 2025. The participants included a classroom teacher, third-grade students, the principal, and community members involved in the Nyadran Tirta Wening tradition. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The results indicate that cultural values such as gratitude for water sources, cooperation, and environmental care were successfully integrated into IPAS learning through school-based project activities. This process fostered students’ ecological awareness, understanding, and responsible actions toward nature. The combination of local wisdom and scientific learning created meaningful, contextualized learning experiences that enhanced students’ moral and environmental sensitivity. The study concludes that integrating local cultural values into IPAS learning is an effective pedagogical strategy to promote ecological intelligence while preserving Indonesia’s cultural heritage. Keywords: Nyadran Tirta Wening, IPAS, local wisdom, ecological intelligence, school-based project Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai budaya Nyadran Tirta Wening dalam pembelajaran IPAS guna mengembangkan kecerdasan ekologis siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SD Negeri 2 Jati pada bulan Oktober 2025. Subjek penelitian meliputi guru kelas, siswa kelas III, kepala sekolah, dan tokoh masyarakat yang terlibat dalam tradisi Nyadran Tirta Wening. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya Nyadran Tirta Wening seperti rasa syukur terhadap sumber air, gotong royong, dan kepedulian lingkungan berhasil diintegrasikan dalam pembelajaran IPAS melalui kegiatan proyek berbasis sekolah. Proses ini mampu menumbuhkan kesadaran, pemahaman, dan tindakan ekologis pada siswa. Pembelajaran yang menggabungkan kearifan lokal dengan sains menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan dengan kehidupan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian nilai budaya lokal ke dalam pembelajaran IPAS merupakan strategi efektif untuk mengembangkan kecerdasan ekologis sekaligus melestarikan kearifan budaya bangsa. Kata kunci: Nyadran Tirta Wening, IPAS, kearifan lokal, kecerdasan ekologis, proyek sekolah.
Co-Authors Achmad Khoirun Ni’am Aljunaidi Afif Rifa’i Alfatan Afifah Intan Febriyanti Aldiva Luckytasari Alif Rohmatus Syukriya Alifia Yoranika Ramadhani Alika Atha Amani Alleanda Ria Paramitha Amanda Dwi Kurnia Ananda, Mia Lusy ANDI KRISTANTO Anggita Pasha Anis Nurrahmah Anisa Dwi Rahmadhani Annisa Tri Puji Rahayu Annisatun Nur Farida Aprilia Early Al Ghony Arif Nur Hidayat, Arif Nur Arina Candra Febriyanti Artika Iesa karunia illahi Bintang Purnama Putra Budi Purwoko Dessy Mega Harumawati Devi Ristyana Puji Lestari Dewi, Khristi Rosika Dhilla Adhika Prawesti Dian Intan Khairiah Ditya Elsabela P Ella Rahma Nura Aziza Evan Rasyid Nandana Evi Trinur Aisyah Evie Dwi Ervanti Feila Salasya Ramadila Fiena Saadatul Ummah Fini Nur Aini Fitri Romadhona Frischa Amalia Imanda Ganes Gunansyah Gladistha Putri Dwi Gumilar Gunawan Santoso Haria Nansa Rahmadhany HENDRATNO Hendrik Pandu Paksi Heru Subrata Hildan Deswari Ikhsaniyah, Salsabella Nur Ita Kurniawati Jessy Nora Sandy Kenyo Wangsa Euanggelion Lidia Catraliya Hikmawati Livia Agustin M. Ahlul ‘Ilmi Yuliantono Maharani Zuroida Mahdiyah Nur Fauziyyah Mariska Dwi Amanda Marky Cavalera Prasetya Mei Dwi Purwanti Mei Riska Indriana Merida Rahma Paramita Michaelia Alriviany Putri MIFTAHUL JANNAH Mochammad Alfian Prima Utama Mochammad Ja’far Sodiq Moh. Fairus Heriawan Muafi Abdus Syakur Muhammad Falah Avicena Alamsyah Muhammad Guntur Himawan Muhammed Nabil Ghulam Marzouk Nour El Ein MULYANI Mutiara Nora Ayu Nadi Suprapto Nadia Dewi Firdaus Najwa Dafa A Najwa Meisya Albahri Narulita Diva Saraswati Nasywa Dellia Puteri Nazah Dwi Putricia Nazwa Mirza Sabrina Niken Salsavita Nur Farida Nur Fariha Ulfiati Putri Sa'adah Rahul Ubaidillah Refida Muflichuna Suliyono Refina Faisyatul Adzkiya Rena Nur Aliya Yunilafaiza Revalina Aulia Sabrina Rida Wulandari Rindy Septia Ningsih Rizky Ainur Ridho Roihana Lathifatunnabila Rosa Nilla Nurjannah Rufika, Vivin Salsa Cintiya Putri Utami Satria Al Fauzi Ramadhan Serlianti Putri Asyaroh Sheilatul Aulia Shelly Avrista Sheyla Nanda Azizah Silvia Devi Meitasari Siti Nabila Indah Sofinatuz Zuhro Sri Ayu Endang Setyoningrum Tasnim Mahhmudatur Riza Tasya Crisanti Manalu Ulfiatul Muizzah Vicky Dwi Wicaksono Vivi Pratiwi Yobel Kriszaida Ebensher Ziadatul Nur Lailiyah