Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Studi Literatur Perbandingan Metode Ekstraksi Terhadap Potensi Farmakologi Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis) Nurmala, Andi Arifah; Amin, Asni; Syarif, Rezki Amriati; Faradiba, Faradiba
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1493

Abstract

Ekstraksi adalah proses pemisahan senyawa aktif dari jaringan tanaman menggunakan pelarut tertentu, dengan tujuan memperoleh zat yang memiliki efek farmakologis atau biologis. Metode ekstraksi dapat mempengaruhi aktivitas farmakologi suatu tanaman seperti daun sirsak (DS) dan daun pecut kuda (DPK). DS dan DPK menunjukkan aktivitas farmakologi seperti antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi terhadap aktivitas farmakologi ekstrak DS dan DPK. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur ilmiah dnegan pustaka yang berasal dari jurnal nasional maupun internasional yang diterbitkan selama sepuluh tahun terakhir yang diperoleh melalui Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, NCBI. Kata kunci yang digunakan antara lain  "metode ekstraksi", "pelarut ekstraksi", ”daun sirsak”, ”daun pecut kuda” dan "aktivitas farmakologi". Hasil studi literatur yang telah dilakukan diperoleh data bahwa untuk memperoleh aktivitas farmakologi terbaik dari DS dan DPK, metode maserasi dengan pelarut polar seperti etanol 70–96% atau metanol adalah yang paling direkomendasikan. Kombinasi metode dan pelarut ini terbukti menghasilkan ekstrak dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat, efek antibakteri yang signifikan, dan aktivitas antiinflamasi. Oleh karena itu dapat disimpulkan metode ekstraksi dan pelarut mempengaruhi  aktivitas farmakologi dari DS dan DPK.
OPTIMASI WAKTU EKSTRAKSI DAUN PECUT KUDA (Stachytarpheta jamaicensis) DENGAN METODE DIGESTI DAN NILAI RENDEMEN EKSTRAKNYA Amin, asni; Risda Waris; Devita
Journal Pharma Saintika Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pharma Saintika
Publisher : Program Studi DIII Farmasi Akademi Farmasi Dwi Farma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51225/jps.v8i2.76

Abstract

Abstract: Extraction of natural medicines can not only extract chemical components from the sample, but also be a guideline in determining yield value (extract). One of the extraction methods is digestion. The purpose of this research is to optimize the digestion extraction time and determine the high yield value of blue porterweed (Stachytarpheta jamaecensis) leaf extract obtained. Horse whip leaf extract (EPK) was obtained by digestion at 2 (D1), 4 (D2) and 6 (D3) hours at 40oC using 70% ethanol solvent, the ethanol extract was evaporated with a rotary vaccum-evaporator 10 degrees below its boiling point to become a thick extract. Each extract was weighed and the yield value was calculated. The results of digestion extraction obtained the yield value of EPK in D1 = 12,4%; EPK in D2 =  15,36%, and EPK in D3 = 12.3%. Extraction optimization using the digestion method can be used as a reference for the development of herbal medicines for  traditional medicine manufacturers.
IDENTIFIKASI LENGKUAS (Alpinia galanga) SECARA KLT DALAM JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI KOTA PINRANG, SULAWESI SELATAN Nirmayani Abd. Kadir; Amin, asni; Mamat Pratama; A. Amaliah Dahlia
Journal Pharma Saintika Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pharma Saintika
Publisher : Program Studi DIII Farmasi Akademi Farmasi Dwi Farma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51225/jps.v8i2.77

Abstract

Abstract: Jamu pegal linu (tradisional Indonesia medicine)  is one of the herbs used to treat aches and pains by the Indonesian people. The galangal  is often found in the composition of jamu pegal linu (JPL). The purpose of this study was to identify by TLC the presence of galangal  (Alpinia  galanga/AG) in JPL  from the  Pinrang city, Province of South Sulawesi. Methods:   Jamu pegal linu that included  AG  in the label was collected from jamu shops in Pinrang city. Each jamu sample was extracted with 96% ethanol for 24 hours, as well as  AG. The extracts were then evaporated until thick. Each viscous extract was analyzed  on a plat TLC (thin layer chromatography) plate with a stationary phase of silica gel GF254, and a mobile phase of n-hexan-ethyl acetate (8:2), then detected using UV lamp 254 nm and 366 nm wavelenght, and calculated the Rf (Rate of flow) value. The results showed that herbs A, B, C, D, and E were identified as containing at Rf 0,38; 0,87 dan 0,95 after detection in UV 366 nm, and AG at Rf ..... in UV 254 nm detection. The identification of these herbs can be used as a reference for producers and consumers to confirm the correctness of the composition of AG  rhizome  in jamu pegal linu.
Phytochemical Screening and α-glucosidase Inhibitory of Secang Wood (Caesalpinia sappan L.) Ahmad, Aktsar Roskiana; Islamia, Tiara Katulista; Amin, Asni
Jurnal Fitofarmaka Indonesia Vol 10, No 3 (2023): JURNAL FITOFARMAKA INDONESIA (ENGLISH EDITION)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jffi.v10i3.1101

Abstract

Secang wood (Caesalpinia sappan L.) is a part of the Secang plant which is widely used to treat various diseases, including diabetes. Based on previous research, secang wood contains flavonoids which have the potential to inhibit the α-glucosidase enzyme. The research aims to determine the potential of ethanol extracted by meseration using 96% ethanol. Inhibition of activity was tested using microplate reader which was measured at a wavelength of 405 nm with acarbose as a comparison. The results of the research show that the ethanol extract of secang wood has inhibitory activity, including it in the active category based on the % inhibition value obtained at 83.63%. Meanwhile, acarbose has inhibitory activity, including it in the very active category with a %inhibition value of 79%.
TLC Bioautography Analysis of Sappan (Caesalpinia sappan L.) Wood Extract Against Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis Bacteria Aisya, A. Henni; Naid, Tadjuddin; Amin, Asni; Kalsum T, Ummu; Ramlan, Pratiwi
Jurnal Fitofarmaka Indonesia Vol 10, No 3 (2023): JURNAL FITOFARMAKA INDONESIA (ENGLISH EDITION)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jffi.v10i3.1102

Abstract

Sappan wood (Caesalpinia sappan L.) is one of the plants that is widely used in traditional medicine in Indonesia. Sappan wood is known to have several benefits, including its ability to treat several infectious diseases caused by bacteria. The aim of this research is to determine the class of active compounds that have antibacterial activity against Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis using TLC Bioautography analysis. The TLC results showed that the ethanol extract of Sappan wood contains alkaloid, flavonoid and phenol compounds. Bioautography TLC results show that the ethanol extract of Sappan wood has the potential for good antibacterial activity against the bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis with Rf values of 1: 0.92, Rf 2: 0.78, Rf 3: 0.65, Rf 4: 0.50, Rf 5: 0.38, Rf 6: 0.23 and Rf 7: 0.09 for Propinibacterium acnes. And the values of Rf 1: 0.65, Rf 2: 0.50, Rf 3: 0.38, Rf 4: 0.23 and Rf 5: 0.09 for Staphylococcus epidermidis.
NILAI RENDEMEN DAN ANALISIS FITOKIMIA EKSTRAK DAUN PECUT KUDA (Stachytarpheta jamaicensis) BERDASARKAN LAMA EKSTRAKSI DENGAN METODE ULTRASONIC ASISSTED EXTRACTION: YIELD AND PHYTOCHEMICAL ANALYSIS OF "BLUE PORTERWEED” (STACHYTARPHETA JAMAICENSIS) LEAF EXTRACT BASED ON EXTRACTION LENGTH USING ULTRASONIC ASSISTED EXTRACTION Amin, Asni; Waris, Risda; Sari, Rafika
GEMA KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v16i2.469

Abstract

Pecut kuda adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di Indonesia dan masih belum banyak dibudidayakan, meskipun aktivitas antioksidannya sangat tinggi, serta berpeluang sebagai antiinflamasi dan antikanker, namun variasi kondisi lingkungan tumbuh pada  tumbuhan liar, memungkinkan terjadinya perbedaan kandungan kimia. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai rendemen dan komposisi golongan kimia ekstrak daun pecut kuda (EPK) berdasarkan lama ekstraksi hasil ultrasonic assisted extraction (UAE). Daun pecut kuda diekstraksi menggunakan etanol 70% dengan metode UAE pada dua waktu ekstraksi berbeda, yaitu  ekstraksi dengan lama UAE selama 2 jam (EPK-A), dan ekstraksi dengan lama UAE tiap 15 menit selama 2 jam (EPK-B), hasil ekstrak kental yang diperoleh dianalisis fitokimia secara kolorimetri dengan reagen spesifik. Perbedaan nilai rendemen ekstrak dianalisis secara kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan nilai  rendemen EPK-A =34,18 % dan EPK-B = 31,56 % sedangkan analisis fitokimia  EPK-A dan EPK-B diperoleh golongan senyawa yang sama, yaitu : alkaloid, fenol, tannin, flavonoid, dan saponin. Perbedaan lama waktu ekstraksi dengan metode UAE dari daun pecut kuda mempengaruhi nilai rendemen EPK, namun tidak berpengaruh pada kandungan kimianya. Kata kunci: Analisa Fitokimia, Ekstraksi Ultrasonik, Lama Ekstraksi, Rendemen, Stachytarpeta jamaicensis     Horsewhip is a wild plant that grows widely in Indonesia and is still not widely cultivated, even though its antioxidant activity is very high, and has the potential to act as an anti-inflammatory and anti-cancer agent. Still, variations in the environmental conditions in which wild plants grow allow for differences in chemical content. This research aims to determine the yield value and chemical composition of horsewhip leaf extract (EPK) based on ultrasonic-assisted extraction (UAE) time. Horsewhip leaves were extracted using 70% ethanol using the UAE method at two different extraction times, namely extraction with a UAE duration of 2 hours (EPK-A) and extraction with a UAE duration of every 15 minutes for 2 hours (EPK-B), the extract results The viscosity obtained was analyzed phytochemically colorimetrically with specific reagents. Differences in extract yield values ​​were analyzed qualitatively. The results showed that the yield value of EPK-A = 34.18% and EPK-B = 31.56%. At the same time, phytochemical analysis of EPK-A and EPK-B obtained the same group of compounds, namely alkaloids, phenols, tannins, flavonoids, and saponins. The difference in extraction time using the UAE method from horsewhip leaves affects the EPK yield value but does not affect the chemical content. Keywords: Extraction Time, Phytochemical Analysis, Ultrasonic Extraction, Stachytarpeta jamaicensis, Yield
Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Damai Kab. Maros Pada Pembuatan VegeGum (Gummy Sayuran) Inovasi Pengolahan Sayuran sebagai Makanan Pendamping Anti-Stunting Abd. Malik; Sudarman; Waris, Risda; Razak, Rais; Handayani, Virsa; Amin, Asni; Dahlia, Andi Amaliah; Ahmad, Akstar Roskiana
Celebes Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): June - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Desa Damai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi dengan rendahnya konsumsi sayuran pada anak sebagai salah satu faktor penyebab. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan kelompok PKK Desa Damai melalui inovasi pengolahan sayuran menjadi VegeGum (gummy sayuran) sebagai alternatif pangan fungsional pencegah stunting. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan ibu PKK dalam memproduksi VegeGum secara higienis, peningkatan kesadaran gizi masyarakat, serta terbentuknya potensi usaha kecil berbasis pangan sehat. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya poin 2 (Zero Hunger) dan poin 3 (Good Health and Well-being).
PROFIL PENGGUNAAN TUMBUHAN SEBAGAI OBAT TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT KECAMATAN BARAS SULAWESI BARAT AMIN, ASNI
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol. 7 No. 2 (2024): Al-Iqra Medical Journal: Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v7i2.15415

Abstract

Keragaman hayati yang tumbuh di Sulawesi Barat, telah banyak  dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan obat tradisional untuk mengobati  berbagai jenis penyakit. Demikian pula  masyarakat di kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengumpulkan informasi tentang  tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Kecamatan Baras. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional yang dilakukan pada 100 responden yang mengisi inform consent dan teknik purposive sampling dan snowballing sampling  di 6 desa kecamatan Baras dengan cara survey. Hasil inventarisasi diperoleh 48 jenis tumbuhan obat termasuk dalam  30 famili, dan ada 5 spesies famili Zingiberaceae yang sering digunakan, antara lain : kunyit, kunyit hitam, bangle, jahe, dan lempuyang. Terdapat 20 jenis penyakit yang sering diderita masyarakat yang diobati dengan tumbuhan obat, antara lain: penyakit demam, diare, sembelit,  diabetes, hipertensi, asam urat, batuk, dan lainnya,  dengan sumber pengetahuan tentang  tumbuhan obat berasal dari informasi kerabat/tetangga sebesar 66%, dan hanya 1% dari tenaga kesehatan. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu daun sebesar 66%, penggunaan dalam bentuk tunggal 87,5%, cara penyajian berbentuk rebusan, seduhan dan bubur pasta.
IDENTIIFIKASI ORGANOLEPTIK, DAN KELARUTAN EKSTRAK ETANOL DAUN PECUT KUDA (Stachitarpeta jamaiensis Linn.) PADA PELARUT DENGAN KEPOLARAN BERBEDA Amin, Asni
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) Januari 2024
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mnpj.v1i4.97

Abstract

Daun pecut kuda (Stachitarpeta jamaiensis Linn.) adalah tanaman semak yang unik dengan bentuk bunga seperti pecut, dmanfaatkan sebagai tanaman obat untuk mengobati kanker, nyeri sendi, sakit kepala, diare, dan lain-lain. Agar dapat digunakan dalam berbagai bentuk sediaan farmasi obat tradisional, maka harus dibuat menjadi ekstrak. Tujuan penelitian ini untuk.mengetahui ciri organoleptik dan kelarutan ekstrak etanol daun pecut kuda pada beberapa pelarut yang berbeda kepolarannya. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental skala laboratorium, dengan memaserasi daun pecut kuda (DPK) dalam pelarut etanol selama 3 hari persiklus. Penggantian pelarut dilakukan hingga ekstrak cair berwarna bening. Ekstrak dipekatkan dengan rotavapor. Selanjutkan dilakukan uji makrokopik meliputi uji warna, bau, rasa, dan konsistesi ekstrak. Sedangkan uji kelarutan dilakukan pada beberapa pelarut yang berbeda tingkat kepolaran. Hasil penelitian menunujukkan dari uji organoleptik diperoleh warna hijau tua kecoklatan., bau lemah, rasa agak pahit dan getir, konsistensi ekstrak bentuk pasta, kelarutan ekstrak sangat mudah larut dalam etanol-air 70%, mudah larut dalam etanol P, metanol P, metanol pa, air, air laut, larut dalam etil asetat, sukar larut dalam pelarut n-heksan. Kesimpulan: ekstrak etanol DPK memiliki ciri organoleptik yang khas, dan umumnya mudah larut dalam pelarut organik semi polar dan polar, namun sukar larut dalam pelarut non polar.
REVIEW ARTIKEL: AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Faradiba, Faradiba; Hasfikasari, Prity; Amin, Asni
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) April 2024
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mnpj.v2i1.148

Abstract

Tomat merupakan salah satu buah yang mengandung aktivitas antioksidan yang tinggi karena memiliki kandungan likopen di dalamnya. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat diperoleh dari dalam tubuh (endogen) dan dari luar tubuh (eksogen). Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif melalui studi literatur ilmiah. Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan kandungan antioksidan yang ada pada buah tomat. Hasil yang di peroleh yaitu perbedaan nilai IC50 pada setiap jurnal yang digunakan. Adanya perbedaan tingkat antioksidan yang diperoleh dikarenakan perbedaan asal dan perbedaan umur buah tomat yang digunakan.
Co-Authors A Amaliah Dahlia A. Amalia Dahlia A. Amaliah Dahlia A.M, Sinta Faradilla Abd. Malik Abdul Rasyid, Faradiba Abdullah Achmad, Cindy Artikasari Ade Dede Ahmad Najib Ahmad, Akstar Roskiana Ahmad, Aktsar Roskiana Aisya, A. Henni Aliansyah, Moch. Rayhan Alnamira, Rezki Aminah Aminah Ananda, Ratu Hilda Andi Maulana Kamri Andini Zabrina Aqilah Alviola Bani Aslinda Septinia Audia Triani Olii, Audia Triani Devita Dewi Yuliana Dicka Saputri Dina Izza Djakariani, Kurnia Putri Faradiba Faradiba Faradiba Farizah Dhaifina Amran Fitri Rahmadani, Fitri Fitri, Nurul Hasfikasari, Prity Hasninal, Sitti Hidrawati, Hidrawati Hilman Erwin Iriani, Rahma Irmayani Irmayani Islamia, Tiara Katulista Kalsum T, Ummu Karman, Nurliani Mail, Abdul Maimuna Nontji Mamat Pratama Martati Martati Melly Amanda Mirawati Mirawati Muammar Fawwaz Muzakkir Baits Nirmayani Abd. Kadir Noer Kurnia Nur Adnin Nur Azizah, Rizqi Nur Fadilla Nurhudayah Nurhudayah Nurlina Nurmala, Andi Arifah Nurmaya Effendi Nusran, Muhammad Pertiwi, Ermy Putra, Muhammad Alfinur Rachmat Kosman Rafika Sari Rahayu Lestari Rais Razak, Rais Ramlan, Pratiwi Rezki Amriati Syarif Rezki Amriati Syarif, Rezki Amriati Ririn Ririn Risda Waris Risda Waris Risda Waris Risda Waris, Risda Riska Riska Rosmayanti Rosmayanti Rugayyah Alyidrus Rusli rusli Rusli Saputri, Dicka Sari, Cindy Artika Selpida Handayani Sinta Faradilla Sri Wahyuni Sri Wahyuninsih Subehan Subehan Sudarman Sukmawati Sukmawati Tadjuddin Naid Taufik Nur Virsa Handayani Yulianto, Yuni Zakinah Zainal Abidin Zakinah , Yuni