p-Index From 2021 - 2026
8.441
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

BASIC TANGO DANCE PADA KESEIMBANGAN LANSIA DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA PASURUAN Lina Mitsalina Erawati; Bayu Prastowo; Ali Multazam; Riri Putri Ramadani
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p19

Abstract

Pendahuluan: Proses penuaan mengakibatkan perubahan sistem muskuoskeletal pada lansia. Risiko tersebut berdampak pada kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan statis ataupun dinamis. Penurunan keseimbangan meningkatkan terjadinya risiko jatuh. Pemusatan latihan pada keseimbangan tungkai bawah secara dinamis mampu meminimalisir kompleksitas risiko. Gerakan latihan secara ritmis dan berirama dari basic tango dance memiliki kesesuaian karakteristik fisiologis pada lansia. Metode: Desain penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan the one group pre-test post-test pada 23 responden sesuai kriteria. Responden diberikan intervensi basic tango dance selama empat minggu dengan instrumen penilaian timed up and go test (TUGT). Hasil: Uji statistik menunjukkan perbedaan selisih rerata TUGT pretest dan posttest mencapai 2,6. Sedangkan uji wilcoxon menunjukkan p-value sebesar (0,000)<0.05. Nilai tersebut menginterpretasikan signifikansi atau kebenaran dari hipotesis yang diterima. Simpulan: Intervensi basic tango dance pada lansia selama empat minggu mampu memberikan pengaruh nyata terhadap keseimbangan. Kata Kunci: basic tango dance, keseimbangan, lansia, tari, tungkai bawah.
Edukasi dan Penanganan Fisioterapi Dalam Meningkatkan Pengetahuan HNP Pada Komunitas Lansia di Balai Posyandu RW.04 Kelurahan Kasin Akhmad Zulfikar Alfasiry; Rahmad Oky Lukman; Dhea Anisa Ferina; Dewi Nur Aprilia Rahmah; Bayu Prastowo
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v3i1.1043

Abstract

Hernia Nucleus Pulposus adalah kondisi di mana terjadi penonjolan sebagian atau seluruh bagian nucleus pulposus melalui serat annulus diskus intervertebralis, yang bisa menekan akar tulang belakang dan disebabkan oleh faktor trauma atau degeneratif. Sehingga perlunya kepada warga khususnya komunitas lansia di posyandu lansia RW.04, Kelurahan kasin untuk memahami tentang Hernia Nucleus Pulposus atau bisa dikenal sebagai saraf terjepit. Oleh sebab itu, sangat diperlukan peningkatan wawasan dan pemahaman mengenai Hernia Nucleus Pulposus, termasuk tanda gejala, pencegahan, serta penanganannya bagi komunitas posyandu lansia RW.04, Kelurahan Kasin. Metode yang dipakai dengan memberikan penyuluhan fisioterapi berupa promotif dan preventif tentang hernia nucleus pulposus dan mckenzie exercise kepada peserta posyandu lansia menggunakan leaflet dan memberikan contoh latihan mckenzie exercise sebagai alat media yang membantu pemahaman pada komunitas lansia. Melakukan tanya jawab kepada peserta komunitas lansia yang tujuan untuk mengukur efektivitas dan memberikan edukasi latihan mandiri. Kegiatan ini berlangsung lancar dan mudah dipahami oleh peserta posyandu lansia RW.04, Kelurahan Kasin, yang menghasilkan peningkatan pengetahuan peserta dari 20% hingga 100% setelah dilakukannya evaluasi. Penyuluhan ini dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai kasus Hernia Nucleus Pulposus, terutama pada bagian lumbal."
Hiperurisemia Berhubungan Terhadap Status Fungsional Pada Lansia DI UPT. Puskesmas Janti Malang Amalia, Nadya Syifa; Prastowo, Bayu; Rosidah, Nikmatur
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i7.15398

Abstract

Peningkatan kadar asam urat serum secara tidak normal umumnya disebut hiperurisemia. Nyeri, bengkak, dan keterbatasan gerak menjadi tanda dan gejala hiperurisemia yang mengambat pergerakan tubuh sehingga terjadi penurunan status fungsional. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara hiperurisemia terhadap status fungsional pada lansia. Studi ini dirancang menggunakan pendekatan cross-sectional study.  Responden lansia yang berada di UPT Puskesmas Janti Malang sejumlah 40 orang (N). Kadar asam urat diukur dengan GCU meter dan status fungsional diukur dengan Functional Status Questionnaire (FSQ). Data yang diperoleh dipelajari dengan uji statistik pearson. Hasil penelitian ini sejumlah 22 responden (55%) kategori usia lanjut (senium) berisiko terkena hiperurisemia. Pada kelainan metabolik tersebut di dominasi oleh wanita sebanyak 26 responden (65%). Hiperurisemia di dominasi dengan sering mengkonsumsi tinggi purin sejumlah 23 responden (57%). Nilai status fungsional cenderung dengan hasil warning zone. Uji pearson diperoleh hiperurisemia dan status fungsional memiliki hubungan signifikan dengan kategori sedang dan negatif. Analisa hubungan terhadap status fungsional pada lansia memiliki hubungan signifikan.
Perbandingan Pengaruh Aerobic Exercise Only dengan Combined Aerobic Exercise Terhadap Penurunan Berat Badan pada Perempuan Overweight Rahim, Anita Faradilla; Prastowo, Bayu; Azzahroh, Novita Lorenza
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 7 No. 1 (2024): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - June 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Seseorang yang jarang melakukan aktivitas fisik dan mengonsumsi makanan cepat saji rentan mengalami kelebihan berat badan. Di Indonesia yang mengalami kelebihan berat badan mayoritas adalah perempuan. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan adalah dengan melakukan latihan aerobik dan ketahanan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan aerobik dapat menurunkan berat badan dan resistensi dapat mengoptimalkan penurunan berat badan. Namun, belum banyak penelitian yang menggabungkan dan membandingkan latihan tersebut. Tujuan: Untuk membandingkan pengaruh latihan aerobik saja dengan latihan aerobik gabungan terhadap penurunan berat badan pada wanita kelebihan berat badan. Metode penelitian: Desain penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan desain two group pretest dan posttest untuk mengetahui perbandingan kedua intervensi. 10 mahasiswa FIKES UMM yang memenuhi kriteria inklusi peneliti. Responden diberikan intervensi masing-masing selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu, latihan aerobik durasi 30 menit dan latihan ketahanan sebanyak 8 repetisi sebanyak 3 set. Hasil: Hasil uji Paired t-test intervensi latihan aerobik memperoleh hasil 0,012<0,05 dan kombinasi memperoleh hasil 0,002<0,05. Hasil uji T-Independen mempunyai hasil yaitu 0,036 < 0,05. Kesimpulan: Pengaruh latihan aerobik hanya dengan kombinasi latihan aerobik terhadap penurunan berat badan pada wanita overweight
Program Preventif dan Kuratif untuk Menurunkan Risiko Jatuh Lansia Persatuan Wredatama Republik Indonesia, Lamongan Wibowo, Hardianto; Prastowo, Bayu
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.205

Abstract

Latar belakang: Lanjut usia merupakan fase terakhir pada siklus kehidupan manusia yang dimulai pada rentang usia 60 tahun. Fase tersebut mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi keseimbangan secara progresif. Tujuan: Melakukan edukasi terkait risiko jatuh akibat penurunan fungsi keseimbangan dan memberikan program latihan untuk meminimalisir penurunan fungsi tersebut secara progresif. Metode: Metodologi pengabdian ini mengadopsi pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk mengentaskan problematika kesehatan melalui pemahaman berbasis keilmuan fisioterapi. Metode PAR secara aktif melibatkan atau membangkitkan kesadaran kritis melalui pemetaan, trust building, aksi dan refleksi dan evaluasi. Hasil: Hasil pemeriksaan keseimbangan menunjukkan bahwa lansia Persatuan Wredatama Republik Indonesia, Lamongan memiliki potensi jatuh sebesar 33.3%. Kesimpulan: Edukasi tentang risiko jatuh menunjukkan adanya perubahan pengetahuan secara signifikan. Kata kunci: interleukin-6, keseimbangan, lansia, otago exercise program, risiko jatuh ____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Elderly is the last phase of the human life cycle that begins at the age of 60 years. This phase results in a progressive decline in balance function. Objective: To educate the elderly regarding the risk of falls due to decreased balance function and provide an exercise program to minimize the progressive decline in function. Method: This service methodology adopts a Participatory Action Research (PAR) approach to alleviate health problems through a scientific-based understanding of physiotherapy. The PAR method actively involves or raises critical awareness through mapping, trust-building, action-reflection, and evaluation. Result: The results of the balance check showed that the elderly of Persatuan Wredatama Republik Indonesia, Lamongan had a potential fall of 33.3%. Conclusion: Education about the risk of falling shows a significant change in knowledge. Keywords: interleukin-6, balance, elderly, otago exercise program, fall risk
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Lansia dengan Kasus Frozen Shoulder Di RSUD Hadji Boejasin: Studi Kasus Prastowo, Bayu; Prasetiya Noviyanti, Endah; Rahmani, Riza
Health Media Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : UrbanGreen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/hm.v5i1.162

Abstract

Frozen Shoulder hanya digunakan untuk penyakit yang sudah diketahui dengan baik yang ditandai oleh rasa nyeri dan kekakuan yang progresif pada bahu yang berlangsung 18 bulan. Bila hal itu terjadi dan berlangsung terus akan mengakibatkan perlengketan dan pengerutan kapsul sendi dan bertambah nyeri. Adanya rasa nyeri dapat mengganggu dalam melakukan aktivitas fungsional sehari-hari, baik pada area perawatan diri (self care), produktifitas (productivity), dan pemanfaatan waktu luang (leisure). Penelitian ini menggunakan sebuah studi kasus pasien lansia dengan usia 65 tahun dengan keluhan seperti nyeri, spasme, penurunan kekuatan otot, keterbatasan semua gerakan bahu dan penurunan kemampuan fungsional. Manajemen fisioterapi yang di berikan Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS), Ultra sound diathermy (USD), Pendulum exercise, Streching exercise dan Strengthening exercise. Setelah dilakukan terapi sebanyak 6 kali di dapatkan hasil dengan penurunan tingkat nyeri, penurunan spasme, peningkatan kekuatan otot, peningkatan LGS dan peningkatan kemampuan fungsional pada bahu yang diukur dengan Shoulder Pain and Disability Index (SPADI). Kombinasi pemberian TENS, USD, Pendulum exercise, Streching exercise dan Strengthening exercise efektif dalam mengatasi permasalahan yang timbul akibat frozen shoulder
The Relationship between Injury History and the Risk of Sports Injuries at Arema Football Academy U-18 Abror, Muhammad Ulil; Prastowo, Bayu; Irawan, Dimas Sondang; Anwar, M. Choirul
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Department of Physical Education, Sport, Health and Recreation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v13i1.76545

Abstract

Football players generally have good physical conditions, such as strength, endurance, explosive power, speed, balance, flexibility, coordination, agility, accuracy and power. This does not rule out the possibility of a risk of sports injury because football players are one of the highest contributors to sports injuries compared to other sports, namely 32%. Factors causing the risk of sports injuries can be due to age, BMI, playing technique, physical condition, body posture, warming up, wrong accessories, forces coming from opponents or other athletes, and training intensity that is too heavy, as well as having history of previous injury. Injuries often experienced by football players include bruises, abrasions, muscle cramps, strains, sprains and fractures. Aims to determine the relationship between injury history and the risk of sports injuries at Arema Football Academy U-18. This research uses analytical observational methods with a cross-sectional study design, the population and sample of this study were Arema Football Academy U-18 athletes. Data were collected using the FMS and OSTRC-H questionnaires. FMS is used to determine the risk of injury, while OSTRC-H is used to determine injury history. Based on the research results, it shows that the normality test value is P= 0.000 (<0.005) so that the data is not normally distributed and then uses the correlation test with the Spearman correlation test. From the results of the Spearman correlation test, it was found that P= 0.000 (<0.05), so Hо was rejected and H₁ was accepted, and the value r= -0.615 was also obtained, which means the relationship is strong and has a negative value. These results can be interpreted statistically as there is a relationship between injury history and the risk of sports injuries at the Arema Football Academy U-18.
Musculoskeletal Disorders Mapping among Workers of Community Health Center Prastowo, Bayu; Baruna, Arys Hasta; Nurfani, Marinda Yustia; Watini, Wawat
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v4i2.78

Abstract

Background: The second most common work-related disease has been identified as musculoskeletal disorders (MSDs). That affect muscles, tendons, ligaments, joints, peripheral nerves, and supporting structures are inflammatory and degenerative conditions. This study identified the job activity of community health centers with the risk of MSDs. Methods: The Nordic musculoskeletal questionnaire (NMQ) was identified as a non-professional way of determining MSDs risk with modifications from statistical investigation models. The study was conducted with fifty-seven respondents of workers at a community health center (CHC). Results: The majority of respondents were female (82%) and showed obesity categories I and II. The correlation between age and work experience is 0.9. A prevalence of MSDs at the hand and wrist of 49% was found. Conclusion: Workers at CHC experienced the mild category of MSDs in the hand and wrist regions. Age and work experience are risk factors for MSDs in CHCs.
PENGARUH SENAM TRILOKA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN LANSIA DI GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH Tri Maghfuroh, Putri Nadzifatun; Marupa, Winda Rahmawati; Yuliadarwati, Nungki Marlian; Prastowo, Bayu
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 8/ Nomor 1/ Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v8i1.183

Abstract

Abstract Introduction : The elderly experience a phase of old age, which is characterized by physiological decline caused by biological aging, disease, and lifestyle, including anxiety. Triloka exercise is a low-intensity aerobic exercise performed in 16 sessions over three weeks which has a relaxing impact and reduces anxiety levels. Objective : To analyze the effects of Triloka excercise on the anxiety levels in the elderly at the Husnul Khatimah Home for the Elderly. Method : A pre-experimental method and a one-group pre-post test design procedure were applied in this study. A total of 32 respondents were recruited using a purposive sampling . Respondent's anxiety levels were measured before and after doing the Triloka exercise using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) measuring instrument. The research hypothesis was tested using the Wilcoxon signed rank test with the SPSS application. Results : Before Triloka exercise, mild anxiety dominated in as many as 15 people (47%), moderate anxiety as many as 14 people (44%), severe anxiety as many as 2 people (6%), and very severe anxiety in as many as 1 person (3%). Meanwhile, after receiving the Triloka exercise intervention, 21 respondents (67%) reported no anxiety, 8 reported mild anxiety (24%), and 3 reported moderate anxiety (8%). The data analysis test found that the p-value was 0.000<0.05 and that Triloka exercise had an effect on the anxiety level of the elderly at Home for the Elderly Husnul Khatimah. Conclusion : As a result, Triloka Excercise can be used to relieve anxiety in the elderly. Keywords: Aerobic Low Impact, Anxiety, Elderly,Triloka Exercise.
Mapping of potential work-related musculoskeletal disorders in Junrejo community health center Prastowo, Bayu; Hanny, Ananda; Prayudho , Danang Dwi
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 4 No. 3 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v4i3.28655

Abstract

The International Labor Organization states that controlling work-related musculoskeletal disorders (WMSDs) is part of the Sustainable Development Goals (SDGs) program to protect labour rights and promote a work environment according to the concept of Ergonomic Function Deployment (EFD). This study aims to map the potential for WMSDs in the Junrejo Community Health Center environment. The study used the Nordic Body Map (NBM) questionnaire presented using data triangulation. The NBM results showed an average score of 32.54. This value informs that workers in the Junrejo community health centre environment have a low risk of WMSDs or do not yet need priority action.
Co-Authors Abdul Rahmat Amin Mayu Abdul, Fahrun Nissa Abrianti, Eka Suci Abror, Muhammad Ulil Achmad Banu Mustofa Adam Samudra Huamaidy Adam Samudra Humaidy Agashi Al’ Ainaa Almardyah Agashi Al’Ainaa Almardyah Ahmad Naufal Alifa Akbar Maulana Arif Akhmad Zulfikar Alfasiry Ali Multazam Almardyah, Agashi Al'Ainaa Almardyah, Agashi Al’Ainaa Aluf Mumtaziah Windayati Amalia, Nadya Syifa Ameylia Puteri Amin Mayu, Abdul Rahmat Anita Faradilla Rahim Anugrah, Rakha Rizky Anwar, M. Choirul Arys Hasta Baruna Arys Hasta Baruna Azzahroh, Novita Lorenza Bai, Matilda Novian Baiq Hifzatul Puspa Mandalika Baruna, Arys Hasta Chieochansin, Kanyamon Cindy Dwi Fitria Damayanti, Dinda Camela Devika, Triana Devriska Wahyu Dewi Nur Aprilia Rahmah Dhea Anisa Ferina Dhiyanisa, Nabila Randy Diana Agustina Dimas Sondang Irawan Dinda Camela Damayanti Dini, Nur Halizah Rahma Diva Amanda Oliviyan Diyah Mulia Handayani Dwiyaniti, Reni Dwiyanti, Reni Eleonora Elsa Sucahyo Ertitri, Fika Faiqatul Qari’ah Fitria, Cindy Dwi Galuh Laraswati Ulmiyah Hanny, Ananda Hapsari, Dewi Hardianto Wibowo Humaira, Najah Fadiya Humairah, Najah Fadiya Hunain, Qorina Jaisy Husna, Annisa Khalifatul Imanurrohmah Lubis, Zidni Imtiaz, Zitni Chelsea Budi Indah Nuraini, Indah istiyaningish, Sucik Istiyanisngsih, Sucik Lina Mitsalina Erawati Maghfuroh, Putri Nadzifatun Tri Marinda Yustia Nurfani Marufa, Siti Ainun Marupa, Winda Rahmawati Marupa’, Winda Rahmawati Maulana Arif, Akbar Muhammad Hafiz Mutazzam, Ali Nabila Randy Dhiyanisa Nadya Setyarini Farizka Nadya Styarini Farizka Najah Fadiya Humaira Nungki Marlian Yuliadarwati Nurfani, Marinda Yustia Nurul Aini Rahmawati Oliviyan, Diva Amanda Oskar, Raymond Prameswari, Ni Nyoman Diah Prasetiya Noviyanti, Endah Prayudho , Danang Dwi Putri Salsabila Nuryanti Putri Sukma Rahayu Putri Sukma Rahayu Putri, Peni Julia Rahayu Sursyanita Rahmad Oky Lukman Rahmad Oky Lukman Prasetyo Rahmani, Riza Rassamee, Nichapat Raymond Oscar Raymond Oskar Reni Dwiyanti Renita Risky Parvianti Reva Arfa Dwiyani Samal Rienanda, Syabina Zahra Riri Putri Ramadani Rodhiyan Muhammad Rosadi, Rakhmad Rosidah, Nikmatur Safun Rahmanto Sari, Ni Putu Desy Purnama Shinta Kurnia Febriliani Siti Ainun Marufa Slamet . Sri Sunaringsih Ika Wardojo Sucik Istiyaningsih Sujono Sujono TANAZZA, Syi'ar Aprilla Tanazza, Syi’ar Aprilla Thesa Ramadhani Iskandar Tri Maghfuroh, Putri Nadzifatun Trianasari, Linda Triandini, Septia Wahyu Setiawan Watini, Wawat Wawat Watini Wibisono, Donny Septian Windayati, Aluf Mumtaziah Wiraningtyas, Tria Hesti Yaqub, Lalu Muhammad Zidni Imanurrohmah Lubis