Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Inovasi Pengolahan Ikan Asin dan Manajemen Limbah Ramah Lingkungan di Kampung Siabang Purbiyanti, Erni; Sari, Yulia; Lestari, Susi; Ritongga, Utan Sahiro; Sari, Serly Novita; Antonio, Jerry
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v8i1.555

Abstract

This community service activity was conducted with the Salted Fish Artisans Association in Kampung Siabang, Palembang, which is known as a household-scale salted fish processing center. The main problems faced by the partners include limited knowledge of hygienic practices, suboptimal technical skills in fish preservation, and low awareness of waste management from fish processing activities. This program aimed to improve the community’s knowledge, skills, and attitudes so that the salted fish processing practices become more hygienic, comply with quality standards, and adopt sustainable production principles. The implementation methods included an initial assessment using a pre-test questionnaire, counseling and technical training on hygienic salted fish processing in accordance with the Indonesian National Standard (SNI 8237:2023), hands-on practice of salting and drying techniques, and mentoring on the utilization of fish processing waste into value-added products. The program evaluation was carried out using post-test questionnaires, field observations, and in-depth interviews to assess changes in participants’ knowledge, skills, and attitudes. The results indicate a significant improvement in participants’ knowledge of hygienic practices and quality standards, with an average score increase of more than 20% between the pre-test and post-test. In addition, participants demonstrated improved skills in fish preservation techniques and increased awareness of environmentally friendly waste management through the utilization of fish by-products. The program also encouraged changes in production behavior toward more hygienic and sustainable practices. More broadly, this activity contributed to strengthening the capacity of household-scale salted fish processing enterprises, improving product quality, and creating opportunities to increase community income through more efficient processing and the utilization of economically valuable waste.
Strategi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus BUMNag Bersama Lemersing Mandiri Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar) Sari, Yulia; Febrian, Andis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37767

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman masyarakat tentang BUMNag serta minimnya informasi terkait manfaat dan kegiatan yang dijalankan, sehingga sebagian masyarakat masih bergantung pada pinjaman rentenir. Selain itu, BUMNag juga menghadapi kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan dan pemanfaatan media informasi. Penelitian ini menggunakan metode field research dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis strategi BUMNag dalam meningkatkan pendapatan masyarakat berdasarkan perspektif ekonomi Islam. Data diperoleh dari direktur, sekretaris, pengurus BUMNag Bersama Lemersing Mandiri, serta masyarakat Kecamatan X Koto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan cukup efektif melalui tahap perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Program yang dijalankan meliputi pembiayaan, unit usaha ATK, dan pupuk. Dalam perspektif ekonomi Islam, strategi tersebut berlandaskan prinsip keadilan, musyawarah, kerja sama, transparansi, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini memberikan .kontribusi sebagai sumber informasi dalam upaya peningkatan pendapatan masyarakat.
Penyuluhan Mengenai Stunting Untuk Menekan Angka Kejadian Stunting Pada Orang Tua dan Kader Posyandu di Desa Sembungan, Boyolali Sari, Yulia; Ramli, Muhammad Rizaldi; Baskoro, Reza Setyo; Meifina, Dinda Rachma; Widjaya, Kristina Cecilia; Changifer, Stephen; Hani, Yulistya; Egasmara, Kirana Raissa; Devaranty, Lafriba; Supriyadi, Winona Dara; Pratama, Sandy Adi Nugraha
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 1 (2023): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i1.64565

Abstract

Pendahuluan: Stunting sendiri masih menjadi persoalan di Indonesia. Kabupaten boyolali merupakan salah satu target dalam percepatan penurunan stunting dengan jumlah balita stunting sebanyak sebanyak 5.665 balita dari total 63.576 balita. Berbagai upaya telah dilakukan dinas kesehatan Boyolali untuk menurunkan angka kasus stunting, namun untuk program penyuluhan yang telah dijalankan masih belum maksimal. Menurut data dari dinas kesehatan, pengetahuan ibu mengenai stunting masih kurang. Pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua dan kader posyandu tentang stunting.Metode: Pengabdian ini dilakukan dengan metode survei lapangan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Pengabdi melakukan intervensi kepada orang tua dan kader posyandu di wilayah desa Sembungan.Hasil dan pembahasan: Hasil posttest menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan dan pemahaman orang tua anak stunting dan kader posyandu menjadi 88,5 dari nilai pretest sebelumnya 82,15.Kesimpulan: Terdapat peningkatan tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang stunting pada orang tua anak stunting dan kader posyandu dalam rangka peningkatan angka kejadian stunting. 
Penyuluhan Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Pada Ibu Balita Stunting-Wasting di Kecamatan Juwangi Amalia, Zuliana; Ramadhani, Aisyah Intan; Sukoco, Larissa Agustina; Sari, Yulia
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.76009

Abstract

Masalah  gizi yang menjadi perhatian di Indonesia adalah stunting, karena Indonesia merupakan negara tertinggi ke-5 di dunia dengan angka kejadian stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6%, Prevalensi stunting pada Provinsi Jawa Tengah mencapai angka 20,8% dan untuk Kabupaten Boyolali  sendiri memiliki kasus stunting dengan prevalensi 20,0%. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita yang memiliki balita Stunting-Wasting mengenai MP-ASI. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dan tanya jawab. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan ibu balita Stunting-Wasting saat pre-test adalah 57% dan pada saat post-test meningkat menjadi 84%. Dampak dari dilakukannya pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu balita Stunting-Wasting tentang MP-ASI.Untuk itu disarankan kepada ibu balita Stunting-Wasting untuk melakukan pemberian asupan makanan bagi bayi dan baita seesuai dengan tekstur dan jenis makanannya untuk memenuhi kebutuhan asupan anak.
Pendampingan Pola Hidup Sehat Untuk Menurunkan Angka Kejadian Infeksi Zoonosis Parasiter pada Peternak dan Keluarganya di Desa Singosari Boyolali Sari, Yulia; Haryati, Sri; Setyawan, Sigit; Negara, Khesara Sastrin Prasita; Dirgahayu, Paramasari; Wijayanti, Lilik; Ma’rufah, Siti; Listyaningsih S, Endang; Riyadi, Slamet; Supriyana, Dwi Surya
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.76619

Abstract

Pendahuluan: Infeksi zoonosis parasitik mempunyai angka prevalensi tertinggi di dunia, khususnya di negara dengan pendapatan rendah dan sanitasi yang buruk. Lebih dari sepertiga penduduk dunia terinfeksi zoonosis parasitik [1], 450 juta di antaranya mengeluhkan timbulnya gejala [2]. Angka prevalensi infeksi zoonosis parasitik di Indonesia sendiri sangat bervariasi pada tiap provinsi. Untuk kasus kecacingan yang masuk dalam infeksi zoonosis parasitik, angka prevalensi berkisar dari yang terendah, 2,5%, hingga yang tertinggi mencapai 62% [3].Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang masih belum banyak memiliki informasi terkait dengan infeksi parasitik gastrointestinal. Pada Laporan Provinsi Jawa Tengah untuk Riset Kesehatan Dasar [5], belum ada data terintegrasi yang menunjukan prevalensi infeksi zoonosis parasitik [5]. Selain belum terintegrasi, penelitian terkait infeksi zoonosis parasitik juga belum dilakukan di banyak daerah di Jawa Tengah. Salah satu daerah tersebut adalah Kabupaten Boyolali, fokus utama pada peternak dan keluarganya di Desa Singosari Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Di Desa Singosari persentase perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terendah kedua (60,25%) di Boyolali [6]. Maka dari itu peneliti merasa perlu untuk melakukan Pendampingan Pola Hidup Sehat Untuk Menurunkan Angka Kejadian Infeksi Zoonosis parasitik pada peternak dan keluarganya Di Singosari, Mojosongo, Boyolali.Metode: Pengabdian ini dilakukan di pemukiman warga sekitar peternakan yang berada di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Metode pengabdian yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan metode HIRARC yaitu Hazard Identification, Risk Assessment, dan Risk Control. Pengabdi memberikan intervensi berupa pendampingan kepada peternak dan keluarganya di Desa Singosari, Mojosongo, Singosari.Hasil dan pembahasan: Hasil pretest menunjukkan prosentase pengetahuan PHBS sebesar 75% dan infeksi zoonotik 50%. Perilaku setelah diberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebesar 95% dan infeksi zoonotik 85%.Kesimpulan: Pelaksanaan pengabdian berjalan dengan efektif dengan peningkatan pengetahuan PHBS dan Infeksi zoonosis, selain itu berdasarkan pantauan juga telah merubah perilaku setelah diberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada peternak dan keluarganya di lingkungan peternakan Desa Singosari, Mojosongo, Boyolali.
Analisis Infeksi Soil Transmitted Helminths dengan Anemia dan Malnutrisi: Telaah Sistematis Hafidz, Muhammad Ilham; Sari, Yulia; Wijaya, Lygia Angelica; Mashuri, Yusuf Ari
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i4.864

Abstract

Pendahuluan: Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan Neglected Tropical Disease (NTDs) yang sering terjadi di negara berkembang dan menyebabkan beban sosial dan ekonomi. Prevalensi infeksi STH di dunia dan Indonesia masih tinggi. Infeksi STH dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti iklim, usia, status sosial ekonomi, konsumsi sayur dan buah, dan kebersihan. Infeksi STH dapat menyebabkan anemia dan malnutrisi pada berbagai populasi. Penelitian telaah sistematis sebelumnya membahas faktor risiko dari infeksi STH. Sedangkan telaah sistematis yang membahas efek infeksi STH terhadap anemia hanya pada populasi ibu hamil. Telaah sistematis ini bertujuan untuk melaporkan hubungan antara infeksi STH dengan anemia dan malnutrisi pada berbagai populasi. Metode: Telaah sistematis dilakukan dengan mencari artikel di database Pubmed Scopus, Science Direct, dan Google Scholar dari 2013 –2023 dengan protokol PRISMA 2020. Studi yang sesuai dengan desain studi, kriteria inklusi dan eksklusi mengenai dampak dan hubungan STH dengan anemia dan malnutrisi dimasukkan dalam telaah sistematis. Hasil: Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan di berbagai negara, ditemukan ada hubungan signifikan antara infeksi STH dengan anemia dan malnutrisi. Perempuan hamil adalah kelompok yang paling berisiko mengalami anemia dan anak-anak adalah kelompok yang berisiko malnutrisi akibat infeksi STH. Kesimpulan: Infeksi STH berhubungan signifikan dengan anemia dan malnutrisi. Dampak infeksi STH dapat memperparah anemia pada ibu hamil dan menyebabkan kekurangan nutrisi pada anak-anak. Pemberian obat cacing dan edukasi faktor risiko diperlukan untuk manajemen infeksi STH.
STRATEGIC ROLES OF AGRICULTURAL EXTENSION AGENTS AND INFORMATION TECHNOLOGY UTILIZATION IN RICE FARMER GROUP DEVELOPMENT IN TELUK KECAPI OGAN ILIR Eka Mulyana; Yulia Sari; Merna Ayu Sulastri; Alisyah Futri
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Vol. 5 No. 1 (2026): July
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jma.v5i1.27340

Abstract

Digital transformation in agricultural sector has accelerated the shift toward more adaptive and technology-based agricultural extension systems. Agricultural extension is a strategic role in supporting farmer group development. This study aimed to analyze the role of agricultural extension workers, the utilization of information technology, extension competency, and their relationship with the development of rice farmer groups in Teluk Kecapi Village, Pemulutan District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra, Indonesia. The study employed a survey method using Simple Random Sampling techniques involving members of rice farmer groups. Data were collected through structured interviews and questionnaires and analyzed using Likert Scale analysis and Spearman Rank Correlation. The findings revealed that the roles of agricultural extension workers, information technology utilization, extension competency, and farmer group development were categorized as high. Extension workers were perceived as actively facilitating agricultural information dissemination, digital communication, institutional strengthening, and farmer capacity development. The results further indicated that the roles of extension workers, digital platforms, digital content, personal attributes, and extension knowledge had positive and significant relationships with farmer group development. The study highlights that the integration of extension competency and digital technology utilization constitutes a critical factor in promoting more effective, adaptive, and sustainable farmer group development. Keywords: Agricultural Extension, Digital Extension, Extension Competency, Farmer Groups, Information Technology.
CLASSIFICATION AND DECISION OF RSPO CERTIFICATION ADOPTION: AN EMPIRICAL EVIDENCE FROM OIL PALM SMALLHOLDERS IN OGAN KOMERING ULU Muhammad Huanza; Yulia Sari; Dian Amalina; Dessy Adriani; Khairul Fahmi Purba; Merna Ayu Sulastri; Rika Miliana
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Vol. 5 No. 1 (2026): July
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jma.v5i1.27352

Abstract

This study aims to analyse the adoption process, identify adopter categories, and examine the factors influencing smallholder oil palm farmers’ decisions to adopt Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) certification in Penilikan Village. RSPO certification plays an important role in promoting sustainability in the oil palm sector, however participation remains limited. This study eused a survey method involving 70 respondents, consisting of 35 RSPO-certified farmers and 35 non-certified farmers selected through stratified sampling. Descriptive analysis was used to assess the adoption process and adopter categories, binary logistic regression was applied to analyse the determinants of adoption decisions. The results revealed that most farmers were at the confirmation stage of adoption (41.43%), indicating a process of re-evaluating adoption decisions. 40% of respondents were classified as late majority adopters, reflecting cautious and slow adoption behaviour. All independent variables significantly influenced adoption decisions, while partially only access to information showed a significant effect. Farmers with better access to information were 5.107 times more likely to adopt RSPO certification. The study concludes that access to information is the key determinant of RSPO certification adoption among smallholder oil palm farmers. Therefore, strengthening farmer participation in training and extension activities related to RSPO certification is recommended. Keywords: Acess Information, Adopter Category, Adoption Process, RSPO Certification, The People’s Oil Palm Farmers
Pendampingan Perbaikan Kemasan dan Uji Kandungan Nutrisi Jus Kweni (Mangifera odorata) UMKM Indira House, Kabupaten Bogor Sherly Eka Maulidiya; Salma Firyal Khairunnisa; Theresia Aprilia Sianipar; Yulia Sari; Muhammad Syukur; Muhammad Isbayu
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.1.93-104

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in the Indonesian economy. MSMEs often face challenges in business development, especially in improving product quality and their competitiveness in the market. This mentoring activity aims to assist Indira House MSMEs in Bogor Regency in improving the packaging and testing the nutritional content of kweni products to improve product quality. The nutritional tests will be listed on the new packaging label. Assistance for improving packaging quality also includes improvements to the visual aspects, color, type of letters, labeling and information, and uniqueness and functionality of the packaging. Overall, this assistance was successful in several important aspects, including an increase in consumer assessment of various aspects of packaging, from visuals, labeling, and color to functionality. The packaging improvements were well received by consumers and increased the product appeal. Sales are more stable, despite monthly fluctuations, and sales trends show that products with new packaging can attract consumer interest. Consumer trust and loyalty, clear nutritional information, and functional packaging build consumer confidence, which is important for repeat purchases and long-term loyalty. Competitiveness in the market, with more attractive packaging and clearer information, Indira House kweni juice is able to compete better in the market. This assistance provides a strong basis for Indira House MSMEs to continue developing their products and increase their competitiveness in the market. With the right marketing strategy and continuous improvement in product quality, sales and consumer satisfaction are expected to continue to increase in the future.