Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN ULANG INTERIOR SMA AISYIYAH BOARDING SCHOOL PUTRI DENGAN PENDEKATAN LEARNING COMMONS Sihotang, Satria Juan Pablo; Cardiah, Tita; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan paradigma dalam dunia pendidikan menuntut adanya penyesuaian pada desainruang belajar, khususnya di tingkat sekolah menengah. Pendekatan learning commons merupakansalah satu konsep desain interior pendidikan yang menekankan fleksibilitas ruang, kolaborasi antarsiswa, serta integrasi teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih aktif danpartisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan pendekatan learningcommons terhadap kualitas dan fungsi interior di SMA 'Aisyiyah Boarding School Putri.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan dananalisis literatur. Observasi dilakukan terhadap elemen-elemen interior seperti tata letak, perabot,pencahayaan, dan sirkulasi ruang yang mencerminkan prinsip learning commons. Selain itu, persepsipengguna ruang—baik siswa maupun guru—dikaji untuk mengevaluasi efektivitas konsep tersebutdalam mendukung kegiatan belajar di lingkungan sekolah berasrama. Hasil studi menunjukkanbahwa penerapan pendekatan learning commons pada interior sekolah memberikan dampak positifterhadap interaksi sosial siswa, peningkatan motivasi belajar, serta fleksibilitas penggunaan ruang.Ruang yang dirancang secara terbuka, adaptif, dan berorientasi pada kolaborasi terbukti mampumeningkatkan dinamika pembelajaran di luar pendekatan konvensional.Kata kunci: learning commons, desain interior pendidikan, ruang belajar kolaboratif, sekolahberasrama, fleksibilitas ruang
PERANCANGAN ULANG KANTOR DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) PROVINSI ACEH DENGAN PENDEKATAN MAKRO ERGONOMI Farabi, Sajiba; Cardiah, Tita; Hanom, Imtihan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu(DPMPTSP) Aceh merupakan kantor unsur pelaksana Pemerintah Aceh di tingkatprovinsi. Kantor ini berperan dalam mengelola kegiatan penanaman modal danmemberikan pelayanan perizinan secara terpadu bagi masyarakat dan dunia usaha.Berdasarkan hasil observasi, penataan ruang di kantor ini masih belum optimal. Halini terlihat dari alur sirkulasi yang kurang efisien, tata letak ruang yang belummemperhatikan hubungan antar pengguna, serta tidak adanya fasilitas penunjangyang dapat meningkatkan kenyamanan, kesehatan, dan kesejahteraan pegawai.Kondisi tersebut membuat proses kerja menjadi kurang efektif, menghambatkomunikasi, dan dapat menurunkan produktivitas. Untuk mengatasi hal ini, dilakukanperancangan ulang kantor dengan menggunakan pendekatan makro ergonomi.Pendekatan ini didukung dengan menggunakan metode Metode-Makro ErgonomiAnalisis dan Desain (MEAD), dimana metode ini memperhatikan penyesuaian sistemkerja secara menyeluruh, mulai dari pengaturan lingkungan fisik, organisasi, hinggainteraksi antar pengguna ruang. Dengan perancangan ulang ini diharapkan terciptatata ruang yang efisien, nyaman, dan memenuhi hak pengguna ruang.Kata kunci: Kantor, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu(DPMPTSP) Aceh, Perancangan Ulang, Pendekatan Makro Ergonomi
Optimalisasi Ruang dan Fasilitas Laboratorium Multi Matra SBSN ISI Surakarta Melalui Pendekatan Aktivitas Sinatrya, Singgih Rayhan; Cardiah, Tita; Hanom, Imtihan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ulang Laboratorium Terpadu Multi Matra SBSN ISI Surakartabertujuan untuk menciptakan ruang kerja yang lebih efisien, adaptif, dan nyaman, sesuaidengan kebutuhan aktivitas akademik serta kreatif mahasiswa. Permasalahan yangditemukan meliputi tata letak peralatan yang tidak ergonomis, jarak antar ruang kerjayang terlalu jauh, sirkulasi yang memaksa pengguna memutar, pencahayaan yang kurangmemadai, serta ventilasi dan pengendalian kebisingan yang belum optimal. Kondisi iniberdampak pada menurunnya efektivitas proses belajar-mengajar, kenyamananpengguna, serta kualitas hasil karya. Pendekatan berbasis aktivitas digunakan untukmenyesuaikan desain ruang dengan pola kerja pengguna, memastikan alur produksi lebihsingkat, dan meminimalkan hambatan sirkulasi. Desain baru menerapkan zoning yangterstruktur sesuai alur kerja, penempatan peralatan secara strategis, serta penggunaanmaterial ramah lingkungan. Pemilihan warna yang mendukung fokus dan kreativitas,pencahayaan adaptif, serta ventilasi alami menjadi bagian integral dari rancangan. Ruangjuga dirancang fleksibel untuk mengakomodasi kegiatan lintas jurusan seperti workshop,diskusi, dan pameran. Hasil perancangan diharapkan menghadirkan lingkungan belajaryang fungsional, sehat, dan inspiratif, sekaligus memperkuat peran laboratorium sebagaipusat pengembangan seni, desain, dan kolaborasi di lingkungan akademik kreatif.Kata kunci: laboratorium, desain interior, aktivitas, sirkulasi, ISI Surakarta.
Algorithm Modeling in Islamic Geometric Pattern Reconfiguration: Case Study of Cheng Ho Mosque's Islamic Ornament Fajar Ikhwan Harnomo; Andiyan Andiyan; Tita Cardiah; Tri Wahyu Handayani; Ayu Puspa Wirani; Rofiqul Umam; Nangkula Utaberta
Journal of Islamic Architecture Vol 8, No 3 (2025): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v8i3.23937

Abstract

The focus of this study is the issue of reorganizing the preexisting Islamic Geometric Patterns found at the Cheng Ho Mosque via the use of computer modeling techniques. The need for computer modeling research for rearranging geometric patterns at the Cheng Ho Mosque may be attributed to many factors. The objective is to use digitization to streamline the ornamental design process. The study methodology used included the analysis of geometric forms, which were then processed and patterned using Parametric Islamic Geometric Patterns with the assistance of Grasshopper software. This study employs the Islamic octagonal archetype, similar to Chinese geometric ornamentation, using circular geometry with a radius input, as discussed in the preceding article. The inclusion of the division shape serves as a necessary limitation to facilitate the cutting of the recurring patterns. The findings indicate that the algorithmic technique is constructed using a collection of parameter inputs organized into four primary components: octagonal basis geometry, repetition procedure, partition or boundary-shaped surface, and material dimension simulation. However, it also demonstrates varying parameter inputs, posing challenges in organizing them accurately to generate the octagonal form. Visual scripts may effectively depict Islamic geometry in open systems that exhibit parametric adaptability to the fundamental principles of division. During the design processing phase, it is possible to exert control over the pattern proportions in some instances.
IMPLEMENTASI KONSEP IMMERSIVE EXPERIENCE PADA DESAIN MUSEUM GUNUNGAPI MERAPI YOGYAKARTA Zalzabila Asnika Zahra; Tita Cardiah; Dea Aulia Widyaevan; Ganesha Puspa Nabila
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v8i3.3864

Abstract

Abstract: Implementation of the immersive experience concept in the design of the Merapi Volcano Museum in Yogyakarta to give visitors the experience of Mount Merapi to feel like they are in the real world. Because this immersive experience makes learning or providing information interesting and memorable for museum visitors. The phenomenon of museum fatigue is also one of the factors in the decline in the number of museum visitors in Indonesia, which was first put forward in 1916 by Benjamin Gilman who discussed the phenomenon of the decline in the number of museum visitors that occurred over several time periods. Problems based on the interior design components for the Merapi Volcano Museum are as follows: 1. Lack of interactive display facilities. The delivery of information is still difficult to understand because the delivery of collection information is presented in long text so that visitors rarely read the information. 2. Too much use of natural lighting in the exhibition causes visitors to be distracted from observing digital displays. Data collection for the design of the Merapi Volcano Museum used several stages, namely interviews, observation, references, perception and design. The findings from this immersive experience include the use of 3D dioramas, the use of audio in the form of eruptions from the Merapi volcano, the use of XR, VR, interactive layers and earthquake displays.Keyword: museum, immersive experince, displayAbstrak: Implentasi konsep immersive experince pada desain Museum Gunungapi Merapi di Yogyakarta untuk memberikan experience gunung merapi kepada para pengunjung merasakan berada seperti dalam dunia yang sesungguhnya. Karena dengan adanya immersive experience ini membuat pembelajaran atau pemberian informasi menjadi menarik dan juga berkesan bagi para pengunjung museum. Fenomena kelelahan museum atau museum fatigue juga menjadi salah satu faktor menurunnya jumlah pengunjung museum di Indonesia, yang dikemukakan pertama kali pada tahun 1916 oleh Benjamin Gilman yang membahas mengenai fenomena penurunan jumlah pengunjung museum yang terjadi dalam beberapa periode waktu. Permasalahan berdasarkan komponen perancangan interior untuk Museum Gunungapi Merapi adalah sebagai berikut: Pertama, kurangnya fasilitas display interaktif. penyampaian informasi yang masih sulit dipahami karena penyampaian informasi koleksi dipaparkan dalam bentuk teks panjang sehingga pengunjung jarang yang membaca informasi. Kedua, terlalu banyaknya penggunaan pencahayaan alami di dalam pameran yang menyebabkan terganggunya pengunjung dalam mengamati display yang ditampilkan secara digital. Pengambilan data perancangan Museum Gunung Api Merapi ini menggunakan beberapa tahap yaitu wawancara, observasi, referensi, perencanaan dan perancangan. Metoda pembahasan adalah perencanaan dan perancangan. Temuan dari immersive experience ini berupa penggunaan 3D diorama, penggunaan audio berupa letusan dari gunungapi Merapi, penggunaan XR, VR, layar interaktif serta peraga gempa bumiKata Kunci: museum, immersive experince, display
Analysis of Layout, Space-Filling, and Decorative Elements in Indonesia Transit Hotel Rooms Nandaffa Azkia; Rangga Firmansyah; Tita Cardiah; Ariesa Farida; Nensi Golda Yuli
Pendhapa Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transit hotels provide short-term accommodation for passengers between transportation schedules, requiring rest and minimal entertainment facilities before continuing their journey. Unlike conventional hotels, no explicit standards govern the layout, space-filling, and decorative elements of transit hotel bedrooms, particularly in Indonesia. This study aims to analyze how these three elements are applied in Indonesian transit hotel bedrooms and how they correspond to visitor activities, behavior, and needs. A descriptive qualitative method was used, employing a comparative case study of three transit hotels representing different transportation nodes: an airport hotel, a train station hotel, and a toll-road rest-area hotel. Data were collected through direct observation, staff interviews, and documentation, then analyzed using a servicescape framework. The results show that room layout and furnishing must be adapted to the duration of stay and visitor profile rather than following a single standard. Decorative elements enhance the perceived liveliness of the space; airport hotels, bound by star-hotel classification, offer more complete space-filling elements, while station and rest-area hotels, which fall outside formal star classification, adopt more minimal, space-efficient configurations such as pod rooms.
Co-Authors Alif Nurrahiim Senawianto Alif Nurrahiim Senawianto Amanda, Aulia Amelya Rahmadani Putri Amelya Rahmadani Putri Andiyan Andreas Dwiputro Handoyo Andrianawati, Aida Andrinawati, Aida Asha Dwiana Tuzzahra Asif, Nayeem Aulia Putri, Mayang Ayu Puspa Wirani Bintang Mahendra Dea Aulia Widyaevan Deny Herjanto Dhiya’ Ulhaq Salsabil, Annida Djoko Murdowo Doddy Friestya Doddy Friestya Asharsinyo Donny Trihanondo Egha Fauzia Natasya Egha Fauzia Natasya Eliyana Firmansyah Eryansah, Rafi Fajar Ikhwan Harnomo Fajarsani Retno Palupi Farabi, Sajiba Farida, Ariesa Fitriani, Pasya Dini Ganesha Puspa Nabila Golda, Nensi Habibah Hasniah Habibi, Farhan Ilham Hambali Wilman, Reza Hanifah, Nadhimatul Harahap, Nadhifa Khansa Azhar Hariana Ruwaidah Hendi Anwar Husna Izzati Imtihan Hanom Indah Prima Yasa Irwan Sudarisman Izdianazia, Tasya Jeremy Rengkung Karim, Inayah Alfatiha Khairunnisa Sunjaya, Ridha Kiki Putri Amelia Kinanti Ammara Komang Felly Pande Kurniawan, Filsa Andiani Kyky Kurnia Priandini Liani, Noviasari Mahadewa, I Gusti Ngurah Ananta Surya Mahendra Nur Hadiansyah Nanda Mega Kynanti Nandaffa Azkia Nangkula Utaberta Nangkula Utaberta Natasya, Egha Fauzia Negara, Safitri Puspita Nensi Golda Yuli Niken Laksitarini Nisrina Lulu Hermawan, Kareline Nur Sheha Gunawan, Ahmad Nuril Khofifatun Nisa, Alif Nurwijayanti Permatasari, Mianabila Pratiwi, Annisa Ajeng Priyambodo, Anggita Herfitri Putri, Amelya Rahmadani Rangga Firmansyah Rengkung, Jeremy Reza Hambali Wilman Abdulhadi Ririhena, Fellmy Yehezkiel Rofiqul Umam Satria, Muhammad Ridho Senawianto, Alif Nurrahiim Septony Siregar, Fernando Sheha, Ahmad Nur Sheifana, Novia Sihotang, Satria Juan Pablo Sinatrya, Singgih Rayhan Siska Aprilia, Dhea Syaldian, Denny Syifa, Nada Togar Mulya Raja Tri Haryotedjo Tri Wahyu Handayani Tri Wahyu Handayani Tri Wahyu Handayani Trihandono, Donny Vika Haristianti Widyanesti Liritantri Zalzabila Asnika Zahra