Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN INTERIOR SPACE SCIENCE CENTER MENGENAI ASTRONOMI DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI Priyambodo, Anggita Herfitri; Cardiah, Tita; Asharsinyo, Doddy Friestya
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan formal dapat mengambil alternatif pendidikan yang lain, yaitu pendidikan nonformal. Science center menjadi salah satu kegiatan belajar nonformal. Science center mengenai ilmu astronomi yang menghadapi perkembangan teknologi dengan tujuan dari perancangan ini untuk merancang sarana fasillitas pendidikan nonformal dan menjadi tempat wisata dan rekreasi, namun tidak melupakan tujuan utamanya yaitu untuk mengedukasi dan memberikan pengalaman ruang mengenai outer space guna meningkatkan minat masyarakat terhadap ilmu astronomi. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A., menyatakan harapannya untuk dapat meningkatkan minat siswa untuk berpartisipasi aktif dalam penyebaran ilmunya. Khususnya di bidang astronomi untuk dapat berperan aktif mewujudkan sumbangsih dan kontribusi Indonesia bagi perkembangan astronomi domestik dan global. Maka dari itu diperlukan perancangan desain interior science center yang dapat makin menguatkan peminat astronomi untuk generasi muda. Setelah masalah desain dipecahkan, diterapkan pendekatan psikologi yang menitikberatkan pada masalah pengalaman interaksi manusia untuk menstimulus pengunjung agar lebih aktif.Kata kunci: Science Center, Edukasi, Astronomi
PERANCANGAN ULANG INTERIOR FASILITAS PUBLIK STASIUN KERETA API BANDUNG BAGIAN UTARA DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS Sheifana, Novia; Hadiansyah, Mahendra Nur; Cardiah, Tita
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun Bandung bagian utara menjadi sarana transportasi antar kota yang banyak digunakan oleh para wisatawan asing ataupun lokal. Pariwisata yang beragam menjadikan Bandung banyak didatangi para wisatawan. Dari hasil survey dan wawancara, Stasiun Bandung bagian utara masih terdapat kekurangan dari segi fasilitas seperti ruang kesehatan, keamanan, laktasi, area perioritas, dan terdapat sirkulasi yang bertabrakan. Selain itu, stasiun dapat menjadi sebuah pintu gerbang pengenalan budaya, oleh karena itu diperlukannya pemajuan kebudayaan seperti yang tertera dalam UU RI Nomor 5 Tahun 2017 Pasal 22. Dari penyediaan kelengkapan fasilitas dan penerapan nilai budaya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan memperkenalkan budaya Bandung kepada calon penumpang stasiun. Perancangan ini menggunakan pendekatan lokalitas dimana stasiun antar kota menjadi gerbang utama pengenalan budaya terhadap wisatawan. Tema perancangan yaitu =The Athmosfer of Bandung City=mencerminkan identitas kota Bandung. Konsep desain "Harmony in Equality" menitikberatkan pada kesetaraan dan inklusivitas, mempertimbangkan kebutuhan semua individu tanpa batasan usia, fisik, atau jenis kelamin. Desain interior disesuaikan dengan standar teknis bangunan yang berlaku, seperti Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 29/PRT/M/2006, Buku Standarisasi Bangunan Kereta Api Tahun 2012, dan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2019 tentang standar pelayanan minimum kereta api.Kata kunci: stasiun kereta, desain ulang, fasilitas, lokalitas.
PERANCANGAN ULANG INTERIOR SEKOLAH DASAR DARUL HIKAM BANDUNG Harahap, Nadhifa Khansa Azhar; Cardiah, Tita; Gunawan, Ahmad Nur Sheha
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Dasar Darul Hikam Bandung adalah salah satu institusi pendidikan swastajenjang sekolah dasar yang menerapkan sistem full day school dengan pengguna merupakananak-anak rentang usia 7-13 tahun berkarakteristik perilaku aktif, energik, dan rasa ingintahu yang tinggi dimana kondisi lingkungan belajar menjadi salah satu aspek utama yangmempengaruhi perilaku anak didik sehingga diperlukan sebuah desain interior sekolah yangideal sesuai dengan standar dan kebutuhan dan kondisi pengguna. Tujuan dari proyekperancangan ulang ini adalah merancangan ruang SD Darul Hikam yang memperhatikanstandar dan penggunanya yang dapat menjadi solusi dari permasalahan interior yangditemukan sehingga menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman danmenyenangkan bagi pengguna yang dapat memaksimalkan kegiatan belajar mengajar.Perancangan diawali dengan kegiatan pengumpulan data secara observasi dan wawancaraserta melakukan studi literature terkait objek perancangan. Output dari proyek ini adalahsebuah usul rancangan desain interior Sekolah Dasar Darul Hikam yang optimal bagipengguna sekolah dasar.Kata Kunci : Sekolah Dasar Islam, Perilaku, Keseimbangan, Alam, Ceria.
PERANCANGAN ULANG INTERIOR BANGUNAN SMA Al-IRSYAD AL-ISLAMIYAH BOARDING DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY Eryansah, Rafi; Andrinawati, Aida; Cardiah, Tita
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Al-Irsyad Kota Tegal, merupakan sekolah dengan jenis boarding school atau SMA yang berbasis asrama, Boarding school adalah sistem sekolah dengan asrama, dimana peserta didik dan para guru juga pengelola sekolah tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah dalam kurun waktu tertentu. Saat ini bangunan interior SMA Al-Irsyad Kota Tegal belum mencerminkan branding dari sekolah islam itu sendiri, dan belum dapat mengimlementasikan karakter ruang berdasarkan nilai dan prinsip islam dalam pembangunan citra sesuai dengan visi dan misi sma Al-Irsyad Al-Islamiyah Kota Tegal. Hal ini menjadi urgensi sehingga diperlukannya perancangan ulang pada gedung sekolah untuk fokus dalam memenuhi kebutuhan fasilitas bagi siswa SMA Pentingnya branding untuk sekolah seperti membangun reputasi personal branading. Selain itu berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMA Al-Irsyad Kota Tegal ditemukannya juga permasalahan terkait ruang lingkup interior pada bangunan SMA Al-Irsyad Kota Tegal diantaranya; (a) Penataan ruang yang kurang terorganisir (b) Fasilitas ruang yang kurang optimal (c) gangguan kebisingan pada ruang belajar (d) kurangnya pemanfaatan ruang kosong dengan optimal. Oleh sebab itu yang menjadi catatan dalam perencanaan perancangan ulang pada SMA Al-Irsyad Al-Islamiyah Tegal untuk dapat memberikan kualitas belajar, kebutuhan fasilitas, keamanan, dan kenyamanan bagi pengguna ruang terutama peserta didik. Kata Kunci: perancangan ulang interior, boarding school, SMA Al-Irsyad Islamiyah
PERANCANGAN ULANG INTERIOR SMK PGRI 1 NGAWI DENGAN PENDEKATAN STUDENT CENTERED LEARNING Negara, Safitri Puspita; Andrianawati, Aida; Cardiah, Tita
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya kurikulum merdeka belajar menuntut kesiapan sekolah untuk menyediakan fasilitas dan manajemen dalam memenuhi kebutuhan aktivitas yang telah tersusun pada kurikulum. Dimana perubahan kurikulum dan metode pembelajaran juga akan merubah aktivitas pengguna dalam proses belajar mengajar. SMK PGRI 1 Ngawi merupakan salah satu sekolah yang berada dalam masa transisi penerapan kurikulum Merdeka, dimana interior kelas maupun studio masih menggunakan tatanan kelas konvensional dari kurikulum sebelumnya sehingga memerlukan perubahan sesuai dengan standar fasilitas yang dibutuhkan. Metode yang digunakan mulai dari problem seeking dan problem solving, hingga pengimplementasian konsep dan evaluasi pada perancangan akhir. Perancangan ulang interior ini menggunakan pendekatan student centered learning yang batasan perancangannya hanya pada tiga kejuruan dengan metode pembelajarannya berfokus pada project-based learning. Perancangan ulang ini diharapkan mampu menciptakan ruang yang dapat menstimulasi produktivitas pengguna di sekolah. Kata Kunci : desain interior, sekolah menengah kejuruan, student-centered learning, project-based learning
Observation of Interior Facilities Standards Boutique Hotel in Bandung City Izdianazia, Tasya; Firmansyah, Rangga; Farida, Ariesa; Cardiah, Tita
Pendhapa Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/pendhapa.v14i2.4971

Abstract

Boutique hotels are an attraction for tourists to do a staycation because this hotel has unique designs and characteristics with different themes. With that, boutique hotels in Bandung can be a solution for tourists to do staycations as an accommodation to refresh physically and mentally, which can increase hotel occupancy in Bandung. Based on the standard evaluation of boutique hotel interior facilities, these three boutique hotels already have the appropriate standardization according to the classification of star hotels based on the Decree of the Directorate General of Tourism No. 12/U/II/88. Boutique hotels still need provisions. So, Boutique Hotel will do research by observing and using descriptive qualitative research methods on several 3-star boutique hotels in the city of Bandung by making comparisons of the three hotels regarding standards at boutique hotels based on the shape of the facade, the style of the building, the theme, and the interior atmosphere. And hotel staff services. In addition, based on the organization of space in boutique hotels. So, this study found that boutique hotels have used boutique hotel standards and still use the standards of existing 3-star hotels. Thus, the standards in the three hotels can act as a reference in designing boutique hotels
Digital Adaptation and Perceptions of Architecture and Interior Design Students on Online Lecture Methods Tita Cardiah; Andiyan Andiyan; Husna Izzati; Eliyana Firmansyah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.1931

Abstract

The COVID-19 pandemic has transformed educational practices globally, compelling a shift from traditional in-person learning to online modalities. This shift significantly impacted Architecture and Interior Design studio courses, which traditionally rely on hands-on, collaborative studio environments. This qualitative descriptive study explored the challenges faced by students during the transition to online studio-based learning. Data were collected via questionnaires distributed to Architecture and Interior Design students to examine their experiences and adaptation processes. Findings revealed that students encountered both virtual/digital and physical/non-physical obstacles. Digital limitations included inadequate access to technological devices and varying levels of digital literacy among students and lecturers. Physical challenges involved the lack of appropriate equipment and working environments at home. Additionally, students faced non-physical barriers such as changes in time management, learning methodologies, behavioral adjustments, psychological stress, and unstable internet connectivity. The transition to online studio learning involved more than technological adaptation. Effective learning outcomes were influenced by the availability of physical tools and the ability to adjust to new learning rhythms and psychological demands. These findings highlight the need for comprehensive strategies that address not only digital readiness but also physical infrastructure and student well-being. Further research is recommended to explore in depth the behavioral and psychological dimensions of this transition.
PERANCANGAN BARU GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI Mahadewa, I Gusti Ngurah Ananta Surya; Cardiah, Tita; Trihanondo, Donny
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik sebagai seni performatif dan kolaboratif kini berkembang tidak hanyadari segi kualitas karya, tetapi juga dari aspek visual dan pengalaman multisensori sepertitata panggung, pencahayaan, dan atmosfer ruang. Namun, Indonesia masih kekurangangedung pertunjukan musik yang memenuhi standar internasional. Salah satu contohnyaadalah Jakarta Convention Centre (JCC), yang kondisinya kini memerlukan pembaruan. DiBandung, meskipun komunitas musik sangat aktif dan beragam, fasilitas pertunjukan yangergonomis dan layak belum tersedia. Hasil kuisioner menunjukkan 97,8% respondensepakat bahwa Bandung membutuhkan gedung pertunjukan musik yang representatif.Permasalahan umum mencakup kenyamanan tempat duduk, pencahayaan, ventilasi,akustik, serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Pendekatan desain berbasisergonomi menjadi solusi penting untuk menciptakan ruang pertunjukan yang aman,nyaman, dan mendukung kualitas artistik secara maksimal. Selain menjawab kebutuhankomunitas musik, keberadaan gedung pertunjukan yang memadai juga berpotensimenjadi daya tarik wisata budaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif diBandung.Kata Kunci: Ergonomi, Gedung Pertunjukan, Musik, Komunitas Seni
PERANCANGAN BARU INTERIOR ISLAMIC CENTRE DI SAMBAS DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS Amanda, Aulia; Andrianawati, Aida; Cardiah, Tita
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kearifan lokal dan kekayaanbudaya yang beragam. Salah satunya adalah budaya Melayu di daerah Sambas.Dengan mayoritas penduduk muslim (579.114 jiwa), Sambas membutuhkan fasilitaspublik seperti Islamic Centre sebagai pusat pembinaan, pengembangan, danpenyebaran dakwah Islam. Melalui pendekatan lokalitas, perancangan ini bertujuanuntuk menciptakan interior yang mampu mengakomodasi beragam kegiatankeagamaan, sosial, dan budaya dengan merepresentasikan identitas lokal Sambas.Metode perancangan meliputi studi lapangan (observasi dan wawancara denganpengurus Islamic Centre), studi banding, serta studi literatur. Tema dari perancanganini adalah "Reflecting the Beauty of Sambas Culture" dan memiliki konsep "CulturalHarmony." Hasil perancangan menerapkan elemen visual budaya lokal, seperti paletwarna, bentuk arsitektur daerah, pemilihan material, dan aplikasi ornamen padainterior.Kata kunci: Islamic Centre, Lokalitas, Melayu, Sambas
PERANCANGAN ULANG INTERIOR KANTOR ADMINISTRASI 2 PT BIOFARMA DENGAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED WORKPLACE Fitriani, Pasya Dini; Cardiah, Tita; Sheha, Ahmad Nur
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ulang interior kantor Administrasi PT Biofarma dilakukan sebagairespons terhadap kebutuhan ruang kerja yang lebih fleksibel, kolaboratif, dan mendukungproduktivitas pegawai. Ruang eksisting cenderung statis, tertutup, dan terkotak per divisi,sehingga membatasi interaksi antarpegawai. Oleh karena itu, pendekatan Activity BasedWorkplace (ABW) diterapkan dalam perancangan untuk menciptakan lingkungan kerjayang adaptif dan berorientasi pada aktivitas. ABW memungkinkan pegawai bekerja darimana saja di dalam kantor, bergantung pada jenis aktivitas yang dilakukan, seperti fokusindividu, kerja tim, diskusi cepat, atau istirahat. Metode perancangan dilakukan melaluiobservasi langsung, wawancara, dokumentasi, serta analisis kebutuhan ruang dan aluraktivitas tiap divisi. Zona-zona kerja kemudian dibentuk berdasarkan fungsi, seperti focuszone, collaborative zone, serta lounge & pantry. Hasil perancangan menunjukkanpeningkatan kualitas ruang secara fungsional dan psikologis. Ruang menjadi lebih terbuka,komunikatif, dan selaras dengan kebutuhan kerja modern yang dinamis. Perancangan inidiharapkan dapat mendukung aktivitas pegawai serta memperkuat citra perusahaanmelalui lingkungan kerja yang lebih fleksibel.Kata kunci: perancangan interior, kantor, activity based workplace, fleksibilitas
Co-Authors Alif Nurrahiim Senawianto Alif Nurrahiim Senawianto Amanda, Aulia Amelya Rahmadani Putri Amelya Rahmadani Putri Andiyan Andreas Dwiputro Handoyo Andrianawati, Aida Andrinawati, Aida Asha Dwiana Tuzzahra Asif, Nayeem Aulia Putri, Mayang Bintang Mahendra Dea Aulia Widyaevan Deny Herjanto Dhiya’ Ulhaq Salsabil, Annida Djoko Murdowo Doddy Friestya Doddy Friestya Asharsinyo Donny Trihanondo Egha Fauzia Natasya Egha Fauzia Natasya Eliyana Firmansyah Eryansah, Rafi Fajarsani Retno Palupi Farabi, Sajiba Farida, Ariesa Fitriani, Pasya Dini Ganesha Puspa Nabila Golda, Nensi Habibah Hasniah Habibi, Farhan Ilham Hambali Wilman, Reza Hanifah, Nadhimatul Harahap, Nadhifa Khansa Azhar Hariana Ruwaidah Hendi Anwar Husna Izzati Imtihan Hanom Indah Prima Yasa Irwan Sudarisman Izdianazia, Tasya Jeremy Rengkung Karim, Inayah Alfatiha Khairunnisa Sunjaya, Ridha Kiki Putri Amelia Kinanti Ammara Komang Felly Pande Kurniawan, Filsa Andiani Kyky Kurnia Priandini Liani, Noviasari Mahadewa, I Gusti Ngurah Ananta Surya Mahendra Nur Hadiansyah Nanda Mega Kynanti Nangkula Utaberta Natasya, Egha Fauzia Negara, Safitri Puspita Niken Laksitarini Nisrina Lulu Hermawan, Kareline Nur Sheha Gunawan, Ahmad Nuril Khofifatun Nisa, Alif Nurwijayanti Permatasari, Mianabila Pratiwi, Annisa Ajeng Priyambodo, Anggita Herfitri Putri, Amelya Rahmadani Rangga Firmansyah Rengkung, Jeremy Reza Hambali Wilman Abdulhadi Ririhena, Fellmy Yehezkiel Satria, Muhammad Ridho Senawianto, Alif Nurrahiim Septony Siregar, Fernando Sheha, Ahmad Nur Sheifana, Novia Sihotang, Satria Juan Pablo Sinatrya, Singgih Rayhan Siska Aprilia, Dhea Syaldian, Denny Syifa, Nada Togar Mulya Raja Tri Haryotedjo Tri Wahyu Handayani Tri Wahyu Handayani Trihandono, Donny Vika Haristianti Widyanesti Liritantri Zahra, Zalzabila Asnika