Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN ANALISIS NUMERIK MENGGUNAKAN METODE SECANTDAN METODE ITERASI SATU TITIK UNTUK MENENTUKAN KOEFISIEN GESEK UDARA PADA KUBUS DAN SILINDRIS Linda Sekar Utami
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 5, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v5i2.89

Abstract

Abstrak:Koefisien gesek udara merupakan kemampuan udara untuk memberikan gesekan atau tahanan terhadap benda yang melaluinya, sehingga dapat memperlambat laju benda tersebut.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil analisis mengunakan metode  secant  dan metode iterasi satu titik dan menentukan nilai koefisien gesek udara (c) pada Kubus dan silinderis.Hasil dari penelitian dan pengamatan yang dilakukan dianalisi menggunakan metode  secantdan metode iteasi satu titik. Nilai  v diperoleh dengan menurunkan persamaan  h(t) yang diperoleh dari grafik hubungan antara  hdan  tmenggunakan  Microsoft exel. Dengan menggunakan metode  secantdiperoleh kooefisien gesek (cg) pada kubus pada rentang antara (0,21256 - 0,55411) kg/s sedangkan pada silindris  berada pada rentang antara (0,19252 - 0,46616) kg/shal ini menujukan koefisien gesek udara yang dihasilkan dengan metode  secantmemiliki nilai yang konsatan baik pada kubus ataupun silinderis. Hal ini terjadi karna nilai  cgpada kubus dan silindris tersebut berada pada rentang orde 0<cg<1. Dengan menggunakan metode iterasi satu titik diperoleh kooefisien gesek (cg) pada kubus dengan rentang (0,01674 - 0,12713) kg/s sedangkan pada silindris  berada pada rentang antara (0,01653 - 0,10046 ) kg/s hal ini menjukan koefisien gesek udara yang dihasilkan dengan metode iterasi satu titik memiliki nilai yang konsatan baik pada kubus ataupun silinderis. Dengan menggunakan metode  secantnilai koefisien gesek udara yang di hasilakan berada dibawah nilai satu atau 0,1 sedangkan nilai  koefisien yang dihasilkan dengan menggunakan pendekatan iterasi satu titik berada dibawah 0,01.Sehingga dapat disimpulkan metode iterasi satu lebih teliti dalam menentukan koefisien gesek udara dibandingkan dengan metode secantAbstract: Air friction coefficient is the ability of air to provide friction or resistance to the object through it, so as to slow the rate of the object tersebut.Penelitian is a laboratory experimental research that aims to determine the difference of the results of the analysis using secant method and one-point iteration method and determine the value of air friction coefficient (c) on cube and cylinder. The results of the research and observation were analyzed using secant method and one point iteation method. The value of v is derived by deriving the equation h (t) obtained from the graph of the relationship between hdan using Microsoft exel. Using the method secantdiperoleh kooefisien friction (cg) on the cube in the range between (0.21256 - 0,55411) kg / s while on the cylindrical is in the range between (0.19252 - 0.46616) kg / shal is addressed coefficient of friction which is produced by secant method has a value that is either in the cube or cylindrical consumptions. This happens because the value of cgpada cube and cylindrical is in the order range 0 <cg <1. Using one point iteration method, the friction coefficient (cg) in the cube with the range (0.01674 - 0.12713) kg / s while on the cylindrical is in the range between (0.01653 - 0.10046) kg / the air friction coefficient generated by the one-point iteration method has a value of either a cube or a cylindrical consonant. Using the method secantnilai air friction coefficient that in the yield is below the value of one or 0.1 while the coefficient value generated by using a one-point iteration is below 0.01. So it can be concluded one more accurate iteration method in determining the coefficient of air friction compared with secant method.
PENGARUH METODE DISKUSI BUZZ GROUPYANG DIRANGKAIKAN DENGAN PENGGUNAAN MEDIA POSTER TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MEKANIKA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FKIP UNIVERSITAS MATARAM TAHUN AKADEMIK 2013/2014 Linda Sekar Utami; Johri Sabaryati; Dedi Setiawan
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 5, No 1 (2014): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v5i1.54

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen untuk mengetahui pengaruh metode diskusi buzz group yang dirangkaikan dengan penggunaan media poster terhadap peningkatan hasil belajar mekanika mahasiswa program studi pendidikan fisika FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram 2013/2014. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi fisika semester ganjil. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling. yaitu kelas IIIA sebagai kelas eksperimen yang diajardengan metode diskusi buzz groupdan IIIB sebagai kelas control yang diajarkan dengan metode konvensional. Dalam penelitian inii analisis data yang digunakan terdiri dari uji persyaratan analisis dan uji hipotesis. Uji persyaratan  analisis meliputi uji homogenitas dan uji normalitas, sedangkan uji hipotesis meliputi uji-t.Dari hasil perhitungan uji persyaratan analisis diperoleh nilai hitung F = 1,04 dan tabel F = 1,97 (hitung F < tabel F ) ini berarti bahwa sampel penelitian berasal dari populasi yang  homogen. Sedangkan nilai hitung 2χ =5,03 dan 4,58 sedangkan tabel 2χ =9,49 ( hitung 2χ < tabel 2χ ) berarti sampel berasal dari populasi yang terdistribusi normal pada taraf signifikan 5% . Sedangkan uji hipotesis dengan uji-tdiperoleh nilai thitung = 5,02 dan  ttabel  = 2,02. Berarti  thitung  >  ttabel  menunjukkan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima yang berbunyi ada pengaruh metode diskusi buzz groupyang dirangkaikan dengan penggunaan media poster terhadap peningkatan hasil belajar mahasiswa program studi pendidikan fisika FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram 2013/2014. Hal ini menunjukkanbahwa hasil belajar mahasiswa pada materi kinematika dan dinamika partikel yang diajarkan menggunakan metode diskusi buzz groupyang dirangkaikan dengan penggunaan media poster lebih efektif secarasignifikan dari pada mahasiswa yang diajarkan menggunakan metode konvensional, dengan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 70,295. Sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 51,820
PROTOTIPE SENSOR GETARAN BERBASIS KOIL DATAR UNTUK DETEKSI GEMPA DINI Islahudin Islahudin; Linda Sekar Utami
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 5, No 1 (2014): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v5i1.49

Abstract

Pada penelitian ini telah dikembangkan aplikasi koil datar sebagai sensor getaran untuk deteksi dini  gempa. Koil datar adalah lilitan kawat yang sangat tipis dan bertindak sebagai induktor. Koil datar ini bersama dengan kapasitor membangun sebuah osilator yang menghasilkan frekuensi bergantung pada nilai induktansi dan kapasitansi. Osilator ini dinamakan osilator LC. Induktansi koil datar bergantung pada jarak benda logam di depan koil datar. Jika induktansi berubah, frekuensi akan berubah juga. Frekuensi dapat dirubah ke dalam bentuk tegangan untuk merepresentasikan jarak. Efek ini kemudian diterapkan pada frekuensi rendah menggunakan bandul pada rumahan sensor. Sistem sensor yang dibuat dapat mengukur getaran frekuensi rendah pada rentang 0,26 - 1,0 Hz. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang diperoleh antara lain:(1)Telah diperoleh hasil pengukuran sensor getaran frekuensi rendah pada bidang horizontal dengan rentang frekuensi pengukuran antara 0,2 - 1,0 Hz; (2)Telah dihasilkan sistem perekam data sensor getaran dua dimensi frekuensi rendah pada rentang frekuensisumber 0,2 – 1,0 Hz; (3)Frekuensi sumber getaran yang digunakan adalah 0,26 Hz; 0,35 Hz; 0,4; Hz; 0,46 Hz; 0,5 Hz; 0,55 Hz; 0,62 Hz; 0,71 Hz; 0,76 Hz; dan 0,86 Hz; 0,95 Hz; 1,0 Hz; 1,11 Hz; dan 1,25 Hz. Pada frekuensi sumber 0.460 Hz, FFT frekuensi sensor adalah sebesar 0.468 Hz. Nilai ini sangat mendekati frekuensi sumber atau frekuensi kalibrator dengan perbedaan 0,008 Hz; (4)Penyimpangan pengukuran frekuensi sensor sebesar 0,042 Hz terhadap frekuensi sumber. Selain itu kesalahan relatif paling besar adalah 2,78%. Hasil ini cukup bagus karena rentang nilainya masih di bawah 5 % kesalahan relatif maksimum.
EKSPERIMEN EFEK FOTO LISTRIK BERBASIS SIMULASI PhET Khairil Anwar; M Isnaini; Linda Sekar Utami
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 4, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v4i2.38

Abstract

Matakuliah fisika modern harus ditunjang dengan praktikum atau eksperimen. Banyak gejala fisika yang sulit diamati secara langsung karena bersifat abstrak, seperti efek foto listrik. Selain itu peralatan-peralatan eksperimen yang digunakan sangat mahal secara ekonomi. Untuk mengatasi hal tersebut, dapat digunakan beberapa alat bantu eksperimen berupa media simulasi berbasis komputer, diantaranya PhET (Physics Education Tecnology). Oleh karena itu telah dilakukan pengujian media  PhET dengan spesifikasi simulasi efek foto listrik sebagai alat eksperimen untuk menentukan konstanta Planck (h) dan menunjukkan apakah energi kinetik foto-elektron bergantung pada intensitas cahaya atau tidak. Panjang gelombang dari suatu cahaya ditetapkan dari suatu panel pemilihan fungsicahaya pada perangkat lunak, kemudian data tegangan balik (V0) ditentukan sesuai dengan laju energi kinetik elektron yang bergerak menuju anoda. Selanjutnya untuk meningkatkan ketelitian, data matematis elektronvolt (eV0) dengan seperpanjang gelombang cahaya )/1( λ dianalisis dengan metode regresi linier. Perhitungan regresi untuk memperoleh nilai kemiringan grafik dilakukan dengan program Ms. excel. Hasil analisis menunjukkan bahwa media simulasi PhET memberikan tingkat ketelitian yang baik pada penentuan tetapan Planck sebesar (6,80 ± 0,09)×10-34 J.s. Sedangkan energi kinetik foto-elektron ditunjukkan  bahwa tidak bergantung pada intensitas cahaya. Dapat dinyatakan bahwa dengan media PhET dapat membuktikan nilai tetapan Planck dan meningkatkan ketrampilan proses dalam pembelajaran, sehingga diharapkan dapat mambantu dalam memahami konsep dan teori efek foto listrik secara mudah, cepat, dan praktis.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS KEGIATAN LABORATORIUM Islahudin Islahudin; Linda Sekar Utami; Ahmad Ahmad
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 9, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v9i2.841

Abstract

Abstrak: Kami telah melakukan eksperimen dengan bentuk desain pre-test dan post-test padakelas VIII SMP untuk melihat peningkatan hasil belajar melalui pembelajaran kooperatif. Instrumen yang digunakan berupa tes soal sebanyak 30 soal untuk masing-masing pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil pengukuran hasil belajar pada kelas eksperimen diperoleh hasil pre-test sebesar 53,40 dan post-test sebesar 79,20 sedangkan pada kelas kontrol diperoleh hasil pre-test sebesar 55,83 dan post-test sebesar 73,33. Kemudian pada uji hipotesis dengan menggunakan uji-t diperoleh t-hitung = 2,202 dan t-tabel = 1,679 yang menunjukkan bahwa hipotesis diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif berbasis kegiatan Laboratorium terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Abstract: We have conducted experiments in the form of pre-test and post-test designs in class VIII SMP to see improvement in learning outcomes through cooperative learning. The instruments used in the from of test questions were 30 questions for each pre-test and post-test. Based on the results of the measurement of learning outcomes in the experimental class, the results of the pre-test were 53.40 and the post-test was 79.20 while the control class obtained a pre-test result of 55.83 and the post-test was 73.33. Then on the hypothesis test using the t-test obtained t-count = 2.202 and t-table = 1.679 which shows that the hypothesis is accepted so it can be said that there is a significant effect of cooperative learning models based on Laboratory activities on improving student learning outcomes.
SOCIALIZATION OF THE IMPACT OF EARLY MARRIAGE IN KEDIRI VILLAGE Nurin Rochayati; Lelisari Lelisari; Mas’ad Mas’ad; Ibrahim Ibrahim; Linda Sekar Utami; Arif Arif
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.7103

Abstract

Abstrak: Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk mencegah peningkatan angka pernikahan dini pada kalangan remaja. Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini diharapkan para remaja di desa Kediri tidak melakukan tidakan yang tergesa-gesa melangsungkan pernikahan. Kegiatan ini memberikan ilmu dan pengetahuan tentang dampak pernikahan dini. Adapun metode yang dilaksanakan dalam kegiatan ini, yaitu dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan melihat film bertema pernikahan dini. Metode ceramah berisikan materi dan ilmu pengetahuan, setelah itu peserta dibebaskan untuk bertanya dan berdiskusi. Dengan melihat film pendek, diharapkan bisa memahami tentang pernikahan dini. Peserta sangat antusias dan senang dilaksnakan sosialisasi ini, karena menambah wawasan dan semakin cermat dalam mengambil keputusan.Abstract:  The purpose of this community service is to prevent an increase in the number of early marriages among teenagers. With this socialization activity, it is hoped that the youth in the village of Kediri will not take hasty actions to get married. This activity provides knowledge and knowledge about the impact of early marriage. The methods implemented in this activity, namely by using the lecture method, discussion, and watching films with the theme of early marriage. The lecture method contains material and knowledge, after which participants are free to ask questions and discuss. By watching short films, it is hoped that they can understand about early marriage. Participants are very enthusiastic and happy to carry out this socialization, because it adds insight and is more careful in making decisions.
PEMANFAATAN APLIKASI SCRATCH SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA BELAJAR SISWA “Z GENERATION” UNTUK GURU-GURU SDN 1 LABUAPI M. Isnaini; Sukron Fujiaturahman; Linda Sekar Utami; Zulkarnain Zulkarnain; Khairil Anwar; Islahudin Islahudin; Johri Sabaryati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6554

Abstract

ABSTRAKDewasa ini kita berada pada revolusi industri 4.0 yang pada dasarnya mengubah pola hidup, pola pikir, pola kerja yang berhubungan dengan satu sama lain. Perubahannya sangat drastis dibanding era revolusi sebelumnya. Sejalan dengan perkembangan revolusi industry 4.0, maka pendidikan saat ini tidak sesuai lagi dengan era revolusi industri 4.0. Pendidikan 4.0 secara keseluruhan akan berkontribusi dalam membangun generasi Z atau igeneration dimana masa kanak-kanak Generasi Z sudah melek teknologi, terutama smartphone dan PC. Sangat banyak strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk Genersi-Z. Pada prinsipnya strategi pedagogy dan andragogi yang bersifat universal tetap dapat digunakan, modifikasi dilakukan hanya pada bagian-bagian tertentu yang dapat dibantu dengan penggunaan fasilitas teknologi. Aplikasi yang digunakan dalam pelatihan ini adalah scratch junior. Aplikasi ini sangat mudah digunakan karena menggunakan blok seperti lego, serta tidak memerlukan keterampilan bahasa pemograman. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode demonstrasi & praktik pembuatan media scratch. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Data menunjukan 80% responden mempunyai keinginan untuk membuat media pembelajaran berbasis animasi scratch yang lebih menarik & belajar lebih mendalam. Kata kunci: scratch; z generation; media belajar. ABSTRACTToday we are in the industrial revolution 4.0, which changes the pattern of life, mindset, work patterns that relate to each other. The changes are very drastic compared to the previous revolutionary era. In line with the development of industrial revolution 4.0, education is no longer following the period of industrial revolution 4.0. Education 4.0 as a whole will contribute to building generation Z or generation where Generation Z's childhood is technology literate, especially smartphones and PCs. Many learning strategies can be used for Generation Z. In principle, universal pedagogy and andragogy strategies can still be used; modifications are made only to certain parts that technological facilities can assist. The application used in this training is Scratch Junior. This application is effortless because it uses blocks like lego and does not require programming language skills. The method used in this training is a demonstration method & practice of making scratch media. Data collection was carried out using a questionnaire. The data shows that 80% of respondents desire to make learning media based on scratch animations that are more interesting & learn more deeply. Keywords: scratch; z generation; learning media.
PELATIHAN SPREADSHEET UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN KREATIF DAN SOLUTIF BAGI SISWA SMA/MA DI KECAMATAN NARMADA Johri Sabaryati; M. Isnaini; Ni Wayan Sri Darmayanti; Linda Sekar Utami; Ahyati Kurniamala Niswariyana; Nursina Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 2, No 2 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.8 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v2i2.883

Abstract

Keterbatasan sarana dan prasarana laboratorium menjadi faktor penghambat untuk melakukan praktikum fisika. Padahal praktikum dapat membantu siswa dalam memahami konsep fisika. Sehingga untuk mengatasi kesulitan dalam mempelajari konsep fisika adalah dengan menggunakan media bantu pengajaran. Salah satunya menggunakan spreadsheet, program spreadsheet yang familiar untuk pengolahan data yaitu Microsoft excel karena menyajikan fasilitas secara sederhana, mudah dan tidak memerlukan instalasi secara khusus. Sehingga siswa dengan mudah dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk memvisualkan berbagai model matematika. Tujuan dari pelatihan ini adalah (1) memberikan pelatihan aplikasi spreadsheet sebagi media pembelajaran kreatif dan solutif untuk lebih memahami konsep fisika karena terbatasan alat peraga, (2) meningkatkan kemampuan siswa dalam mengikuti perkembangan software simulasi yang ada saat ini. Pelaksanaan pelatihan secara teknis berjalan cukup lancar tanpa ada hambatan yang cukup berarti. Namun ada beberapa permasalahan yang timbul yakni masih ada peserta yang masih kurang mampu dalam menjalankan program spreadsheet. Sebagian peserta mengalami kesulitan dalam code penjalanan program selain ada beberapa tombol yang tidak mereka temukan dilayar MS.Excel.
PENERAPAN METODE LATSOL (LATIHAN SOAL) MATERI PELAJARAN FISIKA MELALUI KEGIATAN BIMBINGAN BELAJAR DI LUAR JAM SEKOLAH UNTUK MENGATASI KESULITAN BELAJAR FISIKA SISWA SMP DI DESA GONTORAN, KECAMATAN LINGSAR, LOMBOK BARAT N.W. S. Darmayanti; Linda Sekar Utami; Nursina Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 2, No 1 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.541 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v2i1.562

Abstract

Perkembangan belajar siswa di sekolah tidak selalu berjalan lancar dan memberikan hasil yang diharapkan. Banyak anak-anak yang mengalami kesulitan maupun hambatan dalam belajarnya. Sesuai dengan hasil observasi awal, banyak anak yang belum paham dengan materi fisika di sekolahnya masing-masing. Terutama kesulitan dalam menjawab soal-soal fisika yang diberikan. Perlu kiranya metode latihan-latihan soal fisika bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar sehingga menjadi lebih paham terhadap materi. Hal tersebut bisa dilakukan melalui bimbingan belajar (bimbel) di luar sekolah. Bimbel di luar sekolah merupakan program bimbingan belajar yang dilakukan oleh pihak di luar sekolah.Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dengan menerapkan metode latihan soal. Bimbel ini dilaksakan di desa gontoran, kecamatan lingsar, lombok barat. Hasil kegiatan ini dapat dapat mengatasi kesulitan belajar siswa di sekolah serta dapat meningkatkan pemahaman siswa terkait konsep fisika. Pelaksanaan kegiatan ini secara teknis berjalan lancar tanpa ada hambatan yang cukup berarti.
PENDAMPINGAN PRAKTIKUM VIRTUAL LABORATORIUM BERBASIS SOFTWARE LIVE WIRE BAGI GURU IPA DI MASA PANDEMI COVID-19 Islahudin Islahudin; M. Isnaini; Linda Sekar Utami; Khairil Anwar; Johri Sabaryati; Zulkarnain Zulkarnain
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.698 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.5420

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan di Kecamatan Jerowaru Lombok Timur. Guru IPA sekecamatan Jerowaru menjadi mitra dari kegiatan ini. Kemampuan guru sangat kurang dalam bidang software liveware ini sehingga tim menawarkan pendampingan sebgai upaya menangani kegiatan praktikum di masa pandemic Covid 19. Tahapan yang digunakan adalah 1) Persiapan, 2) Pelaksaanaan, 3) Penutup, dan 4) Monitoring dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah metode DEBU demostrasi, bahas, dan unjuk kerja.  Hasil dari pengabdian ini adalah guru-guru dapat menggunakan software liveware untk praktikum IPA. Hasil dari kegiatan ini adalah modul penggunaan  liveware  Kata kunci: praktikum virtual; liveware. ABSTRACTThis community service activity was carried out in Jerowaru District, East Lombok. A science teacher in the Jerowaru sub-district became a partner in this activity. The ability of teachers is very lacking in the field of liveware software, so the team offers assistance as an effort to handle practicum activities during the Covid 19 pandemic. The stages used are 1) Preparation, 2) Implementation, 3) Closing, and 4) Monitoring and evaluation. The method used is the DEBU method of demonstration, discussion, and performance. The result of this service is that teachers can use liveware software for science practicum. The result of this activity is the use of liveware modules and skilled teachers use liveware. Keywords: virtual practicum; liveware.
Co-Authors -, Ibrahim - Abdul Mikraj Ahmad Ahmad Ahyati Kurniamala Niswariyana Akma, Nurul Ala, Siti Amelia Amelia Andriani, Fira Anugrah, Muhammad Ridho Arief Rahman Arif Arif Arif Rahman Arisandi, Dea Aryansyah, Aryansyah Atika Puspita A’an Hardiyansyah Putra Wijaya Darmayanti, N.W.S Dedi Setiawan Donuata, Pujianti Bejahida Dsk. Pt. Anom Jana Wati Dwi Pangga Eka Fitriani Fadhya Fadhya Fadli, M.Najmul Fatimah Fatoni Riyadi Febrianti, Putri Winda Sudia Ferniawan, Ferniawan Fitriah Fitriah Gunawan, Ardi Habibi Habibi Haerun Nisa Haifaturrahmah, Haifaturrahmah Hairun nisa Hamzah Hamzah Hamzah Hamzah Hamzah Harman Suhadi Hasan, Baiq Harlin I Komang Wisnu Budi Wijaya I Nengah Sueca I. Nym. Sudirman Ibrahim Ibrahim Islahuddin Islahuddin Islahudin Islahudin Iswahyudi, Iswandi Jaenab, Jaenab Johri Sabaryati Johri Sabaryati Johri Sabaryati Johri Sabaryati, Johri Khairil Anwar Kristina Mudali Marga Lelisari, Lelisari Lukman Lukman M Isnaini M Isnaini M. Isnaini M. Isnaini M. Isnaini M.Najmul Fadli Maemonah, Maemonah Mahzuro mahzuro Majid, M.Abdul Mardiyanti, Nanik Marha Marha Mas,ad, Mas,ad Muhammad Isnaini Muhammad Kafrawi Muhammad Nizar Muliani, Reni N.W. S. Darmayanti N.W.S Darmayanti N.W.S Darmayanti Nadyawati, Nadyawati Nazati, Sevinatul Ni Wayan Sri Darmayanti Ni Wayan Sri Darmayanti Nur Ramadhan Nuratun Nuratun Nurhidayati Nurhidayati Nurin Rochayati Nurin Rochyati Oktaviani, Emilia Putri, Suci Pebriyanti Rahman, Nanang Ramadhan, M. Firman Ramdhan, M. Firman Rani Darmayanti raudatul jannah Rinaldi, Basilius Rini Ramdani Rupiarti, Riski Mini Rupiati, Riski Mini Sabaryati, Johri Samsiah, Samsiah Sari, Nursina Sirajuddin Sirajuddin Siti Ala Siti Alaa Subhan Subhan Suheriyantini, Suheriyantini Sukainil Ahzan Sukron Fujiaturahman Syaharuddin Syarif Hidayat Wanda Manulang Wulandari, Hijriatun Yastuti, Ni Wayan Winarti Yulinda Erma Suryani Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain, Zulkarnain