Claim Missing Document
Check
Articles

TANGGUNG JAWAB PPAT DALAM PEMASANGAN HAK TANGGUNGAN (Studi Kasus Perkara Nomor 285 PK/Pdt/2013) Tri Nidya Sari; Ismansyah Ismansyah; Azmi Fendri
UNES Law Review Vol. 5 No. 4 (2023): UNES LAW REVIEW (Juni 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v5i4.484

Abstract

Dalam pemberian Hak Tanggungan dengan membuat Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) oleh PPAT terlebih dahulu dibuat perjanjian utang piutang yang menjadi dasar Hak Tanggungan. Fransisca terhadap PT Bank Central Asia (BCA), Kantor Notaris/PPAT R. Sabar Partakosoema, Dinny Herlela, Kepala Badan Ketahanan Nasional Jawa Barat, dimana dalam hal ini Tergugat II yaitu Kantor Notaris/PPAT R.Sabar Partakosoema kalah penggugat Surat Hak Milik (SHM) dan juga APHT atas nama tergugat, penggugat juga merasa dirugikan karena kerugian tersebut, penggugat sebagai pihak yang melaporkan kerugian tersebut dibuat, namun penggugat yaitu Maria Fransisca tidak merasa bahwa dia telah kehilangan SHM dan APHT. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif, yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah atau norma dalam hukum positif. Hasil penelitian ini adalah tanggung jawab Notaris/PPAT dalam Perjanjian Kredit Dengan Hak Tanggungan. Dalam hal ini Notaris membuat dan mengesahkan akta otentik dalam perjanjian Kredit, dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) berwenang untuk membuat dan mengesahkan Surat Kuasa Pembebanan Hak Tanggungan (SKMHT). Akibat hukum yang timbul karena pemasangan hak tanggungan yang tidak dilakukan oleh UUJN adalah batal demi hukum dan tidak mempunyai kekuatan mengikat dan kreditur pemegang hak tanggungan akan kehilangan hak istimewanya sebagaimana diatur dalam UUHT. Tanggung Jawab Notaris Dalam Memasang Hak Tanggungan Yang Menyimpang Dari UUJN Terkait Perkara Nomor 285 PK/Pdt/2013 Seperti Mencabut Minuta Akta Jika minuta akta hilang maka dapat dikatakan Notaris tidak melaksanakan kewajibannya untuk menyimpan minuta akta dengan benar.
PENGAWASAN KEUANGAN MELALUI INSPEKTORAT UNTUK MEWUJUDKAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Luky Kurniawan; Kurnia Warman; Azmi Fendri
UNES Journal of Swara Justisia Vol 7 No 2 (2023): UNES Journal of Swara Justisia (Juli 2023)
Publisher : Program Magister Ilmu Hukum Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ujsj.v7i2.357

Abstract

Masih banyaknya ketidaksesuaian atau penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah yang ditemukan pada Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi berdasarkan hasil pemeriksaan BPK. Seharusnya dengan adanya Inspektorat Daerah Kabupaten yang melaksanakan fungsi pengawasan, penyimpangan atau ketidaksesuaian pengelolaan keuangan daerah tersebut dapat dicegah atau diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjawab permasalahan pelaksanaan fungsi pengawasan Inspektorat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah dan bagaimana tindak lanjut dari hasil pemeriksaan inspektorat daerah terhadap pengelolaan keuangan daerah melalui rekomendasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris yang dilakukan langsung di lapangan yang bertitik tolak pada data primer yang diperoleh langsung melalui wawancara dan kuesinoer kepada pihak yang kompeten dan relevan. Tujuannya adalah guna memperoleh pemahaman dan kejelasan dari permasalahan dari permasalahan yang diteliti berdasarkan praktik yang selama ini berlansung. Hasil penelitian menunjukkan Untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan fungsi pengawasan Inspektorat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah serta tindak lanjur hasil pemeriksaan pasca rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan. Hal tersebut antara lain disebabkan dalam pelaksanaan fungsi pengawasan, Inspektorat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi masih menghadapi kendala-kendala seperti kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang belum memadai,rendahnya komitmen dalam penyelesaian tindak lanjut, penggunaan sistem informasi hasil pemeriksaan yang belum optimal dan belum adanya sanksi terkait tindak lanjut.
Penganggaran Dana Pokok Pikiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Nurul Astri Haliza; Azmi Fendri; Hengki Andora; Khairani Khairani; Anton Rosari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.725 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i1.11091

Abstract

Pada lingkungan pemerintah maupun sektor publik anggaran merupakan alat untuk mencapai target atau sasaran yang dicapai pada suatu periode tertentu. Salah satunya adalah penggaran dana pokok-pokok pikiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Secara umumnya DPRD memiliki tiga fungsi, yaitu fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Ketiga fungsi tersebut dijalankan dalam penyerapan dan penghimpunan aspirasi masyarakat oleh DPRD Kota Bukittinggi serta menganalisis mengenai pokok-pokok pikiran DPRD didalam APBD. Pokir DPRD merupakan kajian permasalahan pembangunan daerah yang diperoleh dari DPRD berdasarkan risalah rapat dari hasil penyerapan aspirasi masyarakat. Pokir DPRD memuat pandangan dan pertimbangan DPRD mengenai arah prioritas pembangunan serta rumusan usulan kebutuhan program/kegiatan yang bersumber dari hasil penelaahan Pokir DPRD. Maka dari itu harus tertera jelas didalam APBD agar tidak terjadi benturan yang sudah ada pada APBD dan pokir yang akan dilaksanakan nantinya. Dalam pelaksanaannya juga terdapat pula beberapa hambatan yang nantinya akan mempengaruhi pokir dikalangan masyarakat. Rumusan masalah yang timbul yaitu : 1) Mekanisme pengusulan dana pokir oleh DPRD Kota Bukittinggi ; 2) Pengalokasian anggaran dana pokir di dalam APBD Kota Bukittinggi ; 3) Pertanggungjawaban anggota DPRD kepada konstituennya terkait dengan realisasi aspirasi masyarakat yang diajukan melalui pokir. Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis empiris. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil: 1) DPRD melakukan reses,angggota DPRD dapat menghimpun usulan kegiatan melalui pokir yang diusulkan kepada secretariat DPRD Kota Bukittinggi yang nantinya akan masuk didalam RAPBD; 2) Pada pengusulan pokir merupakan bentuk kegiatan yang sebelumnya sudah dilakukan dahulu verifikasi lapangan barulah akan diketahui perkiraan dana yang nantinya dibutuhkan; 3) Pada hakikatnya pokir adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban anggota DPRD pada konstituennya, karna anggota DPRD cenderung melaksanakan kegiatan dibasis suara yang memilihnya pada saat pemilu.
TANGGUNG JAWAB PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH DALAM PENDAFTARAN HAK TANGGUNGAN SECARA ELEKTRONIK DI KOTA PADANG Argi Putra Finalo; Azmi Fendri; Hengki Andora
UNES Journal of Swara Justisia Vol 7 No 2 (2023): UNES Journal of Swara Justisia (Juli 2023)
Publisher : Program Magister Ilmu Hukum Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ujsj.v7i2.358

Abstract

Dengan diberlakukannya layanan serentak secara Nasional untuk Hak Tanggungan secara elektronik sejak 8 Juli 2020 berdasarkan Permen Nomor 5 Tahun 2020, maka saat ini tidak ada lagi layanan dari Kantor Pertanahan untuk Pemberian Hak Tanggungan secara konvensional. Dalam Pendaftaran Hak Tanggungan elektronik tersebut PPAT memiliki peranan yang penting. Menurut Pasal 13 Permen apabila terdapat dokumen yang tidak lengkap maka PPAT diberikan waktu paling lama 5 (lima) hari sejak permohonan pelayanan diterima oleh system HT-el, namun apabila telah melewati waktu yang ditentukan tersebut maka permohonan tersebut dianggap batal. Berdasarkan hal tersebut maka penulis merumuskan permasalahan yaitu pertama bagaimana proses pendaftaran Hak Tanggungan Secara Elektronik oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah di Kota Padang, kedua bagaimana tanggung jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam proses pendaftaran Hak Tanggungan Elektronik di Kota Padang, ketiga Akibat Hukum Keterlambatan Melengkapi Berkas Pendaftaran Hak Tanggungan Secara Elektronik oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah di Kota Padang. Kajian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris. Hasil kajian penelitian ini menunjukan bahwa, proses pendaftaran hak tanggungan elektronik yang dilakukan oleh PPAT di Kota Padang telah sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dalam Permen No. 5 Tahun 2020, namun masih ada kendala yang terjadi pada prakteknya. PPAT memiliki tanggung jawab dalam setiap proses pendaftaran Hak Tanggungan Elektronik hingga munculnya sertifikat Hak Tanggungan Elektronik dimana jika terjadi kesalaahan maka PPAT harus bertanggung jawab. Akibat hukum keterlambatan melengkapi berkas pendaftaran hak tanggungan secara elektronik yaitu batalnya pendaftaran hak tanggungan tetapi tidak membatalkan perjanjian antara kreditur dan debitur, adapun akibat hukum terhadap Pejabat Pembuat Akta Tanah yaitu diberikan sanksi administrative sesuai dalam Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang Hak Tanggungan, tetapi pada prakteknya di Kota Padang PPAT tidak pernah diberikan sanksi terhadap keterlambatan melengkapi berkas Hak Tanggungan Secara Elektrinik.
Peralihan Hak Milik atas Tanah berdasarkan Hibah Wasiat dengan Penerima Wasiat Meninggal Dunia di Provinsi Sumatera Barat Maria Susanti; Azmi Fendri Fendri; Yasniwati Yasniwati
UNES Law Review Vol. 6 No. 1 (2023): UNES LAW REVIEW (September 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i1.843

Abstract

A person who dies does not stipulate everything regarding his inheritance, so the distribution of the assets left behind will be carried out based on the law (ab intestato). Meanwhile, if someone before he died had written his will in a deed, then his inheritance was divided based on a will (testament). The legal consequences of the will if the beneficiary dies before the transfer of land rights is carried out, namely: a) If the beneficiary dies before the testator or testator dies, the will is declared null and void, b) If the beneficiary dies after the giver of the will dies first world, the will remains valid due to the validity of the gift based on a will, namely after the giver of the will dies.
Peranan PPAT dalam Pendaftaran Hak Tanggungan Secara Elektronik di Kota Sungai Penuh Pujha Setiawan J; Azmi Fendri; Syofiarti Syofiarti
UNES Law Review Vol. 6 No. 1 (2023): UNES LAW REVIEW (September 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i1.853

Abstract

PPAT is a public official authorized to draw up Deeds for Granting Mortgage Rights (APHT), in which the deed will be used as basic evidence for registration of Mortgage Rights at the Land Office and PPAT is required to submit APHT and supporting documents to the Land Office within 7 days after the deed is signed. In Article 14 of the Electronic Mortgage Service Regulations, it has also been limited to the 7th day, if it is not carried out then the PPAT mortgage registration document is automatically uploaded, it is considered giving approval by the system. The presence of Electronic Mortgage Registration has not run smoothly and has resulted in APHT and supporting documents submitted by the PPAT in the Sungai Full City area to the Land Office past the applicable regulatory deadline. The results of the study found that: 1. The role of the PPAT is to check Certificate, Making Deed of Granting Mortgage Rights (APHT), Power of Attorney for Imposing Mortgage Rights (SKMHT), and submitting Deeds for Granting Mortgage Rights and supporting documents to Creditors (Banks) to continue registration to the Land Office by Creditors (Banks), but with a lack of understanding and the knowledge of the PPAT in SungaiFull City regarding the registration of Mortgage through electronic system services, the role of the PPAT in SungaiFull City is still not in accordance with Ministerial Regulation Number 5 of 2020 concerning Electronically Integrated Mortgage Services. 2. PPAT Constraints in Registering Mortgage Rights Electronically in Sungai Full City, namely: There is still a lack of inspection, Network Disruption, collateral object certificates have not been validated and problems found, there are legal violations against PPATs who do not comply with the time limit provisions in submitting APHT and supporting documents to the Land Office and abusing authority by carrying out creditor user account obligations.
Kekuatan Pembuktian Surat Dibawah Tangan yang Dilegalisasi oleh Notaris (Studi Kasus Putusan Nomor 362/PID.B/2020/PN PDG) Novitra Nanda; Ismansyah Ismansyah; Azmi Fendri
UNES Law Review Vol. 6 No. 1 (2023): UNES LAW REVIEW (September 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i1.900

Abstract

Humans as social beings are always in contact with other humans, where in human relations they often make agreements both verbally and in writing which lead to an agreement. An agreement made in writing intends to provide legal certainty and legal protection for both parties if a dispute occurs between them at any time. In a written agreement, the subject and object of the agreement will be clearly visible. While the object can be described as something that is done by the subject, namely things that are obligatory to the authorities against which party has the right. A written agreement can be made by private deed or by authentic deed. Authentic deed made by a Notary. Notary as a public official who is the only one authorized to make authentic deeds and other authorities determined by law. In court, if what is presented as evidence is only an underhanded deed considering the limited strength of evidence, then other supporting evidence is still being sought so that evidence is obtained which is considered sufficient to reach the truth according to law. Based on this, problems arise regarding: 1) What is the judge's consideration of Decision Number 362/Pid.B/2020/PN Pdg regarding private letters legalized by a Notary. 2) What are the legal consequences of private letters legalized by a Notary against Decision Number 362/Pid.B/2020/PN Pdg. This study uses the Normative method, namely by examining primary, secondary and tertiary legal materials. Based on the results of the research, the judge's consideration of Decision Number 362/Pid.B/2020/PN Pdg is related to private letters legalized by a Notary, proof of letters, namely the legalization of private deeds which only have formal evidentiary strength, namely the strength of evidence which provides certainty that an incident has actually occurred which is contained in the private deed by the parties and public officials have acknowledged it. single public prosecutor. The legal consequence of private documents legalized by a notary is that private deeds do not have perfect evidentiary legal consequences because they lie in the signatures of all parties to the agreement. An underhand deed only gives legal consequences of proof that are perfect for the benefit of the party to whom the signatory wants to provide evidence, while for third parties the legal consequences of proof are free.
Kekuatan Pembuktian Akta Dibawah Tangan yang Disahkan oleh Notaris pada Perkara Perdata (Studi Kasus Perkara Nomor 75/Pdt.G/2020/PN Pdg) Rinaldi Sarza; Ismansyah Ismansyah; Azmi Fendri
UNES Law Review Vol. 6 No. 1 (2023): UNES LAW REVIEW (September 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i1.938

Abstract

This study aims to find out and analyze how the power of underhanded deeds legalized by a notary as evidence in the trial process at court in civil cases, to find out and analyze the judge's consideration of civil case decisions, and to find out and analyze the notary's responsibility for the deed has been legalized in the Civil Code. The research method in this research is the normative research method. Normative legal research is legal research carried out by examining library materials or secondary data. The results of this study, want to show how the power of underhanded deeds legalized by a notary in civil cases, basically the strength of proof of underhanded deeds legalized by a notary the power of proof cannot be equated with an authentic deed, underhanded deed legalized by a notary if denied the power changes as proof of the beginning of writing.
Pelaksanaan Penyerahan Protokol Notaris yang Meninggal Dunia Kepada Majelis Pengawas Daerah Berdasarkan Undang-Undang Tentang Jabatan Notaris Studi Kasus di Kabupaten Padang Pariaman Junaldi Ihsan; Azmi Fendri; Delfiyanti Delfiyanti
UNES Law Review Vol. 6 No. 1 (2023): UNES LAW REVIEW (September 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i1.948

Abstract

For this reason, this research aims to explain: 1. How is the implementation of the handing over of protocols for notaries who have died in Padang Pariaman District? In this writing, empirical juridical legal research (sociolegal research) is used. The Juridical Approach is used to analyze various Legislative Regulations related to the above problems. In contrast, the Empirical Approach is used to analyze law by looking at legal realities in society. The implementation of the submission of the notary protocol begins with notification of the death of a notary by the heirs to the Padang Pariaman Regency MPD. Then the MPD appoints a notary recipient of the protocol to forward it to the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia to issue a ministerial decision as a basis for the legality of the protocol holder.
Implementasi Kewenangan Majelis Pengawas Daerah Notaris dalam Pemeriksaan Protokol Notaris di Kota Solok Reza Putri; Azmi Fendri; Syofirman Syofyan
UNES Law Review Vol. 6 No. 1 (2023): UNES LAW REVIEW (September 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i1.949

Abstract

Notaries in carrying out their duties for the general public are required to be under the supervision of an institution that is neutral, impartial, and independent. The purpose of this supervision is so that the Notary seriously carries out the duties of his office in accordance with applicable rules and codes of ethics in order to maintain the security of the public who make deeds to the public. Notary Public. Another aim is to avoid Notaries who are irresponsible and do not comply with the Notary's code of ethics. The establishment of a supervisory institution is referred to in Article 1 point 6 of the UUJN which states that the Notary Supervisory Council, hereinafter referred to as the Supervisory Council, is a body that has the authority and obligation to carry out guidance and supervision of Notaries. In Solok City in 2022 there will be eight Notaries, whereas in the examination carried out by the Solok City Regional Supervisory Council in 2022 only four Notaries were examined. Based on this, researchers are interested in conducting further research by analyzing: 1) the implementation of the authority of the Regional Notary Supervisory Council in examining Notary Protocols in Solok City. 2) the obstacles and efforts of the Regional Notary Supervisory Council in carrying out inspections of Notary Protocols in Solok City. This research is descriptive analytical, using an empirical juridical approach. Using primary data as the main material with a study of secondary legal materials. Based on research, it was found that: the implementation of the authority of the Solok City MPD in examining Notary protocols has carried out guidance and supervision related to the implementation which was carried out in 2022, there were around four out of eight Notaries who were not examined. The problem with MPD is that when MPD carries out inspections, several Notaries are not in their offices at the time of the inspection. Which results in Notaries not being checked by the MPD. Efforts made by the MPD were to summon the Notary concerned to appear at the Regional Office of the Ministry of Law and Human Rights to have the protocol checked by the Chair of the MPD and notaries who were not examined were made a priority in the examination for the following year.
Co-Authors Abdi, Israr Abdullah, Risyad Aisa, Nora Aldyans Rio Pratra Anafiah, M. Ali Angga Pratama Angga Pratama Angrila Putri Anton Rosari Argi Putra Finalo Aulia, Tyreska Baroto, Wisnhu Agung Budiyanto Budiyanto Busyra Azheri Darnis Darnis, Darnis Delfianti Delfiyanti Delfiyanti Devia Rahma Pratisa Dilon Scandhiva Ramadi Dina Shabrina Eko Permana Putra Elvia Puspita Siregar Elwi Danil Ferdi Ferdi, Ferdi Feronika Feronika Feronika, Feronika Finalo, Argi Putra Fithrina, Hendria Frenadin Adegustara Frenadin Adegustara Gusminarti, Gusminarti Hajar, Ragil Ibnu Hasbi Haswin, Olvi Sri Hilda Hayaturrahmi, Salma Hengki Andora Hengki Andora Ihsan, Junaldi Ismansyah Ismansyah Ismansyah Ismansyah Ismansyah Juanda Sari, Vinsa Junaldi Ihsan Khairani Khairani Khairani Khairani Kharina Aggita Putri Lubis, Khairani Luky Kurniawan luky kurniawan, luky M Hasbi M Hasbi M. Hasbi M. Hasbi Maria Susanti Maron, Yogi Mhd. Lutfi AR Mirwati, Yulia Muammar Kadafi Siregar Muhammad Hasbi MUHAMMAD HASBI Nabila Hanindiaz Nanda, Novitra Nidya Sari, Tri Nisaul Hasanah Nora Aisa Novitra Nanda Nur, Des Anizah Nurul Astri Haliza Petrolika, Petrolika Pratisa, Devia Rahma Pratiwi, Humaira Dinda Pujha Setiawan J Puspita Siregar, Elvia Putra, Eko Permana Putri, Kharina Aggita Rahayu Triningsih, Puja Rahman, Fadhil Raji Saputra Ramadi, Dilon Scandhiva Rasyaki Putri Adim Rembrandt Rembrandt Reski Novita Syahrul Reza Putri Reza Putri Rinaldi Sarza Romi Romi, Romi Rosari, Anton Rully, Jodie Angelia Saimar, Hamda Afsuri Salma Hayaturrahmi Saputra, Raji Sarza, Rinaldi Seprianatha, Irsan Setiawan J, Pujha Shabrina, Dina Sucy Delyarahmi Syahida, Jeri Gunarko Syahrul, Reski Novita Syam, Misnar Syofiarti Syofirman Syofyan Tatik Kustiati Titin Fatimah Tri Nidya Sari Wetria Fauzi Wulandari, Ade Rini Yasniwati, Yasniwati Yogi Maron Yolanda, Nadiya Yulia Mirwati Yuliandri, Yuliandri Yuliandri, Yuliandri Yuslim Yuslim Yuslim Yuslim Yussy A. Mannas Zulfitri, Amelia