Claim Missing Document
Check
Articles

KONSEP BERKELANJUTAN MELALUI OTTV (OVERAL THERMAL TRANSFER VALUE) DAN MODEL HUBUNGAN ORIENTASI BANGUNAN DENGAN TINGKAT KENYAMANAN TERMAL PADA PERUMAHAN KAWASAN PANTAI Setyowati, Erni; Trilistyo, Hendro
MODUL Vol. 13 No. 1 Januari –Juni 2013
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1606.017 KB) | DOI: 10.14710/mdl.13.1.2013.9-16

Abstract

Penelitian ini memberikan penekanan pada aspek kenyamanan thermal  perkotaan, khususnya daerah perumahan yang berada di kawasan pantai. Strata ekonomi masyarakat mayoritas masih berada di bawah garis kemapanan. Sehingga kondisi penghawaan alami menjadi fokus di dalam penelitian ini. Faktor psikologis penghuni di dalam kondisi tidak nyaman di bawah tekanan kondisi iklim yang ekstrim menjadi prioritas utama dalam mengantisipasi aspek negatif dari kondisi iklim tropis lembab. Nilai OTTV (Overal Thermal Transfer Value) bangunan menjadi dasar dalam menentukan faktor kenyamanan thermal secara prinsip, sedangkan tingkat kenyamanan thermal pada setiap perbedaan orientasi didekati dengan menggunakan pengukuran di lapangan baik menggunakan alat maupun penghitungan manual serta cross-check data dengan standar kenyamanan termal serta grafik sesuai dengan kaidah-kaidah yang ditunjukkan oleh referensi. aspek orientasi bangunan perumahan pada kawasan pantai sangat siknifikan dalam mempengaruhi kondisi temperatur yang diterima dalam bangunan. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini disimpulkan bahwa bangunan perumahan kawasan pantai yang berorientasikan menghadap garis pantai akan menerima temperatur paling tinggi dibandingkan arah orientasi yang lain, yang disebabkan oleh peristiwa radiasi pada permukaan air laut pada siang hari serta ritual angin darat dan angin laut yang berhembus sepanjang hari. Kata Kunci : OTTV, Orientasi Bangunan, Kenyamanan Thermal
Penilaian Aspek Fungsional Instalasi Rawat Inap VIP Flamboyan RSUD Sayang Cianjur Pramono, Syaref; Setyowati, Erni; Hardiman, Gagoek
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 3, No 1 (2020): Februari (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v3i1.1148

Abstract

RSUD Sayang as the only Class B hospital that has become a reference in Cianjur Regency with the problem of lack of rooms in IRNA VIP Flamboyan. The purpose of the study was to obtain the results of the Flamboyant IRNA Post-Occupancy Evaluation (POE) analysis. Emphasis is placed on functional aspects because the age of the building is10 years old so that it is suspected that the building function does not meet IRNA VIP requirements which results in a low level of user satisfaction. The research method is qualitative with descriptive analysis to objectively analyze the existing condition of the building. The analysis shows that the condition of the VIP class building has not met the standard of inpatient rooms and the functional aspects of the building have not been met so that residents feel uncomfortable
SIMULASI KOMPUTER SEBAGAI ALAT PENENTU PENERANGAN ALAMI OPTIMAL PADA DESAIN SHADING DEVICE PADA RUANG ASET GEDUNG DEKANAT FT UNDIP Ahfadz, Ikhwanul; Setyowati, Erni; Prianto, Eddy
MODUL Vol 19, No 2 (2019): MODUL vol 19 nomor 2 tahun 2019 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5178.597 KB) | DOI: 10.14710/mdl.19.2.2019.78-84

Abstract

Simulasi Komputer sebagai alat peminimalisir kesalahan pada desain kerap kali digunakan untuk memprediksi dalam penentuan keputusan desain. Selain Fungsi bangunan dan kebutuhan lainnya arsitek diwajibkan untuk faham akan konteks dan Kemampuan mengoptimalkan potensi iklim dari lokasi pembangunannya. Perolehan Sinar Matahari menjadi Faktor utamanya karena apabila sedikit sinar matahari yang masuk ruangannya akan kurang penerangan dan apabila terlalu banyak sinar matahari yang datang akan meningkatkan perolehan panas bangunan sehingga pengoptimalan daripada masalah tersebut merupakan kunci keberhasilan dalam sebuah perancangan.  Penelitian Ini menggunakan Metode Experimental dengan mengidentifikasi lokasi, material, Fungsi ruang dan Hal-hal terkait lainnya. Tujuan penelitian ini ialah mencari shading device yang optimal sebagi perisai luar ruangan aset gedung Dekanat FT kampus Universitas Diponegoro ini. Hasil dari penlitian ini menunjukan bahwasannya dengan ada satu desain shading device yang bisa menurunkan rata-rata 33% perolehan sinar matahari yang berpotensi besar menekan penggunaan energi Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang.
KONTRIBUSI LUBANG ANGIN DAN VENTILASI UDARA PADA BANGUNAN SOBOKARTTI SEMARANG DALAM MEWUJUDKAN KENYAMANAN TERMAL rusmiatmoko, djudjun; Setyowati, Erni; Hardiman, Gagoek
MODUL Vol 18, No 2 (2018): MODUL vol 18 no 2 tahun 2018 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3251.978 KB) | DOI: 10.14710/mdl.18.2.2018.90-96

Abstract

Di Kota Semarang terdapat beberapa bangunan yang berfungsi sebagai pertunjukan kesenian peninggalan penjajahan Belanda yang sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dengan menggunakan ventilasi udara alami melalui lubang angin pada atap dan kisi-kisi jendela di dalam ruangan dari awal pembangunan tahun 1930 sampai sekarang, bangunan kesenian di Jl. Dr. Cipto yang diberi nama Volkstheater Sobokartti yang kini dikenal dengan nama Sobokartti karya Thomas Karsten. Metode penelitian ini menggunakan metode pengukuran langsung di lokasi lapangan dan menggunakan responden. Pelaksanaan pengukuran dilakukan selama 17 jam, masing-masing dilakukan dalam 1 jam sekali. Variabel yang diukur adalah suhu udara, kelembaban udara, pergerakan udara untuk memberikan kontribusi dalam mewujudkan  kenyamanan termal. Yang sementara itu nilai temperatur efektif dijadikan dasar dalam menentukan kenyamanan termal pada bangunan Sobokartti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan lubang angin pada atap dan kisi – kisi jendela pada bangunan dapat berpengaruh pada kondisi kenyamanan termal, terutama area dalam bangunan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi didalam gedung tetap nyaman karena ventilasi udara di dalam gedung tetap terjaga dan berkecukupan dengan mengandalkan lubang angin pada atap dan kisi-kisi jendela.
PELESTARIAN RUMAH DINAS PT KAI AMBARAWA Prasetyo, Kukuh Dwi; Suprapti, Atik; Setyowati, Erni
MODUL Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.562 KB) | DOI: 10.14710/mdl.20.01.2020.28-36

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter bangunan Rumah Dinas PT KAI Ambarawa yang meliputi karakter spasial, visual, dan struktural bangunan, menganalisis dan menentukan strategi arahan pelestarian bangunan Rumah Dinas PT KAI Ambarawa. Metode analisis data yang digunakan pada studi ini, yaitu metode deskriptif analisis, evaluatif, dan development. Hasil dari  analisis tentang karakter visual  bangunan  rumah  dinas PT KAI Ambarawa  ini,  di dominasi bentukan geometri. Ciri visual pada bangunan rumah memiliki beberapa bentuk geometri, antara lain persegi panjang, segitiga dan jajaran genjang. Terdapat tiga tingkatan ruang pada bangunan rumah dinas, yaitu ruang utama sebagai pusat aktivitas, ruang selasar sebagai akses menuju keruang service yang menjadi ruang ketiga. Penggunaan  elemen- elemen bangunan dengan ukuran besar dan ornament-ornamen menggambarkan bangunan rumah dinas ini merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda. Ciri spasial bangunan, terjadi perubahan, yaitu penambahan beberapa ruang dengan alasan memenuhi  kebutuhan ruang pihak rumah sakit. Ciri struktural terlihat pada bangunan asli peninggalan kolonial yang sampai saat ini menggunakan dinding dengan ketebalan satu bata dan penggunaan modul struktur serta konstruksi atap pada bangunan rumah dinas dibagi menjadi tiga macam, antara lain konstruksi atap limasan, pelana dan atap sandar / datar.. Arahan pelestarian bangunan untuk rumah dinas PT KAI Ambarawa ini diklasifikasikan berdasarkan tiga kelas, yaitu elemen bangunan potensial rendah, sedang, dan tinggi. Setelah ditentukan berdasarkan tingkat elemen bangunan potensial,  maka  setelah  itu  ditentukan strategi arahan pelestarian bangunan sesuai dengan kondisi masing-masing.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, HARGA, DAN CITRA MEREK TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL PEMEDIASI Setyowati, Erni
Jurnal Manajemen Dayasaing Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Manajemen Daya Saing
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/dayasaing.v18i2.4507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh: 1) kualitaspelayanan terhadap kepuasan pelanggan, 2) harga terhadap kepuasan pelanggan, 3) citra merek terhadap kepuasan pelanggan, 4) kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan, 5) harga terhadap loyalitas pelanggan, 6) citra merek terhadap loyalitas pelanggan, dan 7) kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari jawaban 100 orang responden dengan metode accidental sampling. Alat analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil pengujian instrumen menyimpulkan bahwa semua variabel valid dan reliabel sebagai alat pengumpul data. Dari hasil analisis data didapatkan bahwa: 1) kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, 2) harga berpengaruh positif dan signifikanterhadap kepuasan pelanggan, 3) citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, 4) kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, 5) harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, 6) citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, 7) kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan.
Pengaruh Material Kaca Terhadap Perpindahan Panas pada Bangunan Pendidikan (Studi Kasus Gedung Pasca Sarjana Poltekkes Semarang) Wibowo, Danang Rujito; Budi, Wahyu Setia; Setyowati, Erni
Arsir Vol 4, No 2 (2020): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v4i2.2813

Abstract

Krisis energi dan pemanasan global menjadi isu penting sampai saat ini. Idealnya sebuah bangunan mempunyai nilai estetis, berfungsi sebagaimana tujuan bangunan tersebut dirancang, memberikan rasa aman (dari gangguan alam dan manusia/ makhluk lain), serta memberikan kenyamanan, akan tetapi juga memberikan dampak bagi penghematan energi bangunan tersebut. Selubung bangunan menjadi elemen utama terhadap masuknya radiasi luar ke dalam bangunan. Adanya desain selubung bangunan yang tepat, menjadikan pemakaian energi didalam bangunan dapat dihemat semaksimalnya. Selubung Bangunan sebagai elemen bangunan yang menyelubungi yaitu dinding dan atap tembus atau yang tidak tembus cahaya dimana sebagian besar energi termal dan cahaya berpindah melalui elemen tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radiasi matahari adalah penyumbang jumlah panas terbesar yang masuk ke dalam bangunan. Konsep OTTV menghitung perpindahan panas dari luar ke dalam bangunan yaitu konduksi melalui dinding tak tembus cahaya, radiasi matahari yang melalui kaca, dan konduksi panas pada kaca. Overall Thermal Transfer Value yang selanjutnya disingkat OTTV adalah suatu nilai yang menggambarkan kemampuan selubung bangunan meneruskan panas secara menyeluruh dari luar ke sisi dalam atau sebaliknya, dinyatakan dalam W/m2. Nilai ini ditetapkan sebagai kriteria perancangan untuk dinding masif dan dinding transparan (kaca) selubung bangunan gedung yang dikondisikan. Besar radiasi matahari yang ditransmisikan melalui selubung bangunan dipengaruhi oleh fasade bangunan yaitu perbandingan luas kaca dan luas dinding bangunan keseluruhan (wall to wall ratio), serta jenis dan tebal kaca yang digunakan. Bila nilai OTTV suatu bangunan yang dihasilkan kurang/sama dengan 40 W/m2, maka bangunan tersebut sudah sesuai dengan Syarat Bangunan Gedung Hijau pada Peraturan Walikota Semarang nomor 24 tahun 2019. Gedung Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Semarang sebagai objek studi adalah bangunan berlanggam modern dengan dominasi bukaan dinding bermaterial kaca. Kaca yang digunakan adalah kaca berwarna jenis Panasap. Hasil perhitungan OTTV pada dinding Utara Gedung Poltekkes Semarang sebesar 53,35 W/m2, pada dinding Timur sebesar 77,31 W/m2, pada dinding Selatan sebesar 52,40 W/m2, pada dinding Barat sebesar 26,43 W/m2. Dari hasil perhitungan OTTV didapatkan nilai Total OTTV sebesar 53,11 W/m2, sehingga disimpulkan bangunan Gedung Poltekkes Semarang tidak memenuhi syarat bangunan hemat energi berdasarkan Peraturan Walikota Semarang nomor 24 tahun 2019. Untuk mencapai nilai ideal OTTV bangunan Gedung Hijau berdasar Peraturan Walikota Semarang nomor 24 tahun 2019 pada Gedung Poltekkes Semarang, maka perlu dilakukan penggantian jenis material kaca pada bangunan tersebut atau mengurangi luasan dari bukaan dinding dari salah satu sisi bangunan.
TINGKAT PENCAHAYAAN ALAMI PADA TATA LETAK INTERIOR AREA BACA PERPUSTAKAAN Studi Kasus : Ruang Layanan Referensi Perpustakaan DaerahProvinsi Jawa Tengah Malik, Sutrati Melissa; Setyowati, Erni; Setiabudi, Wahyu
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i2.6903

Abstract

Space and light are elements that need to be considered in an interior design library. Space Reference Service Central Java Provincial Library during opening hours turn on the lights as an additional light to illuminate the room, this was done because of the condition of the room to maximize the natural light into the room was minimal. This minimal conditions also influenced the layout of the furniture arrangement bookshelf is in the range of openings so that the incoming light is reduced. The purpose of this study was to measure and analyze Level Natural Lighting Interior Layout In Area Read Space Reference Service. The discussion and analysis in this study is quantitative descriptive. Method of Measuring the level of natural lighting in the room is done on a point of reference services Main Measure that is based on the position where the lamp. (Code TU), namely at point Measure Side opening window light in space and outer space, on each plan space services. (Code TUD and TUL) and the Supplementary Measure point in the field of reading the reading table in each room service. (Code TUB). Measuring point is taken at a flat field which is located at the height of 0.75 m or 75 cm above the floor. This flat surface called the working field (Frick, 2008) The results of this study the intensity level of natural light in the space can be further enhanced by optimizing the openings on several sides of the building are not obstructed, Placement Area Read in the reference services optimized by the arrangement of the furniture layout in order to light who entered the area can read more leverage and a standardized 225 lux, furniture layout pattern of structuring a strong influence on a bright light into the space and visual comfort of the space. Results of measurement are mostly located below the minimum threshold standards library reading area that is 225 lux occurs because perletakkan furniture is placed on the side of the light source..Ruang dan cahaya adalah elemen yang perlu dipertimbangkan dalam sebuah rancangan interior Perpustakaan. Ruang Layanan Referensi Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah pada jam pelayanan menyalakan lampu sebagai cahaya tambahan untuk menerangi ruangan, hal ini dilakukan karena kondisi ruangan untuk memaksimalkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan sangat minim. Kondisi minim ini juga dipengaruhi pengaturan layout perabot rak buku yang berada di jangkauan bukaan sehingga cahaya yang masuk menjadi berkurang. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengukur dan menganalisa Tingkat Pencahayaan Alami Pada Tata Letak Interior Area Baca Ruang Layanan Referensi. Pembahasan dan analisa pada penelitian ini secara kuantitatif deskriptif. Metode Pengukuran tingkat pencahayaan alami pada ruang layanan referensi dilakukan pada Titik Ukur Utama yakni berdasarkan pada posisi letak lampu. (Kode TU), Titik Ukur Samping yakni pada bukaan cahaya jendela dalam ruang dan luar ruang, pada setiap denah ruang layanan. (Kode TUD dan TUL) dan Titik Ukur Tambahan yakni pada bidang baca yakni meja baca pada setiap ruang layanan. (Kode TUB). Titik ukur diambil pada suatu bidang datar yang letaknya pada tinggi 0,75 m atau 75 cm di atas lantai. Bidang datar ini disebut bidang kerja (Frick,2008).Hasil penelitian ini tingkat intensitas cahaya alami dalam ruang dapat lebih ditingkatkan lagi dengan mengoptimalkan bukaan di beberapa sisi bangunan yang tidak terhalang, Penempatan Area Baca di ruang layanan referensi dioptimalkan dengan penataan layout perabot agar cahaya yang masuk sampai ke area baca dapat lebih maksimal dan sesuai standar 225 lux, Pola penataan layout perabot berpengaruh terhadap kuat terang cahaya yang masuk ke dalam ruang dan kenyamanan visual pengguna ruang. Hasil pengukuran yang sebagian besar berada di bawah batas minimum standar area baca perpustakaan yakni 225 lux terjadi karena perletakkan perabot diletakkan berada di sisi sumber cahaya. 
Kenyamanan Thermal pada Masjid Al Irsyad Kotabaru Parahyangan, Jawa Barat Hapsari Dewi Puspitorini; Gagoek Hardiman; Erni Setyowati
JURNAL ARSITEKTUR Vol 4, No 1 (2013): Desember
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.068 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v4i1.460

Abstract

Mosque of Al Irsyad which located in Kotabaru Parahyangan, West Java [is] a mosque which [in] desain by one of [the] so called Indonesia architect [of] Ridwan Kamil. This Mosque have unique architecture desain. Especial form [of] mosque in form of square which taken away from [by] form of KaBah [in] Illicit Masjidil. This Mosque [do] not have dome like mosques in general. With desain which [do] not like mosques in general, Al Irsyad have obtained various international appreciation. Therefore require to be performed [a] [by] a[n research how building with the unique architecture can adapt with climate [in] damp trop., so that [all] consumer of building can feel freshment at the (time) of residing in [at] building. From understanding of that interaction architecture should be able to with environment, hence crossed ventilation found on most of all room side of salat especial influence volume movement of air which come into especial building which later give influence which strong enough to condition of freshment of thermal felt by [all] consumer of building.Masjid Al Irsyad yang terletak di Kotabaru Parahyangan, Jawa Barat adalah sebuah masjid yang di desain oleh salah satu arsitek Indonesia bernama Ridwan Kamil. Masjid ini memiliki desain arsitektur yang unik. Bentuk utama masjid berbentuk persegi yang diambil dari bentuk Kabah di Masjidil Haram. Masjid ini tidak memiliki kubah seperti masjid-masjid pada umumnya. Dengan desain yang tidak sepertiJurnal Arsitektur Universitas Bandar Lampung, Desember 3 201 37masjid-masjid pada umumnya ini, Al Irsyad telah memperoleh berbagai penghargaan internasional. Oleh karena itu perlu diadakan suatu penelitian bagaimana bangunan dengan arsitektur yang unik tersebut dapat beradaptasi dengan iklim di daerah tropis lembab, sehingga para pengguna bangunan dapat merasakan kenyamanan pada saat berada pada bangunan tersebut. Dari pemahaman bahwa arsitektur harus bisa berinteraksi dengan lingkungan, maka ventilasi silang yang terdapat pada hampir semua sisi ruang salat utama mempengaruhi volume pergerakan udara yang masuk ke dalam bangunan utama yang nantinya memberikan pengaruh yang cukup kuat terhadap kondisi kenyamanan thermal yang dirasakan oleh para pengguna bangunan tersebut.
PENGARUH MAIN ENTRANCE TERHADAP AKSESIBILITAS PENGUNJUNG RUMAH SAKIT Studi Kasus: Koridor Jl. Dr. Soetomo dan Jl. Kariadi Semarang Adelina Noor Rahmahana; Erni Setyowati; Gagoek Hardiman
NALARs Vol 12, No 2 (2013): Nalars Volume 12 Nomor 2 Juli 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.12.2.%p

Abstract

ABSTRAK. RSUP1 Dr.Kariadi Semarang berfungsi sebagai rumah sakit rujukan untuk wilayah Jawa Tengah. Lingkungan rumah sakit sebagai fasilitas publik, memberikan pelayanan kesehatan dan perawatan intensif bagi masyarakat. Jalan Kariadi dan Jalan Dr. Soetomo merupakan jalan utama yang dapat mengakses lingkungan RSUP1 Dr.Kariadi. Tahun 2010 terjadi peningkatan volume pelayanan kesehatan dan program fungsi yang dilakukan pihak rumah sakit. Oleh karena itu main entrance dibuat dengan sistem teluk (bay system) yang dapat menampung 2-3 mobil. Adanya main entrance di Jl. Kariadi menarik minat PKL untuk mendirikan tenda di jalur pedestrian. Sedangkan pada koridor Jalan Dr. Soetomo terdapat pangkalan taksi di sekitar main entrance untuk menunggu penumpang. Main entrance diduga mempengaruhi aksesibilitas pengunjung dalam menuju lingkungan rumah sakit. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara main entrance terhadap aksesibilitas pengunjung rumah sakit. Tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara aksesibilitas pengunjung kelompok main entrance Jl. Dr. Soetomo dan Jl. Kariadi. Adanya penambahan fungsi pelayanan kesehatan akan meningkatkan jumlah pengunjung RSUP Dr. Kariadi yang keluar masuk pada main entrance. Kata kunci : Main entrance, aksesibilitas pengunjung, rumah sakit 1RSUP : Rumah Sakit Umum Pusat ABSTRACT. RSUP1 Dr. Kariadi Semarang serves as a general hospital for the regional of Jawa Tengah. The hospital environment, as public facility, provides health care and intensive care for society. Kariadi Street and Dr.Soetomo Street are the major road that can access RSUP1 Dr.Kariadi environment. In year 2010, there was an increase volume of health services and function program that carried out by hospital. Therefore, main entrance is designed based on the bay system that could accommodate 2-3 cars. By the existence of main entrance on Kariadi Street, it could attract the street vendors to set up a tent on the pedestrian ways. On the otherhand, at Dr.Soetomo corridor, there are taxi stands around the main entrance to accomodate the passengers.Main entrance has been predicted has an influence the accessibility of visitors to the hospital environment. The result of this research is there are some influences and relations between main entrance to the hospital visitors’ accessibility. There are no significant differences between the visitors’ accessibility of main entrance group on Dr. Soetomo Street and Kariadi Street. There is an additional of health service function which will increase the number of visitors of Dr. Kariadi Hospital either in or out at the main entrance. Keywords: Main entrance, visitor accessibility, hospitals 
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Qodir Abdul Qodir Adelina Noor Rahmahana Adelina Noor Rahmahana, Adelina Noor Adityo Fajar Vakumoro Agitta Raras Putri Agitta Raras Putri Agung Dwiyanto Anggana Fitri Satwikasari Annisa Dwi Hariyanti Ardi Sandriya Aseani, Wingky atik suprapti Ayudia Kanthi Lestari, Ayudia Kanthi ayuta lestariani Ayuta Lestariani bagas laksawicaka Bambang Setioko Bambang Sujono Bambang Supriyadi Budi Sudarwanto Denny Nugroho Sugianto Dewi Setyaningrum Dwijayanti, Rts. Sherly Dyah Hendrawati Eddy Indarto Eddy Prianto Erni Dwi Puji Setyowati, Erni Dwi Puji Evi Puspitasari Fariz Nizar Fisa Savanti Gagoek Hardiman Hana Faza Surya Rusyda Hapsari Dewi Puspitorini Hardiman, Gagok Hari Utama Hariyanti, Annisa Dwi Hartawan, Varian Dedy Hasliza Marshalita Hendro Trilistyo Hepi Duchovny Young Heri Sugianto HERMAWAN Hermawan Hermawan Ikhwanul Ahfadz, Ikhwanul Indah Susilowati Indriastjario Indriastjario Jantu, Mochamad Athar jumratul akbar, jumratul Jundi Jundullah Afghani Karomah, Uli Kartika Putri, Tabita Febriawaty Kusumastuti, Diana Masrokan Masrokan Masrokan, Masrokan Nashrullah Dahlan Lubis Nauvaldy Amru Tsani Nizar, Fariz Norhayati Mahyuddin Odi Andanu Pramono, Syaref Prasetyo, Kukuh Dwi Prita Shintania, Prita Putri, Agitta Raras Rahmalia Fajri Setiani, Rahmalia Rahmat Hidayat Reza Alvi Yulita samia saragi Sari, Suzanna Sasmito, Adi satriya wahyu firmandani, satriya Septana Bagus Pribadi Septana, Septana Simarmata, Karina Siti Roudhotul Jannah, Siti Roudhotul Sri Yuliani Sri Yuliani Subrata Aditama Kittie Aidon Uda sukawi sukawi Suryono Suryono Sutrati Melissa Malik Suzanna Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Wahyu Setia Budi Wibowo, Danang Rujito Wijayanti Wijayanti Wingky Aseani Wiwik Setyaningsih Yashinta I.P. Hematang Yudi Kurnia