Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Space Syntax pada Perkembangan Ruang Perdagangan Di Kampung Arab Pasar Kliwon Kota Surakarta Dewi Setyaningrum; Budi Sudarwanto; Erni Setyowati
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.029 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v19i2.18435

Abstract

Aktivitas utama di Kampung Arab Pasar Kliwon Kota Surakarta yaitu perdagangan perlengkapan kebutuhan maupun oleh-oleh khas haji dan umrah. Perkembangan aktivitas perdagangan di Kampung Arab Pasar Kliwon memacu berkembangnya aktivitas perdagangan di sektor lain. Hal tersebut mengakibatkan perubahan penggunaan ruang perdagangan di Kampung Arab Pasar Kliwon. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis penggunaan dan perkembangan ruang perdagangan di Kampung Arab Pasar Kliwon. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis spasial menggunakan Software ArcGIS dan analisis konfigurasi ruang menggunakan Space Syntax. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ruang perdagangan di Kampung Arab Pasar Kliwon memiliki pola ruang berbentuk centers. Perencanaan kawasan Kampung Arab Pasar Kliwon masih dipengaruhi oleh aturan-aturan classical planning, seperti elemen pembentuk jalan dengan terdapat hirarki jalan dan pengembangan dari geometry grid dimana terdapat pertemuan jalan dengan garis tegas dan benteng atau tembok kota (tembok Keraton Surakarta). Nilai inteligibillity dari konfigurasi ruang Kampung Arab Pasar Kliwon tepatnya di Jalan Kapten Mulyadi menunjukkan konektivitas dan integrasi yang tinggi. Hal tersebut mempunyai arti adanya kemudahan akses dalam pencapaian ruang. Nilai R2 jaringan jalan di Kampung Arab Pasar Kliwon yaitu 0,566918 yang mengindikasikan sedang dan mendekati 1, memiliki makna tingkat kemudahan individu dalam memahami struktur ruang kawasan. Aktivitas utama perdagangan di Kampung Arab Pasar Kliwon berada di Jalan Kapten Mulyadi, lalu diikuti Jalan Untung Suropati (di sebelah Utara), dan Jalan Veteran (di sebelah Selatan), serta belum berkembang secara signifikan pada jalan lokal/lingkungan di Kampung Pasar Kliwon. Hasil penelitian dapat memberikan gambaran tentang karakteristik perkembangan ruang perdagangan di Kampung Arab sehingga dapat memberikan kemudahan dalam perencanaan dan pengembangan kawasan tersebut .
MODEL KULINER WISATA BAHARI UNTUK PENINGKATAN PEMBERDAYAAN EKONOMI DESA TAMBAKBULUSAN KABUPATEN DEMAK Erni Setyowati; Indah Susilowati; Denny Nugroho Sugianto; Agitta Raras Putri
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.977

Abstract

Abstract: Tourism activities are activities that directly touch and involve the community so as to bring various impacts to the local community. Indonesia which is rich in natural products highlights aspects of tourism in several sectors, culture, traditional food and natural wealth. Although Culinary Tourism is closely related to the taste of local food, this research will focus its discussion on the Design of Marine Culinary Tourism Model on the North Coast of Demak, precisely in Tambakbulusan Village, Karang Tengah District, Demak Regency. In the area cultivated fisheries namely bandeng ponds, tilapia fish, and shrimp. Seeing the culinary potential and fishery results of Demak Regency, especially in the area that excels. As one of the villages that have this potential, Tambakbulusan Village has not been developed optimally. Developing this potential requires careful planning. So that the planning is not the wrong target, research needs to be done first to identify the feasibility of the area to be used as a planning object. This study used qualitative descriptive analysis methods. The analysis is related to the tourism element. The results of the research were then used as input to design the tourist area in Tambakbulusan Village. The design is done by analyzing space needs, design elements, measurable and immeasurable performance, then from the results of design analysis produced a site plan of tambakbulusan tourist village.Abstrak: Kegiatan tourism adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat sehingga membawa berbagai dampak terhadap masyarakat setempat. Indonesia yang kaya akan hasil alamnya menonjolkan aspek tourism pada beberapa sektor, budaya, makanan tradisional dan kekayaan alam. Walaupun Culinary Tourism erat kaitannya dengan cita rasa makanan daerah setempat, namun penelitian ini akan memfokuskan pembahasannya pada Desain Model Wisata Kuliner Bahari di Pesisir Pantai Utara Demak, tepatnya di Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Demak. Di kawasan tersebut dibudidayakan perikanan yakni tambak bandeng, ikan nila dan udang. Melihat potensi kuliner dan hasil perikanan Kabupaten Demak terutama di kawasan tesebut yang unggul. Sebagai salah satu desa yang memiliki potensi tersebut, Desa Tambakbulusan belum dikembangkan secara optimal. Untuk mengembangkan potensi tersebut diperlukan sebuah perencanaan yang matang. Agar perencanaan tersebut tidak salah sasaran, perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu untuk mengidentifikasi kelayakan kawasan yang akan dijadikan sebagai obyek perencanaan. Pada penelitian ini digunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Analisis yang dilakukan yaitu terkait dengan elemen pariwisata. Hasil dari penelitian kemudian dijadikan sbegai masukan untuk merancang desain kawasan wisata di Desa Tambakbulusan. Perancangan desain tersebut diklakukan dengan menganalisis kebutuhan ruang, elemen perancangan, kinerja terukur dan tak terukur, kemudian dari hasil analisis perancangan dihasilkan sebuah siteplan desa wisata Tambakbulusan.
POLA AKTIVITAS DAN PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK DATARAN ENGKU PUTRI BATAM Fariz Nizar; Erni Setyowati
urn:nbn:de:00001miji.v1i11
Publisher : Merdeka Indonesia Journal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.45 KB)

Abstract

Dataran Engku Putri adalah ruang terbuka yang berada ditengah kota Batam, dataran ini digunakan untuk interaksi orang disekitar dataran maupun orang diluar dataran (umum). Pada ruang publik hanya mempunyai kawasan terbatas, maka agar dapat berjalan baik behaviour setting harus dikontrol atau dikendalikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola aktivitas dan pemanfaatan ruang terbuka publik pada dataran Engku Putri Batam dengan cara mengkaitkan ruang aktivitas, waktu, dan pelaku aktivitas. Hasil dari penelitian ini bisa dipakai untuk pengembangan dataran Engku Putri pada masa yang akan datang, supaya perubahannya tepat sasaran. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara melakukan pengamatan pada ruang yang berada di dataran engku putri pada pagi, siang, dan malam yang bertepatan dengan hari kerja, waktu beribadah, dan pada hari libur. Dengan itu bisa didapati pola aktivitas dan pemanfaatan ruang terbuka publik pada dataran Engku Putri yang menjadi bahan dasar untuk menjelaskan keterikatan diantara ruang aktivitas, waktu dan pelaku aktivitas pada dataran engku putri.
ANALISIS PENGARUH BENTUK SERAMBI MASJID TERHADAP KENYAMANAN TERMAL ADAPTIF Abdul Qodir; Erni Setyowati; Suryono Suryono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i3.522

Abstract

This study examines the effect of the porch on the adaptive thermal comfort of mosques by taking 2 mosques that have different porch shapes with the specific purpose of obtaining data on the neutrality, acceptability and preferences of the mosque respondents' thermal conditions in the framework of developing adaptive thermal comfort standards for Indonesia. Measurement of physical environment variables is done by taking data on temperature, humidity, air velocity, and mean radiant temperature (MRT) at 2 mosques and at the same time the impression and thermal preference questionnaire data are taken, examination of clothing types and activities, and list of thermal environment controls to 40 respondents in each mosque. Data of thermal neutrality and thermal preferences were analyzed by regression analysis using SPSS 19 software, while thermal acceptance was analyzed based on the results of the questionnaire answers. The analysis showed that the neutrality value at Ulul Albab mosque was Tdb = 28.47 OC, ET * = 30.11 OC, SET * = 23.11 OC, TSENS = 1.17, DISC = -1.06, and PMV = -0.65, this data shows that the neutral condition desired by respondents is slightly below the average condition, while the neutrality in Nurul Ilmi mosque at Tdb = 30.27 OC, ET * = 31.65 OC, SET * = 29.05 OC, TSENS = 1.03, DISC = 1.68, and PMV = 1.22, this data also shows that the neutral conditions desired by respondents are slightly below average conditions. While the preference value at Ulul Albab mosque is Tdb = 22.25 OC, ET * = 28.62 OC, SET * = 24.24 OC, TSENS = 0.23, DISC = 0.23, and PMV = -0.60 and preference conditions at Nurul Ilmi mosque at Tdb = 29.11 OC, ET * = 31.17 OC, SET * = 28.50 OC, TSENS = 1.04, DISC = 1.45, and PMV = 1.03. As many as 92% of respondents in the Ulul Albab mosque can accept local thermal conditions in the temperature range of 27oC - 31oC. While 90% of respondents in the Nurul Ilmi mosque can accept local thermal conditions in the temperature range of 27oC-32oC. The results of the neutrality, acceptance and preference analysis show that the Ulul Albab mosque is better than the Nurul Ilmi mosque.
PENGARUH PERILAKU PENGUNJUNG TERHADAP PERSONAL SPACE DI MASJID AL HADDAD PAMANUKAN PADA MASA PANDEMI COVID 19 Fariz Nizar; Erni Setyowati
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i1.664

Abstract

Abstract: The Al Haddad mosque is the first Jamie mosque in Pamanukan Subang, Al Haddad mosque is a mosque that is often used by Muslims in Pamanukan carrying out worship, especially Friday payers, during the coronavirus pandemic 2019 (Covid19)it was still crowded with worshipers. The purpose of this study was to determine th effect of visitor behaviour on personal space at the Al Haddad Pamanukan mosque during the covid 19 pandemics. The research method uses a quantitative research method, with the theoretical basis used is the theory of visitor behaviour and the theory of personal space.Abstrak: Masjid Al Haddad adalah masjid Jamie pertama di pamanukan subang, Masjid al haddad adalah masjid yang sering dipakai oleh umat muslim di pamanukan dalam menjalankan ibadah khususnya ibadah sholat jum’at, pada masa pandemi Corona Virus 2019 (Covid 19) pun masih ramai dikunjungi para jamaahnya. Tujuan penelitian ini merupakan mengetahui dampak perilaku pengunjung terhadap personal space di masjid al haddad pamanukan pada masa pandemic covid 19. Dari masalah yang ada tersebut, maka hipotesis berdasarkan penelitian ini merupakan pengaruh positif personal space terhadap perilaku pengunjung Masjid Alhaddad pada saat masa pandemic Covid 19 .Metode penelitian yang dipakai merupakan metode penelitian kuantitatif, dengan  landasan teori yang digunakan merupakan teori perilaku pengunjung dan teori personal space. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dianalisis dengan statistic inferensial.
ANALISIS TRANSFER PANAS MENYELURUH PADA SELUBUNG BANGUNAN DI DAERAH TROPIS Annisa Dwi Hariyanti; Erni Setyowati; Gagoek Hardiman
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i3.1112

Abstract

Abstract: The creation of architectural works in tropical climates must be appropriate and responsive to the climate. In its application, it is expected to comply with the criteria for green building design requirements in SNI 03-6389-2011 and Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number: 21 of 2021 concerning Green Building Performance Assessment, namely that the overall heat transfer value of the building envelope does not exceed 35 W/m2. The choice of material used in the building envelope affects the amount of heat transfer value in a building. The building envelope of the Polytechnic of Furniture Industry and Wood Processing Campus Education Building on all four sides are dominated by Asahimas green stopsol reflective glass material with a glass thickness of 8 mm and conwood material in several parts. The amount of heat transfer value is analyzed using quantitative research methods with the calculation of OTTV (Overall Thermall Transfer Value). From the analysis, it is known that the overall OTTV value of the building is 54,94 W/m2, so it does not meet the criteria for green building design requirements. It is necessary to make retrofit design efforts to reduce the OTTV value in order to achieve OTTV value as mentioned in the SNI 03-6389-2011 and Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number: 21 of 2021.Abstrak: Pembuatan karya arsitektur di iklim tropis harus tepat dan responsif terhadap iklim. Dalam penerapannya diharapkan sesuai dengan kriteria persyaratan perancangan bangunan hijau pada SNI 03-6389-2011 dan Permen PUPR RI Nomor: 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau, yaitu bahwa nilai transfer panas menyeluruh pada selubung bangunan tidak melebihi 35 W/m2. Pemilihan jenis material yang digunakan pada selubung bangunan berpengaruh terhadap nilai transfer panas pada suatu bangunan. Selubung bangunan Gedung Pendidikan Kampus Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu pada keempat sisinya didominasi material kaca reflektif stopsol green Asahimas dengan ketebalan kaca 8 mm dan material conwood di beberapa bagian. Untuk mengetahui besarnya nilai transfer panas dilakukan analisa menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan perhitungan OTTV (Overall Thermall Transfer Value). Dari hasil analisa diketahui bahwa nilai OTTV keseluruhan bangunan sebesar 54,94 W/m2, sehingga tidak memenuhi kriteria persyaratan perancangan bangunan hijau. Perlu dilakukan upaya retrofit desain untuk menurunkan nilai OTTV tersebut agar mencapai nilai OTTV sesuai SNI 03-6389-2011 dan Permen PUPR RI Nomor: 21 Tahun 2021.
Pengaruh Komponen Masjid Kauman Terhadap Kedatangan Wisatawan Nizar, Fariz; Sasmito, Adi; Setyowati, Erni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.44 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i11.4544

Abstract

Masjid Kauman Adalah Salah satu masjid yang paling bersejarah di kota semarang, masjid kauman sering di kunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara karena kekhasan dari masjid nya itu sendiri, oleh karena itu penulis bertujuan untuk membuat jurnal tentang komponen apa pada masjid kauman yang bisa menarik kedatang wisawatan, metode penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menjelaskan hasil observasi dilapangan, pada penelitian ini akan menemukan komponen apa saja yang mempengaruhi wisatawan datang berkunjung. Hasil dari penelitian mengenai pengaruh komponen Masjid Agung Kauman terhadap kedatangan wisatawan diantaranya: 1). Setiap komponen yang berada memiliki kekuatan yang berbeda beda dalam mempengaruhi kedatangan wisatawan, hal tersebut dibuktikan oleh setiap komponen masjid mempunyai keunikan yang berbeda beda. 2). Komponen yang kurang menonjol kurang begitu diminati oleh wisatawan karenapada umumnya wisatawan menyukai hal-hal yang unik
PENGARUH DESAIN BERBASIS MASYARAKAT UNTUK KEBERLANJUTAN BANGUNAN HIJAU MENUJU ARSITEKTUR SADAR ENERGI Yuliani, Sri; Hardiman, Gagoek; Setyowati, Erni; Setyaningsih, Wiwik
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 6 No 1 (2019): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v6i1a3

Abstract

Abstrak_Konsep arsitektur sadar energi mempertimbangkan efisiensi dan konservasi sumber daya alam dalam proses merancang, diantaranya dengan implementasi bangunan hijau. Kinerja desain pada bangunan hijau dipengaruhi oleh konsistensi pelaku utama pembangunan yakni pemerintah, perencana, perancang/arsitek, dan masyarakat pengguna. Komitmen mempertahankan desain hijau dapat berjalan berkesinambungan manakala terbentuk pola hubungan peran dan desain yang saling mendukung. Penelitian bertujuan mengidentifikasi hubungan desain dengan peran masyarakat untuk keberlanjutan bangunan hijau. Lokasi penelitian merupakan representasi karakter kota di Indonesia, yakni Kota Surakarta. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan induktif melalui survei lapangan. Pengumpulan data diperoleh melalui pengamatan lapangan, wawancara dan kuisioner dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara peran masyarakat dengan keberlanjutan desain bangunan hijau, dimana terdapat respon yang berbeda pada desain yang mengakomodasi peran masyarakat dan adanya kontribusi yang berbeda dari tingkat ekonomi masyarakat untuk mendukung keberlanjutan desain hijau.Kata kunci : Desain; Peran Masyarakat; Keberlanjutan; Bangunan Hijau Abstract_The concept of energy-conscious architecture considers the efficiency and conservation of natural resources in the design process, including the implementation of green buildings. Design performance in green buildings is influenced by the consistency of the main actors of development, namely the government, planners, designers/architects, and the user community. Commitment to maintaining a green design can run continuously when a role and design relationship pattern is formed that supports each other. The research aimed to identify design relationships with the role of the community for the sustainability of green buildings. The research location was a representation of the character of cities in Indonesia, namely the City of Surakarta. The study used qualitative methods with an inductive approach through field surveys. Data collection was obtained through field observations, interviews and questionnaires with purposive sampling technique. The results of the research indicated that there was  a relationship between the role of the community and the sustainability of green building design, where there were different responses to the design that accommodate the role of the community and the existence of different contributions from the economic level of the community to support the sustainability of the green design.Keywords: Design in Architectu;, Community Participator;  Sustainability;  Green Building
Tingkat Kebisingan di Stasiun Poncol Semarang Berdasarkan Aspek Kenyamanan Audial Simarmata, Karina; Setyowati, Erni
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 11 No 1 (2024): June
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v11i1a1

Abstract

The source of the noise level at the train station in several interior spaces including the VIP room, hall, office, market, and loco café by measuring in the field and carried out on September 15, 2023, at 12.33 WIB. The noise standard level based on the Decree of the Minister of Environment No. 48 of 1996 that the train station is 60 decibels. The purpose of this study is to determine the distribution of noise. The method used is a quantitative method by taking in the field and comparing the calibrated Sound Level Meter and Sound Meter Application within 3 minutes from the arrival of the train until the train departs. The results of the noise level of the five interiors of Semarang Poncol Station show that the noise level is greatest in the hall of Poncol station because the room is semi-open to make the sound that enters the room is very disturbed, and the noise level of the five rooms above the standard limit of the noise level. So it can be concluded that the room at Poncol Station experiences more noise than it should. The noise in the interior area of the station can exceed the specified comfort limit because of the different sound sources.
Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai ECO Enzyme Sebagai Upaya Mendukung Pertanian Berkelanjutan Setyowati, Erni Dwi Puji; Sandriya, Ardi; Setyowati, Erni; Andanu, Odi; Dwijayanti, Rts. Sherly
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2245

Abstract

Limbah pertanian merupakan sisa hasil kegiatan pertanian yang dimulai dari proses produksi hingga panen. Pentingnya penanganan dan pengelolaan limbah di dasari atas sistem pertanian berkelanjutan sehingga dapat menghemat biaya produksi dan menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu cara pengelolaan limbah pertanian adalah dengan pembuatan eco enzyme. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk tepat guna yaitu eco enzyme. Pengabdian kepada masyarakat ini dibagi dalam beberapa tahap yaitu survey, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap survey dilakukan pengumpulan data, identifikasi permasalahan dan diskusi dengan mitra untuk menyesuaikan kebutuhan mitra serta berkoordinasi mengenai potensi yang dapat dikembangkan. Tahap perencanaan dilakukan untuk persiapan materi serta koordinasi dengan mitra mengenai waktu dan tempat pelaksanaan serta bahan yang perlu dipersiapkan. Tahap pelaksanaan dibagi menjadi sosialisasi dan pelatihan. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai eco enzyme. Pelatihan berguna untuk memberi pengalaman langsung mengenai pembuatan eco enzyme. Hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta sebesar 72% setelah dilakukannya sosialisasi. Hasil kuisioner evaluasi kegiatan menunjukan semua peserta menyatakan bahwa kegiatan ini telah sesuai kebutuhan (100%), memiliki kebermanfaatan yang tinggi (100%) dan peserta merasa puas selama kegiatan berlangsung (100%). Minat penggunaan eco enzyme setelah sosialisasi dan pelatihan mengalami peningkatan dari 80% peserta menjadi 100% peserta. Diharapkan adanya peningkatan pengelolaan limbah pertanian di kebun Oibama untuk mendukung sistem pertanian berkelanjutan dari segi penggunaan bahan organik pada proses budidaya dan menjaga kelestarian lingkungan. SOCIALIZATION AND TRAINING OF AGRICULTURAL WASTE AS ECO ENZYME TO SUPPORT SUSTAINABLE AGRICULTURE Abstract Agricultural waste is the remaining results of agricultural activities starting from the production process to harvest. The importance of handling and managing waste is based on a sustainable farming system to save production costs and maintain environmental sustainability. One way to manage agrarian waste is by making eco enzymes. The objective of this community service initiative is to enhance the expertise and proficiency of farmers in the conversion of agricultural waste into suitable products, specifically eco enzymes. This community service is divided into several stages, namely survey, planning, implementation, and evaluation. During the survey stage, data is gathered, problems are identified, and discussions are held with partners to align their needs and collaborate on potential development opportunities The planning phase involves preparing materials and coordinating with partners about the timing and location of implementation, as well as the necessary materials. The implementation stage is divided into socialization and training. Socialization is carried out to increase participants' knowledge about eco enzymes. Training is beneficial for gaining hands-on experience in producing eco enzymes. The assessment findings demonstrated a 72% increase in participant knowledge levels following the socialization activity. The results of the activity evaluation questionnaire showed that all participants stated that this activity was by their needs (100%), had high benefits (100%) and participants were satisfied during the activity (100%). After the process of socialization and training, the percentage of participants expressing interest in utilizing eco enzyme rose from 80% to 100%. The expectation is for an enhancement in the handling of agricultural waste within the Oibama garden, to promote a sustainable approach to farming through the utilization of organic materials in the cultivation process and the maintenance of environmental sustainability.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Qodir Abdul Qodir Adelina Noor Rahmahana Adelina Noor Rahmahana, Adelina Noor Adityo Fajar Vakumoro Agitta Raras Putri Agitta Raras Putri Agung Dwiyanto Anggana Fitri Satwikasari Annisa Dwi Hariyanti Ardi Sandriya Aseani, Wingky atik suprapti Ayudia Kanthi Lestari, Ayudia Kanthi Ayuta Lestariani ayuta lestariani bagas laksawicaka Bambang Setioko Bambang Sujono Bambang Supriyadi Budi Sudarwanto Denny Nugroho Sugianto Dewi Setyaningrum Dwijayanti, Rts. Sherly Dyah Hendrawati Eddy Indarto Eddy Prianto Erni Dwi Puji Setyowati, Erni Dwi Puji Evi Puspitasari Fariz Nizar Fisa Savanti Gagoek Hardiman Hana Faza Surya Rusyda Hapsari Dewi Puspitorini Hardiman, Gagok Hari Utama Hariyanti, Annisa Dwi Hartawan, Varian Dedy Hasliza Marshalita Hendro Trilistyo Hepi Duchovny Young Heri Sugianto HERMAWAN Hermawan Hermawan Ikhwanul Ahfadz, Ikhwanul Indah Susilowati Indriastjario Indriastjario Jantu, Mochamad Athar jumratul akbar, jumratul Jundi Jundullah Afghani Karomah, Uli Kartika Putri, Tabita Febriawaty Kusumastuti, Diana Masrokan Masrokan Masrokan, Masrokan Nashrullah Dahlan Lubis Nauvaldy Amru Tsani Nizar, Fariz Norhayati Mahyuddin Odi Andanu Pramono, Syaref Prasetyo, Kukuh Dwi Prita Shintania, Prita Putri, Agitta Raras Rahmalia Fajri Setiani, Rahmalia Rahmat Hidayat Reza Alvi Yulita samia saragi Sari, Suzanna Sasmito, Adi satriya wahyu firmandani, satriya Septana Bagus Pribadi Septana, Septana Simarmata, Karina Siti Roudhotul Jannah, Siti Roudhotul Sri Yuliani Sri Yuliani Subrata Aditama Kittie Aidon Uda sukawi sukawi Suryono Suryono Sutrati Melissa Malik Suzanna Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Wahyu Setia Budi Wibowo, Danang Rujito Wijayanti Wijayanti Wingky Aseani Wiwik Setyaningsih Yashinta I.P. Hematang Yudi Kurnia