Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN CAHAYA ALAMI TERHADAP MEJA BACA DI PERPUSTAKAAN Masrokan Masrokan; Wahyu Setia Budi; Erni Setyowati
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.55 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v4i2.408

Abstract

Abstract: Humans in carrying out daily activities always need sunlight. Nature has provided an abundant source of energy, solar heat. Indonesia is on the equator very rich in energy from sunlight. Sunlight has not been used by humans and seems to be refused entry into the room. The reading room is one of the facilities in the library. The reading room requires adequate sunlight and a good reading table layout so that it can be used optimally when reading and writing. The purpose of this research is to improve visual comfort in the reading room so that natural light can enter the reading room optimally in accordance with the standard requirements of the reading room so that the reading room can be utilized optimally. Research using quantitative methods that are measuring the location of the level of natural lighting in the reading room by using measuring devices. This research is very important to be done to translate human desires in planning and designing a good reading room. The results of this study can explain that natural light can be optimally utilized in the reading room (reading table) in the library by using reflector material (directors of sunlight). Determination of access to sunlight both windows and other openings will affect the organization of space, dimensions and design of space.Keyword: Natural Light, Reading Room, LibraryAbstrak: Manusia dalam melakukan kegiatan sehari-hari selalu membutuhkan cahaya matahari. Alam telah menyediakan sumber energi berlimpah yaitu panas matahari. Indonesia berada di garis katulistiwa sangat kaya energi dari sinar matahari. Cahaya matahari belum banyak dimanfaatkan manusia dan seakan-akan ditolak masuk ke dalam ruangan. Ruang baca merupakan salah satu fasilitas pada perpustakaan. Ruang baca membutuhan cahaya matahari yang cukup dan tata letak meja baca yang baik agar dapat dimanfaatkan secara optimal saat melakukan aktifitas membaca dan menulis. Tujuan penelitian adalah meningkatkan kenyamanan visual di ruang baca agar cahaya alami dapat masuk ke dalam ruang baca secara maksimal sesuai dengan kebutuhan standar ruang baca sehingga ruang baca dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian menggunakan metode kuantitatif yaitu melakukan pengukuran dilokasi mengenai tingkat pencahayaan alami pada ruang baca dengan memakai alat ukur. Penelitian ini sangat penting dilakukan untuk menterjemahkan keinginan manusia dalam merencanakan dan merancang ruang baca yang baik. Hasil dari penelitian ini dapat menjelaskan bahwa cahaya alami dapat dimanfaatkan secara optimal pada ruang baca (meja baca) di perpustakaan dengan menggunakan bahan reflector (pengarah cahaya matahari). Penentuan akses cahaya matahari baik jendela maupun bukaan lainnya yang bisa mempengaruhi organisasi ruang, dimensi dan desain ruang.Kata Kunci: Cahaya Alami, Ruang Baca, Perpustakaan
ANALISIS PENGARUH BENTUK SERAMBI MASJID TERHADAP KENYAMANAN TERMAL ADAPTIF Abdul Qodir; Erni Setyowati; Suryono Suryono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i3.522

Abstract

This study examines the effect of the porch on the adaptive thermal comfort of mosques by taking 2 mosques that have different porch shapes with the specific purpose of obtaining data on the neutrality, acceptability and preferences of the mosque respondents' thermal conditions in the framework of developing adaptive thermal comfort standards for Indonesia. Measurement of physical environment variables is done by taking data on temperature, humidity, air velocity, and mean radiant temperature (MRT) at 2 mosques and at the same time the impression and thermal preference questionnaire data are taken, examination of clothing types and activities, and list of thermal environment controls to 40 respondents in each mosque. Data of thermal neutrality and thermal preferences were analyzed by regression analysis using SPSS 19 software, while thermal acceptance was analyzed based on the results of the questionnaire answers. The analysis showed that the neutrality value at Ulul Albab mosque was Tdb = 28.47 OC, ET * = 30.11 OC, SET * = 23.11 OC, TSENS = 1.17, DISC = -1.06, and PMV = -0.65, this data shows that the neutral condition desired by respondents is slightly below the average condition, while the neutrality in Nurul Ilmi mosque at Tdb = 30.27 OC, ET * = 31.65 OC, SET * = 29.05 OC, TSENS = 1.03, DISC = 1.68, and PMV = 1.22, this data also shows that the neutral conditions desired by respondents are slightly below average conditions. While the preference value at Ulul Albab mosque is Tdb = 22.25 OC, ET * = 28.62 OC, SET * = 24.24 OC, TSENS = 0.23, DISC = 0.23, and PMV = -0.60 and preference conditions at Nurul Ilmi mosque at Tdb = 29.11 OC, ET * = 31.17 OC, SET * = 28.50 OC, TSENS = 1.04, DISC = 1.45, and PMV = 1.03. As many as 92% of respondents in the Ulul Albab mosque can accept local thermal conditions in the temperature range of 27oC - 31oC. While 90% of respondents in the Nurul Ilmi mosque can accept local thermal conditions in the temperature range of 27oC-32oC. The results of the neutrality, acceptance and preference analysis show that the Ulul Albab mosque is better than the Nurul Ilmi mosque.
KONDISI TERMAL PADA PENGHAWAAN ALAMI DI RUANG TUNGGU UTAMA STASIUN SEMARANG TAWANG Hana Faza Surya Rusyda; Erni Setyowati; Gagoek Hardiman
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.534 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v2i3.60

Abstract

Abstract:. Thermal comfort is a state of mind that expresses a user's satisfaction with thermal conditions. This study focuses on the design of natural ventilation which is one of the efforts to reduce the heat that exists in the building, especially in maintaining the thermal conditions. Tawang Train Station, Semarang has a natural ventilation design that is still maintained especially in the waiting room. This study aims to determine the thermal conditions of the design of ventilation using the theory of Mom and Wiseborn, SNI 03-6572-2001, and Olgyay chart. This research method uses quantitative and field measurements were done for 14 hours to know the movement of air, temperature, humidity. The results were then compared with the standard and the theory. It was found that thermal comfort conditions that still utilize the movement of the wind from natural ventilation in the main waiting room of Tawang Semarang Station.Keyword: Thermal Condition, Natural Ventilation, Semarang Tawang Station.Abstrak: Kenyamanan termal merupakan suatu kondisi pikir seseorang yang mengekspresikan kepuasan pengguna terhadap kondisi termal.  Penelitian ini berfokus pada desain penghawaan yang merupakan salah satu upaya mengurangi panas yang ada dalam bangunan terutama dalam menjaga kondisi termal. Stasiun Tawang Semarang, mempunyai desain penghawaan alami yang masih dipertahannkan terutama pada ruang tungguya. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui kondisi termal dari desain penghawaan dengan menggunakan teori mom dan wiseborn, SNI 03-6572-2001, serta grafik olgyay. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dan pengukuran dilapangan dilakukan selama 14 jam untuk mengetahui pergerakan udara, temperature, kelembaban. Hasil penelitian kemudian di bandingkan dengan standar SNI, Mom & Wiseborn dan Diagram Olgyay. Ditemukan bahwa kondisi kenyamanan termal yang masih memanfaatkan pergerakan angin dari ventilasi alami pada ruang tunggu utama Stasiun Semarang Tawang.Kata Kunci: Kondisi Termal, Ventilasi Alami, Ruang tunggu, Stasiun Semarang Tawang
PENGARUH MATERIAL KACA SEBAGAI SELUBUNG BANGUNAN TERHADAP BESAR PERPINDAHAN PANAS PADA GEDUNG DIKLAT PMI PROVINSI JAWA TENGAH Wingky Aseani; Erni Setyowati; Suzanna Ratih Sari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.45 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v3i1.202

Abstract

Abstract: Buildings in the tropical area should be able to anticipate the tropical climate well. Buildings with active systems design need to be planned in such a way that energy use in the building becomes effective and efficient, Setyowati (2015). The envelope  of the building became the front guard of radiation into the building. With the right building envelope  design, the use of energy in the building can be optimally saved. Building envelope  as a building element that enclosesit  is a wall and translucent roof or non-translucent light where most thermal and light energy moves through the element. The results show that solar radiation contributes the largest amount of heat entering the building. The concept of OTTV calculates the heat transfer from outside into a building that is conduction through infinite walls of light, sun-glass radiation, and heat conduction on glass. Large solar radiation transmitted through the building envelope is influenced by the building facade, the ratio of the glass area and the overall wall of the wall (wall to wall ratio), and the type and thickness of glass used. If the OTTV value of a building is less than or equal to 35 W / m2, then the building is in compliance with the Energy Efficient Building Terms SNI 03-6389-2011. PMI Training Center Central Java Province as the object of study is a modern building dominated by glass material. The glass used is a hot-colored glass. The result of the OTTV calculation on the East wall of the Central Java Education Center was 33.140 W / m2, on the North Wall was 33.577 W / m2, on the West wall was 41.645 W / m2, at the South wall of 30.468 W / m2. From the OTTV calculation, total OTTV value is 35,5991 W / m2, so it is concluded that the building of PMI Training Center in Central Java Province does not meet the requirement of energy-saving building based on SNI 03-6389-2011. To achieve the ideal value of OTTV energy-saving buildings based on SNI 03-6389-2011 at PMI Training Center Central Java Province, it is necessary to reduce the use of glass to 10.5% of the wall area on the western wall. From the simulation result after repairing on West side wall, total OTTV value is 32.9795 W / m2 in order that PMI Training Center of Central Java Province could fulfilled energy saving building requirement based on SNI 03-6389-2011.Keywords: Building Envelope, Glass, OTTVAbstrak: Bangunan di daerah tropis seyogyanya dapat mengantisipasi iklim tropis dengan baik. Bangunan dengan sistem aktif desain perlu direncanakan sedemikian rupa agar pemanfaatan energi didalam bangunan menjadi efisien, efektif dan hemat, Setyowati (2015). Selubung bangunan menjadi garda depan masuknya radiasi ke dalam bangunan. Dengan desain selubung bangunan yang tepat, maka pemakaian energi didalam bangunan dapat dihemat seoptimal mungkin. Selubung Bangunan sebagai elemen bangunan yang menyelubungi yaitu dinding dan atap tembus atau yang tidak tembus cahaya dimana sebagian besar energi termal dan cahaya berpindah melalui elemen tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radiasi matahari adalah penyumbang jumlah panas terbesar yang masuk ke dalam bangunan. Konsep OTTV menghitung perpindahan panas dari luar ke dalam bangunan yaitu konduksi melalui dinding tak tembus cahaya, radiasi matahari yang melalui kaca, dan konduksi panas pada kaca. Besar radiasi matahari yang ditransmisikan melalui selubung bangunan dipengaruhi oleh fasade bangunan yaitu perbandingan luas kaca dan luas dinding bangunan keseluruhan (wall to wall ratio), serta jenis dan tebal kaca yang digunakan. Bila nilai OTTV suatu bangunan yang dihasilkan kurang/sama dengan 35 W/m2, maka bangunan tersebut sudah sesuai dengan Syarat Bangunan Hemat Energi pada SNI 03-6389-2011. Gedung Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah sebagai objek studi adalah bangunan berlanggam modern dengan dominasi bukaan dinding bermaterial kaca. Kaca yang digunakan adalah kaca berwarna jenis Panasap. Hasil perhitungan OTTV pada dinding Timur Gedung Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah sebesar 33,140 W/m2, pada dinding Utara sebesar 33,577 W/m2, pada dinding Barat sebesar 41,645 W/m2, pada dinding Selatan sebesar 30,468 W/m2. Dari hasil perhitungan OTTV didapatkan nilai Total OTTV sebesar 35,5991 W/m2, sehingga disimpulkan bangunan Gedung Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah tidak memenuhi syarat bangunan hemat energi berdasarkan SNI 03-6389-2011. Untuk mencapai nilai ideal OTTV bangunan hemat energi berdasar SNI 03-6389-2011 pada Gedung Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah, maka perlu dilakukan pengurangan  pemakaian kaca menjadi 10,5% dari luas dinding pada dinding sisi Barat. Dari hasil simulasi setelah dilakukan perbaikan pada dinding sisi Barat, didapatkan nilai Total OTTV sebesar 32,9795 W/m2 sehingga Gedung Diklat PMI Provinsi Jawa Tengah memenuhi syarat bangunan hemat energi berdasarkan SNI 03-6389-2011.Kata Kunci: Selubung Bangunan, Kaca, OTTV
Analisis Space Syntax pada Perkembangan Ruang Perdagangan Di Kampung Arab Pasar Kliwon Kota Surakarta Dewi Setyaningrum; Budi Sudarwanto; Erni Setyowati
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.029 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v19i2.18435

Abstract

Aktivitas utama di Kampung Arab Pasar Kliwon Kota Surakarta yaitu perdagangan perlengkapan kebutuhan maupun oleh-oleh khas haji dan umrah. Perkembangan aktivitas perdagangan di Kampung Arab Pasar Kliwon memacu berkembangnya aktivitas perdagangan di sektor lain. Hal tersebut mengakibatkan perubahan penggunaan ruang perdagangan di Kampung Arab Pasar Kliwon. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis penggunaan dan perkembangan ruang perdagangan di Kampung Arab Pasar Kliwon. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis spasial menggunakan Software ArcGIS dan analisis konfigurasi ruang menggunakan Space Syntax. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ruang perdagangan di Kampung Arab Pasar Kliwon memiliki pola ruang berbentuk centers. Perencanaan kawasan Kampung Arab Pasar Kliwon masih dipengaruhi oleh aturan-aturan classical planning, seperti elemen pembentuk jalan dengan terdapat hirarki jalan dan pengembangan dari geometry grid dimana terdapat pertemuan jalan dengan garis tegas dan benteng atau tembok kota (tembok Keraton Surakarta). Nilai inteligibillity dari konfigurasi ruang Kampung Arab Pasar Kliwon tepatnya di Jalan Kapten Mulyadi menunjukkan konektivitas dan integrasi yang tinggi. Hal tersebut mempunyai arti adanya kemudahan akses dalam pencapaian ruang. Nilai R2 jaringan jalan di Kampung Arab Pasar Kliwon yaitu 0,566918 yang mengindikasikan sedang dan mendekati 1, memiliki makna tingkat kemudahan individu dalam memahami struktur ruang kawasan. Aktivitas utama perdagangan di Kampung Arab Pasar Kliwon berada di Jalan Kapten Mulyadi, lalu diikuti Jalan Untung Suropati (di sebelah Utara), dan Jalan Veteran (di sebelah Selatan), serta belum berkembang secara signifikan pada jalan lokal/lingkungan di Kampung Pasar Kliwon. Hasil penelitian dapat memberikan gambaran tentang karakteristik perkembangan ruang perdagangan di Kampung Arab sehingga dapat memberikan kemudahan dalam perencanaan dan pengembangan kawasan tersebut .
MODEL KULINER WISATA BAHARI UNTUK PENINGKATAN PEMBERDAYAAN EKONOMI DESA TAMBAKBULUSAN KABUPATEN DEMAK Erni Setyowati; Indah Susilowati; Denny Nugroho Sugianto; Agitta Raras Putri
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.977

Abstract

Abstract: Tourism activities are activities that directly touch and involve the community so as to bring various impacts to the local community. Indonesia which is rich in natural products highlights aspects of tourism in several sectors, culture, traditional food and natural wealth. Although Culinary Tourism is closely related to the taste of local food, this research will focus its discussion on the Design of Marine Culinary Tourism Model on the North Coast of Demak, precisely in Tambakbulusan Village, Karang Tengah District, Demak Regency. In the area cultivated fisheries namely bandeng ponds, tilapia fish, and shrimp. Seeing the culinary potential and fishery results of Demak Regency, especially in the area that excels. As one of the villages that have this potential, Tambakbulusan Village has not been developed optimally. Developing this potential requires careful planning. So that the planning is not the wrong target, research needs to be done first to identify the feasibility of the area to be used as a planning object. This study used qualitative descriptive analysis methods. The analysis is related to the tourism element. The results of the research were then used as input to design the tourist area in Tambakbulusan Village. The design is done by analyzing space needs, design elements, measurable and immeasurable performance, then from the results of design analysis produced a site plan of tambakbulusan tourist village.Abstrak: Kegiatan tourism adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat sehingga membawa berbagai dampak terhadap masyarakat setempat. Indonesia yang kaya akan hasil alamnya menonjolkan aspek tourism pada beberapa sektor, budaya, makanan tradisional dan kekayaan alam. Walaupun Culinary Tourism erat kaitannya dengan cita rasa makanan daerah setempat, namun penelitian ini akan memfokuskan pembahasannya pada Desain Model Wisata Kuliner Bahari di Pesisir Pantai Utara Demak, tepatnya di Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Demak. Di kawasan tersebut dibudidayakan perikanan yakni tambak bandeng, ikan nila dan udang. Melihat potensi kuliner dan hasil perikanan Kabupaten Demak terutama di kawasan tesebut yang unggul. Sebagai salah satu desa yang memiliki potensi tersebut, Desa Tambakbulusan belum dikembangkan secara optimal. Untuk mengembangkan potensi tersebut diperlukan sebuah perencanaan yang matang. Agar perencanaan tersebut tidak salah sasaran, perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu untuk mengidentifikasi kelayakan kawasan yang akan dijadikan sebagai obyek perencanaan. Pada penelitian ini digunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Analisis yang dilakukan yaitu terkait dengan elemen pariwisata. Hasil dari penelitian kemudian dijadikan sbegai masukan untuk merancang desain kawasan wisata di Desa Tambakbulusan. Perancangan desain tersebut diklakukan dengan menganalisis kebutuhan ruang, elemen perancangan, kinerja terukur dan tak terukur, kemudian dari hasil analisis perancangan dihasilkan sebuah siteplan desa wisata Tambakbulusan.
POLA AKTIVITAS DAN PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK DATARAN ENGKU PUTRI BATAM Fariz Nizar; Erni Setyowati
urn:nbn:de:00001miji.v1i11
Publisher : Merdeka Indonesia Journal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.45 KB)

Abstract

Dataran Engku Putri adalah ruang terbuka yang berada ditengah kota Batam, dataran ini digunakan untuk interaksi orang disekitar dataran maupun orang diluar dataran (umum). Pada ruang publik hanya mempunyai kawasan terbatas, maka agar dapat berjalan baik behaviour setting harus dikontrol atau dikendalikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola aktivitas dan pemanfaatan ruang terbuka publik pada dataran Engku Putri Batam dengan cara mengkaitkan ruang aktivitas, waktu, dan pelaku aktivitas. Hasil dari penelitian ini bisa dipakai untuk pengembangan dataran Engku Putri pada masa yang akan datang, supaya perubahannya tepat sasaran. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara melakukan pengamatan pada ruang yang berada di dataran engku putri pada pagi, siang, dan malam yang bertepatan dengan hari kerja, waktu beribadah, dan pada hari libur. Dengan itu bisa didapati pola aktivitas dan pemanfaatan ruang terbuka publik pada dataran Engku Putri yang menjadi bahan dasar untuk menjelaskan keterikatan diantara ruang aktivitas, waktu dan pelaku aktivitas pada dataran engku putri.
Optimalisasi Konservasi Energi Bangunan Bertingkat melalui Pilihan Material Kaca sebagai Fasad Hari Utama; Erni Setyowati
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 20, No 2 (2022): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v20i2.65099

Abstract

Box-shaped buildings covered by glass and minimal shading elements are increasingly common, then causes more large building energy consumption. This research aims to analyze the selection of the most optimal glass material for the Undip Integrated Laboratory Building, so that the Overall Thermal Transfer Value (OTTV) of the building is expected to meet the SNI 6389:2020 standard. The research was conducted with an experimental quantitative approach using a spreadsheet calculator OTTV Microsoft Excel of the Ministry of Public Works and Housing. The simulation is divided into three treatment variations, namely variations in BNFL glass thickness; variations in the color of Panasap's glass; and various types of glass. The results show that glass materials with good thermal properties have low shading coefficient (SC), solar factor (SF), and U-value. In addition, the brighter and thicker the glass material, the better the thermal performance. The Undip Integrated Laboratory Building has a total OTTV that meets SNI 6389:2020 standards. However, if viewed partially, the OTTV of the east facade of the building needs to be retrofitted.
ANALISIS PENGARUH BENTUK SERAMBI MASJID TERHADAP KENYAMANAN TERMAL ADAPTIF Abdul Qodir; Erni Setyowati; Suryono Suryono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i3.522

Abstract

This study examines the effect of the porch on the adaptive thermal comfort of mosques by taking 2 mosques that have different porch shapes with the specific purpose of obtaining data on the neutrality, acceptability and preferences of the mosque respondents' thermal conditions in the framework of developing adaptive thermal comfort standards for Indonesia. Measurement of physical environment variables is done by taking data on temperature, humidity, air velocity, and mean radiant temperature (MRT) at 2 mosques and at the same time the impression and thermal preference questionnaire data are taken, examination of clothing types and activities, and list of thermal environment controls to 40 respondents in each mosque. Data of thermal neutrality and thermal preferences were analyzed by regression analysis using SPSS 19 software, while thermal acceptance was analyzed based on the results of the questionnaire answers. The analysis showed that the neutrality value at Ulul Albab mosque was Tdb = 28.47 OC, ET * = 30.11 OC, SET * = 23.11 OC, TSENS = 1.17, DISC = -1.06, and PMV = -0.65, this data shows that the neutral condition desired by respondents is slightly below the average condition, while the neutrality in Nurul Ilmi mosque at Tdb = 30.27 OC, ET * = 31.65 OC, SET * = 29.05 OC, TSENS = 1.03, DISC = 1.68, and PMV = 1.22, this data also shows that the neutral conditions desired by respondents are slightly below average conditions. While the preference value at Ulul Albab mosque is Tdb = 22.25 OC, ET * = 28.62 OC, SET * = 24.24 OC, TSENS = 0.23, DISC = 0.23, and PMV = -0.60 and preference conditions at Nurul Ilmi mosque at Tdb = 29.11 OC, ET * = 31.17 OC, SET * = 28.50 OC, TSENS = 1.04, DISC = 1.45, and PMV = 1.03. As many as 92% of respondents in the Ulul Albab mosque can accept local thermal conditions in the temperature range of 27oC - 31oC. While 90% of respondents in the Nurul Ilmi mosque can accept local thermal conditions in the temperature range of 27oC-32oC. The results of the neutrality, acceptance and preference analysis show that the Ulul Albab mosque is better than the Nurul Ilmi mosque.
PENGARUH PERILAKU PENGUNJUNG TERHADAP PERSONAL SPACE DI MASJID AL HADDAD PAMANUKAN PADA MASA PANDEMI COVID 19 Fariz Nizar; Erni Setyowati
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i1.664

Abstract

Abstract: The Al Haddad mosque is the first Jamie mosque in Pamanukan Subang, Al Haddad mosque is a mosque that is often used by Muslims in Pamanukan carrying out worship, especially Friday payers, during the coronavirus pandemic 2019 (Covid19)it was still crowded with worshipers. The purpose of this study was to determine th effect of visitor behaviour on personal space at the Al Haddad Pamanukan mosque during the covid 19 pandemics. The research method uses a quantitative research method, with the theoretical basis used is the theory of visitor behaviour and the theory of personal space.Abstrak: Masjid Al Haddad adalah masjid Jamie pertama di pamanukan subang, Masjid al haddad adalah masjid yang sering dipakai oleh umat muslim di pamanukan dalam menjalankan ibadah khususnya ibadah sholat jum’at, pada masa pandemi Corona Virus 2019 (Covid 19) pun masih ramai dikunjungi para jamaahnya. Tujuan penelitian ini merupakan mengetahui dampak perilaku pengunjung terhadap personal space di masjid al haddad pamanukan pada masa pandemic covid 19. Dari masalah yang ada tersebut, maka hipotesis berdasarkan penelitian ini merupakan pengaruh positif personal space terhadap perilaku pengunjung Masjid Alhaddad pada saat masa pandemic Covid 19 .Metode penelitian yang dipakai merupakan metode penelitian kuantitatif, dengan  landasan teori yang digunakan merupakan teori perilaku pengunjung dan teori personal space. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dianalisis dengan statistic inferensial.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Qodir Abdul Qodir Adelina Noor Rahmahana Adelina Noor Rahmahana, Adelina Noor Agitta Raras Putri Agitta Raras Putri Agung Dwiyanto Anggana Fitri Satwikasari Anggana Fitri Satwikasari, Anggana Fitri Annisa Dwi Hariyanti Ardi Sandriya Aseani, Wingky atik suprapti Ayudia Kanthi Lestari, Ayudia Kanthi ayuta lestariani Ayuta Lestariani bagas laksawicaka Bambang Setioko Bambang Sujono Bambang Supriyadi Budi Sudarwanto Denny Nugroho Sugianto Dewi Setyaningrum Dwijayanti, Rts. Sherly Eddy Indarto Eddy Prianto Erni Dwi Puji Setyowati, Erni Dwi Puji Evi Puspitasari Fariz Nizar Fisa Savanti Gagoek Hardiman Hana Faza Surya Rusyda Hapsari Dewi Puspitorini Hardiman, Gagok Hari Utama Hariyanti, Annisa Dwi Hartawan, Varian Dedy Hasliza Marshalita Hendro Trilistyo Heri Sugianto HERMAWAN Hermawan Hermawan Ikhwanul Ahfadz, Ikhwanul Indah Susilowati Indriastjario Indriastjario Iswatun Hasanah Jantu, Mochamad Athar jumratul akbar, jumratul Jundi Jundullah Afghani Kahayanto, Dian Wibowo Karomah, Uli Kartika Putri, Tabita Febriawaty Kusumastuti, Diana Masrokan Masrokan Masrokan, Masrokan Nashrullah Dahlan Lubis Nizar, Fariz Norhayati Mahyuddin Odi Andanu Pramono, Syaref Prasetyo, Kukuh Dwi Prita Shintania, Prita Putri, Agitta Raras Rahmalia Fajri Setiani, Rahmalia Rahmat Hidayat samia saragi Sari, Suzanna Sasmito, Adi satriya wahyu firmandani, satriya Satriya Wahyu Firmandhani Septana Bagus Pribadi Septana, Septana Simarmata, Karina Siti Roudhotul Jannah, Siti Roudhotul Sri Yuliani Sri Yuliani Sri Yuliani Subrata Aditama Kittie Aidon Uda sukawi sukawi Suryono Suryono Sutrati Melissa Malik Suzanna Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Tsani, Nauvaldy Amru Vakumoro, Adityo Fajar Wahyu Setia Budi Wibowo, Danang Rujito Wijayanti Wijayanti Wingky Aseani Wiwik Setyaningsih Yashinta I.P. Hematang Yudi Kurnia Yulita, Reza Alvi