Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT PENCAHAYAAN ALAMI PADA TATA LETAK INTERIOR AREA BACA PERPUSTAKAAN Studi Kasus : Ruang Layanan Referensi Perpustakaan DaerahProvinsi Jawa Tengah Malik, Sutrati Melissa; Setyowati, Erni; Setiabudi, Wahyu
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i2.6903

Abstract

Space and light are elements that need to be considered in an interior design library. Space Reference Service Central Java Provincial Library during opening hours turn on the lights as an additional light to illuminate the room, this was done because of the condition of the room to maximize the natural light into the room was minimal. This minimal conditions also influenced the layout of the furniture arrangement bookshelf is in the range of openings so that the incoming light is reduced. The purpose of this study was to measure and analyze Level Natural Lighting Interior Layout In Area Read Space Reference Service. The discussion and analysis in this study is quantitative descriptive. Method of Measuring the level of natural lighting in the room is done on a point of reference services Main Measure that is based on the position where the lamp. (Code TU), namely at point Measure Side opening window light in space and outer space, on each plan space services. (Code TUD and TUL) and the Supplementary Measure point in the field of reading the reading table in each room service. (Code TUB). Measuring point is taken at a flat field which is located at the height of 0.75 m or 75 cm above the floor. This flat surface called the working field (Frick, 2008) The results of this study the intensity level of natural light in the space can be further enhanced by optimizing the openings on several sides of the building are not obstructed, Placement Area Read in the reference services optimized by the arrangement of the furniture layout in order to light who entered the area can read more leverage and a standardized 225 lux, furniture layout pattern of structuring a strong influence on a bright light into the space and visual comfort of the space. Results of measurement are mostly located below the minimum threshold standards library reading area that is 225 lux occurs because perletakkan furniture is placed on the side of the light source..Ruang dan cahaya adalah elemen yang perlu dipertimbangkan dalam sebuah rancangan interior Perpustakaan. Ruang Layanan Referensi Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah pada jam pelayanan menyalakan lampu sebagai cahaya tambahan untuk menerangi ruangan, hal ini dilakukan karena kondisi ruangan untuk memaksimalkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan sangat minim. Kondisi minim ini juga dipengaruhi pengaturan layout perabot rak buku yang berada di jangkauan bukaan sehingga cahaya yang masuk menjadi berkurang. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengukur dan menganalisa Tingkat Pencahayaan Alami Pada Tata Letak Interior Area Baca Ruang Layanan Referensi. Pembahasan dan analisa pada penelitian ini secara kuantitatif deskriptif. Metode Pengukuran tingkat pencahayaan alami pada ruang layanan referensi dilakukan pada Titik Ukur Utama yakni berdasarkan pada posisi letak lampu. (Kode TU), Titik Ukur Samping yakni pada bukaan cahaya jendela dalam ruang dan luar ruang, pada setiap denah ruang layanan. (Kode TUD dan TUL) dan Titik Ukur Tambahan yakni pada bidang baca yakni meja baca pada setiap ruang layanan. (Kode TUB). Titik ukur diambil pada suatu bidang datar yang letaknya pada tinggi 0,75 m atau 75 cm di atas lantai. Bidang datar ini disebut bidang kerja (Frick,2008).Hasil penelitian ini tingkat intensitas cahaya alami dalam ruang dapat lebih ditingkatkan lagi dengan mengoptimalkan bukaan di beberapa sisi bangunan yang tidak terhalang, Penempatan Area Baca di ruang layanan referensi dioptimalkan dengan penataan layout perabot agar cahaya yang masuk sampai ke area baca dapat lebih maksimal dan sesuai standar 225 lux, Pola penataan layout perabot berpengaruh terhadap kuat terang cahaya yang masuk ke dalam ruang dan kenyamanan visual pengguna ruang. Hasil pengukuran yang sebagian besar berada di bawah batas minimum standar area baca perpustakaan yakni 225 lux terjadi karena perletakkan perabot diletakkan berada di sisi sumber cahaya. 
Kenyamanan Thermal pada Masjid Al Irsyad Kotabaru Parahyangan, Jawa Barat Hapsari Dewi Puspitorini; Gagoek Hardiman; Erni Setyowati
JURNAL ARSITEKTUR Vol 4, No 1 (2013): Desember
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.068 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v4i1.460

Abstract

Mosque of Al Irsyad which located in Kotabaru Parahyangan, West Java [is] a mosque which [in] desain by one of [the] so called Indonesia architect [of] Ridwan Kamil. This Mosque have unique architecture desain. Especial form [of] mosque in form of square which taken away from [by] form of KaBah [in] Illicit Masjidil. This Mosque [do] not have dome like mosques in general. With desain which [do] not like mosques in general, Al Irsyad have obtained various international appreciation. Therefore require to be performed [a] [by] a[n research how building with the unique architecture can adapt with climate [in] damp trop., so that [all] consumer of building can feel freshment at the (time) of residing in [at] building. From understanding of that interaction architecture should be able to with environment, hence crossed ventilation found on most of all room side of salat especial influence volume movement of air which come into especial building which later give influence which strong enough to condition of freshment of thermal felt by [all] consumer of building.Masjid Al Irsyad yang terletak di Kotabaru Parahyangan, Jawa Barat adalah sebuah masjid yang di desain oleh salah satu arsitek Indonesia bernama Ridwan Kamil. Masjid ini memiliki desain arsitektur yang unik. Bentuk utama masjid berbentuk persegi yang diambil dari bentuk Kabah di Masjidil Haram. Masjid ini tidak memiliki kubah seperti masjid-masjid pada umumnya. Dengan desain yang tidak sepertiJurnal Arsitektur Universitas Bandar Lampung, Desember 3 201 37masjid-masjid pada umumnya ini, Al Irsyad telah memperoleh berbagai penghargaan internasional. Oleh karena itu perlu diadakan suatu penelitian bagaimana bangunan dengan arsitektur yang unik tersebut dapat beradaptasi dengan iklim di daerah tropis lembab, sehingga para pengguna bangunan dapat merasakan kenyamanan pada saat berada pada bangunan tersebut. Dari pemahaman bahwa arsitektur harus bisa berinteraksi dengan lingkungan, maka ventilasi silang yang terdapat pada hampir semua sisi ruang salat utama mempengaruhi volume pergerakan udara yang masuk ke dalam bangunan utama yang nantinya memberikan pengaruh yang cukup kuat terhadap kondisi kenyamanan thermal yang dirasakan oleh para pengguna bangunan tersebut.
PENGARUH MAIN ENTRANCE TERHADAP AKSESIBILITAS PENGUNJUNG RUMAH SAKIT Studi Kasus: Koridor Jl. Dr. Soetomo dan Jl. Kariadi Semarang Adelina Noor Rahmahana; Erni Setyowati; Gagoek Hardiman
NALARs Vol 12, No 2 (2013): Nalars Volume 12 Nomor 2 Juli 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.12.2.%p

Abstract

ABSTRAK. RSUP1 Dr.Kariadi Semarang berfungsi sebagai rumah sakit rujukan untuk wilayah Jawa Tengah. Lingkungan rumah sakit sebagai fasilitas publik, memberikan pelayanan kesehatan dan perawatan intensif bagi masyarakat. Jalan Kariadi dan Jalan Dr. Soetomo merupakan jalan utama yang dapat mengakses lingkungan RSUP1 Dr.Kariadi. Tahun 2010 terjadi peningkatan volume pelayanan kesehatan dan program fungsi yang dilakukan pihak rumah sakit. Oleh karena itu main entrance dibuat dengan sistem teluk (bay system) yang dapat menampung 2-3 mobil. Adanya main entrance di Jl. Kariadi menarik minat PKL untuk mendirikan tenda di jalur pedestrian. Sedangkan pada koridor Jalan Dr. Soetomo terdapat pangkalan taksi di sekitar main entrance untuk menunggu penumpang. Main entrance diduga mempengaruhi aksesibilitas pengunjung dalam menuju lingkungan rumah sakit. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara main entrance terhadap aksesibilitas pengunjung rumah sakit. Tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara aksesibilitas pengunjung kelompok main entrance Jl. Dr. Soetomo dan Jl. Kariadi. Adanya penambahan fungsi pelayanan kesehatan akan meningkatkan jumlah pengunjung RSUP Dr. Kariadi yang keluar masuk pada main entrance. Kata kunci : Main entrance, aksesibilitas pengunjung, rumah sakit 1RSUP : Rumah Sakit Umum Pusat ABSTRACT. RSUP1 Dr. Kariadi Semarang serves as a general hospital for the regional of Jawa Tengah. The hospital environment, as public facility, provides health care and intensive care for society. Kariadi Street and Dr.Soetomo Street are the major road that can access RSUP1 Dr.Kariadi environment. In year 2010, there was an increase volume of health services and function program that carried out by hospital. Therefore, main entrance is designed based on the bay system that could accommodate 2-3 cars. By the existence of main entrance on Kariadi Street, it could attract the street vendors to set up a tent on the pedestrian ways. On the otherhand, at Dr.Soetomo corridor, there are taxi stands around the main entrance to accomodate the passengers.Main entrance has been predicted has an influence the accessibility of visitors to the hospital environment. The result of this research is there are some influences and relations between main entrance to the hospital visitors’ accessibility. There are no significant differences between the visitors’ accessibility of main entrance group on Dr. Soetomo Street and Kariadi Street. There is an additional of health service function which will increase the number of visitors of Dr. Kariadi Hospital either in or out at the main entrance. Keywords: Main entrance, visitor accessibility, hospitals 
Basic Investigation of COVID-19's Self Isolation Room in Various Residential Typology Anggana Fitri Satwikasari; Erni Setyowati; Norhayati Mahyuddin; Jundi Jundullah Afghani; Evi Puspitasari; Yudi Kurnia
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 5, No 2 (2021): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.5.2.121-130

Abstract

The self-isolation room, is one of the main additional re-adjusting plan for the family who have the COVID-19 infected member, especially for those who get medical recommendation for staying at their homes, instead of being treated in the medical facilities. Isolation is a different from the term of quarantine. People who is decided to be isolated is the one who tested positive COVID-19 and strictly have to be separated from the others. Meanwhile, a quarantine is a 14-days limitation access for the healthy people who have close contact with the infected person. This research aim to gather and analyze the existing data of the isolation room’s technical criterias on the COVID-19 Survivors’ houses. The collecting data process were using questionaire method that referred to the protocol’s 10 parameters related to architecture in the Indonesian Ministry of Health’s Community-Based Shelter Facilities for Quarantine and Isolation Protocol During the Covid-19 Pandemic [1]. The collected data will be analyzed and presented in bar chart as the visualization of the distributive analysis for each parameters. The sample houses will be classified into 4 categories based on their house are, which would be the category 1 (9 m2), category 2 (9,1-50 m2, category 3 (50,1-100 m2), and category 4 (> 100 m2).
Culinary Tourism as A Place and Product Branding. Case Study: Batu Jamus Rubber Plantation in Karanganyar, Central of Java Erni Setyowati; Anggana Fitri Satwikasari
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 1, No 01 (2017): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.1.01.39-46

Abstract

Rubber plantation of Batujamus, the largest plantation in Central Java Province and Tourism region of Sukuh Temple in Karanganyar regency, Central Java Province is taken as a case to focus discussion on the meaning of "A Place and Product Branding". This study aims to describe the concept of sustainable agro tourism with narrative description based on the consideration of "Finding a place and Product Branding Strategy". By using Multi-dimensional Scale of SPSS and Factor Analysis, this research found out that the desire to stay in a comfortable and green areas and the nearness to hinduism religion temple as the reason why they prefer the Rubber Plantation of Batujamus as a temporary shelter when they visit it.
FAKTOR – FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA PERUBAHAN FUNGSI RUANG PADA SAAT CAR FREE DAY DI TAMAN MENTERI SUPENO Hasliza Marshalita; Suzanna Ratih Sari; Erni Setyowati
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 1 (2018): Purwarupa Vol 2 No 1 Maret 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK.Ruang terbuka publik merupakan suatu hal yang diharuskan keberadaannya dalam sebuah kota. Kota Semarang yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi menjadikan kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka publik juga tinggi sebagai tempat hiburan dan berkegiatan di sela – sela waktu luang. Taman kota adalah salah satu ruang terbuka publik yang bukan hanya berfungsi sebagai tempat hiburan, namun juga sebagai ruang hijau untuk paru - paru kota. Kota Semarang memiliki beberapa taman kota yang berperan sebagai ruang terbuka aktif publik, diantaranya adalah Taman Menteri Supeno. Pada awalnya, Taman Menteri Supeno merupakan ruang terbuka publik aktif yang memiliki keterbatasan fasilitas sehingga menyebabkan kurangnya kenyamanan pengunjung yang datang ke taman tersebut. Namun setelah dilakukannya renovasi, Taman Menteri Supeno kini memiliki fasilitas - fasilitas pendukung untuk menunjang kegiatan para pengunjung taman yang berasal dari berbagai kalangan usia. Pengadaan fasilitas – fasilitas baru itulah yang menyebabkan terjadinya perubahan fungsi ruang.Untuk mengetahui tentang perubahan fungsi ruang tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mencari faktor – faktor yang menjadi penyebab terjadinya perubahan fungsi ruang di TamanMenteri Supeno.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sebagai metode analisisnya. Dari keseluruhan proses penelitian, dapat disimpulkan bahwa karakter pengunjung taman menjadi faktor utama penyebab terjadinya perubahan fungsi ruang yang antara lain meliputi faktor kenyamanan sebuah ruang, kedekatan dengan fasilitas tertentu, dan kebutuhan akan tempat berkumpul.  Kata Kunci: ruang publiik, fasilitas, perubahan fungsi  ABSTRACT.Public open space is a necessity of existence in a city. Semarang city which has a high enough population density makes the public need for public open space is also high as a place of entertainment and public activity on the sideline. City park is one of the public open space that not only serves as a place of entertainment, but also as a green space for the lungs of the city. The city of Semarang has several urban parks that act as public open spaces, among them are Menteri Supeno park. In the beginning, Menteri Supeno park is an active public open space that has limited facilities, causing the lack of comfort of visitors who come to the park. But after the renovation, Menteri Supeno park now has supporting facilities to support the activities of park visitors who come from various age groups. The procurement of new facilities is what causes the change of function space. To know about the change of function of the space, then conducted research to find the factors that cause the change of function of space in Menteri Supeno park. This research uses qualitative method as the method of analysis. From the whole research process, it can be concluded that the character of the park visitors become the main factor causing the change of function of space which among others include the comfort factor of a space, the proximity to certain facilities, and the need for place to gather.  Keywords: public space, facility, function transformation
Low Carbon Concept of Sruni Village through The System of Renewable Energy Erni Setyowati; Nashrullah Dahlan Lubis; Subrata Aditama Kittie Aidon Uda; Agitta Raras Putri
Journal of Architectural Design and Urbanism Vol 1, No 1 (2018): September 2018
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Diponegoro, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jadu.v1i1.2858

Abstract

Indonesia is the fourth most populous country in the world. The highest population density exists in urban areas and gradually becomes lower in periphery or rural. Therefore the city in Indonesia often looks slum because of over density. The village is the smallest part of a city. In crowded cities there are often slum villages. This paper highlights a model of slum villages in Wonosobo, Sruni village, and solutions to transform socio-cultural communities through renewable energy design based on low carbon concept. The method used is quantitative method based on demographic data of Sruni village, Wonosobo. Based on data and analysis, it is found that renewable energy that can be applied in Sruni village are sanitation, drainage and water waste management, solid waste, rain water harvesting, water wheel and solar panel energy. At the end of the discussion, it is concluded that there are needs to be re-densification or verticalization of the house, in order to obtain more public green open spaces. Meanwhile, based on quantitative analysis, Sruni village needs rain water harvesting system, additional 1 unit of communal Sewage Treatment Plant (STP) serving 80-100 households gray and black water, and 1 units of water wheels to accomodate electricity need of four inhabitant RTs in Sruni village .
Pemetaan hasil penelitian atap hijau dalam disiplin ilmu arsitektur di Indonesia Sri Yuliani; Gagoek Hardiman; Erni Setyowati
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 5 No 2 (2020): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | May 2020 ~ August 2020
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v5i2.395

Abstract

Penelitian atap hijau telah berkembang pada berbagai ragam disiplin ilmu secara mendunia. Namun informasi penelitian dengan tema atap hijau di Indonesia masih terbatas diperoleh, termasuk dari disiplin ilmu arsitektur. Oleh karenanya, sangat penting mengidentifikasi pemetaan penelitian atap hijau dari sudut pandang arsitektur. Tujuan penelitian mengidentifikasi kebaruan penelitian atap hijau yang berpeluang dilakukan di Indonesia. Metode penelitian dengan menggunakan kajian literatur berdasarkan pemetaan melalui Vosviewer dilanjutkan dengan melakukan analisis isi pada sejumlah teori yang telah mengerucut. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penelitian atap hijau dari sudut pandang arsitektur, masih berpeluang pada penelitian yang menggunakan parameter lokasi berbasis iklim dan kriteria kepadatan, fungsi obyek hunian, inovasi bahan dan teknologi atap hijau yang aplikatif digunakan masyarakat Indonesia.
PENGARUH AKTIVITAS PENDUKUNG TERHADAP KUALITAS VISUAL (Studi Kasus : Jalan Pahlawan Semarang) Ayuta Lestariani; Bambang Setioko; Erni Setyowati
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1174.472 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v3i2.154

Abstract

Abstract:Pahlawan Street is one of the most favorite street corridor in Semarang. It is crowded by people every weekend not only because of its location itself but also because of the existence the surrounding buildings.  It has wide pedestrian walk which triggered many activity support to begin. The presence of many activity support affect the visual quality of Pahlawan street. This research is aimed to know the influences of activity support towards visual quality of Pahlawan street A quantitative rasionalistic method is used by collecting literature study, questionnaires and field observationns..The method data analysis will use statistical analysis by regression test using SPSS 24.0 software for windows. The result of this research proved that activity support influences the visual quality of Pahlawan street.Keywords : activity support, visual quality, street corridor Abstrak: Koridor Jalan Pahlawan merupakan koridor jalan favorit yang cukup ramai dan berada di pusat Kota Semarang.Pada koridor jalan ini terdapat bangunan-bangunan tinggi yang menjadi magnet bagi warga untuk datang kesana.Keberadaan bangunan-bangunan tinggi disertai dengan jalur pedestrian yang lebar,tentu juga menjadi magnet bagi berkembangnya activity support yang terjadi disana.Dengan adanya activity support yang terbentuk di koridor Jalan Pahlawan tentu berpengaruh terhadap kualitas visualnya. Untuk mengetahui pengaruh tersebut,maka penelitian ini menggunakan metode kuantitatif rasionalistik.Metode pengumpulan data berupa studi literature, observasi lapangan, wawancara dan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan berupa analisis statistic dengan uji regresi menggunakan program SPSS.Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh antara activity support terhadap kualitas visual koridor Jalan Pahlawan.Kata kunci : activity support,kualitas visual,koridor
PENGARUH PERILAKU PENGUNJUNG TERHADAP PERSONAL SPACE DI MASJID AL HADDAD PAMANUKAN PADA MASA PANDEMI COVID 19 Fariz Nizar; Erni Setyowati
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i1.664

Abstract

Abstract: The Al Haddad mosque is the first Jamie mosque in Pamanukan Subang, Al Haddad mosque is a mosque that is often used by Muslims in Pamanukan carrying out worship, especially Friday payers, during the coronavirus pandemic 2019 (Covid19)it was still crowded with worshipers. The purpose of this study was to determine th effect of visitor behaviour on personal space at the Al Haddad Pamanukan mosque during the covid 19 pandemics. The research method uses a quantitative research method, with the theoretical basis used is the theory of visitor behaviour and the theory of personal space.Abstrak: Masjid Al Haddad adalah masjid Jamie pertama di pamanukan subang, Masjid al haddad adalah masjid yang sering dipakai oleh umat muslim di pamanukan dalam menjalankan ibadah khususnya ibadah sholat jum’at, pada masa pandemi Corona Virus 2019 (Covid 19) pun masih ramai dikunjungi para jamaahnya. Tujuan penelitian ini merupakan mengetahui dampak perilaku pengunjung terhadap personal space di masjid al haddad pamanukan pada masa pandemic covid 19. Dari masalah yang ada tersebut, maka hipotesis berdasarkan penelitian ini merupakan pengaruh positif personal space terhadap perilaku pengunjung Masjid Alhaddad pada saat masa pandemic Covid 19 .Metode penelitian yang dipakai merupakan metode penelitian kuantitatif, dengan  landasan teori yang digunakan merupakan teori perilaku pengunjung dan teori personal space. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dianalisis dengan statistic inferensial.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Qodir Abdul Qodir Adelina Noor Rahmahana Adelina Noor Rahmahana, Adelina Noor Agitta Raras Putri Agitta Raras Putri Agung Dwiyanto Anggana Fitri Satwikasari Anggana Fitri Satwikasari, Anggana Fitri Annisa Dwi Hariyanti Ardi Sandriya Aseani, Wingky atik suprapti Ayudia Kanthi Lestari, Ayudia Kanthi ayuta lestariani Ayuta Lestariani bagas laksawicaka Bambang Setioko Bambang Sujono Bambang Supriyadi Budi Sudarwanto Denny Nugroho Sugianto Dewi Setyaningrum Dwijayanti, Rts. Sherly Eddy Indarto Eddy Prianto Erni Dwi Puji Setyowati, Erni Dwi Puji Evi Puspitasari Fariz Nizar Fisa Savanti Gagoek Hardiman Hana Faza Surya Rusyda Hapsari Dewi Puspitorini Hardiman, Gagok Hari Utama Hariyanti, Annisa Dwi Hartawan, Varian Dedy Hasliza Marshalita Hendro Trilistyo Heri Sugianto HERMAWAN Hermawan Hermawan Ikhwanul Ahfadz, Ikhwanul Indah Susilowati Indriastjario Indriastjario Iswatun Hasanah Jantu, Mochamad Athar jumratul akbar, jumratul Jundi Jundullah Afghani Kahayanto, Dian Wibowo Karomah, Uli Kartika Putri, Tabita Febriawaty Kusumastuti, Diana Masrokan Masrokan Masrokan, Masrokan Nashrullah Dahlan Lubis Nizar, Fariz Norhayati Mahyuddin Odi Andanu Pramono, Syaref Prasetyo, Kukuh Dwi Prita Shintania, Prita Putri, Agitta Raras Rahmalia Fajri Setiani, Rahmalia Rahmat Hidayat samia saragi Sari, Suzanna Sasmito, Adi satriya wahyu firmandani, satriya Satriya Wahyu Firmandhani Septana Bagus Pribadi Septana, Septana Simarmata, Karina Siti Roudhotul Jannah, Siti Roudhotul Sri Yuliani Sri Yuliani Subrata Aditama Kittie Aidon Uda sukawi sukawi Suryono Suryono Sutrati Melissa Malik Suzanna Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Vakumoro, Adityo Fajar Wahyu Setia Budi Wibowo, Danang Rujito Wijayanti Wijayanti Wingky Aseani Wiwik Setyaningsih Yashinta I.P. Hematang Yudi Kurnia Yulita, Reza Alvi