Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Prologia

Upaya Public Relations Pusbisindo dalam Mengampanyekan Penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia di Kalangan Masyarakat Mandasari, Rika; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15572

Abstract

The communication between hearing and deaf people often referenced as difficult because of the lack of knowledge in Indonesian Sign Language (Bisindo). The stigma in the society is one of the reasons why hearing people is not easy to communicate with the deaf. In daily basis, deaf in Indonesia use Bisindo to communicate. The society needs to know how to speak the sign language in general so that the deaf could live an accessible language everywhere they needed to. Pusbisindo is the organization to advocate and research that has a role to do the campaign of the sign language. This research aims to find out how the attempt of Pusbisindo’s public relations to campaign the use of Indonesian Sign Language in society. This research uses descriptive study with a study case. Researcher did a interview, documentation, and literature review to gather the datas. The concepts used are communications, public relations, nonprofit organization, nonverbal communication, and Indonesian Sign Language. The result of this research is about the public relations activity on the social media, or collaboration with external parties, so the communication process can be direct. Pusbisindo’s media relations often raises the theme of inclusiveness.   Komunikasi masyarakat dengar dengan teman Tuli seringkali masih terhambat karena keterbatasan pengetahuan mengenai Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo). Selain itu, stigma yang ada di masyarakat masih menjadi hambatan teman Tuli untuk mengakses komunikasi dengan mudah. Dalam kesehariannya, teman Tuli berkomunikasi dengan menggunakan Bisindo. Masyarakat luas perlu mengetahui penggunaan Bisindo secara umum untuk menciptakan lingkungan komunikasi yang dapat diakses oleh teman Tuli. Pusbisindo sebagai wadah riset dan advokasi berperan dalam menyuarakan penggunaan Bisindo tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya public relations Pusbisindo dalam mengampanyekan penggunaan Bisindo di kalangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kasus melalui pengumpulan data, seperti wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi, public relations, organisasi nirlaba, komunikasi nonverbal, dan Bahasa Isyarat Indonesia. Hasil penelitian ini mengenai kegiatan public relations Pusbisindo dalam mengampanyekan penggunaan Bisindo melalui kelas Bisindo dan kerja sama yang dilakukan Pusbisindo dengan lembaga-lembaga serta universitas dalam pengajarannya. Pusbisindo juga aktif dalam kerja sama untuk menjadi pembicara di seminar-seminar. Selain itu, kerja sama dengan media juga terjalin dengan baik, khususnya dengan media yang aktif dalam menyuarakan inklusifitas. Media sosial Facebook, Twitter, Instagram, chat messenger, dan website menjadi saluran komunikasi yang digunakan Pusbisindo untuk menjalin komunikasi langsung dengan khalayak luas, didukung oleh komunitas-komunitas Tuli dari mulut ke mulut dalam kegiatan publikasinya. Pusbisindo juga mengadakan kegiatan atau acara webinar maupun event besar dalam merayakan Hari Bahasa Isyarat Internasional.
Selektivitas Gen Z dalam Memilih Media Informasi di Instagram (Studi Kasus Mahasiswa Di Jakarta) Hidayatullah, Bagas Syarip; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 7 No. 2 (2023): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v7i2.21430

Abstract

Social media is not only used as a means of entertainment. This cannot be separated from technological developments that are increasingly developing and forming new lifestyles for people. the use of social media has no limits, users can freely take advantage of what is in it. All features available in the known space in cyberspace can be used for online business, entertainment, information and communication in cyberspace, which can connect all Internet users in the world so that distances are not visible. This study aims to determine the selectivity and motives of students in Jakarta in fulfilling information needs on Instagram. The theory that researchers use is the Use and Gratification theory with a qualitative descriptive research method. The data obtained in this study were obtained through interviews and documentation. The results obtained from this study were that seven out of eight students in Jakarta read information media on Instagram with informational motives. And six of the eight informants continued to read the media even though they were not registered with the press council. Media sosial tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan. Hal tersebut tidak lepas dari perkembangan teknologi yang semakin berkembang dan membentuk pola hidup yang baru bagi masyarakat. Pemakaian media sosial tidak memiliki batasan, pengguna dapat memenfaatkan secara bebas apa yang ada didalamnya. Semua fitur yang tersedia di ruang yang dikenal di dunia maya dapat digunakan untuk bisnis online, hiburan, informasi dan komunikasi di dunia maya, yang dapat menghubungkan semua pengguna Internet di dunia sehingga jarak tidak terlihat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui selektivitas dan motif mahasiswa di Jakarta dalam memenuhi kebutuhan informasi di Instagram. Teori yang peneliti gunakan adalah teori use and gratification dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini didapatkan melalui wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah tujuh dari delapan mahasiswa di Jakarta membaca media informasi di instagram dengan motif informasi dan enam dari delapan informan tetap membaca media tersebut meskipun tidak terdaftar di dewan pers.
Analisis Pembentukan Online Personal Branding Melalui Media Sosial (Studi Kasus Channel YouTube The Jooomers) Japutra, Josephine Patricia; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27524

Abstract

Along with the development of the gaming industry, namely, streaming games. The existence of the internet, technological advances and the use of social media such as YouTube have supported and encouraged game content creators to compete to be the audience's choice. One of them is by forming and maintaining personal branding on online platforms so that it can attract attention and leave an impression according to the desired perception. Therefore, this research aims to find out the online personal branding that has been implemented by one of the game content creators on YouTube, namely, The Jooomers, through content that has been uploaded to his YouTube channel in order to survive in the competitive game streaming market. Also, the perception that has been captured by the audience, especially subscribers regarding online personal branding. Researchers use the theories of mass communication, public relations, online personal branding, content creators and social media to examine this research. The method used is a descriptive qualitative approach through content observation and interviews with subscribers. Based on the research results, it is known that The Jooomers has fulfilled the Skill Set, Aura and Identity elements, thereby giving rise to the Brand Experience, First Impression and Getting Found elements that are obtained by its subscribers. Also, online personal branding is a practical strategy for content creators who want to create personal branding using any online platform. Meanwhile, content creators need to pay attention to relevance in realizing the aspects that make up online personal branding in practice so that the desired goals can be achieved. Seiring dengan perkembangan bidang industri game yakni, streaming game. Eksistensi kemajuan teknologi hingga penggunaan media sosial seperti YouTube telah mendukung sekaligus mendorong content creator game harus bersaing untuk menjadi pilihan audiens. Salah satunya dengan membentuk dan menjaga personal branding pada platform online agar dapat menarik perhatian dan meninggalkan kesan sesuai dengan persepsi yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui online personal branding yang telah diterapkan oleh salah satu content creator game di YouTube yakni, The Jooomers melalui konten yang telah diunggah pada kanal YouTubenya agar dapat bertahan pada kompetisi pasar streaming game. Serta, persepsi yang telah ditangkap oleh audiens, terutama subscriber-nya terhadap online personal branding tersebut. Peneliti menggunakan teori komunikasi massa, public relations, online personal branding, content creator dan media sosial untuk mengkaji penelitian ini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi konten dan wawancara dengan subscriber-nya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa The Jooomers telah memenuhi elemen Skill Set, Aura dan Identity hingga memunculkan elemen Brand Experience, First Impression dan Getting Found yang diperoleh subscriber-nya. Serta, online personal branding merupakan strategi praktis untuk dilakukan oleh content creator yang ingin membentuk personal branding yang memanfaatkan platform online apapun. Adapun content creator perlu memperhatikan relevansi dalam mewujudkan aspek-aspek yang membentuk online personal branding pada praktiknya agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai.
Aplikasi Customer Service Commitment dalam Menjaga Loyalitas Konsumen Starbucks Signing Store Salsabila, Salsabila; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27597

Abstract

Maintaining product quality, providing good service and meeting consumer expectations is the key for Food and Beverage industry activists to maintain consumer loyalty. This research aims to identify the application of Customer Service Commitment in maintaining consumer loyalty at the Starbucks Signing Store. The method used is a qualitative descriptive approach through in-depth interviews. Based on research results, Starbucks Signing Store uses the concept of Customer Relationship Management to get closer to consumers in order to create two-way communication and both Starbucks and its consumers get information which will later become material for evaluating a marketing program in Marketing Public Relations which is specifically aimed at forming a positive image of a company. brand in the long term, namely Customer Service Commitment. By implementing the Customer Service Commitment program, Starbucks Signing Store has never received negative reviews from consumers, has become a store that consistently conveys positive messages to consumers, and most importantly can retain consumers from before this store was renovated and changed the concept from a regular Starbucks to a Starbucks Signing Store. Mempertahankan kualitas produk, memberikan pelayanan yang baik dan sesuai ekspektasi konsumen adalah kunci bagi pegiat industri Food and Beverage untuk mempertahankan sebuah loyalitas dari konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan Customer Service Commitment dalam memelihara loyalitas konsumen Starbucks Signing Store. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian Starbucks Signing Store menggunakan konsep Customer Relationship Management untuk mendekatkan diri kepada konsumen agar terciptanya komunikasi dua arah dan baik Starbucks maupun konsumennya mendapatkan informasi yang nantinya akan menjadi sebuah bahan evaluasi sebuah program pemasaran dalam Marketing Public Relation yang khusus ditujukan untuk membentuk citra positif sebuah brand dalam jangka waktu panjang, yaitu Customer Service Commitment. Program Customer Service Commitment, Starbucks Signing Store tidak pernah mendapatkan ulasan negatif dari konsumen, menjadi toko yang konsisten menyampaikan pesan positif untuk konsumen, dan yang terpenting dapat mempertahankan konsumen dari sebelum toko ini direnovasi dan berubah konsep dari Starbucks biasa menjadi Starbucks Signing Store. 
Strategi Kampanye PR Muscle First dalam Mengembangkan Brand Awareness Melalui KOL Putri, Edsa Estella Amrikasari; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27670

Abstract

In the current digital era, Public Relations faces the demand to adapt its approach to engage with the public effectively. Utilizing Key Opinion Leaders (KOL) to reach audiences via social media isn't novel in this era. PT Unggulan Bugar Indonesia - Muscle First recognizes the significance of effective strategies to maintain a competitive edge in the market. This study aims to understand how the Public Relations campaign strategy through Muscle First's Key Opinion Leader (KOL) from 2021 to 2023 contributes to developing brand awareness. The research incorporates Public Communication theories like Marketing Public Relations and Public Relations Campaign Strategy. Employing a qualitative approach through a case study method, data collection involves in-depth interviews, observations, document review, and literature review. The research findings outline Muscle First's Public Relations campaign strategy, involving stages such as research, planning, execution, and evaluation following The Nine Steps of Strategic Public Relations. Muscle First utilizes KOLs as a medium to disseminate monthly campaign messages, forming the Muscle First Team. This team, comprised of ordinary individuals, influences the general audience and fosters closeness with consumers. Memasuki era digital, peran Public Relations dituntut untuk beradaptasi dalam usahanya melakukan pendekatan dengan publik. Menggunakan Key Opinion Leader (KOL) dalam menjangkau audiens bagi suatu brand di media sosial bukanlah hal yang baru di era digital ini. PT Unggulan Bugar Indonesia - Muscle First, menyadari pentingnya strategi yang efektif dalam mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana strategi kampanye Public Relations melalui Key Opinion Leader (KOL) Muscle First periode 2021 – 2023 dalam mengembangkan brand awareness. Teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Komunikasi Publik dengan konsep Marketing Public Relations dan Strategi Kampanye Public Relations. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa strategi kampanye Public Relations yang dilaksanakan oleh Muscle First dalam meningkatkan brand awareness meliputi beberapa tahapan yaitu riset, perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi seperti yang dipaparkan pada The Nine Steps of Strategic Public Relations. Dalam risetnya, Muscle First menggunakan media online seperti Hootsuite dan Populix. Muscle First memanfaatkan KOL dengan menjadi medium penyebaran pesan kampanye yang dilaksanakan Muscle First tiap bulannya. KOL yang digunakan oleh Muscle First dalam kampanye yang dijalankannya dibentuk menjadi sebuah tim yaitu Muscle First Team. Tim tersebut terdiri dari orang biasa yang dapat memberikan influence kepada khalayak umum dan memberikan rasa kedekatan kepada konsumen.
Pemanfaatan Media Sosial TikTok dalam Membangun Citra Lembaga Sensor Film (LSF) RI Kusmayani, Zakia Syahlail; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27680

Abstract

Lembaga Sensor Film RI (LSF RI) yang termasuk salah satu lembaga tertua di Indonesia memiliki tujuan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya memilah dan memilih tontonan karena tidak semua tayangan membawa dampak yang positif untuk ditonton. Peran LSF RI disini untuk mendampingi dan memberikan himbauan kepada masyarakat melalui media sosial Tiktok dengan bantuan cyber PR LSF RI. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam secara tatap muka dan secara daring, serta menggunakan observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Serta menggunakan beberapa teori dalam penelitian ini, yaitu teori komunikasi publik, cyber public relations, strategi Public Relations, citra, media sosial, dan Tiktok. Penelitian ini menjelaskan bagaimana cara dari suatu lembaga yang ingin memberikan informasi dan juga edukasinya terkait peran serta tujuan mereka kepada masyarakat, dengan strategi mereka atas program yang dimilikinya. Hasil temuan dari penelitian ini, yaitu LSF RI melakukan strategi pendekatan kepada masyarakat oleh tim cyber PR dalam mengedukasi dan memberikan informasinya kepada masyarakat dengan konten-konten menarik dan informatif yang mereka unggah di platform Tiktok, serta mengembangkan program mereka dalam mengingatkan masyarakat untuk melakukan budaya sensor mandiri dalam menonton suatu konten atau tayangan guna melindungi diri sendiri dan keluarga dari pengaruh negatif yang dibawa oleh suatu tayangan. Dalam hal tersebut LSF RI selalu menyematkan ajakan budaya sensor mandiri ini didalam setiap konten-kontennya terutama saat dengan public figure. Indonesia has a goal to remind people of the importance of sorting and choosing the spectacle because not all shows bring a positive impact to watch. The role of LSF RI is here to assist and give an appeal to the community through Tiktok social media with the help of LSF RI's cyber PR. In this study using descriptive qualitative approach by using in-depth face-to-face and online interviews, as well as using observation, documentation and literature studies. As well as using several theories in this study, namely the theory of public communication, cyber public relations, public Relations strategy, image, social media, and Tiktok. This study describes how an institution that wants to provide information and education related to their role and goals to the community, with their strategy for the program. The findings of this study, namely LSF RI carried out an approach strategy to the community by the cyber PR team in educating and providing information to the public with interesting and informative content that they upload on the Tiktok platform, and developing their program in reminding the public to carry out a culture of self-censorship in watching content or shows in order to protect themselves and their families from the negative influence brought by a show. In this case, LSF RI always embeds this independent censorship culture invitation in every content, especially when with public figures.
Pemanfaatan TikTok Sebagai Sarana Strategi Komunikasi Branding Universitas Tarumanagara Pasanea, Debora Natalia; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27689

Abstract

The increasing number of universities in Indonesia has led to higher competition between universities to attract the attention of prospective students. Therefore, it is important for a university to maintain its reputation by implementing personal branding. This research discusses on the personal branding strategy of a private university through social media. This research studied on Untar's personal branding strategy through @untarjakarta TikTok account. The methodology used in this research is qualitative methodology with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The theories used are public communication theory, personal branding concept, and employer branding. After conducting the research process, it can be concluded that Untar Public Relations utilizes TikTok @untarjakarta social media to build an impression or branding to the public. This strategy is done by using six personal branding concepts, namely specialization, personality, difference, appearance, unity, and constancy. In order to build an honest and credible reputation to the public, Untar Public Relations uses real and active students as talents on @untarjakarta TikTok account. Peningkatan jumlah perguruan tinggi di Indonesia, menyebabkan semakin tingginya persaingan antara perguruan tinggi untuk menarik perhatian calon mahasiswa. Sehingga penting bagi sebuah perguruan tinggi untuk mempertahankan reputasi dengan melakukan personal branding. Penelitian ini membahas bagaimana strategi personal branding perguruan tinggi swasta melalui media sosial. Peneliti mengambil studi pada strategi personal branding Untar melalui TikTok @untarjakarta. Metodologi yang digunakan peneliti adalah metodologi kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan adalah teori komunikasi publik, konsep personal branding, dan employer branding. Setelah melakukan proses penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa Humas Untar memanfaatkan media sosial TikTok @untarjakarta guna membangun kesan atau branding di mata publik. Strategi ini dilakukan Humas Untar dengan menggunakan enam konsep personal branding, yaitu spesialisasi, kepribadian, perbedaan, kenampakan, kesatuan, dan keteguhan. Guna membangun reputasi yang jujur dan kredibel terhadap publik, Humas Untar menggunakan mahasiswa asli dan aktif sebagai talent dalam TikTok @untarjakarta.
Pola Komunikasi dalam Mempertahankan Hubungan Jarak Jauh di Kalangan Mahasiswa Kedinasan Poltekip melalui Media Whatsapp Nathali, Gisela Anastasia; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33407

Abstract

This study explores the communication patterns between service students and their partners in maintaining long-distance romantic relationships, using interpersonal communication theory and communication patterns as the theoretical framework. The study was conducted among social science polytechnic service students, employing qualitative methods with data collection through in-depth interviews, observation, and documentation. The findings reveal that the communication process occurred in three stages: secondary, linear, and circular patterns. In long-distance relationships, communication primarily relies on technology, such as WhatsApp, to maximize time together and discuss external issues. In the linear pattern, problem-solving differed between informants: two pairs of informants resolved issues immediately with their partners, while one pair needed more time, leading to a one-way communication flow. Lastly, the circular pattern was marked by effective communication and interpersonal traits like openness, support, empathy, and equality, which fostered relationship growth. Two informants demonstrated a circular communication pattern, engaging in feedback-driven interactions with their partners. Penelitian ini membahas pola komunikasi yang terjadi pada mahasiswa kedinasan dengan pasangannya dalam mempertahankan hubungan pacaran jarak jauh. Teori yang diterapkan adalah teori komunikasi interpersonal dan pola komunikasi. Peneliti mengambil studi pada mahasiswa kedinasan politeknik ilmu permasyarakatan. Metodologi yang diterapkan  metodologi kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Setelah melakukan penelitian, peneliti menarik kesimpulan bahwa proses komunikasi mahasiswa kedinasan dan pasangannya berlangsung secara 3 tahap yaitu pola sekunder, linear dan sirkular. Substansi pesan komunikasi dalam hubungan jarak jauh antara mahasiswa kedinasan dan pasangannya mengandalkan teknologi, seperti WhatsApp dengan memanfaatkan waktu bersama dan berbicara masalah di luar hubungan. Selain itu juga melakukan aktivitas virtual bersama. Tahap berikutnya, pola linear, dalam pola ini penyelesaian masalah antara informan berbeda-beda. Dua pasang informan memilih untuk segera menyelesaikan masalah bersama pasangannya, sementara satu pasang informan membutuhkan waktu untuk menyelesaikan. Hal ini menciptakan pola komunikasi linear, di mana komunikasi berlangsung satu arah tanpa respon dari pasangan. Terakhir, pola sirkular dalam hubungan romantis ditandai komunikasi yang baik dan karakteristik interpersonal seperti keterbukaan, sikap positif, dukungan, kesetaraan, dan empati menjadi dasar perkembangan hubungan informan. Dua informan menerapkan pola komunikasi sirkular, yang melibatkan feedback dalam interaksi mereka dengan pasangan. 
Co-Authors Abdul Rijwan Adiwinata, Arcelia Emmanuella Agatha Christy Adriani Aletheia Imanuel Alfira Dittya Raihan Ananta, Della Angel, Valentina Kyrie Angelyn, Felycia Angie Lavenia Aprilia, Elvira Arvin Stephensius Ayu Reni Anisa Buche Christian Sapulette Caroline Caroline Chandra, Surya Charenina, Putri Chery, Nabila Aurellia Christianto, Ivania Ariella Christina Cynthia Dora Moudy Daniel Dwi Fabian Deka Marcella Dhiya Fauziani Hediana Eko Harry Susanto Eldiani Febyola Elvan Eunike Tania Evelyn Natasha Ezra Krisna Farid Rusdi Fasa Bikati Sabka Fauziek, Catherine Febriana Agatha Flavia Veilieta Frank Marco Frans Carlos Yosephin Garcia, Giorgiana Hadi Artomo Hidayatullah, Bagas Syarip Ika Widyani, Agustina Iren Chienita Irena, Lydia Ivan Setiawan Japutra, Josephine Patricia Jaya, Daniel Putra Jesselin Rahardja Jesslyn Jesslyn Jocelin Citra Tanjaya Kusmayani, Zakia Syahlail Kyra, Ancilla Lie, Daniel Lie, David Sugianto Linsye Linori Tanama Lisa Harsono Liu, Hansen Marvhieno Ardhian Dumalang Michelle Angela Michelle Levine Muhammad Fauzan Azhar Muhammad Rakha Rizky Pratama Natalia Natalia Natalia, Dinda Nathali, Gisela Anastasia Paramita, Sinta Pasanea, Debora Natalia Pertiwan, Indah Pinckey Triputra Pinckey Triputra Putri, Cahaya R. Putri, Cahaya Rizka Putri, Edsa Estella Amrikasari Queentania Suherman Randy Wijaya Rani Febriyani Reszki, Ananias Rika Mandasari, Rika Riris Loisa Rodhiah, Rodhiah Roswita Oktavianti Ryan Refael Zabdi Safira Amelia Salsabila, Salsabila Samsunuwiyati Mar’at Sarah Shafira Saraswati, Kiky Dwi Hapsari Sekar Mayang Setyo Riani Setyanto, Yugih Shania, Shania Sharka, Yoliandra Nur Shinta Darmawaty Sofian Arissaputra Tan, Stephanie Tandres, Herliany Tanjaya, Aldrich Tanuja, Vico Tasya Thio Audrey Fransisca Gunawan Valentika Valentika Wahyutristama, Biyan Nugraha Wangi Puspitaningrahayu Wanli Wanli Widyani, Augustina Ika Wijaya, Calvin William William Wulan Purnama Sari Yolanda Octha Verren Young, Cindy