Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal Geografi

MEASURING DIGITAL LITERACY SKILLS AMONG STUDENTS IN SENIOR HIGH SCHOOL Fitra Delita; Nurmala Berutu; Tumiar Sidauruk; Elfayetti Elfayetti; Herdi Herdi
JURNAL GEOGRAFI Vol 14, No 1 (2022): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v14i1.31234

Abstract

Various digital-based learning media strongly support the quality of online learning. Digital media is essential in the learning process because it can package the material into more contextual, interesting audiovisual, reduces verbalism, and is more interactive. The primary purpose of this research was to measure the differences in digital literacy by comparing the digital learning media and PowerPoint media in online learning. The design of this study was a pretest-posttest group with a quasi-experimental method. Overall, 56 students in a senior high school in Senior High School 2 Percut Sei Tuan, Medan City,  Sumatera Utara Province, served as participants in this study. Data were collected by questionnaires and structured interviews for digital literacy. Data analyses were mixed with the quantitative and qualitative methods. Quantitative data were analyzed statistically through independent samples t-test, and qualitative data were analyzed descriptively. Digital literacy data were analyzed using SPSS version 24 software. The results showed that the students' digital literacy using digital learning media was superior to those prepared using PowerPoint. Based on each aspect of digital literacy, namely, internet searching, understanding, and utilizing digital devices, hypertextual navigation, content evaluation, creating digital content, and communicating information, there were significant differences between groups on digital literacy competencies. All aspects of digital literacy in the experimental class were higher than in the control classKeywords: Digital Literacy, E-Learning, Learning Media
Penerapan Model Pembelajaran Pemrosesan Informasi Berpikir Induktif dalam Mata Pelajaran Geografi Pada Kelas XI SMA Negeri 15 Medan Tumiar Sidauruk; Weni Ayu Sunita Zandroto
JURNAL GEOGRAFI Vol 3, No 2 (2011): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v3i2.7358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran pemrosesan informasi berpikir induktif dalam mata pelajaran geografi pada kelas XI SMA Negeri 15 Medan pada materi biosfer. Sampel penelitian ini adalah kelas XI IPS-2 yang bejumlah 40 orang yang terdiri 25 laki- laki dan 15 perempuan. Alat pengumpul data digunakan tes pilihan berganda yang terdiri dari 25 butir soal dengan 5 option dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata keaktifan siswa yaitu 53,37% pada pertemuan I dan 82,5% pada pertemuan II. Sedangkan untuk ranah psikomotorik terdapat nilai rata-rata siswa secara keseluruhan yaitu 83,20% dengan ketercapaian indikator kelas pada fase Pembentukan Konsep sebesar 79,71%, Interpretasi Data sebesar 89,35%, dan Aplikasi Prinsip sebesar 88,08%. Dari analisis data yang diperoleh nilai rata-rata hasil belajar pre test adalah 55,5, sedangkan nilai rata-rata hasil belajar pos test adalah 79,9. Sementara nilai akhir (akumulasi nilai afektif, psikomotorik dan kognitif) yaitu nilai rata-ratanya sebesar 75,02. Dari data-data yang dihasilkan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran pemrosesan informasi berpikir induktif dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa dalam belajar pada materi biosfer.Kata kunci : Berfikir Induktif, Mata Pelajaran Geografi
Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan Tumiar Sidauruk
JURNAL GEOGRAFI Vol 4, No 2 (2012): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v4i2.8070

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan ruang terbuka hijau di perkotaan berdasarkan rasio jumlah penduduk terhadap kebutuhan ruang terbuka hijau pada kawasan permukiman di perkotaan. Kebutuhan ruang terbuka hijau dengan jumlah penduduk 250 jiwa membutuhkan ruang terbuka hijau dengan tipe Taman Tetangga seluas 250 m2. Kebutuhan ruang terbuka hijau dengan jumlah penduduk 2500 jiwa membutuhkan ruang terbuka hijau dengan tipe Taman Rukun Warga seluas 1250 m2. Kebutuhan ruang terbuka hijau dengan jumlah penduduk 30000 jiwa membutuhkan ruang terbuka hijau dengan tipe Taman Keluraha seluas 9000 m2. Kebutuhan ruang terbuka hijau dengan jumlah penduduk 120000 jiwa membutuhkan ruang terbuka hijau dengan tipe Taman Kecamatan seluas 24000 m2.Kata kunci :  ruang terbuka hijau, kebutuhan, kota  
PENINGKATAN SOFT SKILLS DAN HARD SKILLS MAHASISWA MELALUI PROJECT-BASED LEARNING PADA MATA KULIAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI Fitra Delita; Elfa Yetti; Tumiar Sidauruk
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i2.5776

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena masih minimnya kemampuan soft skills dan hard skills mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan soft skills dan hard skills mahasiswa melalui penerapan Project Based Learning pada mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Geografi serta untuk mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap penerapan Project Based Learning. Penelitian ini tergolong penelitian PTK dengan pengamatan selama 2 siklus. Indikator soft skills yang diamati adalah komunikasi lisan, kejujuran, partisipasi dan kreativitas. Sedangkan indikator hard skills yang digunakan adalah nilai mahasiswa, kemampuan merancang perangkat pembelajaran dan media. Data diperoleh melalui lembar observasi, kuesioner, penilaian product dan hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan indikator soft skill yaitu komunikasi lisan (0,54), partisipasi (0,92), kejujuran (0,42) dan kreativitas (1,4) Peningkatan jumlah mahasiswa yang mendapat nilai A pada Siklus II yaitu 8 orang (naik 25 % dari total mahasiswa), nilai B meningkat menjadi 2 orang (naik 6 % dari total mahasiswa). Indikator hard skills berupa kemampuan merancang perangkat pembelajaran dan media juga mengalami kenaikan pada Siklus II yaitu 21 orang (68 %) kategori sangat baik dan 10 orang (32 %) kategori baik. Mahasiswa memberi tanggapan positif terhadap penerapan Project Based Learning pada mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Geografi.Kata kunci: Soft Skills, Hard Skills, Project Based Learning
Pelatihan Penyusunan RPP IPS Kurikulum 2013 Bagi Guru IPS SMP di Kabupaten Serdang Bedagai Tumiar Sidauruk; Elfayetty Elfayetty; Rosni Rosni; Nurjannah Nurjannah; Ali Nurman; Meilinda Suriani Harefa
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 2 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i2.8158

Abstract

Hasil identifikasi pada tahun 2012 tentang kesiapan guru memenuhi 25 dokumen yang dibutuhkan dalam penilaian kinerja guru pada berbagai kegiatan pembinaan guru yang telah dipaparkan dimuka diperoleh, bahwa umumnya guru belum menyusun silabus dan RPP sendiri, dokumen yang ada adalah hasil perumusan di MGMP dan atau mengadopsi langsung model silabus dan RPP yang diterbitkan oleh PUSKUR.  Hal ini memerlukan pendampingan untuk membantu kesiapan guru dalam menyusun silabus, pembuatan RPP IPS kurikulum 2013 dan perbaikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan Model Pembelajaran Saintifik, untuk itu diadakanlah pelatihan kepada guru-guru  IPS SMP dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan SMP di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Kegiatan pokok yang dilakukan pada kegiatan pelatihan penyusunan RPP IPS Kurikulum 2013 bagi guru IPS SMP di Kabupaten Serdang Bedagai ada 4 (empat) yaitu: (1) diawali dengan penjajakan dan kesepakatan mekanisme pendampingan yang dilakukan kepada Guru IPS SMP yang dikoordinasikan dengan pihak Kepala dan Staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serdang Bedagai, (2) kegiatan membuat perencanaan  penyusunan RPP IPS Kurikulum 2013 pada pelajaran IPS di SMP, (3) kegiatan praktek perbaikan RPP IPS Kurikulum 2013 pada pelajaran IPS di SMP dan (4) kegiatan pengukuran efektifitas pendampingan.Hasil yang dicapai pada kegiatan ini terdiri dari: (1) pelaksanaan action plan pendampingan, pelaksanaan pre test (2) Diperolehnya laporan dan evaluasi serta refleksi melalui metode inovasi penyusunan RPP IPS SMP Kurikulum 2013 dan workshop (3) Diperolehnya laporan dan evaluasi serta refleksi melalui metode lesson study (4) Diperolehnya laporan akhir kegiatan yang didukung oleh metode wawancara, Observsi dan post tes yang merupakan proses dari kegiatan pengukuran efektifitas pendampingan.Kata Kunci :     Kurikulum 2013, SMP, Ilmu Pengetahuan Sosial, RPP dan pengabdian kepada masyarakat
ANALISIS SWOT UNTUK STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PEMANDIAN MUAL MATA KECAMATAN PEMATANG BANDAR KABUPATEN SIMALUNGUN Fitra Delita; Elfa Yetti; Tumiar Sidauruk
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 1 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i1.6037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan objek wisata alam Pemandian Mual Mata yang terletak di Desa Bandar Meriah, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun. Kemudian dirumuskan strategi untuk pengembangan dengan cara meminimalkan kelemahan dan ancaman, memaksimalkan pendayagunaan peluang dan kekuatan. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, observasi serta wawancara dengan stakeholder seperti Dinas Pariwisata, Bappeda, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, masyarakat dan pengunjung. Data dianalisis secara deskriptif kemudian untuk menentukan strategi pengembangan objek wisata alam Pemandian Mual Mata dilakukan dengan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan strategi pengembangan objek wisata alam Pemandian Mual Mata antara lain membangun sarana prasarana seperti akses jalan, alat angkut dan sarana akomodasi, membuat atraksi wisata dan promosi obyek wisata, mengembangkan produk wisata, serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaan wisata.Kata kunci: Strategi, Pengembangan, SWOT
Tingkat Kesiapan Masyarakat Lokal Terhadap Pengembangan Community Based Tourism (CBT) di Kabupaten Samosir Sugiharto Sugiharto; Fitra Delita; Tumiar Sidauruk
JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v10i2.10419

Abstract

Kabupaten Samosir memiliki potensi besar dalam industri pariwisata. Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Samosir tentunya akan berdampak pada  kehidupan masyarakat lokal terutama dibidang ekonomi, budaya (culture), sosial masyarakat dan lingkungan. Tujuan utama penelitian ini yaitu menganalisis tingkat kesiapan masyarakat lokal terhadap pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (CBT) di Kabupaten Samosir. Pengukuran kesiapan masyarakat dengan skala likert yang terbagi atas aspek perencanaan, pengelolaan dan evaluasi pengembangan wisata berbasis masyarakat. Kemudian data dianalisis menggunakan SPSS v.20 dengan alat analisis One-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat kesiapan masyarakat pada aspek perencanaan, pengelolaan dan evaluasi pengembangan wisata berbasis masyarakat di Kabupaten Samosir. Faktor utama yang mempengaruhi tingkat kesiapan masyarakat lokal dalam pengembangan CBT di Kabupaten Samosir yaitu pendidikan dan umur.Kata kunci: kesiapan masyarakat, CBT, Kabupaten Samosir
Kegiatan Kerajinan Atap Rumbia dan Keterbatasan Sumberdaya Lokal Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Tumiar Sidauruk; Hennita Br Ginting
JURNAL GEOGRAFI Vol 3, No 1 (2011): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v3i1.7290

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  karakteristik kegiatan kerajianan atap rumbia yang dilihat dari aspek : modal, cara pembuatan, pemasaran, transportasi, dan juga penyerapan sumber daya lokal dilihat dari aspek bahan baku dan tenaga kerjaserta kendala-kendala yang menghambat pengembangan usaha kerajinan atap rumbia yang  dilakukan di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengrajin atap rumbia dengan jumlah 118 pengrajin dan sampel diambil 15% yaitu sebanyak 18 pengrajin yang diambil secara sampling random atau sampel acak. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan angket secara langsung kepada pengrajin, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa data deskriptif.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahawa usaha yang digunakan dalam kegiatan kerajinan atap rumbia dimulai dengan modal yang tidak terlalu mahal dan jumlah tenaga kerja yang dominan adalah satu orang saja.Pemasaran dilakukan dengan tiga cara yaitu melalui pesanan, pengumpulan dan eceran. Kegiatan kerajinan atap rumbia mampu menyerap sumber daya alam lokal yaitu bahan baku atap rumbia yang mencukupi dan penyerapan sumber daya manusia lokal sekitar 0.1227% dari total masyarakat usia angkatan kerja.Kata Kunci : Kerajinan Atap Rumbia, Keterbatasan Sumberdaya Lokal
Kajian Potensi Wisata Air Terjun Ponot di Desa Tangga Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan Suamadi Suamadi; Tumiar Sidauruk
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 1 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i1.8088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Potensi Fisik Wisata Air Terjun Ponot ditinjau dari lokasi, iklim, topografi, vegetasi, air, dan fauna (2) Potensi Non Fisik Wisata Air Terjun Ponot ditinjau dari kebudayaan, benda-benda bersejarah, tata cara hidup tradisional masyarakat.Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2012. Populasi dalam penelitian ini adalah kawasan wisata Air Terjun Ponot Di Desa Tangga Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan. Sumber data dalam penelitian ini terdiri para 50 pengunjung dan 10 masyarakat sekitar. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi langsung, teknik komunikasi tidak langsung terhadap pengunjung dan teknik komunikasi langsung terhadap masyarakat, dan pengelola objek wisata. Teknik pengolahan data secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Potensi Fisik Wisata Air Terjun Ponot ditinjau dari: (a) jarak lokasi dengan kota kabupaten yaitu 90 km tergolong sesuai sebagai wisata alam, tetapi kondisi jalan yang rusak menyebabkan berkurangnya pengunjung yang datang ke obyek wisata ini; (b) dengan lokasi yang berupa perbukitan dengan ketinggian 570 mdpl dengan suhu udara 23,65ºC dan kondisi udara yang sejuk sangat mendukung bagi keberadaan obyek wisata alam wisata Air Terjun Ponot. Kondisi iklim tersebut sangat mendukung dalam proses pengembangan pariwisata; (c) kemiringan lereng 25% tergolong terjal menghambat pengembangan pariwisata. Tebing-tebing yang tinggi menambah keunikan disaat berada di wisata Air Terjun Ponot. Kondisi kemiringan jalan yang relatif datar berjarak 62 km dan jalan yang bergelombang berjarak 28 km ; (d) Kondisi air yang cukup baik dengan tersedianya air bersih, kemudahan memperoleh air bersih dengan jarak tidak terlalu jauh; (e) kondisi vegetasi bervariasi. (2) Potensi Non Fisik Air Terjun Ponot (a) menunjukkan bahwa terdapat dukungan dan tanggapan dari masyarakat (b) kurangnya atraksi wisata sebagai pendukung daya tarik wisata; (c) kurang tersedia sarana dan prasarana wisata, tidak tersedia angkutan umum yang reguler, kondisi jalan yang rusak. Kondisi jalan beraspal hotmix 46 km, kondisi aspal rusak 44 km.Kata Kunci: Potensi Wisata, Air Terjun Ponot
PENGELOLAAN IRIGASI DI DESA SEI MUKA KECAMATAN TALAWI KABUPATEN ASAHAN Tumiar Sidauruk; Feri Erianto Pasaribu
JURNAL GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2009): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v1i1.6364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi debit airirigasi di Desa Sei Muka Kecamatan Talawi Kabupaten Asahan, bagaimanapengelolaan Irigasi di Desa Sei Muka Kecamatan Talawi Kabupaten Asahan yangmeliputi : pengadaan, pengaliran dan pembagian air.Lokasi penelitian ini adalah di Desa Sei Muka Kecamatan TalawiKabupaten Asahan dengan jumlah sampel berjumlah 70 KK yang diambilsebanyak 20% dari keseluruhan populasi yang berjumlah 353 KK. Teknikpengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket dan observasi. Datatersebut dianalisi dengan cara deskriptif.Hasil peneltian ini menunjukkan air irigasi masih kurang untuk mengairiluas sawah yang ada pada awal pengolahan lahan pertanian, hal ini terbukti daridebit air yang ada pada saluran primer hanya mencapai rata-rata 0,536 m3/det,sedangkan untuk dapat mengairi lahan pada awal pengolahan lahan (589,9 ha)dibutuhkan debit air mencapai 0,663m3/det sehingga debit air masih kurangsebesar 0,127m3/det . Pada musim tanam (pertumbuhan) dan musim panen debitair yang ada masih cukup untuk mengairi lahan yang ada karena pada saat-saattersebut air yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. Debit air pada musim tanampada saluran primer rata-rata mencapai 0,1804m3/det sedangkan yangdibutuhkan hanya 0,00085m3/det. Sedangkan pada musim panen debit air padasaluran primer rata-rata mencapai 0,084m3/det. Pengelolaan irigasi yangmeliputi : Pengadaan, pengaliran dan pembagian air sering menghadapi kendalahal ini disebabkan karena debit air yang masih kurang khususnya pada awalpengolahan lahan serta kurang terawatnya keadaan saluran-saluran irigasiseperti banyaknya rumput dan sampah-sampah yang menggangu kelancaran air.Kata Kunci : Pengelolaan irigasi dan permasalahannya
Co-Authors Afrilia, Dini Akmaliyah , Annida Ali Nurman Amaliah Haza, Suci Anatasya Simanjuntak, Putri Andini, Sri Angraini, Tia Aprillia, Khairani Aulia, Vina Azis, Tengku Abdillah Azzarah, Regita Asiah Christin Eva Damanik, M Ridha Syafii Dame Martina Dini Afrilia Durubanua, Derita Ramai Eka Suci Anja Kusumawati Elfa Yetti Elfayetti Elfayetti Elfayetti Elfayetty Elfayetty Eni Yuniastuti Erika Erika Ester Sinurat Fatimah Azzahra Fauziah, Arma Feri Erianto Pasaribu Fitra Delita Fitra Delita Fitra Delita, Fitra Fitriani, Ramadhan Grace Holyvia Gultom, Maria Joito Hanana, Alna Harefa, Meilinda Suriani Harefa, Meilinda Suryani Hasyimi, Tamim Hennita Br Ginting Herdi Herdi Herdi Herdi Ika Anggi Fadillah Iskandar Sipayung, Hadriadi Junaidi Junaidi Khairun Nisa Leirisa , Reva Lolona Manik Lubis, Dhio Febriansyah Manalu, Ruth Sahana Mangihut Manik, Suandro Manik, Suandro Manurung, Sakira Putri Marcelina Hutapea Martina Sitanggang, Hotdame Meilinda Suriani Harefa Mona Adria Wirda Muftih, Anisa Muhammad Alfi Muhammad Anas Kautsar Muhammad Arif Nababan, Irson Nadratul Aini Lubis Napitupulu, Kiki Renhardi Natasya Hura, Vinny Novira, Nina Nurjannah Nurjannah Nurmala Berutu Nurul Ilmi, Nurul Patrisa Panjaitan, Yunilawati Pratama, Alvin Purba, Rosma Putri Roito Rahmadhani, Cahya Putri Rahmadi, M Taufik Raihto Hutasuhut, Vadillah Rivaldo Sihombing, Ivan Rohani Rosni Rosni Ryan Pramana S, Christin Eva. S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sahala Fransiskus Marbun Salsabila, Friska Sendi Permana Sianipar, Maria Dwi Sihombing , Ivan Rivaldo Simamora, Tirza Grass Simanjuntak, Putri Rejeki Simbolon, Kurnia Sinaga, Risdo Hotray Sipahutar, Ridho Amalan Saufi Sipayung, Angelina Siregar, Alvian Maranalom Sitompul, Delon A.L Situmorang, Romauli Suamadi Suamadi Sugiharto Sugiharto Sumardi, Habibatul Qolbi Syahfitri, Wiji Tanjung, Putra Laksamana Telaumbanua, Fausta John Aro Tuhono, Eling Vinny Natasya Wafiq Ariska Wardani, Aulia Warni, Mira Susila Weni Ayu Sunita Zandroto Wijaya, Cindy Melissa Yenni, Novida Yenny, Novida Yohana Febryanty Simamora, Ester