Muhammad Husaini
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 76 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 68 Documents
Search
Journal : Frontier Agribisnis

ANALISIS PERILAKU EKONOMI RUMAH TANGGA PETANI KARET DI KABUPATEN TAPIN Nita Ariyani; Muhammad Husaini; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7799

Abstract

Kabupaten Tapin merupakan salah satu daerah sentra penghasil karetyang ada di Kalimantan Selatan, dan sebagai sumber matapencaharian utama bagi rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui curahan tenaga kerja rumah tangga petani karet,pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani karet serta proporsipengeluaran konsumsi pangan terhadap total pengeluaran rumahtangga petani karet. Penelitian dilakukan di Kabupaten Tapin di DesaHatungun dan Desa Suato Lama, dilaksanakan pada bulan Juni 2021.Teknik pengambilan sampel dengan multi stage random samplingdengan jumlah sampel yang diambil yaitu 40 rumah tangga petanikaret dari populasi sebanyak 700 rumah tangga petani yang tersebarke dalam 2 desa terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwacurahan tenaga kerja rumah tangga petani karet untuk usahatani karet(on farm) sebesar 35,07 HKO/bulan dan non usahatani (non farm)sebesar 3,69 HKO/bulan, serta untuk mengurus rumah tangga (nonekonomi) sebesar 11,6 HKO/bulan sehingga total curahan tenagakerja sebesar 50,36 HKO/bulan. Pendapatan rumah tangga petanidari usahatani karet adalah sebesar Rp 6.983.866 /bulan/usahatani,pendapatan dari non usahatani adalah sebesar Rp 143.000 per bulan,serta pendapatan sumber lainnya yaitu sebesar Rp 106.250 per bulan,sehingga total pendapatan rumah tangga petani sebesar Rp7.233.116/bulan/usahatani. Pengeluaran rumah tangga petani karetterdiri dari pengeluaran pangan rata-rata sebesar Rp 1.588.575 perbulan, sedangkan pengeluaran non pangan rata-rata sebesar Rp1.723.345 per bulan. Sehingga pengeluaran total mencapai sebesarRp 3.311.920/bulan. Proporsi pengeluaran rumah tangga untukpangan terhadap pengeluaran total rumah tangga petani seluruhnyasebesar 48%, sisanya sebesar 52% pengeluaran rumah tangga petaniuntuk keperluan non pangan.
Analisis Rantai Pasok dan Pemasaranan Komoditas Bayam (Amaranthus Sp) di Kelurahan Guntung Payung Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Winda Noor Amalia; Masyhudah Rosni; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.801

Abstract

Kelurahan guntung payung sebagai salah satu daerah pertanian di kota Banjarbaru, selain itu salah satu daerah yang memproduksi sayuran, juga salah satu daerah mengkonsumsi sayuran, sehingga rantai pasok dan pemasaranan sayuran menjadi hal yang sangat penting untuk di analisis, agar tingkat ketahan pangan di Kelurahan ini dapat terjaga dan dapat di tingkatkan. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem rantai pasok dan sistem pemasaranan komoditas sayuran bayam. Metode penarikan contoh dengan proportionated random sampling dan snowball sampling. Analisis data yang digunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan konsumen melakukan pembelian 3 - 4 kali seminggu, menyediakan produk dengan benar dapat tergambar dengan karakteristik petani yang sangat baik, setiap rantai pemasaranan sudah memiliki fungsi sebagai mana mestinya mulai dari petani sebagai produsen, pedagang pengumpul, hingga pengecer, logistik dan distribusi yang memadai sudah berjalan dengan baik, komunikasi dan informasi yang masih belum lancar, hubungan yang efektif antar pelaku rantai pasok terdapat lima sub sistem dalam sistem agribisnis, yaitu mulai dari sub-sistem hulu, sub-sistem usahatani, sub-sistem hilir, sub-sistem pemasaranan dan sub-sistem penunjang. Saluran pemasaranan komoditas sayuran bayam memiliki 4 saluran pemasaranan. Saluran 1, margin yang diperoleh Rp 1.500 /ikat, bagian harga yang diterima petani sebesar 100%, pada saluran ini tidak ada lembaga pemasaran. Saluran 2, margin yang diperoleh Rp 250 /ikat, bagian harga yang diterima petani sebesar 83,33%, sedangkan keuntungan yang diterima pedagang pengumpul sebesar Rp 172,42 /ikat. Saluran 3, margin yang diperoleh Rp 1.750 /ikat, bagian harga yang diterima petani sebesar 41,67%, sedangkan keuntungan yang diterima lembaga pemasaranan (pedagang pengumpul sebesar Rp 172,42 /ikat dan pedagang sayur keliling sebesar Rp 1.300 /ikat). Saluran 4, margin yang diperoleh Rp 750 /ikat, bagian harga yang diterima petani sebesar 62,50%, sedangkan keuntungan yang diterima lembaga pemasaranan (pedagang pengumpul sebesar Rp 172,42 /ikat dan pedagang lapak tetap sebesar Rp 280,71 /ikat).Kata kunci: rantai pasok, pemasaranan, bayam, guntung payung
Peran Ketua Kelompok Tani dan Penyuluh Pertanian dalam Penyusunan Rencana Definitive Kelompok dan Rencana Definitive Kebutuhan Kelompok di Kecamatan Karang Intan Khairiana Khairiana; Abdussamad Abdussamad; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ketua kelompok tani dan peran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam penyusunan Rencana Definitive Kelompok (RDK) dan penyusunan Rencana Definitive Kebutuhan Kelompok (RDKK). Penelitian ini menggunakan metode survei, metode penarikan contoh yang digunakan adalah Teknik stratified proposional random sampling, dengan jumlah sampel yang diambil dari ketua kelompok tani sebanyak 20 orang dan Penyuluh Pertanian Lapangan sebanyak 20 orang sehingga total responden yang di ambil 40 orang. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil peran ketua kelompok tani dalam penyusunan RDK dan RDKK dengan kriteria cukup berperan dan peran Penyuluh Pertanianan Lapangan sangat berperan dalam penyusunan RDK dan RDKK. Berdasarkan hasil uji t diperoleh t hitung untuk peran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam perencanaan RDK Ho ditolak dan Hi diterima, untuk pelaksanaan RDK sebesar 3,484 dan diperoleh t (95 %: 20) sebesar 1,729 Karena t hitung lebih besardari t tabel, maka Ho ditolak dan Hi diterima dan untuk evaluasi RDK sebesar 11,543 dan diperoleh t (95 %: 20) sebesar 1,729 Karena t hitung lebih besar dari t tabel, maka Ho ditolak dan Hi diterima dan untuk peran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam perencanaan RDKK sebesar 32,013 dan diperoleh t (95 %: 20) sebesar 1,729 Karena t hitung lebih besar dari t tabel, maka Ho ditolak dan Hi iterima, untuk pelaksanaan RDKK sebesar –15,103 dan diperoleh t (95 %: 20) sebesar 1,729 Karena t hitung lebih kecil dari t tabel, maka Ho diterima dan Hi ditolak dan untuk evaluasi RDKK sebesar 29,388 dan diperoleh t (95 %: 20) sebesar 1,729 Karena t hitung lebih besar dari t tabel, maka Ho ditolak dan Hi diterima.
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Yurika Afrilia Anzar; Mariani Mariani; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.781

Abstract

Selama ini pedoman dan panduan yang telah ditetapkan pemerintah tidaklah selalu selaras dengan kinerja yang dilakukan oleh penyuluh. Penyuluh kadang tidak selalu mengetahui aturan yang harus dipedomani sebagai panduan kerja di lapangan. Sehingga dalam menyusun prioritas kerja dan melaksanakan kegiatan penyuluhan yang penting bagi petani, penyuluh sering bias. Begitu juga halnya yang terjadi di Kelurahan Guntung Manggis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut kualitas pelayanan berdasarkan tingkat kepentingan dan tingkat kinerja penyuluh berdasarkan penilaian petani, menganalisis tingkat kepuasan petani berdasarkan atribut kualitas pelayanan penyuluh pertanian dan merumuskan rekomendasi yang dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan atribut kualitas pelayanan penyuluh pertanian dalam memberikan kepuasan petani di Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin. Populasi penelitian ini adalah 9 kelompok tani yang berjumlah 179 petani, dari jumlah tersebut diambil 20%. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 38 orang, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, jika dilihat dari median skor yang diperoleh, atribut kualitas pelayanan berdasarkan tingkat kepentingan menurut penilaian petani diperoleh sebesar 4,16 dengan kategori penting. Sementara atribut kualitas pelayanan berdasarkan tingkat kinerja penyuluh pertanian menurut penilaian petani diperoleh skor sebesar 3,33 dengan kategori cukup puas. Tingkat kepuasan petani berdasarkan atribut kualitas pelayanan penyuluh pertanian secara keseluruhan adalah sebesar 67,67%, dengan rentang nilai 61%-80% dengan kategori puas. Berdasarkan hal tersebut mengidentifikasikan bahwa atribut kualitas pelayanan yang ada sudah sesuai dengan kepentingan petani, sehingga petani merasa puas terhadap kinerja yang telah dilakukan oleh penyuluh. Rekomendasi yang dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan penyuluh pertanian dalam memberikan kepuasan petani dengan memprioritaskan atribut melakukan kunjungan dan pelatihan secara rutin (V4), pengadaan sarana dan prasarana yang memang dibutuhkan petani (V5), menyampaikan berita terbaru tentang pasar (V9), menghadapi masalah yang timbul dengan cepat (V12), ikut serta dalam pengambilan keputusan untuk menjalin kerjasama (V14) dan kemampuan dalam mengetahui permasalahan di lapangan (V17).Kata kunci: atribut, kinerja, kepuasan
Analisis Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Kerupuk Amplang Ikan Tenggiri (Studi Kasus pada Amplang Semut Bakaraut di Desa Manurung Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu) Ahmad Jaelani; Muhammad Husaini; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan kentungan, menganalisis kelayakan usaha dan menganalisis peluang usaha pada industri pengolahan kerupuk amplang. Penelitian ini menggunakan studi kasus yaitu pada industri pengolahan kerupuk amplang Semut Bakaraut di Desa Manurung Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 560.897.414/tahun. Hasil produksi selama satu tahun diperoleh sebesar 5.896,5 kg dengannharga Rp 120.000/kg sehingga penerimaan yang diperoleh Rp 707.580.000/tahun. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 146.682.586/tahun. Berdasarkan perhitungan kelayakan usaha diperoleh nilai RCR sebesar 1,26, industri pengolahan kerupuk amplang tersebut menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Analisis kepekaan dilakukan dengan asumsi bahan baku ikan tenggiri dengan harga tertinggi yaitu sebesar Rp 50.000 maka diperoleh nilai RCR sebesar 1,20. Usaha industri pengolahan kerupuk amplang tersebut masih layak untuk diusahakan. Strategi pemasaran yang harus dilakukan industri ini adalah strategi diversifikasi yang fokus pada strategi ST (strength-threaths) yaitu menciptakanistrategi menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman. Kata kunci: analisis usaha, amplang, biaya, SWOT
ANALISIS PEMASARAN KEDELAI (Glycine max) DI KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Abdur Rahim; Muhammad Husaini; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2924

Abstract

Sektor primer pertanian menjadi peran penting dalam strategi pengembangan pertanian karena prospek cerah yang dimiliki usaha dalam bidang agribisnis memiliki kesempatan yang besar untuk dikembangkan bagi pelaku usaha bisnis. Perpindahan hasil kedelai dimulai dari tangan petani kedelai sampai dengan konsumen akhir disebut juga pemasaran kedelai. Tujuan akhir dari berusahatani adalah memasarkan hasil produksi oleh karena itu pemasaran menjadi hal yang penting dalam berusahatani. Perkembangan produksi kedelai di Kabupaten Banjar terus mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan agar saluran pemasaran kedelai dapat diketahui, besarnya biaya, margin, farmer’s share, tingkat efisiensi serta keuntungan yang diterima produsen atau petani di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Simple random sampling adalah metode yang digunakan dalam menentukan sampel. Responden yang diambil didalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Berdasarkan hasil penelitian saluran pemasaran komoditas kedelai yang ada di Kecamatan Karang Intan memiliki dua pola yaitu saluran pemasaran I (petani - pedagang tengkulak - pabrik pengolahan tahu dan tempe) yang diikuti petani sebanyak 70%. Saluran pemasaran II (petani - pedagang tengkulak - pedagang pengecer - konsumen akhir) sebanyak 30%. Biaya pemasaran yang tertinggi diantara dua saluran adalah biaya pada saluran II yaitu sebesar Rp 169,56/kg. Saluran II menjadi margin terbesar yaitu sebesar Rp 1.680/kg. Keuntungan yang diterima terbesar berada pada saluran II adalah sebesar Rp 1.510,44/kg, Saluran I menjadi farmer’s share petani tertinggi yaitu sebesar 73,33%. Saluran distribusi yang efisien adalah di saluran II karena keuntungannya merata kepada seluruh pihak yang terlibat.
Analisis Finansial Usaha Ternak Ayam Ras Petelur di Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar (Studi Kasus Pada Usaha Agri Mulya Farm) Akhmad Junaidi; Muhammad Husaini; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8283

Abstract

Ayam ras petelur merupakan jenis ras unggul dari hasil persilangan antara bangsa-bangsa ayam yang dikenal memiliki daya produktivitas yang tinggi terhadap produksi daging dan telur. Salah satu usaha ayam ras petelur yang ada di Kabupaten Banjar adalah Agri Mulya Farm, usaha yang dimiliki H. Karnoto. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui penerimaan, biaya dan keuntungan yang didapat serta kelayakan usaha ternak ayam ras petelur Agri Mulya Farm. Penelitian dilaksanakan di usaha ternak ayam ras petelur Agri Mulya Farm milik H. Karnoto dari Januari 2022 sampai Desember 2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan biaya yang dikeluarkan dalam satu periode produksi sebesar Rp 1.411.280.869 dan penerimaan sebesar Rp 1.815.433.000. Keuntungan yang didapat dalam satu periode produksi sebesar Rp 404.152.131. NPV yang bernilai positif yaitu sebesar Rp 331.874.849,20,-. Nilai IRR sebesar 75,58% dan nilai Net B/C sebesar Rp 2,67. Berdasarkan kriteria tersebut, Agri Mulya Farm layak untuk diusahakan secara finansial.  
Tingkat Penerapan Penggunaan Pestisida Kimia pada Usahatani Sayuran Di Desa Telaga Langsat Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan Dea Ermaliyanda; Eka Radiah; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i1.763

Abstract

Sayuran bagi manusia sangat erat hubungannya dengan kesehatan. Dalam setiap usaha budidaya sayuran, petani sering menghadapi kendala yang dapat menyebabkan rendahnya kualitas dan kuantitas produk sayuran. Pestisida adalah senyawa kimia yang digunakan untuk sayuran, pestisida insektisida untuk mengendalikan serangga, herbisida, untuk mengendalikan gulma, rodentisida, untuk tikus dan insektisida buat memberantas hama jamur. Rumus yang digunakan untuk mengetahui tingkat penerapan penggunaan pestisida digunakan adalah skor yang didapat dibagi dengan skor ideal dikali 100%. Untuk metode penarikan contoh penelitian ini menggunakan metode survey, untuk mengetahui persentase (%) tinggi rendahnya tingkat penerapan pestisida kimia mengacu pada penelitian terdahulu yaitu tingkat penerapan tekhnologi usahatani padi oleh Misrinawati (2016) dengan angka persentase dikatakan tinggi jika ≥ 77,78 % dan rendah jika ≤ 77,78 %, untuk mengetahui tujuan kedua yaitu, hubungan antara tingkat penerapan yang diperoleh dengan harga pestisida dan pengalaman UT digunakan  uji korelasi dwiserial karena didasarkan atas 2 kriteria penilaian yaitu tinggi dan rendah atau skala ordinal, tekhnik korelasi ini disediakan untuk menyelidiki ada tidaknya korelasi antara 2 gejala dengan harga pestisida (skala rasio) dan pengalaman petani (skala interval). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat penerapan penggunaan pestisida secara waktu, dosis dan frekuensi adalah sudah sesuai dengan anjuran baik dari label atau dari penyuluh dengan persentase Tingkat penerapan penggunaan pestisida kimia menurut penggunaan pestisida yang digunakan petani berdasarkan hasil penelitian adalah pada waktu dan cara penggunaan pestisida adalah 85,93% pada dosis penggunaan pestisida sebesar 94,23% dan pada frekuensi penggunaan pestisida sebesar 93,33%. Faktor harga pestisida kimia, dan pengalaman usahatani berhubungan secara siginifikan dengan tingkat penerapan penggunaan pestisida kimia. Sementara kebiasaan petani tidak berhubungan secara signifikan.Kata Kunci: korelasi dwiserial -1, skala rasio-2, skala interval-3
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI JAMUR TIRAM DI KELURAHAN LANDASAN ULIN TIMUR KOTA BANJARBARU Marni Marni; Muhammad Husaini; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i3.645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembudidayaan usahatani jamur tiram. Menganalisis biaya yang dikeluarkan, serta peneriman, pendapatan dan keuntungan yang diperoleh dan tingkat kelayakan usaha budidaya jamur tiram di Kelurahan Landasan Ulin Timur. Hasil dari penilitian ini adalah cara pembudidayan jamur tiram yang baik di lakukan dengan menyiapkan kubung terlebih dahulu selanjutnya dilakukan pemeliharaan pada baglog jamur tiram meliputi penyiraman, menjaga kebersihan serta pengaturan suhu, selanjutnya dilakukan pemanenan dimana mencabut jamur tiram yang tumbuh pada baglog. Dengan kata lain bahwausahatani jamur tiram sudah sesuaidengan ajuran secara teoritis. Total biaya yang dikeluarkan meliputi biaya eksplisit terdiridari(biaya log, biaya penyusutan kubung, biaya penyusutan rak, biaya penyusutan alat, biaya tenaga kerja luar keluarga, dan biaya air serta biaya listrik)yaitusebesarRp13.690.015. Sementara biaya implisit terdiridari(biaya tenaga kerja dalam keluarga, biaya sewa lahan milik sendiri dan bunga modal) sebesar Rp 3.995.287/usahatani. Penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 29.440.476/usahatani, sehingga besarnya pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 15.750.462/usahatani. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 11.755.174/usahatani, dengan nilai RCR yang diperoleh sebesar 1,63. Hal ini berarti bahwa usahatani jamur tiram layak untuk diusahakan, karena nilai RCR > 1.Kata Kunci : analisis, efektivitas, produksi, biaya
Analisis Produksi dan Risiko Produksi Cabai di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Ananda Dea Saprila; Muhammad Husaini; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5984

Abstract

Kelurahan Syamsudin Noor di Kecamatan Landasan Ulin merupakan salah satu sentra produksi cabai. Terdapat beberapa kendala dalam produksi cabai, diantaranya hama, penyakit dan penggunaan faktor-faktor produksi yang dilakukan petani kurang tepat. Kendala tersebut menunjukan bahwa terdapat risiko pada proses produksi cabai. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi terhadap produksi cabai dan menganalisis pengaruh penggunaan faktor faktor produksi terhadap risiko produksi cabai. Jumlah populasi petani cabai yang ada di kelurahan tersebut sebanyak 54 petani. Dari jumlah tersebut diambil sebanyak 31 petani dengan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan persamaan fungsi produksi Cobb-Douglas (logaritma natural) dengan model persamaan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan benih, pupuk kandang, pestisida, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi cabai, sementara penggunaan pupuk kimia tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi cabai. Peningkatan penggunaan benih dan pupuk kimia berpengaruh signifikan terhadap peningkatan risiko produksi (risk inducing factor) cabai. Peningkatan penggunaan pestisida dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap penurunan risiko produksi (risk reducing factor) cabai, sementara pupuk kandang tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan risiko produksi (risk reducing factor) cabai di Kelurahan Syamsudin Noor.
Co-Authors Abdullah Djafar Abdur Rahim Abdurrahman Abdurrahman Abdussamad Abdussamad Afrillia Wulandari Agustin Novita Anwar Ahmad Jaelani Ahmad Yousuf Kurniawan Akhmad Junaidi Alia Istiana Alpianor Alpianor Ambiya Noor Ananda Dea Saprila Anastasia Tri Astuti Anggi Puspita Devi Archi Novi Nadila Artahnan Aid Aurora Vianda Badaruddin Badaruddin Budi Setiawan Danang Biyatmoko Dea Ermaliyanda Dhea Widyasari Dini Setiyani Dwijono Hadi Darwanto Eka Radiah Eka Tunggal Dewi Elfa Refina Emy Rahmawati Erma Erma Feronika Pangaribuan Ferrianta, Yudi Fuzi Maulana Ash'ari Hafizianor Hafizianor Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamdani Haryogi Muliandri Hayatun Najah Herliani Herliani Herni Safitri Istiqomah Istiqomah Jamiatul Aqidah Jangkung Handoyo Mulyo Jodi Setiawan Kamiliah Wilda Khairiana Khairiana Koko Windarko Latifah Latifah Lidiya Santi Lisa Oktaviani Luki Anjardiani Mariani Mariani Marleni Marleni Marni Marni Masyhudah Rosni Masyhuri Masyhuri Mira Yulianti Muhammad Anas Ariffullah Muhammad Andres Jerry Elmer Septian Muhammad Angga Prabowo Muhammad Fahrianor Muhammad Suprianur Mujerimin Mujerimin Muslima Hidayati Mutiara Novrista Elisya Muzdalifah Muzdalifah Natalia Wulandari Natasia Andriani Nina Budiwati Nita Ariyani Nove Munira Noviani Wulandari Novita Ariani Novita Dewi Utami Nurmelati Septiana Nurul Abadiyah Nurul Jannah Nurul Kholifah Pattra Negara Adi Rahmah Hidayah Rendy Fadillah Akbar Rifiana Rifiana Rika Pebri Ramadhani Rini Nurhayati Riska Nur Hasma Sarianah Sarianah Shania Sulie Punuh Sidiq Rahmadi Siti Naimah Sri Ismiati Rahayu Suprijanto Suprijanto Syahrul Fadhilah Taisirul Husna Taufik Hidayat Theresia Sintia Septy Umi Salawati Usamah Hanafie Wahyu Wahyu Wardatul Hayati Winda Noor Amalia Yanti, Nuri Dewi Yasiratul Baroroh Yolanda Citra Dewi Yurika Afrilia Anzar Yusuf Azis