Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL HERITAGE

BADMARK PASURUAN “KOTA BEGAL” OPPOSITE PEMBERITAAN PRESTASI BUPATI PASURUAN (Analisis Wacana Kritis Teks Media Pemberitaan Begal dan Prestasi Bupati Pasuruan di www.wartabromo.com Periode Oktober 2016 - Oktober 2017) Mr Muslim; Zainul Ahwan.

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v6i2.1125

Abstract

Pemberitaan prestasi Bupati Pasuruan selama setahun terakhir (Oktober 2016-Oktober 2017) cukup banyak hingga mencapai 30 berita. hal ini bisa menjadi opini publik akan kesuksesan H Irsyad Yusuf dalam membangun Kabupaten Pasuruan selama kepemimpinannya. Tetapi beriringan dengan itu, di sisi lain media massa tak sedikit yang menyoroti fenomena perampasan tindak kriminalitas jalanan “Begal” yang marak terjadi di wilayah Pemerintah Pasuruan. Hingga dalam pencarian ditemuai 44 berita, serta Pasuruan di labeli netizen sebagai “City Of begal”. Hal ini menunjukan bahwa media massa di Pasuruan menjalankan peranannya sebagai pilar ke-empat demokrasi, yakni melakukan control sosial. Dari latar belakang diatas, penelitian ini diorientasikan untuk mengetahui wacana teks pemberitaan fenomena begal di www.wartabromo.com hingga mampu melahirkan badmark Pasuruan Kota Begal. Disamping itu, penelitian ini juga ingin mengetahui bagaimana wacana pemberitaan prestasi Bupati Pasuruan di media www.wartabromo.com, disaat fenomena begal terus mengusik keamanan sosial. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan mengunakan pendekatan analisis wacana kritis Fairclough, yang terdapat 3 (tiga) level analisis yaitu mikrostruktural, mesostruktural dan makrostruktural. Dalam penelitian ini pada level Pertama, yakni dimensi mikrostruktural, terbongkar relasi apik antara warta bromo sebagai perusahaan profit, dengan Bupati Pasuruan. Berdasarkan diksi yang digunakan dalam menuangkan berita prestasi, hanya memunculkan sosok Bupati sebagai superman. Sedangkan dalam redaksi berita begal wartabromo kontinyu menggambarkan sosok begal dengan label, atribut maupun diksi menakutkan, mengusik keamanan masyarakat. Pada level kedua, meso struktural ternyata dalam memproduksi teks berita prestasi wartabromo menerima press reless berbeda saat memproduksi berita begal, wartawan media ini menjalankan tahapan-tahapan jurnalistik secara maksimal, bahkan sempat berupaya memfoto wajah begal. Agar bisa dikonsumsi pembacanya wartabromo menyebarkan produk beritanya melalui media sosial diantaranya: Facebook, Instrgaram, Twiter dan WhatsApp. Melalui media sosial tersebut, teks berita begal maupun prestasi bupati mampu mengiring opini pembaca dan memberikan tanggapan hingga muncul badmark bahwa Pasuruan “City Of begal” Ketiga, level dimensi makrostuktural:pada level ini peneliti menelusuri tiga hal yang menjadi pokok analisis yaitu aspek situasional, institusional dan sosial. Disaat teks berita yang menjadi objek penelitian, terbit ini menjelang tahun transisi menjelang pilkada 2018 dari situasi ini terbaca wacana politik bupati yang kemudian maju calon tunggal. Pada dasarnya Pasuruan memiliki beragam potensi untuk mendapat penghargaan diberbagi bidang, tetapi dipasuruan terjadi disparitas wilayah antara barat dan timur. dimana wilayah timur jauh tertinggal dengan pembangun SDM, Infrastuktur, pendidikan, lapangan Pekerjaan dll, yang mengakibatkan banyaknya pengguran dan terpaksa memilih jalan pintas dalam mencukupi kebutuhan ekonomi (menjadi Pelaku begal). Kondisi sosial semacam ini sangat berkorelasi dengan teks media.
STUDI ETNOGRAFI KOMUNIKASI PERGESERAN NAMA BERCIRIKAN IDENTITAS JAWA TENGGER PADA ERA GENERASI 2000-AN SUKU TENGGER DI KABUPATEN PASURUAN (Tinjauan Kritis Teori Determinisme Perkembangan Teknologi) Nur Izzatul A'rof; Zainul Ahwan, S.Sos, M.I.Kom

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.378 KB) | DOI: 10.35891/heritage.v6i2.1132

Abstract

Suku Tengger merupakan salah satu bagian dari suku Jawa yang berdomisili dikawasan lereng Gunung Bromo. Di Kabupaten Pasuruan, Suku Tengger mendiami kawasan bromo yang berada di Kecamatan Tosari. Mayoritas Suku Tengger memeluk ajaran agama Hindu Mahayana sehingga dalam hal identitas nama lebih identik dengan nama-nama yang diambil dari istilah atau ajaran Hindu Mahayana. Namun, di era perkembangan teknologi komunikasi seperti sekarang ini, Kebudayaan masyarakat dalam memberikan nama yang beridentitaskan Jawa lambat laun terindikasi mengalami perubahan yang signifikan. Banyak ditemukan nama-nama anak generasi 2000-an Suku Tengger sudah tidak mencerminkan nama khas Jawa Tengger dan lebih condong ke nama-nama barat ataupun timur. Dari diskripsi masalah diatas, penelitian ini bertujuan untuk mencoba mengunggkap bagaimana bentuk pergeseran nama pada masyarakat Suku Tengger dari era 1970, 1980, 1990 dan 2000an keatas dalam kajian pengaruh media massa dari teori Determinisme Teknologi Marchal McLuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi etnografi komunikasi. Tehnik pengumpulan data menggunakan tehnik wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini meunjukkan bahwa: 1).identitas nama Suku Tengger pada generasi tahun 1970 dan 1980 masih belum mengalami pergeseran. Nama masyarakat Suku Tengger masih merujuk pada bahasa Jawa asli dan masih kental akan budaya serta masih mengandung satu suku kata saja. Pada era ini belum ada dampak perkembangan media massa secara langsung dalam mempengaruhi pergeseran nama. 2). Untuk tahun 1990, teknologi masih belum berperan penting sebagai media literasi masyarakat. Tahun 1990, masyarakat masih dominan merujuk pada agama atau budayanya dalam pemberian nama. Seperti pada agama Hindu menggunakan kata Widi dan Dharma, Islam dan juga Kristen identik dengan nama nabi seperti Muhammad, Paulus dan Kristina. Mayoritas nama sudah terdiri dari 2 suku kata. 3). Tahun 2000 keatas, Media sudah menjadi bagaian dari referensi masyarakat dalam berbagai hal. Sehingga dalam pemberian nama, kebanyakan dari masyarakat mulai merujuk pada adopsi bahasa asing populis dan jumlah suku kata dalam pemberian nama sudah mencapai tiga sampai lima suku kata.
Efek Sosial Media : Negative Social Media Content Dalam Vlog "Nomnoman Taek Versi Tretes" dalam Relasinya Dengan Kenakalan Remaja (Juvenile Deleguensy) di Pasuruan Nicky Norjana; Zainul Ahwan; Siti Muyasaroh; Moh. Edy Marzuki

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i1.3220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana bad influence konten negatif vlog “nomnoman taek” versi Tretes terhadap kenakalan remaja (Juvenile Deleguensy). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research dengan menggunakan teori media communication mediated computer (CMC) dan efek media sosial dengan fokus kajian pada konten Vlog “Kumpulan video hot nom-noman taek versi tretes” pada akun Wakwau channel yang telah ditonton 18.670 viewer. Konten Vlog tersebut divisualkan dengan image trand gaya remaja yang yang dianggap kekinian. Diantara image yang dikaitkan dengan konten video “nom-noman taek versi tretes” adalah tren pacaran remaja masa kini, hingga tren berkunjung ke lokalisasi Tretes. Konten-konten negatif yang terdapat dalam vlog tersebut secara sadar atau tidak menjadi konsumsi masyarakat pengguna media sosial, khusunya para generasi muda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : Pertama, Konten vlog tersebut semakin memperparah citra buruk Tretes di mata masyarakat karena masalah prostitusi, ditambah lagi tingkat kenakalan remaja yang tinggi. Kedua, aksi unggahan video berkonten negative tersebut menimbulkan reaksi negatif dari pembuatan video sejenis yang cukup tinggi dilihat dari jumlah video baru yang bermunculan, jumlah views yang tinggi, dan komentar yang banyak. Ketiga, hal ini menyebabkan bad influence pada remaja seperti terjadinya kasus narkotika dan prostitusi dibawah umur
BAD INFLUENCE SOSMED PADA KAWASAN WISATA TRETES TERHADAP POLA PIKIR PSIKOLOGI, LIFE STYLE GENERASI MUDA PASURUAN ( TINJAUAN TEORI DETERMINISME TEKNOLOGI ) Nur Avivah; Nurma Yuwita; Zainul Ahwan

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v11i2.4286

Abstract

Media sosial telah memiliki dampak yang signifikan pada aktivitas generasi muda, Konten video pendek, terutama Reel, memiliki potensi untuk menjadi viral, mempengaruhi gaya hidup, dan pandangan global. Namun, konten negatif seperti "nom-noman taek tretes versi" dapat memengaruhi sikap terhadap tren seperti pacaran remaja dan rumah bordil. Meskipun Pemerintah Kabupaten Pasuruan berusaha mengubah citra Tretes menjadi kawasan wisata keluarga, dampak konten negatif masih mempengaruhi persepsi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengacu pada teori determinisme teknologi. Dari penelitian sebelumnya, terungkap bahwa media sosial sangat memengaruhi perbuatan dan tindakan generasi muda Pasuruan di Tretes. Pesan-pesan buruk dan pengaruh negatif media sosial dapat mempengaruhi pola pikir psikologi dan gaya hidup generasi muda, berdampak serius pada perkembangan mereka. Isi pesan dalam media sosial dapat disampaikan secara pribadi atau dipublikasikan. Keterbatasan ruang dalam pesan media sosial dapat membuat informasi menjadi dangkal dan terfragmentasi, mempengaruhi pemahaman komprehensif. Konten negatif dapat menyebar cepat dan mempengaruhi pola pikir dan gaya hidup generasi muda. Oleh karena itu, kesadaran dalam memilih dan menyebarkan konten bermanfaat penting bagi perkembangan positif generasi muda Pasuruan. Faktor konteks yang mempengaruhi media sosial di Tretes terhadap pola pikir psikologi dan gaya hidup generasi muda meliputi: Pengaruh Negatif Media Sosial, Pengaruh Grup Sebaya, Pengaruh Gaya Hidup, Rendahnya Pengawasan Orang Tua, Pengaruh Media Online. Kata Kunci : Bad Influence Sosmed, generasi muda
Efek Sosial Media : Negative Social Media Content Dalam Vlog "Nomnoman Taek Versi Tretes" dalam Relasinya Dengan Kenakalan Remaja (Juvenile Deleguensy) di Pasuruan Nicky Norjana; Zainul Ahwan; Siti Muyasaroh; Moh. Edy Marzuki
HERITAGE Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v10i1.3220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana bad influence konten negatif vlog “nomnoman taek” versi Tretes terhadap kenakalan remaja (Juvenile Deleguensy). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research dengan menggunakan teori media communication mediated computer (CMC) dan efek media sosial dengan fokus kajian pada konten Vlog “Kumpulan video hot nom-noman taek versi tretes” pada akun Wakwau channel yang telah ditonton 18.670 viewer. Konten Vlog tersebut divisualkan dengan image trand gaya remaja yang yang dianggap kekinian. Diantara image yang dikaitkan dengan konten video “nom-noman taek versi tretes” adalah tren pacaran remaja masa kini, hingga tren berkunjung ke lokalisasi Tretes. Konten-konten negatif yang terdapat dalam vlog tersebut secara sadar atau tidak menjadi konsumsi masyarakat pengguna media sosial, khusunya para generasi muda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : Pertama, Konten vlog tersebut semakin memperparah citra buruk Tretes di mata masyarakat karena masalah prostitusi, ditambah lagi tingkat kenakalan remaja yang tinggi. Kedua, aksi unggahan video berkonten negative tersebut menimbulkan reaksi negatif dari pembuatan video sejenis yang cukup tinggi dilihat dari jumlah video baru yang bermunculan, jumlah views yang tinggi, dan komentar yang banyak. Ketiga, hal ini menyebabkan bad influence pada remaja seperti terjadinya kasus narkotika dan prostitusi dibawah umur
BAD INFLUENCE SOSMED PADA KAWASAN WISATA TRETES TERHADAP POLA PIKIR PSIKOLOGI, LIFE STYLE GENERASI MUDA PASURUAN ( TINJAUAN TEORI DETERMINISME TEKNOLOGI ) Nur Avivah; Nurma Yuwita; Zainul Ahwan
HERITAGE Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v11i2.4286

Abstract

Media sosial telah memiliki dampak yang signifikan pada aktivitas generasi muda, Konten video pendek, terutama Reel, memiliki potensi untuk menjadi viral, mempengaruhi gaya hidup, dan pandangan global. Namun, konten negatif seperti "nom-noman taek tretes versi" dapat memengaruhi sikap terhadap tren seperti pacaran remaja dan rumah bordil. Meskipun Pemerintah Kabupaten Pasuruan berusaha mengubah citra Tretes menjadi kawasan wisata keluarga, dampak konten negatif masih mempengaruhi persepsi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengacu pada teori determinisme teknologi. Dari penelitian sebelumnya, terungkap bahwa media sosial sangat memengaruhi perbuatan dan tindakan generasi muda Pasuruan di Tretes. Pesan-pesan buruk dan pengaruh negatif media sosial dapat mempengaruhi pola pikir psikologi dan gaya hidup generasi muda, berdampak serius pada perkembangan mereka. Isi pesan dalam media sosial dapat disampaikan secara pribadi atau dipublikasikan. Keterbatasan ruang dalam pesan media sosial dapat membuat informasi menjadi dangkal dan terfragmentasi, mempengaruhi pemahaman komprehensif. Konten negatif dapat menyebar cepat dan mempengaruhi pola pikir dan gaya hidup generasi muda. Oleh karena itu, kesadaran dalam memilih dan menyebarkan konten bermanfaat penting bagi perkembangan positif generasi muda Pasuruan. Faktor konteks yang mempengaruhi media sosial di Tretes terhadap pola pikir psikologi dan gaya hidup generasi muda meliputi: Pengaruh Negatif Media Sosial, Pengaruh Grup Sebaya, Pengaruh Gaya Hidup, Rendahnya Pengawasan Orang Tua, Pengaruh Media Online. Kata Kunci : Bad Influence Sosmed, generasi muda
Co-Authors Ahmad Aminuddin Ahmad Aminuddin Ahmad Zainuddin Ainiyah, Roisatul Ainul Muzayyanah Aji, Fafit Rahmat Aji, Fatit Rahmar Alifiyah Nurrochmani Amang Fathurrohman Amang Fathurrohman Amang Fathurrohman Amang Fathurrohman, Amang As'idah, Fizriyatul Cahya Bagus Sanjaya Dayat, M. Dayat, Muhammad Dwi Anggorowati Rahayu Dwi Anggorowati Rahayu Dwi Anggorowati Rahayu E Ernawati, E Endik Deni Nugroho Endik Deni Nugroho Endik Deni Nugroho Ernawati Ernawati Ernawati Fafit Rahmat Aji Fafit Rahmat Aji Fafit Rahmat Aji FARIS FARIS Hapsari Titi Palupi Heri Sunarno Hesty Octafiani Hesty Octafiani Ima Nur Saidah Imam Syafi’i Irnawati Rosidah Kasiman Kasiman Kasiman Kasiman Kasiman, Kasiman KHOIRUL ANAM Khoirul Anam Khoirul Anwar Kholid Murtadlo Lukman Hakim Lukman Hakim M Dayat M. Daimul Abror M. Mukhid Mashuri Miftahul Huda Miftahul Huda Misbakhul Munir Mochamad Hasyim Moh Nadzir Moh. Edy Marzuki Moh. Edy Marzuki Mr Muslim Mubarok, Achmat Muh. Aniar Hari Swasono Muhammad Dayat Muhammad Dayat Muhammad Imron Rosadi Muhammad Imron Rosadi Muhammad Syaifuddin Mukhid Masyhuri Mulyono Wibisono Mulyono Wibisono Mulyono Wibisono Mulyono Wobisono Nicky Norjana Nicky Norjana Ninuk Riswandari Nur Afifah Afif Nur Afifah Afif Nur Avivah Nur Izzatul A'rof Nurma Yuwita Nurma Yuwita Nyoko Adi Kusworo Putri Dewi Karfida Putri Nur Laila Reza Ardiansyah Ridha, Faishal Ananta Riska Amelia Riska Amelia Rohmah, Siti Aisyatur Roisatul Ainiyah Sholeh Bahrudin Siti Aisyatur Rohmah Siti Muyasaroh Siti Muyasaroh Sulhan, M. Sururi, Ahmad Misbakhus Syarwani, Muhammad Syukur Sugeng Apriwiyanto Wibisono, Mulyono Yusebla, Agil